Anda di halaman 1dari 4

2.

MANAJEMEN PESERTA DIDIK


Manajemen peserta didik adalah seluruh proses kegiatan yang direncanakan
dan diusahakan dengan sengaja serrta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh
peserta didik agar dapat mengikuti proses balajar mengajar secara efektif dan
efisien, demi tercapainya tujuan pendidikan yang telah di tetapkan. Rentangan
kegiatannya mulai dari penerimaan peserta didik baru sampai mereka
meninggalkan sekolahnya karena tamat,meninggal dunia, putus sekolah atau
karena sebab-sebab lain.
Manajemen peserta didik menunjuk pada kegiatan-kegiatan di luar dan di
dalam kelas. Kegiatan di luar kelas meliputi :
1.
2.
3.
4.
5.

Penerimaan peserta didik baru


Pencatatan peserta didik baru dalam buku induk dan buku Mapper
Pembagian seragam sekolah beserta kelengkapannya
Pembagian kartu anggota osis beserta tata tertib sekolah yang harus dipatuhi
Pembinaan peserta didik dan pembinaan kesejahteraan peserta didik

Sedangkan kegiatan di dalam kelas meliputi :


1.
2.
3.
4.

Pengelolaan kelas
Interaksi belajar mengajar yang positif
Perhatian guru terhadap dinamika kelompok belajar demi kelancaran CBSA
Pemberitahuan pengajaran remidial bagi yang lambat belajar/ yang

memerlukan
5. Pelaksanaan presensi secara kontinu
6. Perhatian terhadap pelaksanaan tata tertib kelas
7. Pelaksanaan jadwal pelajaran secara tertib
8. Pembentukan pengurus kelas dan pengorganisasian kelas
9. Penyediaan alat/ media belajar lainnya
10.Penyediaan alat/bahan penunjang belajar lainnya
Dalam kegiatan manajemen peserta didik ada beberapa hal ynag sangat
penting yaitu pembinaan peserta didik, menagkal kenakalan anak/remaja dan
penanggulangan penyalahgunaan penggunaan Napza.

Pembinaan Peserta Didik


Pada hakekatnya, tujuan dan pembinaan dan pengembangan peserta didik itu
sesuai dengan tujuan Pendidikan nasional. Indonesia yang tercantum dalam
GBHN. Peserta didik sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan
nasional, harus dipersiapkan sebaik-baiknya serta dihindarkan dari segala kendala
yang merusaknya, dengan memberikan bekal secukupnya dalam kepemimpinan
Pancasila, pengetahuan, keterampilan, kesegaran jasmani, keteguhan iman,
kekuatan mental, patriotisme, idealisme, kepribadian nasional, kesadaran nasional,
daya kreasi dan budi pekerja luhur serta penghayatan dan pengamalan pancasila.
Maksud pembinaan peserta didik adalah mengusahakan agar mereka dapat
tumbuh dan berkembang sebagai manusia seutuhnya sesuai tujuan pendidikan
nasional berdasarkan Pancasila. Tujuan pembinaan peserta didik adalah
meningkatkan peran serta dan inisiatifnya untuk menjaga dan membina sekolah
sebagai wiyatamandala, sehingga terhindar dari usaha pengaruh yang bertentangan
dengan kebudayaan nasional, menumbuhkan daya tangkal terhadap pengaruh
negatif yang datang dari luar lingkungan sekolah; memantapkan kegiatan
kokurikuler dan ekstrakurikuler dalam menunjang pencapaian kurikulum;
meningkatkan apreslasi dan penghayatan seni; menumbuhkan sikap berbangsa dan
bernegara; meneruskan dan mengembangkan jiwa semangat serta nilai-nilai 1945;
serta meningkatkan kesegaran jasmani dan rohani serta rekreasi, dalam wadah
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Menangkal Kenakalan Anak Remaja
Kenakalan anak (Juvenile Delinquency) sebagai perbautan anti sosial atau
perbuatan penyelewengan / pelanggaran terhadap norma masyarakat yang
dilakukan oleh anak / remaja tidak pernah luput dari perhatian kita. Hal tersebut
harus ditangkal dan ditanggulangi dengan kebijakan-kebijakan pendidikan
khususnya serta kebijakan-kebijakan lain pada umumnya secara menyeluruh dan

terpadu. Penyelewengan norma kelompok yang bersifat anti sosial antara lain
adalah:
1. Ngebut, yaitu mengendarai kendaraan bermotor dengan kecepatan
melampaui kecepatan maksimum yang ditentukan. Sehingga dapat
mengganggu atau membahayakan pemakai jalan yang lain.
2. Peredaran pornografi di kalangan pelajar, baik dalam bentuk gambar-gambar
cabul, majalah dan cerita porno, yang merusak moral maupun peredaran
obat-obat perangsang nafsu seksual.
3. Berpakaian dengan mode yang tidak selaras dengan selera nasional kita
sehingga dapat dipandang tidak sopan dimata kita.
4. Membentuk kelompok atau geng dengan norma-norma yang
menyeramkan seperti gadis tanpa BH, pemuda anti celana dalam, berpakaian
acak-acakan dan sebagainya. Bila terjadi perselisihan dengan kelompok lain
atau perorangan mereka tidak segan-segan main hakim sendiri dan
mengadakan pengroyokan serta, penganiayaan sampai pemerkosaan.
5. Anak-anak yang suka membuat pengrusakan-pengrusakan terhadap barang
atau milik orang lain seperti mencuri, membuat corat-coret yang
mengganggu keindahan lingkungan, mengadakan sabotase dan sebagainya.
6. Anak-anak yang senang melihat orang lain celaka akibat ulah dan
perbuatannya, misalnya membuat lubangan atau menyiramkan minyak di
jalan sehingga pengendara yang terperosok atau terpeleset dan jatuh
berkelepotan sampai cedera karenanya.
Untuk menangkal dan menanggulangi kenakalan anak tersebut perlu
diketahui secara dini dan seksama tentang penyebab-penyebabnya seperti:
a. Faktor perkembangan jiwa pada periode pubertas
b. Faktor lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat

Untuk kesimpulan
Manajemen peserta didik adalah seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan
diusahakan dengan sengaja serrta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh
peserta didik agar dapat mengikuti proses balajar mengajar secara efektif dan
efisien, demi tercapainya tujuan pendidikan yang telah di tetapkan.