Anda di halaman 1dari 11

ERITEMA MULTIFORME

OLEH :
1.FAUZIAH RACHMAWATI
10700365/14710012
2.JENNIFER NATHALIA
10700222/14710014

BAB I
PENDAHULUAN
Istilah eritema multiforme pertama kali digunakan oleh Ferdinan Von Hebra pada
tahun 1860. Dapat sembuh sendiri akan tetapi penyakit ini dapat berulang kembali.
Eritema multiforme adalah penyakit akut pada kulit dan selaput lendir yang
dapat menyebabkan beberapa lesi kulit, oleh karena itu bernama multiforme.
Penyakit ini merupakan reaksi imunologi, reaksi hipersensitivitas.
Penyakit ini sering terjadi pada orang dewasa muda dan anak-anak, terutama
pada laki-laki dan jarang terjadi di orang tua.Sejumlah faktor dapat dikaitkan
dengan Eritema multiforme, tetapi ditemukan sebagian besar berhubungan dengan
infeksi sebelumnya adalah virus herpes simpleks (HSV). Kebanyakan kasus lain yang
diprakarsai oleh obat.
Diagnostik Pasien dengan oral EM tanpa keterlibatan kulit terutama akan
mengunjungi dokter gigi, sehingga sangat penting untuk mengidentifikasi dan
membedakan gangguan untuk manajemen awal dan tepat untuk menindaklanjuti.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

a.Anatomi Rongga Mulut


Rongga mulut yang disebut juga
rongga
bukal,
dibentuk
secara
anatomis dibentuk oleh pipi pada
dinding bagian lateral masing-masing
sisi dari rongga mulut, bagian
anterior dari pipi berakhir pada
bagian bibir. Palatum keras, palatum
lunak, dan lidah.

b.Eritema Multiformis
1.Definisi
Erythema multiforme (EM) adalah
suatu kondisi kulit akut, self-limited,
dan kadang-kadang recurrent karena
reaksi hipersensitivitas tipe IV yang
berhubungan
dengan
infeksi,
medikasi, dan berbagai pemicu lain.
Yang dicirikan dengan papul merah
simetris yang timbul secara tiba-tiba,
dan beberapa menjadi lesi target
yang tipikal kadang-kadang atipikal.

2. Etiologi
Penyebab
yang
pasti
belum
diketahui.
Faktor-faktor
penyebabnya selain alergi terhadap
obat sistemik, ialah peradangan
oleh bakteri dan virus tertentu,
rangsangan fisik, misalnya sinar
matahari,
hawa
dingin,
faktor
endokrin seperti keadaan hamil atau
haid, dan penyakit keganasan.

3. Patogenesis
Pemahaman
terbaru
mengusulkan
bahwa
kebanyakan
EM,
pada
kebanyakan pasien, timbul sebagai
manifestasi mukokutaneus dari reaksi
imun langsung yang nyata terhadap
kulit yang terjadi akibat adanya satu
infeksi pada individu yang memiliki
faktor
presipitasi.
Penelitian
menunjukkan bahwa pembentukan
kompleks imun dan deposisinya pada
mikrovaskulatur
kutaneus
memiliki
peran dalam patogenesis EM.

4. Diagnosis
Anamnesis
Pada EM, riwayat lesi kulit yang muncul akut
dengan hampir seluruh lesi muncul dalam 24
jam dan berkembang sempurna dalam 72 jam.
Pruritus dan sensasi terbakar pada lesi dapat
digambarkan oleh pasien. Lesi-lesi individual
menetap pada tempat yang sama selama 7 hari
atau lebih.
Manifestasi Klinis
Dicirikan dengan bentuk iris merah atau macula
bull's eye-like, papul, atau bulla yang terutama
terbatas pada ekstremitas, wajah, dan bibir.
Penyakit ini biasanya ditemani oleh adanya
demam ringan, malaise, dan artralgia. Biasanya
terjadi pada anak-anak dan dewasa muda.

c. Gejala Sistemik
Gejala-gejala sistemik hampir selalu
muncul pada EM mayor dan tidak
ada atau terbatas pada EM minor.
Pada EM mayor, gejala sistemik
biasanya
mendahului
dan
menemani lesi kulit berupa demam
dan asthenia dengan derajat yang
bervariasi.
Artralgia
dengan
pembengkakan
sendi
kadangkadang ditemukan.

5. Penatalaksanaan
Untuk semua bentuk eritema multiforme,
penanganan
yang
paling
penting
adalah
penanganan simtomatik, yaitu antihistamin oral,
analgesik,
perawatan
kulit,
dan
soothing
mouthwashes (yaitu dengan membilas mulut
dengan warm saline water atau dicampur dengan
difenhidramin, xylocaine, dan kaopectate).
Manajemen eritema multiforme melibatkan
penentuan etiologi bila mungkin. Langkah
pertama adalah untuk mengobati kecurigaan
penyakit menular atau untuk menghentikan obat
kausal.
Pengobatan topikal berupa antiseptik topikal
untuk lesi kulit yang telah erosi dan bilasan
antiseptik/antihistamin dan anestetik lokal untuk
lesi mukosa. Antihistamin oral dan steroid topikal
dapat digunakan untuk gejala relief.

6. Prognosis
Kebanyakan kasus eritema multiforme bersifat
self-limited. Pada EM minor, lesi berkembang
lebih 1-2 minggu dan pada akhirnya mereda
dalam 2-3 minggu tanpa jaringan parut.
Eritema multforme mayor memiliki angka
kematian
kurang
dari
5%
dan
perlangsungannya
lebih
lama
dimana
penyembuhan membutuhkan 3-6 minggu. Lesi
kulit biasanya sembuh dengan meninggalkan
lesi hipo/hiperpigmenatasi.
Meskipun penyakit ini dapat sembuh secara
spontan dalam 10-20 hari, beberapa pasien
dapat mengalami 2-24 kali episode dalam
setahun.