Anda di halaman 1dari 10

MODUL KENDALI TEGANGAN AC

Praktikan : Muhammad Iqbal F/ 11-2013-083


Asisten : Cahmi Setiawati / 11-2011-087
Waktu percobaan : 20 Novemberer 2015
Elektronika Daya
Laboratorium Dasar Energi Elektrik
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
ABSTRAK
Kendali tegangan AC suatu rangkaian
yang bekerja apabila saklar thyristor
dihubung antara sumber dan beban, dimana
kita dapat mengatur aliran daya dengan
bermacam-macam harga. Aplikasinya sering
digunakan dari pengontrol tegangan ac
sebagai pemanas industri, penguhahan tapi
pada trafo beban, kontrol lampu, pengontrol
kecepatan pada motor induksi banyak fasa,
dan pengontrol magnet ac. Untuk transfer
energi
Teknik pengontrolan tegangan fasa
memberikan kemudahan dalam sistem
pengendalian AC. Pengendali tegangan
saluran AC digunakan untuk mengubah-ubah
harga rms tegangan AC yang dicatukan ke
beban dengan menggunakan Thyristor
sebagai sakelar.

1.

Pendahuluan
Hampir semua peralatan elektronika
memerlukan sumber arus searah. Penyearah
digunakan untuk mendapatkan arus searah
dari suatu arus bolak-balik. Arus atau
tegangan tersebut harus benar-benar rata
tidak boleh berdenyut-denyut agar tidak
menimbulkan gangguan bagi peralatan yang
dicatu.
Kontrol kendali tegangan ac berfungsi
sebagai pengatur keluaran daya sesuia
dengan harga harga tang diinginkan,
Pengontrol
tegangan
ac
dapat
diklasifikasikan menjadi 2 jenis: (I)
Pengontrol satu fasa dan (2) Pengontrol tiga
fasa. Tiap jenis dapat dibagi lagi menjadi (a)
kontrol setengah gelombang atau banyak
arah dan (b) kontrol gelombang penuh atau
dua arah. Ada bermacam konfigurasi dari
pengontrol tiga fasa tergantung pada
hubungan saklar ilryristor.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka


perlunya dilakukan peercobaan guna
mengetahui dan memahami prinsip kerja
thyristor dalam rangkaian penyearah
terkendali, mempelajari arus masukan dan
keluaran dari penyearah terkendali serta
mampu menentukan karakteristik dan
pengaruh arus gate thyristor pada penyearah
terkendali.
2.

Dasar Teori
Jika
sebuah
saklar
thyristor
dihubungkan antara sumber ac dan beban,
aliran energi dapat dikontrol oieh variasi
nilain rms dari tegangan ac yang dipakai oleh
beban: dan jenis rangkaian energi ini disebut
sebagai Pengontrol Tegangan ac (ac voltage
controller). Aplikasi yang sering digunakan
dari pengontrol tegangan ac sebagai pemanas
industri, penguhahan tapi pada trafo beban,
kontrol lampu, pengontrol kecepatan pada
motor induksi banyak fasa, dan pengontrol
magnet ac. Untuk transfer energi, dua jenis
pengontrol yang biasanya digunakan:

Kontrol on-off
Kontrol sudut fasa

Pada kontrol on-off, saklar thyristor


menghuhungkan beban dengan sumber ac
selama beberapa putaran tegangan masukan
dan diputus selama beberapa putaran yang
lain. Pada kontrol fasa, saklar thyristor
menghuhungkan beban dengan sumber ac
untuk setiap bagian dari putaran tegangan
masukan.
Pengontrol
tegangan
ac
dapat
dikla.sillkasikan menjadi 2 jenis: (I)
Pengontrol satu fasa dan (2) Pengontrol tiga
fasa. Tiap jenis dapat dibagi lagi menjadi (a)
kontrol setengah gelombang atau banyak
arah dan (b) kontrol gelombang penuh atau
dua arah. Ada bermacam konfigurasi dari

pengontrol tiga fasa tergantung


hubungan saklar ilryristor.

pada

Karena tegangan masukannya ac, thyristor


merupakan komutasi garis; dan thyristor
kontrol fasa, yang relatif tidak mahal dan
lebih lambat dibandingkan dengan thyristor
saklar cepat, yang biasa digunakan. Untuk
aplikasi sampai 400 Hz jika TRIAC
disediakan untuk mempertemukan rating
tegangan dan arus untuk dari sebuah aplikasi
tertentu, pemakaiai TRIAC lebih banyak
digunakan. Teknik komutasi thyristor
Karena komutasi saris dan natural. tidak ada
rangkaian komutasi tambahan dan rangkaian
untuk pengontrol tegangan ac-nya sangat
sederhana. Karena bentuk gelombang
keluaran yang alami, analisis turunan dari
persamaan eksplisit untuk kinerja parameter
rangkaian tidak sederhana, khususnya untuk
konverter terkontrol sudut fasa dengan beban
RL. Agar mudah, beban resistif digunakan
pada bab ini untuk membandingkan kinerja
dari berhagai konfigurasi. Meskipun
demikian, beban yang lebih sering digunakan

adalah jenis RL dan harus dipertimbangkan


ketika
merancang
dan
menganalisis
pengontrol tegangan ac.

2.1 PRINSIP KONTROL ONOFF


Prinsip dari kontrol on-off dapat dijelaskan
dengan sebuah Pengontrol gelombang penuh
satu fasa seperti yang ditunjukkan pada
Gambar
5-la.
Saklar
thyristor
menghuhungkan sumber ac dengan beban
untuk waktu tn; saklar ditutup dengan sebuah
gerbang penghambat pulsa untuk waktu to.
Waktu on, tn, biasanya terdiri dari sejumlah
integral siklus. Thyristor akan on pada
tegangan nol melalui tegangan masukan ac.
Pulsa-pulsa gerbang untuk thyristor T1 dan
T2 dan bentuk gelombang untuk masukan
dan keluaran ditunjukkan pada Gambar 6-1b.

Gambar 2-1 Kontrol on-off

Jenis kontrol ini diterapkan pada aplikasi


yang memiliki inersia mekanis yang tinggi
dan konstanta waktu termal yang tinggi
(contohnya industri pemanas dan kontrol
kecepatan motor). Karena tegangan nol dan
arus nol, harmonik yang ditimbulkan oleh
saklar dikurangi.

menunda sudut tembak thyristor T1. Gambar


mengilustrasikan
pulsa-pulsa
gerbang
thyristor T1 dan
bentuk gelombang
tegangan masukan 2 dan
keluaran.
Dengan adanya diode D1, daerah kontrol
terbatas dan rms efektif tegangan keluaran
hanya dapat bervariasi antara 70.7 dan 100%.

n
2 n m

Vs

2Vs2 sin 2 t d t

n
Vs k
mn

Untuk sebuah tegangan masukan sinusiodal,


vs = Vm sin t =( Vs) sin t. Jika tegangan
masukan dihubungkan pada beban untuk
siklus n dan diputus untuk siklus m, tegangan
keluaran rms (atau beban) dapat ditemukan
melalui
V0 =
=
dengan k = n/(m + n) dan k disebut duty,
cicle. Vs adalah tegangan fasa rms.
Konfigurasi rangkaian untuk kontrol on-off
mirip dengan yang ada pada kogtrol fasa dan
demikian pula dengan analisis kinerjanya.
Dengan alasan ini, teknik kontrol fasa hanya
dibicarakan dan dianalisis pada bab ini.

Tegangan keluaran dan arus masuk tidak


simetris dab megnandung komponen dc. Jika
ada sebuah trafo masukan akan dapat
menyebabkan problem kejenuhan. Rangkai
ini adalah Pengontrol setengah gelombang
satu fasa dan cocok hanya untuk beban
resistif berdaya rendah, seperti pemanasan
pencahayaan. Karena aliran daya dikontrol
oleh setengah gelombang positif tegangan
masukan, jenis Pengontrol tipe ini disebut
juga dengan Pengontrol banyak arah
(unidirectional)
Jika vs = Vm Sin t = sin t adalah
tegangan masukan dan sudut tunda thyristor
T1 adalah t = , tegangan keluaran rms
ditentukan melalui

2.2 PRINSIP KONTROL FASA


Prinsip dari kontrol fasa dapat
dijelaskan berdasarkan pada Gambar. Energi
mengalir ke beban dikontrol dengan

Gambar 2.2 Kontrol sudut satu fasa

2.3 PENGONTROL SETENGAH

tinggi daripada katodenya dan terjadi firing.

GELOMBANG DENGAN

Pada saat thyristor mulai terhubung, ia akan

TIGA FASA

off hanya bila arusnya nienjadi nol.

Diagram

rangkaian

Jika Vs adalah nilai rms untuk

pengontrol
tegangan

setengah gelombang (atau unidirectional)

fasa

mendefinisikan

tiga fasa ditunjukkan pada Gambar 6-1

masukan
tegangan

fasa

dan

masukan

berturutan adalah

dengan beban resistif terhubung wye. Arus


mengalir ke beban dikontrol oleh thyristor

vAN = VS sin t

T1, T3, dan T5: Dan diode menyediakan jalur


vBN = VS sin

arus balik. Urutan firing thyristor adalah T1,


T3,

T5.

Untuk

arus

mengalir

melalui

vCN = VS sin

Pengonlrol daya minimal satu thyristor harus


dihuhungkan. Bila semua divaisnya diode,

kemudian tegangan line masukan adalah

tiga diode akan terhubung pada saat yang


vAB = VS sin

bersamaan dan sudut konduksi tiap diode

22

24

6 adalah

menyebutnya

6 Kita

bahwa

vBC = VS sin

vCA = VS sin
akan t 6
2
terhubung bila

thyristor

67

1800.

6 tegangan

anodenya lebih

kita

Gambar 2.3 Pengontral unidirectional tiga

dan tegangan jalur dengan memperhatikan

fasa

bahwa van akan berhubungan dengan vAN jika


Bentuk gelombang untuk tegangan

masukan,

sudut

konduksi

divais,

dan

tegangan keluaran ditunjukkan pada Gambar


6-2 untuk = 60 dan = 150. Perlu
diketahui bahwa interval konduksi yang
ditunjukkan pada Gambar 6-8 oleh garis
putus-putus tidak berskala, tetapi memiliki
lebar yang sama yaitu 30. Untuk 0

tiga divais dihubungkan, menjadi vAB/2 (atau


v4C/2) bila kedua divais dihubungkan, dan
nol jika terminal dibuka. Untuk 60
120, pada suatu waktu hanya satu thyristor
dihubungkan dan jalur balik dibagi untuk
satu atau dua diode. Untuk 120 210,
hanya thyristor dan satu diode terhubung
pada waktu bersamaan.

60, baik dua atau tiga divais dapat

Sudut extinction (3 thyristor dapat

dihubungkan pada waktu bersamaan dan

ditunda melebihi 180 (misal untuk T1

kombinasi yang mungkin adalah (1) dua

adalah

thyristor dan satu diode, (2) satu thyristor

ditunjukkan pada Gambar 6-2b). Untuk =

dan satu diode, dan (3) satu thyristor dan dua


diode. Jika tiga divais dihubungkan, operasi
tiga fasa yang normal terjadi seperti yang
ditunjukkan pada Gambar 6-9a dan tegangan
keluaran fasanya sama dengan tegangan
masukan fasa, misalnya,

210

untuk

30

seperti

60, sudut extinction ditunda menjadi 180


seperti pada Gambar 6-2a. disebahkan oleh
fakta bahwa tegangan fasa keluaran dapat
bergantung pada tegangan masukan jalur ke
jalur. Pada saat vAB menjadi nol pada t =
150, arus thyristor T1 dapat terus mengalir

van = vAN = vBC = VS

2 sin

sampai vCA menjadi nol pada saat t 2100 dan

Di samping itu, jika dua divais


dihubungkan pada waktu bersamaan, arus

sudut tunda = 210 memberikan tegangan


(dan daya) keluaran nol.

yang mengalir hanya melalui dua jalur


sedangkan jalur ke tiga dianggap sebagai
rangkaian terhuka. Tegangan jalur ke jalur
akan muncul melalui dua terminal dari beban
seperti ditunjukkan pada Gambar 6-9b. dan
tegangan fasa keluaran adalah satu setengah
tegangan jalur (misalnya bila terminal c
dibuka)

Pulsa-pulsa

gerbang

thyristor

kontinyu, dan misalnya, pulsa T1 berakhir


pada t = 210. Pada prakteknya, pulsa
gerbang terdiri dari dua bagian. Pulsa
pertama T1 bermula dari manapun yang
memiliki sudut antara 0 dan 150 dan
berakhir pada t = 210, pulsa kedua,
bermula pada t = 150, selalu berakhir pada

v AB

3 2 VS
van

sin t
2
6 =

Bentuk gelombang untuk tegangan


fasa

keluaran

(misalnya

van)

dapat

digambarkan langsung dari fasa masukan

t = 210. Hal ini menyebabkan arus dapat


mengalir melalui thyristor T1 selama periode
150 t 2100 dan meningkatkan interval
kontrol

tegangan

penundaan adalah

ke

keluaran

interval

0 2100

Gambar 2.5 Beban resistif terhubung


Wye

Gambar 2.4 Bentuk gelombang pengontrol

2.4

PENGONTROL

unidirectional tiga fasa

GELOMBANG PENUH TIGA FASA

Pengontrol

unidirectional

yang

membalik. Kondisi demikian terjadi antara

mengandung arus masukan dc dan harmonik

dua dan tiga thyristor terhubung.

yang lehih tinggi yang disebabkan bentuk

Untuk 600 90, hanya dua

gelombang tegangan keluaran natural yang

resistor terhubung pada suatu waktu. Untuk

tidak simetris, tidak biasa digunakan untuk


menjalankan motor ac; kontrol dua arah fasa

90 1500, meskipun dua thyristor

yang lehih sering digunakan. Diagram

terhubung suatu waktu, terdapat periode

rangkaian pengontrol gelombang, penuh tiga

ketika tidak ada thyristor yang on. Untuk

fasa (atau dua arah) ditunjukkan pada

1500, tidak ada periode untuk dua thyristor

Gambar

yang

terhubung dan tegangan keluaran naenjadi

terhubung wye. Operasi pengontrol ini sama

nol untuk = 1500. Interval untuk sudut

dengan pengontrol setengah gelombang,

tunda adalah

dengan

beban

resistif

kecuali arus balik disediakan oleh thyristor


T2, T4, dan T6 bukan oleh diode-diode.
Urutan firing dari thyristor adalah T1, T2, T3,
T4, T5, T6.
Bila kita mendefinisikan tegangan
fasa masukan beraturan adalah
vAN = VS sin t

2
22 vBN = VS sin

Gambar 2.6 Pengontrol dua arah tiga fasa

6
thyristor

dan

tegangan fasa keluaran.ditunjukkan pada


Gnmbar untuk = 60 dan = 20. Untuk 0
60, sebelum firing T1, dua resistor
terhubung. Bila T1 firing tiga resistor
terhubung. Thyristor menjadi off bila arusnya

METODOLOGI

6 3.1. Alat-Alat Yang Digunakan

vBC = VS sin

konduksi

3.

Bentuk gelombang untuk tegangan


sudut

67 vCA = VS sin

masukan

6 vAB = VS sin

24

tegangan jalur masukan instantaneous adalah

vCN = VS sin

1. Kit Praktikum.
2.
Rangkaian
Tegangan
3. Amperemeter.
1 buah
4. Transformator.
3 buah
5. Oscilloscope.
1 buah
6. Beban (lampu).
6 buah

Kendali

7. Jumper
(secukupnya)
8. Voltmeter AC

1.

3.2. Prosedur Percobaan


a.

Cek keadaan alat


dipraktikumkan

b.

Buat rangkaian sesuai dengan


diagram blok dibawah ini :

c.

Setelah selesai merangkai lapor


kepada asisten.

d.

Lakukan kalibrasi pada osiloscope

e.

Saklar
(OFF)

dalam

yang

keadaan

akan

terbuka

f.

Nyalakan sumber, lalu atur besar


masukan pada angka 30

g.

Gambar bentuk hasil tegangan


keluaran

h.

Ukur parameter-parameter yang


harus
diukur,
seperti
Arus,
Tegangan

i.

Ulangi langkah f untuk besar sudut


penyalaan sebesar 60, 90, 120,
150 serta 180

2.

Dari hasil percobaan kendali


tegangan AC, sinyal output pada
ossciloscope akan sama dengan
setiap angka sudut penyalaan
(trigger) yang diberikan. Hasil
sinyal output sangat berhubungan
dengan karakteristik thyristor itu
sendiri dimana pada percobaan 1
fasa setengah gelombang thyristor
bekerja dengan prinsip yang sama
dengan dioda, dimana seperti
memotong bagian negative dari
sinyal inputnya , gelombang sinyal
sisi negative dari sumber tidak
diteruskan oleh thyristor, sehingga
sinyal yang terbaca hanya sinyal sisi
positif nya saja.
Dari percobaan yang kami lakukan
dengan hasil perhitungan kami
mendapat hasil yang hampir sama
tapi ada juga yang berbeda cukup
jauh, contohnya pada percobaan
dengan besar sudut penyalaan 30
secara praktikum didapat nilai Vo
sebesar 204,1 Volt, Arus Io=0,09,
Ampere dengan daya Po=18,37
Watt dan nilai factor daya sebesar
Pf=0,93 . adapun hasil perhitungan
yang didapat nilai Vo=201,12 Volt,
Io = 0,1 Ampere dengan daya
Besar trigger ()

Arus

tegangan

30, 60, 90,


120, 150, 180

j.

Matikan sumber

k.

Percobaan selesai

output Po=20,11 Watt serta factor


daya sebesar Pf=0,914 yang
menyebabkan adanya pebedaan
diatas terjadi karena pengaruh dari
rugi rugi pada rangkaian itu sendiri.
4.5 Tugas Akhir

4.4. Analisa
Berdasarkan hasil percobaan kami dapat
menganalisa beberapa hal, seperti berikut :

1. Hitung besar tegangan keluaran,


arus keluaran, daya keluaran, dan
factor daya yang terjadi pada
setiap
besar
trigger
yang
diberikan!
Jawab : ada pada pengolahan data

2. Bandingkan
besar
tegangan
output hasil percobaan dan
perhitungan secara teori
Jawab:Ada pada pengolahan Data
3. Jelaskan cara kerja trigger dalam
percobaan yang telah dilakukan
Jawab : trigger merupakan
pemicu tegangan pada suatu
rangkaian,
pada
percobaan
initrigger
dapat
dinyatakan
sebagai sudut peyalaan.
4. Gambarkan gelombang input,
output
beserta
sudut
penyalaannya!
Jawab : ada pada data percobaan
5. Buatlah wiring diagram single
line dari semua percobaan kendali
tegangan AC !
Jawab : Ada pada wiring diagram,
4.1
6. Buatlah
kesimpulan
tentang
kendali tegangan AC yang sudah
kalian
dapatkan
setelah
melaksanakn praktikum.
Jawab: ada pada kesimpulan

Rangkaian
daya
Pengendali
tegangan ac 2 arah menggunakan 2
buah komponen pensakelaran thyristor
dengan konfigurasi anti paralel, atau
menggunakan 1 buah Triacs. Arus
bolak-balik dari sumber akan mengalir
pada sisi beban setiap siklus dari
periode tegangan sumber. Nilai rms
dari
tegangan
beban
dapat
divariasikan
dengan
cara
menvariasikan
besarnya
sudut
perlambatan penyalaan thyristor .
Oleh karena tegangan dan arus suplai
merupakan arus bolak-balik dengan
gelombang simetris, maka tidak
terdapat komponen dc dari arus
masukan, berarti juga arus suplai rata
rata adalah nol.
Konfigurasi pengendali tegangan
ac 1 fasa dengan beban resistif
diperlihatkan
pada
gambar
1.
Pengaturan besarnya daya yang
mengalir/ yang diserap pada sisi beban
dapat dilakukan dengan cara mengatur
besarnya sudut perlambatan penyalaan
dari ke dua thyrostor. Pengendali
tegangan ac seperti pada gambar dapat

5. Kesimpulan
Kendali
tegangan
AC
berfungsi sebagai pengatur tegangan
keluaran dengan nilai yang bisa
divariasikan.
Semakin
kecil
sudut
penyalaan maka semakin besar daya
yang
di
hasilkan,
hal
ini
mengakibatkan lampu menyala terang
namun sebaliknya jika rangkaian
diberi sudut penyalaan besar maka
lampu akan redup karena nilai daya
yang ada kecil.
Teknik pengontrolan tegangan
fasa memberikan kemudahan dalam
sistem pengendalian AC. Pengendali
tegangan saluran AC digunakan untuk
mengubah-ubah harga rms tegangan
AC yang dicatukan ke beban dengan
menggunakan
Thyristor
sebagai
sakelar.

disebut juga dengan pengendalian


tegangan 2 arah.
Dalam percobaan kita merangkai
thyristor sebagai kendali tegangan ac
Untuk membuat thyristor menjadi ON
kita harus memberi arus trigger
lapisan P yang dekat dengan katoda.

DAFTAR PUSTAKA

Modul praktikum. 2014,


Elektronika
Daya.
Bandung
:
ITENAS
Bandung.
www.duniaelektro.co.id