Anda di halaman 1dari 3

BAB III

METODE KERJA

3.1 Waktu dan Lokasi


Praktikum dimulai pada tanggal 18 November 26 November 2015. Praktikum ini
dilakukan selama 7 hari untuk aklimatisasi, dan 2 hari untuk waktu pengamatan setelah
pendedahan. Praktikum dilaksanakan di ruang laboratorium ekologi dasar, Pusat
Laboratorium Terpadu (PLT) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah akuarium, aerator, selang, saringan,
filter, ember, gelas ukur 2 L, pipet, kamera. Bahan yang digunakan dalam praktikum ini
adalah ikan mas (Cyprinus sp), baygon, sarung tangan dan air.
3.3 Cara Kerja
3.3.1. Aklimatisasi
Disiapkan akuarium sebanyak 5 buah, pada tiap-tiap akuarium dipasang aerator dan
selang. Setelah itu akuarium diisi dengan air sebanyak 20 L. Proses aklimatisasi dilakukan
selama 7 hari. Tujuan dari proses ini adalah agar ikan mas mampu beradapatasi dengan
lingkungan baru yang kondisi fisik dan kimianya berbeda dari lingkungan asalnya. Selama 7
hari itu dilakukan pengurasan air sebanyak 2 kali yaitu pada hari ke 3 dan hari ke 5.
3.3.2. Penentuan jumlah konsentrasi dan jumlah ikan mas yang digunakan tiap perlakuan
Pembuatan larutan Baygon diperlukan jumlah konsentrasi dan banyak perlakuan
untuk LC50. Konsentrasi tertinggi Baygon diperoleh dari perhitungan. Perhitungan
konsentrasi menggunakan rumus Laurence & Bacharah (1964) mencari nilai F dengan
rumus :
F=r I
Keterangan :
F = nilai koefisien
I = nilai konsentrasi tertinggi per konsentrasi terendah

r = jumlah kelompok perlakuan yang akan diuji (tidak termasuk kontrol) 1


Setelah nilai F sudah didapat, maka konsentrasi tertinggi dibagi dengan nilai F tersebut.
Hasil pembagian tersebut dibagi lagi dengan nilai F sampai batas konsentrasi terendah.
Digunakan 14 ikan mas pada tiap perlakuan.
3.3.3 Pendedahan dan Pengamatan kondisi Ikan mas
Pendedahan dilakukan dengan cara memberikan larutan Baygon langsung ke dalam
akuarium sesuai dengan konsentrasi yang telah ditentukan, yaitu 40 ml, 20 ml, 10 ml, 5 ml
dan 0 ml. Pengamatan kematian dilakukan pada 1 jam setelah pendedahan, 2 jam setelah
pendedahan, 4 jam setelah pendedahan, 24 jam setelah pendedahan, dan 48 jam setelah
pendedahan. Pada penelitian ini tidak ada parameter yang diamati hanya dilakukan
pengamatan kematian.
3.3.4 Penentuan LC50 pada Ikan mas
Penentuan LC50 dapat dihitung dengan menggunakan analisa probit dilihat dari jumlah
individu yang mati dan koreksi % kematian. Nilai probit didapat dari perhitungan koreksi %
kematian dan nilai probit dilihat menggunakan tabel probit. Selanjutnya dibuat pada
microsoft excel grafik regesi linear dengan sumbu X= log10 konsentrasi dan sumbu Y= nilai
probit. Rumus yang didapat digunakan untuk mendapatkan nilai X. Setelah nilai X dapat
maka hasil harus di antilog terlebih dahulu itulah nilai dari LC50.
3.4 Analisis Data
3.4.1 Jumlah ulangan perdosis
( n - 1) ( t 1 ) 15
Keterangan.:
n: Jumlah total perlakuan
t: Jumlah pengulangan
3.4.2 Menentukan jumlah dosis
Berdasarkan Laurence & Bacharah (1964), penentuan jumlah konsentrasi yang
digunakan rumus sebagai berikut:
F=r I

Keterangan.:
F = nilai koefisien
I = nilai konsentrasi tertinggi per konsentrasi terendah
r = jumlah kelompok perlakuan yang akan diuji (tidak termasuk kontrol) 1
Konsentrasi tertinggi zat x dibagi dengan nilai F sampai menemukan beberapa konsentrasi
dan sampai batas nilai konsentrasi terendah.
3.4.4 Menentukan LD50/LC50

Koreksi kematian=

kematian yang teramati kematian kontrol


x
100 kematian kontrol

100%

Hasil dari koreksi % kematian digunakan untuk melihat nilai probit pada
tabel probit.
Contoh hasil rumus regresi linear menggunakan Ms. Excel:
Y = 5,045X 4,2501
Dengan Y = nilai probit
X = log10
LD50 adalah antilog dari nilai X.