Anda di halaman 1dari 9

SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN KUADARAT DUA VARIABEL

(SPLKDV)

A. Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat Dua Variabel.


I.

Konsep Persamaan Linier dan Kuadrat Dua Variabel


Untuk memahami konsep persamaan linier dan kuadrat perhatikan ilustrasi berikut:
Diketahui fungsi linier 1 = + 2 dan fungsi kuadrat 2 = 2 , dari kedua fungsi tersebut
apakah ada nilai tertentu sehingga 1 = 2 . Untuk mengetahuinya adalah dengan
menggambar kedua fungsi tersebut dalam satu bidang cartesius.
Fungsi linier 1 = + 2 dan fungsi kuadrat 2 = 2 jika digambar dalam bidang cartesius
adalah sebagai berikut,
2 = 2
1 = + 2

Dari gambar di atas diketahui bahwa terdapat dua titik potong antara 1 = + 2 dan 2 =
2 yakni (1, 1) dan (2, 4). Kedua titik potong tersebut membuktikan bahwa ada nilai
tertentu sehingga 1 = 2 yakni:
= 1 1 = 2 = 1
=2

1 = 2 = 4

Jadi dari ilustrasi di atas dapat dilihat adanya suatu sistem persamaan antara fungsi linier
1 = + 2 dan fungsi kuardrat 2 = 2 sehingga ada nilai tertentu yang menghasilkan
1 = 2 .
II. Himpunan Penyelesaian Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat.
Sistem persamaan linier dan kuadrat adalah suatu sistem persamaan yang tersusun dari fungsi
linier dan fungsi kuadrat, dan biasa disingkat menjadi SPLK. Sistem seperti ini mempunyai
dua bentuk yakni, SPLK dengan fungsi kuadrat eksplisit dan SPLK dengan fungsi kuadrat
implisit.

SPLKDV

sandigalesh.blogspot.com | 1

Fungsi eksplisit adalah fungsi yang dapat dinyatakan dalam bentuk = () atau = ().
Contoh:
a. = 5 2
b. = 2 4
c. = + 2
d. = 2 + 3 + 2
Fungsi implisit adalah fungsi yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk = () atau =
() dan biasa dinyatakan dalam bentuk (, ) = 0.
Contoh:
a. 2 + 2 4 = 0
b. 2 + 2 + + 2 = 0
Dengan dua bentuk SPLK tersebut ada beberapa cara dalam menyelesaikan sistem persamaan
linier dan kuadrat:
1. SPLK dengan fungsi kuadrat eksplisit
SPLK dengan fungsi kuadrat eksplisit mempunyai bentuk umum sebagi berikut,
= +
{
= 2 + +
Keterangan:
= + adalah bagian fungsi linier
= 2 + + adalah bagian fungsi kuadrat eksplisit
Contoh:
=1
{
= 2 3 + 2
= 1 adalah bagian fungsi linier
= 2 3 + 2 adalah bagian fungsi kuadrat eksplisit
Dari contoh di atas akan dicari himpunan penyelesaiannya. Untuk mencari himpunan
penyelesaiannya ada dua cara yakni dengan metode grafik dan metode substitusi.
a) Metode Grafik
Untuk metode grafik adalah dengan melihat apakah ada titik potong antara kedua
grafik fungsi tersebut. Untuk mengambar grafik fungsi kita perlu membuat tabel
pasangan dan dari kedua fungsi.

-1

=1

-2

-1

6
2
0
= 2 3 + 2
Maka diperoleh grafik sebagai berikut:

SPLKDV

sandigalesh.blogspot.com | 2

= 2 3 + 2

=1

Dari grafik tersebut diperoleh dua titik potong yakni (1, 0) dan (3, 2).
Jadi himpunan penyelesaian dari SPLK {

=1
adalah
= 2 3 + 2

= {(, ), (, )}.
Secara umum dalam metode grafik ada dua langkah dalam menyelesaikan SPLK
= +
{
.
= 2 + +
1) Langkah 1: Menggambar grafik fungsi linier dan fungsi kuadrat eksplisit pada
bidang cartesius yang sama.
2) Langkah 2: Mencari titik potong dari kedua grafik tersebut. Titik potong tersebut
adalah himpunan penyelesaian dari SPLK.

b) Metode Substitusi
Pada metode substitusi pada SPLK adalah dengan menyatukan bagian fungsi linier
ke dalam bagian fungsi kuadrat. Kita akan mencari himpunan penyelesaian pada
SPLK {

=1
.
= 2 3 + 2

Dimisalkan:
=1

(1)

= 2 3 + 2 (2)
Kemudian persamaan (1) disubsitusikan ke persamaan (2) sehingga menjadi,
2 3 + 2 = 1
2 3 + 2 + 1 = 0
2 4 + 3 = 0 (bentuk persamaan kuadrat dalam )
( 1)( 3) = 0 (dicari akar akarnya)
1 = 1 ; 2 = 3

SPLKDV

sandigalesh.blogspot.com | 3

Diperoleh nilai 1 = 1 dan 2 = 3 kemudian nilai tersebut disubstitusikan pada


persamaan (1). Sehingga diperoleh:
=1
Untuk = 1 = 1 1 = 0 diperoleh (1, 0)
Untuk = 3 = 3 1 = 2 diperoleh (3, 2)
Jadi himpunan penyelesaian dari SPLK {

=1
adalah
= 2 3 + 2

= {(, ), (, )}.
Secara umum untuk menyelesaikan SPLK {

= +
menggunakan
= 2 + +

metode subsitusi ada dua langkah:


1) Langkah 1: Mensubsitusikan bagian fungsi linier = + pada bagian
fungsi kuadrat eksplisit = 2 + + , sehingga diperoleh fungsi kuadrat
baru seperti berikut,
2 + + = +
2 + + = 0
2 + ( ) + ( ) = 0
2) Langkah 2: Mencari faktor dari

2 + ( ) + ( ) = 0 sehingga

diperoleh 1 ; 2 sebagai akarnya. Kemudian 1 ; 2 disubsitusikan pada fungsi


linier = + dan diperoleh pasangan (, ) yang merupakan himpunan
penyelesaian dari SPLK.
Secara grafik = + adalah grais lurus dan = 2 + + adalah parabola.
Dan setelah adanya substitusi dari keduanya diperoleh persamaan 2 + ( ) +
( ) = 0. Akar dari persamaan tersebut () adalah himpunan penyelesaiaanya.
Untuk itu dapat menggunakan nilai diskriminan untuk mencari banyaknya akar-akarnya
= ( )2 4( ). Jika diperoleh nilai diskriminan:
a) > 0 maka ada dua akar atau ada dua anggota himpunan penyelesaian.
b) = 0 maka ada satu akar atau ada satu anggota himpunan penyelesaian.
c) < 0 maka tidak ada akar atau tidak ada anggota himpunan penyelesaian.
Contoh:
=1
Diketahui SPLK {
, tentukan banyak anggota himpunan penyelesaian
= 2 3 + 2
dari SPLK tersebut !
Solusi:
= 1 ; = 3 ; = 2 ; = 1 ; = 1
= (3 1)2 4 1(2 (1)) = (4)2 4(3) = 16 12 = 4 > 0
Karena > 0 maka ada dua anggota himpunan penyelesaian.

SPLKDV

sandigalesh.blogspot.com | 4

2. SPLK dengan fungsi kuadrat implisit


Secara umum, SPLK dengan bagian kuadrat berbentuk implit dapat dituliskan sebagai
berikut,
+ + = 0
{ 2
+ 2 + + + + = 0

( )
( )

dengan , , , , , . Untuk mnyelesaikan SPLK bentuk ini dapat dilakukan dengan


metode subsitusi.
Contoh:
Tentukan himpunan pennyelesaian dari SPLK,
{

+1=0
2 + 2 = 25

Solusi:
+ 1 = 0 = + 1 (1)
2 + 2 = 25 (2)
Kemudian persamaan (1) disubsitusikan ke persamaan (2), sehinga persamaan menjadi,
2 + 2 = 25
2 + ( + 1)2 = 25
2 + 2 + 2 + 1 = 25
2 + 2 + 2 + 1 25 = 0
2 2 + 2 24 = 0
2 + 12 = 0
( 3)( + 4) = 0
1 = 3 ; 2 = 4
Nilai yang diperoleh, kemudian disubsitusikan ke persamaan (1) sehingga diperoleh,
=+1
1 = 3 = 3 + 1 = 4 (3, 4)
2 = 4 = 4 + 1 = 3 (4, 3)
Jadi himpunan penyelesaian dari SPLK
{

+1=0
adalah
2 + 2 = 25

(3,4)

= {(, ), (, )}
Secara grafik + 1 = 0 adalah
garis lurus yamg melaui titik (1,0) dan
(0,1). Sedangkan 2 + 2 = 25 adalah
lingkaran dengan pusat di (0,0) dengan
jari-jari 5.

SPLKDV

(-4,-3)

sandigalesh.blogspot.com | 5

B. Sistem Persamaan Kuadrat Dua Variabel.


I.

Konsep Persamaan Kuadrat Dua Variabel


Pada sistem persamaan kuadrat dua variabel ini memiliki konsep yang sama pada sistem
persamaan linier dan kuadrat. Yang membedakan adalah unsur penyusunnya adalah samsama fungsi kuadrat. Untuk lebih jelas, perhatikan ilustrasi berikut:
Diketahui fungsi kuadrat 1 = 2 4 dan 2 = 2 + 4, apakah ada nilai tertentu
sehingga nilai 1 = 2 ?. Untuk mengetahuinya kedua fungsi dapat digambar dalam bidang
cartesius yang sama.
Fungsi 1 = 2 4 dan 2 = 2 + 4 jika
digambar dalam bidang cartesius adalah
seperti gambar di samping.
Dari gambar diketahui bahwa terdapat dua
titik potong antara 1 = 2 4 dan 2 =
2 + 4 yakni (2, 0) dan (2, 0).
Kedua titik potong tersebut membuktikan
bahwa ada nilai tertentu sehingga 1 = 2
yakni:
= 2 1 = 2 = 0
=2

1 = 2 = 0

Jadi dari ilustrasi di atas dapat dilihat adanya


suatu sistem persamaan antara fungsi linier
1 = 2 4 dan fungsi kuardrat 2 =
2 + 4 sehingga ada nilai tertentu yang
menghasilkan 1 = 2 .
II. Himpunan Penyelesaian Sistem Persamaan Kuadrat
Sistem persamaan kuadrat dua variabel atau biasa disingkat (SPK) adalah sistem persamaan
yang tersusun dari fungsi kuadarat. Secara umum ditulis dalam bentuk,
= 2 + +
{
= 2 + +
dengan , , , , , .
Untuk menyelesaikan sistem persamaan kuadrat dapat menggunakan metode substitusi untuk
kedua persamaan sehingga diperoleh persamaan,
( ) 2 + ( ) + ( ) = 0
Untuk mengetahui banyaknya anggota himpunan penyelesaiannya bisa menggunakan nilai
diskriminan dengan,
= ( )2 4( )( )
Jika diperoleh nilai diskriminan:

SPLKDV

sandigalesh.blogspot.com | 6

a) > 0 maka ada dua akar atau ada dua anggota himpunan penyelesaian.
b) = 0 maka ada satu akar atau ada satu anggota himpunan penyelesaian.
c) < 0 maka tidak ada akar atau tidak ada anggota himpunan penyelesaian.
Contoh:
1. Tentukan banyak anggota himpunan penyelesaian dari SPK {

= 2 1
dengan nilai
= 1 2

diskriminan dan tentukan anggota himpunan penyelesaian tersebut !


Solusi:
= 2 1 (1)
= 1 2 (2)
a. Mencari banyak anggota dari niali .
Diperoleh: = 1 ; = 0 ; = 1 ; = 1 ; = 0 ; = 1
= ( )2 4( )( ) = 0 4(1 (1))(1 1)
= 4 2 (2) = 16 > 0 maka banyak anggota himpuna penyelesaian ada dua.
b. Mencari anggota himpunan penyelesaian
Persamaan (1) disubsitusikan ke persamaan (2) sehingga menjadi,
2 1 = 1 2
2 + 2 1 1 = 0
2 2 2 = 0
2 1 = 0
( + 1)( 1) = 0
1 = 1 ; 2 = 1
Nilai yang diperoleh kemudian disubsitusikan ke persamaan (1), sehingga diperoleh
nilai,
= 2 1
1 = 1 = (1)2 1 = 1 1 = 0 (1,0)
2 = 1 = (1)2 1 = 1 1 = 0 (1,0)
Jadi himpunan penyelesaian dari SPLK {

+1=0
adalah
2 + 2 = 25

= {(, ), (, )}
Secara umum untuk menentukan himpunan penyelesaian pada sistem persamaan kuadrat ada
dua langkah
1. Langkah 1: Mensubstitusi persamaan = 2 + + pada = 2 + +
sehingga diperoleh ( ) 2 + ( ) + ( ) = 0.
2. Langkah 2: Memfaktorkan persamaan ( ) 2 + ( ) + ( ) = 0 sehingga
diperoleh nilai dan substitusikan ke salah satu persamaan kuadrat (pilih bentuk
persamaan kuadrat yang paling sederhana).

SPLKDV

sandigalesh.blogspot.com | 7

C. Aplikasi Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat (SPLK) dan Sistem Persamaan Kuadrat
(SPK)
Banyak masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan matematika, khususnya
yang berkaitan dengan sistem persamaan liner dan kuadrat (SPLK) serta sistem persamaan
kuadrat (SPK). Untuk menyelesaikan masalah tersebut ada beberapa tahapan, secara umum
tahapan tersebut adalah:
1. Mengubah besaran yang ada dalam masalah sebagai variabel sistem persamaan.
2. Rumuskan sistem persamaan yang merupakan model matematika dari suatu masalah.
3. Tentukan penyelesaian dari model matematika tersebut.
Untuk lebih memahami berikut adalah conoh-contoh masalah yang berkaitan denga SPLK dan
SPK.
I.

Umur Adi ditambah umur Budi adalah 54 tahun. Jika umur Budi sama dengan kuadrat
umur Adi ditambah dua kali umur Adi. Maka tentukanlah umur Budi dan Umur Adi !
Solusi:
1. Dimisalkan:
Umur Adi

Umur Budi

2. Menyusun bentuk sistem persamaan


+ = 54
= 2 + 2
Maka diperoleh SPLK {

+ = 54
= 2 + 2

3. Mencari himpuna penyelesaian dari sistem persamaan.


+ = 54
Dicari himpunan penyelesaian dari SPLK {
.
= 2 + 2
+ = 54 . (1)
= 2 + 2 (2)
Persamaan (2) disubstitusikan ke persamaan (1) sehingga diperoleh persamaan,
+ = 54
+ ( 2 + 2) = 54
2 + + 2 54 = 0
2 + 3 54 = 0
( + 9)( 6) = 0
1 = 9 ; 2 = 6
Karena yang dicari adalah umur berarti yang diambil adalah yang bernilai positif,
yakni = 6. Nilai disubstitusikan ke persamaan (1), sehingga diperoleh:
+ = 54 = 54
= 6 = 54 6 = 48.
Jadi diperoleh umur Adi () adalah 6 tahun, dan umur Budi () adalah 48 tahun.
SPLKDV

sandigalesh.blogspot.com | 8

II.

Diketahui selisih dua bilangan adalah 6. Jika kuadrat dari masing-masing bilangan
dijumlahkan hasilnya 26, maka tentukanlah nilai kedua bilangan tersebut !
Solusi:
1. Dimisalkan
Bilangan pertama

Bilangan kedua

2. Membentun sistem persamaan


= 6 (1)
2 + 2 = 26 (2)
Maka diperoleh SPLK {

=6
+ 2 = 26
2

3. Mencari himpuna penyelesaian dari sistem persamaan.


= 6 = 6 (1)
2 + 2 = 26

(2)

Persamaan (1) disubstitusikan pada persamaan (2) sehingga diperoleh persamaan,


2 + 2 = 26
2 + ( 6)2 = 26
2 + 2 12 + 36 26 = 0
2 2 12 + 10 = 0
2 6 + 5 = 0
( 1)( 5) = 0
1 = 1 ; 2 = 5
Nilai yang diperoleh kemudian disubstitusikan ke persamaan (1), sehingga
diperoleh:
=6 =6
1 = 1 = 1 6 = 5 (1, 5)
2 = 5 = 5 6 = 1 (5, 1)
= {(1, 5), (5, 1)}
Jadi kedua bilangan tersebut adalah 1 dan -5 atau 5 dan -1.

SPLKDV

sandigalesh.blogspot.com | 9