Anda di halaman 1dari 29

LAMPIRAN NERACA MASSA

Bahan baku

: Sulfur (S), Oksigen (O2), dan Air (H2O)

Produk

: Asam Sulfat (H2SO4) 98%

Kapasitas Produksi

: 325.000 ton/tahun

Operasi

: 330 hari/tahun

Basis Perhitungan

: 1 jam operasi

Satuan Massa

: Kg (kilogram)

Kapasitas Produksi

325.000

ton
1 tahun 1 hari 1.000 kg
x
x
x
tahun 330 hari 24 jam
1 ton

41.035,35

kg
jam

A. Produk
Kemurnian Asam Sulfat 98 % (Patent No. US 2013/0336876 A1, Hal 12).
1 H2SO4

= 98% x 41.035,35 kg
= 40.214,64 kg

2 H2O

= 2 % x 41.035,35 kg
= 820,71 kg

B. Bahan Baku
1. Sulfur
Kemurnian Sulfur 99.999% (www.chem-is-try.org, 2014)

Massa sulfur murni = 99.999% x 13.157,76 kg


= 13.157,63 kg
Massa H2O
= 0,001% x 13.157,76 kg
= 0,13 kg

Untuk mencapai kapasitas produksi sebesar 325.000 ton/tahun, maka


dibutuhkan bahan baku dengan perbandingan rasio massa sulfur murni dan
oksigen sebesar 1 : 2,1, dimana massa sulfur murni sebesar 13.157,63 kg dan
oksigen sebesar 27.631,02 kg. (Patent No. US 2013/0336876 A1, Hal 13).
2. Udara

Universitas Pamulang

Persentase udara terdiri dari 21% Oksigen dan 79% Nitrogen


O2
= 27.631,02 kg
N2
= 90.952,11 kg
C. Neraca Massa Alat
1. Crusher
Fungsi: Untuk memperkecil ukuran size dari bongkahan sulfur menjadi
berukuran 2 ( Patent US US 2014/0045129 A1, Hal 3)
Bongkahan sulfur

CRUSHER

Sulfur ukuran 2

Input
Massa sulfur yang dibutuhkan = 13.157,79 kg
Massa sulfur murni

= 99,999 % x 13.157,79 kg
= 13.157,63 kg

Massa H2O

= 0,001 % x 13.157,79
= 0,13 kg

Output
Karena pada Crusher tidak terjadi reaksi melainkan hanya
pengurangan ukuran dari sulfur, maka nilai input sama dengan nilai output.
Massa sulfur total

= 13.157,79 kg

Massa sulfur murni

= 99,999 % x 13.157,79 kg
= 13.157,63 kg

Massa H2O

= 0,001% x 13.157,79 kg
= 0,13 kg

Neraca massa

Universitas Pamulang

Komponen
S
H2O
Total

Input (kg)

Output (kg)

13.157,63
0,13
13.157,79

13.157,63
0,13
13.157,79

2. Belt Conveyor
Fungsi : Untuk mengalirkan sulfur yang sudah di perkecil ukurannya masuk ke
dalam Hopper.
Sulfur (s)

Belt Conveyor

Sulfur (s)

Input
Input dari Belt Conveyor adalah hasil output Crusher.

Massa sulfur murni

= 13.157,63 kg

Massa H2O

= 0,13 kg

Output
Karena di Belt Conveyor hanya mengalirkan sulfur ke Hopper dan
tidak terjadi reaksi ataupun pengurangan dan penambahan maka komponen
dan massa output Belt Conveyor sama dengan massa input Belt Conveyor.

Massa sulfur murni

= 13.157,63 kg

Massa H2O

= 0,13 kg

Neraca massa Belt Conveyor

Komponen

Input (kg)

Output (kg)

S
H2O
Total

13.157,63
0,13
13.157,79

13.157,63
0,13
13.157,79

3. Hopper
Fungsi : Untuk tempat penyimpanan sementara sulfur sebelum masuk ke
Melter.

Universitas Pamulang

Sulfur (s)
HOPPER
Sulfur (s)

Input
Input dari Hopper adalah output Belt Conveyor.

Massa sulfur murni

= 13.157,63 kg

Massa H2O

= 0,13 kg

Output
Karena di Hopper hanya menyimpan sulfur sebelum masuk ke
Melter maka tidak terjadi reaksi ataupun pengurangan dan penambahan
komponen dan massa output Hopper sama dengan massa input Hopper.

Massa sulfur murni

= 13.157,63 kg

Massa H2O

= 0,13 kg

Neraca massa Belt Conveyor

Komponen

Input (kg)

Output (kg)

S
H2O
Total

13.157,63
0,13
13.157,79

13.157,63
0,13
13.157,79

4. Melter
Fungsi : Melelehkan sulfur solid menjadi sulfur liquid.
Sulfur (s) (Arus 1)

Sulfur (l) (Arus 2)

Sulfur (l) (Arus 4)

H2O (g) (Arus 3)


MELTER

Sulfur (s) yang masuk ke melter adalah output hopper


Perhitungan massa sulfur start up :
Massa total sulfur input

= 13.157,79 kg

Massa sulfur murni input

= 13.157,63 kg

Universitas Pamulang

Massa H2O input

= 0,13 kg,

Pada melter kandungan air pada sulfur teruapkan karena suhu operasi
melter sebesar 170oC yang telah melebihi titik didih air. Pada saat start up
sulfur solid yang masuk ke dalam melter dilelehkan menggunakan steam.
Namun setelah proses berjalan continue maka pemanasan untuk pelelehan
sulfur selanjutnya menggunakan sulfur liquid yang berasal dari pelelehan
sebelumnya.
Perbandingan rasio massa sulfur solid dan sulfur liquid yang masuk ke
melter sebesar 1 : 2. Untuk menghasilkan massa sulfur liquid yang digunakan
sebagai pemanas maka pada saat start up, valve yang berada diantara pipa
aliran output melter menuju burner ditutup selama 2 jam agar menghasilkan
sulfur liquid murni, selanjutnya akan di recycle kembali ke melter namun
sebelumnya melewati HE untuk meningkatkan panas sulfur liquid agar sesuai
dengan kondisi operasi melter.
Perhitungan proses continue
Asumsi melter mampu melelehkan semua sulfur solid menjadi sulfur
liquid.

Input Melter
Massa sulfur yang dibutuhkan

= 13.157,79 kg

Massa sulfur murni

= 99,999 % x 13.157,79 kg
= 13.157,63 kg

Massa H2O

= 0,001% x 13.157,79 kg
= 0,13 kg

Sulfur (l) yang masuk ke Melter dari HE adalah sebesar 26.315,26


kg. Rasio Sulfur (s) dan Sulfur (l) yang masuk ke Melter adalah 1:2.

Total massa sulfur input

= 13.157,63 kg + 26.315,26 kg

Massa air input

= 0,13 kg

Total input

= 39.473,02 kg

Output Melter
Massa sulfur (l) output

= 39.472,89 kg.

Massa H2O output

= 0,13 kg

Total output

= 39.473,02 kg

Universitas Pamulang

Neraca massa

Komponen
S (s)
S (l)
H2O
Subtotal
Total

Input (kg)
Arus 1

Output (kg)

Arus 2

Arus 3

13.157,63
0,000
0,000
26.315,26
0,13
0,000
13.157,76 26.315,26
39.473,02

Arus 4

0,000
0,000
0,000
39.472,89
0,13
0,000
0,13
39.472,89
39.473,02

5. Collection Tank
Fungsi : Untuk menampung sulfur (l) dari melter dan membagi aliran sulfur
ke HE dan Burner.
Sulfur(l) (Arus 4)
Sulfur(l) ke HE
(Arus 2)

Sulfur(l) ke Burner
(Arus 6)

COLLECTION
TANK

Rasio sulfur(l) yang masuk ke Burner dan sulfur yang di recycle ke Melter
adalah 1:2 (Patent US 2014/0045129 A1).

Input
Massa sulfur(l)

= 39.472,89 kg.

Total input

= 39.473,02 kg

Output
Massa sulfur(l) masuk Burner

1
3

x 39.472,89 kg

= 13.157,63 kg
Massa sulfur masuk HE

= 39.472,89 kg 13.157,63 kg
= 26.315,26 kg.

Total output

Neraca massa

Komponen
S(l)
Total

= 39.473,02 kg

Input (kg)
Arus 4
39.472,89
39.472,89

Output (kg)
Arus 6
Arus 2
13.157,63
26.315,26
39.472,89
Universitas Pamulang

6. Heat Exchanger
Fungsi : Untuk menaikkan temperatur sulfur liquid agar dapat melelehkan
sulfur padat.
Sulfur(l) (Arus 2)

HEAT EXCHANGER
Sulfur(l) (Arus 2)
Karena hanya terjadi kenaikan temperatur dan tidak terjadi reaksi ataupun
penambahan sulfur(l), jadi massa komponen sulfur input sama dengan massa
sulfur output.
Neraca Massa
Komponen
S(l)
Total

Input (kg)

Output (kg)

Arus 2
26.315,26
26.315,26

Arus 2
26.315,26
26.315,26

7. Burner
Fungsi
:

Membakar sulfur dengan oksigen untuk menghasilkan gas SO2


Sulfur yang masuk ke burner terbakar sempurna menghasilkan SO2.
Sulfur(l) (Arus 5)

SO2(g), N2(g), O2(g)


BURNER

Udara kering(g) (Arus 6)

(Arus 7)

Input Burner
Arus 5
Massa sulfur

= 13.157,63 kg

Mol sulfur

13.157,63 kg
32 kg /kmol

= 411,176 kmol
Universitas Pamulang

Arus 6
Massa O2

= 2,1 x massa sulfur input


= 2,1 x 13.157,63 kg
= 27.631,02 kg

Mol O2

27.631,02 kg
32 kg /kmol

= 863,469 kmol
Mol udara x 21%

= Mol oksigen

Mol udara

863,469 kmol
0,21

= 4.111,759 kmol
Mol N2

= 79 % x Mol udara
= 79 % x 4.111,759 kmol
= 3.248,290 kmol

Massa N2

3.248,29 0 kmol x 28

kg
kmol

= 90.952,11 kg
Total input

Reaksi di Burner
Mula-mula
Reaksi

= 131.740,76 kg

Setimbang
Output Burner

S
411,176
411,176

Mol O2

= 452,293 kmol

Massa O2

O2
863,469
411,176

SO2
0
411,176

452,293

411,176

452,293 kmol x 32

kg
kmol

= 14.473,391 kg
Massa N2

= 90.952,11 kg

Mol SO2

= 411,176 kmol

Massa SO2

411,176 kmol x 64

kg
kmol

Universitas Pamulang

= 26.315,257 kg
Total output

= 131.740,76 kg

Neraca Massa Burner

Komponen
S
O2
SO2
N2
Subtotal
Total

Input (kg)

Output (kg)

Arus 6
Arus 5
13.157,63
0,000
0,000
27.631,02
0,000
0,000
0,000
90.952,11
13.157,63
118.583,13
131.740,76

Arus 7
0,000
14.473,39
26.315,26
90.952,11
131.740,76
131.740,76

8. Konverter
Fungsi : Mereaksikan SO2 dengan O2 agar terkonversi menjadi SO3
a. Konverter (Bed 1)
SO2, O2, N2 (Arus 7)

Converter
Bed 1

SO3, SO2, O2, N2 (Arus 8)

Keluaran dari Burner masuk ke Converter Bed 1. SO2 input bed 1


sebesar 10% dari massa total dan output SO2 di bed 1 sebesar 3,7% dari
massa total. (US 2013/0336876 A1, Hal 13)

Input Bed 1
Massa O2

= 14.473,391 kg

Mol O2

= 452,293 kmol

Massa SO2

= 26.315,257 kg

Mol SO2

= 411,176 kmol

Massa N2 masuk

= 90.952,11 kg

Reaksi di Bed 1
Mula-mula
Reaksi

SO2
411,176
263,564

Setimbang

147,612

O2
452,293
131,782

SO3
0
263,564

320,511

263,564

Universitas Pamulang

Output Bed 1
Mol O2
Massa O2

= 320,511 kmol
=

320,511 kmol x 32

kg
kmol

= 10.256,37 kg
Mol SO2

= 147,612 kmol

Massa SO2

147,612 kmol x 64

kg
kmol

= 9.447,18 kg
Mol SO3

= 263,564 kmol

Massa SO3

= 263,564 kmol x

80

kg
kmol

= 21.085,10 kg
Massa N2

= 90.952,11 kg

Neraca Massa Bed 1


Komponen
SO2
O2
SO3
N2
Total

Input ( kg )

Output ( kg )

Arus 7
26.315,26
14.473,39
0,000
90.952,11
131.740,76

Arus 8
9.447,18
10.256,37
21.085,10
90.952,11
131.740,76

b. Konverter (Bed 2)
SO3(g), SO2(g), O2(g), N2(g)
(Arus 8)

Converter
Bed 2

SO3(g),SO2(g),O2(g),N2(g)
(Arus 9)

Keluaran dari Converter Bed 1 masuk ke Converter Bed 2. SO 2 input


bed 2 sebesar 3,7% dari massa total dan output SO2 dari bed 2 sebesar 1,1 %
dari massa total. (US 2013/0336876 A1, Hal 13)

Input Bed 2
Massa O2

= 10.256,37 kg

Universitas Pamulang

Mol O2

= 320,511 kmol

Massa SO2

= 9.447,18 kg

Mol SO2

= 147,612 kmol

Massa SO3

= 21.085,10 kg

Mol SO3

= 263,564 kmol

Massa N2

= 90.952,11 kg

Total input

= 131.740,76 kg

Reaksi di Bed 2
Mula-mula
Reaksi

SO2 (g)
147,612
106,083

Setimbang
Output Bed 2

41,529

Mol O2

O2(g)
320,512
53,042

SO3(g)
263,564
106,083

267,470

369,647

= 267,470 kmol

Massa O2

267,470 kmol x 32

kg
kmol

= 8.559,04 kg
Mol SO2

= 41,529 kmol

Massa SO2

41,529 kmol x 64

kg
kmol

= 2.657,84 kg
Mol SO3

= 369,647 kmol

Massa SO3

= 369,647 kmol x 80 kg / kmol


= 29.571,77 kg

Massa N2

= 90.952,11 kg

Total output

= 131.740,76 kg

Neraca Massa Bed 2


Komponen
SO2
O2
SO3
N2

Input ( kg )

Output ( kg )

Arus 8
9.447,18
10.256,37
21.085,10
90.952,11

Arus 9
2.657,84
8.559,04
29.571,77
90.952,11

Universitas Pamulang

Total

131.740,76

131.740,76

c. Konverter (Bed 3)
SO3(g), SO2(g), O2(g), N2(g),

SO3(g), SO2(g), O2(g), N2(g),

Converter
Bed 3

(Arus 9)

(Arus 10)

SO2 input bed 2 sebesar 1,1 % dari massa total dan output SO2 di bed 2
sebesar 0,34 % dari massa total. Keluaran dari Converter Bed 3 masuk ke
Absorber 1. (US 2013/0336876 A1, Hal 13)

Input Bed 3
Massa O2
Mol O2
Massa SO2
Mol SO2
Massa SO3
Mol SO3
Massa N2
Reaksi di Bed 3
Mula-mula
Reaksi

Setimbang
Output Bed 3
Mol O2

= 8.559,04 kg
= 267,470 kmol
= 2.657,84 kg
= 41,529 kmol
= 29.571,77 kg
= 369,647 kmol
= 90.51,11 kg
SO2(g)
41,53
28,37
13,16

Massa O2
Mol SO2
Massa SO2
Mol SO3
Massa SO3

Massa N2
Neraca Massa Bed 3
Komponen

O2(g)
267,47
14,19

SO3(g)
369,65
28,37

253,28

398,02

= 253,28 kmol
=

253,28 kmol x 32

kg
kmol

= 8.105,10 kg
= 13,16 kmol
=

13,16 kmol x 64

kg
kmol

= 842,09 kg
= 398,02kmol
=

398,018 kmol x 80

kg
kmol

= 31.841,46 kg
= 90.952,11 kg
Input ( kg )

Output ( kg )

Universitas Pamulang

Arus 9
2.657,84
8.559,04
29.571,77
90.952,11
131.740,76

SO2
O2
SO3
N2
Total

Arus 10
842,09
8.105,10
31.841,46
90.952,11
131.740,76

9. Absorber 1
Fungsi : Menyerap

gas

SO3

menggunakan

absorben

H2SO4

untuk

menghasilkan oleum (H2SO4. SO3)


SO3(g), SO2(g), O2(g), N2(g) (Arus 13)
SO3(g), SO2(g), O2(g), N2(g)

ABSORBER 1

(Arus 10)

H2SO4(l)
(Arus 11)

H2SO4. SO3(aq) dan H2O(aq) (Arus 12)

Input Absorber 1
Massa O2
Mol O2
Massa SO2
Massa SO3
Mol SO3
Massa N2
Massa Larutan H2SO4
Massa H2SO4 murni

Mol H2SO4 murni

Massa H2O

= 8.105,10 kg
= 253,284 kmol
= 842,09 kg
= 31.841,46 kg
= 398,018 kmol
= 90.952,11 kg
= 39.801,83 kg
= 98% x 39.801,3 kg
= 39.005,79 kg
39.005,79 kg
kg
=
98
kmol
= 398,018 kmol
= 2% x 39.801,3 kg
= 796,04 kg

Reaksi di Absorber 1
Seluruh SO3 terabsorbsi oleh H2SO4 membentuk oleum (H2SO4.
SO3). Sedangkan SO2 , O2 dan N2 tidak terabsorbsi oleh H2SO4 sehingga
menjadi top produk Absorber yang akan menuju bed 4. (US Patent No.
4.654.205, Hal. 8)
Universitas Pamulang

Mula-mula
Reaksi

SO3(g)
398,018
398,018

Setimbang
0
Output Absorber 1
Arus 12
Massa H2O
Mol H2SO4. SO3

H2SO4(aq)
398,018
398,018

H2SO4. SO3(aq)
0
398,018

398,018

= 796,04 kg
= 398,018 kmol

Massa H2SO4. SO3 =

398,284 kmol x 178

kg
kmol

= 70.847,25 kg
Arus 13
Mol SO2

= 842,088 kmol

Massa SO2

kg
kmol

= 842,088 kg
= 253,284 kmol

Mol O2
Massa O2

13,158 kmol x 64

253,284 kmol x 32

kg
kmol

= 8.105,10 kg
Massa N2
= 90.952,11 kg
Neraca Massa Absorber 1
Komponen

Input ( kg )
Arus 11
Arus 10

SO3
H2SO4
H2SO4. SO3
H2O
SO2
O2
N2
Subtotal
Total

31.841,46
0,000
0,000
39.005,79
0,000
0,000
0,000
796,04
842,09
0,000
8.105,10
0,000
90.952,11
0,000
131.740,76
39.005,79
171.542,59

Output ( kg )
Arus 12
Arus 13
0,000
0,000
0,000
0,000
70.847,25
0,000
796,04
0,000
0,000
842,09
0,000
8.105,10
0,000
90.952,11
71.643,29
99.899,30
171.542,59

10. Konverter ( Bed 4 )


Fungsi : Mereaksikan SO2 dengan O2 agar terkonversi menjadi SO3. Top
produk dari Absorber 1 masuk ke Converter Bed 4.
SO2(g), O2(g), N2(g)

Converter
Bed 4

SO3(g), SO2(g), O2(g), N2(g)

Universitas Pamulang

(Aliran 8)

( Aliran 10 )

Input Bed 4
Mol SO2
= 13,158 kmol
Massa SO2
= 842,09 kg
Mol O2
= 253,284 kmol
Massa O2
= 8.105,10 kg
Massa N2
= 90.952,11 kg
Reaksi di Bed 4
SO2 terkonversi menjadi SO3 sehingga konsentrasi SO2 pada output
bed 4 ialah sebesar 0,02% dari massa total aliran masuk. (US 2013/0336876
A1, Hal 13)
Mol SO2 sisa

= 0,02% x 411,18 kmol


= 0,082 kmol

Reaksi :
Mula-mula

SO2(g)
13,15

Reaksi

8
12,33

O2(g)
253,284

SO3(g)
0

6,167

12,335

247,117

12,335

Setimbang 0,823
Output Bed 4
Mol O2
Massa O2

= 247,117 kmol
= 24

7,117 kmol x 32

kg
kmol

= 7.907,74 kg
Mol SO2
Massa SO2

= 0,823 kmol
=

0,823 kmol x 64

kg
kmol

= 52,63 kg
Mol SO3
Massa SO3

= 12,335 kmol
=

12,335 kmol x 80

kg
kmol

= 986,82 kg

Massa N2
Neraca Massa Bed 4

= 90.952,11 kg

Universitas Pamulang

Komponen
SO2
O2
SO3
N2
Total

Input ( kg )

Output ( kg )

Arus 13
842,09
8.105,10
0,000
90.952,11
99.899,30

Arus 14
52,63
7.907,74
986,82
90.952,11
99.899,30

11. Absorber 2
Fungsi : menyerap gas SO3 untuk menghasilkan oleum (H2SO4. SO3)
SO2(g), O2(g), N2(g) (Aliran 12)
SO3(g), SO2(g), O2(g), N2(g)
(Aliran 10)

ABSORBER 2

H2SO4(aq)
(Aliran 11)

H2SO4. SO3(aq) dan H2O(aq) (Aliran 13)

Input Absorber 2
Mol O2
Massa O2
Mol SO2
Massa SO2
Mol SO3
Massa SO3
Massa N2
Massa larutan H2SO4
Massa H2SO4 murni

= 247,117 kmol
= 7.907,74 kg
= 0,823 kmol
= 52,63 kg
= 12,335 kmol
= 986,82 kg
= 90.952,11 kg
= 1.233,53 kg
= 98 % x 1.233,53 kg
= 1.208,86 kg

Mol H2SO4

1.208,86 kg
98 kg / kmol

= 12,335 kmol
Massa H2O

= 2 % x 1.233,53 kg
= 24,67 kg

Total input

= 101.132,83

Reaksi di Absorber 2

Universitas Pamulang

Di Absorber 2 SO3 terkonversi 100% membentuk oleum (H2SO4.


SO3). (US Patent No. 4.654.205, Hal. 8)
Reaksi :
Mula-mula
Reaksi

SO3(g)
12,335
12,335

H2SO4(aq)
12,335
12,335

H2SO4. SO3(aq)
0
12,335

12,335

Setimbang
0
Output Absorber 2

SO2 dan O2 tidak terabsorbsi oleh H2SO4.


Arus 16
Mol O2
Massa O2

= 247,116 kmol
=

247,116 kmol x 32

kg
kmol

= 7.907,74 kg
Mol SO2
Massa SO2

= 0,822 kmol
= 0,822 kmol x

64

kg
kmol

= 52,63 kg
Massa N2

= 90.952,11 kg

Arus 17
Mol H2SO4. SO3

= 12,335 kmol

Massa H2SO4. SO3 = 12,335 kmol x

178

kg
kmol

= 2.195,68 kg

Massa H2O

= 24,67 kg

Total output

= 101.132,83

Neraca Massa Absorber 2

Komponen

Input ( kg )
Arus 15
Arus 14

SO3
H2SO4
H2SO4. SO3
H2O
SO2
O2
N2
Subtotal
Total

986,82
0,000
0,000
1.208,86
0,000
0,000
0,000
24,67
52,63
0,000
7.907,74
0,000
90.952,11
0,000
99.899,30
1.233,53
101.132,83

Output ( kg )
Aliran 17
Arus 16
0,000
0,000
0,000
0,000
12. Oleum
2.195,68
0,000
Tank
0,000
24,67
52,63
0,000
7.907,74
0,000
90.952,11
0,000
98.912,48
2.220,35
Universitas Pamulang
101.132,83

Fungsi : Untuk menampung oleum ( H2SO4. SO3 ) hasil dari absorber 1 dan
absorber 2 sebelum direaksikan dengan air ( H 2O ) di tangki
pengaduk.
H2SO4. SO3(aq) & H2O(aq)

H2SO4. SO3(aq) & H2O(aq)

(Arus 12)

(Arus 17)
OLEUM TANK

H2SO4. SO3(aq) & H2O(aq) ke Agitation Tank (Arus 18 )

Input Oleum Tank


Arus 12
Massa H2SO4.SO3 = 70.847,25 kg
Mol H2SO4. SO3
= 398,018 kmol
Massa H2O
= 796,04 kg
796,04 kg
Mol H2O
= 18 kg
kmol
= 44,224 kmol
Arus 13
Massa H2SO4.SO3 = 2.195,68 kg
Mol H2SO4. SO3
= 12,335 kmol
Massa H2O
= 796,04 kg
24,67 kg
Mol H2O
= 18 kg
kmol
= 1,371 kmol
Total oleum (H2SO4.SO3) yang masuk ke Oleum Tank adalah
sebesar 73.863,64 kg.
Total massa H2SO4.SO3 = 70.847,25 kg + 2.195,68 kg
= 73.042,93 kg
Total massa H2O

= 796,04 kg + 24,67 kg

Universitas Pamulang

= 820,71 kg
Total input

= 73.863,64 kg

Output Oleum Tank


Massa H2SO4.SO3 = 73.042,93 kg.
Massa H2O
= 820,71 kg
Total output

= 73.863,64 kg

Dikarenakan di Oleum Tank tidak terjadi reaksi, maka komposisi


oleum ( H2SO4. SO3 ) dan H2O yang terdapat pada output Oleum Tank (arus
18) adalah sama dengan komposisi inputnya (arus 12 dan arus 170).

Neraca Massa Oleum Tank


Komponen

Input ( kg )
Arus 17
Arus 12

H2SO4. SO3
H2O
Subtotal
Total

70.847,25
2.195,68
796,04
24,67
71.643,29
2.220,35
73.863,64

Output ( kg )
Arus 18
73.042,93
820,71
73.863,64
73.863,64

13. Drying Tower


Fungsi : Untuk menyerap kandungan uap air (H2O) di udara sehingga
dihasilkan udara kering yang akan direaksikan dengan sulfur cair
di dalam burner. Udara lembab yang diambil dari lingkungan akan
disemprotkan dengan H2SO4 yang bertindak sebagai pengabsorp
uap air.
H2SO4 98%(aq) (Arus 21)

Udara lembab(g)

Drying Tower

(Arus 22)

Udara kering
(Arus 5)

H2SO4 93%(aq) (Arus 23)


T = 29oC
Dari psikometri chart
Relative humidity : 80%

Universitas Pamulang

Humid volume : 0,024


(Treybal, 1987 Hal 232)
Dry air yang masuk ke Burner sebanyak = 118.583,13 kg
Kandungan air ( water moisture) dalam udara adalah
= 0,024 x 118.583,13 kg
= 2.846,00 kg
Pada Drying Tower kandungan air pada udara lembab terserap sempurna oleh
asam sulfat 98% sehingga tidak ada lagi kandungan air pada dry gas yang
masuk ke burner.
( Dunia Kimia Utama )
Asumsi :
Diinginkan H2SO4 output Drying Tower memiliki kadar kemurnian 93%
Massa H2SO4 98% yang dibutuhkan sebanyak X
Neraca massa komponen H2SO4 :
98% X

= ( x + 2.846,00 kg ) 93%

0,98 X

= 0,93 x + 2.646,78 kg

0,98 X - 0,93 X = 2.646,78 kg

0,05 X

= 2.646,78 kg

= 52.935,51 kg

2.646,78 kg
0,05

Input Drying Tower


Arus 21
Massa H2SO4

= 98 % x 52.935,51 kg
= 51.876,80 kg

Mol H2SO4

51.876,80 kg
kg
98
kmol

= 529,355 kmol
Massa H2O

= 0,2% x 52.935,51 kg
= 1.058,71 kg

Universitas Pamulang

Mol H2O

1.058,71 kg
kg
18
kmol

= 58,817 kmol
Arus 22
Total kebutuhan udara kering yang diperlukan untuk membakar sulfur di
burner sebesar 118.583,13 kg. Fraksi udara kering terdiri dari 21% O 2 dan
79% N2.
Massa molekul relatif udara diketahui sebesar 28,84.
Mol udara kering

118.583,13 kg
kg
28,84
kmol

= 4.111,758 kmol
Mol O2

= 21% x 4.111,758 kmol


= 863,469 kmol

Massa O2

863,469 kmol x 32

kg
kmol

= 27.631,02 kg
Mol N2

= 79% x 4.111,758 kmol


= 3.248,290 kmol

Massa N2

= 3.2

48,290 kmol x 28

kg
kmol

= 90.952,11 kg

Massa H2O

= 2.846,00 kg

Total input

= 174.364,64

Output Drying Tower


Arus 5
Output merupakan hasil absorpsi udara lembab dengan H 2SO4 sehingga
molekul uap air terabsorp oleh H 2SO4 dan dihasilkan udara kering yang
terdiri dari O2 dan N2 dengan nilai komposisi seperti pada input (arus 23)
Mol O2
= 863,469 kmol
Massa O2
= 27.631,02 kg
Mol N2
= 3.248,290 kmol
Universitas Pamulang

Massa N2
= 90.952,11 kg
Arus 23
Massa larutan H2SO4
= X kg + 2.846,00 kg
= 52.935,51 kg + 2.846,00 kg
= 55.781,51 kg
Massa H2SO4 murni

= 93% x 55.781,51 kg
= 51.876,80 kg

Massa H2O

= 7% x 55.781,51 kg
= 3.904,71 kg

Total output

= 174.364,64

Neraca Massa Drying Tower


Kompone
n
H2O
H2SO4
O2
N2
Subtotal
Total

Input (kg)
Arus 22
Arus 21

Output (kg)
Arus 5
Arus 23

1.058,71
2.846,00
51.876,80
0,000
0,000
27.631,02
0,000
90.952,11
52.935,51
121.429,13
174.364,64

3.904,71
0,000
51.876,80
0,000
0,000
27.631,02
0,000
90.952,11
55.781,51
118.83,13
174.364,64

14. Agitation Tank


Fungsi : Untuk mereaksikan Oleum (H2SO4. SO3 ) dengan air menghasilkan
Asam Sulfat (H2SO4) dan untuk pencampuran awal seluruh Asam
Sulfat dengan air (H2O) sebelum pencampuran di dalam Mixer Tank.
H2SO4. SO3 (aq) dan H2O aq)

H2SO4(aq) dan H2O(aq)

(arus 18)

(arus 23)

H2SO4 98%(aq)
(arus 19)

AGITATION
TANK

H2O(l)
(arus 24)

Input Agitation Tank


Arus 18
Massa H2SO4. SO3 = 73.042,93 kg

Universitas Pamulang

Mol H2SO4.SO3

Massa H2O
Mol H2O

73.042,93 kg
kg
178
kmol

= 410,354 kmol
= 820,71 kg
820,71kg
= 18 kg
kmol
= 45,595 kmol

Arus 23
Massa H2SO4
Mol H2SO4

Massa H2O
Mol H2O

= 51.876,80 kg
51.876,80 kg
kg
=
98
kmol
= 529,355 kmol
= 3.904,71 kg
3.904,71 kg
kg
=
18
kmol
= 216,928 kmol

Arus 24
H2O yang mengalir pada arus 24 merupakan jumlah dari kebutuhan H2O
untuk mengencerkan oleum menjadi H2SO4 dan untuk menghasilkan H2SO4
dengan kadar 98%. Banyaknya H2O pada arus 24 dihitung dengan
mengetahui kebutuhan H2O pada reaksi pengenceran oleum di Agitation
Tank.

Reaksi di Agitation Tank


Konversi : semua oleum habis bereksi membentuk asam sulfat
(US 2013/0336876 A1, Hal 17)
Reaksi pengenceran oleum :
H2SO4.SO3(aq)
410,354
Dari reaksi :

H2O(l)
410,354

2H2SO4(l)
410,354

Mol H2SO4.SO3 yang diencerkan = 410,354 kmol


Mol H2SO4 yang dihasilkan= 820,707 kmol

Universitas Pamulang

Massa H2SO4 yang dihasilkan

= 820,707 kmol x 98

kg
kmol

= 80.429,29 kg
Mol kebutuhan H2O reaksi

= 410,354 kmol

Massa kebutuhan H2O reaksi

= 410,354 kmol x 18

kg
kmol

= 7.386,36 kg
Total H2SO4

= 51.876,80 kg + 80.429,29 kg
= 132.306,09 kg

Diinginkan kadar H2SO4 hasil dari Agitation Tank sebesar 98%,


maka dengan H2SO4 di dalamnya sebanyak 132.306,09 kg akan dibutuhkan
H2O sebesar :
Massa kebutuhan H2O larutan

132 .306,09 kg
x2
98

= 2.700,13 kg
Total kebutuhan H2O

= 7.386,36 kg + 2.700,13 kg
= 10.086,49 kg

Total H2O arus 18 dan 23

= 820,71 kg + 3.904,71 kg
= 4.725,42

Kebutuhan H2O pada arus 24

= 10.086,49 kg 4.725,42 kg
= 5.361,07 kg

Jadi, dibutuhkan aliran H2O tambahan sebanyak 5.361,07 kg


melalui arus 24 untuk melengkapi kebutuhan H2O untuk reaksi pengenceran
oleum dan untuk mengkondisikan konsentrasi H2SO4 yang dihasilkan
sebesar 98%.
Total input

= 135.006,23 kg

Output Agitation Tank


Hasil Agitation Tank berupa larutan H2SO4 98% akan dialirkan melalui arus
20 ke Mixer Tank dengan komposisi sebagai berikut :
H2SO4
H2O

132.306,09 kg
=10.086,49 kg 7.386,36 kg
= 2.700,13 kg
=

Universitas Pamulang

Total output

= 135.006,22 kg

Neraca Massa Agitation Tank


Komponen

Arus 18
73.042,93
820,71
0,000
73.863,64

H2SO4. SO3
H2O
H2SO4
Subtotal
Total

Input (kg)
Arus 23

Arus 24
0,000
5.361,07
0,000
5.361,07

0,000
3.904,71
51.876,80
55.781,51
135.006,22

Arus 19
0,000
2.700,13 kg
132.306,09 kg
135.006,22
135.006,22

15. Storage Tank


Fungsi :Untuk menyimpan hasil H2SO4 98% , sebagian digunakan untuk
proses

produksi dan sebagiannya lagi dikemas untuk kemudian

dipasarkan.
H2SO4(aq) (arus 23)

H2SO4(aq) ke absorber 1
(arus 11)

H2SO4(aq) ke absorber 2

STORAGE

(arus 15)

H2SO4(aq) ke drying tower H2SO4(aq) produk


(arus 21)

(arus 20)

Input Storage Tank


Massa larutan H2SO4 98% = 135.006,22kg
Massa H2SO4 murni
= 98% x 135.006,22 kg
= 132.306,10 kg
Massa H2O

= 2% x 135.006,22 kg
= 2.700,12 kg

Total input

= 135.006,22 kg

Output Storage Tank


Arus 11
Massa larutan H2SO4 98% = 39.801,83 kg

Universitas Pamulang

Massa H2SO4 murni

= 98% x 39.801,83 kg
= 39.005,79 kg

Massa H2O

= 2% x 39.801,83 kg
= 796,04 kg

Arus 15
Massa larutan H2SO4 98% = 1.233,53kg
Massa H2SO4 murni
= 98% x 1.233,53 kg
= 1.208,86 kg
Massa H2O

= 2% x 1.233,53 kg
= 24,67 kg

Arus 20
Massa larutan H2SO4 98% = 41.035,35 kg
Massa H2SO4 murni
= 98% x 41.035,35 kg
= 40.214,64 kg
Massa H2O

= 2% x 41.035,35 kg
= 820,71 kg

Arus 21
Massa larutan H2SO4 98% = 52.935,51 kg
Massa H2SO4 murni
= 98% x 52.935,51kg
= 51.876,80 kg
Massa H2O

= 2% x 52.935,51kg
= 1.058,71 kg

Total output

= 135.006,22 kg

Neraca Massa Storage Tank


Komponen
H2O
H2SO4
Subtotal
Total

Input (kg)

Output (kg)

Arus 23
2.700,12
132.306,1

Arus 11
796,04
39.005,7

Arus 15
24,67
1.208,8

Arus 20
820,71
40.214,6

Arus 21
1.058,71
51.876,8

0
135.006,2

9
39.801,8

6
1.233,5

4
41.035,3

0
52.935,5

2
135.006,2

135.006,22

Universitas Pamulang

D. Neraca Massa Total


1. Aliran Umpan (Feed)
Aliran umpan yang masuk ke dalam sistem terdiri dari 3 arus sebagai
berikut :

Arus 1
Besar aliran massa komponen adalah 13.157,76

kg
jam . Fraksi massa

komponen dalam aliran terdiri dari 99,999% Sulfur dan 0,001% H2O.
kg
kg
Sulfur
:
99,999% x 13.157,76 jam
= 13.157,63 jam
H2O

0,001% x 13.157,76

kg
jam

= 0,13

kg
jam

Arus 22
Besar aliran massa komponen adalah 121.429,13

kg
jam . Fraksi massa

komponen dalam aliran terdiri dari 2,34% H2O, 22,76% O2, dan 74,90% N2.
kg
kg
O2
:
22,76% x 121.429,13 jam
= 27.631,02 jam

N2

79,04% x 121.429,13

H2O

2,34% x 121.429,13

kg
jam
kg
jam

= 90.952,11
= 2.846,00

kg
jam
kg
jam

Arus 24
Besar aliran massa komponen adalah 5.361,07
komponen dalam aliran terdiri dari 100% H2O.
kg
H2O
:
100% x 5.361,07 jam

Total Input Sistem

= 139.947,96

kg
jam . Fraksi massa

= 5.361,07

kg
jam

kg
jam

2. Aliran Gas Buang dan Produk (Feed)

Universitas Pamulang

a.

Aliran gas buang terdiri dari aliran komponen-komponen gas yang


merupakan sisa proses dan tidak efektif untuk digunakan kembali. Aliran gas
buang terdiri dari aliran pada arus 3 dan arus 16.

Arus 3
Besar aliran massa komponen adalah 0,13

kg
jam . Fraksi massa komponen

dalam aliran terdiri dari 100% H2O.


kg
H2O
:
100% x 0,13 jam

= 0,13

kg
jam

Arus 16
Besar aliran massa komponen adalah 98.912,48

kg
jam . Fraksi massa

komponen dalam aliran terdiri dari 0,05% SO2, 8% O2, dan 91,95% N2.
kg
kg
O2
:
8% x 98.912,48 jam
= 7.907,74 jam

b.

N2

91,95% x 98.912,48

SO2

0,05% x 98.912,48

kg
jam
kg
jam

= 90.952,11
= 52,63

kg
jam

kg
jam

Aliran produk yang keluar dari sistem terdiri dari arus 20 yang merupakan
hasil proses produksi berupa larutan asam sulfat dengan kadar kemurnian

99,8% dan memiliki laju aliran massa sebesar 41.035,35

kg
jam .

Arus 20
Besar aliran massa komponen adalah 41.035,35
komponen dalam aliran terdiri dari 100% H2O.
kg
H2SO4
:
98% x 41.035,35 jam
H2O

2% x 41.035,35

Total Output Sistem = 139.947,96

kg
jam

kg
jam . Fraksi massa

= 40.214,64
= 820,71

kg
jam

kg
jam

kg
jam

Universitas Pamulang

Tabel Neraca Massa Total Sistem


Komponen
S
H2O
O2
N2
SO2
H2SO4
Subtotal
Total

Arus 1
13.157,63
0,13
0,00
0,00
0,00
0,00
13.157,76

Input
Arus 22
0,00
2.846,00
27.631,02
90.952,11
0,00
0,00
121.429,13
139.947,96

Arus 24
0,00
5.361,07
0,00
0,00
0,00
0,00
5.361,07

Arus 3
0,00
0,13
0,00
0,00
0,00
0,00
0,13

Output
Arus 16
0,00
0,00
7.907,74
90.952,11
52,63
0,00
98.912,48
139.947,96

Arus 20
0,00
820,71
0,00
0,00
0,00
40.214,64
41.035,35

Universitas Pamulang