Anda di halaman 1dari 15

STATUS IODIUM

MENURUTRISKESDAS2013

Anggota Kelompok :
Daeng Farahnaz E A
Fitri Widya Handayani
Maria Teresa
Asri Kencana
Shofura Istiqomah
Tetha Enniza Purwanti

Status iodium dilakukan berdasarkan pemeriksaan seluruh


sampel garam RT di 12.000 BS di 33 provinsi Indonesia
mencakup seluruh kabupaten/kota. Sebanyak 289.660
sampel garam RT dapat dikumpulkan

Dengan metoda tes cepat meneteskan Iodina ke garam , dan


mengambil
garam
dari
sub-sampel
nasional yang
dikonfirmasi di laboratorium dengan metoda titrasi.

Rumah tangga dinyatakan mengonsumsi garam yang mengandung


cukup iodium (30 ppm KIO3), bila hasil tes :
Menunjukkan warna biru/ungu tua; garam
mengandung kurang iodium

Menunjukkan warna biru/ungu muda

Dinyatakan garam tidak mengandung


iodium jika tidak menunjukkan perubahan
warna.

Untuk status iodium penduduk dinilai


berdasarkan :
Ekskresi iodium dalam urin, metode Ceric Ammonium
sulfat

Dilakukan pemeriksaan air sebagai salah satu sumber asupan


iodium penduduk selain garam, dengan metode titrasi

Tertinggi
Bangka
Belitung
(98,1%) dan
terendah
adalah Aceh
(45,7%)

Secara nasional angka ini masih belum mencapai target


Universal Salt Iodization (USI) atau garam beriodium untuk
semua, yaitu minimal 90 persen RT yang mengonsumsi garam
dengan kandungan cukup iodium
(WHO/UNICEF ICCIDD, 2010).

Karakteristik :
1.
2.
3.

Pendidikan
Pendidikan tidak
tidak sekolah
sekolah konsumsi
konsumsi iodium
iodium terendah
terendah (50.9)
(50.9)
tahun
2007
dan
(74.0)
tahun
2013,
tertinggi
tamat
diploma/PT
tahun 2007 dan (74.0) tahun 2013, tertinggi tamat diploma/PT
(80.8)
(80.8) tahun
tahun 2007
2007 dan
dan (88.1)
(88.1) tahun
tahun 2013.
2013.

Pekerjaan
Pekerjaan petani/nelayan/buruh
petani/nelayan/buruh konsumsi
konsumsi iodium
iodium terendah
terendah
(56.9)
(56.9) tahun
tahun 2007
2007 dan
dan (75.4)
(75.4) tahun
tahun 2013,
2013, tertinggi
tertinggi pegawai
pegawai
(79.2)
(79.2) tahun
tahun 2007
2007 dan
dan (86.9)
(86.9) tahun
tahun 2013.
2013.

Tempat
Tempat tinggal
tinggal pedesaan
pedesaan konsumsi
konsumsi iodium
iodium terendah
terendah (56.3)
(56.3)
tahun
tahun 2007
2007 dan
dan (72.3)
(72.3) tahun
tahun 2013,
2013, tertinggi
tertinggi perkotaan
perkotaan (70.4)
(70.4)
tahun
tahun 2007
2007 dan
dan (82.0)
(82.0) tahun
tahun 2013.
2013.

Menunjukkan kecenderungan proporsi kadar iodium dalam garam RT


berdasarkan hasil metoda titrasi tahun 2013. Setengah sampel RT
mempunyai garam kurang iodium (50,8%), 252 jauh lebih rendah dibanding
tahun 2007 (67,7%), sedangkan proporsi cukup iodium (43,2%) meningkat
dibanding tahun 2007 (23,4%), dan RT dengan proporsi lebih iodium
meningkat dari satu persen (2007) menjadi lima persen (2013).

Ekskresi iodium urin (EIU)

Kecenderungan nilai median EIU (g/L) dari sampel urin sesaat menurut karakteristik
penduduk. Nilai median EIU pada anak umur 6-12 tahun adalah 215 g/L, dengan EIU
perkotaan (237 g/L) lebih tinggi dari perdesaan (201 g/L). Nilai median EIU pada WUS
adalah 187 g/L, pada ibu hamil 163 g/L dan ibu menyusui 164 g/L, dengan masing-masing
lebih tinggi di perkotaan. Nilai median EIU terendah ditemukan pada ibu menyusui dan yang
tertinggi adalah pada anak umur 6-12 tahun.

Menunjukkan proporsi nilai EIU anak umur 612 tahun, WUS,


ibu hamil dan ibu menyusui menurut kategori EIU tahun 2013: risiko
kekurangan (<100 g/L), cukup (100-199 g/L), lebih dari cukup
(200-299 g/L) dan risiko kelebihan (300 g/L). Pada anak umur 6
12 tahun, persentase risiko kekurangan dan risiko kelebihan iodium
tahun 2013 cenderung lebih tinggi dibandingkan tahun 2007.

Kadar iodium sumber air minum RT


Secara nasional, nilai median kadar iodium
sumber air minum adalah 15,0 g/L dan nilai
medium perkotaan (17,0 g/L), lebih tinggi dari
perdesaan (13,0 g/L).

Kadar iodium sumber air minum RT

Kadar iodium sumber air minum RT sebagian besar rendah atau


tidak mengandung iodium (92,1%) dan proporsi di perdesaan
lebih tinggi. Secara nasional, proporsi air minum RT yang
mempunyai kandungan cukup iodium masih sangat rendah (6,0%)
dengan proporsi di perkotaan (7,4%), lebih tinggi daripada di
perdesaan (4,6%).

Daftar Pustaka
http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasi

l%20Riskesdas%202013.pdf

Perjalanan Anda Telah SELESAI!!!


Terima Kasih ~~ ^^