Anda di halaman 1dari 12

8

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Eksplorasi merupakan tahap awal dari suatu usaha pertambangan yang

bertujuan untuk menemukan (mencari indikasi) adanya bahan tambang,


mengetahui sebaran dan bentuk bahan galian, sampai mengestimasikan berapa
besar sumber daya mineralnya, sehingga pada akhirnya dapat diestimasikan
pula besarnya cadangan, setelah dilakukan studi kelayakan. Eksplorasi dilakukan
secara bertahap agar resiko kegagalan dapat diminimalkan. Dari tahap satu ke
tahap lainnya digunakan satu atau beberapa cara atau metode eksplorasi
tertentu yang berbeda. Penggunaan metode eksplorasi juga sangat tergantung
pada bahan tambang yang diselidiki.
Ekonomis atau tidaknya bahan tambang ditentukan dalam tahap kajian
kelayakan tambang (feasibility study). Faktor yang menentukannya adalah
pemasaran, teknologi (penambangan dan pengolahan), lingkungan, peraturan
perundang-undangan, sosial, dan mungkin pula politik. Sebelum dilakukan studi
kelayakan harus diperkirakan dulu berapa besar sumber daya bahan galian.
Oleh karena itu, setelah diketahui sebaran dan bentuk (tubuh) endapan bahan
galiannya selanjutnya harus diestimasikan besaran volume atau tonasenya.
Secara garis besar metode eksplorasi dikelompokkan menjadi tiga, yaitu
metode geologi, metode geokimia dan metode geofisika. Kedua metode terakhir
merupakan metode tidak langsung yang ketepatan dan ketelitian hasil
penafsirannya diantaranya sangat tergantung pada data geologinya. Selain
penggunaan metode eksplorasi yang tepat guna, keberhasilan eksplorasi juga
sangat ditentukan oleh pengolahan dan penafsiran data.
Estimasi sumber daya bahan galian dapat dilakukan dengan berbagai
cara, diantararanya dengan cara daerah pengaruh, cara penampang, cara
segitiga, cara kontur (isoline), cara geostatistik dan lain sebagainya. Tergantung
pada tingkat keyakinan geologi (berdasarkan kerapatan titik pengamatan),
sumber daya mineral akan memiliki kelas atau kategori yang berbeda
(inferred, indicated, dan measured).

Estimasi sumber daya meninjau masalah karakteristika kualitas dan


sebaran bahan berharga, penentuan kualitas bahan galian dan kualitas
komponen berharga, penentuan tingkat keyakinan geologi, atau klasifikasi
sumber dayanya, penentuan nilai ekonominya, dan pengkajian aspek lain seperti
dampak lingkungan, sosial dan peraturan perundang-undangan.

1.2 Maksud dan Tujuan


1.2.1

Maksud
Mengetahui estimasi yang meliputi pengkajian terhadap sebaran,

bentuk, kemenerusan, dimensi, dan mutu endapan bahan galian.


1.2.2

Tujuan
Tujuan estimasi adalah pemperkirakan besarnya volume atau tonase
endapan bahan galian sesuai dengan tahap penyelidikan, serta memperkirakan
nilai ekonominya dengan akurat, sehingga layak untuk ditambang. Melakukan
estimasi sumber daya bahan galian dengan tepat guna dan berhasil guna, sesuai
dengan keadaan sebaran dan bentuk bahan galian dan berdasarkan pola atau
desain yang digunakan.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Umum


Sumber daya (mineral) menggambarkan suatu besaran atau banyaknya
endapan bahan galian (bahan tambang) yang mungkin bernilai ekonomis dan
hanya berdasarkan kriteria geologi saja, sementara cadangan merupakan bagian
dari sumber daya yang berdasarkan kelayakan ekonomi bahan tersebut dapat
ditambang.
Pada

dasarnya

istilah

cadangan

dalam

pengertian

geologi

pertambangan adalah untuk menyatakan suatu besaran endapan bahan galian


yang menggambarkan letak keterdapatan, bentuk tubuh bijih, volume atau
tonase, dan mutu/kualitas, sehingga berdasarkan penilaian ekonomi, bahan
tambang tersebut layak untuk ditambang.
Dengan

demikian

estimasi

sumber

daya

meninjau

masalah

karakteristika kualitas dan sebaran bahan berharganya, penentuan kualitas


bahan galian dan kualitas komponen berharganya, penentuan tingkat keyakinan
geologi, atau klasifikasi sumber dayanya, penentuan nilai ekonominya, dan
pengkajian aspek lain seperti dampak lingkungan, sosial dan peraturan
perundang-undangan.

2.2 Langkah Langkah Estimasi Sumber Daya


Estimasi sumber daya mineral dilakukan pada setiap tahap penyelidikan
dan secara garis besar, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

Pengkonturan atau pembatasan batas blok sumber daya mineral yang

akan diestimasi.
Penentuan klas sumber daya untuk masing-masing blok sumber daya.
Penghitungan besaran (luas, volume, tonase) setiap blok.
Penghitungan kadar rata-rata komponen berharga.

2.3 Metoda Estimasi Sumber Daya


Ada beberapa metode yang digunakan dalam estimasi sumber daya
mineral, antara lain :
1.
a.
b.
c.
d.

Metode Penampang
Pembatasan seluruh blok sumber daya bahan galian
Pembuatan penampang lintang berdasarkan lintasan pengamatan
Penghitungan luas setiap penampang
Penghitungan blok antara 2 penampang
V1 = (LI + LII) x R
2
Dimana :
V1

= Volume blok antara penampang I dan penampang II

LI = Luas penampang I
LII

= Luas penampang II

R = Jarak antara penampang I dan penampang II


e. Penghitungan tonase
T = V1 x dr
Dimana :
T1 = Tonase blok antara penampang I dan penampang II
dr = Berat jenis rata-rata pada penampang I dan penampang II
f.

Penjumlahan volume atau tonase semua blok (yang dibatasi 2


penampang)
2. Metode Isoline (Metode Kontur)
Metoda ini dipakai untuk digunakan pada endapan bijih dimana

ketebalan dan kadar mengecil dari tengah ke tepi endapan.


Volume dapat dihitung dengan cara menghitung luas daerah yang
terdapat di dalam batas kontur, kemudian mempergunakan prosedur-prosedur
yang umum dikenal.

section

plan

Gambar 2.1
Sketsa Topografi Metode Isoline

Kadar rata-rata dapat dihitung dengan cara membuat peta kontur,


kemudian mengadakan weighted dari masing-masing luas daerah dengan
contour grade.

g
go A o +
2
g =

Ao + 2A1 + 2A2 + ... An


Ao

go

= kadar minimum dari bijih

= interval kadar yang konstan antara dua kontur

Ao = luas endapan dengan kadar go dan lebih tinggi


A1 = luas endapan bijih dengan kadar go + g dan lebih tinggi
A2 = luas endapan bijih dengan kadar go + 2g dan lebih tinggi, dst.
Bila kondisi mineralisasi tidak teratur maka akan muncul masalah. Hal ini dapat
dijelaskan melalui contoh berikut ini (Seimahura, 1998).

21

g
31

A
g
A

g
32

Gambar 2.2
Kontur mineralisasi yang tidak merata

Di dalam hal ini :

g
go Pb +
2
G =

Ao + 2A1 + 2 A21 + A22 + A31 + A32


Ao

BAB III
TUGAS DAN PEMBAHASAN

3.1

Tugas
Menghitung volume sumur uji endapan Au aluvial daerah 3 menggunakan

metode penampang.

3.1

Pembahasan
Pembuatan penampang berdasarkan letak titik-titik sumur uji yang sejajar

dengan garis dari timur ke barat. Didapatkan penampang sebanyak 14


penampang dengan masing-masing penampang terdiri dari 9 titik yang masingmasing memiliki kedalaman top dan bottom. (gambar terlampir)
Tabel 3.1
Volume dan Cadangan Metode Penampang
luas
No
V
c rata-rata
penampang
Penampan
Cadangan (mg)
(m3) (weighted)
2
g
(m )
1
130
2860
280,095
801072,381
2
156
2850
289,729
825728,503
3
129
2670
319,128
852070,470
4
138
2295
312,746
717752,557
5
91,5
2265
289,147
654917,560
6
135
2685
307,909
826736,760
7
133,5
2895
342,019
990144,795
8
156
2995
320,677
960427,385
9
143,5
2665
293,345
781763,966
10
123
2345
294,905
691551,240
11
111,5
2395
285,191
683032,061
12
128
2710
316,633
858076,333
13
143
2570
313,103
804674,291
14
114
3420
0

10.447.948,3

Contoh perhitungan volume penampang:

Volume (V1) =

Volume (V2) =

Volume (V3) =

Volume (V4) =

Volume (V5) =

(L I + L II )
xR
2
130+156
x 20=2860 m3
2
(L I + L II )
xR
2
156+ 129
x 20=2850 m3
2
(L I + L II )
xR
2
129+138
x 20=2670 m3
2
(L I + L II )
xR
2
138+ 91,5
x 20=2295 m3
2
(L I + L II )
xR
2
91,5+135
x 20=2265 m3
2

Cadangan metode penampang:

Tonasse1 (mg)

= V x c rata-rata weighted penampang 1 dan 2


= 2860 m3 x 280,095
= 801072,381 mg

Tonasse2 (mg)

= V x c rata-rata weighted penampang 2 dan 3


= 2850 m3 x 289,729
= 825728,503 mg

Tonasse3 (mg)

= V x c rata-rata weighted penampang 3 dan 4


= 2670 m3 x 319,128
= 852070,470 mg

Tonasse4 (mg)

= V x c rata-rata weighted penampang 4 dan 5


= 2295m3 x 312,746
= 717752,557 mg

Tonasse5 (mg)

= V x c rata-rata weighted penampang 5 dan 6


= 2265m3 x 289,147
= 654917,560 mg

Tonasse total yang didapatkan dari metode penampang ialah 10.447.948,3 mg

Perhitungan Tonasse Kontur:


Volume yang didapatkan dari hasil pembuatan kontur pada surfer ialah
34292,425541829 m3. Untuk mendapatkan tonasse ialah dengan mengalikannya
dengan kadar rata weighted nya 305,780943 mg/m3 = 10.485.970,22 mg

11

BAB IV
ANALISA

Sumber daya bahan galian dapat digambarkan dalam isi (volume) atau
berat (tonase). Oleh karena itu sebelum menghitung sumber daya harus terlebih
dahulu diketahui parameter estimasi sumber daya seperti bentuk dan dimensi
tubuh bijih baik panjang, lebar dan tebal, berat jenis dan kadar bahan
berharganya.
Sumber daya mineral (tonase) bijih yang bentuknya relatif beraturan dan
merata sebaran komponen berharganya, dapat diestimasikan dengan cara
mengalikan volume dengan ketebalan rata-rata, berat jenis rata-rata dan kadar
rata-rata. Untuk itu diperlukan angka (nilai) rata-rata dari beberapa parameter
estimasi sumber daya seperti ketebalan, berat jenis dan bobot. Dan salah satu
cara yang digunakan adalah dengan metoda aritmatika, dimana nilai rata-rata
yang penentuannya tidak mempertimbangkan faktor lain seperti ketebalan, berat
jenis dan lainnya. Faktor lain itu tidak diperhitungkan karena nilai variasinya tidak
besar (homogen).
Sedangkan untuk dapat menghitung kadarnya bisa kita lakukan beberapa
cara diantaranya adalah dengan metode kontur dan metode penampang. Metode
kontur (isoline), pada dasarnya penghitungan sumber daya dengan cara ini
dilakukan seperti dalam model kerucut terpancung. Cara ini sangat baik untuk
menghitung sumber daya bijih yang berbentuk gunung (kerucut). Alasnya
merupakan kontur bagian bawah, sedangkan atasnya merupakan kontur sebelah
atasnya. Metoda penampang terutama digunakan untuk menghitung sumber
daya tubuh bijih yang diselidiki dengan pola/desain eksplorasi berbentuk
segiempat panjang atau mengikuti pola lintasan tertentu.
Dari hasil perhitungan daerah 3 didapatkan yaitu

Keterangan
Luas daerah (m2)
Volume (m3)
Tonasse (mg)

Metode Penampang
1832
34200
10.447.948,3

11

Metode Kontur
41600
34292,425
10.485.970,22

BAB V
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil praktikum estimasi SDM dapat diketahui beberapa


faktor yang dapat menentukan kelayakan atau tidaknya suatu sumber daya untuk
dapat ditambang. Estimasi sumber daya mineral ini merupakan suatu kegiatan
yang dilakukan pada saat melakukan eksplorasi terhadap bahan galian yang
ditemukan

dengan

tujuan

untuk

mengkaji

terhadap

bentuk,

sebaran,

kemenerusan, dimensi dan mutu endapan bahan galian serta memperkirakan


besarnya volume atau tonase endapan bahan galian sesuai dengan tahap
penyelidikan dan memperkirakan nilai ekonominya dengan akurat sehingga layak
untuk ditambang.
Dari hasil perhitungan estimasi sumber daya bahan galian dengan
metode penampang, diperoleh tonasse 10.447.948,3 mg dan tonasse metode
kontur didapatkan 10.485.970,22 mg. Dari hasil kedua perhitungan tonasse tidak
terdapat perbedaan yang jauh.

11