Anda di halaman 1dari 3

SEJARAH KRIMINOLOGI

A. Zaman kuno
Pada zaman ini belum ada secara pasti teori terkait kriminologi namun dimasa ini sudah
terdapat catatan lepas tentang kejahatan. Beberapa tokoh menuliskan dalam buku buku
mereka seperti; les causes economiques de la crinimalite (1903) van kan menguraikan
tentang penyelidikannya dalam pendapat-pendapat sarjana tentanga sebab-musabah ekonomi
daripada kejahatan, Haverlock ellis dalam bukunya the criminal (1889) maro dalam bukunya
I caratteri delinquenti (1887) dan G. Antonini dalam bukunya I di Lombroso precusori
(1909) mencari pendapat-pendapat tentang sebab-sebab kejahatan menurut antropologi, tapi
hasilnya sangat kecil.
Plato (427-347) sm ia menyatakan dalam bukunya republiek Emas, manusia adalah
merupakan sumber kejahatan (III in fine); dan Aristoteles (382-322)s.m menyatakan bahwa
kemiskinan menimbulkan dan pemberontakan. makin tinggi kekayaan dalam pandangan
manusia, makin merosot penghargaan terhadap kesusilaan (VIII); adalah jelas, bahwa dalam
setiap Negara dimana terdapat banyak orang miskin, dengan diam-diam terdapat, bajinganbajingan, tukang copet, pemerkosa agama dan penjahat dari berbagai corak(VIII) masih
beberapa tempat diuraikan. Terutama dimana plato menggambarkan keuntungan moral
daripada komunis plato dengan demikian mengepalai deretan panjang para utopis, yang untuk
masyarakat khayal yang mereka lukiskan akan akan berbuat sama. Ada juga dalam
bukunyade wetten terdapat banyak uraian yang semacam itu, umpama jika dalam suatu
masyarakat tidak ada yang miskin dan tidak ada yang kaya, tentu akan terdapat kesusilaan
yang tinggi di sana. Karena disitu tidak akan terdapat keterkeburan, tidak pula kelaliman,
juga tidak ada rasa iri hati dan benci. (III 2)

B. Zaman abad pertengahan


Pada zaman ini ada beberapa tokoh yang mengemukakan terkait kriminologi dalam buku
buku nya masing masing antara lain; Van kan yang dimana dalam bukunya yang sudah
disebutkan di atas menerangkan dengan keahlian tentang penyelidikanya mengenai keadaan
zaman ini. Thomas van Aquino (1226-1274) memberikan beberapa pendapat tentang
pengaruh kemiskinan atas kejahatan. Orang kaya demikian dinyatakan, yang hanya hidup
untuk kesenangan dan memboros-boroskan kekayaannya, jika pada suatu kali jatuh miskin,
mudah menjadi pencuri (De regimine principum I, 4. Kemiskinan biasanya memberi
dorongan untuk mencuri (summa contra gentiles) yang juga menarik perhatian ialah
pembelaan panjang lebar daripada pendapatnya bahwa dalam keadaan yang sangat memaksa
orang boleh mencuri. (summa theologica).
C. Permulaan sejarah baru (abad ke -16 ).
Pada zaman ini sudah ada tokoh yang melihat kejahatan dalam hubungannya dalam
masyarakat, dan mencari sebab-sebabnya dalam masyarakat, sehingga zaman ini disebut
sebagai prakriminologi, yang dimana pada zaman ini dilakukan seorang ahli hukum
humanistic inggris, kanselier dibawah pemerintahan hendrik VIII, thomas more (morus :
1478-1535) pengarang dari utopia (1516) roman sosialistis yang termasyur itu. Dalam
khayalan sosialis ini yang sangat dipengaruhi oleh plato, tapi yang jauh lebih tinggi nilainya,

digambarkan suatu Negara, yang alat-alat produksinya dikuasai oleh umum. Penduduk utopia
demikian dinyatakan olehnya, melebihi semua bangsa di dunia dalam hal prikemanusiaan,
seperti juga diajukan oleh para penganut dari more yang banyak itu, pengaruh dari keadaan
yang sangat berlainan itu.
Dalam buku ke satu utopia yang melukiskan keadaan inggris di waktu itu ia juga salah
seorang ahli sosiografi dan ahli kritik terhadap keadaan sosial yang pertama. Uraiannya
sampai pada kejahatan yang tak terhingga jumlahnya yang dilakukan saat itu dan kekerasan
pengadilan dalam 24 tahun ada 72.000 pencuri digantung, dan ini dalam suatu Negara yang
penduduknya 3 a 4 juta. Biarpun dibrantas dengan kekerasan, arus kejahatan tidak berhenti,
untuk more hal ini tidak mengherankan, karena dengan hukuman-hukuman berat saja arus
tidak dapat dibalikan. Untuk itu, harus dicari sebab-musabah kejahatan dan menghapusnya.
Sejak adanya export wol dari inggris ke vlaanderen yang mengutungkan sekali para tuan
tanah, banyak tanah pertanian mereka suruh robah menjadi tanah pengembalaan, untuk
memelihara biri-biri makan manusia tanah pengembalaan umum mereka ambil dari para
petani ribuan bekas petani menjadi gelandangan tanpa mata pencaharian dan dengan
demikian sampai pada kejahatan. Bertentangan dengan kesengsaraan rakyat jelata terdapat
kemewahan si kaya yang merusak moral. Kekayaan dengan mudah punah dan orang-orang
yang sudah biasa hidup mewah dalam keadaan demikian mudah berbuat jahat. Banyak anakanak dari si miskin hidup dalam lingkungan yang tidak baik, dan dengan jalan itu menjadi
penjahat.
D. Pada abad ke 17
Tidak banyak yang diuraikan van kan juga menguraiakan beberapa pernyataan dari Erasmus,
luther dan calvinj. Semuanya ini hanya pernyataan yang sambil lalu saja, umpama bahwa
kemiskinan dapat menyebabkan kejahatan. Mereka tak menujukkan suatu pengertian dalam
masyarakat ini.
E. Abad ke- 18 hingga revolusi prancis
- Penentangan terhadap hukum pidana dan acara pidana yang berlaku
Hukum pidana dari akhir pertengahan dan abad ke-16, ke 17 dan bagian besar dari abad ke 18
semata-mata ditujukan untuk menakut-nakuti dengan jalan menjatuhkan hukuman yang
sangat berat. Kepribadian si penjahat tidak diperhatikan, ia hanya merupakan alat untuk
menakuti orang lain sebagai contoh dan hanya di pandang penting hanyalah perbuatan yang
jahat itu.Perturan-peraturan hukum pidana tidak tegas perumusannya (analogi dalam hukum
pidana) dan memberikan kemungkinan untuk berbagi-bagi tafsiran). Acara pidana demikian
juga.Sifatnya equisitor, dan terdakwa di pandang hanya sebagai benda pemeriksaan,yang di
lakukan dengan rahasia. dan hanya berdasarkan laporan-laporan tertulis saja. Cara
pembuktiannya sangat tergantung dari kemauan sipemeriksa,dan pengakuan di pandang
sebagai syarat pembuktian yang utama (karena itu bangku penyiksa).
.
-

Sebab-sebab sosial (kemasyarakatan) dari kejahatan

Karangan-karangan yang terbit dalam zaman penerangan memberikan penghargaan tinggi


kepada pendidikan manusia, jadi kita a.l. pada penglihatan pertama mengharap bahwa akan

diberikan perhatian pada bagian dari kriminologi ini. Sosiologi umum pada waktu itu belum
cukup berkembang untuk itu criminal yakni statistic criminal, belum ada.
Oleh para pembuat encyclopaedia dan para pemimipin revolusi perancis sekali-sekali
ditunjuk tentang adanya hubungan antara kejahatan dengan keadaan masyarakat.
Montesquieu menyatakan, bahwa penbentukan perundang-undangan yang baik harus lebih
mengikhtiarkan pencegahan kejahatan daripada hukuman Voltaire dalam bukunya prix de la
justice et de Ihumanite (1777) mencacat bahwa pencurian dan lain-lain kejahatannya adalah
orang miskin. Brissot de warville yang pertama kali mengucapkan : ia propriete cest le vol
menrangkan dalam bukunya theory des lois criminal bahwa manusia dilahirkan tidak sebagai
musuh masyarakat, tapi menjadi demikian karena keadaan (kekurangan, kemalangan).
Kurangnya kejahatan berhubungan langsung dengan baik atau tidaknya cara menjalankan
pemerintahan.
-

Sebab-sebab anthropologi daripada kejahatan.

Memandang kejahatan dari sudut medis pelopornya dakter prancis j.c de la mettrie (17091750) ini merujuk kepada pengaruh zat-zat sehiggga apa yang mereka lakukan di luas
kesadaran mereka sehingga mereka tidak bisa lagi mengktrol apay ang dilakukannya sehigga
kejahatan itu terjadi.
F.

Dari revolusi perancis hingga tahun 30 abad ke -19


Perubahan dalam hukum pidana, acara pidana dan hukuman.

Revolusi perancis pada tahun 1719 dengan code penalnya mengakhiri hukuman pidana dan
acara pidana dari ancien regime dalam hukuman ini terdapat kesatuan systematic, dan
perumusan yang tegas dari kejahatan-kejahatan (tidak ada analogi lagi), semua manusia
mempunyai kedudukan yang sama dimuka undang-undang, jadi hak-hak manusia dalam
lapangan ini juga diakui.pembersihan hak atas hak milik dan hukuman atas badan
dihapuskan, banyaknya kejahatan yang dapat dijatuhi hukuman mati dikurangi dan dilkukan
tanpa penganiayaan lebih dulu, biasa berlaku, dibatasi; dan diusahan agar ada keseimbangan
antara hukuman dan kejahatan.
Howard sudah lama menentang keadaan yang demikian, tokoh-tokoh lai n memberikan
sokongan kepadanya, seperti bentham, romily, dan Elizabeth fry (1780-1845). Banyak buku
diterbitkan , enquete resmi diadakan, bahkan undang-undang di adakan , tapi biasanya tidak
di jalankan, hanya di amerika diadakan perubahan dengan besar-besaran. Pada tahun 1791
oleh golongan queker di Philadelphia di adakan rumah penjara dengan kamar untuk satu
orang (sel) dengan demikian berakhirlah demoralisasi karena berkumpul, untuk diganti
dengan kesengsaraan, kesenian dimana system hukum bahkan dilarang bekerja. Pada tahun
1823 di new York diadakan system auburn , dimana para orang terpenjara pada waktu siang
boleh bekerja bersama-sama dengan tidak boleh bicara satu sama lain dan pada waktu malam
ditutup pada selnya masing-masing.