Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH TUGAS

REKAYASA TRAFIK
Dosen : Mochammad Junus

OLEH :
Iasha Putri Ayu H

09

1441160030

JTD 2B

JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL


TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2015

1. Tujuan Teletrafik
Tujuan umumnya yaitu menentukan hubungan antara tiga factor berikut :
- Kualitas pelayanan (QoS)
- Beban trafik
- Kapasitas system
Sedangkan tujuan praktisnya yaitu :
-

Perencanaan jaringan yang meliputi :


Dimensioning
Optimasi
Analisa Kinerja
Manajemen dan pengaturan jaringan meliputi :
Operasi Efisien
Fault Recovery
Manajemen trafik
Routing
Acounting

2. Besaran Trafik
Volume Trafik (V)
Merupakan jumlah lamanya waktu pendudukan perangkat telekomunikasi
o Total holding time
o Holding time = durasi panggilan
Panggilan (call) = permintaan koneksi dalam system teletrafik
o Holding time = service time
Intensitas Trafik (A)
Merupakan jumlah lamanya waktu pendudukan per satuan waktu, pengertian
lain intensitas trafik :
- Intensitas trafik yang diolah oleh satu saluran sama dengan peluang
(bagian dari waktu) saluran tersebut diduduki (busy).
Intensitas trafik menyatakan pula jumlah rata-rata saluran yang diduduki

secara bersamaan dalam perioda waktu tertentu.


Total holding time semua saluran
n

pt
p 1

Maka intensitas trafik


n

A
p 1

pt p
T

tp

p
p 1

3. Jenis Trafik

Trafik yang ditawarkan (offered traffic) : A


offered traffic dapat didefinisikan sebagai jumlah rata-rata upaya pendudukan
selama perioda waktu yang sama dengan waktu rata-rata pendudukan dari

pendudukan yang sukses.


Trafik yang dimuat (carried traffic) : Y
Definisi-definisi intensitas trafik sebelumnya mengacu pada carried traffic.
Dari semua jenis trafik hanya carried traffic yang dapat diukur sedangkan

offered traffic dan lost traffic harus di hitung.


Trafik yang ditolak atau hilang (lost traffic) : R
Lost trafik dihitung dari perbedaan antara offered dan carried traffic.

Relasi ketiga jenis trafik tersebut adalah A = Y + R


4. Pemodelan Trafik
Salah satu cara untuk dapat menganalisa trafik dari suatu system telekomunikasi,
adalah dengan melakukan pemodelan.
Pemodelan meliputi 2 fasa, yaitu dengan melihat :
1. Pola kedatangan trafik (incoming traffic) disebut sebagai Model Trafik
Analisa akan dilakukan berdasarkan pada pola distribusinya, yaitu meliputi
distribusi Poisson, Erlang, Engset, dan Bernoulli.
2. Sistem disebut sebagai Model Sistem
Untuk model system, dikenal 2 kategori yaitu model system rugi (loss system) dan
model system antrian (waiting/queueing system).