Anda di halaman 1dari 4

daftar judul kti analis kesehatn D3

1. GAMBARAN JUMLAH TROMBOSIT PADA PASIEN PEMAKAI OBAT


ANTI TUBERKULOSIS PAKET ( OAT ) DI WILAYAH PUSKESMAS
KECAMATAN BUMIAYU-BREBES
2. GAMBARAN KADAR HAEMOGLOBIN PADA MAHASISWA DIII ANALIS
KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG YANG
MEROKOK
3. PERBEDAAN NILAI HEMATOKRIT METODE MIKRO MENGGUNAKAN
DARAH VENA DAN DARAH KAPILER
4. PERBANDINGAN HASIL PENGUKURAN LAJU ENDAP DARAH (LED)
DENGAN MENGGUNAKAN METODE WESTERGREN MANUAL DAN
AUTOMATIK
5. GAMBARAN JUMLAH LEUKOSIT PADA MAHASISWA DIII ANALIS
KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG YANG
MEROKOK
6. PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN KADAR HEMOGLOBIN METODE
CYANMETH ANTARA DARAH KAPILER DAN VENA PADA MAHASISWA
ANALIS KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
7. MORFOLOGI ERITROSIT PADA APUSAN DARAH EDTA
BERDASARKAN WAKTU PENYIMPANAN SAMPEL SELAMA 0 JAM, 1.5
JAM, 3 JAM, 4.5 JAM
8. PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN PLASMA PROTROMBIN TIME
(PPT) PADA PLASMA SITRAT YANG DISIMPAN PADA SUHU RUANG
(25 30 C) SELAMA 0 JAM, 2 JAM, DAN 4 JAM
9. GAMBARAN KADAR LAJU ENDAP DARAH METODE WESTERGREN
PADA PEKERJA SUPIR BUS DI DAERAH TERBOYO SEMARANG
10. GAMBARAN KADAR HAEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DI WILAYAH
PUSKESMAS POASIA
11. GAMBARAN JUMLAH LEUKOSIT PADA MAHASISWA DIII ANALIS
KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG YANG
MEROKOK

12. PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN PLASMA PROTROMBIN TIME


(PPT) PADA PLASMA SITRAT YANG DISIMPAN PADA SUHU RUANG
(25 30 C) SELAMA 0 JAM, 2 JAM, DAN 4 JAM
13. MORFOLOGI ERITROSIT PADA APUSAN DARAH EDTA
BERDASARKAN WAKTU PENYIMPANAN SAMPEL SELAMA 0 JAM, 1.5
JAM, 3 JAM, 4.5 JAM
14. GAMBARAN KADAR HEMATOKRIT PADA PEKERJA DI SEPANJANG
JALAN BRIGJEN SUDIARTO SEMARANG
15. KORELASI NILAI HEMATOKRIT DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA
PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE DI RS TELOGOREJO
BULAN MARET
16. GAMBARAN NILAI MCV, MCH, MCHC PADA PEKERJA JALANAN DI JL.
BRIGJEN SUDIARTO SEMARANG
17. GAMBARAN JUMLAH LEUKOSIT PADA PENDERITA DEMAM TIPOID DI
PUSKESMAS
18. GAMBARAN HITUNG JUMLAH LEUKOSIT PADA PEKERJA DI
SEPANJANG JL BRIGJEN SUDIARTO SEMARANG
19. PENGARUH WAKTU PENYIMPANAN DARAH EDTA PADA SUHU KAMAR
( 250 300 C ) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN
20. GAMBARAN JUMLAH ERITROSIT PADA PEKERJA DI SEPANJANG JL.
BRIGJEN SUDIARTO SEMARANG
21. PERBEDAAN NILAI INDEX WINTROBE DENGAN ALAT HITUNG SEL
DARAH ABX MICROS 60 SECARA HITUNG OTOMATIK dan HITUNG
MANUAL
22. EFEKTIVITAS LARUTAN BAWANG PUTIH DALAM MEMBUNUH LARVA
Aedes aegypti
23. PERBEDAAN LAJU ENDAP DARAH DENGAN SAMPEL DARAH EDTA
SEGERA DIPERIKSA DAN DITUNDA 3 JAM DALAM SUHU KAMAR
24. PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN KADAR HEMATOKRIT MIKRO
PADA DARAH VENA DENGAN PENGAMBILAN POSISI DUDUK DAN
BERBARING

25. PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN DENGAN ALAT


HUMALISER 2000 DAN ABX MICROS 60 /OS/OT-16 DI RSU PURI
ASIH KOTAMADYA SALATIGA
26. PERBANDINGAN HITUNG JENIS LEKOSIT METODE TRANSVERSAL
DAN LONGITUDINAL
27. KESESUAIAN JUMLAH LEKOSIT ABSOLUT DI BANDINGKAN DENGAN
JUMLAH ESTIMASI PADA SEDIAAN APUS
28. PERBEDAAN PENGAMBILAN DARAH VENA PADA POSISI DUDUK DAN
BERBARING TERHADAP HASIL PEMERIKSAAN KADAR HEMOGLOBIN
MAHASISWA SEMESTER VI AAK
29. PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN METODE CYANMETHEMOGLOBIN
DENGAN MENGGUNAKAN REAGEN DRABKIN SATU VOLUME DAN
SETENGAH VOLUME
30. PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH METODA
WESTERGREN DENGAN HUMASED 20
31. PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH (LED)
METODE WESTERGREN PADA POSISI PENGAMBILAN SAMPEL
DUDUK DAN BERBARING
32. PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAHbr / DENGAN
DOBEL ANTIKOAGULAN DAN SATU ANTIKOAGULANbr / METODE
WESTERGREEN
33. PEMERIKSAAN TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTHS
DENGAN METODE CENTRIFUGASI PADA AIR SUNGAI BANJIR KANAL
BARAT DI SEMARANG
34. GAMBARAN KADAR Hb, Ht DAN JUMLAH TROMBOSIT SEBELUM DAN
SESUDAH DI TRANSFUSI DARAH LENGKAP PADA PASIEN
PENDERITA DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF) DI RS. PKU
MUHAMMADIYAH CEPU
35. GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN SEBELUM DAN SESUDAH
MENSTRUASI BERDASARKAN LAMANYA SIKLUS MENSTRUASI PADA
SISWI SMP.N. 7 SEMARANG

36. PERBEDAAN HASIL JUMLAH TROMBOSIT METODE MANUAL


MENGGUNAKAN REAGEN REES ECKER DAN AMONIUM OKSALAT 1
% DI LABORATORIUM KLINIK AJI SEMARANG
37. KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU-IBU MENYUSUI br / DI POSYANDU
DESA JETIS, KEMANGKON, br / PURBALINGGA
38. PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN JUMLAH TROMBOSIT YANG
MENGGUNAKAN ANTI KOAGULANbr / CAIR DAN PADAT
39. PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN JUMLAH LEKOSIT SECARA
MANUAL DAN SECARA OTOMATIS DI INSTANSI LABORATORIUM
RSUS BANYUMAS
40. HUBUNGAN JUMLAH ERITROSIT TERHADAP NILAI LED ( WINTROB )
PADA SISWA KELAS III SMA TEUKU UMAR SEMARANG
41. NILAI ERITROSIT DAN HEMATOKRIT ( Ht ) METODE MIKRO
BERDASARKAN KONSENTRASI DARAH ( 50% 100% ) PADA
MAHASISWA TINGKAT III ANALIS KESEHATAN UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SEMARANG
42. HUBUNGAN JUMLAH ERITROSIT DENGAN KADAR HEMOGLOBIN
PADA SISWA KELAS III SMU TEUKU UMAR SEMARANG
43. PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN KADAR HEMOGLOBIN METODE
CYANMENT YANG DARAHNYA DIPIPET MENGGUNAKAN MIKROPIPET
DAN PIPET HAEMOMETER
44. GAMBARAN KADAR HAEMOGLOBIN DENGAN PRESTASI BELAJAR
SISWA KELAS III SMU TEUKU UMAR SEMARANG TAHUN AJARAN
2005 2006
45. GAMBARAN PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH (LED) PADA

PENDERITA INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DI BP4


SEMARANG