Anda di halaman 1dari 6

KERANGKA

ACUAN KERJA (KAK)



PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI LANJUTAN
PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN
UNIVERSITAS RIAU


PENDAHULUAN

1. UMUM
a. Setiap bangunan gedung negara harus diwujudkan dengan sebaik-baiknya sehingga mampu
memenuhi secara optimal fungsi bangunannya, andal, ramah lingkungan dan dapat sebagai
teladan bagi lingkungannya, serta berkontribusi positif bagi perkembangan arsitektur di
Indonesia.
b. Setiap bangunan gedung negara harus direncanakan, dirancang dengan sebaik-baiknya,
sehingga dapat memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak dari segi mutu, biaya dan
kriteria administrasi bagi bangunan gedung negara.
c. Penyedia Jasa Konsultasi Manajemen Konstruksi untuk bangunan negara perlu diarahkan
secara baik dan menyeluruh, sehingga mampu menghasilkan karya bangunan yang
memadai dan layak diterima menurut kaidah, norma serta tata laku profesional.
d. Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk pekerjaan Manajemen Konstruksi perlu disiapkan secara
matang sehingga mampu mendorong perwujudan karya yang sesuai dengan kepentingan
kegiatan.

2. LATAR BELAKANG

Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian lingkup Satuan Kerja Universitas
Riau, Pemegang mata anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Universitas
Riau, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Untuk penyelenggaraan satuan kerja termaksud, dibentuk Organisasi Pengelola Satuan kerja
berdasarkan Surat Keputusan Kepala Satuan Kerja: Pembentukan Panitia Lelang Universitas Riau
Tahun 2015.
a. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian lingkup Satuan Kerja
Universitas Riau
b. Pemegang mata anggaran adalah Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia yang
dalam hal ini adalah Rektor Universitas Riau

3. MAKSUD DAN TUJUAN

a. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi konsultan Manajemen Konstruksi
yang memuat masukan, asas, kriteria, keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan
diperhatikan serta diinteprestasikan ke dalam pelaksanaan tugas Manajemen Konstruksi.

4.

5.

6.

b. Dengan penugasan ini diharapkan konsultan Manajemen Konstruksi dapat melaksanakan


tanggung jawabnya dengan baik sehingga menghasilkan keluaran yang memadai sesuai
KAK ini.

SASARAN

Sasaran dari kegiatan ini adalah :
a. Tersusunnya dokumen Laporan Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Riau
yang memenuhi persyaratan dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan
pembangunan gedung Negara melalui proses review yang akan dilakukan oleh Konsultan
Manajemen Konstruksi. Dokumen hasil perencanaan yang di-review oleh Konsultan
Manajemen Konstruksi diharapkan dapat memberikan pedoman secara utuh untuk
pembangunan Fisik Rumah Sakit Pendidikan Universitas Riau;
b. Terawasinya pelaksanaan pembangunan Fisik Rumah Sakit Pendidikan Universitas Riau
pada Tahun Anggaran 2015 ini.

NAMA DAN ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
Nama Organisasi : Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Pengguna Jasa
: Universitas Riau
Nama PPK
: Armia, SE
Alamat
: Kampus Bina Widya Universitas Riau Jl. H.R Soebrantas Km 12,5 Panam

SUMBER PENDANAAN

a. BIAYA MANAJEMEN KONSTRUKSI
1) Untuk pelaksanaan pekerjaan manajemen konstruksi ini diperlukan biaya kurang lebih
Rp. 1.325.800.000 (Satu Milyar Tiga Ratus Dua Puluh Lima JutaDelapan Ratus Ribu
Rupiah)
2) Biaya tersebut mengacu dan mengikuti pedoman dalam Peraturan Menteri Pekerjaan
Umum Nomor 45/KPTS/M/2007 tanggal 27 Desember 2007 tentang Pedoman Teknis
Pembangunan Bangunan Gedung Negara, yaitu:
1) Biaya manajemen konstruksi dibebankan pada biaya untuk komponen kegiatan
manajemen kontsruksi yang bersangkutan;
2) Besarnya nilai biaya manajemen konstruksi maksimum dihitung berdasarkan
prosentase biaya manajemen konstruksi terhadap biaya konstruksi fisik yang
tercantum;
3) Besarnya biaya manajemen konstruksi dihitung secara orang-bulan dan biaya
langsung yang bisa diganti, sesuai dengan ketentuan billing rate;
4) Biaya manajemen konstruksi ditetapkan dari hasil seleksi atau penunjukan
langsung pekerjaan yang bersangkutan, yang akan dicantumkan dalam kontrak,
termasuk biaya untuk:
1) Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang;
2) Materi dan penggandaan laporan;
3) Pembelian dan atau sewa peralatan;
4) Sewa kendaraan;

7.

8.

5) Biaya rapat-rapat;
6) Perjalanan (lokal maupun luar kota);
7) Jasa dan overhead manajemen konstruksi;
8) Asuransi/pertanggungan (indemnity insurance);
9) Pajak dan iuran daerah lainnya.
5) Pembayaran biaya manajemen konstruksi didasarkan pada prestasi kemajuan
pelaksanaan konstruksi di lapangan.

b. SUMBER DANA
Sumber dana dari keseluruhan pekerjaan Manajemen Konstruksi dibebankan kepada : DIPA
Universitas Riau (Nomor SP DIPA 023.04.2.415092/2015 Tanggal 14 November 2014)
Tahun Anggaran 2015.

LINGKUP, LOKASI KEGIATAN, DATA DAN FASILITAS PENUNJANG

a. LINGKUP KEGIATAN

Lingkup kegiatan adalah:
1) Melaksanakan review dokumen Perencanaan Detail Enginering Design (DED)
Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Riau yang terdiri dari pekerjaan:
Bangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Riau (Bangunan B)
2) Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan
Universitas Riau pada Tahun Anggaran 2015;

b. LOKASI KEGIATAN

Lokasi kegiatan : Kompleks Kampus Bina Widya Universitas Riau Jalan H.R Soebrantas Km
12,5 Panam Riau

c. DATA LOKASI

1) Untuk melaksanakan tugasnya konsultan MK harus mencari informasi yang
dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala Satuan Kerja termasuk
melalui Kerangka Acuan Kerja ini.
2) Konsultan MK harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam
pelaksanaan tugasnya, baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja, maupun yang dicari
sendiri. Kesalahan kelalaian pekerjaan perencanaan sebagai akibat dari kesalahan
informasi menjadi tanggung jawab konsultan MK.

LINGKUP TUGAS MANAJEMEN KONSTRUKSI

Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh konsultan MK adalah berpedoman pada ketentuan
yang berlaku, khususnya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45/KPTS/M/2007 tanggal
27 Desember 2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara, yang
terdiri dari :

a. Tahap Review Desain


1) Meneliti kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan, menyusun
program pelaksanaan pelelangan bersama penyedia jasa perencanaan, dan ikut
memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu pelelangan, serta membantu kegiatan
panitia pelelangan;
2) Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan
pembayaran angsuran pekerjaan perencanaan;
3) Mengadakan dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan, menyusun laporan
hasi; rapat koordinasi dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen
konstruksi.
b. Tahap Pelaksanaan
1) Mengevaluasi program kegiatan pelaksanaan fisik yang disusun oleh pelaksana
konstruksi, yang meliputi program-program pencapaian sasaran fisik, penyediaan dan
penggunaan sumber daya berupa: tenaga kerja, peralatan dan perlengkapan, bahan
bangunan, informasi, dana, program Quality Assurance/Quality Control, dan program
kesehatan dan keselamatan kerja (K3);
2) Mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik, yang meliputi program
pengendalian sumber daya, pengendalian biaya, pengendalian waktu, pengendalian
sasaran fisik (kualitas dan kuantitas) hasil konstruksi, pengendalian perubahan
pekerjaan, pengendalian tertib administrasi, pengendalian kesehatan dan
keselamatan kerja;
3) Melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial yang
timbul, usulan koreksi program dan tindakan turun tangan, serta melakukan koreksi
teknis bila terjadi penyimpangan;
4) Melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi
fisik;
5) Melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas:
a) Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan
dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan;
b) Mengawasi pemakaian bahan, peralatan dan metode pelaksanaan, serta
mengawasi ketepatan waktu, dan biaya pekerjaan konstruksi;
c) Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas, kuantitas, dan
laju pencapaian volume/realisasi fisik;
d) Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan
yang terjadi selama pekerjaan konstruksi;
e) Menyelenggrakan rapat-rapat lapangan secara berkala, membuat laporan
mingguan dan bulanan pekerjaan manajemen konstruksi, dengan masukan hasil
rapat-rapat lapangan, laporan harian, mingguan dan bulanan pekerjaan
konstruksi fisik yang dibuat oleh pelaksana konstruksi;
f) Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan
pembayaran angsuran pekerjaan pelaksanaan konstruksi;
g) Meneliti gambar-gambar untuk pelaksanaan (shop drawings) yang diajukan oleh
pelaksana konstruksi;
h) Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As Built
Drawings) sebelum serah terima I (pertama);

i) Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima I (pertama), dan


mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan;
j) Bersama-sama dengan penyedia jasa perencanaan menyusun petunjuk
pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung;
k) Menyusun berita acara persetujuan kemajuan pekerjaan, serah terima pertama,
berita acara pemeliharaan pekerjaan dan serah terima kedua pekerjaan
konstruksi, sebagai kelengkapan untuk pembayaran angsuran pekerjaan
konstruksi;
6) Menyusun laporan akhir pekerjaan manajemen konstruksi.

9. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN

a. Jangka waktu pelaksanaan Manajemen Konstruksi diperkirakan selama 7 (tujuh) bulan atau
(dua ratus sepuluh) hari kalender, terhitung sejak diterbitkannya SPMK.
b. Konsultan Manajemen Konstruksi mempunyai kewajiban untuk melaksanakan pengawasan
pada masa pemeliharaan hasil pelaksanaan konstruksi Tahun Anggaran 2015

10. TENAGA AHLI

Untuk mencapai hasil yang diharapkan, Pihak Konsultan harus menyediakan tenaga-tenaga ahli
dalam suatu struktur organisasi untuk menjalankan kewajibannya sesuai dengan lingkup jasa
yang tercantum dalam KAK ini, yang sertifikat dan disetujui oleh Pemberi Tugas.

Struktur Organisasi dan daftar Tenaga Ahli dengan kualifikasinya, sebagai berikut:
No.
TENAGA
KUALIFIKASI
PENGALAMAN JUMLAH
A. TENAGA AHLI



1. Team Leader
Ahli Utama MK/ S1-Sipil/
3 tahun
1 Orang
Arsitektur
2. Ahli Arsitektur
Ahli Madya/ S-1 Arsitektur
2 tahun
1 Orang
3. Ahli Sipil/Struktur
Ahli Madya/ S-1 Sipil
2 tahun
1 Orang
4. Ahli Elektrikal
Ahli Madya Elektrikal/ S-1
2 tahun
1 Orang
5. Ahli Estimasi Biaya
Ahli Muda/ S-1 Sipil
2 tahun
1 Orang
B. TENAGA PENGAWAS



1. Pengawas Sipil/Struktur
Ahli Muda/ S-1 Sipil
2 tahun
1 Orang
2. Pengawas Arsitektur
Ahli Muda/ S-1 Arsitektur
2 tahun
1 Orang
3. Pengawas ME
Ahli Muda ME/ S-1
2 tahun
1 Orang
C. TENAGA PENDUKUNG



1. Sekretaris
Umum
/ D3-Sekretaris/Ekonomi
2 tahun
1 Orang
Administrasi
2. CAD Operator
D-3 Teknik Sipil/Ars/M/E
2 tahun
1 Orang
3. Operator Komputer
D-3 Komputer/Informatika
2 tahun
1 Orang

Sesuai dengan ketentuan, maka tenaga ahli diatas harus memiliki Sertifikat tenaga Ahli SKA/SKT
dari Asosiasi dan dilengkapi dengan Curriculum vittae (pengalaman dilengkapi dengan
referensi/surat keterangan), serta ijazah.

11. PELAPORAN

a. Laporan Mingguan;
b. Laporan Bulanan;
c. Laporan Hasil Review Desain;
d. Laporan Akhir Manajemen Konstruksi.

12. PENUTUP

a. Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima, maka konsultan hendaknya memeriksa
semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan.
b. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan agar segera menyusun program kerja
untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja.