Anda di halaman 1dari 11

1.1.

Pengenalan : Pembaca Bagi Buku Ini


Mahasiswa Tujuan dari buku ini adalah untuk menyediakan panduan
pengenalan bagi siapapun yang ingin melakukan riset tentang aspek
lingkungan terbangun ruang, bangunan, perkampungan, atau pusat kota
Buku ini disusun secara sedemikian rupa secara komprehensif maupun
dapat digunakan sebagai sebuah permulaan. Komprehensif maksudnya
adalah sebuah kalimat dapat merujuk kepada berbagai macam metode riset
yang tersedia dan dapat digunakan pada bermacam pilihan topik yang
berhubungan

dengan

riset

arsitektural.

Sebagai

sebuah

permulaan

maksudnya untuk memperkenalkan pembaca pada karateristik umum dan


penerapan dari setiap metode riset serta memberikan referensi pada literatur
yang lebih spesifik dan juga artikel mengenai metode riset yang diminati.
Dengan tujuan seperti itu, maka buku ini cocok untuk dibaca kepada :
1. Mahasiswa arsitektur program Ph.D dan M.Sc
Banyak program arsitektur yang menawarkan berbagai spesialisasi dan
pendekatan yang berbeda, maka jelas dibutuhkan sebuah buku yang
komprehensif yang berisikan pengenalan kepada metode lintas topik.
Pada akhirnya buku ini mengambil materi dari berbagai disiplin ilmu
dan menerapkan informasi secara langsung yang berguna saat kelas
metode riset arsitektur.
2. Peneliti arsitektur atau yang berkaitan dengan arsitektur
Bagi mereka yang lulus dari program doktoral maupun master, buku ini
dapat dijadikan sebagai sebuah penyegaran dalam menentukan
metode. Buku ini juga dapat bermanfaat dalam pekerjaan independen
bagi fakultas terkait.
3. Mahasiswa M.Arch dan B.Arch tingkat akhir
Buku ini menyediakan panduan bagi riset tugas akhir. Buku ini
menjembatani jarak antara desain dan riset.
4. Praktisi arsitektur
Buku ini bertujuan untuk memberikan strategi dan taktik yang dapat
digunakan dalam praktek profesi.
Kebutuhan akan riset kuesioner/penelitian

lebih

lanjut

penyusunan instrumen yang diperlukan.


5. Siapa saja
Tujuan utamanya adalah menjadikan buku ini sebagai sumber referensi
yang berharga bagi semua tipe atau jenis riset apapun yang
diinginkan.

1.2

Apakah penelitian dalam arsitektur

Dalam satu kesempatan, Penelitian arsitektural dikenalkan melalui


sejarah arsitektur. Perkembangan dari struktur dan bahan2 bangunan
setelah masa itu adalah hasil dari percobaan trial and error, sistimatis
observasi

dan

penerapan

prinsip2

pembangunan

dalam

proyek2

pembangunan. Kita ambil contoh adalah pembangunan dari Flying


Butters, contoh pertama yang ada dalam atribut dalam The Nave of
Notre Dame de Paris. Kombinasi dari rekonstruksi archeological dan
analisis structural dikenalkan oleh penulis William Clark dan Robert Mark
yang

mendemontrasikan

kebenaran

dari

rancangan

asli

Butters.

Bagaimanapun, penulis berdebat bahwa stress point dari susunan nya


adalah rancangan itu sendiri, dan hubungannya dengan syarat2
pemeliharaan nya, dan ini terlihat pada perubahan besar The Butters
diawal abad 13. Kelanjutan dari modifikasi dan observasi sistim atis
dalam proyek katedral membiarkan banyak muncul inovasi dan yang
lain2nya. Perkembangan yg terus berlangsung dalam inovasi bahan dan
struktur dapat diambil melalui sejarah bangunan tersebut.
Di sisi lain, dimulainya penelitian arsitektural mengeluarkan batasan
dari proyek2 bangunan khusus adalah fenomena yg ada saat ini.
Walaupun

pembelajaran

tentang

iklim

dan

struktur

menjadi

pembahasan penting dalam penelitian di tahun 1950, penelitian


arsitektural memunculkan topik2 dalam lingkup yang lebih luas, meliputi
issue perilaku social, metode perancangan, konservasi perancangan di
tahun 1960 danawal 1970. Selama periode itu aturan pendanaan agen2
umum dari The National Science Foundation ke the National endowment
bisa didapat lebih luas; Program2 universitas mendukung fakultas
arsitektur untuk mencari topic penelitian; program doctoral di arsitektur
mulai bermunculan dalam jumlah yg banyak; penggabungan organisasi
arsitektur seperti the American institute of Architechts dan asosiasi
sekolah2 arsitektur mendukung dalam mempromosikan penelitian;
sedikit

tentang

pembagiannya;

perkembangan
dan

jurnal2

penelitian

profesi

mulai

arsitektural
mengeluarkan

kearah
nilai2

pembelajaran dan menawarkan program2 penelitian.


Setelah

dua

dekade,

macam2

dariaktivitaspenelitianberlanjut,

tapilebihseringpadavariasicaranya.
Banyakpenelitianmemilikipengalamandalamaliranpendanaannya.
Konservasi energy contohnya, adalahdominandalamteknikpenelitian di

tahun

1970,

karenaadanyakrisis

energy,

tetapimendapatkanbanyakperhatian di tahun 1980. Setelah decade ini,


bagaimanapunpenelitianditujukanpadakeberlanjutanpengluaran

issue2

awal, tetapidalamkerangka model konsepbaru.


Kesamaannya,
peneitiandalamsejaraharsitekturalsetelahbeberapatahunbergerakdari
model

sejarahseniekslusifkeekspansitentangkonsep

yang

meliputikritikdanteoriperancangan.
Ketertarikandalamsejarahpreservasiadadiakhir

1980an

denganlebihmemperhatikanuntukimplikasiarsitekturaldariteoridekonstru
ksidankritik.
Dalamkenyataannya,
penekananawaldalamhubunganygsistimatisdari

program,

design,danpenilaianmembuatsemakinbesarkekuatanuntukmembangun
unit2 program penelitian. Penekananinijugabertepatandengan trend dari
jurnal2

profesional,

yang

manadimulaidenganpenilaianpublikasiartikeldengancatatan

proyek2

perancanganygberhubungandengan
reguler.Bagaimanapundiakhir

dasar2
decade

jasa2

predesign

telahdirubahdandikonsepulang.
Merekamungkintidaklebihpanjangisinyadari

program

tapitermasukpenyatuanperencanaanfasilitasdenganjasa

real

pembangunanorganisasidanstrategibisnis.Berdasarkan

estate,
survey

perusahaanAIA,
perluasanjasanondesignsemakinbesarporsinyadaripertumbuhannasional
usaha2 arsitektural.
Denganadanyaperubahanygbesar, apakahpenelitianarsitektural ?
dalambuku

architectural

research

edisi

1984,

adaduababygmenunjukkanpertanyaanini. James Snyder, ygmeng edit


bukuinimenyarankanbahwa
penelitiansistimatismengarahpadatujuankreasidalamilmupengetahuan,
dimanaduaelemenitusangatpenting.
Pertama,

penelitianadalahsistematisdalambeberapacara.

Walaupunmungkinmudahmendapatkaninformasipentingdenganobservas
isusunantampak

bangunan2.

Catatanpenelitiansistematismenyebutkanadanyapembatasaninformasiy

gdidapatdaripengelamankita,

sepertibagaimanainidikelompokkan,

dianalisis,

dandiprentasikan.

Sistimatistidakperludisamakandenganpercobaan,

banyak

kritik2

ygberhubungandenganapaygditurukandaripekerjaanmereka.
Benaradanyabahwadalamsusunanpenemuan

variable

adalah

reductionist,
jugabenaradanyabahwamendapatkantemadariwawancaraadalah
reductionist.

Dan

benarbahwasemuapenelitianadalahturunandariapaygada.Penelitianperlu
dalamketerlibatanmengurangipengalamanhidupataupencarianfenomena
untuksebuahcatataninformasi.
Pemilihanantarapercobaandanpembelajarankualitatifdiperlukandalamme
milihturuanstrategiygakandipakai.
Kedua,
hasililmupengetahuanbiasanyamenjadikarakterdaripenelitian,
banyakpembaca

yang

menggunakanteoridariilmupengetahuan,

sepertiteoriEnsteintentang relativity or geological darilapisantektonik.


Walaupunbeberapateoriadalahilmupengetahuanbaru,
model

merekabukanlah

dariilmupengetahuanitu.

Sepertinyaakandibantahbahwailmupengetahuanbarudapatjugamunculda
risedikitpeningkatandandidapatdari

macam2

termasukpengumpulanhasildariperpaduan
fungsibangunanterdahulu,

pengertian,
type2

percobaandalamproyekpembangunan,

dansuksesnyapenilaiandari bentuk2 bngunanygdidapatdari stakeholders


ygberbeda.
Selebihnyapenelitianarsitekturallebih
padakeluaranfisikperancangan,

focus

dariskala

komponen2

bangunankelingkungansekitardanperancangankota.Penelitiandalam
proses

danpenerapandalamarsitektural

firms

Iniadalahkonsekuensidenganadanyapenggunaanteknologi

adalahperlu.
computer

dalambanyakfasedidalam proses design. Begitujuga trend Ekonomi


global

menyebabkanperubahandidalambanyakprofesi,

dimanapenelitiandalamlingkupdansusunanpenerapanarsitekturaldikatak
ansebagaisesuatuygpenting.
1.3

The Imperative for Architectural research

Kita
percayabahwapenelitianarsitekturalsangatlahpentinguntuksuksesnyasua
tuprofesi.

Dan

seharusnyamenjadialasandariketertarikandiridanlebihberkembanguntuk
kebaikanbersama.
Walaupunbeberapapenelitimembantahbahwalingkupdari
penelitianakanmengangkat

status

model

arsitekturkeprofesi

yang

lain,

sepertiahliteknikatauahlipengobatan,
kitapercayabahwainitidakakanmenjadipertentangan

yang

berpengaruhpadaawalnya, halinidikarenakankita tau bahwa masing2


profesimemilikikontekpengoprasian yang berbedadenganarsitektur.
Ada perdebatan lain bahwabertambahnyalangkahdalam perubahan
post teknologi industry merubahberkembangnyadasarilmupengetahuan
perluuntukprofesiarsitektural.

Walaupunsecaraumuminibenar,

jugamasihbenarbahwabanyakbangunandanproyekperancangan
berdasarkanapaygtelahada,

sebagaitambahanbanyak

yang
proyek2

besartidakyakindapatdibangundengan

relative

mudahkarenabatasketerlibatanmerekadiaturolehpemegang

bagian2

daritimarsitektural.
Perdebatan

yang

pentingdaripenelitianadalahbahwapenambahanproporsidariketerlibatan
ppraktisiarsitekturalyngdiluarkeahlian masing2 praktisi, dankebebasan
professional

secaramenyeluruh.

Iniadalahkasus,

sebagaicontohjikapersyaratandariproyekdimungkinkanbanyakatauprodu
ksibangunansangatrumit.

Ketidakyakinan

yang

besarjugasepertijikadiluarprinsipestetika.
(

missalkejadiandaripoststrukturalistataudesconstuktivist

yang

digunakandalampengeturanketerlibatan

Ataujikaproyekituuntuk

kelompok2

tertentu,

philosophy)
stakeholders.

sepertibeberapa

orang

yang cacat yang kepentingannya di lingkungansekitarbelumtercatat.


Dalam buku klasiknya The Conduct of Inquiry, Abraham Kaplan
mendifinisikan metode sebagai proses pembelajaran, bukan produk
dalam

penyelidikan,

lebih

khususnya

ia

berpendapat

untuk

menggunakan istilah metodologi mid range dalam proses peneilitian


yang umum di berbagai disiplin ilmu, sehingga ia berusaha untuk
menjelaskan proses penyelidikan yang bersamaan lebih umum daripada

teknik wawancara yang spesifik, pencarian arsip, pengumpulan data dan


analisis dan yang lebih spesifik dari perspektif epistemologis yang
seperti positivisme, strukturalisme atau post-strukturalisme.
Setelah mengikuti Kaplan, kami menggunakan metode dan
metodologi untuk fokus pada proses penilitian yang umum di seluruh
penelitian arsitektur termasuk bidang tekni humaniora, mulai dari
pragmatis hinga teoritis. Meskipun teori kritis dan post-struktural sangat
berpengaruh dalam penilitan arsitektur dalam beberapa tahun terakhir,
ini merupakan sikap filosofis yang lebih mudah dipahami sebagai sistem
penyelidikan dimana adanya pilihan spesifik tentang metodologi yang
dibuat. Dalam setiap sistem penyelidikan tertentu (yakni positivisme)
ada beberapa metodologi atau pilihan untuk penilitan struktural.
Untuk memperjelas hubungan antara metodologi dan tingkat
mid range yang lebih spesifik, kita membedakan antara strategi
(metode) dan taktik (teknik). Perbedaan ini telah diadopsi oleh banyak
penulis tentang metode penilitian/ strategi jangka panjang didefinisikan
sebagai manajemen trampil dan perencana. Perbedaan ini dengan
tingkat taktik yang lebih rinci, yang didefinisikan sebagai tindakan
trampil. Kata kata ini dalam penggunaan militer, strategi mengacu
kepada rencana perang secara keseluruhan, sedangkan taktik mengacu
kepada penempatan tentara dalam peperangan.
Dalam konteks diskusi kita, strategi adalah rencana peneilitian
secara keseluruhan atau struktur dari penelitian. Sebaliknya, taktik
adalah teknik khusus yang digunakan, seperti perangkat pengumpulan
data, format respon,dan prosedur analisis.
Dengan demikian kita telah mendefinisikan sebuah model
konseptual dalam bingkai konsentris. Pada kerangka terluar adalah
sistem

penyelidikan.

Dengan

asumsi

misalnya

bahwa

kita

telah

mengadopsi perspektif struktualis, ini kemudian akan menjadi bagan


adanya pilihan berbagai strategi. Demikian pula pilihan strategi adalah
pilihan antara berbagai taktik. Namun, diharuskan konherens dan
berkesinambungan antara sistem penyelidikan, strategi dan taktik.
Istilah lain kita akan sering menggunakan sinonim untuk strategi
desain penelitian. Sebuah desain penelitian adalah sebuah rencana
aksi untuk mendapatkan sesuatu dari sini ke sana diantara ini ada

serangkaian langkah-langkah dan prosedur yang sangat mungkin


ditentukan atau muncul sebagai hasil penelitian.
Istilah desain penelitian aalah salah satu yag sangat cocok untuk
pembaca di bidang arsitektur dan/atau disiplin desain lainnya. Dalam
arsitektur kita sering berbicara tentang parti ketika menggambarkan
konsep pengorganisasian skema desain formal. Demikian pula kita
sering merujuk berbagai jenis sebagai bentuk halaman atau rencana
persegi yang menentukan hubungan spasial. Poin terpenting adalah :
sama seperti rencana halaman dapat digunakan untuk tujuan yang
bervariasi seperti asrama perguruan tinggi, rumah, museum, atau
gedung perkantoran. Demikian juga desain penelitian yang diberikan
digunakan untuk berbagai bidang topik penelitian arsitektur dan studi
kenyamanan untuk analisis teori estetika
1.5

Kerangka Penggabungan/Struktur

Fokus kita pada struktur formal dalam design penelitian pada beberapa
jenis topic merupakan konsistensi kita dalam menentukan kerangkan
untuk penelitian arsitektur. Kecenderungan pada penelitian arsitektur
dibagi menjadi kelompok dengan fokusan yang berbeda.
Dalam hal ini,kita akan menemukan 7 strategi dalam penelitian. Kita
memiliki tujuan untuk memilih isi/substansi strategi dalam penelitian
karena kita sering meneskripsikan struktur dalam strategi dan untuk
menghindari banyak asumsi tentang subyek dalam penelitian.
Sekarang kita bisa menyebutkan bahwa dalam penelitian arsitektur
dapat dibedakan berdasarkan tujuan dan konteksnya. Pada intinya
penelitian arsitektur mungkin bisa sebuah komponen pasti pada proses
designnya, selama ini tahap program atau sebuah tahap tergantung
pada material khusus, atau evaluasi dari design yang sistematis.
1.6

Garis Besar dalam Bab Penelitian

Pada bab 2 merupakan eksplorasi dari komponen antara strategi


penelitian dari dua isu yang fundamental. Pada bab 3 diskusi tahap
pertama hampir semua penelitian berusaha untuk mereview literature.
Pada bab 4 menjelaskan hukum tentang teori dalam penelitian, tahap ini
juga digunakan pada bab 5 dimana fokus pada fakta (gambaran umum)
dan

hukum

dalam

design

penelitian.

Kemudian

pada

bab

5,

mendiskusikan design penelitian sebagai hasil dan kekuatan penelitian

yang kita lakukan. Selain itu, pada tahap ini menggambarkan kondisi
kualitas dan tantangan dalam hubungan antara design dan penelitian.
Pada bab selanjutnya yaitu bab 6 hingga bab 12 memiliki struktur
organisasi. Setelah penjelasan pendek, kita tunjukkan beberapa lembar
dalam

penelitian

arsitektur

yang

menunjukkan

strategi

dalam

menghadapi ujian. Dengan 7 strategi dalam penelitian yang bisa


dijadikan sebagai hasil awal dalam penelitian, kemudian meninjau dari
strategi penelitian dengan gambaran model faktanya. Pada bab 7
merupakan design penelitian kualitatif, seperti penelitian interpretive,
penelitian kualitatif mencari pemahaman pengaturan dan kejadian pada
sebagian maupun keseluruhan di lapangan.
Berikutnya,

Bab

8,

kita

beralih

ke

strategi

korelasional.

Karakteristik tandadari desain penelitian ini adalah penemuan pola atau


hubungan antara variabel tertentu yang menarik dalam pengaturan
tertentu atau keadaan. Dalam sebuah studi dari persepsi orang tentang
kualitas jendela, Stephen Kaplan dan rekan-rekannya tertarik untuk
mencari tahu apakah ada pola yang konsisten dari kesamaan atau
perbedaan daridesainer dan orang awam mengalami jendela. Temuan
mereka menunjukkan, antara lain, yang non desainer cenderung lebih
memilih tempat-tempat jendela dengan rasa kandang, sementara
desainer tidak mendaftarkan preferensi tersebut. Hal ini menimbulkan
pertanyaan yang sangat menarik tentang bagaimana pelatihan desain
pada bagian dari subjekalami apalagi pertanyaan tentang apa budaya ia
berasal dari dapat mempengaruhi secara signifikan bagaimana "jendela
tempat" dapat dirasakan dan dialami.
Bab 9, kita mengeksplorasi sifat dari strategi eksperimental,
desain penelitian yang paling benar dikodifikasikan dalam metode
penelitian sastra. Bagi banyak peneliti berdiri sebagai standar unggul
untuk penelitian empiris. Di mata orang lain, bagaimanapun, dipandang
sebagai tidak tepat "reduksionis" karena penekanannya pada manipulasi
variabel

(sering

dalam

pengaturan

laboratorium),

dengan

tujuan

menghubungkan kausalitas. Dalam arsitektur, strategi eksperimental


adalah fondasi dari banyak bahan dan bangunan pengujian komponen,
termasuk, tentu saja, jendela. Di antara banyak tes kinerja jendela yaitu
tes untuk ketahanan angin, transmisi termal, sesak segel terhadap
kedua infiltrasi udara dan kebocoran air, dan sebagainya. Gambar dalam

Gambar 1.8 adalah dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh RF


Boehm

dan

K.

Brandle

untuk

Departemen

Energi

AS;

mereka

menggunakan metode eksperimental untuk membandingkan kinerja


kaca 3 rangkap "aliran udara" jendela, yang memiliki biaya instalasi
awal yang lebih tinggi, dengan standar desain kaca 2rangkap. Unit
jendela yang dipasang berdampingan di ruang bohongan yang bisa
mensimulasikan berbagai sudut matahari dan kondisi pemanasan atau
pendinginan. Boehm dan Brandle menemukan bahwa jendela aliran
udara kaca 3 rangkapmemang dilakukan lebih baik dalam hal transmisi
dan retensi panas selama musim panas dan musim dinginekstrim,
namun keunggulan mereka selama musim transisi dari musim semi dan
musim gugur tidak terasa lebih baik daripada unit kaca 2rangkap.
Kesimpulan mereka adalah bahwa efektivitas biaya unit aliran udara
dalam jangka waktu lama, setidaknya pada tingkat penyidikan, tidak
dibuktikan.
Bab 10 memperkenalkan strategi simulasi. Ciri penting dari
desain penelitian ini adalah bahwa beberapa aspek dari lingkungan fisik
diciptakan di salah satu dari berbagai mode, dari simulasi komputer
sangat abstrak untuk skala penuh, kehidupan nyata. Beberapa simulasi
seperti

model,pencitraan

komputersekarang

yang

dihasilkan

dan

perjalanantentu saja juga digunakan dalam praktek desain arsitektur.


Dalam

prakteknya,

tujuannya

sangat

pragmatis

adalah

dalam

menentukan menggunakan cara lingkungan simulasi kemungkinan


keberhasilan desain sesuai dengan sejumlah kriteria dari kepuasan klien
untuk

tahan

gempa.

Dalam

penelitian

ilmiah,

simulasi

semakin

digunakan sebagai alternatif untuk percobaan fisik yang panjang dan


mungkin mahal. Dalam sebuah studi penelitian tentang perpindahan
panas di 2 rangkap panel jendela desain, Medved dan Novak berusaha
untuk mengevaluasi desain panel jendela menggunakan software
simulasi numercal. Untuk mencapai hal ini, mereka pertama kali
mengembangkan perangkat lunak simulasi, kemudian divalidasi melalui
serangkaian eksperimen fisik. Begitu mereka telah divalidasi model
simulasi, mereka kemudian digunakan untuk mengevaluasi desain.
Dalam Bab 11, kami menyajikan strategi argumentasi logis. Ciri
dari strategi ini adalah urutan langkah-langkah logis dalam sistem
tertutup. Contoh yang paling khas ini berasal dari disiplin ilmu filsafat

dan matematika. Meskipun filosofi menggunakan kata-kata atau kalimat


dan matematika menggunakan angka, baik menggunakan bentuk relatif
murni argumentasi logis. Dalam arsitektur, strategi ini dapat digunakan,
misalnya, dalam sebuah risalah filosofis pada estetika arsitektur. Atau,
bekerja dari model matematika, banyak penelitian dalam desain dibantu
komputer

melibatkan

pengembangan

perangkat

lunak

komputer

menghasilkan urutan panjang coding. Contohini adalah Caldas dan


kertas baru-baru ini Norford, yang melaporkan perkembangan mereka
dari algoritma genetika untuk desain pola fenestration dalam bangunan.
Tujuan mereka adalah untuk menciptakan alat komputer "generatif dan
berorientasi pada tujuan" yang dapat membantu desainer menghasilkan
dan mengevaluasi desain jendela sesuai dengan kriteria kinerja
lingkungan. (Lihat Gambar 1.9)
Dalam Bab 12, yang terakhir dari urutan strategi penelitian, kita
membahas campuran metode strategi dan studi kasus. Semakin,
tampak bahwa peneliti memilikibanyakdisiplin ilmu yang mencari cara
untuk mengumpulkan keuntungan dari dua atau lebih desain penelitian.
Dalam nada yang sama, banyak sarjana lainnya yang melakukan
penelitian studi kasus, strategi di mana pengaturan tertentu atau
keadaan diselidiki secara holistik menggunakan berbagai pengumpulan
data dan analisis taktik. Investigasi Lara dari mempopulerkan arsitektur
modernis di Brasil selama tahun 1950 adalah contoh yang baik dari
studi kasus tersebut. Selain data arsip dan wawancara mendalam
dengan

penduduk

1950,

ia

juga

melakukan

inventarisasi

fisik

perumahan dalam dua wilayah blok multi Belo Horizonte. Dalam analisis
formal dari fasad, temuan menunjukkan bahwa sementara rumah-rumah
cenderung memiliki komposisi jendela asimetris seperti model modernis,
mereka juga cenderung berukuran sedang dan orientasi vertikal seperti
contoh Brasil vernakular.
Epilog

membawa

buku

ini

padapenutup.

Didalamnya

kami

meninjau dan merangkum tema utama yang dibahas dalam perjalanan


dari bab-bab sebelumnya. Kami juga menawarkan model diagram dari
domain metode penelitian arsitektur. Minimalnyamungkin berfungsi
sebagai perangkat heuristik, membimbing para sarjana dan praktisi
karena mereka mempertimbangkan pilihan mereka untuk metode
penelitian dalam upaya penelitian masa depan mereka. Akhirnya, kami

menutup dengan perspektif optimis pada potensi penelitian arsitektur


untuk

mempertahankan

vitalitas

arsitektur.

Bacaan Rekomendasi
Pembaca yang tertarik dalam memahami status penelitian
arsitektur sepertipada 1984 mungkin ingin berkonsultasi James Snyder,
ed, PenelitianArsitektur (New York: Van Nostrand Reinhold, 1984). Dua
bab yang dikutip dalam pembahasan sebelumnya: Michael Joroff dan
Stanley Morse, "Sebuah Kerangka Usulan untuk Emerging Bidang
Penelitian Arsitektur," dan Roger Schluntz, "Desain + Energi:. Hasil dari
Kompetisi Desain Mahasiswa Nasional"
Untuk pembahasan klasik penyelidikan penelitian dan metodologi
pada umumnya, pembaca mungkin ingin berkonsultasi: Abraham
Kaplan, Perilaku Penyelidik (San Francisco: Chandler, 1964)

Anda mungkin juga menyukai