Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN NUTRISI

BAB 2
A. Pengertian Nutrisi
Nutrisi adalah proses total yang terlihat dalam fungsi dan pengetahuan zat
makanan ( wolf/weitsel/fuerst,1984)
Nutrisi adalah proses total yang melibatkan dalam konsumsi dan penggunaan
zat makanan (marilyn E.Doengoes)
Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh adalah suatu keadaan keadaan individu
tidak puasa atau berisiko mengalami penurunan berat badan yang berhubungan
dengan tidak cukupnya masukan atau metabolisme nutrisi untuk kebutuhan
metabolisme (carpenito, 1998)
B. Etiologi
Kelainan nutrisi disebabkan oleh :
1.

Kelainan bawaan, missal: kelainan esophagus

2.

Gangguan akibat infeksi, misalnya: stomatitis, diare

3.

Infeksi parasit, misalnya: ameoblasisi

4.

Sindrom malnutrisi

5.

Gangguan gizi

6.

Penyakit hati

7.

Terapi, radiasi, kemoterapi

8.

Kehilangan saluran gizi

9.

Anoreksia, karena perubahan makanan, berkurangnya kegiatan fisik


bertambahnya kekhawatiran akibat dari penyakitnya

10. Batuk-batuk
11. Gangguan pada tangan
12. Disfagia ( kesulitan dalam menelan)
13. Dispenia ( sesak nafas)
C. Fisiologi saluran cerna
1.

Mulut

Mengunyah + air ludah enzim lipase lingual dan ditelan


1. Merupakan permukaan saluran cerna
2. Salive yang ada dalam mulut enzim pencernaan karbohidrat yaitu enzim ptyalin
mengunyah + air ludah enzim pencernaan karbohidrat yaitu enzim pyalin. Saliva
yang ada di dalam mulut mengandung enzim pyalin karbohidrat ptyalin mukosa.

2. Esofagus
Tidak ada pencernaan
1. Sebagai jalan makanan yang telah dicerna
2. Tidak terdapat peristiwa pencernaan makanan, karena di dalam esofagus tidak
dihasilkan enzim maupun secret yang lain.
3. Lambung
Lemak + lipase lingual dalam jumlah terbatas memulai
Hidrolisis
Trigliseralida

digliseralida dan asam lemak

Enzim lipase
Lambung menghasilkan :
HCL : mengasamkan semua makanan dan berfungsi sebagai zat antiseptik dan
desinfektan
Enzim pepsin : dihasilkan dari pepsinogen dan bekerja atas protein mengubah
menjadi peptone
Rennin : ragi yang membekukan susu dan membentuk kasein dari karsinogen yang
dapat larut
4. Usus halus
Bahan empedu mengemulsi
Lemak
1. Trigliseralida

digliseralida dan asam lemak


lipase
Lemak

2. Fasfolipida

asam lemak lisofosfogliserida

Fungsi usus halus adalah menerima dan mengabsorbsi phime dan lambung usus
D. Klasifikasi (J.Dewa Nyoman Supariasa,2002)
Gangguan Nutrisi
1. Kwashiokor
Adalah suatu penyakit KKP (Kurang Kalori Protein) dengan kekurangan protein
sebagai penyebab dominant, yang ditandai dengan oedema, kulit yang keriput,
rambut yang kusam dan kemerahan, hepatomegali, anoreksia dan kelesuan yang
sangat.
2. Marasmus
Adalah gambaran KKP (kurang kalori protein) dengan difisiensi energi yang
ekstrem yang merupakan kombinasi difisiensi kalori dan protein pada berbagai
variasi.

3. Anemia Gizi
Adalah dimana kedar HB dalam darah lebih rendah dari normal, akibat
kekurangan satu macam atau lebih zat-zat gizi yang diperlukan untuk pembentukan
tubuh.
4. GAKI (Gangguan Akibat Kekurangan Iodium)
Adalah gangguan akibat kekurangan iodium yang mununjukkan adanya
pembesaran kelenjar tiroid, tanpa memperhatikan perubahan fungsi ataupun
histologinya.
5. Xeropthalmia
Adalah gangguan penglihatan permanen bahkan sampai menjadi buta, terutama
pada kelompok umur dewasa, muda yang disebabkan kekurangan konsumsi
vitamin A.
E. Manifestasi Klinik
a. Berat badan 10% lebih di bawah yang diharapkan
b. Konjungtiva dan membrane mukosa pucat, turgor kulit atau tonus otot
menurun
c. Kehilangan berat rambut, peningkatan pertumbuhan rambut pada tubuh
( lanuge)
d. Amenore
e. Ketidakseimbangan elektrolit
f. Hyphotermia
g. Bradikardia, jantung tidak teratur, hypotensi
h. Edema
F. Penatalaksanaan
1. Timbang berat badan setiap hari dan pantau hasil pemeriksaan
laboratorium missal: Hb, albumin, hematokrit
2. Tentukan kebutuhan kalori harian yang realistis dan adekuat konsekuen
pada ahli gizi
3. Jelaskan pentingnya nutrisi adekuat: negosiasikan dengan klien tujuan
masukan untuk setiap kali makan dan makanan kecil
4. Pertahankan kebersihan mulut yang baik (sikat gigi, membersihkan atau
membilas mulut) sebelum dan sesudah mengunyah makanan
5. Tawarkan makanan porsi kecil tapi sering (enam kali per hari ditambah
dengan makanan kecil) untuk mengurangi perasaan tegang pada lambung
Tinjauan Asuhan Keperawatan
A. Pengkajian
- Anamnesa

1. Riwayat penyakit
1. Anorexia
hilangnnya nafsu makan atau kekurangan keinginan untuk makan
2. Gastritis
peradangan lambung karena keracunan makanan, infeksi pemakaian alcohol
berlebihan
2.

Disfagia
Kerusakan menelan bersamaan dengan penyakit atau gangguan pada esofagus

3.

Muntah-muntah
Akibat gangguan saluran darah, keracunan, mabuk perjalanan akibat rasa sakit
dan takut
4.

Konstipasi
Pengeluaran isi perut yang sukar, kemungkinan dirinya kurang lemak, air,
buah dan sayur

1.

Pola pemasukan nutrisi


a. Makanan yang dimakan setiap hari
b. Kemampuan menelan
c. Pola diet atau makan
d. Nafsu makan
- Pemerikasaan Fisik
No

Tubuh

Tanda-tanda

Tanda-tanda

Rambut

Normal
Mengikat,

abnormal
Kering, kusam,

berminyak,
2.
3.
4.

5.

tidak lambat tumbuh

Kulit

kering
Lembut, lembab, Kering, kusam,

Mata

turgor kenyal
Bersih, jernih

Lidah

Membran mukosa

Merah

kemerhana
muda, Merah, bercak-

lembab

bercak,

Merah

bengkak
muda, Kemerah-

lembab

6.

BB

kerucut
Kering,

Normal

merahan,
bercak

kering

dan

mudah

pecah
sesuai Over

weight

umur, berkembang underweight


tinggi

badan

7.

Cardiovaskuler

normal
HR (nadi),
normal,

TD HR naik, TD
irama naik,

jantung normal
8.

Otot

irama

jantung

tidak

teratur
Firm (lembab atau Tonus kurang
lunak berkembang lembek
baik)

9,

10.

11.

Gastrointestinal

Neurologi

Vitality

dan

tidak

berkembang
Nafsu makan baik, Anoreksia
eliminasi

normal

teratur
Reflek

normal, Reflek

waspada,

menurun,

perhatian

baik, irriteble (emosi

emosi stabil.
tidak stabil)
Gesit,
energik, Energi
mampu

untuk berkurang,

tidur baik

lebih

apatheis

kurang tidur.
- Diagnosa Keperawatan
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh sehubungan dengan
kesulitan menelan yang ditandai dengan.
1. Keluarga pasien mengatakan pasien tidak bisa makan
2. Keluarga pasien mengatakan pasien akan merasa sakit apabila dipaksa
menelan
3. Pasien tampak lemah
4. Terdapat stomatis di membran mukosa pasien
5. Bising usus 10x/menit
6. Bibir pasien pecah-pecah
2. Batasan Karakteristik
mayor (harus terdapat)
seseorang yang mengalami puasa melaporkan atau mempunyai ketidakcukupan
masukan makanan kurang dari yang dianjurkan sehari-hari tanpa terjadi
penurunan berat badan dan astau kebutuhan metabolisme aktual atau potensial
pada kelebihan masukan terhadap penurunan berat badan
minor (mungkin terdapat)
1. Berat badan 10%-15% di bawah normal dan tinggi serta kerangka tubuh
dibawah ideal
2. Lipatan kulit trisep lingkar lengan an lingkar otot pertengahan lengan kurang
40% dari kurang standar

3. Kelemahan dan nyeri tekan otot


4. Mudah tersinggung dan binggung
5. Penurunan albumen serum
6. Penurunan kapasitas penyakit zat besi
2. Tujuan
1. Meningkatkan pemasukan makanan
2. Meningkatkan berat badan
3. Nutrisi terpenuhi atau tercukupi secara adekuat
3. Kriteria Hasil
1. Maningkatkan memasukkan makanan lewat mulut
2. Individu akan menghabiskan porsi makanan yang disajikan
3. Nafsu makan individu membaik
4. Membran mukosa lembab
- Intervensi Rasional dan Implementasi
1. Timbang berat badan dan bandingkan berat badan saat penerimaan
R: Membantu data dasar, membantu dalam memantau keefektifan atau
terapeutik
2. Observasi TTV
R: Untuk mengetahui perkembangan pasien
3. Anjurkan pasien untuk makan makanan ringan
R: Menambah masukan nutrisi dalam tubuh
4. Berikan masukan sesuai diet
R: Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh secara adekuat sesuai dengan
kemampuan
5. Ciptakan Lingkungan yang nyaman dan aman
R: Lingkungan yang nyaman dan aman dapat meningkatkan nafsu makan
pasien
6. Kolaborasi dengan ahli gizi atau tim nutrisi
R: Membantu dalam identifikasi defisit nutrien dan kebutuhan terhadap
intervensi nutrisi parental atau enteral
7. Anjurkan pasien untuk banyak minum
R: untuk menghindari dehidrasi
8. Anjurkan pasien untuk makan dalam porsi kecil tapi sering
R: Menambah masukan per oral dan mencegah terjadinya mual
9. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat-obatan
R: Mempercepat proses penyembuhan
- Evaluasi

1.

Penilaian terakhir proses keperawatan berdasarkan tujuan perawat yang


ditetapkan
1) Meningkatkan pemasukan makanan lewat mulut
2) Individu akan menghabiskan porsi makan yang disajikan
3) Nafsu makan individu membaik
4) Membran mukosa lembab

2. Penetapan keberhasilan suatu asuhan keperawatan didasarkan pada


perubahan perilaku dari kriteria hasil yang telah ditetapkan yaitu terjadinya
adaptasi pada individu
2.

Kebutuhan energi pasien terpenuhi

3.

pasien dapat makan tanpa keluhan mual dan muntah

DAFTAR PUSTAKA
Alsagaff, Hodd. (1995). Dasar-dasar Penyakit Paru. Surabaya : Airlangga University
Press.
Carpenito, Lynda Juall. (1998). Diagnosa Keperawatan. EGC. Jakarta.
Doengoes, Marilyn E. (1999). Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. Jakarta : EGC.
Junadi, Purnawan dkk. (1982). Kapita selekta Kedokteran. Edisi 2. Jakarta : Media
Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
R. Susworo. (1998). Infeksi Saluran Nafas, Fakultas Kedokteran. Universitas
Indonesia. Jakarta.