Anda di halaman 1dari 29

Anatomi fisiologi organ

reproduksi pria
Oleh: Muarrofah, S.Kep.Ns.
M.Kes.

Alat Reproduksi Pria :

Genetalia Eksterna
Penis

Untuk urinori dan Kopulasi


Terletak menggantung di depan skrotum
Bag. Distal glans penis tertutup oleh
korpus Preputium
Bag. Pangkal Radik Penis terdiri dr.
ujung-ujung posterior kolom erektil dr
corpus/badan penis:
Korpus kavernosa Ka-ki
Korpus spongiosum pd bag. Tengah
badan penis karet busa

Jaringan gland mengelilingi meatus uretra


mengeluarkan urin dan semen
Rangsangan sex saat CO >>darah ke korpus
kavernosa vasopenis besar dan keras ereksi
dipengaruhi otot:

o
o

Musculus ischia kavernosus dan


muskulus erektor penis menyebabkan
erektil saat CO
Muskulus bulbo kavernosus u/
mengeluarkan urin dan ejakulasi

Skrotum
o Kantong fibromuskular yg tipis,
menggantung di dasar pelvis,
sepasang testis tersimpan.,
o Melindungi bag. Dalam >> dingin,
temperatur 2 o < dr sh tubuh
o Otot Kremasterik selubung tipis
otot pd skrotum yg mengkontraksi
testis ke ataa

Genetalia Interna
Testis
Tempat spermatozoa, hormon testosteron dan
kel. Endokrin
hipotalamus Hipofise Ant. FSH, LH
Testis Sel Leydig Testosteron
Testosteron me cepat pd usia 11-14 th dan
m pada usia 40 th. Usia 80 th dr nilai puncak
Terdapat 200-300 lobulus
@ lobulus = 1-3 tubulus seminiferus ( tdr. Dr sel2 germinal epitelia & sel-2 sertoli u/ nitrisi
sperma)
Ejakulasi N. 3,5 ml ( 1,5 6 ml ) 50-150 juta
sperma

Duktus
Epididymis sal. Penghantar,
pengatur sperma dan produksi
semen ( alkalis ) yg melindungi
sperma dr Asam.
Deferens lanjutan dr epididimis ke
kandung kemih
Ejakulatoris dari deferens ke uretra

Kelenjar accesoris
Vesika Seminalis
sekresi Semen (4060% cairan semen)
Kelj. Prostat
Kel.otot yg
melingkari uretra
Kelj. Bulbouretral
(Cowpers)
mensekresi mukus
alkalin ke dlm
penis

Alur pengeluaran sperma


Tubulus Seminiferus ( di testis)
epididimis Vas Deferens Vesika
Seminalis (>>fruktosa + fibrinogen
& prostaglandin) ductus
ejakulatorius kel. Prostat kel.
Bulbouretralis uretra Ejakulasi

Nilai normal Analisis Semen


Karakteristik
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Volume ejakulasi
Jml Sperma
Motilitas Sperma
Morfologi sperma
Leukosperma
Hyperviskositas
Kecepatan
PH

standar
1,5 5 ml
>20 jt / ml
>60 %
> 60 % Normal
Negatif
Negatif
1-4 mm/menit
7,5
(bergerak optimum pd Ph=
6-6,5)

Spermatogenesis

Proses pembentukan sel kelamin


jantan
(sperma)

Organ reproduksi
dalam

Organ reproduksi pria tampak dari


(a) samping dan (b) depan.

Gambaran sperma

Tempat spermatogenesis

Pembentukan Sel Kelamin

Pembentukan Sperma
(spermatogenesis)
Terjadi di dalam testis.
Spermatogonium bersifat diploid
dan selalu membelah diri secara
metosis sehingga berjumlah
banyak.
Sebagian spermatogonium
membesar menjadi spermatosit
primer.
Spermatosit primer terus
membelah diri secara meiosis
membentuk spermatosis
sekunder.
Spermatosit sekunder membelah
diri kembali secara meiosis
menjadi spermatid.
Spermatid berdiferensiasi
menjadi sperma
Tiap-tiap sperma memiliki jumlah
kromosom setengah dari jumlah
kromosom spermatogonium

Spermatogenesis
+ 64 hari
Spermatogonia

+ 5 hari
Spermatosit primer
Spermatosit sekunder
Spermatid
Spermatozoa

Z
p

Spermiogenesis

L= Leptoten; Z= Zigoten; P= Pakiten

+ 24 hari

+ 5 minggu

GAMETOGENESIS
Spermatogenes
is

Spermatosit Primer : Diploid (46)


(sperma yang menjalani meiosis)
Pembelahan Meiosis Pertama

Spermatosit sekunder

Spermatosit sekunder

Haploid (23)

Haploid (23)

Pembelahan Meiosis Kedua

Spermatid
Spermatid
(23)

Spermatid

Spermatid

(23)

Spermatozoa

(23)

(23)

Spermatogenesis

Spermatogenesis pada tubulus


seminiferus.

Spermiogenesis (spermatid sperma)


4 fase :
- Fase Golgi: Pembentukan gelembung akrosom
- Fase Cap: Spermatid memanjang, akrosom
meliputi 2/3 nukleus, pembentukan
flagelum
- Fase Akrosom: Nukleus berkondensasi,
pematangan flagellum
- Fase Pematangan: Pelepasan sitoplasma
residual body

Pembebasan sperma ke dalam lumen


tubulus seminiferus : Spermiasi

Gambaran skematik proses diferensiasi spermatid


1

: Fase Golgi

2-4 : Fase Cap


5-6 : Fase Akrosom
7-8 : Fase Pematangan

Sistem hormon yang mengatur spermatogenesis


(-)

Hipothalamus
GnRH

(-)

Hipofisis
LH

(-)

(+)

FSH

(-)

Inhibin/
Folistatin

(+)
Testosteron

(+)
Target organ

Sel
Sel spermatogenik
Leydig Sel Sertoli

Aktivin

Kinetik Spermatogenesis
Pembelahan sel dan diferensiasi sel germinal
merupakan proses yang kompleks mengikuti
pola yang teratur dan tepat
Sel germinal pada tahap tertentu berasosiasi
dgn sel germinal yang lain, menempati tempat
yang tertentu di dalam tubulus seminiferus

asosiasi sel

Perkembangan sel-sel
germinal yang teratur
dalam tubulus
seminiferus membentuk
siklus spermatogenesis
Siklus
spermatogenesis
pada manusia (64
hari) terbagi dalam
6 stadium
spermatogenesis

Keterangan gambar
Kiri : 6 stadium spermatogenesis pada potongan
melintang testis manusia
Kanan: Rekonstruksi 3-D dari segmen kecil tubulus
semniferus yang menunjukkan pengaturan
secara helix stadium spermatogenesis