Anda di halaman 1dari 8

TRANSLASI DAN KODE GENETIK

RESUME
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Genetika I
yang Dibina oleh Prof. Dr. A.Duran Corebima, M.Pd.

Disusun Oleh:
Kelompok 13/Offering A
Eka Imbia Agus Diartika

(140341601668)

Fiqih Dewi Maharani

(140341606456)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Maret 2016

TRANSLASI
Salah satu proses yang terjadi pada materi genetik adalah
translasi. Proses translasi mengikuti dikte dari kode genetik
untuk membentuk sekuen asam amino dalam produk gen yakni
polipeptida yang sangat kompleks yang melibatkan sejumlah
besar makromolekul.
1. Lebih dari 50 polipeptida dan 3 sampai 5 molekul RNA ada di
tiap ribosom.
2. Setidaknya 20 enzim aktivasi asam amino (amino asetil t-RNA
sintetase).
3. 40 sampai 60 molekul tRNA yang berbeda.
4. Setidaknya 9 protein terlarut terlubat dalam inisiasi, elongasi,
dan terminasi rantai polipeptida
Banyaknya

makromolekul

yang

terlibat

ini

sebagian

komponen ribosom ada dalam jumlah yang besar pada tiap sel,
dan sistem translasi memegang peran penting dalam rekayasa
metabolik pada tiap sel. Proses translasi terjadi di ribosom,
struktur

makromolekuler

kompleks

berada

di

sitoplasma.

Translasi melibatkan 3 tipe RNA. Semuanya merupakan hasil


transkripsi dari DNA template. Selain mRNA, terdapat 3 sampai 5
molekul rRNA yang hadir sebagai bagian dari struktur masingmasing ribosom, dan juga terdapat 70-80 nukleotida molekul
tRNA yang berfungsi sebagai adapter mediasi penggabungan
amino yang tepat asam dalam menanggapi kodon spesifik dalam
mRNA. Ribosom lengkap dengan mesin dan peralatan yang
diperlukan untuk membuat polipeptida. Ribosom bersifat tidak
spesifik, dalam arti bahwa mereka dapat mensintesis banyak
polipeptida yang ditentukan oleh mRNA.
Penelitian menggunakan pulse labeling dan autoradiografi
menunjukkan bahwa protein kebanyakan disintesis di bagian
sitoplasma (di ribosom). Pada

prokariot, ribosom berada pada

seluruh sel. Pada eukariot, ribosom berada di sitoplasma, pada


membran intraseluler reticulum endoplasma. Ribosom terdiri dari

protein (50%) dan RNA (50%) dan tersusun atas komponen besar
dan kecil, yang berpisah ketika proses translasi mRNA selesai
dan kembali bersatu selama inisiasi translasi. Ribosom pada
eukariot lebih besar (80s), pada mitokondria dan kloroplas lebih
kecil (60s). Ribosom Drosophila mengandung 2S RNA.
rRNA ditranskripsi dari DNA template, seperti mRNA. Pada
eukariot, sintesis rRNA terjadi di nukleolus dan dikatalisis RNA
polymerase. Transkripsi gen rRNA menghasilkan prekursor rRNA
yang lebih besar dari molekul RNA ditemukan dalam ribosom
yang menjalani modifikasi pascatranskripsi untuk menghasilkan
molekul rRNA yang terlibat dalam translasi. Selain terjadi
pembelahan prekusor rRNA, juga terjadi penambahan gugus
metil (metilasi) untuk melindungi molekul rRNA dari ribonuklease
yang mendegradasi mRNA.
5S gen rRNA pada eukariot tidak berada pada wilayah
nukleus, yang terdistribusi pada beberapa kromosom. Meskipun
ribosom menyediakan mesin untuk mensintesis protein dan
spesifikasi masing-masing polipeptida yang dikodekan oleh
mRNA, translasi pengkodean pesan mRNA menjadi sekuen
protein juga membutuhkan tRNA. Kodon merupakan sekuen
nukleotida mRNA yang spesifik terhadap asam amino tertentu.
Terdapat molekul adapter yang kecil (4S, 70-80 nukleotida) yang
awalnya disebut sRNA dan berikutnya dikenal dengan tRNA yang
mengandung triplet sekuen basa dan disebut antikodon, yang
komplementer dengan kodon selama translasi. Terdapat 1
sampai 4 tRNA untuk masing-masing asam amino.
tRNA

ditranskripsi

dari

gen

kromosom

dari

molekul

prekusor pasca transkripsi. tRNA matang memiliki beberapa


nukleoside

yang

berbeda

dengan

mRNA.

Molekul

tRNA

mengandung banyak kekhususan meskipun ukurannya kecil.


tRNA memiliki urutan antikodon yang benar, sehingga dapat
merespon kodon dan dikenali oleh aminoasil-tRNA sintetase,

sehingga bisa diaktifkan dengan asam amino yang tepat, serta


terikat pada sisi A dan P di ribosom.
Pada prokariot, inisiasi rantai polipetida terjadi dengan
formasi mRNA, metionil-tRNAmet. Setelah terjadi transkripsi,
selanjutnya adalah translokasi, yaitu terjadi perpindahan f-metala-tRNAala dari sisi A dan P dan juga terjadi perpindahan molekul
mRNA sebanyak 3 nukleotida yang posisinya relatif terhadap
ribosom, sehingga kodon sebelumnya pada sisi A bergerak ke sisi
P. Translokasi membutuhkan faktor elongasi Ef-G dan hidrolisis 1
molekul GTP. Selanjutnya, aminoasil-tRNA spesifik pada kodon
mRNA pada sisi A dan formasi ikatan peptida terulang untuk
masing-masing kodon mRNA hingga sampai kodon terminasi.
Terminasi membutuhkan 1 atau lebih release factor, dalam
bentuk RF-1 dan RF-2.

KODE GENETIK
20 asam amino yang berbeda dimasukkan ke dalam polipeptida selama
fase translasi. Dengan demikian, setidaknya 20 kodon yang berbeda harus
dibentuk dengan empat basa yang tersedia di mRNA. Dua basis per kodon akan
menghasilkan hanya 42 atau 16 (kemungkinan kodon jelas tidak cukup). Tiga basis
per kodon menghasilkan 43 atau 64 (kemungkinan kelebihan kodon). Pada tahun
1961, Francis Crick dan rekannya, menemukan bukti kuat pertama untuk
mendukung dari kode triplet (tiga nukleotida per kodon). Crick dan rekannya
berpendapat bahwa mutasi asli adalah pasangan basa tunggal yang mengalami
penambahan atau penghapusan.
Mengartikan Kode Genetik
Dari hasil penelitian sepanjang tahun 1960, peneliti mendapatkan bahwa
asam amino hasil translasi di ribosom merupakan pembentuk dari protein. Selain
itu juga menemukan bahwa ribosom akan aktif dengan mini mRNA yang teriri
atas tiga nukleotida. Kemudian penelitian tersebut menunjukkan bahwa
aminoacyl-tRNA yang menstimulasi ribosom aktif untuk berikatan dengan
pesanan trinukleotida.

Degenerasi dan Wobble


Semua asam amino kecuali metionin dan triptofan ditentukan lebih dari
satu kodon. Tiga asam amino leusin, serin, dan arginin, masing-masing spesifik
oleh enam kodon yang berbeda. Isoleusin memiliki tiga kodon. Asam amino
lainnya masing-masing memiliki dua atau empat kodon. Terjadinya lebih dari satu
kodon per asam amino ini disebut degenerasi. Degenerasi dalam kode genetik
tidak secara acak, tapi sangat spesifik. Degenerasi ada 2 jenis yaitu:
a. Degenerasi parsial ketika basa ketiga mungkin salah satu dari dua pirimidin
(U atau C) atau salah satu dari dua purin (A atau G) dengan parsial
degenerasi, mengubah basa ketiga dari purin ke pirimidin, atau akan
mengubah spesifik asam amino oleh kodon.
b. Degenerasi lengkap dari empat basa dapat hadir pada posisi ketiga dalam
kodon, dan kodon masih akan menentukan asam amino yang sama. Sebagai
contoh, valin dikodekan oleh GUU, GUC, GUA, dan GUG.
Ikatan hidrogen antar basa dalam antikodon tRNA dan kodon mRNA
mengikuti aturan ketat pasangan basa hanya pada dua basa awal dari kodon.
Pasangan basa yang melibatkan basa ketiga dari kodon bersifat kurang ketat,
memungkinkan peristiwa apa yang disebut wobble. Wobble memprediksi
keberadaan setidaknya dua tRNA untuk setiap asam amino dengan kodon yang
menunjukkan degenerasi lengkap pada posisis ke tiga, dan ini telah terbukti benar.
Hipotesis Wobble juga memprediksi terjadinya tiga tRNA untuk enam kodon
serin. Beberapa tRNA mengandung basa inosin, yang terbuat dari hipoksantin
purin. Inosin diproduksi oleh posttranscriptional enzymatic modification).
Inisiasi dan Terminasi Kodon
Kode genetik juga memberikan tanda baca informasi genetik pada tingkat
translasi. Kodon UAA, UAG, dan UGA menentukan pemutusan rantai
polipeptida. 2 kodon, AUG dan GUG diakui oleh inisiator tRNA, tRNA Met, tapi
rupanya hanya ketika mengikuti urutan nukleotida yang tepat di segmen
pemimpin sebuah molekul mRNA. Pada posisi internal AUG dikenali oleh
tRNAMet, dan GUG dikenali oleh valin tRNA.
Kode Genetik Bersifat Universal
Kode genetik bersifat universal, yaitu kodon memiliki arti yang sama
(dengan sedikit pengecualian) di semua spesies. Pengecualian yang paling penting

untuk universalitas kode genetik terjadi pada mitokondria manusia, yeast, dan
beberapa spesies lainnya.
Mutasi Supresor Memproduksi tRNA dengan Pengenal Kodon yang diubah
Mutasi supresor telah terbukti dapat terjadi pada gen tRNA, yang dapat
mengubah antikodon dari tRNA. Contoh yang paling umum dari mutasi supresor
yang mengubah kespesifikan tRNA adalah yang menekan mutasi rantai terminasi
UAG dengan pengkodean sekuen gen. Mutasi ini disebut amber mutations, yang
mengakibatkan sintesis polipeptida terpotong. Mutasi yang memproduksi triplet
rantai terminasi dalam gen disebut mutasi nonsense, sedangkan mutasi yang
mengubah triplet sehingga menentukan asam amino yang berbeda disebut mutasi
missense. Mutasi nonsense seringkali merupakan hasil dari substitusi pasangan
basa tunggal. Fragmen polipeptida yang dihasilkan dari gen yang mengandung
mutasi nonsense sering benar-benar nonfungsional. Penekanan mutasi nonsense
telah menunjukkan hasil dari mutasi pada gen tRNA yang menyebabkan tRNA
mutan mampu mengenali terminasi atau penghentian kodon (UAG, UAA, atau
UGA), meskipun dengan efisiensi yang berbeda-beda. Mutan tRNA ini disebut
sebagai suppressor tRNA.
Pertanyaan: TRANSLASI
1. Bagaimanakah ikatan tRNA dengan asam amino?
Asam amino terikat pada tRNA dengan ikatan energi tinggi
dari grup karboksil asam amino dan 3-hidroksiltermini tRNA.
Aminoasil tRNA reaktif terbentuk dari 2 langkah, keduanya
dikatalisis oleh enzim aktivasi atau aminoasil-tRNA sintetase.
Setidaknya terdapat 1 aminoasil-tRNA sintetase untuk 20 asam
amino.

Langkah

pertama

yaitu

aminoasil-tRNA

melibatkan

aktivasi asam amino menggunakan energi ATP. Ikatan asam


amino-AMP secara normal tidak terlepas sebelum ada langkah
kedua, yaitu reaksi yang sesuai dengan tRNA. Ikatan aminoasiltRNAs merupakan prekusor sintesis polipeptida pada ribosom,
masing-masing

tRNA

diaktivasi

oleh

mempresentasikan konfigurasi asam amino.

kodon

mRNA

dan

2. Bagaimanakah

perbedaan

proses

selama

proses

terminasi pada prokariot dan eukariot?


Sintesis protein berakhir ketika salah satu dari ke tiga
penghentian codon dicapai. Suatu lokasi tidak dimasukkan oleh
suatu tRNA tetapi oleh suatu protein yang melepaskan release
factor. Prokariot mempunyai tiga faktor pelepasan: RF-1 yang
mengenali penghentian codon 5-UAA-3 dan 5-UAG-3, RF-2
yang mengenali 5-UAA-3 dan 5-UGA-3, dan RF-3 yang
merangsang pelepasan RF1 dan RF2 dari ribosome setelah
penghentian. Di dalam suatu reaksi membutuhkan energi dari
hidrolisis GTP. Eukariot hanya mempunyai dua faktor pelepasan
eRf-1, yang mengenali penghentian codon, dan eRF-3, yang
mungkin berperan sama.
Pertanyaan: KODE GENETIK
1. Bagaimana penghitungan secara sistematis sehingga diperoleh 20 asam
amino yang dibentuk oleh tiga basa?
Perhitungan sistematisnya menggunakan rumus 43 yang menghasilkan 64
kode yang berbeda sehingga akan mampu mengkodekan kedua puluh asam
amino. Sehingga kode yang mengkodekan asam amino terdiri dari tiga buah basa.
Penghitungan ini juga membuktikan bahwa asam amino terdiri dari tiga buah
basa.
2. Jelaskan perbedaan antara mutasi nonsense dan mutasi missense!

Mutasi nonsense ialah mutasi yang memproduksi triplet rantai terminasi


dalam gen. Mutasi nonsense menghasilkan polipeptida yang terpotong
dengan panjang rantai bergantung pada posisi mutasi yang terjadi di

dalam gen.
Mutasi missense adalah mutasi yang mengubah triplet sehingga
menentukan asam amino yang berbeda. Sebuah gen yang berisi mutasi
missense mengkode polipeptida lengkap, namun dengan substitusi asam

amino dalam produk gen polipeptida. Mutasi nonsense seringkali


merupakan hasil dari substitusi pasangan basa tunggal.