Anda di halaman 1dari 9

HUKUM DASAR DALAM BIOMEKANIKA

HUKUM DASAR DALAM BIOMEKANIKA Disusun oleh : AMMIRA FATIMA 1B PRODI DIV KEPERAWATAN POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Disusun oleh :

AMMIRA FATIMA

1B PRODI DIV KEPERAWATAN

POLTEKKES KEMENKES

PALEMBANG

2014

BAB I

PENDAHULUAN

Pada dunia kesehatan, khususnya dalam dunia keperawatan, sangat penting bagi seorang perawat ataupun mahasiswa yang sedang dalam masa pendidikan keperawatan untuk mengetahui, memahami, dan mengerti tentang konsep fisika di dalam keperawatan untuk mengaplikasikannya kedalam dunia kesehatan.

Di Poltekkes Kemenkes Palembang jurusan DIV Keperawatan terdapat mata kuliah fisika keperawatan, kami mahasiswa DIV Keperawatan diberi tugas oleh dosen mata kuliah fisika keperawatan untuk membuat makalah tentang pendalaman materi dengan temanya “Prinsip-Prinsip Mekanika Dalam Keperawatan”. Bagian materi yang Saya bahas pada makalah ini adalah “Hukum Dasar Dalam Biomekanika” dan aplikasinya dalam dunia keperawatan

1.1 Rumusan Masalah

1)

Apa hukum dasar dalam biomekanika?

2)

Bagaimana aplikasi hukum dasar dalam biomekanika dalam keperawatan?

1.2 Tujuan Penulisan

1)

Dapat mengetahui apa saja hukum dasar dalam biomekanika.

2)

Dapat mengaplikasikan hukum dasar dalam biomekanika kedalam dunia

keperawatan.

1.3 Manfaat Sebagai pemenuhan tugas wajib pada mata kuliah fisika keperawatan

untuk mendalami materi tentang Hukum Dasar dalam Biomekanika dan penerapannya dalam dunia kesehatan.

BAB II LANDASAN TEORI

Biomekanik adalah ilmu yang mempelajari gerakan pada makhluk hidup, dimana dalam Biomekanik hanya mempelajari gerakan pada manusia. Dengan demikian, pengertian Biomekanik secara umum/luas adalah ilmu yang mempelajari gerakan pada manusia, yang dipengaruhi oleh sistem anatomi, fisiologi, psikologis, mekanis dan sosiokultural. Sedangkan pengertian Biomekanik secara sempit adalah ilmu yang mempelajari gerakan pada manusia. Adapun pengertian Biomekanik secara ilmiah adalah ilmu yang mempelajari cara menentukan gaya, perubahan dan beban mekanik pada otot, tulang dan sendi dari tubuh manusia. Secara terminologi, Biomekanik terdiri atas 2 kata yaitu kata “Bio” = makhluk hidup dan kata “Mekanikal” = gerakan. Jadi Biomekanik adalah ilmu yang mempelajari gerakan pada makhluk hidup, dimana dalam Biomekanik hanya mempelajari gerakan pada manusia. Dengan demikian, pengertian Biomekanik secara umum / luas adalah ilmu yang mempelajari gerakan pada manusia, yang dipengaruhi oleh sistem anatomi, fisiologi, psikologis, mekanis dan sosiokultural. Sedangkan pengertian Biomekanik secara sempit adalah ilmu yang mempelajari gerakan pada manusia. Biomekanika dan cara kerja adalah pengaturan sikap tubuh dalam bekerja. Sikap kerja yang berbeda akan menghasilkan kekuatan yang berbeda pula dalam melakukan tugas. Dalam hal ini penelitian biomekanika mengukur kekuatan dan ketahanan fisik manusia dalam melakukan pekerjaan tertentu, dengan sikap kerja tertentu. Tujuannya untuk mendapatkan cara kerja yang lebih baik, dimana kekuatan/ketahanan fisik maksimum dan kemungkinan cidera minimum.

. Biomekanika menurut Frankel dan Nordin pada tahun 1980 biomekanika merupakan ilmu mekanika teknik untuk analisa sistem kerangka otot manusia. (Chaffin, 1991) secara umum mendefinisikan biomekanika, yaitu: Biomekanika menggunakan konsep fisika dan teknik untuk menjelaskan gerakan pada bermacam-macam bagian tubuh dan gaya yang bekerja pada bagian tubuh pada aktivitas sehari-hari.

Biomekanika merupakan ilmu yang membahas aspek-aspek biomekanika dari gerakangerakan tubuh manusia. Biomekanika merupakan kombinasi antar keilmuan mekanika, antropometri, dan dasar ilmu kedokteran ( biologi dan fisiologi ). Menurut Frankel dan Nordin, biomekanika menggunakan konsep fisika dan teknik untuk menjelaskan gerakan pada berbagai macam bagian tubuh dan gaya yang bekerja pada bagian tubuh pada aktivitas sehari-hari. Menurut Caffin dan Anderson (1984), occupacional biomechanics adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar pekerja dan peralatannya, lingkungan kerja dan lain- lain untuk meningkatkan performansi dan meminimisasi kemungkinan cidera. Ilmu Biomekanika membahas mengenai manusia dari segi kemampuan- kemampuannya seperti kekuatan, daya tahan, kecepatan dan ketelitian. Pada ilmu kedokteran, biomekanika dibagi menjadi 2 (dua) pandangan, yaitu:

1)

Ilmu Kinetika, merupakan ilmu yang mempelajari tentang faktor-

2)

faktor gaya yang menyebabkan benda bergerak atau diam. Ilmu Kinematika, adalah ilmu yang mempelajari sifat-sifat gerak tanpa memperhatikan bidang mana atau bagaimana sifat gerakannya atau sudutnya apakah penuh atau tidak.

2.1 Pembahasan

2.1.1 Hukum-Hukum Dasar dalam Biomekanika

Dasar prinsip-prinsip kerja Biomekanika adalah Hukum Newton yang terdiri dari :

Hukum I Newtonkerja Biomekanika adalah Hukum Newton yang terdiri dari : Hukum II Newton Hukum III Newton Hukum

Hukum II Newtonadalah Hukum Newton yang terdiri dari : Hukum I Newton Hukum III Newton Hukum I Newton

Hukum III NewtonNewton yang terdiri dari : Hukum I Newton Hukum II Newton Hukum I Newton Bunyi Hukum

Hukum I Newton Bunyi Hukum I Newton : Selama jumlah gaya yang bekerja pada sebuah benda sama dengan Bunyi Hukum I Newton : Selama jumlah gaya yang bekerja pada sebuah benda sama dengan nol (ΣF = 0) maka benda akan berada dalam keadaan diam atau bergerak secara lurus beraturan (Kecepatannya konstan).

Konsep dari hukum ini dikenal dengan kelembaman ( Inersia ) yaitu sifat suatu benda untuk cenderung mempertahankan kedudukannya. Benda yang diam cenderung untuk diam dan benda yang bergerak cenderung untuk terus bergerak. setiap benda akan tetap diam atau tetap bergerak lurus beraturan, kecuali jika benda tersebut dipaksa untuk berubah keadaannya oleh gaya yang bekerja padanya.

Contoh :

bola bowling lebih inersia dibanding bola tennis.

tempat tidur dengan pasien lebih inersia dibanding tempat tidur tanpa pasien.

Ketika tubuh dalam keadaan istirahat semua otot dan organ lain juga dalam keadaan relaks. Maka ketika kita akan menggerakkannya harus dimulai dari perlahan lahan (perlu pemanasan ). Jika secara tiba-tiba digerakkan maka kemungkinan akan mengakibatkan cedera pada organ tersebut.

kemungkinan akan mengakibatkan cedera pada organ tersebut. Hukum II Newton Jika sebuah benda diberikan gaya maka
kemungkinan akan mengakibatkan cedera pada organ tersebut. Hukum II Newton Jika sebuah benda diberikan gaya maka

Hukum II Newton Jika sebuah benda diberikan gaya maka benda tersebut akan bergerak dan mengalami Percepatan. Percepatan gerak sebuah benda berbanding lurus dengan besarnya gaya yang bekerja dan berbanding terbalik dengan besar masanya. konsep berat sama dengan gaya grafitasi berat merupakan hasil kali antara masa dengan percepatan grafitasi ( w = mg ).

F = m . a Dimana F = gaya yang bekerja (N)

m = massa (kg) a = percepatan (m/s 2 ) Contoh :

Gaya otot yang diperlukan akan lebih besar ketika mengangkat beban yang berat dibandingkan dengan ketika mengangkat beban yang ringan.

Ketika mendorong sebuah sebuah kereta pasien atau kursi dorong gaya yang diperlukan lebih besar ketika mendorong pasien yang berbadan besar dibandingkan dengan ketika mendorong pasien yang bertubuh kecil.

Sekarang kita lakukan percobaan lain. Kali ini massa bendanya divariasi tetapi gayanya dipertahankan tetap sama. Jika massa benda diperbesar 2 kali, ternyata percepatannya menjadi ½ kali. Kita bisa simpulkan bahwa percepatan suatu benda berbanding terbalik dengan massa benda itu.

suatu benda berbanding terbalik dengan massa benda itu. Massa adalah sifat intrinsik dari sebuah benda yang

Massa adalah sifat intrinsik dari sebuah benda yang menyatakan resistensinya terhadap percepatan. Massa sebuah benda dapat dibandingkan dengan massa benda lain dengan menggunakan gaya yang sama pada masing-masing benda dan dengan mengukur percepatannya. Dengan demikian rasio massa benda-benda itu sama dengan kebalikan rasio percepatan benda-benda itu yang dihasilkan oleh gaya yang sama :

m=F/m Massa sebuah benda tidak tergantung pada lokasi benda. Seorang tenaga medis yang kesulitan memindahkan troli yang berat, mungkin akan meminta bantuan sejawatnya, untuk menghasilkan gaya yang lebih besar, sehingga pergerakan troli dari keadaan diam menjadi bergerak (percepatan) yang dihasilkannya lebih besar atau troli lebih mudah dipindahkan.

lebih besar atau troli lebih mudah dipindahkan. Hukum III Newton Jika sebuah benda memberikan gaya (aksi)

Hukum III Newton Jika sebuah benda memberikan gaya (aksi) sebesar F pada benda lain, maka benda kedua akan memberi gaya (reaksi) yang besarnya sama pada benda

pertama tetapi arahnya berlawanan. Hukum ini dikenal dengan hukum aksi dan

reaksi.

F aksi = F reaksi

dikenal dengan hukum aksi dan reaksi. F aksi = F reaksi Contoh :  Ketika telapak

Contoh :

Ketika telapak kaki menginjak tanah dan mendorong kearah belakang maka

tanah akan membalas dengan memberikan gaya yang besarnya dengan arah

kedepan sehingga badan akan terdorong maju.

Pasien berbaring di tempat tidur Pasien yang berbaring di atas tempat tidur,

kita menyadari bahwa tempat tidur menyokong pasien. Tanpa tempat tidur,

pasien akan jatuh ke lantai

2.1.2 Aplikasi Hukum Dasar dalam Biomekanika di dalam Keperawatan

1. Penerapan Hukum Newton 1

Pengukuran massa anak dengan suatu timbangan pegas. di mana seoarang anak balita sedang diukur berat badannya. Pada saat anak ditimbang, pada anak bekerja gaya berat W yang disebabkan oleh percepatan gravitasi bumi. Pada saat dalam keadaan setimbang, anak bayi tidak bergerak-gerak, maka gaya berat W akan sama dengan tegangan tali T. Tegangan tali T akan terukur pada angka yang ditunjukkan oleh timbangan. Pada keadaan setimbang ini (keadaan diam) hukum pertama Newton dapat digunakan.

2. Penerapan hukum II newton

Di mana seoarang perawat sedang mendorong seorang pasien yang ditidurkan di atas sebuah strecher dengan gaya F. Oleh karena gaya F tersebut, strecher menjadi

bergerak dengan percepatan a. Pada kasus ini keadaan pasien yang didorong adalah bergerak dengan percepatan a. Jadi kita dapat menerapkan hukum kedua Newton.

3. Penerapan hukum III newton

Apabila kita mendorong kursi roda secara tiba-tiba maka orang yang duduk di kursi roda itu akan terdorong kedepan tetapi setelah gerakan kursi roda berjalan normal orang itu akan kembali ke posisinya semula.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN Biomekanika merupakan ilmu yang membahas aspek-aspek biomekanika dari gerakangerakan tubuh manusia. Biomekanika merupakan kombinasi antar keilmuan mekanika, antropometri, dan dasar ilmu kedokteran ( biologi dan fisiologi ). Menurut Frankel dan Nordin, biomekanika menggunakan konsep fisika dan teknik untuk menjelaskan gerakan pada berbagai macam bagian tubuh dan gayayang bekerja pada bagian tubuh pada aktivitas sehari-hari. Dasar prinsip-prinsip kerja Biomekanika adalah Hukum Newton yang terdiri dari :

1)

Hukum I Newton

2)

Hukum II Newton

3)

Hukum III Newton Penerapan hukum dasar dalam biomekanika sangat bermanfaat dalam konsep kerja di dalam keperawatan.