Anda di halaman 1dari 9

[101] Keutamaan Melepaskan Kesulitan

Orang Lain

Allah SWT berfirman (yang


artinya):Mereka (orang-orang Anshar)
mengutamakan (orang-orang Muhajirin)
atas diri mereka sendiri sekalipun mereka
dalam kesusahan(TQS al-Hasyr [59]: 9).
Ayat ini mengajari kita untuk tidak hanya
peduli terhadap orang lain atau
membantu orang lain, tetapi bahkan
mengutamakan orang lain meski kita
sendiri dalam kesulitan.

Melepaskan beban atau kesulitan


orang lain telah diperintahkan secara
tegas oleh Rasulullah saw. Ini karena
Rasulullah saw. pernah bersabda,
sebagaimana dituturkan Anas bin
Malik ra,Seluruh makhluk adalah
keluarga Allah. Yang paling Allah
cintai di antara mereka adalah yang
paling memberikan manfaat kepadahamba-hamba-Nya.(HR ath-

Melepaskan beban atau kesulitan orang lain bahkan


merupakan salah satu amal yang paling utama. Abu
Hurairah ra menuturkan bahwa Rasulullah SAW
pernah bersabda,Siapa yang melepaskan suatu
beban/kesulitan dari seorang Muslim di dunia, Allah
pasti akan melepaskan dari dirinya suatu
beban/kesulitan di antara beban-beban di akhirat.
Siapa saja yang menutupi aib seorang Muslim di
dunia, Allah pasti akan menutupi aibnya di dunia dan
akhirat. Allah senantiasa menolong seorang hamba
selama hamba itu menolong saudaranya.(An-Nasai,
ath-Thabrani dan al-Baihaqi).

Rasulullah SAW juga pernah bersabda,Siapa saja yang


suka diringankan bebannya dan dikabulkan doanya,
hendaklah ia memudahkan orang yang sedang kesulitan
dan mendoakannya.(HR Muslim).
Hal senada dituturkan oleh Abu Said al-Khudri ra. dari
Rasulullah SAW yang pernah bersabda,Siapa saja yang
memberi seorang Mukmin pakaian di dunia, Allah nanti
akan memberi dia pakaian dari sutra surga. Siapa saja
yang memberi minum seorang Mukmin yang kehausan,
Allah akan memberi dia minuman dari arak surga. Siapa
saja yang memberi makan seorang Mukmin, Allah akan
memberi dia makan buah dari surga.(HR Ibn Abi adDunya).

Utsman bin Waqid al-Umari menuturkan bahwa pernah


ditanyakan kepada Muhammad bin al-Munkadir, Bagian
dunia yang manakah yang paling menakjubkan dirimu? Ia
menjawab,Memasukkan rasa bahagia kepada kalbu orang
Mukmin.(Ibn Abu ad-Dunya,Qadha al-Hawaij).
Bahkan nasihat seorang Muslim kepada Muslim lainnya
adalah bagian dari amal yang utama. Dalam hal ini Ibn
Abbas menuturkan bahwa Rasulullah SAW pernah
bersabda,Siapa saja yang berjalan bersama saudaranya
dalam suatu keperluan, kemudian ia menyampaikan nasihat
kepada saudaranya itu, Allah akan menjadikan antara dirinya
dan neraka pada Hari Kiamat nanti tujuh parit; jarak antara
satu parit dengan parit lainnya setara dengan jarak antara
langit dan bumi.(HR Ibn Abi ad-Dunya).

Nasihat adalah aktivitas yang bermanfaat bagi manusia, sementara memberi


manfaat kepada manusia adalah salah satu amalan yang paling utama dan
paling dicintai oleh Allah SWT. Dalam hal ini, Abdullah bin Dinar menuturkan
riwayat dari salah seorang Sahabat Nabi SAW bahwa pernah ditanyakan kepada
beliau, Siapakah orang yang Allah paling cintai? Beliau bersabda,Orang yang
paling Allah cintai adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. Sesungguhnya
amal yang paling Allah sukai adalah memasukkan rasa bahagia ke dalam kalbu
orang Mukmin (yaitu dengan cara): melepaskan bebannya, membayarkan
utangnya dan menghilangkan rasa laparnya. Sungguh, aku berjalan bersama
saudaraku yang Muslim demi memenuhi kebutuhannya adalah lebih aku sukai
daripada beritikaf di masjid selama dua bulan. Siapa saja yang menahan
amarahnya (kepada saudaranya), Allah akan menutupi aibnya (pada Hari
Kiamat), siapa saja yang menahan diri dari membalas dalam keadaan dia
mampu membalas, Allah akan memenuhi kalbunya dengan ridha-Nya. Siapa saja
yang berjalan menyertai saudaranya yang Muslim demi memenuhi suatu
kebutuhannya hingga dia mampu meneguhkan keadaannya, Allah akan
meneguhkan kedua kakinya pada Hari Kiamat nanti pada saat banyak kaki-kaki
manusia tergelincir. Sesungguhnya keburukan akhlak benar-benar bisa merusak
amal.(HR ath-Thabrani,Mujam al-Kabir, III/11).

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa, Rabi bin Shabih


menuturkan bahwa Al-Hasan berkata,Sungguh, memenuhi
kebutuhan seorang Muslim lebih aku sukai daripada shalat
seribu rakaat.(Ibn Abi ad-Dunya).
Bahkan sebaiknya memenuhi kebutuhan orang lain itu mesti
dilakukan sebelum yang bersangkutan memintanya. Hal ini
dituturkan oleh Hasan bin Abdillah bin Aubaidillah bin Abbas
bahwa Ubaidaillah bin Abbas pernah berkata kepada
putranya,Sesungguhnya pemberian yang paling utama
adalah apa yang engkau berikan kepada seseorang sebelum
dia meminta. Jika dia meminta kepada engkau (lalu engkau
memberi dia), berarti pemberianmu ada harganya senilai
dengan usaha yang dia kerahkan untuk meminta kepada
engkau.

Abdullah bin Jafar juga


berkata,Sesungguhnya orang yang disebut
pemurah itu bukanlah orang yang memberi
engkau setelah diminta. Akan tetapi, orang
pemurah itu adalah orang yang memberi
tanpa diminta. Sebab, sesungguhnya usaha
yang dikerahkan orang orang yang meminta
kepada engkau jauh lebih keras dari apa
yang engkau berikan kepada dirinya. (Ibn
Abi ad-Dunya,Qadha al-Hawaij).WalLahu
alam.[]abi