Anda di halaman 1dari 7

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM :

PEMANFAATAN Muntingia calabura (BUAH KERSEN ) SEBAGAI BAHAN


ALTERNATIF PEMBUATAN KISMIS DAN PEMANIS ALAMI KAYA VITAMIN C
DI DESA BANARAN KARANGANYAR

BIDANG KEGIATAN :

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENGABDIAN


MASYARAKAT
Diusulkan oleh :

UVIVERSITAS SEBELAS MARET


SURAKARTA
2010

PENGESAHAN USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA


1. Judul Kegiatan : Pemanfaatan Muntingia calabura (buah kersen) sebagai bahan
alternatif pembuatan kismis dan pemanis alami kaya vitamin C di desa Banaran
Karanganyar.
2. Bidang Kegiatan: ( )PKMP
( )PKMK
( ) PKMT
()PKMM
3. Bidang Ilmu: ( ) Kesehatan
() Pertanian
( ) MIPA
( ) Teknologi dan Rekayasa
( ) Sosial Ekonomi ( ) Humaniora
4. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap
: Novita Tyas Suviana
b. NIM
: K4308046
c. Jurusan
: Pendidikan MIPA
d. Universitas
:Universitas Sebelas Maret Surakarta
e. Alamat Rumah dan No. Tel/ HP : Karang Jati,Gombang, Cawas, Klaten. Telp.
085647059343
f. Alamat email
: via_manis08@yahoo.com
5. Anggota Pelaksana Kegiatan
: 3 orang
6. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar
: Joko Ariyanto, S.Si, M.Si
b. NIP
: 197201082005011001
c. Alamat Rumah dan No. Tel/ HP: Jl. Anggur J17 Perum Dalem Asri Jaten,
Karanganyar
7. Biaya Kegiatan Total
: Rp. 10.000.000
8. Jangka Waktu Pelaksanaan
: 5 bulan
Surakarta, 23 September 2010
Menyetujui
Pembantu Dekan III

Ketua Pelaksana Kegiatan

(Drs. Amir Fuady, M. Hum)

(Novita Tyas Suviana)

NIP. 19520729 198010 1 001

NIM. K4308046

Pembantu Rektor III UNS

Dosen Pendamping

(Drs. Dwi Tiyanto, SU )

Joko Ariyanto, S.Si, M.Si

NIP. 195404141980031007

NIP. 197201082005011001

PROPOSAL
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENGABDIAN MASYARAKAT
( PKMM )
a.

JUDUL PROGRAM
PEMANFAATAN Muntingia calabura (BUAH KERSEN) SEBAGAI BAHAN
ALTERNATIF PEMBUATAN KISMIS DAN PEMANIS ALAMI KAYA VITAMIN
C DI DESA BANARAN KARANGANYAR
b. LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan sebuah negara Agraris yang mana pertanian merupakan
komoditas terbesar di Indonesia. Hal ini disebabkan karena sebagian besar wilayahnya
yang subur sehingga berbagai jenis tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan dapat di
temui di sekitar kita,salah satunya adalah buah kersen yang juga disebut buah talok.
Sejauh ini talok hanya dikenal sebagai tanaman pekarangan saja, dimana pemanfaatannya
belum dikembangkan secara maksimal. Padahal kersen merupakan tanaman yang mudah
tumbuh hampir di semua tipe lahan dan jenis tanah di Indonesia. Saat ini pemanfaatan
kersen kurang maksimal di kalangan masyarakat yaitu hanya sebagai tanaman peneduh
jalan dan buahnya hanya dibuang sia-sia dijalan,sehingga untuk memaksimalkan
pemanfaatan buah kersen ini digunakan untuk bahan kismis untuk menarik untuk
mengkonsumsinya dan sebagai pemanis alami karena semakin mahalnya gula
pengkonsumsi pemanis buatan makin meningkat. Padahal pemanis buatan dapat
menggangu kesehatan seperti sebagai pemicu penyakit kanker dan leukimia sehingga
untuk mengurangi hal tersebut kersen dapat dimanfaatkan sebagai pemanis alami yang
tidak menggangu kesehatan. Disamping secara ekonomi lebih terjangkau dan mudah
untuk mendapatkannya. Masyarakat pun dapat mengolahnya dengan mudah.
Gagasan ini muncul mengingat masyarakat di Desa Banaran Kecamatan
Karanganyar Kabupaten Karanganyar belum banyak mengetahui kandungan dan manfaat
dari buah kersen (talok). Selain itu, keadaan masyarakat desa Banaran Kabupaten
Karanganyar yang melatarbelakangi gagasan ini diantaranya: pertama, potensi SDA dan
SDM yang belum dimanfaatkan secara optimal dimana sekitar 60% lahan di desa
Banaran ditumbuhi pohon kersen tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal dan masih
20% dari jumlah penduduk yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Kedua, buah talok yang
mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, tetapi sebagian besar sumber daya manusia belum
mengetahui manfaatnya. Ketiga, sumber daya manusia yang banyak, tetapi belum
mempunyai ketrampilan untuk memanfaatkan bahan baku yang ada. Keempat, lokasi
wilayah sasaran dan daerah pemasaran yang strategis. Kelima, sebagian besar
masyarakat desa Banaran belum mempunyai penghasilan yang tetap sehingga diharapkan
dengan memanfaatkan bahan baku ini, masyarakat dapat mengatasi permasalahan
ekonomi.
Mencermati hal tersebut, kami membuat sebuah program kreativitas mahasiswa
yang dapat dikembangkan di bidang kewirausahaan dengan judul "Pemanfaatan
Muntingia calabura (buah kersen) sebagai bahan alternatif pembuatan kismis dan
pemanis alami kaya vitamin C ". Kami membahas masalah ini karena fakta yang ada di
lapangan menunjukkan kurangnya pemanfaatan buah kersen di masyarakat di
lingkungan. Berdasarkan uraian di atas, kami berinisiatif untuk membuat bahan kismis
dan pemanis alami yaitu dengan memanfaatkan buah talok. Agar masyarakat dapat

memenuhi kebutuhan bahan makanannya dengan mudah dan lebih terjangkau. Selain itu,
agar meningkatkan kreativitas mahasiswa.
c.

RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai
berikut :
1. Bagaimana pemanfaatan buah Muntingia calabura (buah kersen) menjadi alternatif
makanan yang mempunyai nilai manfaat yang lebih dan menarik bagi masyarakat di
desa Banaran Karanganyar?
2. Bagaimana meningkatkan ketrampilan masyarakat dalam mengolah Muntingia
calabura (buah kersen) menjadi kismis dan pemanis alami yang kaya vitamin C di
desa Banaran dengan baik dan benar?
d. TUJUAN PROGRAM
Adapun tujuan dari program adalah :
1. Mengetahui pemanfaatan Muntingia calabura (buah kersen) sebagai alternatif
makanan yang mempunyai nilai manfaat yang lebih dan menarik bagi masyarakat di
desa Banaran Karanganyar.
2. Meningkatkan ketrampilan masyarakat dalam mengolah Muntingia calabura (buah
kersen) menjadi dan pemanis alami yang kaya vitamin C di desa Banaran dengan baik
dan benar.
e. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Luaran program yang diharapkan dari Pemanfaatan Muntingia calabura (Buah
Kersen) Sebagai Bahan Alternatif Pembuatan Kismis dan Pemanis Alami Kaya Vitamin
C di Desa Banaran Kalurahan Jantiharjo Kecamatan Karanganyar Kabupaten
Karanganyar antara lain sebagai berikut:
1. Peserta dapat mengoptimalkan pengolahan Muntingia calabura menjadi produk
bernilai ekonomis tinggi.
2. Peserta dapat mengetahui cara membuat kismis dan pemanis alami kaya vitamin C
dari Muntingia calabura (buah kersen) di desa Banaran dengan baik dan benar.
3. Peserta dapat mengetahui cara pemanfaatan buah Muntingia calabura (buah
kersen) sebagai bahan dasar pembuatan kismis dan pemanis alami yang kaya vitamin
C di desa Banaran Karanganyar.
f. F. KEGUNAAN PROGRAM
Adapun program yang akan dijalankan diharapkan mempunyai kegunaan antara
lain sebagai berikut :
1. Terciptanya lapangan pekerjaan baru yang menyerap tenaga kerja di Desa Banaran
Kalurahan Jantiharjo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar.
2. Meningkatkan keterampilan dan keahlian masyarakat dalam Pembuatan Kismis dan
Pemanis Alami Kaya Vitamin C dengan Bahan Baku Muntingia calabura (Buah
Kersen) di Desa Banaran dan mengenalkan produk kismis dan pemanis alami kaya
vitamin C kepada masyarakat sebagai makanan yang murah, meriah dan sehat.
3. Membantu memanfaatkan bahan baku yang ada secara optimal untuk memperbaiki
ekonomi masyarakat di Desa Banaran Kalurahan Jantiharjo Kecamatan Karanganyar
Kabupaten Karanganyar.

g.

GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN


Desa Banaran, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, merupakan
lokasi yang sangat strategis dalam mengembangkan potensi SDA dan SDM masyarakat
desa Banaran untuk pemanfaatan buah kersen karena buah kersen mempunyai nilai
ekonomi tinggi sebagai bahan pembuatan kismis dan pemanis alami kaya vitamin C,
dimana sekitar 60% lahan di desa Banaran banyak ditumbuki pohon kersen,tetapi dari
banyaknya buah kersen yang dihasilkan,penduduk sekitar masih belum dimanfaatkan
secara optimal. Padahal buah kersen tersebut manyimpan potensi yang sangat baik jika
dikembangkan di sektor pangan, khususnya dalam pemanfaatan sebagai bahan
pembuatan kismis dan pemanis alami kaya vitamin C. Dimana di desa Banaran
mempuyai 45% dari sekitar 500 penduduk yang masih produktif dan dapat dikembangkan
potensinya sedangkan sisanya terdiri dari anak-anak dan lansia. Selain itu di desa
Banaran terdiri dari 40% dari jumlah penduduk berpenghasilan tidak tetap yaitu sebagian
besar bermata pencaharian sebagai pembuat batu-bata,40% dari jumlah penduduk sudah
berpenghasilan tetap dan 20% dari jumlah penduduk yang belum memiliki pekerjaan
tetap. Maka dari itu ketersediaan tenaga kuang ini dapat dioptimalkan dengan melatih
ketrampilan dalam mengolah buah kersen sebagai bahan pembuatan kismis dan pemanis
alami yang kaya vitamin C yang bayak tersedia di lingkungan sekitar desa Banaran. Hal
ini juga didukung oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Jarak yang dekat dengan daerah tanaman buah kersen. Sehingga masyarakat mudah
untuk mendapatkan bahan yang sesuai keinginan.
2. Sebagian besar masyarakat di desa Banaran belum mempunyai pekerjaan, sehingga
akan menjadi solusi sederhana untuk berwira usaha dan bekerja mandiri.
3. Pemanfaatan buah kersen kurang maksimal, maka dengan pemanfaatan buah kersen
sebagai bahan pembuatan kismis dan pemanis alami kaya vitamin C akan
meningkatkan nilai manfaat dan ekonomi dari buah kersen.
4. Serta didukung oleh sifat-sifat orang yang ulet, rajin, dan bekerja keras, maka
berkembangnya potensi sungai akan terwujudkan.
h. H. METODE PELAKSANAAN PROGRAM
Dalam pelaksanaan pelatihan, terdapat beberapa program yang dibagi atas tiga
sessi, yaitu:
1. Sessi pertama adalah pelatihan, diadakan semacam diklat untuk warga khususnya
para pemuda. Dalam diklat akan disampaikan materi tentang mpemanfaatan buah
kersen oleh ahli.
2. Sessi kedua adalah praktek, setelah mendapatkan materi, masyarakat akan langsung
dipandu untuk mempraktekkan materi yang telah diberikan.
3. Sessi ketiga merupakan sessi pemantauan, pada sessi ini, pelaksana akan selalu
memantau perkembangan praktek dari pelatihan, karena pembuatan kismis dan
pemanis dari buah kersen kurang lebih memerlukan waktu yang lama, maka
pelaksana berusaha selalu memantau perkembangan dari praktek pelatihan. Adapun
cara pembuatannya kismis dan pemanis dari buah kersen terdapat dalam lampiran.
Adapun metode-metode yang digunakan adalah:
1. Metode ceramah, digunakan dalam sessi pertama, yaitu sessi pelatihan.
2. Metode pendampingan, pelaksana berusaha selalu melakukan pendampingan terhadap
masyarakat dalam sessi praktek dan pemantauan.

i.

JADWAL KEGIATAN PROGRAM


Tabel 1. Jadwal Kegiatan Program
N
Kegiatan
o.
I
1.

II

III

IV

Tahap Persiapan
Persiapan Administrasi

Persiapan alat dan Bahan


2.

Bulan

Pelaksanaan

Pelatihan

Evaluasi
3.

Pelaporan awal

4.

Pelaporan akhir

j.

J. RANCANGAN BIAYA
Tabel 2. Rancangan Biaya
NO
URAIAN
JUMLAH

HARGA
SATUAN

TOTAL
BIAYA

Pembelian peralatan

1.

Alat penyaring

10 buah

Rp 20.000

Rp 200.000

2.

Baskom

10 buah

Rp 10.000

Rp 100.000

3.

Alat pengaduk

20 buah

Rp 10.000

Rp 200.000

4.

Nampan Besar

20 buah

Rp 20.000

Rp 400.000

5.

Sendok Makan

5 lusin

Rp 20.000

Rp 100.000

6.

Panci

10 buah

Rp 100.000

Rp 1.000.000

7.

Kaleng Penyimpanan

30 buah

Rp 15.000

Rp 450.000

8.

Ember

3 buah

Rp 30.000

Rp 90.000

9.

Toples

20 buah

Rp. 30.000

Rp 600.000

10.

Botol

10 buah

Rp 18.000

Rp 180.000

Penyewaan Barang
3 set

Rp 500.000

Rp 1.500.000

Kompor Gas

Pembelian Bahan

1.

Buah Kersen

5 kg

Rp 10.000

Rp 50.000

2.

Asam Sitrat

10 bungkus

Rp 2.000

Rp 20.000

3.

Vanili

10 bungkus

Rp. 1000

Rp 10.000

Kesekretariatan

1.

5 set

Rp 50.000

Rp 250.000

2.

Pembuatan proposal dan


penggandaan
Pembuatan undangan

100 lembar

Rp 1.000

Rp 100.000

3.

Pelaporan

5 set

Rp 50.000

Rp 250.000

E
1.

Sosialisasi &
Pelaksanaan
Pembuatan Background

1 set

Rp 500.000

Rp 500.000

2.

Konsumsi peserta

100 buah

Rp 15.000

Rp 1.500.000

3.

Penggandaan makalah

100 buah

Rp 5000

Rp 500.000

Dokumentasi

2 set

Rp 500.000

Rp 1.000.000

Biaya transportasi

Rp 1.000.000

Biaya total

Rp
10.000.000

k. LAMPIRAN
1. Daftar riwayat hidup Ketua dan Anggota Pelaksana serta Dosen Pendamping.
2. Cara Pembuatan kismis dan pemanis alami kaya vitamin C dari buah kersen
3. Kandungan dan manfaat dari Muntingia calabura.
4. Surat permohonan kerjasama dengan kepala desa setempat.
5. Denah lokasi pelatihan dan masyarakat sasaran.
6. Surat pengantar.