Anda di halaman 1dari 3

2.

3 Prosedur pengukuran suhu


Nilai hasil pemeriksaan suhu merupakan indikator untuk menilai
keseimbangan antara pembentukan dan pengeluaran panas. Nilai ini akan
menunjukan peningkatan bila pengeluaran panas meningkat. kondisi demikian
dapat juga di sebabkan oleh vasodilatasi, berkeringat dan lain-lain. Demikian
sebaliknya, bila pembentukan panas maeningkat maka nilai suhu tubuh akan
menurun. Kondisi ini dapat di lihat pada peningkatan metabolisme dan kontraksi
otot. Pengukuran suhu tubuh dapat di lakukan secara oral (mulut), rektal, dan
aksila
Tujuan Tindakan:
Pengukuran suhu tubuh di lakukan untuk mengetahui rentang suhu tubuh.
Alat dan bahan:
1.

Termometer

2.

Tiga buah botol


Botol pertama berisi larutan sabun
Botol kedua berisi larutan desinfektan
Botol ketiga berisi air bersih

3.

Bengkok

4.

Kertas/tisu

5.

Vaselin

6.

Buku catatan suhu

7.

Sarung tangan

Prosedur kerja
Pemeriksaan suhu oral

1. Jelaskan prosedur pada klien.


2. Cuci tangan.
3. Gunakan sarung tangan.
4. Atur posisi pasien
5. Tentukan letak bawah lidah.
6. Turunkan suhu termometer di bawah 340 -350C
7. Letakan termometer di bawah lidah sejajar dengan gusi.
8. Anjurkan mulut di katupkan selama 3-5 menit.
9. Angkat termometer dan baca hasilnya.
10. Catat hasil
11. Bersihkan termometer dengan kertas tisu.
12. Cuci dengan air sabun, desinfektan, bilas dengan air bersih, dan keringkan.
13. Cuci tangan setelah prosedur di lakukan.
Pemeriksaan suhu rektal
1. Jelaskan prosedur pada klien.
2. Cuci tangan.
3. Gunakan sarung tangan.
4. Atur posisi pasien dengan posisi miring.
5. Pakaian di turunkan sampai bawah glutea.
6. Tentukan termometer dan atur pada nilai nol lalu oleskan vaselin.
7. Letakan telapak tangan pada sisi glutea pasian dan masukan termometer ke
dalam rektal jangan sampai berubah tempatnya dan ukur suhu.
8. Setelah 3-5 menit angkat termometer.
9. Catat hasil.
10. Bersihkan termometer dengan kertas tisu.
11. Cuci dengan air sabun, desinfektan, bilas dengan air bersih, dan keringkan.
12. Cuci tangan setelah prosedur di lakukan.
Pemeriksaan suhu Aksila
1. Jelaskan prosedur pada klien.
2. Cuci tangan.
3. Gunakan sarung tangan.

4. Atur posisi pasien


5. Tentukan letak aksila dan bersihkan daerah aksila dengan menggunakan tisu.
6. Turunkan termometer di bawah suhu 340 -350C.
7. Letakan termometer pada daerah aksila dan lengan pasien fleksi di atas dada.
8. setelah 3-10 menit termometer diangkat dan di baca hasilnya.
9. Catat hasil.
10. Bersihkan termometer dengan kertas tisu.
11. Cuci dengan air sabun, desinfektan, bilas dengan air bersih, dan keringkan.
12. Cuci tangan setelah prosedur di lakukan.

sumber : Hidayat, A. Aziz Alimul. 2004. Buku saku praktikum kebutuhan dasar
manusia. Jakarta: EGC