Anda di halaman 1dari 27

BUKTI AUDIT, PROSEDUR

DAN DOKUMENTASI AUDIT


SA 326 DAN SA

329

BUKTI AUDIT
SA 326

Standar pekerjaan lapangan ketiga berbunyi :


Bukti audit kompeten yang cukup harus
diperoleh melalui inspeksi, pengamatan,
permintaan keterangan dan konfirmasi
sebagai dasar memadai untuk menyatakan
pendapat atas laporan keuangan auditan

SIFAT ASERSI
Asersi (assertion) adalah pernyataan manajemen yang
terkandung di dalam komponen laporan keuangan.
Pernyataan tersebut dapat bersifat implisit atau eksplisit
serta dapat diklasifikasikan berdasarkan penggolongan
besar sebagai berikut ini:
a.Keberadaan atau keterjadian (existence or occurrence).
b.Kelengkapan (completencess).
c.Hak dan kewajiban (right and obligation).
d.Penilaian (valuation) atau alokasi.
e.Penyajian dan pengungkapan (presentation and
disclosure)

ASERSI KEBERADAAN DAN KETERJADIAN berhubungan


dengan apakah aset atau utang entitas ada pada tanggal tertentu
dan apakah transaksi yang dicatat telah terjadi selama periode
tertentu.
ASERSI KELENGKAPAN
berhubungan dengan apakah
semua transaksi dan akun yang
seharusnya disajikan dalam
laporan keuangan telah
dicantumkan di dalamnya.

ASERSI HAK DAN KEWAJIBAN


berhubungan dengan apakah
aset merupakan hak entitas dan
utang merupakan kewajiban
perusahaan pada tanggal
tertentu.

ASERSI PENILAIAN DAN


ALOKASI berhubungan dengan
apakah komponen-komponen
aset, liabilitas, pendapatan dan
biaya sudah dicantumkan dalam
laporan keuangan pada jumlah
yang semestinya.

ASERSI PENYAJIAN DAN


PENGUNGKAPAN berhubungan
dengan apakah komponenkomponen tertentu laporan
keuangan diklasifikasikan,
dijelaskan, dan diungkapkan
semestinya.

ASERSI MANAJEMEN DAN TUJUAN


AUDIT
ASERSI MANAJEMEN

TUJUAN UMUM AUDIT

KEBERADAAN ATAU KETERJADIAN

Aktiva dan kewajiban entitas ada pada


tanggal tertentu dan transaksi pendapatan
dan biaya terjadi dalam periode tertentu

KELENGKAPAN

Semua transaksi dan akun yang


seharusnya telah disajikan dalam laporan
keuangan

HAK DAN KEWAJIBAN

Aktiva adalah hak entitas dan utang adalah


kewajiban entitas pada tanggal tertentu

PENILAIAN ATAU ALOKASI

Komponen aktiva, kewajiban, pendapatan


dan biaya telah disajikan dalam laporan
keuangan pada jumlah yang semestinya

PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN

Komponen tertentu laporan keuangan telah


digolongkan, digambarkan dan
diungkapkan secara semestinya.

SIFAT BUKTI AUDIT


Bukti audit yang mendukung laporan keuangan:

Menganalisis dan me-review,


Menelusuri kembali langkah-langkah prosedur yang
diikuti dalam proses akuntansi dan dalam proses
pembuatan alokasi yang bersangkutan
Penghitungan kembali
Rekonsiliasi tipe-tipe dan aplikasi yang berkaitan
dengan informasi yang sama

KOMPETENSI BUKTI AUDIT


KOMPETENSI DATA AKUNTANSI
Keandalan catatan akuntansi dipengaruhi secara langsung oleh efektifitas
pengendalian intern
KOMPETENSI INFORMASI PENGUAT
Dipengaruhi oleh :
1.Relevansi, bukti audit harus berkaitan dengan tujuan audit.
2.Sumber, bukti audit yang berasal dari sumber di luar organisasi klien pada
umumnya merupakan bukti yang tingkat kompetensinya dianggap tinggi.
3.Ketepatan waktu,berkaitan dengan tanggal berlakunya bukti yang diperoleh
oleh auditor.
4.Objektivitas, bukti objektif umumnya lebih andal dibandingkan dengan bukti
yang bersifat subjektif.
5.Cara memperoleh bukti

KECUKUPAN BUKTI AUDIT


Auditor harus memutuskan,dengan menggunakan
pertimbangan profesionalnya, apakah bukti audit
yang tersedia baginya dengan batasan waktu dan
biaya, cukup memadai untuk membenarkan
pernyataan pendapatannya
Auditor independen lebih mengandalkan bukti yang
bersifat mengarahkan (persuasive evidence) dari
pada bukti yang bersifat meyakinkan (convencing
evidence)

Anggapan Mengenai Keabsahan


Bukti Audit
Apabila bukti dapat diperoleh dari pihak independen di luar
perusahaan, untuk tujuan audit auditor independen, bukti tersebut
memberikan jaminan keandalan yang lebih daripada bukti yang
diperoleh dari dalam perusahaan itu sendiri.
Semakin efektif pengendalian intern, semakin besar jaminan yang
diberikan mengenai keandalan data akuntansi dan laporan
keuangan.
Pengetahuan auditor secara pribadi dan langsung yang diperoleh
melalui inspeksi fisik, pengamatan, perhitungan, dan inspeksi lebih
bersifat menyimpulkan dibandingkan dengan yang diperoleh
secara tidak langsung.

PENILAIAN BUKTI AUDIT


Dalam merumuskan pendapatnya, auditor harus
mempertimbangkan relevansi bukti audit. Bila
auditor

masih

tetap

ragu-ragu

untuk

mempercayai suatu asersi yang material, maka


ia

harus

pendapatnya

menangguhkan

pemberian

sampai ia mendapatkan bukti

kompeten yang cukup untuk menghilangkan


keraguannya,
pendapat

atau

wajar

ia

dengan

harus

menyatakan

pengecualian

menolak untuk memberikan pendapat

atau

TIPE BUKTI AUDIT DAN PROSEDUR YANG


DILAKUKAN OLEH AUDITOR DALAM
MENGUMPULKAN BUKTI AUDIT
TIPE BUKTI

PROSEDUR AUDIT

BUKTI FISIK

1. INSPEKSI
2. PERHITUNGAN

BUKTI DOKUMENTER

1.
2.
3.
4.

BUKTI PERHITUNGAN

1. PERHITUNGAN KEMBALI

BUKTI LISAN

1. WAWANCARA

BUKTI PERBANDINGAN

1. PROSEDUR ANALITIK

KONFIRMASI
INSPEKSI
PENELUSURAN
WAWANCARA

PRSEDUR DAN DOKUMENTASI


AUDIT
SA 329

Jenis Prosedur Substantif


1. Pengujian rinci atau detail saldo

1. Menilai materialitas dan risiko


bawaan suatu akun.
2. Menetapkan risiko pengendalian.
3. Merancang pengujian transaksi dan
prosedur analitis.
4. Merancang pengujian detail saldo
untuk memenuhi setiap tujuan spesifik
audit secara memuaskan.

2. Pengujian detail transaksi

1. Ketepatan otorisasi transaksi


akuntansi klien.
2. Kebenaran pencatatan dan
peringkasan transaksi tersebut
dalam jurnal.
3. Kebenaran pelaksanaan posting
atas transaksi tersebut ke dalam
buku besar dan buku pembantu.

3. Prosedur Analitik

1. Membantu
auditor
dalam
merencanakan sifat, saat, dan lingkup
prosedur audit lainnya.
2. Sebagai pengujian substantif untuk
memperoleh bukti tentang asersi
tertentu yang berhubungan dengan
saldo akun atau jenis transaksi.
3. Sebagai review menyeluruh informasi
keuangan pada tahap review akhir
audit.

PROSEDUR ANALITIK DALAM


PERENCANAAN AUDIT
Menurut SA 329, tujuan prosedur analitik dalam
perencanaan audit adalah untuk membantu dalam
perencanaan sifat, saat, dan lingkup prosedur audit yang
akan digunakan untuk memperoleh bukti saldo akun atau
golongan transaksi tertentu. Prosedur analitik perencanaan
audit harus ditunjuk untuk :
1.Meningkatkan pemahaman auditor atas bisnis klien dan
transaksi atau peristiwa terjadi sejak tanggal audit terakhir.
2.Mengidentifikasi bidang yang kemungkinan
mencerminkan resiko tertentu yang bersangkutan dengan
audit.

PROSEDUR ANALITIK YANG DIGUNAKAN


SEBAGAI PENGUJIAN SUBSTANTIF

Keputusan mengenai prosedur yang


digunakan untuk mencapai tujuan audit
tertentu didasarkan pada pertimbangan
auditor terhadap efektivitas dan efisiensi
yang diharapkan dari prosedur audit yang
ada.

Program Audit Substantif


Program audit dapat dikelompokkan menjadi 2 :
1. Program audit untuk pengujian pengendalian.
program audit untuk menguji pengendalian intern (internal
control)

yang

dijalankan

manajemen

terkait

dengan

informasi/kegiatan yang akan diaudit.


2. Program audit untuk pengujian substantif (substative test).
Secara sederhana program audit ini dapat dijelaskan sebagai
rencana kerja untuk menguji kesesuaian informasi yang diuji
dengan data pendukungnya.

Program Audit Substantif


Penyusunan program audit dilakukan pada tahap persiapan dalam
rangka pengujian dan pengendalian dan pada tahap audit
pendahuluan dalam rangka pengujian transaksi atau saldo-saldo
atau pengembangan temuan
Ada delapan prosedur untuk melaksanakan pengujian substantif,
yaitu:
1. Pengajuan pertanyaan kepada para karyawan terkait dengan
kinerja tugas mereka.
2. Pengamatan atau observasi terhadap personel dalam
melaksanakan tugas.
3. Menginspeksi dokumen dan catatan.
4. Melakukan penghitungan kembali atau reperforming.
5. Konfirmasi.
6. Analisis.
7. Tracing atau pengusutan.
8. Vouching atau penelusuran.

DOKUMENTASI AUDIT
Dokumentasi audit adalah catatan utama
yang mencakup semua informasi yang perlu
dipertimbangkan
oleh
auditor
untuk
melakukan audit secara memadai dan untuk
mendukung laporan audit.
Tujuan dokumentasi audit adalah untuk
membantu auditor dalam memberikan
kepastian yang memadai bahwa audit telah
sesuai dengan standar audit yang berlaku
umum dan juga membantu auditor dalam
melaksanakan dan mensupervisi audit.

Dokumentasi Audit (Kertas Kerja Audit)


Kertas kerja adalah catatan-catatan yang
diselenggarakan oleh auditor tentang prosedur
audit yang ditempuhnya, pengujian yang
dilakukannya, informasi yang diperolehnya, dan
simpulan yang dibuatnya sehubungan dengan
auditnya.
Auditor harus membuat dan memelihara kertas
kerja, yang isi maupun bentuknya harus didesain
untuk
memenuhi
keadaan-keadaan
yang
dihadapinya dalam perikatan tertentu.

FUNGSI KERTAS KERJA


Menyediakan penunjang utama bagi laporan
auditor,
termasuk
representasi
tentang
pengamatan atas standar pekerjaan lapangan,
yang tersirat ditunjukkan dalam laporan auditor
dengan disebutkannya frasa berdasarkan
standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan
Indonesia.
Membantu auditor dalam pelaksanaan dan
supervisi audit.

ISI KERTAS KERJA


Kertas kerja biasanya harus berisi dokumentasi yang
memperlihatkan:
Pekerjaan telah direncanakan dan disupervisi dengan baik,
yang menujukan diamatinya standar pekerjaan lapangan
yang pertama.
Pemahaman memadai atas pengendalian intern telah
diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat,
saat, dan lingkup pengujian yang telah dilakukan.
Bukti audit yang telah diperoleh, prosedur audit yang telah
diterapkan, dan pengujian yang telah dilaksanakan,
memberikan bukti kompeten yang cukup sebagai dasar
memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan
keuangan auditan, yang menujukan diamatinya standar
pekerjaan lapangan ketiga.

Kepemilikan Dan Penyimpanan


Kertas Kerja
Kertas kerja adalah milik auditor. Namun hak
dan kepemilikan atas kertas kerja masih tunduk
pada pembatasan yang diatur dalam Aturan
Etika Kompartemen Akuntan Publik yang
berkaitan dengan hubungan yang bersifat
rahasia dengan klien.
Auditor harus menerapkan prosedur memadai
untuk menjaga keamanan kertas kerja dan
harus menyimpannya dalam periode yang dapat
memenuhi kebutuhan praktiknya

TERIMA KASIH

PERTANYAAN
DISKUSI