Anda di halaman 1dari 34

PELAPORAN SEGMEN,

EVALUASI PUSAT INVESTASI,


DAN PENETAPAN HARGA
TRANSFER

LO 1

Sistem Akuntansi
Pertanggungjawaban
sistem yang mengukur berbagai
hasil yang dicapai setiap pusat
pertanggungjawaban menurut
informasi yang dibutuhkan para
manajer untuk mengoperasikan
pusat pertanggungjawaban
mereka.

dua pendekatan
pengambilan keputusan
untuk mengelola
kegiatan perusahaan

Sentralisasi
Keputusan dibuat pada tingkat
Manajemen pusat, manajer pada
jenjang yang lebih rendah
bertanggungjawab
atas pengimplementasian
keputusan-keputusan tersebut

Desentralisasi
pendelegasian
wewenang
kepada jenjang
yang lebih rendah

ALASAN PENERAPAN
DESENTRALISASI

LO 1

Mengumpulkan dan menggunakan


informasi lokal
Memfokuskan manajer pusat
Melatih dan memotivasi para manajer
Meningkatkan daya saing

Pembagian divisi pada perusahaan


yang terdesentralisasi :
Berdasarkan jenis barang/jasa.
Pembagian diatur berdasarkan lini produk
Berdasarkan garis geografis
Keberadaan divisi di beberapa wilayah menciptakan
kebutuhan akan evaluasi kinerja yang mampu
mempertimbangkan perbedaan lingkungan divisi
Berdasarkan jenis pertanggungjawaban yang
diberikan kepada manajer divisi
manajemen puncak menciptakan berbagai area
pertanggungjawaban yang dikenal sebagai pusat
pertanggungjawaban
5

LO 1

Pusat
Pusat Pertanggungjawaban:
Pertanggungjawaban:

Segmen bisnis yang manajernya


bertanggungjawab atas aktivitas
yang spesifik

LO 1

PUSAT
PERTANGGUNGJAWABAN
Jenis utama pusat pertanggungjawaban :
Pusat Biaya
Manajer bertanggungjawab hanya terhadap biaya

Pusat Pendapatan
Manajer bertanggungjawab hanya pada penjualan

Pusat Laba
Manajer bertanggungjawab terhadap penjualan
dan biaya

Pusat Investasi
Manajer bertanggungjawab terhadap penjualan,
biaya dan investasi modal
7

B. Pengukuran Kinerja Pusat Investasi dengan


Menggunakan Laporan Laba-Rugi Variabel dan
Absorpsi

Dua metode penghitungan laba yang telah


dikembangkan, yaitu satu berdasarkan
perhitungan biaya variabel dan yang
lainnya berdasarkan perhitungan biaya
penuh atau absorpsi.
Perbedaan antara perhitungan biaya
variabel dan absoprsi bergantung pada
perlakuan terhadap satu biaya tertentu,
yaitu overhead tetap.

Klasifikasi Biaya Sebagai Biaya Produk atau Periode


Menurut Perhitungan Biaya Variabel dan Absorpsi
Perhitungan
Biaya Produk

Biaya Perhitungan

Biaya

Absorpsi

Variabel

Bahan Baku Langsung

Bahan Baku Langsung

Tenaga Kerja Langsung

Tenaga Kerja Langsung

Overhead Variabel

Overhead Variabel

Overhead Tetap
Biaya Periode

Beban Penjualan

Overhead Tetap

Beban Administrasi

Beban Penjualan
Beban Administrasi

Penilaian Persediaan

Persediaan dinilai atas biaya produk atau produksi. Sebagai contoh,


data berikut adalah data dari Fairchild Company tahun lalu.
Unit di persediaan awal
Unit yang diproduksi
Unit terjual ($300 per unit)

0
10,000
8,000

Biaya variabel per unit


Bahan baku langsung

$ 50

Tenaga kerja langsung

100

Overhead variabel

50

Biaya tetap
Overhead tetap per unit yang diproduksi
Penjualan dan administrasi tetap

25
100,000

LO 2

Perhitungan Biaya Absorpsi


Direct materials
Direct labor

50
100

Variable overhead

50

Fixed overhead per unit produced

25

Unit product cost

$ 225

Value of ending inventory =


2,000 x $ 225 = $ 450,000
11

LO 2

Perhitungan Biaya Variabel


Direct materials
Direct labor
Variable overhead
Unit product cost

50
100
50

$ 200

Value of ending inventory =


2,000 x $ 200 = $ 400,000
12

LO 2

Laporan Laba Rugi Perhitungan


Biaya Absorpsi
Sales ($300 x 8,000)

$ 2,400000

Less Cost of goods sold

1,800,000

Gross margin

$ 600,000

Less S&A expenses


Operating income

100,000
$ 500,000

CGS =
8,000 x $ 225 = $ 1,800,000
13

LO 2

Laporan Laba Rugi Perhitungan


Biaya Variabel
Sales

2,400,000

Less variable expenses

1,600,000

Contribution margin

800,000

Less fixed costs

350,000

Operating income

450,000

Variable costs: 8,000 x $200


Fixes costs: $250,000 + 100,000
14

Hubungan antara Produksi, Penjualan


dan Laba
Jika barang yang terjual lebih banyak dari yang diproduksi, maka
laba menurut perhitungan biaya variabel akan lebih tinggi dari laba
menurut perhitungan biaya absorpsi. Situasinya adalah kebalikan
dari contoh Fairchild. Menjual lebih banyak dari yang diproduksi
berarti persediaan awal dan unit yang diproduksi telah terjual.
Menurut perhitungan biaya absorpsi, unit-unit yang keluar dari
persediaan mengandung overhead tetap dari periode berjalan.
Dengan demikian, jumlah beban overhead tetap menurut
perhitungan biaya absorpsi lebih besar dari overhead tetap
periode berjalan, yaitu sebesar jumlah overhead tetap yang keluar
dari persediaan. Oleh karena itu, laba menurut perhitungan biaya
variabel lebih tinggi dari laba menurut perhitungan biaya absorpsi
sebesar jumlah overhead tetap yang mengalir keluar dari
persediaan awal.

Perhitungan biaya variabel selalu mengakui total


overhead tetap periode sebagai beban. Di lain
pihak, perhitungan biaya absorpsi hanya
mengakui overhead tetap yang ada pada unit
terjual.
Perubahan dalam overhead tetap dalam
persediaan adalah tepat sama dengan selisih
diantara kedua laba. Perubahan ini dapat
dihitung melalui perkalian tariff overhead dengan
perubahan total unit persediaan awal dan akhir.

LO 2

How do variable &


absorption costing affect
performance evaluation?

Variable costing ensures that direct


relationship between sales & income
holds whereas absorption costing
does not.

17

Laporan Laba Rugi Segmen dengan


Menggunakan Perhitungan Biaya Variabel
Perhitungan biaya variabel berguna dalam menyiapkan
laporan laba rugi segmen karena perhitungan ini
menyediakan informasi penting mengenai beban variabel
dan tetap.
Beban tetap langsung (direct fixed expense) adalah
beban tetap yang secara langsung dapat ditelusuri ke
suatu segmen, contohnya adalah sewa kantor penjualan,
gaji manajer disetiap wilayah, dan lain-lain.
Beban tetap umum (common fixed expenses) disebabkan
oleh dua atau lebih segmen secara bersamaan,
contohnya depresiasi gedung kantor pusat, gaji CEO, dan
lain-lain.

Sebagai contoh, Audiomatronics memproduksi alat pemutar MP3 dan


pemutar DVD. Audiomatronics menyediakan informasi berikut.
Pemutar MP3

Pemutar DVD

$ 400.000

$ 290.000

Harga pokok penjualan $ 200.000

$ 150.000

Penjualan
variabel
Overhead tetap langsung

30.000

20.000

Sebuah komisi penjualan sebesar 5% dari penjualan dibayarkan ke setiap lini


produk. Beban penjualan dan administrasi tetap langsung diperkirakan sebesar
$10.000 untuk lini MP3 dan $15.000 untuk lini DVD.
Overhead tetap umum untuk pabrik diperkirakan sebesar $100.000, beban
penjualan dan administrasi umum diperkirakan sebesar $20.000. Tampilan 1011 menunjukkan laporan laba rugi segmen dimana segmennya adalah lini
produk.

LAPORAN LABA RUGI SEGMEN


Kontribusi laba yang dihasilkan setiap segmen untuk menutupi
biaya tetap umum perusahaan disebut margin segmen
(segment margin).

Margin
segmen

LO 3

FORMULA: ROI
ROI berkaitan keuntungan operasi untuk
aset yang digunakan.

Return on Investment (ROI) =


Laba Operasi
aktiva operasi rata-rata

21

LO 3

Apa itu margin?


Apa itu perputaran?

Margin adalah rasio dari laba operasi terhadap


penjualan.
Perputaran adalah suatu ukuran lain yang
dihitung dengan membagi pendapatan penjualan
dengan aktiva rata-rata investasi.
22

LO 3

KEUNTUNGAN ROI
Mendorong manajer untuk fokus pada :
Hubungan antara penjualan, biaya (investasi
& kemungkinan jika ini adalah pusat
investasi)
Penghematan biaya
Efisiensi aset operasi

23

LO 4

KELEMAHAN ROI
ROI mengakibatkan fokus yang sempit
pada profitabilitas divisi di mengorbankan
profitabilitas perusahaan secara
keseluruhan
ROI mendorong manajer untuk fokus
pada jangka pendek dengan biaya jangka
panjang dari

24

LO 4

LABA RESIDU
Laba Residu adalah selisih antara laba
operasi dan laba dolar minimum
penjualan.
Laba Residu
= Pendapatan operasional
= (tingkat pengembalian minimum x Aktiva Operasi rata-rata)
= $48,000 (0.12 x $300,000)
= $12,000
25

LO 4

ADVANTAGES &
DISADVANTAGES: Residual Income
Advantage: Gives another view of project
profitability
Disadvantages
Can encourage short run orientation
Direct comparisons are difficult

26

LO 4

ECONOMIC VALUE ADDED (EVA)


EVA is net income minus total annual cost of
capital. Projects with positive EVA are
acceptable.

Economic value added (EVA)


= Net income
(% cost of capital x Capital employed)

27

LO 5

Penetapan
Penetapan Harga
Harga Transfer
Transfer
:: Definisi
Definisi
harga yang dibebankan untuk
suatu komponen oleh divisi
penjual pada divisi pembeli di
perusahaan yang sama.

28

Dampak Penetapan Harga Transfer Terhadap Divisi dan


Perusahaan Secara Keseluruhan

Ketika satu divisi dari suatu perusahaan menjual


pada divisi lain, kedua divisi tersebut dan
perusahaan secara keseluruhan terkena
pengaruhnya. Harga yang dikenakan untuk
barang yang ditransfer mempengaruhi biaya
divisi pembeli dan pendapatan divisi penjual.

29

Tampilan 10-15 Dampak Harga Transfer Terhadap Divisidivisi yang melakukan Transfer dan Perusahaan Secara
Keseluruhan
ABC, Inc
Divisi A

Divisi C
Membeli komponen dari A dengan harga transfer
Memproduksi komponen dan mentransfernya ke $30 per unit dan menggunakan komponen itu
C dengan harga transfer $30 per unit
untuk memproduksi produk akhir
Harga transfer = $30 per unit

Harga transfer = $30 per unit

Pendapatan bagi A

Biaya Bagi C

Meningkatkan laba bersih

Menurunkan laba bersih

Meningkatkan ROI

Menurunkan ROI
Pendapatan harga transfer = Biaya harga transfer
Dampak Nol bagi, ABC, Inc

30

Tampilan 5-10 mengilustrasikan dampak harga


transfer terhadap dua divisi ABC, Inc. Divisi A
memproduksi suatu komponen dan menjualnya
pada divisi lain di perusahaan yang sama, yakni
divisi C. Harga transfer sebesar $30 merupakan
pendapatan bagi divisi A; Divisi A tentu
mengharapkan harga yang setinggi mungkin.
Sebaliknya, harga transfer $30 tersebut merupakan
biaya bagi Divisi C seperti layaknya biaya bahan
baku lainnya. Divisi C tentu mengharapkan harga
transfer serendah mungkin.

31

Kebijakan Penetapan Harga Transfer


Harga-harga minimum dan maksimum tersebut sesuai dengan biaya
peluang transfer internal. Berikut harga-harga yang ditetapkan di
setiap divisi.
Harga transfer minimum adalah harga transfer yang akan membuat
keadaan divisi penjual tidak menjadi lebih buruk jika barang dijual
pada divisi internal daripada dijual pada pihak luar. Hal ini terkadang
disebut batas bawah (floor) dari rentang penawaran.
Harga transfer maksimum adalah harga transfer yang akan
membuat keadaan divisi pembeli tidak menjadi lebih buruk jika
suatu input dibeli dari divisi internal daripada jika barang yang sama
dibeli secara eksternal. Hal ini terkadang disebut batas atas
(ceiling) dari rentang penawaran.

32

Beberapa kebijakan penetapan harga transfer


digunakan dalam praktik.
Harga Pasar
Jika tersedia, harga pasar adalah pendekatan terbaik untuk penetapan harga
transfer. Karena divisi penjual mampu menjual produknya pada harga pasar,
transfer internal pada harga yang lebih rendah dari harga pasar akan
mengakibatkan divisi tersebut merugi.
Harga transfer Berdasarkan Biaya
Harga pasar luar kerap tidak tersedia. Hal tersebut bisa terjadi karena
produk yang akan ditransfer menggunakan desain hak paten yang dimiliki
perusahaan induk. Dalam hal ini, perusahaan bisa menggunakan
pendekatan penetapan harga transfer berdasarkan biaya.
Harga Transfer yang Dinegoisasikan
Secara khusus, pendekatan ini berguna saat kondisi pasar tidak sempurna,
seperti kemampuan divisi di dalam perusahaan untuk menghindari biaya
penjualan dan distribusi.
33

CHAPTER 10

THE
THE END
END

34