Anda di halaman 1dari 13

TUGAS MIKROBIOLOGI LAUT

IDENTIFIKASI MIKROBA BERDASARKAN


SIFAT KIMIAWI

Disusun Oleh :

KELOMPOK 10

Indriati Sari Kusmayani 230210090092


Wida Hanayasashi S. 230211090001
MA. Faisal Datu Sefa 230210080039

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2010

Mikrobiologi Laut | Identifikasi Mikroba Berdasarkan Sifat Kimiawi 1


KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan
hidayah-Nya yang dilimpahkan kepada kami untuk menyelesaikan makalah
tentang Mikrobiologi Laut mengenai salah satu cara dalam pengindentifikasian
mikroba yaitu apabila dilihat dari sifat kimiawinya, dimana termasuk juga bakteri
gram positif dan bakteri gram negatif. Dan akhirnya dapat diselesaikan tepat pada
waktunya. Makalah ini dibuat berdasarkan hasil diskusi dan kerjasama dari
masing-masing anggota kelompok hingga makalah ini terselesaikan. .
Kami menyadari bahwa makalah ini sangatlah jauh dari sempurna, hal ini
tidak lepas dari kurangnya pengetahuan serta pengalaman dari kami dalam
penyusunan makalah ini. Untuk itu kami dengan terbuka menerima segala kritik
dan saran.
Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menambah
wawasan bagi kita semua khususnya bagi teman-teman mahasiswa program studi
Ilmu kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran.

Jatinangor, 25 April 2010

Penyusun

Mikrobiologi Laut | Identifikasi Mikroba Berdasarkan Sifat Kimiawi 2


DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN...............................................................................................1
KATA PENGANTAR ............................................................................................2
DAFTAR ISI............................................................................................................3
BAB I : PENDAHULUAN......................................................................................4
1.1 Latar Belakang ..................................................................................4
1.2 Tujuan Penulisan ..............................................................................5
1.3 Manfaat Penulisan.............................................................................5
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA............................................................................6
2.1. Teknik Pewarnaan Dalam Pengamatan Bakteri...............................6
2.2. Metode Gram....................................................................................7
2.3. Ciri-ciri Bakteri Gram Positif dan Gram Negatif.............................8
BAB III : PEMBAHASAN....................................................................................10
3.1. Pengecatan Sederhana....................................................................10
3.2. Pewarnaan Negatif.........................................................................10
3.3. Pewarnaan Gram............................................................................10
BAB IV : KESIMPULAN.....................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................13

Mikrobiologi Laut | Identifikasi Mikroba Berdasarkan Sifat Kimiawi 3


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Mikroba yang ada di alam ini mempunyai morfologi, struktur dan sifat-
sifat yang khas. Mikroba berukuran sangat kecil, sehingga diperlukan alat bantu
untuk mengamatinya. Namun demikian, penggunaan alat bantu tersebut hanya
untuk mengamati morfologisnya. Masih diperlukan metode lain untuk mampu
mengidentifikasinya.
Banyak metode atau tahapan standar yang dilakukan dalam
mengidentifikasi mikroba, salah satunya berdasarkan sifat kimiawinya. Sel terdiri
dari berbagai bahan kimia. Bila sel mikroba diberi perlakuan kimiawi, maka sel
ini memperlihatkan susunan kimiawi yang spesifik. Sebagai contoh disini adalah
bakteri. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air, dimana
sel-sel bakteri tersebut disuspensikan. Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel
bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau
pewarnaan. Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu
mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan.
Berbagai macam tipe morfologi bakteri dapat dibedakan dengan
menggunakan pewarna sederhana. Istilah ”pewarna sederhana” dapat diartikan
dalam mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan satu macam zat warna saja.
Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena
sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa), sedangkan zat-zat warna yang
digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen
kromoforiknya bermuatan positif). Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan
bakteri yaitu fiksasi, peluntur warna , substrat, intensifikasi pewarnaan dan
penggunaan zat warna penutup.

Mikrobiologi Laut | Identifikasi Mikroba Berdasarkan Sifat Kimiawi 4


1.2. Tujuan

Dalam penulisan makalah ini, adapun tujuannya adalah untuk menjelaskan


mengenai pengidentifikasian mikroba berdasarkan sifat kimiawi dengan teknik
pewarnaan mikroba dengan cara pewarnaan negatif, pewarnaan positif, dan
pewarnaan sederhana.

1.3. Manfaat
Manfaat dari pembuatan makalah ini pada dasarnya memperkaya
pengetahuan khususnya tentang bagaimana cara mengidentifikasi mikroba
berdasarkan sifat kimianya. Serta dapat menambah pemahaman tentang cara
pengidentifikasian mikroba berdasarkan sifat kimianya, dan bagi penyusun lain,
makalah ini dapat digunakan sebagai referensi awal dalam penelitian lain
khususnya bidang mikrobiologi Laut.

Mikrobiologi Laut | Identifikasi Mikroba Berdasarkan Sifat Kimiawi 5


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Teknik Pewarnaan Dalam Pengamatan Bakteri


Melihat dan mengamati bakteri dalam keadaan hidup sangat sulit, kerena
selain bakteri itu tidak berwarna juga transparan dan sangat kecil. Untuk
mengatasi hal tersebut maka dikembangkan suatu teknik pewarnaan sel bakteri,
sehingga sel dapat terlihat jelas dan mudah diamati. Maka dari itu teknik
pewarnaan sel bakteri ini merupakan salah satu cara yang paling utama dalam
penelitian mikroba.

Macam-macam pewarnaan :
1. Pewarnaan negatif
- Bakteri tidak diwarnai, tapi mewarnai latar belakang
- Ditujukan untuk bakteri yang sulit diwarnai, seperti spirochaeta

2. Pewarnaan sedehana
- Menggunakan satu macam zat warna (biru metilen/air fukhsin)
- Tujuan hanya untuk melihat bentuk sel

3. Pewarnaan diferensial
- Menggunakan lebih dari satu macam zat warna
- Tujuan untuk membedakan antar bakteri
- Contoh: Pewarnaan Gram, pewarnaan Bakteri Tahan Asam.

4. Pewarnaan khusus
- Untuk mewarnai struktur khusus/tertentu dari bakteri→ kapsul, spora,
flagel dan lain-lain.

Mikrobiologi Laut | Identifikasi Mikroba Berdasarkan Sifat Kimiawi 6


2.2. Metode Gram
Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah suatu metode empiris untuk
membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar, yakni gram positif dan
gram negatif, berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka. Metode ini
diberi nama berdasarkan penemunya, ilmuwan Denmark Hans Christian Gram
(1853–1938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk
membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae (filzahazny,
2008).
Bakteri Gram negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat
warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. Bakteri gram positif akan
mempertahankan zat warna metil ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol,
sementara bakteri gram-negatif tidak. Pada uji pewarnaan Gram, suatu pewarna
penimbal (counterstain) ditambahkan setelah metil ungu, yang membuat semua
bakteri gram-negatif menjadi berwarna merah atau merah muda. Pengujian ini
berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipe bakteri ini berdasarkan perbedaan
struktur dinding sel mereka.
Sifat bakteri terhadap pewarnaan Gram merupakan sifat penting untuk
membantu determinasi suatu bakteri.
Pewarnaan sederhana, merupakan pewarna yang paling umum digunakan.
Disebut demikian karena hanya digunakan satu jenis cat pewarna untuk mewarnai
organisme. Kebanyakan bakteri telah bereaksi dengan pewarna-pewarna
sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofil (suka akan basa). Zat-zat warna
yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen
kromofornya bersifat positif). Pewarnaan sederhana ini memungkinkan
dibedakannya bakteri dengan bermacam-macam tipe morfologi (coccus, vibrio,
basillus, dsb) dari bahan-bahan lainnya yang ada pasa olesan yang diwarnai.
Pewarnaan negatif, metode ini bukan untuk mewarnai bakteri tetapi
mewarnai latar belakangnya menjadi hitam gelap. Pada pewarnaan ini mikroba
terlihat transparan (tembus pandang). Teknik ini berguna untuk menentukan
morfologi dan ukuran sel. Pada pewarnaan ini olesan tidak mengalami pemanasan
atau perlakuan yang keras dengan bahan-bahan kimia, maka terjadinya

Mikrobiologi Laut | Identifikasi Mikroba Berdasarkan Sifat Kimiawi 7


penyusutan dan salah satu bentuk agar kurang sehingga penentuan sel dapat
diperoleh dengan lebih tepat. Metode ini menggunakan cat nigrosin atau tinta
cina.
Struktur di dalam sel pada tempat-tempat yang khas dibentuk oleh spesies
ini disebut endospora. Endospora dapat bertahan hidup dalam keadaan
kekurangan nutrien, tahan terhadap panas, kekeringan, radiasi UV serta bahan-
bahan kimia. Ketahanan tersebut disebabkan oleh adanya selubung spora yang
tebal dan keras. Sifat-sifat ini menyebabkan dibutuhkannya perlakuan yang keras
untuk mewarnainya. Hanya bila diperlukan panas yang cukup, pewarna yang
sesuai dapat menembus endospora. Tetapi sekali pewarna memasuki endospora,
sukar untuk dihilangkan. Ukuran dan letak endospora di dalam sel merupakan
ciri-ciri yang digunakan untuk membedakan spesies-spesies bakteri yang
membentuknya.

2.3. Ciri-ciri Bakteri Gram Positif dan Gram Negatif

• Ciri-ciri bakteri gram negatif, yaitu :


• Struktur dinding selnya tipis, sekitar 10 – 15 mm, berlapis tiga atau
multilayer.
• Dinding selnya mengandung lemak lebih banyak (11-22%),
peptidoglikan ter 10%± dapat didalam lapisan kaku, sebelah dalam
dengan jumlah sedikit dari berat kering, tidak mengandung asam
tekoat.
• Kurang rentan terhadap senyawa penisilin.
• Pertumbuhannya tidak begitu dihambat oleh zat warna dasar misalnya
kristal violet.
• Komposisi nutrisi yang dibutuhkan relatif sederhana.
• Tidak resisten terhadap gangguan fisik.

Mikrobiologi Laut | Identifikasi Mikroba Berdasarkan Sifat Kimiawi 8


• Ciri-ciri bakteri gram positif, yaitu :
• Struktur dinding selnya tebal, sekitar 15-80 nm, berlapis tunggal atau
monolayer.
• Dinding selnya mengandung lipid yang lebih normal (1-4%),
peptidoglikan ada yang sebagai lapisan tunggal. Komponen utama
merupakan lebih dari 50% berat ringan. Mengandung asam tekoat.
• Bersifat lebih rentan terhadap penisilin.
• Pertumbuhan dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu
kristal.
• Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit.
• Lebih resisten terhadap gangguan fisik.

Pengecatan gram dilakukan dalam 4 tahap yaitu :


1. Pemberian cat warna utama (cairan kristal violet) berwarna ungu.
2. Pengintesifan cat utama dengan penambahan larutan mordan JKJ.
3. Pencucian (dekolarisasi) dengan larutan alkohol asam.
4. Pemberian cat lawan yaitu cat warna safranin

Mikrobiologi Laut | Identifikasi Mikroba Berdasarkan Sifat Kimiawi 9


BAB III
PEMBAHASAN

3.1. Pengecatan Sederhana

Pewarnaan sederhana digunakan untuk memperlihatkan atau memperjelas


kontras antara sel dan latar belakangnya sehingga dapat mempertajam bentuk dari
sel-sel mikroba itu sendiri, dengan cara mewarnai sel-sel mikroba dengan zat
warna khususnya warna Kristal violet. Pada pewarnaan sederhana digunakan
bakteri Bacillus cereus dan Salmonella typii. Setelah pewarnaan diperoleh bakteri
tersebut berwarna ungu, yang berarti bakteri tersebut menyerap zat warna cat
tersebut sehingga Nampak pada mikroskop. Zat warna yang umunya digunakan
yakni yang bersifat alkalin (kromatofornya bermuatan +).

3.2. Pewarnaan Negatif

Pada pewarnaan ini digunakan cat asam nirosin (tinta cina). Pewarnaan ini
dilakukan untuk mewarnai latar belakang preparat sedangkan bakteri sendiri tidak
terwarnai serta untuk mengamati ukuran, bentuk, dan tata letak sel. Setelah
pengamatan dibawah mikroskop diperoleh preparat mikroba berwarna hitam
sedangkan bakteri sendiri tidak berwarna (berwarna putih) dan berbentuk basil
(batang).

3.3. Pewarnaan Gram

Pewarnaan gram termasuk pewarnaan diferensial yang digunakan untuk


membedakan bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. Pada pewarnaan ini
digunakan 3 jenis bakteri yaitu Bacillus cereus, Salmonella typii dan Eshericia
coli. Pewarnaan ini menggunakan 4 jenis larutan yaitu Kristal violet sebagai cat

Mikrobiologi Laut | Identifikasi Mikroba Berdasarkan Sifat Kimiawi 10


utama, larutan iodine sebagai pengintensifan cat utama, alcohol asam untuk
pencucian dan safranin sebagai cat penutup. Berdasarkan percobaan diperoleh
Bacillus cereus dan Salmonella typii bersifat gram positif yang berarti bakteri
dapat mengikat dengan kuat cat utama cristal violet berwarna ungu, pada saat
bakteri Gram positif ditambahkan dengan kristal violet maka gram positif akan
mengabsorbsi larutan tersebut hanya pada dinding sel, dengan pemberian larutan
lugol maka kristal violet akan masuk sampai ke inti sel, pemberian alkohol
menyebabkan pori-pori dinding sel mengecil sehingga warna ungu tertahan di
dalam sel disebabkan oleh rendahnya kandungan lipid. Sedangkan bakteri
Eschericia coli bersifat gram negative karena tidak dapat mengikat kuat cat utama
dan dapat diwarnai oleh cat lawan yakni merah dari pewarna safranin.

Perbedaan gram (+) dan gram (-)


Sifat Gram (+) Gram (-) diantaranya:
• Komposisi Kandungan lipid rendah Kandungan lipid tinggi
• Ketahanan terhadap penisilin Lebih sensitif Lebih tahan
• Penghambatan warna Lebih dihambat Kurang dihambat
• Ketahanan terhadap fisik Lebih tahan Kurang tahan
• Kebutuhan Nutrien Kompleks Relatif

Mikrobiologi Laut | Identifikasi Mikroba Berdasarkan Sifat Kimiawi 11


BAB IV
KESIMPULAN

Dalam mengidentifikasi mikroba yang didasarkan pada sifat kimiawi nya,


di dapatkan cara dengan melakukan teknik pewarnaan. Pewarnaan mikroba dapat
dilakukan dengan cara yaitu dengan pewarnaan gram, pewarnaan sederhana, dan
pewarnaan negatif.
Pewarnaan sederhana digunakan untuk melihat bentuk dan struktur sel
bakteri dengan menggunakan satu jenis pewarna seperti safranin atau kristal
violet, pewarnaan gram digunakan untuk membedakan antara bakteri gram (+)
dan gram (-) dengan lebih dari satu zat warna sedangkan pewarnaan negatif
berguna untuk mewarnai latar belakang preparat dan bakteri sendiri tidak
terwarnai.

Mikrobiologi Laut | Identifikasi Mikroba Berdasarkan Sifat Kimiawi 12


DAFTAR PUSTAKA

http://firebiology07.wordpress.com/2009/04/19/teknik-pewarnaan
mikroorganisme/

http://www.wisegeek.com/what-are-gram-negative-bacteria.htm

http://wawan-junaidi.blogspot.com/2010/02/makalah-tentang-pewarnaan-gram-
atau.html

Mikrobiologi Laut | Identifikasi Mikroba Berdasarkan Sifat Kimiawi 13