Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN RENCANA KEGIATAN

(Individu)

KULIAH KERJA NYATA


PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS DIPONEGORO
TAHUN 2015

SUBUNIT
KECAMATAN
KABUPATEN
PROVINSI

: TAMBAKREJO
: PEMALANG
: PEMALANG
: JAWA TENGAH

Disusun Oleh :
Nama Mahasiswa
NIM

: Fathia Mutiara Willis


: 21030112130109

BIDANG PENGELOLAAN KKN


LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

I.

IDENTIFIKASI MASALAH
Dalam merancang program kerja, perlu pemahaman awal terhadap keadaan
masyarakat dan potensi yang ada di Desa Tambakrejo, Kecamatan Pemalang,
Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Sehingga, dilaksanakan survey yang bertujuan
untuk mengumpulkan informasi dan data-data yang dibutuhkan dalam rangka
penyusunan rencana program kegiatan KKN PPM. Baik kepada perangkat desa,
masyarakat sekitar, maupun dinas instansi terkait. Berikut adalah tabel hasil survey:
Tabel 1. Identifikasi Permasalahan
Kategori

No.
1.

Permasalahan
Sarana

dan

Lokasi

prasarana

kebersihan di Desa Tambakrejo


Lingkungan

2.

masih sangat kurang


Pembuangan sampah belom

3.

dikelola dengan baik


Tidak adanya tempat

4.

kegiatan pengelolaan sampah


Kurangnya
pengetahuan
masyarakat

SDM

tentang

pengolahan sampah sebagai


produk

Pertanian

desa

dan

5.

yang

dapat

Desa

Sumber
(P/M/D)*
P,M

Tambakrejo
Desa

Tambakrejo
Desa

P,M

Tambakrejo
P
Desa
Tambakrejo

dimanfaatkan
Lebih dari 80% lahan di Desa

P,M

Tambakrejo digunakan sebagai


lahan pertanian dan mayoritas
masyarakat

desa

bermata

pencaharian sebagai petani dan


buruh tani, namun penjagaan

Desa
Tambakrejo

kualitas tanah dan penggunaan


pupuk organik masih sangat
6.

minim.
Pertanian di Desa Tambakrejo
masih bergantung pada pupuk
anorganik

7.

hasil

pemerintah
Irigasi persawahan

P
Desa

subsidi

Tambakrejo

masih

Desa

P,M

8.

belum dikelola dengan baik


Masih belum beragamnya hasil
pertanian

Kewirausahaan

dan

9.
Energi

sudah

modifikasi

produk dari hasil pertanian


yang

Tambakrejo

ada

belum

Desa
Tambakrejo

dimaksimalkan
Kurang optimalnya instalasi
biogas yang telah dibuat di

Desa

Tambakrejo
desa
* P = Perangkat Desa, M = Masyarakat, D = Dinas Instansi
II.

PRIORITAS PEMILIHAN PERMASALAHAN


Berdasarkan permasalahan yang ditemukan di Desa Tambakrejo yang
diperoleh dari berbagai sumber, maka alasan pemilihan masalah yang diprioritaskan.
Tabel 2. Prioritas Pemilihan Permasalahan
Keterangan

No.
1.

Permasalahan
Alasan Pemilihan
Sarana dan prasarana Berdasarkan
analisis,
kebersihan

di

Desa permasalahan

Tambakrejo masih sangat diangkat


kurang

KKN

ini

sebagai
karena

dapat
program

kebersihan

merupakan sektor utama dalam


menciptakan lingkungan yang
bersih

Lingkungan

dan

terhindar

dari

penyakit, masalah ini dapat


diselesaikan

dengan

memperbanyak

tempat

pembuangan

sampah

dan

mengadakan

kegiatan

yang

bertujuan untuk pengolahan


Lingkungan

2.

sampah secara benar


Tidak adanya tempat dan Berdasarkan
kegiatan

pengelolaan permasalahan

sampah

di

Tambakrejo

Desa diangkat

ini

sebagai

analisis,
dapat
program

KKN karena sampah yang


belum dikelola bisa langsung

dibuang

ke

tempat

pembuangan akhir atau dapat


dijadikan

hal

yang

dapat

dimanfaatkan

untuk

menunjang kebutuhan desa dan


meningkatkan nilai ekonomi,
seperti dimanfaatkan menjadi
3.

pupuk organik
Kurangnya pengetahuan Berdasarkan

analisis,

masyarakat desa tentang permasalahan


pengolahan
sebagai

sampah diangkat

produk

ini

sebagai

dapat
program

yang KKN karena sampah organik

dapat dimanfaatkan

dapat

dimanfaatkan

sebagai

pupuk organik untuk pertanian,

SDM

oleh karena itu perlu dilakukan


sosialisasi,
simulasi

pelatihan
untuk

dan

masyarakat

desaa agar lebih memahami


perihal tersebut sehingga dapat
Pertanian

4.

dengan mudah diterapkan


Lebih dari 80% lahan di Berdasarkan
analisis,
Desa

Tambakrejo permasalahan

digunakan sebagai lahan diangkat

ini

sebagai

dapat
program

pertanian dan mayoritas KKN karena kualitas tanah


masyarakat desa bermata dapat dijaga dan dipertahankan
pencaharian

sebagai dengan

petani dan buruh tani, organik


namun

penggunaan

pupuk

yang

ramah

lebih

penjagaan lingkungan, oleh karena itu

kualitas

tanah

dan penggunaan

pupuk

organik

penggunaan

pupuk perlu ditingkatkan, pembuatan

organik

sangat pupuk organik konvensional

minim.

masih

akan lebih murah dan efisien


dibandingkan

dengan

penggunaan pupuk anorganik

5.

Pertanian

di

Tambakrejo

Desa Berdasarkan

analisis,

masih permasalahan

bergantung pada pupuk diangkat


anorganik hasil subsidi KKN
pemerintah

ini

dapat

sebagai

program

karena

bila

menggunakan pupuk organik


hasil

olahan

sendiri

lebih

ekonomis penggunaannya dan


6.

lebih ramah lingkungan


belum Berdasarkan
analisis,

Masih
beragamnya

hasil permasalahan

pertanian dan modifikasi diangkat


produk

dari

ini

sebagai

dapat
program

hasil KKN, karena hasil pertanian di

pertanian yang sudah ada Desa Tambakrejo selama ini


belum dimaksimalkan

hanya dijual kembali untuk


mendapatkan

Kewirausahaan

akan

keuntungunan,

sangat

bermanfaaat

apabila mengadakan kegiatan


dengan

tujuan

mengembangkan

modifikasi

produk hasil pertanian yang


memiliki nilai ekonomi lebih
tinggi
pokoknya

daripada

produk

III.

RENCANA PROGRAM KKN PPM


Berikut rencana program yang akan dilaksanakan dalam kegiatan KKN PPM
pada tanggal 18 Januari 2015 23 Februari 2016.
Tabel 3. Rencana Program KKN PPM 2016
No.

Nama Program Kerja

Bahan

Volume

Sumber Dana

1.

Pelatihan pengolahan
sampah organik
menjadi pupuk
organik

Masyarakat
desa, petani,
dan buruh tani

Swadaya
mahasiswa

2.

Pelatihan dan
pembuatan
pemanfaatan ekstrak
bawang merah
sebagai pestisida
nabati

Hari 1
- Ruangan
- Laptop
- Proyektor
- Modul
Hari 2
- Lahan
komposter
- Garu
- Spanduk
bekas untuk
menutup lahan
- Starter EM4
- Ruangan
- Laptop
- Proyektor
- Modul
- Blender

Masyarakat
desa, petani,
dan buruh tani

Swadaya
Mahasiswa

Tabel 4. Rincian Program KKN PPM 2016


NO.
1.

KEGIATAN

WAKTU

JAM
KERJA

KETERANGAN

MONODISIPLIN
Pelatihan pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik
a. Diskusi dengan pihak desa

b. Diskusi dengan pihak


masyarakat
c. Membuat surat ijin ke pihak desa
dan masyarakat

Hari ke-2

Hari ke-2

Hari ke-2

4 jam

Perijinan dan
menginformasikan
pelaksanaan program
kegiatan

5 jam

Menginformasikan
pelaksanaan program
kegiatan

2 jam

Meminta ijin untuk


pelaksanaan program
kegiatan

d. Memberikan surat ijin dan


sosialisasi door-to-door ke pihak
desa dan masyarakat

Hari ke-3

6 jam

e. Persiapan kegiatan pelatihan


pengolahan sampah organik
menjadi pupuk organik

Hari ke-10

5 jam

f. Pelaksanaan kegiatan pelatihan


pengolahan sampah organik
menjadi pupuk organik

Hari ke-11

17 jam

g. Membuat laporan pelaksanaan


kegiatan

Hari ke-12

8 jam

Sosialisasi acara ke
pihak masyarakat
setempat
Survey terakhir
tempat pelaksaan
program (rundown
acara, perkap,
dekorasi)
Hari 1 :
Penyampaian materi
teori pengolahan
sampah dan
penggunaan pupuk
organik, pelatihan
pembuatan pupuk
organik
Hari 2 :
Pemisahan dan
pemilihan sampah
organik, pembuatan
pupuk organik di
lahan komposter,
pengecekan berkala
proses pembuatan
pupuk organik
hingga akhir
Melaporkan hasil
pelaksanaan program
kegiatan

Hari ke-18
Pemantauan kondisi
dan hari
3 jam lahan pembuatan
ke-24
pupuk organik
Pelatihan dan pembuatan pemanfaatan ekstrak bawang merah sebagai
pestisida nabati

h. Pengecekan berkala kondisi


proses pupuk yang telah dibuat
2.

a. Diskusi dengan pihak Desa

b. Diskusi dengan pihak


masyarakat
c. Membuat surat ijin ke pihak desa
dan masyarakat

Hari ke-2

Hari ke-2

Hari ke-2

4 jam

Perijinan dan
menginformasikan
pelaksanaan program
kegiatan

5 jam

Menginformasikan
pelaksanaan program
kegiatan

2 jam

Meminta ijin untuk


pelaksanaan program
kegiatan

d. Memberikan surat ijin dan


sosialisasi door-to-door ke pihak
desa dan masyarakat

Hari ke-3

6 jam

e. Persiapan kegiatan pelatihan dan


pembuatan pemanfaatan ekstrak
kulit bawang merah sebagai
pestisida nabati

Hari ke-14

3 jam

f. Pelaksanaan kegiatan pelatihan


dan pembuatan pemanfaatan
ekstrak kulit bawang merah
sebagai pestisida nabati

Hari ke-15

27 jam

g. Membuat laporan pelaksanaan


kegiatan

Hari ke-15

3 jam

Sosialisasi acara ke
pihak masyarakat
setempat
Survey terakhir
tempat pelaksaan
program (rundown
acara, perkap,
dekorasi)
Pemberian materi
pestisida alami dari
bahan alami,
memberikan
pengertian bahwa
produk bisa
digunakan sebagai
sebuah UKM,
pelatihan pembuatan
petisida dari ekstrak
bawang merah
(manfaat, cara
pembuatan, cara
penyimpanan, dan
cara penggunaan)
Melaporkan hasil
pelaksanaan program
kegiatan

No.

Nama Kegiatan

Minggu I
3 4 5 6

Minggu II
2 3 4 5 6

Waktu Pelaksanaan
Minggu III
7 1 2 3 4 5 6 7

1 2
7 1
Kegiatan
1. Pelatihan pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik
1. Diskusi dengan
pihak desa
2. Diskusi dengan
pihak masyarakat
3. Membuat surat ijin
ke pihak desa dan
masyarakat
4. Memberikan surat
ijin dan sosialisasi
door-to-door ke
pihak desa dan
masyarakat
5. Persiapan kegiatan
pelatihan
pengolahan sampah
organik menjadi
pupuk organik
6. Pelaksanaan
kegiatan pelatihan
pengolahan sampah
organik menjadi
pupuk organik
7. Pengecekan Berkala
Kondisi Pupuk
2. Pelatihan dan pembuatan pemanfaatan ekstrak bawang merah sebagai pestisida nabati

Minggu IV
1 2 3 4 5 6 7

Minggu V
1 2 3 4 5 6

Diskusi dengan
pihak desa
2. Diskusi dengan
pihak masyarakat
3. Membuat surat ijin
ke pihak desa dan
masyarakat
4. Memberikan surat
ijin dan sosialisasi
door-to-door ke
pihak desa dan
masyarakat
5. Persiapan kegiatan
pelatihan dan
pembuatan
pemanfaatan
ekstrak kulit
bawang merah
sebagai pestisida
nabati
6. Pelaksanaan
kegiatan pelatihan
dan pembuatan
pemanfaatan
ekstrak kulit
bawang merah
sebagai pestisida
nabati
Pembuatan Laporan
6. Penulisan
Pembahasan
Laporan
7. Revisi dan
Pengesahan Laporan
1.

8.

Finalisasi Laporan
dan Administrasi