Anda di halaman 1dari 3

Nabilla Ridzki Noviandini

210110150023
Kelas G Ilmu Komunikasi

Mural
Pada hari Sabtu tepatnya pada tanggal 9 Oktober 2015 salah satu Dosen
penulisan Kreatif di Fakultas Ilmu Komunikasi Jurusan Ilmu Komunikasi mengajak
kita untuk melakukan study tour . Study tour tidak dilaksanakan oleh semua
kelas melainkan hanya dilaksanakan oleh kelas F dan G dan kebetulan saya
adalah salah satu mahasiswi dari kelas G. Pada hari Jumat nya pada tanggal 8
Oktober 2015 kita melakukan briefing dulu di kelas dan Ibu Rinda memberi tahu
apa yang akan kita lakukan selama ada disana,dan dimana tempat itu berada.
Oiya,saya lupa memberi tahu bahwa kita akan melakukan study tour ke
Kampung Kreatif Dago Pojok di Dago,Bandung,Indonesia. Nah pada hari Jumat
itu juga kita disuruh membagi kelompok saya satu kelompok dengan
Melissa,Rendy,Raffi,Dian dan Azura dan kita mendapatkan tentang Mural.
Tadinya saya ingin berangkat bareng dengan kelas saya antara menggunakan
Travel atau Bis tetapi saya mendapatkan Broadcast bahwa besok,Sabtu jalanan
dari jam 07.00-09.00 akan macet dan saya mengambil jalan tengah,maka saya
berangkat ke Bandung malam itu juga menggunakan travel dan menginap di
rumah tante saya. Saya berangkat jam 20.00 dari Jatinangor menuju Bandung.
Pada malam itu tidak terlihat macet sama sekali malah saya sampai Bandung
hanya memerlukan waktu kurang lebih 45 menit. Sesampainya di Bandung saya
turun di Unpad DU karena saya menunggu abang sepupu saya yang sedang
rapat panitia dan menuju rumah tante saya yang berada di Dago bareng.
Esok paginya saya dibangunkan oleh tante saya jam 7 pagi,saya sudah di
sediakan sarapan dan bekel untuk saya pergi study tour. Jam set 8 saya siap siap
untuk berangkat,dikira saya abang sepupu ataupun tante saya tahu kampung
kreatis dago itu dimana ternyata tidak seorangpun yang tahu akhirnya tante
saya menyuruh supir keluarga saya untuk mengantarkan saya ke kampung
kreatif dago tersebut karena saya berangkat dari rumah tante saya jam setengah
9 dan saya juga takut macet maka supir keluarga saya ngebut dan mencari tahu
dimana lokasi tersebut. Saya sudah sampai di Dago Pojok tapi saya tidak sama
sekali menemukan dimana kampung kreatif tersebut,lalu saya men anyakan
kepada warga sekitar dan mereka mengatakan di sepanjang jalan ini adalah
kampung kreatif,akhirnya saya menanyakan dimanakan cafe rumah daun dan
banyak dari penduduk tersebut tidak ada yang tahu. Akhirnya saya menemukan
sebuah bangunan yg ada gambar daunnya dan saya rasa itu adalah cafe
daun,dan tepat di sebrang cafe daun tersebut terdapat gang yang sangat kecil
saat saya menengok ke gang tersebut ternyata teman teman kelas saya sudah
pada berkumpul disitu.
Disaat saya sampai pun masih banyak yang belum sampai terutama kelas
F,karena kita pada awalnya janjian jam 9 dan itu sudah menunjukkan jam 9 pas
kita memanggil dosen kita dan mengatakan bahwa kelas G sudah komplit dan
maka sebelum perjalanan keliling kampung tersebut di mulai kita diberi arahan

Nabilla Ridzki Noviandini


210110150023
Kelas G Ilmu Komunikasi
oleh sang ketua seniman disana kemana kita akan berangkat dan bakal ngapain
aja kita selama ada disana. Akhirnya setelah diberi arahan kita diberikan kakak
kakak pembimbing yang akan menemani perjalanan kita selama ada disana.
Nah kelas saya mendapatkan seorang kakak pembimbing dari ITB yaitu jurusan
School of Busineess Management. Saya memerhatikan daerah daerah
disana,mereka sangat bisa mendaur ulang sampah sampah menjadi barang
barang yang bagus,barang barang yang berguna dan terlihat sangat mahal.
Kita juga ditemani oleh seorang adik kecil yang bernama Arul. Arul adalah warga
di kampung kreatif dago tersebut.
Nah saya melihat gambar gambar di dinding dinding yang sangat banyak dan
ternyata saya baru tahu kalau itu yang namanya Mural,ya mural itu adalah
gambar gambar yang ada di tembok dan abstrak bentuknya. Mural juga
merupakan seni yang bagi saya sangat wow karena walaupun itu gambar dan
lukisan abstrak abstrak tapi tetap indah di pandangnya. Bukan hanya indah
bahkan banyak sekali yang melakukan foto foto di dinding tersebut. Mural di
kampung tersebut ternyata yang melukis juga bukan orang orang asli sana. Yang
melukis mural atau yang membuat mural tersebut adalah orang orang dari luar
yang sedang berkunjung disana. Mural juga di lakukan make over yang sangat
sedikit oleh mahasiswa mahasiswa dari FSRD ITB yang memang juga sangat
mencintai Kampung Kreatif tersebut. Mural juga tidak di ubah ubah oleh orang
orang kampung tersebut karena mereka sangat menghargai karya karya orang
luar yang telah menggoreskan seninya di kampung mereka tersebut. Malah bagi
saya coretan coretan di dinding tersebut tidak hanya sebuah coretan pasti
mengandung makna yang sangat bagus bagi kampung tersebut,dan nyatanya
memang benar kampung tersebut jadi kelihatan lebih hidup tidak seperti
kampung kampung di kota lain.Mural di lakukan oleh para seniman seniman dari
Perancis,Jerman,Inggris ,Belanda,dan seniman seniman lain dari negara luar
sana.
Setelah itu saya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dan kita melihat
sawah sawah yang begitu banyak sekali ya tidak salah lagi sih kenapa kita
melihat sawah kan namanya juga ini desa. Kita diajak untuk melihat kampung
kampung tersebut,ternyata selain adanya kampung kreatif disana juga ada
sekolah alam,dan anak anak kampung tersebut rata rata pada sekolah di sekolah
alam tersebut. Saya melihat sekolah alam nya sangat bagus,indah dan ya rindai
oleh pepohonan. Nah anak kecil yang bernama Arul yang menemani kita juga
ternyata dia sekolah di sekolah Alam. Kita beristirahat sebentar di depan sekolah
alam tersebut sambil bercerita cerita bersama pembimbing kita. Pembimbing
kita mengatakan bahwa disini juga ada air terjun karena kita tidak mau melewati
kesempatan seperti ini dan kapan lagi kita jalan jalan disaat waktu waktu kuliah
yang menyita sebagian besar waktu kita ini kita memutuskan untuk ke air terjun
tersebut ya walaupun masuknya juga tidak gratis tetapi kita hanya dikenakan
biaya 10.000 saja. Nah salah satu warga disana mau menemani kita untuk
melihat air terjun tersebut,jalan lah kita ke air terjun tersebut dan saat tiba di
pintu masuk kita membayar 10.000 untuk biaya tiket masuknya.

Nabilla Ridzki Noviandini


210110150023
Kelas G Ilmu Komunikasi
Ternyata perjalanan ke air terjun sangatlah sulit,kita harus melewati tangga yang
sangat bikin kaki kita pegel pegel dan saat sudah tiba di depan air terjun
tersebut jujur saja saya dan teman teman saya rada sedikit merasa kecewa
karena air terjun tersebut tidak dijaga dan tidak dilindungi padahal jika dilindungi
saya yakin bakal banyak orang yang tau air terjun tersebut. Tapi tetap saja saya
merasa bangga dengan apa yang dimiliki oleh Indonesia. Disana kita melakukan
banyak foto foto agar menjadi kenangan nantinya. Setelah dari air terjun saya
bersama yang lain kembali ke tempat pertama kali kita bertemu yaitu di gang
kreatif tersebut dan disana saya juga bertemu dengan teman teman saya yang
dari kelas F juga. Di gang kreatif tersebut kita pun berfoto foto karena kita
merasa kapan lagi kita akan berlibur walaupun hanya sebentar saja.

Satu kalimat dari saya untuk kampung kreatif dago pojok:


Terimakasih atas seni yang telah kalian perlihatkan kepada saya karena tanpa
seni tidak akan berwarna dunia ini