Anda di halaman 1dari 35

POPULASI, SAMPEL DAN

TEKNIK SAMPLING

L/O/G/O
www.themegallery.com

Populasi
Sampling terkait dengan pengumpulan data
Data berada dalam suatu semesta yang disebut populasi
Populasi adalah keseluruhan elemen atau unsur yang akan kita
teliti
Populasi dapat berupa sekelompok orang, kejadian, atau benda,
yang dijadikan obyek penelitian
Jika seluruh unit populsi ingin diukur maka kita melakukan
sensus
Hasil pengukuran yang diambil dari suatu populasi disebut
parameter
Sensus tidak selalu dapat dilakukan karena berbagai alasan

Sampel
Bagian dari populasi yang memiliki ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti, atau

sebagian anggota populasi yang dipilih dengan menggunakan prosedur tertentu sehingga
diharapkan dapat mewakili populasi
Ada beberapa alasan mengapa kita perlu menggunakan sampel, diantaranya :
1. Memudahkan peneliti untuk jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan menggunakan
populasi.
2. Penelitian menjadi lebih efisien
3. Lebih teliti dan cermat dalam pengumpulan data
4. Penelitian jadi lebih efektif

Alasan lain mengapa harus Sampling ?


Mempelajari populasi malah bisa jadi hasilnya tidak
akurat, terutama populasinya besar.
Manajemen proyeknya lebih gampang dengan sampling:
bisa ada waktu tambahan untuk memperbaiki
interview/questionnaire design
prosedur mendapatkan responden (yang sulit
ditemukan)
rekrutmen, pendidikan dan latihan, serta supervisi
data collectors.

Mengapa Sampling ?

Hubungan Kepemimpinan Walikota dengan kinerja


pegawai pemkot
Karena kapabilitas Walikota
Karena Visi-Misi Walikota menguatkan sektor birokrasi

Tidak semua unit dalam populasi dapat diidentifikasi


Contohnya: Ingin mengukur persepsi masyarakat
Indonesia terhadap Pemerintah

Bahkan bila populasi dapat diukur, maka muncul


hambatan berikutnya:
Terlalu mahal
Terlalu banyak menyita waktu untuk mengukurnya

Definisikan Populasi Secara Tepat


Jika yang ingin diteliti adalah sikap publik terhadap
kebijakan pemerintah, maka populasinya adalah seluruh
publik di negara tersebut.
Jika yang diteliti adalah kinerja para menteri, maka
populasinya adalah keseluruhan menteri,
Jika yang diteliti adalah motivasi pegawai di departemen
A maka populasinya adalah seluruh pegawai di
departemen A.
Jika yang diteliti adalah efektivitas gugus kendali mutu
(GKM) organisasi Y, maka populasinya adalah seluruh
GKM organisasi Y
6

Mendefinisikan Populasi
Jika yang ingin diteliti adalah hubungan motivasi

pegawai di kota Bandung dengan Kinerja pegawai


pemkot Bandung, maka populasinya adalah.....
Jika Anda meneliti pengaruh narkoba terhadap

resiko melahirkan maka populasinya adalah


Jadi hati-hati dalam menentukan populasi
7

Cara Mendefinisikan Populasi

tentukan kriteria yang digunakan untuk menentukan kasus2/item2


apa yang masuk populasi dan kasus2/item2 mana yang tidak
masuk.

Seringkali ikut menentukan populasi target: lokasi dan waktu.

mengapa memilih target populasi A? Tujuan dan pertimbangan


praktis mempengaruhi (seperti setiap hal lainnya, apa reasoningnya).

Contoh: Mahasiswa FISIP, apakah Jurusan HI atau AN?


apakah program S1 saja? S2?
8

TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL DARI POPULASI


TEKNIK
SAMPLING

o
o
o
o

PROBABILITY

NON PROBABILITY

SAMPLING

SAMPLING

SIMPLE RANDOM SAMPLING


STRATIFIED RANDOM SAMPLING
CLUSTER SAMPLING
SYSTEMATIC RANDOM SAMPLING

o
o
o
o
o

SAMPLING KUOTA
SAMPLING AKSIDENTAL
PURPOSIVE SAMPLING
SAMPLING JENUH
SNOWBALL SAMPLING

Teknik Sampling
Probability : Setiap elemen dalam populasi
mempunyai kesempatan yang sama untuk
diseleksi sebagai subyek dalam sampel.
Representatif ini penting untuk generalisasi
Non Probability : Setiap elemen dalam populasi
belum tentu mempunyai kesempatan sama untuk
diseleksi sebagai subyek dalam sampel. Dalam
hal ini waktu adalah yang utama
10

Probability Sampling
Teknik Sampling Probability
Setiap populasi memiliki kesempatan yang
sama

POPULASI
Simple Random Sampling
Stratified Random Sampling
Cluster Random Sampling
Systematic Random Sampling

Random Sampling
Setiap

elemen

dalam

populasi

mempunyai

kesempatan sama untuk diseleksi sebagai subyek


dalam sampel. Satu hal penting, peneliti harus
mengetahui jumlah responden yang ada dalam
populasi penelitian
Cara pengambilan sampel bisa melalui undian
Sampling ini memiliki bias terkecil dan generalisasi
tinggi

Stratified Random Sampling

Digunakan untuk mengurangi pengaruh faktor


heterogen dan melakukan pembagian elemenelemen populasi ke dalam strata. Selanjutnya dari
masing-masing strata dipilih sampelnya secara
random sesuai proporsinya.
Sampling ini banyak digunakan untuk mempelajari
karakteristik yang berbeda, misalnya, di sekolah ada
kls I, kls II, dan kls III. Atau responden dapat
dibedakan menurut jenis kelamin; laki-laki dan
perempuan, dll.
Keadaan populasi yang heterogen tidak akan
terwakili, bila menggunakan teknik random. Karena
hasilnya mungkin satu kelompok terlalu banyak yang
13
terpilih menjadi sampel.

Cluster Sampling

Elemen-elemen dalam populasi dibagi ke


dalam cluster atau kelompok, jika ada
beberapa kelompok dengan heterogenitas
dalam kelompoknya dan homogenitas
antar kelompok. Teknik cluster sering
digunakan oleh para peneliti di lapangan
yang mungkin wilayahnya luas.
Sampling ini mudah dan murah, tapi tidak
efisien dalam hal ketepatan serta tidak
umum
14

TEKNIK SAMPLING RANDOM KLASTER


Digunakan apabila:
Ukuran populasinya tidak terbatas (tidak
diketahui dengan pasti).
Tidak tersedia kerangka sampling atau tidak
memungkinkan
untuk
dibuat
kerangka
samplingnya.
Unsur-unsur populasi tersebar, baik secara
geografis maupun secara wilayah administratif.

15
15

PENGAMBILAN SAMPEL KLASTER SEDERHANA


(SIMPLE CLUSTER SAMPLING)

Misalnya, populasi penelitian kita adalah seluruh


penduduk Kota Bandung.
Kota Bandung kita uraikan menjadi Wilayah
Bandung Barat, Bandung Timur, Bandung Utara,
dan Bandung Selatan.
Secara random misalnya kita pilih dua wilayah,
maka seluruh penduduk di dua wilayah tersebut
dijadikan sampel penelitian kita.

16

SAMPEL KLASTER BANYAK TAHAP


(MULTISTAGE CLUSTER SAMPLING)
Misalnya, populasi penelitian kita adalah seluruh
penduduk Kota Bandung.
Kota

Bandung

wilayah,

diuraikan

menjadi

kecamatan-kecamatan,

wilayahkelurahan-

kelurahan, dan seterusnya sampai pada wilayah


yang dikehendaki oleh peneliti.

17

Sistematic Sampling

Setiap elemen populasi dipilih dengan suatu jarak


interval (tiap ke n elemen) dan dimulai secara
random dan selanjutnya dipilih sampelnya pada
setiap jarak interval tertentu. Jarak interval misalnya
ditentukan angka pembagi 5,6 atau 10. Atau dapat
menggunakan dasar urutan abjad
Syarat yang perlu diperhatikan oleh peneliti adalah
adanya daftar semua anggota populasi
Sampling ini bisa dilakukan dengan cepat dan
menghemat biaya, tapi bisa menimbulkan bias
18

Non Probability Sampling


Tidak mengukur sejauh mana karakteristik sampel
mendekati parameter populasi induknya, sehingga dalam
kenyatannya peneliti pada umumnya tidak dapat
mengidentifikasikan populasi induk sama sekali.
Oleh karena itu sampel yang diambil tidak dapat
digeneralisasikan pada populasi tempat sampel tersebut
diambil.
Karena itu kesalahan sampling tidak perlu dibahas
karena memang perencanaan sampling Nonprobabilitas
tidak dirancang untuk bisa menyajian fungsi inferensial
Kelemahan:
Tidak ada kontrol terhadap investigator bias dalam pemilihan
sampel
Variabilitasnya tidak bisa dihitung menggunakan probability
sampling theory tidak bisa menghitung sampling error atau
sample precision.
19

4 Macam Teknik Non


Probability Sampling
Accidental (Kebetulan)
Purposive sampling (Bertujuan)
Quota sampling (Jatah)
Getok Tular/Snowball Sampling

20

Convenience sampling (1)

Alias: incidental, accidental, haphazard, fortuitous


sampling
Peneliti memilih sejumlah kasus yang conveniently/readily
available.
Metode ini cepat, mudah, dan murah.
Kalau penelitian permasalahan baru tahap awal dan
generalisasi bukan masalah, metode ini boleh2 saja.
Tapi karena sampel yang cuma sedapatnya, tidak bisa
ditentukan hasil penelitian ini bisa diterapkannya ke mana
kecuali ke sampel itu sendiri.

21

Purposive Sampling

Peneliti menggunakan expert judgement untuk memilih


kasus2 yang representatif atau tipikal dari populasi.
Pertama, identifikasi sumber2 variasi yang penting dari
populasi. Berikutnya memilih kasus2 sesuai sumber2
variasi tersebut.
Bisa dipilih satu kasus atau satu subpopulasi yang
dianggap representatif atau tipikal yang memiliki
karakteristik tertentu. Atau memilih beberapa kasus
yang mewakili perbedaan2 utama dalam populasi.
Teknik purposive sampling lainnya, biasanya untuk
prediksi hasil election, adalah memilih propinsi tertentu
yang telah bertahun-tahun memprediksikan hasil
penghitungan suara nasional secara tepat.

22

Purposive sampling (2)

Misalnya kalau di propinsi A partai X menang maka


diprediksikan dengan sangat yakin (keyakinan sebesar
korelasi historisnya) bahwa secara nasional partai X
bakal menang.
Tetap kurang bisa diterima dibandingkan probability
sampling jika diperlukan generalisasi yang tepat dan
akurat. Tetapi kalau berbagai hal membatasi, ya boleh
lah.
Secara umum lebih kuat dibandingkan convenience
sampling tapi sangat tergantung expert judgement-nya
peneliti.
Kelemahan utama: informed selection seperti itu
memerlukan pengetahuan yang cukup mengenai
populasi.
23

Quota Sampling
Quota sampling adalah sejenis purposive sampling yang ada
kemiripan dengan proportionate stratified random sampling:
Pertama, populasi dibagi-bagi menjadi strata yang relevan
seperti usia, jenis kelamin, lokasi, dsb.
Proporsi tiap strata diperkirakan atau ditentukan berdasarkan
data eksternal kemudian total sampel dibagi-bagi sesuai proporsi
ke tiap strata (kuota).
Untuk memenuhi jumlah sampel untuk tiap strata, peneliti
menggunakan expert judgement-nya.
Misalnya populasi 55% pria 45% wanita. Sampel 100 orang berarti
55 pria dan 45 wanita. Pemilihan sampelnya sendiri tergantung
penilaian peneliti.
Bedanya dengan stratified random sampling, sampel diambil secara
acak sedangkan dalam quota sampling, sampelnya dipilih
berdasarkan pendapat subjektif peneliti pokoknya kuotanya
terpenuhi (mirip2 convenience sampling).
24

Quota Sampling (2)

Total sampel juga a convenience sample tapi ada


kemiripan dengan populasi dalam karakteristik2 penting
tertentu (karena pembuatan stratanya).
Bias peneliti sangat mempengaruhi: pemilihan teman
sebagai sampel, milih lokasi2 yang nyaman, dan
sebagainya.
Keuntungan:
tidak perlu membuat sampling frame
kalau perlu konfirmasi tinggal cari lagi yang baru asal
kuota terpenuhi, tidak perlu menghubungi responden
yang telah diwawancarai.
Cepat, mudah dan murah.

25

Memilih Desain Sampling

Tergantung pada:
What is the stage of research?
How will the data be used?
What are the available resources for drawing the sample?
How will the data be collected?
Stage of research and data use
Akurasi tidak terlalu penting kalau baru eksplorasi gejala, hal yang
penting adalah menemukan pola2 tertentu dulu dan membuat
hipotesis2 untuk penelitian lanjutan.
Peneliti perlu menggunakan good judgement mereka untuk
mendapatkan sampel yang tepat nonprobability sampling bisa
digunakan
Kalau cuma pingin me-list semua varians, cukup dengan sejumlah
sampel dengan pendekatan nonprobability.
Kalau hasil penelitian akan menjadi bahan decision making pemerintah
misalnya, presisi diperlukan. Perlu probability sampling yang terkontrol
dan jumlah sampel yang relatif banyak.

26

Memilih Desain (2)

Available resources

Jika akurasi menjadi pertimbangan utama, perlu digunakan sampling


design yang menghasilkan sampel yang paling presisi. Tapi biayanya
bisa jadi sangat mahal.
Waktu, uang, bahan2 yang diperlukan, lokasi melimitasi sampling
design.
Sampling design disesuaikan kemampuan, kecil tapi jika prosedur-nya
bagus hasilnya pun bagus.

Method of data collection

Keempat pendekatan (eksperimen, field research, survey research,


documentary research) masing-masing berurusan dengan sampel.
Eksperimen biasanya pakai convenience sampling, survai biasanya
probability sampling, field research biasanya convenience atau
purposive, documentary research sering menggunakan probability
sampling.
27

Sample Size
Kuantitatif : dapat ditaksir dengan akurat, berdasar
analisis yang akan dilakukan, presisi estimasi yang
diinginkan, kesalahan random yang masih bisa
ditoleransi, kuasa statistik yang diharapkan
Kualitatif :
Ukuran sampel cukup besar jika peneliti telah puas
bahwa data yang diperoleh cukup kaya dan cukup
meliput dimensi yang diteliti.
Umumnya sktr 40 responden, jarang >200 ( Rice &
Ezzy, 2000)

28

Ukuran Sampel

Ukuran Vs Kerepresentatifan (keterwakilan)


Secara umum, semakin besar ukuran sampel akan
semakin baik, karena ukuran sampel yang besar
cenderung memiliki error yang kecil
Namun demikian bukan berarti bahwa ukuran sampel
yang besar sudah cukup memberikan garansi untuk
mendapatkan hasil yang akurat.

Sebagai contoh, Jika satu dari dua sampel dari seluruh negara
terdiri dari satu jenis kelamin saja, berdasarkan ukurannya
sampel ini besar namun tidak representatif. Ukuran oleh karena
itu tidak lebih penting daripada kereprsentatifan.

29

SAMPLE SIZE / BESAR SAMPEL


Tergantung pada :

Pertimbangan representative

Adanya sumber-sumber yang dapat digunakan untuk


menentukan batas maksimal dari besarnya sampel.

Pertimbangan analisis

Kebutuhan rencana analisis yang menentukan batas


minimal besar sampel.
30

BESAR SAMPEL

DITENTUKAN OLEH
A. DERAJAT KESERAGAMAN, MAKIN SERAGAM MAKIN
SEDIKIT SAMPEL
B. DERAJAT KETEPATAN
C. TENAGA, BIAYA, DAN WAKTU

PENENTUAN BESAR SAMPEL


A. ASUMSI KENORMALAN
B. PROPORSI
C. PRESISI DENGAN MENGGUNAKAN TABEL (KRECJIE) DAN
RUMUS
RUMUS SLOVIN

RUMUS FRANK & LYNCK

N
1 N (e)
2

n Z

/2

p (1 p )

NZ p(1 p)
Nd Z p(1 p)
2

DIGUNAKAN PADA
POPULASI TERBATAS

RUMUS BERNOULLI
DIGUNAKAN PADA
POPULASI TIDAK TERBATAS

/2

/2

31

Rumus Ukuran Sampel

Rumus Solvin

Asumsinya bahwa populasi berdistribusi normal


Rumusnya:
n = N/(1+Ne 2)
Dimana:
n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan
pengambilan sampel.

Rumusan Gay

Ukuran minimum sampel yang dapat diterima berdasarkan


pada desain penelitian yang digunakan, yaitu sebagai berikut:
Metode Deskriptif : 10% populasi, untuk populasi relatif
kecil minimal 20% populasi.
Metode Deskriptif korelasional, minimal 30 subjek.
Metode ex post facto, minimal 15 subjek per kelompok.
Metode Eksperimental, minimal 15 subjek per kelompok.

32

Faktor-faktor yang menentukan


Tingkat
Kerepresentatifan
sampel.
1.

Ukuran sampel yang diambil dari populasi

Semakin besar ukuran sampel dan semakin


mendekati ukuran populasinya, semakin
tinggi tingkat kerepresentatifan sampel.
2. Teknik sampling yang digunakan

yaitu cara atau prosedur


sampel dari suatu populasi.

pengambilan

33
33

Thank You!
L/O/G/O
www.themegallery.com

Kuis
Sebutkan teknik sampling Non-Probability
Jelaskan pengambilan sampel menurut teknik simple
random sampling
Pengaruh pembangunan mercusuar Malaysia di Tajung
Datung, Kalbar terhadap sikap rakyat Indonesia
a. Identifikasi variabel bebas dan terikat!
b. Identifikasi populasi yang tepat!
c. Berapa sampel yang dibutuhkan bila diketahui
populasinya 501.149 jiwa dengan presisi 10 %
berdasarkan rumus Slovin?
d. Buatlah hipotesis H0 dan H1nya!