Anda di halaman 1dari 15

Laporan Praktikum

Kimia Analitik 2

Lina Ayu
Rafi, S.Si

Nama
: Linda Trivana
NIM
: G44080075
Tanggal
: 26 Mei 2009
Kelompok
: B siang
Asisten
: Ratu
PJP
:
M.

PENENTUAN HCl DAN CH3COOH DALAM CAMPURANNYA


SECARA KONDUKTOMETRI
Prinsip Percobaan
Standardisasi adalah suatu usaha untuk menentukan konsentrasi yang tepat dari
calon larutan baku. Standardisasi secara titrasi memerlukan bahan pestandardisasian yang
harus suatu larutan baku primer, yakni suatu bahan yang konsentrasi larutannya dapat
langsung ditentukan dari berat bahan sangat murni yang dilarutkan dan volume larutan
yang terjadi. Syarat-syarat yang diperlukan untuk bahan baku primer, yaitu 1) sangat
murni atau mudah dimurnikan. 2) mudah diperiksa kemurniannya. 3) stabil selama
penimbangan. 4) berat ekivalen yang tinggi. 5) dalam titrasi bereaksi menurut syaratsyarat reaksi titrasi (Harjadi 1986).
Titrasi adalah suatu larutan ditambahkan dari buret sedikit demi sedikit, sampai
jumlah zat-zat yang direaksikan tepat menjadi ekivalen satu sama lain (Harjadi 1986).
Titik ekivalen dimana titran dan titrat tepat saling menghabiskan. Salah satu metode
titrasi adalah konduktometri. Konduktometri merupakan metode analisis kimia
berdasarkan daya hantar listrik suatu larutan. Daya hantar listrik berhubungan dengan
pergerakan suatu ion dalam larutan ion yang mudah bergerak mempunyai daya hantar
listrik yang besar. Prinsip dasar dari titrasi konduktometri adalah pertukaran ion-ion
dengan suatu konduktivitas dengan ion-ion dengan konduktivitas lain melalui proses
titrasi. Larutan yang elektrolit kuat memiliki ion yang sangat banyak sehingga dapat
menghantarkan listrik dengan baik, sedangkan larutan elektrolit lemah memiliki ion yang
sedikit sehingga kurang menghantarkan listrik. Setiap larutan memiliki kemampuan
menghantarkan listrik yang berbeda-beda bergantung jumlah, ukuran, muatan ion, dan
sifat pelarut. Saat titrasi dilakukan, konduktans larutan akan terus turun sampai tercapai
titik ekivalen dan akan kembali naik saat sudah lewat titik ekivalen (Bassett 1994).
Campuran HCl-CH3COOH dapat ditentukan komposisinya dalam suatu larutan
dengan titrasi konduktometri dengan menggunakan titran basa kuat, seperti NaOH. HCl
akan bereaksi terlebih dahulu dengan NaOH lalu disusul oleh CH3COOH, sehingga akan
diperoleh dua titik ekivalen. Konduktometer adalah alat yang dapat mengukur daya
hantar larutan dan dapat dijadikan cara untuk menentukan kadar atau komposisi larutan
dan titik akhir suatu titrasi (Bassett J. et al. 1994).

Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum kali ini adalah menentukan komposisi HCl dan CH 3COOH
dalam suatu campuran dan standardisasi NaOH menggunakan titrasi konduktometri.
Prosedur Percobaan
Standardisasi NaOH (grup: 3-4 mahasiswa)
Sebanyak 20 ml larutan asam oksalat 0,1 N diambil dengan pipet volumetrik kemudian
dimasukkan ke dalam gelas piala 250 ml dan tambahkan akuades ke dalam gelas piala
hingga volumenya menjadi 200 ml. Elektrode dicelupkan serta stirer dimasukkan ke
dalam larutan tersebut. Larutan dititrasi dengan NaOH 0,1 N. Konduktan larutan
kemudian dibaca setiap penambahan titran titran 0,5 ml sampai 20 ml. Lakukan sebanyak
3 kali ulangan.
Penentuan Komposisi HCl-CH3COOH (grup: 3-4 mahasiswa)
Sebanyak 20 ml larutan campuran asam diambil dengan pipet volumetrik yang telah
disediakan, kemudian dimasukkan ke dalam gelas piala 250 ml dan ditambahkan akuades
ke dalam gelas piala sebanyak 200 ml. Elektrode dicelupkan serta stirer dimasukkan ke
dalam larutan tersebut. Larutan dititrasi dengan NaOH 0,1 N. Konduktan larutan
kemudian dibaca setiap penambahan titran titran 0,5 ml sampai 20 ml. Lakukan sebanyak
3 kali ulangan.
Hasil dan Perhitungan Data
Reaksi yang terjadi adalah:
2NaOH + (COOH)2.2H2O
2COONa + 4H2O
Indikator yang digunakan adalah PP (phenolphthalein)
Perubahan warna: tak berwarna (bening) menjadi merah muda (pink)
Contoh Perhitungan:
BE Asam Oksalat = MR
BE Asam Oksalat = 126 = 63
[As. Oksalat] = g/ BE x 1000/ V (ml)
0,1 N = g/ 63 x 1000/ 50 (ml)
g = 0,3150 gram
Jadi gram asam oksalat secara teoritis = 0,3150 gram
Hasil penimbangan asam oksalat
Penimbangan 1
: 0,3183 gram
Penimbangan 2
: 0,3169 gram
Bobot ekuivalen asam oksalat (BE) : 63

Konsentrasi larutan asam oksalat

Rerata normalitas NaOH dari larutan asam oksalat

Standardisasi larutan NaOH 0,1 N


N asam oksalat sebelum pengenceran (N1)
Volume asam oksalat sebelum pengenceran (V1)
Volume asam oksalat setelah pengenceran (V2)
V0 asam oksalat

: 0,1008 N
: 20 ml
: 200 ml
: 0,5 ml

N asam oksalat setelah pengenceran (N2) :

N1 . V1
=
N2 . V2
0,1008 N . 20 ml = N2 . 200 ml
N2 =0,01008 N asam oksalat
Tabel 1 Standardisasi NaOH
DHL terukur (S/m)

Penambahan
Volume (ml)

0,0
0,5
1,0
1,5
2,0
2,5
3,0
3,5
4,0
4,5
5,0
5,5
6,0
6,5

0,641
0,617
0,591
0,572
0,549
0,524
0,505
0,480
0,459
0,438
0,415
0,394
0,371
0,354

0,640
0,637
0,613
0,590
0,565
0,543
0,521
0,500
0,477
0,456
0,434
0,411
0,391
0,371

0,617
0,592
0,570
0,551
0,529
0,504
0,484
0,465
0,444
0,423
0,402
0,381
0,361
0,339

DHL koreksi (S/m)

V (ml)

V koreksi
(ml)

200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200

1,0000
1,0025
1,0050
1,0075
1,0100
1,0125
1,0150
1,0175
1,0200
1,0225
1,0250
1,0275
1,0300
1,0325

0,641
0,618
0,594
0,576
0,554
0,530
0,512
0,488
0,468
0,448
0,425
0,404
0,382
0,365

0,640
0,638
0,616
0,594
0,571
0,550
0,529
0,509
0,486
0,466
0,445
0,422
0,403
0,383

0,617
0,593
0,573
0,555
0,534
0,510
0,491
0,473
0,453
0,432
0,412
0,391
0,372
0,350

7,0
7,5
8,0
8,5
9,0
9,5
10,0
10,5
11,0
11,5
12,0
12,5
13,0
13,5
14,0
14,5
15,0
15,5
16,0
16,5
17,0
17,5
18,0
18,5
19,0
19,5

0,335
0,316
0,297
0,281
0,267
0,254
0,244
0,236
0,231
0,229
0,229
0,232
0,237
0,242
0,248
0,255
0,263
0,272
0,280
0,289
0,297
0,306
0,315
0,324
0,333
0,343

0,351
0,331
0,312
0,297
0,281
0,266
0,252
0,242
0,233
0,228
0,226
0,227
0,230
0,234
0,240
0,246
0,254
0,262
0,270
0,278
0,287
0,295
0,305
0,314
0,332
0,341

0,320
0,303
0,288
0,269
0,254
0,242
0,232
0,226
0,222
0,220
0,221
0,225
0,229
0,235
0,242
0,250
0,257
0,265
0,273
0,282
0,290
0,299
0,309
0,317
0,327
0,336

200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200

20,0

0,351

0,350

0,345

200

1,0350
1,0375
1,0400
1,0425
1,0450
1,0475
1,0500
1,0525
1,0550
1,0575
1,0600
1,0625
1,0650
1,0675
1,0700
1,0725
1,0750
1,0775
1,0800
1,0825
1,0850
1,0875
1,0900
1,0925
1,0950
1,0975
1,1000

0,346
0,327
0,309
0,292
0,279
0,266
0,256
0,248
0,243
0,242
0,242
0,246
0,252
0,258
0,265
0,273
0,283
0,293
0,302
0,313
0,322
0,333
0,343
0,354
0,365
0,376
0,386

Contoh perhitungan pada penambahan titran 0,5 ml ulangan 1:


V koreksi =

V Vo
V

=
= 1,0025
DHL koreksi = V koreksi x DHL terukur
= 1.0025 ml x 0.617 S/m
= 0.618 S/m

0,363
0,343
0,324
0,309
0,294
0,279
0,551
0,254
0,246
0,241
0,239
0,241
0,245
0,249
0,257
0,264
0,273
0,282
0,292
0,301
0,311
0,321
0,332
0,343
0,363
0,344
0,385

0,331
0,314
0,299
0,280
0,265
0,253
0,244
0,238
0,234
0,233
0,234
0,239
0,244
0,251
0,259
0,268
0,276
0,285
0,295
0,305
0,315
0,325
0,337
0,346
0,358
0,369
0,379

Perhitungan Normalitas Ulangan 1:


N(COOH)2.2H2O x V(COOH)2.2H2O = NNaOH x VTE NaOH
0,01008 N x 200 ml = NNaOH x 12 ml
NNaOH = 0,1680 N

Perhitungan Normalitas Ulangan 2:


N(COOH)2.2H2O x V(COOH)2.2H2O = NNaOH x VTE NaOH
0,01008 N x 200 ml = NNaOH x 12 ml
NNaOH = 0,1680 N

Perhitungan Normalitas Ulangan 3:


N(COOH)2.2H2O x V(COOH)2.2H2O = NNaOH x VTE NaOH
0,01008 N x 200 ml = N NaOH x 11,5 ml
NNaOH = 0,1753 N
Tabel 2 Data Konsentrasi NaOH
Ulangan
Volume TE (ml)
1
12,0
2
12,5
3
12,0
Rerata
Standar Deviasi
Ketelitian (%)
Nrerata =
=
= 0,1704 N

Konsentrasi NaOH (N)


0,1680
0,1680
0,1753
0,1704
4,21 10-3
97,53

Tabel 3 Penentuan Komposisi HCl dan CH3COOH


DHL terukur (S/m)

Penambahan
Volume (ml)

0,0
0,5
1,0
1,5
2,0
2,5
3,0
3,5
4,0
4,5
5,0
5,5
6,0
6,5
7,0
7,5
8,0
8,5
9,0
9,5
10,0
10,5
11,0
11,5
12,0
12,5
13,0
13,5
14,0
14,5
15,0
15,5
16,0
16,5

0,632
0,612
0,592
0,569
0,549
0,523
0,497
0,477
0,454
0,430
0,406
0,387
0,365
0,342
0,319
0,297
0,275
0,256
0,234
0,216
0,206
0,205
0,208
0,213
0,218
0,224
0,236
0,252
0,268
0,285
0,301
0,320
0,336
0,352

0,620
0,609
0,581
0,558
0,536
0,512
0,490
0,443
0,418
0,398
0,376
0,351
0,330
0,308
0,290
0,267
0,247
0,227
0,208
0,198
0,195
0,196
0,200
0,205
0,210
0,221
0,234
0,250
0,266
0,282
0,296
0,312
0,331
0,346

0,617
0,592
0,570
0,551
0,529
0,504
0,484
0,465
0,444
0,423
0,402
0,381
0,361
0,339
0,320
0,303
0,288
0,269
0,254
0,242
0,232
0,226
0,222
0,220
0,221
0,225
0,229
0,235
0,242
0,250
0,257
0,265
0,273
0,282

V (ml)

V koreksi (ml)

220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220
220

1
1,0023
1,0045
1,0068
1,0091
1,0113
1,0136
1,0159
1,0182
1,0204
1,0227
1,0250
1,0272
1,0295
1,0318
1,0341
1,0364
1,0386
1,0401
1,0431
1,0454
1,0477
1,0500
1,0522
1,0545
1,0568
1,0591
1,0613
1,0636
1,0659
1,0681
1,0704
1,0727
1,0750

DHL koreksi (S/m)


1

0,632
0,612
0,595
0,573
0,554
0,528
0,504
0,484
0,462
0,439
0,415
0,397
0,375
0,352
0,329
0,307
0,285
0,266
0,243
0,225
0,215
0,215
0,218
0,224
0,229
0,237
0,249
0,267
0,285
0,304
0,321
0,342
0,360
0,378

0,620
0,610
0,583
0,562
0,541
0,518
0,497
0,450
0,425
0,406
0,384
0,360
0,339
0,317
0,299
0,276
0,256
0,236
0,216
0,2065
0,204
0,205
0,210
0,215
0,221
0,233
0,248
0,265
0,283
0,300
0,316
0,334
0,355
0,372

0,617
0,593
0,572
0,555
0,533
0,509
0,491
0,472
0,452
0,432
0,411
0,390
0,371
0,349
0,330
0,313
0,298
0,279
0,264
0,252
0,242
0,237
0,233
0,231
0,233
0,238
0,242
0,249
0,257
0,266
0,274
0,283
0,293
0,303

17,0
17,5
18,0
18,5
19,0
19,5

0,369
0,386
0,402
0,419
0,435
0,451

0,362
0,378
0,393
0,409
0,424
0,439

0,290
0,299
0,309
0,317
0,327
0,336

220
220
220
220
220
220

20,0

0,680

0,456

0,345

220

1,0772
1,0795
1,0818
1,0840
1,0863
1,0886
1,0909

0,397
0,416
0,435
0,454
0,472
0,491
0,742

0,390
0,408
0,425
0,443
0,460
0,478
0,497

Contoh perhitungan (ulangan 1 volume 0 mL)


Volume terkoreksi =
DHL terkoreksi = Volume terkoreksi DHL terukur
= 1,0023 mL 0,162 S/m
= 0,162 S/m

Perhitungan komposisi HCl-CH3COOH dalam campurannya


VTE1 = 10,5 mL
Kadar HCl =

V NaOH N NaOH BE HCl


Vcampuran

=
= 0,2968 N
Volume titik ekuivalen yang kedua, tidak ditemukan pada kurva. Sehingga tidak bisa
menentukan kadar CH3COOH.

0,312
0,323
0,334
0,343
0,355
0,366
0,376

Perhitungan komposisi HCl-CH3COOH dalam campurannya


VTE1 = 10 mL
Kadar HCl =

V NaOH N NaOH BE HCl


Vcampuran

=
= 0,2827 N
Volume titik ekuivalen yang kedua, tidak ditemukan pada kurva. Sehingga tidak bisa
menentukan kadar CH3COOH.

Perhitungan komposisi HCl-CH3COOH dalam campurannya


VTE1 = 11,5 mL
Kadar HCl =

V NaOH N NaOH BE HCl


Vcampuran

=
= 0,3251 N
Volume titik ekuivalen yang kedua, tidak ditemukan pada kurva. Sehingga tidak bisa
menentukan kadar CH3COOH.
Tabel 4 Data Konsentrasi HCl
Ulangan
Volume TE (ml)
1
10,5
2
10,0
3
11,5
Rerata
Standar Deviasi
Ketelitian (%)
Nrerata =
=
= 0,3015 N

Konsentrasi HCl (N)


0,2968
0,2827
0,3251
0,3015
0,0215
92,87

Uji T
Tabel 4 Normalitas NaOH
VTE

[NaOH]

(ml)

(N)

12.500

0.0802

13.500

0.0743

13.000

0.0772

Ulangan

Rerata

Rerata

0.0772

)N

0.1764 N

SD

0.00295
Tabel 8 Komposisi HCl dan CH3COOH
U

Komposisi

Komposisi

HCl (g/ml)

CH3COOH

m
(

l
)

(g/ml)

0.1665

0.4211

0.4421

0.0640

0.4421

0.1153

0.4351

0
2

1
0
.
5
0
0

0
0

Rerata

N asam oksalat

= 0.0091 N

Komposisi HCl

0.1665 g/ml

Rerata

(
0.1153 g/ml

) g/ml

SD
0.0725

Pembahasan
Standardisasi ialah suatu usaha untuk menentukan konsentrasi yang tepat dari
calon laruran baku. Standardisasi NaOH dilakukan karena NaOH adalah zat yang tidak
dapat dianggap murni. NaOH merupakan larutan yang mudah mengalami perubahan
selama penyimpanan karena pengaruh pH rendah, sinar matahari, dan bersifat
higroskopis. Oleh karena itu larutan ini perlu distandarisasi untuk mengetahui normalitas
sesungguhnya dengan bahan baku primer (Anonim 2009). Bahan baku primer yang
digunakan adalah asam oksalat, senyawa yang stabil yang mudah diperoleh dalam bentuk
yang sangat murni (99,99% murni).
Standardisasi NaOH dilakukan dengan cara titrasi konduktometri. Alat yang
digunakan untuk titrasi konduktometri adalah konduktometer, yaitu alat yang dapat
mengukur daya hantar listrik dari suatu larutan (Bassett, J. et al 1994). Prinsip dari
metode titrasi konduktometri adalah substitusi ion-ion dengan suatu konduktivitas oleh
ion-ion dengan konduktivitas yang lain. DHL koreksi dapat ditentukan dengan
mengalikan DHL terukur dengan volume terkoreksi yang berguna untuk membuat kurva
titrasi dan menentukan titik ekivalen titrasi. Titik ekivalen ditentukan dari nilai DHL
terukur yang terus menurun dan tiba-tiba meningkat. Konsentrasi NaOH rata-rata yang
diperoleh dari tiga kali ulangan sebesar 0,1704 N dengan ketelitian 97,53%. Persen
ketelitian yang cukup tinggi menunjukkan kerja yang dilakukan baik.
Penentuan kadar HCl dan CH3COOH menggunakan prinsip titrasi konduktometri
dilakukan dengan prinsip bahwa larutan yang akan bereaksi terlebih dahulu adalah
larutan yang mempunyai daya listrik besar terlebih dahulu, kemudian disusul dengan
larutan yang mempunyai daya hantar listik lemah. Penentuan konsentrasi HCl dan
CH3COOH dengan cara konduktometri menghasilkan dua titik ekivalen karena terdapat
dua larutan yang berbeda. Titrasi campuran HClCH3COOH dengan NaOH saat titrasi
berlangsung dan sebelum TE1 terjadi, ion H+ dari HCl terus berkurang dari larutan
campuran karena bereaksi dengan OH- dan saat mencapai TE, tidak ada lagi ion H+ dari
HCl karena sudah bereaksi semua dengan OH- dari NaOH. Kurva titrasi akan berbentuk V
dengan nilai TE1 dari titik balik dari kurva V tersebut. TE2 tidak terjadi karena volume
NaOH yang ditambahkan tidak cukup untuk bereaksi dengan CH3COOH.
Konduktometri dilakukan dengan tiga kali ulangan dan menghasilkan TE1, TE2,
dan TE3 berada pada volume titran 10,5 ml, 10 ml, dan 11,5 ml. Konsentrasi HCl rata-rata
yang diperoleh dari tiga kali ulangan sebesar 0,3015 N dengan ketelitian 92,87%.
Konsentrasi CH3COOH tidak dapat ditentukan karena tidak terjadi TE pada titrasi
CH3COOH. Kesalahan yang mungkin terjadi adalah penentuan konsentrasi larutan baku,
pembacaan nilai DHL terukur yang salah, kesalahan paralaks dalam menetapkan volume

terpakai pada buret, dan kurangnya penambahan NaOH yang berakibat tidak terciptanya
titik ekuivalen untuk CH3COOH. Semakin tinggi konsentrasi dari ion tersebut maka
semakin tinggi pula nilai konduktans ion tersebut (Braun 1982).

Simpulan
Standardisasi ialah suatu usaha untuk menentukan konsentrasi yang tepat dari
calon laruran baku. Standardisasi NaOH dan penentuan konsentrasi HCl-CH3COOH
dilakukan dengan cara titrasi konduktometri. Konsentrasi NaOH rata-rata yang diperoleh
dari tiga kali ulangan sebesar 0,1704 N dengan ketelitian 97,53%. Konsentrasi HCl ratarata yang diperoleh dari tiga kali ulangan sebesar 0,3015 N dengan ketelitian 92,87%.
Konsentrasi CH3COOH tidak dapat ditentukan karena tidak terjadi TE pada titrasi
CH3COOH yang disebabkan oleh volume NaOH yang ditambahkan tidak cukup untuk
bereaksi dengan CH3COOH.
Daftar Pustaka
[Anonim].

2009.

Standardisasi

NaOH.

[Terhubung

Berkala].

www.tech.dir.groups.yahoo.com. (20 Mei 2010).


Bassett J et al. 1994. Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik. Jakarta: Buku Kedokteran
EGC.
Braun R.D. 1982. Introduction to Chemical Analysis. New York : McGraw-Hill.
Harjadi W. 1986. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Jakarta: Gramedia
Khopkar S.M. 2003. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta: UI Press.