Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA

PEMERIKSAAN ALBUMIN

Disusun oleh:
Fitri Bella Mustika Sari

P17335114001

Desti Virdani Putri

P17335114011

Eizy Azizah

P17335114015

Syifa Fauziyyah

P17335114040

Fitri Rizky Nurjanah

P17335114057

Kelas 2A

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN


PROGRAM STUDI D-III FARMASI
BANDUNG
2015
PEMERIKSAAN ALBUMIN

I.

TUJUAN
Menentukan kadar albumin dalam plasma

II.

HARI/TANGGAL PRAKTIKUM
Kamis, 5 November 2015

III.

PRINSIP
Melakukan penetapan kadar berdasarkan absorbansi yang terserap pada sample
dan reagen, standar dan reagen dan cahaya yang tidak diabsorbsi menggunakan
spektrofotometer.

IV.

DASAR TEORI
Albumin merupakan protein plasma yang paling tinggi jumlahnya sekitar 60%
dan memiliki berbagai fungsi yang sangat penting bagi kesehatan yaitu
pembentukan jaringan sel baru, mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang
rusak serta memelihara keseimbangan cairan di dalam pembuluh darah dengan
cairan di rongga interstitial dalam batas-batas normal, kadar albumin dalam darah
3,5-5 g/dL.
Albumin (bahasa Latin: albus, white) adalah istilah yang digunakan untuk
merujuk ke segala jenis protein monomer yang larut dalam air dan larutan garam,
dan mengalami koagulasi saat terpapar panas. Substansi yang mengandung
albumin, seperti putih telur, disebut albuminoid.Albumin merupakan protein
plasma yang paling banyak dalam tubuh manusia, yaitu sekitar 55-60% dari
protein serum yang terukur. Albumin terdiri dari rantai polipeptida tunggal dengan
berat molekul 66.4 kDa dan terdiri dari 585 asam amino. Pada molekul albumin
terdapat 17 ikatan dislufida yang menghubungkan asam-asam amino yang
mengandung sulfur. Molekul albumin berbentuk elips sehingga bentuk molekul
seperti itu tidak akan meningkatkan viskositas plasma dan terlarut sempurna.

Proses Terbentuknya Albumin


Albumin pada umumnya dibentuk di hati. Hati menghasilkan sekitar 12 gram
albumin per hari yang merupakan sekitar 25% dari total sintesis protein hepatic
dan separuh dari seluruh protein yang diekskresikan organ tersebut. Albumin pada
mulanya disintesis sebagai preprotein. Peptida sinyalnya dilepaskan ketika
preprotein melintas kedalam sinterna reticulum endoplasma kasar, dan heksa

peptide pada ujung terminal-amino yang dihasilkan itu kemudian dipecah lebih
lanjut disepanjang lintasan skreotik. Albumin dapat ditemukan dalam putih telur
dan darah manusia.
Albumin adalah kontributor mayor pada protein total yang mempunyai fungsi :
1. Mengatur distribusi cairan ekstraseluler.
2. Bertindak sebagai alat transportasi bagi berbagai macam substansi seperti
hormon, lipid, vitamin, kalsium dan sisa-sisa logam.
3. Membentuk sebagian kelompok asam amino.
Nilai normal albumin :
1.
2.
3.
4.
5.
V.

Pria
: 3,5 4,8 g/dL
Wanita
: 3,3 4,5 g/dL
Anak-anak : 4 5,9 g/dL
Bayi
: 4,4 5,4 g/dL
Neonatus : 2,9 5,4 g/dL

PROSEDUR KERJA
Sample (plasma)
20 L
2000 L pereaksi

Blanko (aquadest)
20 L
2000 L pereaksi

Standar
20 L
2000 L pereaksi

1. Masing-masing standar, sample dan blanko dipipet sesuai dengan yang


ditentukan menggunakan clinipette.
2. Peraksi dimasukkan ke dalam larutan standar, sample dan blanko,
dicampurkan hingga homogen.
3. Didiamkan selama 60 menit.
4. Sampel dan standar diukur

nilai

absorbansinya

spektrofotometer pada panjang gelombang 620 nm.


VI.

DATA PENGAMATAN
Absorban standar = 0,933
Absorban sample = 0,493
Kadar standar
= 4,0 g/dL

VII.

PERHITUNGAN
Absorban Sampel
Kadar
= Absorban Standar
=

0,493
0,933

x 4 g/dL

= 2,114 g/dL

x C standar

menggunakan

VIII. PEMBAHASAN
Albumin adalah kontributor mayor pada protein total yang mempunyai
fungsi untuk mengatur cairan ekstra seluler, bertindak sebagai alat transportasi
pada berbagai macam substansi seperti hormon, lipid, vitamin, kalsium dan sisa
logam juga membentuk sebagian kelompok asam amino. Albumin pada umumnya
dibentuk di hati. Albumin pada mulanya disintesis sebagai preprotein. Peptida
sinyalnya dilepaskan ketika preprotein melintas kedalam sinterna retikulum
endoplasma kasar, dan heksa peptida pada ujung terminal-amino yang dihasilkan
itu kemudian dipecah lebih lanjut disepanjang lintasan skreotik.
Albumin berfungsi Mempertahankan tekanan onkotik plasma, membantu
metabolisme dan transportasi berbagai obat-obatan dan senyawa endogen dalam
tubuh terutama substansi lipofilik, anti-inflamasi, membantu keseimbangan asam
basa, antioksidan dengan cara menghambat produksi radikal bebas eksogen oleh
leukosit polimorfonuklear, mempertahankan integritas mikrovaskuler, memiliki
efek antikoagulan dalam kapasitas kecil Inhibisi agregrasi trombosit.
Pada praktikum kali ini dilakukan pemeriksaan kadar albumin dalam plasma
seorang pasien bernama Ciceu (Wanita 40 tahun). Dari hasil pemeriksaan
diketahui bahwa kadar albumin Ciceu adalah 2,114 g/dL yang berarti tidak normal
karena nilainya kurang dari kadar normal untuk wanita yaitu antara 3,5 4,8 g/dL.
Dari hasil yang didapat berarti dapat dikatakan bahwa pasien mengalami
penurunan

jumlah

albumin.

Penurunan

albumin

(hipoalbuminemia)

mengakibatkan keluarnya cairan vaskular (cairan pembuluh darah) menuju


jaringan sehingga terjadi edema (bengkak).Penurunan albumin bisa juga
disebabkan oleh :
1. Berkurangnya sintesis (produksi) karena malnutrisi radang menahun, sindrom
malabsorpsi, penyakit hati menahun dan kelainan genetik.
2. Peningkatan eksresi (pengeluaran), karena luka bakar luas, penyakit usus
nefrotik sindrom ( penyakit ginjal ).
Hipoalbuminemia adalah rendahnya kadar albumin di dalam darah akibat
abnormalitas. Oleh karena albumin merupakan protein, maka hipoalbuminemia
merupakan salah satu bentuk hipoproteinemia. Jika protein plasma khususnya
albumin tidak dapat lagi menjaga tekanan osmotik koloid akan terjadi ketidak
seimbangan tekanan hidrostatik yang akan menyebabkan terjadinya edema.

IX.

KESIMPULAN
Kadar albumin pasien Ciceu ( Wanita - 40 tahun ) adalah 2,114 g/dL yang berarti
tidak normal karena kadar albumin yang normal untuk wanita adalah 3,3 4,5
g/dL.