Anda di halaman 1dari 30

Kelompok II

Nama :

1. Septian Dwi Saputra


2. Astra Jingga
3. Tarung Danur
4. Ahmat Gustrianto
5. Idham

SISTEM OTOT PADA MANUSIA


Otot merupakan suatu organ atau alat
yang memungkinkan tubuh dapat
bergerak ini adalah suatu sifat penting
bagi organisme. Gerak sel terjadi karena
sitoplasma merubah bentuk. Pada sel-sel,
sitoplasma ini merupakan benang-benang
halus yang panjang disebut miofibril.
Kalau sel otot mendapat rangsangan
maka miofibril akan memendek, dengan
kata lain sel otot akan memendekkan
dirinya ke arah tertentu (berkontraksi) .

Letaknya Otot Manusia sebagai berikut :


1.
2.
3.
4.
5.

Otot bagian Kepala


Otot bagian Leher
Otot bagian Bahu
Otot bagian Dada
Otot bagian Lengan

6. Otot bagian Perut


7. Otot bagian Punggung
8. Otot bagian tungkai atas
9. Otot bagian tungkai bawah

1. Otot bagian Kepala

1. Otot pundak kepala, yang dibagi lagi menjadi 2 bagian yaitu:


a. frontalis berfungsi mengerutkan dahidan menarik dahi mata .
b. Oksipitalis, terletak dibagian belakang berfungsi menarik kulit kebelakang .
2. Otot wajah , yang dibagi menjadi sub-sub sebagai berikut:
a. Otot mata dan otot bola mata sebanyak 4 buah
b. Obliges okuli/ otot bola mata yang terdapat disekeliling mata berfungsi memutar mata
c. Orbicularis okuli/ otot lingkar mata yang terdapat di sekeliling mata berfungsi sebagai penutup mata
d. levator palpebra superior, terdapat pada kelopak mata fungsinya menarik, mengangkat kelopak mata keatas
pada waktu membuka mata.
3. Otot mulut/ bibir dan pipi, yang terbagi atas:
a. Triangularis dan muskulus orbikularis oris/ otot sudut mulut berfungsi menarik sudut mulut kebawah.
b Quadratus labii superior/ otot bibir atas yang mempunyai origo pinggir lekuk mata menuju bibir atas dan hidung .
c. Quadratus labii inferior, terdapat pada dagu yang merupakan kelanjutan pada otot leher, Fungsinya menarik bibir
kebawah atau membentuk mimik muka kebawah
d. Buksinator, yang memebentuk dinding sampai rongga mulut, fungsinya menahan makanan waktu mengunyah.
e. Zigomatikus/ otot pipi, berfungsi untuk mengangkatdagu mulut keatas waktu senyum.
4. Otot pengunyah, yang terbagia atas:
a. Maseter, yang berfungsi mengngkat rahang bawah pada waktu mulut terbuka .
b. Temporalis, berfungsi menarik rahang bawah ketas dan kebelakang .
c. Pterogoid internus dan eksternus berfungsi menarik rahang bawah kedepan.
5. Otot lidah, yang terbagi atas:
a. Genioglosus berfungsi mendorong lidah kedepan .
b. Stiloglosus berfungsi menarik lidah keatas dan kebelakang .

2. Otot Bagian Leher


Otot bagian leher dibagi menjadi 3 bagian yaitu :
1. Platisma, terdapat di samping leher menutupi sampai dada, Fungsinya menekan
mandibular,menarik bibir ke bawah dan mengerutkan kulit bibir .
2. Sternokleido mastoid,terdapat di samping kiri dan kanan leher yang berfungsi
menarik kepala kesamping kiri dan kanan, memutar kepala .
3. Longisimus kapasitas, terdiri dari splenius dan semispinalis kapasitis, ketiganya
terdapat dibelakang leher dengan fungsi untuk menarik kepala belakang dan
menggelengkan kepala .

Otot Bagian Bahu


M. deltoid (otot segitiga), otot ini membentuk lengkung bahu dan berpangkal di bagian sisi tulang selangka
ujung bahu, balung tulang belikat dan diafise tulang pangkal lengan. Di antara otot ini dan taju besar tulang
pangkal lengan terdapat kandung lendir. Fungsinya mengangkat lengan sampai mendatar.
M. subskapularis (otot depan tulang belikat), Otot ini mulai dari bagian depan tulang belikat, menuju taju
kecil tulang pangkal lengan, di bawah uratnya terdapat kandung lendir. Fungsinya menengahkan dan memutar
tulang humerus ke dalam.
M. supraspinatus (otot atas balung tualang belikat). Otot ini berpangkal di lekuk sebelah atas menuju ke taju
besar tulang pangkal lengan. Fungsinya mengangkat lengan.
M. infraspinatus (otot bawah balung tulang belikat). Otot ini berpangkal di lekuk sebelah bawah balung
tulang belikat dan menuju ke taju besar tulang pangkal lengan. Fungsinya memutar lengan ke luar.
M. teres mayor (ototo lengan bulat besar). Otot ini berpangkal di siku bawah tulang belikat dan menuju ke
taju kecil tulang pangkal lengan. Di antara otot lengan bulat kecil dan otot lengan bulat besar terdapat kepala
yang panjang dari muskulus triseps brakii. Fungsinya bisa memutar lengan ke dalam.
M. teres minor (otot lengan belikat kecil). Otot ini berpangakal di siku sebelah luar tulang belikat dan
menuju ke taju besar tulang ke pangkal lengan. Fungsinya memutar lengan ke luar.

Otot Bagian Dada


Otot dada besar (muskulus pektoralis mayor). Pangkalnya terdapat di ujung tengah selangka, tulang dada dan
rawan iga. Fungsinya dapat memutar lengan ke dalam dan menengahkan lengan, menarik lengan melalui
dada, merapatkan lengan ke dalam.
Otot dada kecil (muskulus pektoralis minor). Terdapat di bawah otot dada besar, berpangkal di iga III, IV dan V
menuju ke prosesus korakoid. Fungsinya menaikkan tulang belikat dan menekan bahu.
Otot bawah selangka (muskulus subklavikula). Terdapat di antara tulang selangka dan ujung iga I, bagian
dada atas sebelah bawah os klavikula. Fungsinya menetapkan tulang selangka di sendi sebelah tulang dada
dan menekan sendi bahu ke bawah dan ke depan.
Otot gergaji depan(muskulus seratus anterior). Berpangkal di iga I sampai IX dan menuju ke sisi tengah tulang
belikat, tetapi yang terbanyak menuju ke bawah.
Otot dada sejati yaitu otot-otot sela iga luar dan otot-otot sela iga dalam. Fungsinya mengangkat dan
menurunkan iga waktu bernapas. Otot dada bagian dalam disebut juga otot dada sejati, yaitu otot dada yang
membantu pernapasan terdiri dari: Muskulus interkostalis eksternal dan internal terdapat di antara tulang-tulang
iga. Fungsinya mengangkat dan menurunkan tulang iga ke atas dan ke bawah pada waktu bernapas; Muskulus
diaragmatikus, merupakan alat istimewa yang di tengahnya mempunayi aponeurosis yang disebut sentrum
tendineum. Bentuknya melengkung ke atas mengahadap ke rongga toraks, mempunyai lobang tempat lalu
aorta vena kava dan esofagus. Fungsinya menjadi batas antara rongga dada dan rongga perut. Kontraksi dan
relaksinya memperkecil serta memperbesar rongga dada waktu bernapas

3.Otot bagian Lengan Atas


a.

Otot otot ketul (fleksor):


1.Muskulus biseps braki (otot lengan berkepala 2). Otot ini meliputi dua buah sendi dan
mempunyai dua buah kepala (kaput). Kepala yang panjang melekat di dalam sendi bahu,
kepala yang pendek melekatnya disebelah luar dan yang kedua disebelah dalam. Otot itu
ke bawah menuju ke tulang pengumpil. Di bawah uratnya terdapat kandung lender.
Fungsinya membengkokkan lengan bawah siku, meratakan hasta dan mengangkat lengan.
2.Muskulus brakialis (otot lengan dalam). Otot ini berpangkal dibawah otot segitiga di
tulang pangkal lengan dean menuju prosesus sifoid di pangkal tulang radius. Fungsinya
membengkokkan lengan bawah siku.
3.Muskulus korakobrakialis. Otot ini berpangkal di prosesus korakoid dan menuju ke
tulang pangkal lengan. Fungsinya mengangkat lengan .

b.

Otot kedang (ekstensor):


Muskulus triseps braki (otot lengan berkepala 3)
1. Kepala luar berpangkal di sebelah belakang tulang pangkal lengan dan menuju ke bawah
kemudian bersatu dengan yang lain.
2. Kepala dalam dimulai di sebelah dalam tulang pangkal lengan.
3. Kepala panjang dimulai pada tulang di bawah sendi dan ketiganya mempunyai sebuah otot
yang melekat di olekrani.
Tabel otot-otot yang menghubungkan lengan atas dengan tubuh .
Nama

posisi

Asal

insersi

Kerja

Pektoralis
mayor

Depan dada

Sternum, klavikula, dan Humerus


kartilago iga-iga sejati
bisipital)

(lengkung Mengaduksi bahu,


menarik
lengan melewati depan dada.
Rotasi internal bahu

Latisimus
dorsi

Menyilang punggung Torakal bawah, vertebra Humerus


dari regio lumbal ke lumbal dan sekral serta bisipital)
bahu
krista iliaka

(lengkung Mengaduksi bahu, menarik


lengan ke belakang dan ke
bawah,
seperti
menarik
lonceng dan mendayung, dan
merotasi internal bahu

Seratus
anterior

Di atas sisi torak dan di Bagian depan iga ataas Bagian medial
bawah skapula pada ke-8
skapula
punggung

batas Menarik skapula ke depan,


antagonis terhadap trapezius

4. Otot bagian lengan bawah


1. Otot-otot kedang yang memainkan peranannya dalam pengetulang di atas sendi siku, sendi tangan, sendi jari,
dan sebagian dalam gerak silang radius :
a. Muskulus ekstensor karpi radialis longus
b. Muskulus ekstensor karpi radialis brevis
c. Muskulus ekstensor karpi ulnaris. Ketiga otot ini fungsinya sebagai ekstensi lengan (menggerakkan
lengan)
d. Digitonum karpi radialis, fungsinya ekstensi falang kecuali ibu jari
e. Muskulus ekstensor policis, fungsinya ekstensi ibu jari

2. Otot-otot ketul yang mengedangkan sikudan tangan serta ibu jari dan meratakan radius. Otot-otot ini
berkumpul sebagai berikut :
a. Otot-otot di sebelah metacarpal. Otot-otot ini ada 4 lapis. Lapis yang pertama ke 2 di sebelah luar
berpangkal di tulang pangkal lengan. Didalam lapis yang pertama terdapat otot-otot yang meliputi sendi
siku, sendi antara radius dan tulang pengumpil sendi pergelangan. Fungsinya dapat membengkokkan
falang. Lapis yang ke 4 ialah otot-otot untuk sendi antara tulang radius dan tulang pengumpil. Di antara
otot-otot ini di sebut :
Muskulus pronator teres. Fungsinya dapat mengerjakan silang radius dan membengkokkanlengan
bawah siku
Muskulus Palmaris ulnaris, berfungsi mengetulkan lengan,muskulus Palmaris longus, muskulus
fleksor karpi radialis, muskulus fleksor digitor sublimis,
Fungsinya fleksi jari kedua dan kelingking.: muskulus fleksor digitorumprofundus, fungsinya fleksi jari 1, 2, 3,
4: muskulus fleksor policis ingus, fungsinya fleksi ibu jari.
Otot yang bekerja memutar radialis (pronator dan supinator) terdiri dari : muskulus pronator teres
equadratus, fungsinya pronasi tangan : muskulus spinator brevis, fungsinya supunasi tangan.
b. Otot otot di sebelah tulang ulna, berfungsi membengkokkan lengan di siku, membengkokkan tangan
ke arah tulang ulna atau tulang radius.
c. Kedang Otot otot di sebelah punggung atas, disebut otot kedang jari bersama yang meluruskan jari
tangan. Otot yang lain meluruskan ibu jari (telunjuk). Otot otot lengan bawah mempunyai otot yang
panjang di bagian bawah di dekat pergelangan dan di tangan. Otot otot tersebut menpunyai kandung
oto

6. Otot bagian Perut


Ada empat kelompok utama otot perut yang digabungkan untuk benar-benar menutupi
organ internal:
1. transversus abdominus lapisan otot terdalam. Peran utamanya adalah untuk
menstabilkan trunk dan menjaga tekanan perut internal.
2. rektus abdominus tersampir antara tulang rusuk dan tulang kemaluan di bagian
depan panggul. Otot ini memiliki karakteristik benjolan atau tonjolan, ketika melakukan
kontraksi, yang umumnya disebut six pack. Fungsi utama dari abdominus rektus
adalah untuk bergerak tubuh antara tulang rusuk dan panggul.
3. otot oblik eksternal ini adalah di setiap sisi abdominus rektus. Otot-otot oblik
eksternal memungkinkan trunk untuk memutar, tapi ke sisi berlawanan dari mana oblik
eksternal adalah kontraktor. Misalnya, kontrak miring eksternal yang tepat untuk
mengubah tubuh ke kiri.
4. otot oblik internal ini mengapit abdominus rektus dan terletak di dalam tulang
pinggulnya. Mereka beroperasi dengan cara yang berlawanan dengan otot oblik
eksternal. Misalnya, memutar trunk ke kiri membutuhkan oblik internal sisi kiri dan
oblik eksternal sisi kanan berkontraksi bersama-sama

Otot Bagian Punggung


1. Otot punggung (bagian belakang tubuh), otot ini dibagi menjadi 3 bagian:
Otot yang ikut menggerakkan lengan
Trapezius (otot kerudung). Terdapat di semua ruas-ruas tulang punggung. Berpangkal di tulang kepala
belakang. Fungsinya: mengangkat dan menarik sendi bahu. Bagian atas menarik skapula ke bagian medial dan
yang bawah menarik ke bagian lateral.
Muskulus latisimus dorsi (otot pungung lebar), berpangkal pada ruas tulang punggung yang kelima dari bawah
fasia lumboid, tepi tulang punggung dan iga III di bawah, gunanya menutupi ketiak bagian belakang,
menengahkan dan memutar tulang pangkal lengan ke dalam.
Muskulus rumboid (otot belah ketupat), berpangkal dari taju duri, dari tulang leher V, ruas tulang punggung V,
di sisni menuju ke pinggir tengah tulang belikat. Gunanya menggerakkan tulang belikat ke atas dan ke tengah
2. Otot antara ruas tulang belakang dan iga
Otot yang bekerja menggerakkan tulang iga atau otot bantu pernapasan, terdir dari dua otot yaitu:
Muskulus seratus posterior inferior (otot gergaji belakang bawah). Terletak di bawah otot pungung lebar,
berpangkal di fasia lumbodorsalis dan menuju ke iga V dari bawah. Gunanya menarik tulang iga ke bawah pada
waktu bernapas.
Muskulus seratus posterior superior, terletak di bawah otot belah ketupat dan berpangkal di ruas tulang leher
keenam dan ketujuh dari ruas tulang punggung yang kedua. Gunanya menarik tulang iga ke atas waktu inspirasi

3. Otot punggung sejati


Muskulus interspinalis transversi dan muskulus semispinalis, terdapat di antara
kiri-kanan prosesus transversus dan prosesus spina. Fungsinya untuk sikap dan
pergerakan tulang belakang.
Muskulus sakrospinalis (muskulus eraktor spina) terletak di samping ruas tulang
belakang kiri dan kanan. Fungsinya memelihara dan menjaga kedudukan kolumna
vertebra dan pergerakan dari ruas tulang belakang
Mukulus quadratus lumborum, terletak antara krista iliaka dan os kosta, terdiri
dari 2 lapisan; fleksi dari vertebra lumbalis dan di samping itu juga merupakan
dinding bagian belakang rongga perut.

Otot bagian tungkai Atas


Otot abduktor terdiri dari: Muskulus abduktor maldanus sebelah dalam; Muskulus adduktor brevis sebelah
tengah; Muskulus abduktor longus sebelah luar. Ketiga otot ini menjadi satu yang disebut muskulus abduktor
femoralis. Fungsinya menyelenggarkan gerakan abduksi dari femur.
Muskulus ekstensor (quadriseps femoris) otot berkepala empat. Otot ini merupakan otot yang terbesar terdiri
dari: Muskulus rektus femoris; Muskulus vastus lateralis eksternal; Muskulus vastus medialis
internal; Muskulus vastus intermedial Otot fleksor femoris, yang terdapat di bagian belakang paha terdiri dari:
Biseps femoris, otot berkepala dua. Fungsinya membengkokkan paha dan meluruskan tungkai bawah.
Muskulus semi membranosus, otot seperti selaput. Fungsinya membengkokkan tungkai bawah.
Muskulus semi tendinosus, otot seprti urat. Fungsinya membengkokkan urat bawah serta memutarkan ke
dalam.
Muskulus sartorius, otot penjahit. Bentuknya panjang seperti pita, terdapat di bagain paha. Fungsi:
eksorotasi femur memutar ke luar pada waktu lutut mengetul, serta membantu gerakan fleksi femur dan
membengkokkan ke luar.

Otot Bagian Tungkai Bawah


Otot tulang kering depan muskulus tibialis anterior. Fungsinya mengangkat pinggir kaki sebelah tengah dan
membengkokkan kaki.
Muskulus ekstensor talangus longus. Fungsinya meluruskan jari telunjuk ke tengah jari, jari manis dan kelingking
kaki.
Otot kedang jempol, fungsinya dapat meluruskan ibu jari kaki. Urat-urat tersebut dipaut oleh ikat melintang dan ikat
silang sehingga otot itu bisa membengkokkan kaki ke atas. Otot-otot yang terdapat di belakang mata kaki luar dipaut
oleh ikat silang dan ikat melintang. Fungsinya dapat mengangkat kaki sebelah luar.
Urat akiles (tendo achlilles). Fungsinya meluruskan kaki di sendi tumit dan membengkokkan tungkai bawah lutut
(muskulus popliteus). Yang:Berpangkal pada kondilus tulang kering. Melintang dan melekat di kondilus lateralis
tulang paha. Fungsinya memutar fibia ke dalam (endorotasi). Otot ketul jari (muskulus fleksor falangus longus).
Berpangkal pada tulang kering dan uratnya menuju telapak kaki dan melekat pada ruas jari kaki. Fungsinya
membengkokkan jari dan menggerakkan kaki ke dalam
Otot ketul empu kaki panjang (muskulus falangus longus). Berpangkal pada betis, uratnya melewati tulang jadi dan
melekat pada ruas empu jari. Fungsinya membengkokkan empu kaki.
Otot tulang betis belakang (muskulus tibialis posterior). Berpangkal pada selaput antara tulang dan melekat pada
pangkal tulang kaki. Fungsinya dapat membengkokkan kaki di sendi tumit dan telapak kaki di sebelah ke dalam.
Otot kedang jari bersama. Letaknya di punggung kaki, fungsinya dapat meluruskan jari kaki (muskulus ekstensor
falangus 1-5).[ps

Penyakit dan sumber penyakit

1. ARTOFI
GEJALA :
MENGECILNYA OTOT

PENYEBAB :
TIDAK MENGGUNAKAN OTOT SECARA CUKUP
KURANGNYA LATIHAN FISIK
KURANG BERAKTIVITAS
AKIBAT :
MENGHILANGKAN KEMAMPUAN KONTRAKSI OTOT
PENGOBATAN :
PEMIJATAN DAN OLAHRAGA
PENCEGAHAN :
MENGKONSUMSI MAKANAN BERGIZI DAN SSERING BERAKTIVITAS

2. HIPERTROFI
GEJALA :
MEMBESARNYA OTOT
PENYEBAB :
OTOT DILATIH SECARA BERLEBIHAN
AKIBAT :
MENINGKAT VOLUME ORGAN ATAU JARINGAN
PENGOBATAN :
DENGAN TERAPI AKUPUNTUR
PENCEGAHAN :
MEKATIH OTOT SEWAjARNYA DAN MENGURANGI AKTIVITAS

3. STIIF (KAKU LEHER)


GEJALA :
LEHER TERASA KAKU DAN SAKIT JIKA DIGERAKAN
OTOT LEHER KEJANG/KAKU KEPALA SULIT/NYERI JIKA DIGERAKAN
PENYEBAB :
OTOT MENGALAMI PERADANGAN (AKIBAT DARI
SALAH)
AKIBAT :
MENINGKAT VOLUME ORGAN ATAU JARINGAN
PENGOBATAN :
PEMIJATAN DAN TERAPI
PENCEGAHAN :
MERENGGANGKAN OTOT LEHER

ENTAKAN YANG

3. STIIF (KAKU LEHER)


GEJALA :
LEHER TERASA KAKU DAN SAKIT JIKA DIGERAKAN
OTOT LEHER KEJANG/KAKU KEPALA SULIT/NYERI JIKA DIGERAKAN
PENYEBAB :
OTOT MENGALAMI PERADANGAN (AKIBAT DARI
SALAH)
AKIBAT :
MENINGKAT VOLUME ORGAN ATAU JARINGAN
PENGOBATAN :
PEMIJATAN DAN TERAPI
PENCEGAHAN :
MERENGGANGKAN OTOT LEHER

ENTAKAN YANG

Sistem saraf pada manusia


Sistem koordinasi pada manusia
meliputi sistem saraf, sistem indera dan
sistem hormonal.Sistem saraf merupakan salah
satu dari sistem koordinasi yang bertugas
menyampaikan impuls (rangsang) dari reseptor
(indera) untuk dideteksi dan ditanggapi oleh
tubuh. Sistem saraf memungkinkan makhluk
hidup menjadi cepat tanggap terhadap
perubahan baik di dalam maupun di luar tubuh .

1. Komponen saraf
a. Reseptor, berfungsi sebagai penerima impuls (rangsang), yaitu indera
(mata, hidung, kulit, lidah, telinga).
b. Penghantar impuls (rangsang), berfungsi meneruskan impuls dari
reseptor (indera) menuju ke efektor (otot / kelenjar),yaitu : saraf (neuron).
c. Efektor, berfungsi menanggapi rangsang yang telah diantar oleh
penghantar rangsang (saraf), yaitu : otot dan kelenjar.
2. Fungsi saraf
a. Menerima impuls (rangsang) dari reseptor (indera)
b. Memproses impuls (rangsang) yang diterima (otak / sumsum tulang
belakang)
c. Memberi respon (tanggapan) terhadap impuls yang diterima (otot dan
kelenjar).

3. Bagian saraf
a. Dendrit, bagian saraf yang merupakan penjuluran badan sel saraf yang pendek,
berfungsi menerima impuls (rangsang) dari reseptor (indera) dan
meneruskannya ke badan sel saraf.
b. Badan sel, bagian saraf yang di dalamnya terdapat nukleus, sitoplasma,
mitokondria, badan golgi, retikulum endoplasma dan lain lain, berfungsi
menerima impuls (rangsang) dari dendrit dan meneruskannya ke akson (neurit).
c. Akson (neurit), bagian saraf yang merupakan penjuluran badan sel saraf yang
panjang, berfungsi menerima impuls (rangsang) dari badan sel dan
meneruskannya ke otot atau sel saraf yang lain.

4. Macam saraf (neuron)


Berdasarkan fungsinya, sel saraf dibedakan menjadi :
a. Sensoris (Indera), berfungsi menghantarkan impuls (rangsang) dari
indera (reseptor) ke pusat saraf (otak).
b. Motoris (Penggerak), berfungsi menghantarkan impuls (rangsang) dari
pusat saraf (otak) ke efektor ( otot atau kelenjar ).
c. Konektoris (Penghubung), berfungsi menghubungkan impuls
(rangsang) dari saraf sensoris ke saraf motoris di otak dan sumsum
tulang belakang.
5. Sinapsis : Pertemuan antara ujung akson (neurit) dengan dendrit
sehingga impuls (rangsang) dari akson ke dendrit. Pada ujung akson
yang berbentuk benjolan berisi zat kimia yang disebut
:NEUROTRANSMITTER. Neurotransmitter ini ada 2 macam, yaitu
:Asetilkolin, berfungsi menghantarkan impuls (rangsang) ujung akson
(neurit) ke ujung dendrit dan Kolinesterase, berfungsi menetralisir
asetilkolin setelah impuls (rangsang) sampai di dendrit.

6. Susunan Saraf Manusia

Keterangan :
1.Otak besar (Serebrum), berfungsi untuk mengingat, berfikir, melihat, mendengar, membau, merasakan, dan sentuhan.
Otak besar dibagi menjadi 4 lobus, yaitu :
a. Lobus Frontalis, berfungsi berfikir dan berkomunikasi
b. Lobus Oksipitalis, berfungsi pusat penglihatan
c. Lobus Temporalis, berfungsi pusat pendengaran, penciuman dan pengecap
d. Lobus Parietalis, berfungsi pengatur perubahan kulit dan otot
2. Otak Tengah (Mesensefalon), berfungsi mengatur gerak reflex mata dan mengontrol pendengaran.
3. Otak Kecil (Serebellum), berfungsi pusat keseimbangan dan gerak tubuh.
4. Sumsum Lanjutan (Medula Oblongata), berfungsi mengatur denyut jantung dan pernafasan.
5. Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis), berfungsi mengendalikan gerak refleks.

Sementara itu, saraf tepi meliputi 12 pasang


saraf kranial dan 31 pasang saraf spinal.
Tabel 12 Pasang Saraf Kranial

Bagan 31 Pasang Saraf Spinal

Selanjutnya saraf Tak sadar


meliputi saraf Simpatis dan saraf
Parasimpatis
Tabel Saraf Simpatis dan Saraf Parasimpatis

7. Macam Gerak :
a. Gerak Biasa : impuls reseptor saraf sensoris otak saraf
motoris efektor

b. Gerak Refleks : impuls reseptor saraf sensoris konektor


(Sumsum Tulang Belakang) saraf motoris efektor.

8. Penyakit pada saraf dan sumber penyakitnya .


a. Meningitis : radang selaput otak akibat infeksi bakteri Neisseria meningitis dan virus.
b. Hidrosefalus : radang selaput otak yang menyebabkan cairan terkumpul di otak sehingga kepala
membesar.
c. Neuritis : radang pada sel saraf yang disebabkan oleh infeksi, kekurangan vitamin, keracunan.
d. Parkinson : gangguan gerak yang tidak terkendali akibat kekurangan hormon dopamine sehingga
asetilkolin tidak dapat bekerja secara normal.
e. Gegar Otak : gangguan pada otak akibat benturan keras pada kepala.
f. Epilepsi : kelainan saraf yang tidak dapat menanggapi impuls (rangsang) akibat kelainan metabolisme,
racun, keturunan.
g. Alzheimer (pikun) : gangguan saraf yang ditandai berkurangnya kemampuan mengingat karena faktor
usia.
h. Afasia : kehilangan daya ingat karena kerusakan otak besar (serebrum) bagian tengah.
i. Ataksia : gangguan sistem saraf akibat menyusutnya otak kecil (serebellum) yang ditandai kesulitan
melafalkan kata kata .

Sekian dan Terimakasih