Anda di halaman 1dari 4

PROSEDUR PENERIMAAN PASIEN RAWAT JALAN

Nomor Revisi :

Tanggal Terbit :

Halaman
1 s/d 2
Ditetapkan oleh :
Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak
Pemerintah Aceh
dr. Erni Ramayani, MPH

PENGERTIAN

Penerimaan pasien adalah kegiatan pada TP2RJ yang mempunyai


fungsi untuk melayani pendaftaran pasien Rawat Jalan yang belum atau
sudah pernah berobat di RS Ibu dan Anak Pemerintah Aceh yang
meliputi :
1. Kunjungan Baru yaitu pasien yang pertama kali datang ke
pelayanan rawat jalan pada tahun yang sedang berjalan.
2. Kunjungan Lama yaitu kunjungan berikutnya dari suatu
kunjungan baru pada tahun yang berjalan.
3. Pengunjung Baru adalah Pengunjung yang baru pertama kali
datang ke RS Ibu dan Anak Pemerintah Aceh dan dapat
melakukan kunjungan di Poliklinik sebagai kunjungan baru
dengan kasus baru dan setiap pengunjung baru diberikan nomor
rekam medis dan nomor rekam medis diberikan hanya satu kali
seumur hidup.
4. Pengunjung Lama adalah pengunjung yang datang untuk
kedua kalinya dan seterusnya, datang ke Poliklinik yang sama
atau berbeda sebagai kunjungan lama atau baru dengan kasus
lama dan kasus baru, dan tidak mendapat nomor rekam medis
lagi.
5. Pasien Rawat Jalan adalah pasien yang mendapatkan
pelayanan medis di poliklinik RS Ibu dan Anak Pemerintah
Aceh.
6. Pasien Umum adalah pasien yang mendapat pelayanan di RS
Ibu dan Anak Pemerintah Aceh yang meliputi :
Pasien Umum adalah pasien yang mendapat pelayanan
kesehatan medis di Poliklinik dengan membayar.

Pasien BPJS adalah pasien yang mendapat pelayanan


kesehatan medis dengan membawa Surat Rujukan dari
BPJS dan semua pembayaran ditanggung oleh BPJS sesuai
dengan haknya.

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

1. Untuk mendapatkan hasil guna dan daya guna secara maksimal


dalam pelayanan pendaftaran pasien.
2. Melayani pasien yang berobat di RS Ibu dan Anak Pemerintah
Aceh dengan memberikan bentuk pelayanan yang prima.
3. Dapat memberikan kesan baik pada kunjungan pertama pasien/
keluarganya terhadap pelayanan kesehatan RS Ibu dan Anak
Pemerintah Aceh.
4. Mengarahkan dan menyalurkan pasien secara efesien sesuai
dengan kasusnya untuk mendapatkan pelayanan medis yang
tepat dan cepat.
Kebijakan Direktur RS Ibu Anak Pemerintah Aceh tentang skrining
pasien.
1. Pasien datang di bagian admisi dan diterima oleh petugas
admisi;
2. Petugas menanyakan apakah pasien tersebut merupakan pasien
baru (pasien yang baru pertama kali berkunjung, tidak

membawa kartu berobat dan kehilangan kartu) atau pasien lama;


3. Jika pasien tersebut adalah pasien baru, maka petugas
pendaftaran mendaftar pasien sbb:

Petugas pendaftaran melengkapi formulir rekam medis


penerimaan pasien baru dengan mewawancarai pasien
tersebut;

Petugas pendaftaran mencetak KIB (Kartu Identitas


Berobat);

Petugas pendaftaran menyerahkan KIB kepada pasien;

Petugas pendaftaran membawa formulir rekam medis


pasien ke poli / unit pelayanan yang dituju;

Di Unit Pelayanan / Poliklinik:

Petugas di unit pelayanan memberikan pelayanan kesehatan


bagi pasien;

Apakah pasien perlu dirujuk ke unit pelayanan penunjang


yang lain?

Jika Ya petugas, maka petugas membawa formulir rujukan


ke unit yang dituju;

Jika tidak, maka pasien / keluarganya dipersilahkan


mengambil obat di bagian farmasi;

4. Jika pasien tersebut adalah pasien lama, maka petugas


pendaftaran mendaftar pasien sebagai berikut:

Petugas menerima dan meneliti kartu identitas berobat


pasien;

Petugas pendaftaran mendaftar pasien sesuai dengan


pelayanan yang akan dituju dengan mewawancarai pasien
tersebut;

Petugas membuat tracer berdasarkan KIB pasien;

Petugas mengambil berkas rekam medis pasien ke Filing


sesuai dengan tracer tersebut;

5. Apakah berkas rekam medis pasien sudah terkumpul?

Jika berkas belum terkumpul, maka petugas menunggu


sampai berkas terkumpul banyak di bagian admisi;

Jika
berkas
sudah
terkumpul,
maka
petugas
mendistribusikan semua berkas rekam medis pasien ke
poliklinik yang dituju;

Di Unit Pelayanan / Poliklinik:

Petugas di unit pelayanan memberikan pelayanan kesehatan


bagi pasien;

Apakah pasien perlu dirujuk ke unit pelayanan penunjang


yang lain?

Jika Ya, maka petugas membawa formulir ke unit yang


dituju;

Jika tidak maka pasien dipersilahkan mengambil obat di


bagian farmasi;
Petugas mempersilahkan pasien pulang;

6. Jika prosedur diatas tidak diindahkan oleh petugas admisi dan


terkait, maka, petugas yang bersangkutan mendapatkan sangsi
oleh pihak manajemen maupun direktur.
UNIT TERKAIT

Prosedur ini berlaku di Tempat Penerimaan Pasien Rawat Jalan dan


Poliklinik

PROSEDUR PENERIMAAN PASIEN RAWAT INAP


Nomor Revisi : -

Tanggal Terbit :

Halaman
1 s/d 2

Ditetapkan oleh :
Direktur Rumah Sakit Ibu dan
Anak Pemerintah Aceh
dr. Erni Ramayani, MPH

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Penerimaan pasien adalah melakukan kegiatan pada TPPRI yang


mempunyai fungsi untuk melayani pendaftaran kepada seluruh pasien
Rawat Inap yang akan mendapatkan pelayanan medis dan tinggal
diruangan, menempati tempat tidur, mendapatkan pemeriksaan serta
perawatan yang diberikan oleh petugas yang ada di RS Ibu dan Anak
Pemerintah Aceh.
Dijadikan pedoman kerja dalam hal pendaftaran pasien rawat
inap
Mengetahui jumlah pasien secara tepat dan sebagai cross
check
Sebagai bahan untuk pembuatan laporan yang benar dan up
todate yang membutuhkan pencatatan yang rutin, tepat dan
isinya sesuai dengan kebutuhan RS Ibu dan Anak Pemerintah
Aceh.
Kebijakan Direktur RS Ibu Anak Pemerintah Aceh tentang skrining
pasien.
1. Pasien datang di bagian admisi dan diterima oleh petugas
admisi;
2. Petugas menyerahkan Surat Pengantar Rawat Inap yang berasal
dari poliklinik dan IGD;
3. Petugas mengisi berkas rekam medis dengan melakukan
wawancara kepada pasien mengenai tempat/fasilitas dan jaminan
kesehatan yang diinginkan;
4. Petugas mengecek / mencarikan tempat / fasilitas yang
diinginkan;
5. Petugas menanyakan apakah pasien meminta fasilitas atau
perawatan yang lain;
Jika pasien / keluarga pasien meminta fasilitas / perawatan
yang lain sesuai permintaan pasien tersebut, maka pasien
diminta untuk mengisi form persetujuan;
Jika pasien tidak meminta fasilitas yang lain, maka petugas
mendaftar pasien berdasarkan identifikasi data sosial pasien;

6. Petugas menanyakan apakah pasien setuju dengan fasilitas yang


sesuai dengan permintaan pasien;
Jika setuju, maka pasien mengisi formulir persetujuan;
Jika tidak setuju, maka petugas menanyakan apakah pasien
memilih tempat yang lain selama tempat yang diinginkan
belum ada;
Jika setuju, maka petugas mengisi formulir persetujuan sesuai
tempat yang diinginkan pasien;
Jika tidak setuju, maka petugas merujuk pasien ke rumah sakit
lain sesuai permintaan pasien;
Petugas mendaftar pasien berdasarkan identifikasi data social
pasien;
7. Petugas memberitahukan ke pihak ruangan rawat inap akan ada
pasien baru;
Petugas memberikan informasi kepada pasien bahwa tempat
sudah disiapkan;
Petugas mengantarkan pasien untuk diantar ke ruangan rawat
inap;
8. Petugas medis di unit pelayanan rawat inap memberikan
pelayanan kesehatan bagi pasien;
Apakah pasien perlu pemeriksaan penunjang yang lain atau
tidak;
Jika perlu pemeriksaan penunjang, maka petugas memberikan
formulir ke unit pemeriksaan yang dituju;
Jika tidak, maka pasien tetap mendapatkan pelayanan
kesehatan rawat inap;
9. Petugas Rawat Inap menanyakan kepada dokter apakah pasien
sudah diperbolehkan untuk pulang;
Jika diperbolehkan untuk pulang, maka petugas
menginformasikan kepada pihak pendaftaran ada pasien yang
keluar / discharge;
Petugas mempersilahkan pasien
administrasi di bagian kasir;

untuk

menyelesaikan

Petugas mempersilahkan pasien untuk pulang;


Jika tidak diperbolehkan untuk pulang, maka pasien tetap
mendapatkan pelayanan kesehatan rawat inap;
10. Jika prosedur diatas tidak diindahkan oleh petugas rawat inap,
maka petugas yang bersangkutan mendapatkan sangsi oleh
pihakmanajemen maupun Direktur Rumah Sakit.
UNIT TERKAIT

Prosedur ini berlaku di Tempat Penerimaan Pasien Rawat Inap


(Kamar Terima Rawat Inap dan Unit Gawat Darurat)