Anda di halaman 1dari 12

10 Proses Terjadinya Jerawat di Wajah dan

Cara Mengatasinya
Advertisement

Bekas jerawat sering kali nampak dalam berbagai bentuk, berbagai ukuran dan bahkan berbeda
tingkat warna. Setiap jenis bekas luka memiliki karakteristik yang unik dan fitur yang berbedabeda. Karena perbedaan ini lah banyak perawatan yang tersedia sering kali tidak satu ukuran dan
cocok untuk semua. Sehingga menjadi penting untuk hati-hati dalam memilih pengobatan yang
paling cocok dengan kebutuhan merawat bekas luka jerawat untuk mencapai hasil yang optimal.
Jerawat sendiri bermula dari folikel rambut kita yang dapat mengeluarkan sebum. Sebum
membuat jalan sampai folikel rambut ke pori-pori kulit di mana untuk melumasi dan melindungi
kulit. Kadang-kadang ada kelenjar minyak yang terlalu banyak, minyak yang bekerja
menyebabkan dan menghasilkan terlalu banyak sebum. Sebum bisa terjebak dalam folikel
rambut. Ketika ini terjadi pori-pori tersumbat dan bakteri mulai berkembang biak pada tingkat
yang mengkhawatirkan dalam waktu yang cepat. Kemudian terjadilah tahap-tahap pembentukan
jerawat.
1. Fase Pertama dari 10 tahap terjadinya jerawat
Pada fase yang pertama ini, jerawat yang muncul adalah seperti tanda kecil berwarna merah.
Namun sebelum jerawat terjadi akan ada banyak titik komedo didaerah hidung. Komedo ini
sendiri dapat dibersihkan atau dihilangkan dengan masker yang umum dijual, komedo dapat
hilang dalam waktu cepat antara 1 hari atau lebih. Selain komedo dapat juga tanda berupa
jerawat kecil. Baca : Penyebab komedo
2. Fase kedua dari 10 tahap terjadinya jerawat
Pada fase yang kedua ini, jerawat yang muncul adalah seperti komedo berwarna putih
(whitehead) bintik bintik. Biasanya dapat tersebar disekitar hidung dan dibawah tulang pipi
daerah mata, selain itu dapat juga disekitar bibir. Komedo putih ini menyebabkan radang. Ketika
komedo putih ini hilang akan menyebabkan jerawat baru yang tumbuh setelah komedo putih
tersebut menghilang. (Baca : Jenis Komedo)
3. Fase ketiga dari 10 tahap terjadinya jerawat
Pada fase yang ketiga ini tanda berkembangnya jerawat semakin nampak. Jerawat kemudian
berkembang tidak lagi dalam bentuk kecil, namun semakin membesar meskipun warnanya masih
kemerahan, dalam keadaan ini jerawat terasa nyeri jika disentuh.
4. Fase keempat dari 10 tahap terjadinya jerawat

Setelah jerawat mengalami peradangan dan rasa nyeri bila disentuh maka peradangan yang
ringan muncul bersama dengan papula. Papula merupakan luka yang terjadi pada kulit wajah
yang akan membesar meskipun masih berukuran kecil, namun konsistensinya padat. Jerawat
yang muncul bersama papula masih tergolong kedalam jerawat ringan. Jenis jerawat ini dapat
untuk segera disembuhkan agar tidak menyebar. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah tidak
memencet jerawat, karena memencet jerawat akan menyebabkan kulit yang berjerawat semakin
meradang dan semakin membesar.
5. Fase kelima dari 10 tahap terjadinya jerawat
Jerawat yang tadi pada fase sebelumnya disertai papula kini bertambah membesar dan semakin
nampak peradangannya. Pada tahap ini perlu adanya konsultasi dokter untuk mendapatkan
pertolongan.
6. Fase keenam dari 10 tahap terjadinya jerawat
Papula yang bertambah besar kini semakin berkembang, disebut dengan Pastules. Pastules
merupakan jerawat yang mengalami peradangan kemudian didalamnya mengandung nanah, pada
ujung jerawat tersebut nampak adanya bintik putih, jerawat ini sendiri masih belum dapat
dihilangkan sebab masih memerah pada daerah pinggirnya.
7. Fase ketujuh dari 10 tahap terjadinya jerawat
Jerawat yang berkembang bertambah banyak. Munculnya gumpalan atau nodul bersamaan
dengan pustules yang didalamnya mengandung nanah, bertambah dengan sel kulit mati, dan
pertarungan sel darah putih bersama bakteri ditambah dengan sebum. Hal tersebut menyebabkan
kulit berjerawat semakin memerah dan semakin membesar hingga jerawat terlihat sangat jelas.
8. Fase kedelapan dari 10 tahap terjadinya jerawat
Jerawat seperti sudah siap untuk dipencet keluar seperti nasi yang akan dikeluarkan. Namun para
dokter tetap menyarankan agar tidak memencet jerawat. Karena dengan mengeluarkan isi
jerawat membuat jerawat mudah untuk tumbuh kembali baik ditempat yang sama maupun
ditempat yang lain-lainnya. Membiarkan jerawat tersebut pecah sendirinya, bila dipencet tak
hanya nanah yang keluar namun juga darah sama seperti memecah bisul.
9. Fase kesembilan dari 10 tahap terjadinya jerawat
Jerawat yang bila telah dipencet atau memang telah pecah sendiri tentu tetap akan meninggalkan
bekas jerawat seperti flek hitam atau noda-noda hitam. Hal inilah yang membuat wajah terlihat
lebih kusam,
10. Fase kesepuluh dari 10 tahap terjadinya jerawat
Fase kesepuluh merupakan fase penyembuhan. Tentunya hal yang diharapkan dari fase
penyembuhan jerawat adalah mencegah jerawat muncul kembali, kemudian menghilangkan

bekas jerawat dengan melakukan treatment wajah. Hal ini dapat dilakukan dengan selalu
menjaga kebersihan, jangan memencet jerawat, bila perlu dapat gunakan masker wajah untuk
diluar ruangan, juga mengaplikasikan pelembab wajah atau dapat berkonsultasi dengan dokter.

Menghilangkan bekas luka jerawat


Langkah pertama dalam mengobati bekas jerawat adalah dengan menghentikan pembentukan
jerawat baru. Dari sana, perawatan bekas luka jerawat harus disesuaikan tergantung pada
karakteristik kulit dan bekas luka. Sejumlah besar bekas jerawat mungkin memerlukan tindakan
bedah yang dikombinasikan dengan serangkaian perawatan dermabrasi atau laser peeling .
Bekas jerawat sendiri dapat dibagi menjadi tiga kelompok utama

Bekas luka karena tekanan

Bekas luka yang terangkat seperti keloid

Bekas luka dengan perubahan warna

Baca : Cara menghilangkan bekas jerawat

Bekas luka karena tekanan


Bekas luka karena tekanan adalah jenis bekas luka jerawat yang paling umum dari bekas luka
yang dihasilkan karena peradangan jerawat sebelumnya. Bekas luka ini secara umum memiliki
depresi yang relatif luas di kulit berbentuk bulat dan berbentuk miring di tepi. Kombinasi
beberapa jenis bekas luka di daerah kulit memberikan penampilan bekas memiliki beberapa
istilah

disebut luka seperti gerbong. Adalah jenis bekas luka dengan depresi yang relatif luas,
tetapi cukup curam di tepi.

Bekas luka menyempit. Adalah bekas luka yang dalam dan sempit. Dalam banyak kasus,
seperti pori-pori kosong di kulit. Secara umum, semua bekas luka yang tertekan seperti
jaringan kolagen terdapat parut.

Pengobatan yang efektif untuk bekas jerawat karena tekanan biasanya melibatkan atau
menghilangkan jaringan parut ini diganti dengan jaringan yang sehat secara fungsional. Bekas
luka yang umum pada individu yang telah memiliki kulit dimana secara jangka panjang
mengalami peradangan jerawat. Mereka cenderung semakin lebih jelas karena mengikuti usia
kulit dan kehilangan elastisitas kulit seperti aslinya.
Bekas luka ini bulat, pada perbatasan berbentuk miring, banyak teknik pengobatan bekas luka
jerawat yang tersedia mampu memberikan hasil yang positif. Seperti Laser, Chemical peeling,

mikro dermabrasi dan lain-lainnya dapat menghasilkan perbaikan untuk menyembuhkan ebkas
luka ini. Prosedur bedah ringan, seperti tusuk jarum juga biasa digunakan.

Bekas luka yang terangkat seperti keloid


Biasa disebut bekas luka keloid, bekas luka ini berbeda dengan bekas luka karena tertekan.
Bekas luka keloid adalah berbentuk jaringan parut yang berlebihan di lokasi cedera, serat yang
terangkat dan juga jaringan parut. Ketika bentuk jaringan parut lebih besar, itu bisa menjadi
nodul besar yang padat. Jika jaringan parut dikenal sebagai keloid sebenarnya memiliki faktor
penyebab tergantung pada tingkat keparahan jerawat, durasinya, genetik dan infeksi sekunder.
Karena bekas luka lebih rentan terhadap perawatan seperti laser dan mikrodermabrasi. Bekas ini
juga bisa diangkat dengan operasi. Bekas luka keloid umumnya kurang responsif terhadap
pengobatan seperti chemical peeling, karena jaringan parut jauh lebih tahan terhadap bahanbahan dalam kulit kimia dari pada jaringan sehat.

Bekas luka dengan perubahan warna


Jerawat Jaringan parut pada wajah yang trauma berhubungan dengan kerusakan jerawat dapat
menyebabkan banyak kondisi abnormal lainnya pada kulit, selain pembentukan jaringan parut
fibrosa. Mungkin bentuk jangka panjang yang paling umum dari jaringan parut jerawat adalah
perubahan warna abnormal kulit.

Bekas luka dengan perubahan warna : Hiperpigmentasi


Hiperpigmentasi adalah suatu kondisi di mana kadar melanin pigmen menumpuk di kulit. Hal ini
menciptakan munculnya bintik-bintik bintik-seperti atau bercak. Hiperpigmentasi terjadi ketika
melanosit (sel-sel yang memproduksi pigmen melanin) mulai berkembang di lokasi cedera, atau
ketika melanosit mulai menghasilkan jumlah kelebihan melanin. Kedua peristiwa ini hasil dari
trauma yang disebabkan inflamasi oleh lesi jerawat.
Hiperpigmentasi sering dirawat dengan perawatan laser yang secara khusus menargetkan
melanin. Hiperpigmentasi juga ditujukan dengan resep obat seperti hydroquinolone yang dapat
menghambat produksi melanin, dan pemberian retinoid secara topikal, yang meningkatkan
tingkat pergantian sel di kulit.

Bekas luka dengan perubahan warna : Hypopigmentasi


Hipopigmentasi adalah makula Jerawat Jaringan parut. Kontras dengan hiperpigmentasi, hipopigmentasi terjadi ketika melanosit yang habis dari tempat cedera atau kehilangan kemampuan
mereka untuk menghasilkan melanin. Hal ini sering terjadi di daerah kulit yang telah diganti
dengan jaringan parut, yang cenderung memiliki penampilan merah muda terang. Umumnya
kondisi ini lebih terlihat pada orang-orang dengan dasar warna kulit lebih gelap. Vitiligo
misalnya adalah suatu kondisi di mana melanosit kehilangan kemampuan untuk memproduksi
melanin. Tidak banyak pengobatan yang efektif yang tersedia untuk hipopigmentasi.

Bekas luka dengan perubahan warna : Eritema (kemerahan permanen)


Eritematosa atau kemerahan secara permanen dari bekas Jerawat adalah suatu kondisi di mana
kapiler kecil yang ada di dekat permukaan kulit menjadi rusak atau melebar secara permanen.
Kondisi ini muncul berupa daerah kemerahan di kulit. Kadang-kadang, kapiler individu yang
terlihat. Hal ini agak umum pada pasien yang jerawat dan dan paling terlihat pada pasien dengan
warna kulit yang lebih ringan.
Eritema dapat diobati dengan obat resep topikal untuk mengurangi vasodilatasi, tetapi hasilnya
biasanya bersifat sementara. Eritema umumnya memiliki respon yang baik dengan laser dan
perawatan yang selektif fokus pada hemoglobin, seperti argon.

Tips untuk menjaga kulit: Jangan menggunakan handuk 2 kali untuk mencuci
muka
Saat mencuci muka dengan sabun ringan atau sabun sulfur. Cuci wajah hanya dengan ujung jari.
Jangan pernah menggunakan kain untuk mencuci karena akan menempel kuman dan bakteri.
Bilas wajah dengan air bersih beberapa kali untuk memastikan telah menghapus semua jejak
sabun, dan kemudian tepuk-tepuk sampai kering dengan handuk bersih. Jangan menggosok
wajah dengan handuk dan jangan menggunakan handuk yang sama dua kali.

Tips untuk menjaga kulit : meminum air yang cukup


Multivitamin dan multimineral adalah suplemen yang baik. Setiap hari minum setidaknya 8 gelas
air tanpa soda. Vitamin dan mineral akan memasok nutrisi dan air tersebut dapat membantu
melembabkan kulit serta untuk mengeluarkan racun keluar dari tubuh

Tips untuk menjaga kulit : meminum multivitamin


Jika menggunakan obat jerawat, pastikan bahwa telah mengikuti petunjuk dengan benar dan
bahwa gunakan tabir surya ketika berada di luar ruangan karena beberapa obat jerawat membuat
kulit menjadi lebih rentan terhadap sinar matahari.
Demikian sekilas tentang penyembuhan jerawat dan semoga bermanfaat.

Bagaimana sih proses awal terjadinya jerawat itu? dan unsur apa yg terkandung di
dalam jerawat itu sendiri?
Ikuti
2 jawaban

Laporkan Penyalahgunaan

Jawaban

Jawaban Terbaik: Jerawat (bahasa Inggris: acne) adalah kondisi abnormal kulit
akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak (sebaceous gland) yang
menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit. Daerah
yang mudah terkena jerawat ialah di muka, dada, punggung dan tubuh bagian
atas lengan.

Peradangan pada kulit terjadi jika kelenjar minyak memproduksi minyak kulit
(sebum) secara berlebihan sehingga terjadi penyumbatan pada saluran kelenjar
minyak dan pembentukan komedo (whiteheads) dan seborhoea. Apabila
sumbatan membesar, komedo terbuka (blackheads) muncul sehingga terjadi
interaksi dengan bakteri jerawat.

Jerawat digolongkan ringan bila bentuknya masih komedo dengan jumlah lesi
kurang dari 30. Apabila jumlah lesi berkisar antara 30-125 maka dinamakan
jerawat sedang (papule). Jerawat besar yang disebut nodul atau kista timbul bila
lesi di atas 125.

Munculnya jerawat sering terjadi pada masa pubertas antara usia 14-19 tahun
yang disebabkan oleh perubahan hormon pada remaja. Deteksi jerawat sejak
dini sangat sulit sebab sebelum masa pubertas kulit anak akan mengalami

pengelupasan tiga minggu sekali. Sedangkan ketika remaja, kulit mengelupas


empat minggu sekali.

Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 85% populasi mengalami jerawat pada


usia 12-25 tahun, 15% populasi mengalaminya hingga usia 25 tahun. Jika tidak
teratasi dengan baik, gangguan jerawat dapat menetap hingga usia 40 tahun.

Selain menimbulkan bekas jerawat, efek utamanya adalah pada jiwa seseorang,
seperti krisis percaya diri atau minder dan depresi.

[sunting] Penyebab jerawat


Penyebab sebenarnya mengapa seseorang mempunyai jerawat dan yang lain
tidak punya masih belum diketahui secara menyeluruh. Beberapa faktor yang
menyebabkan jerawat ialah:

Stres
Keturunan dari orangtua
Aktivitas hormon : Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya
jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh
tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria
maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak
(sebaceous gland) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan.
Kelenjar minyak yang hiperaktif
Bakteri di pori-pori kulit

Iritasi kulit atau karena garukan


Anabolic steroid
Pil pengontrol kelahiran / pil KB, namun banyak wanita mengalami penurunan
munculnya jerawat semasa pemakaian pil
Berada dalam lingkungan dengan kadar chlorine yang tinggi, terutama
chlorinated dioxins, yang menyebabkan jerawat serius yang disebut Chloracne

[sunting] Miskonsepsi jerawat


Dikarenakan pengetahuan medis tentang jerawat masih sedikit, banyak rumor
salah beredar tentang penyebab jerawat:

Makanan. Coklat, snack, gula, susu dan seafood tidak menyebabkan jerawat.
Penelitian medis hingga kini tidak menemukan perbedaan yang berarti antara
timbulnya jerawat pada dua kelompok manusia, salah satu kelompok
mengkonsumsi makanan di atas dan yang lain tidak. Tetapi, dalam buku The
Acne Prescription, dermatologis radikal Nicholas Perricone menuturkan bahwa ini
juga merupakan sebuah mitos, dan menyarankan diet khusus dengan menu ikan
yang banyak dan sedikit gula.
Seks. Mitos umum menyatakan masturbasi dan tidak menikah dapat
menyebabkan jerawat. Namun tidak ada bukti medis yang menguatkan
pendapat ini.

Cara Merawat Wajah Berjerawat


Cara Merawat Wajah Berjerawat. Untuk kulit berjerawat, sebaiknya Anda harus mulai rajin
membersihkan wajah dari debu dan kotoran. Jangan biasakan untuk membiarkan wajah
dalam kondisi full make up dalam waktu yang lama, apalagi tidak membersihkan wajah
sebelum pergi tidur. Kotoran yang tersembunyi atau tertinggal di pori-pori wajah adalah
faktor utama tumbuhnya jerawat pada kulit Anda.
Untuk melakukan pembersihan sisa make up, pertama-tama gunakan facial foam lalu
lanjutkan dengan memakai pembersih wajah atau toner agar sisa-sisa kotoran atau make up
pada wajah terangkat dengan sempurna.
Setelah wajah bersih, baru gunakan produk khusus yang berguna untuk mengempiskan
jerawat. Pilihlah yang berbahan sulfur atau belerang alami, karena kandungannya sangat
efektif untuk mengurangi peradangan, dan mengeringkan jerawat.
Selanjutnya untuk menghilangkan bekas-bekas jerawatnya, gunakanlah jeruk nipis setelah
membersihkan wajah. Jangan lupa untuk menjaga pola makan dan meminum banyak air
putih sebagai cara merawat wajah agar tidak berjerawat kembali.
Cara Merawat Wajah Agar Putih

Cara merawat wajah agar putih. Setelah bebas dari masalah kulit berjerawat dan minyak
berlebih, sebaiknya perhatikan kondisi wajah Anda. Kulit wajah yang sehat tentunya akan
lebih segar dilihat bila terlihat lebih putih. Tidak perlu berusaha memutihkan wajah hingga
seputih kapas, cukup agar terlihat cerah dan sehat, sehingga penampilan Anda akan lebih

terlihat bersinar. Yang paling penting, jangan gunakan sembarang produk untuk memutihkan
wajah. Apalagi yang mengandung bahan-bahan berbahaya.
Pakailah bahan-bahan alami yang bersifat lebih aman. Gunakan susu kambing atau sapi yang
masih segar. Gunakanlah susu tersebut untuk membilas wajah, diamkan sampai meresap, lalu
bilas dengan air hangat. Selain itu, gunakanlah madu alami sebagai masker wajah, yang
diikuti dengan bilasan air hangat. Yang terakhir, gunakan kuning telur sebagai masker wajah.
Diamkan selama 30 menit agar kandungannya menyerap sampai ke dalam kulit, lalu bilas
dengan air hangat. Penggunaan air hangat sebagai pembilas wajah berguna agar zat-zat yang
berguna untuk memutihkan wajah dapat dicerna dengan sempurna oleh pori-pori wajah. Hal
ini juga berguna untuk membersihkan sisa-sisa masker alami agar tidak menimbulkan
jerawat.
Home Kecantikan Wajah Cara Merawat Wajah Agar Terbebas dari Jerawat
Cara Merawat Wajah Agar Terbebas dari Jerawat
by Admin | category Kecantikan Wajah | No Comments

Cara Merawat Wajah Agar Terbebas dari Jerawat. Wajah merupakan bagian yang
penting untuk dijaga karena sangat berpengaruh pada penampilan. Wajah yang bersih tanpa
ada jerawat merupakan dambaan setiap orang. Karena itu perawatan wajah sangatlah penting
agar kulit terhindar dari bakteri serta mencegah timbulnya jerawat.
Perawatan wajah untuk setiap orang tidaklah sama karena karakter dan kondisi kulit pastilah
berbeda. Oleh karena itu dalam merawat wajah sebaiknya disesuaikan dengan karakter kulit
wajah, apakah kulit kering atau kulit berminyak.

Cara merawat wajah agar terhindar dari jerawat bisa dilakukan dengan berbagai hal. Pada
intinya adalah menjaga kondisi kulit wajah agar selalu bersih dan bebas kotoran.

Cara Merawat Wajah Agar Terbebas dari Jerawat

Berikut ini adalah beberapa cara merawat wajah secara umum yang dapat dilakukan.
Sebelum mencuci wajah, pastikan tangan anda sudah bersih dengan mencuci tangan
terlebih dahulu
Gunakan pembersih wajah yang sesuai dengan karakter kulit
Gunakan pelembab wajah atau tabir surya saat beraktifitas di luar ruangan serta untuk
menghindari sengatan sinar ultraviolet.
Berolahraga secara teratur
Pemakaian masker dengan bahan alami untuk mengangkat sel-sel mati

Banyak minum air putih serta menambah suplemen vitamin E bila perlu
Agar wajah terhindar dari jerawat, anda juga bisa menggunakan bahan-bahan alami bila
banyak krim wajah yang tidak cocok dengan kulit anda. Bahan yang sering digunakan untuk
merawat wajah secara alami adalah lemon atau jeruk nipis. Cara penggunaannya adalah
dengan mencampur air perasan lemon dengan air bunga mawar.
Campuran tersebut kemudian dioleskan ke seluruh wajah, lalu diamkan beberapa saat. Bilas
dengan air hangat dan segera usap dengan handuk yang bersih. Kandungan asam sitrat pada
lemon diyakini mampu untuk mengurangi kadar minyak berlebih pada wajah.
Cara merawat wajah memang harus diperhatikan untuk menghasilkan wajah bersih yang
maksimal. Sebaiknya perawatan wajah disesuaikan dengan kondisi kulit wajah serta tidak
menggunakan pembersih wajah sembarangan. Untuk perawatan wajah alternatif bisa dengan
menggunakan bahan alami. Penggunaan bahan alami akan lebih sehat karena mengurangi
pemakaian zat kimia pada kulit wajah.