Anda di halaman 1dari 4

Pengertian dan Perbedaan Tanah dengan Batuan.

RESUME
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Geologi Teknik

Disusun oleh
Gustiani Indah Pratiwi
270110130088
Kelas D

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS TEKNIK GEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
JATINANGOR
2016

Tanah
Tanah sebagai lapisan permukaan bumi yang berasal dari bebatuan yang telah mengalami
serangkaian pelapukan oleh gaya-gaya alam, sehingga membentuk regolit yaitu lapisan partikel
halus yang disusun oleh fragmen batuan dan mineral hasil dari proses pelapukan. Tanah
merupakan kombinasi antara mineral dan material organik, air dan udara. Sekitar setengah dari
volume tanah yang baik merupakan campuran antara hasil disintegrasi, dekomposisi dan humus,
yang merupakan rombakan sisa-sisa organisme, sedangkan setengahnya lagi merupakan poripori tempat sirkulasi air dan udara. Tanah terbentuk dari proses pelapukan batuan yang dibantu
oleh organisme membentuk tekstur unik yang menutupi permukaan bumi. proses pembentukan
tanah ini akan membentuk lapisan-lapisan yang menutupi seluruh permukaan bumi. lapisanlapisan yang terbentuk memiliki tekstur yang berbeda dan setiap lapisan juka akan
mencerminkan proses-proses fisika, kimia dan biologi yang telah terjadi selama proses
pembentukannya.

Asal tanah : residual, colluvial, aluvial, aeolian, glacial.


Keterjadian : dataran banjir, muara, laut, moraine, dll
Tekstur : ukuran partikel dan gradasi
Pedology : iklim dan morfologi
Tanah memiliki dua sifat index, yaitu :
a. Sifat butiran tanah : Sifat utama dari butiran tanah adalah bentuk dan ukurannya. Pada
lempung adalah karakter mineralogi dari butiran terkecil.
b. Sifat agregat tanah: Pada tanah tak kohesif sifat agregat terpenting adalah kepadatan
relatif. Pada tanah kohesif sifat terpenting adalah konsistensinya.
Atas dasar ukuran butir, karakteristik fisik, dan komposisi, tanah dapat ditempatkan di

sejumlah kelompok utama, yaitu :


1. Bongkah dan berangkal, yang masing-masing merupakan unit individu.
2. Tanah butiran, termasuk kerikil, pasir, dan lumpur, adalah bahan kohesi (kecuali untuk
kohesi jelas dibuktikan dengan lumpur sebagian jenuh).
3. Tanah liat adalah bahan kohesif.
4. Tanah organik terdiri dari bahan organik.
Batuan

Batuan adalah agregat padat yang terdiri dari mineral-mineral, gelas, ubahan material organic
atau kombinasi dari komponen-komponen tersebut yang terjadi secara ilmiah. Batuan merupakan
material yang membentuk litosfir maupun kerak bumi, terdiri dari mineral-mineral, terbentuk di
alam dan tidak hidup. Batuan dapat terbentuk dari hanya satu macam mineral. Baik yang
terpadatkan maupun yang tidak, sperti batulempung.
Dalam batuan terekam proses-proses geologi yang telah terjadi pada masa pembentukan batuan
tersebut seperti fosil dan kemagnetan. Dari sana dapat diketahui keadaan bumi saat batuan
tersebut terbentuk. Pengelompokan batuan yang paling sederhana adalah berdasarkan
kejadiannya atau cara terbentuknya atau genesanya menjadi tida kelompok utama, yaitu :
1. Batuan beku, terbentuk dari magma yang mendiringin atau membeku.
2. Batuan sedimen, merupakan batuan yang terbentuk dari sedimen yang diendapkan dan
setelah mengalami proses pelapukan, erosi, transportasi, deposisi dan litifikasi jadilah
batuan sedimen.
3. Batuan metamorf, yaitu batuan malihan yaitu batuan yang telah mengalami perubahan
karena tekanan dan atau suhu yang tinggi. Perubahan menjadi metamorfosa, atau batuan
malihan tanpa melalui pelelehan.
Dalam geologi dikenal istilah daur batuan, dari daur batuan dapat diketahui kejadian
ketiga jenis batuan berbagai proses geologi yang menajdikannya dari satu jenis batuan ke batuan
lain. Batuan pertama adalah batuan beku. Batuan beku terjadi akibat magma yang mendingin dan
memadat di bawah permukaan bumi maupun pada permukaan bumi. Batuan beku yang berada di
permukaan bumi bersentuhan langsung dengan atmosfer setiap saat, maka perlahan-lahan akan
terdisintegrasi dan terdekomposisi. Mengalami penyesuaian untuk mencapai keseimbangan
dengan lingkungan yang baru. Proses ini disebut proses pelapukan, material hasil rombakan ini
terlepas dari induknya, ditransport oleh berbagai media seperti gravitasi, air dan angin dan
diendapkan sebagai material sedimen di tempat yang rendah dan secara mendatar. Melalui proses
litifikasi, material tersebut akan berubah menjadi batuan sedimen.
Jika batuan sedimen berada jauh di bawah permukaan bumi atau terlibat dalam dinamika
pembentukan pegunungan atau orogenessa, ia akan dipengaruhi oleh tekanan yang besar dan
suhu yang tinggi. Akibatnya batuan sendimen tersebut berubah menjadi batuan metamorf.

Dan bila batuan metamorf berada pada tekanan dan suhu yang tinggi ia akan melebur
kembali menjadi magma. Lalu magma akan mendingin lagi menjadi batuan beku.

Refrensi :
E. Hunt, Roy. 2007. CHARACTERISTICS OF GEOLOGIC MATERIALS AND FORMATIONS, A
Field Guide for Geotechnical Engineer. Boca Raton : Taylor & Francis Group.
Zakaria, Zulfialdi. 2010. Praktikum Geologi Teknik (Bahan kuliah, Tugas, dan Latihan). Lab
Geologi Teknik Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran.