Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PENDAHULUAN VERTIGO

A. Pengertian
Perkataan vertigo berasal dari bahasa Yunani vertere
yang artinya memutar. Pengertian vertigo adalah : sensasi
gerakan atau rasa gerak dari tubuh atau lingkungan
sekitarnya,

dapat

disertai

gejala

lain,

terutama

dari

jaringan otonomik akibat gangguan alat keseimbangan


tubuh .Vertigo mungkin bukan hanya terdiri dari satu gejala
pusing saja, melainkan kumpulan gejala atau sindrom yang
terdiri dari gejala somatik (nistagmus, unstable), otonomik
(pucat, peluh dingin, mual, muntah) dan pusing. Dari
(http://www.kalbefarma.com).
Vertigo adalah gejala klasik yang dialami ketika
terjadi disfungsi yang cukup cepat dan asimetris system
vestibuler perifer ( telinga dalam). (Smeltzer & Bare, 2002)
Vertigo adalah sensasi berputar atau berpusing yang
merupakan suatu gejala, penderita merasakan bendabenda disekitarnya bergerak-gerak memutar atau bergerak
naik-turun karena gangguan pada sistem keseimbangan.
( Sherwood, 2001)
B. Etiologi
Vertigo dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:
1. Lesi vestibular, seperti:
a. Fisiologik
b. Labirinitis
c. Obat ; misalnya quinine, salisilat.
d. Otitis media
e. Motion sickness
2. Lesi saraf vestibularis
a. Neuroma akustik
b. Obat ; misalnya streptomycin
c. Neuronitis
d. Vestibular
3. Lesi batang otak, serebelum atau lobus temporal
a. Infark atau perdarahan pons

b.
c.
d.
e.
f.
g.

Insufisiensi vertebro-basilar
Migraine arteri basilaris
Sklerosi diseminata
Tumor
Siringobulbia
Epilepsy lobus temporal

Sedangkan menurut (http://www.kalbefarma.com) vertigo dapat


disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:
1. Penyakit Sistem Vestibuler Perifer, seperti:
a. Telinga bagian luar : serumen, benda asing.
b. Telinga bagian tengah: retraksi membran timpani, otitis
media purulenta akuta, otitis media dengan efusi,
labirintitis, kolesteatoma.
c. Telinga bagian dalam: labirintitis akuta toksika, trauma,
serangan

vaskular,

alergi,

hidrops

labirin

(morbus

Meniere ), vertigo postural.


d. Nervus VIII. : infeksi, trauma, tumor.
e. Inti Vestibularis: infeksi, trauma, perdarahan, trombosis
arteria

serebeli

posterior

inferior,

tumor,

sklerosis

multipleks.
2. Penyakit SSP, seperti :
a. Hipoksia Iskemia otak : Hipertensi kronis, arteriosklerosis,

anemia,

hipertensi

kardiovaskular,

fibrilasi

atrium paroksismal, stenosis dan insufisiensi aorta,


sindrom sinus karotis, sinkop, hipotensi ortostatik, blok
jantung.
b. Infeksi : meningitis, ensefalitis, abses
c. Trauma kepala/ labirin
d. Migren
3. Kelainan endokrin: hipotiroid, hipoglikemi, hipoparatiroid,
tumor

medula

adrenal,

menopause.
4. Kelainan psikiatrik:

keadaan

depresi,

neurosa

hiperventilasi, fobia.
5. Kelainan mata: kelainan proprioseptik.
6. Intoksikasi.

menstruasi-hamilcemas,

sindrom

Vertigo bisa disebabkan oleh kelainan di dalam telinga, di


dalam saraf yang menghubungkan telingan dengan otak dan di
dalam otaknya sendiri. juga bisa berhubungan dengan kelainan
penglihatan atau perubahan tekanan darah yang terjadi secara
tiba-tiba
C. Manifestasi klinis
Manifestasi klinis pada klien dengan vertigo yaitu
Perasaan berputar yang kadang-kadang disertai gejala
sehubungan dengan reak dan lembab yaitu mual, muntah,
rasa kepala berat, nafsu makan turun, lelah, lidah pucat
dengan

selaput

putih

lengket,

nadi

lemah,

puyeng

(dizziness), nyeri kepala, penglihatan kabur, tinitus, mulut


pahit, mata merah, mudah tersinggung, gelisah, lidah
merah dengan selaput tipis.
Pasien Vertigo akan mengeluh jika posisi kepala
berubah pada suatu keadaan tertentu. Pasien akan merasa
berputar atau merasa sekelilingnya berputar jika akan ke
tempat tidur, berguling dari satu sisi ke sisi lainnya, bangkit
dari tempat tidur di pagi hari, mencapai sesuatu yang
tinggi atau jika kepala digerakkan ke belakang. Biasanya
vertigo hanya berlangsung 5-10 detik. Kadang-kadang
disertai

rasa

mual

dan

seringkali

pasien

merasa

cemas.Penderita biasanya dapat mengenali keadaan ini


dan berusaha menghindarinya dengan tidak melakukan
gerakan yang dapat menimbulkan vertigo. Vertigo tidak
akan terjadi jika kepala tegak lurus atau berputar secara
aksial tanpa ekstensi, pada hampir sebagian besar pasien,
vertigo akan berkurang dan akhirnya berhenti secara
spontan dalam beberapa hari atau beberapa bulan, tetapi
kadang-kadang dapat juga sampai beberapa tahun.

Pada anamnesis, pasien mengeluhkan kepala terasa


pusing berputar pada perubahan posisi kepala dengan
posisi

tertentu.

perubahan

Secara

posisi

klinis

kepala

vertigo

dan

akan

terjadi

pada

berkurang

serta

akhirnya berhenti secara spontan setelah beberapa waktu.


Pada pemeriksaan THT secara umum tidak didapatkan
kelainan berarti, dan pada uji kalori tidak ada paresis kanal.
Uji posisi dapat membantu mendiagnosa vertigo,
yang paling baik adalah dengan melakukan manuver
Hallpike : penderita duduk tegak, kepalanya dipegang pada
kedua

sisi

oleh

pemeriksa,

lalu

kepala

dijatuhkan

mendadak sambil menengok ke satu sisi. Pada tes ini akan


didapatkan nistagmus posisi dengan gejala :
1. Penderita vertigo akan merasakan

sensasi

gerakan seperti berputar, baik dirinya sendiri atau


2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

lingkungan
Merasakan mual yang luar biasa
Sering muntah sebagai akibat dari rasa mual
Gerakan mata yang abnormal
Tiba - tiba muncul keringat dingin
Telinga sering terasa berdenging
Mengalami kesulitan bicara
Mengalami kesulitan berjalan karena merasakan

sensasi gerakan berputar


9. Pada keadaan tertentu,

penderita

juga

bisa

mengalami ganguuan penglihatan


(http://perawatyulius.blogspot.com)
D. Klasifikasi
Berdasarkan gejala klinisnya, vertigo dapat dibagi atas
beberapa kelompok :
1. Vertigo paroksismal
Yaitu vertigo yang serangannya datang mendadak,
berlangsung

beberapa

menit

atau

hari,

kemudian

menghilang sempurna; tetapi suatu ketika serangan


tersebut

dapat

muncul

lagi.

Di

antara

serangan,

penderita sama sekali bebas keluhan. Vertigo jenis ini


dibedakan menjadi :
a. Yang disertai keluhan telinga : Termasuk kelompok ini
adalah

Morbus

Meniere,

Arakhnoiditis

pontoserebelaris, Sindrom Lermoyes, Sindrom Cogan,


tumor

fossa

cranii

posterior,

kelainan

gigi/

odontogen.
b. Yang tanpa disertai keluhan telinga : Termasuk di sini
adalah

Serangan

iskemi

sepintas

arteria

vertebrobasilaris, Epilepsi, Migren ekuivalen, Vertigo


pada anak (Vertigo de Lenfance), Labirin picu
(trigger labyrinth).
c. Yang timbulnya dipengaruhi oleh perubahan posisi :
Termasuk

di

sini

adalah

Vertigo

posisional

paroksismal laten, Vertigo posisional paroksismal


benigna.
2. Vertigo kronis.
Yaitu vertigo yang menetap, keluhannya konstan tanpa
(serangan akut, dibedakan menjadi:
a. Yang disertai keluhan telinga : Otitis media kronika,
meningitis Tb, labirintitis kronis, Lues serebri, lesi
labirin akibat bahan ototoksik, tumor serebelopontin.
b. Tanpa keluhan telinga : Kontusio serebri, ensefalitis
pontis, sindrom pasca komosio, pelagra, siringobulbi,
hipoglikemi,

sklerosis

intoksikasi

obat,

multipel,
kelainan

kelainan
psikis,

okuler,
kelainan

kardiovaskuler, kelainan endokrin.


c. Vertigo yang dipengaruhi posisi : Hipotensi ortostatik,
Vertigo servikalis.
3. Vertigo yang serangannya mendadak/akut, kemudian
berangsur-angsur mengurang, dibedakan menjadi :
a. Disertai keluhan telinga : Trauma labirin, herpes
zoster otikus, labirintitis akuta, perdarahan labirin,

neuritis n.VIII, cedera pada auditiva interna/arteria


vestibulokoklearis.
b. Tanpa keluhan telinga
sindrom

arteria

Neuronitis

vestibularis

vestibularis,

anterior,

ensefalitis

vestibularis, vertigo epidemika, sklerosis multipleks,


hematobulbi,

sumbatan

arteria

serebeli

inferior

posterior.
4. Ada pula yang membagi vertigo menjadi :
a. Vertigo Vestibuler: akibat kelainan sistem vestibuler.
b. Vertigo Non Vestibuler: akibat kelainan sistem
somatosensorik dan visual.
E. Patofisiologi
Vertigo timbul jika terdapat ketidakcocokan informasi
aferen yang disampaikan ke pusat kesadaran. Susunan
aferen yang terpenting dalam sistem ini adalah susunan
vestibuler atau keseimbangan, yang secara terus menerus
menyampaikan

impulsnya

ke

pusat

keseimbangan.

Susunan lain yang berperan ialah sistem optik dan proprioseptik,

jaras-jaras

yang

menghubungkan

nuklei

vestibularis dengan nuklei N. III, IV dan VI, susunan


vestibuloretikularis, dan vestibulospinalis.
Informasi yang berguna untuk keseimbangan tubuh akan
ditangkap

oleh

reseptor

vestibuler,

visual,

dan

proprioseptik; reseptor vestibuler memberikan kontribusi


paling besar, yaitu lebih dari 50 % disusul kemudian
reseptor visual dan yang paling kecil kontribusinya adalah
proprioseptik.
Dalam kondisi fisiologis/normal, informasi yang tiba
di pusat integrasi alat keseimbangan tubuh berasal dari
reseptor vestibuler, visual dan proprioseptik kanan dan kiri
akan diperbandingkan, jika semuanya dalam keadaan
sinkron dan wajar, akan diproses lebih lanjut. Respons yang

muncul berupa penyesuaian otot-otot mata dan penggerak


tubuh dalam keadaan bergerak.
Di samping itu orang menyadari posisi kepala dan
tubuhnya terhadap lingkungan sekitar. Jika fungsi alat
keseimbangan tubuh di perifer atau sentral dalam kondisi
tidak normal/ tidak fisiologis, atau ada rangsang gerakan
yang aneh atau berlebihan, maka proses pengolahan
informasi akan terganggu, akibatnya muncul gejala vertigo
dan gejala otonom; di samping itu, respons penyesuaian
otot menjadi tidak adekuat sehingga muncul gerakan
abnormal yang dapat berupa nistagmus, unsteadiness,
ataksia saat berdiri/ berjalan dan gejala lainnya
(http://www.kalbefarma.com).
Pathway

F. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan diagnostik yang penting untuk dilakukan pada
klien dengan kasus vertigo antara lain:
1. Pemeriksaan fisik
a. Pemeriksaan mata
b. Pemeriksaan alat keseimbangan tubuh
c. Pemeriksaan neurologik
d. Pemeriksaan otologik
e. Pemeriksaan fisik umum
2. Pemeriksaan khusus
a. ENG
b. Audiometri dan BAEP
c. Psikiatrik
d. Pemeriksaan tambahan
e. Radiologik dan Imaging
f. EEG, EMG
G. Komplikasi
1. Cidera fisik
Pasien dengan vertigo ditandai dengan kehilangan
keseimbangan
(Vestibularis),

akibat

terganggunya

sehingga

pasien

saraf

tidak

VIII

mampu

mempertahankan diri untuk tetap berdiri dan berjalan.


2. Kelemahan otot
Pasien yang mengalami vertigo seringkali tidak
melakukan

aktivitas.

Mereka

lebih

sering

untuk

berbaring atau tiduran, sehingga berbaring yang terlalu

lama dan gerak yang terbatas dapat menyebabkan


kelemahan otot.
H. Penatalaksanaan
1. Penatalaksanaan medis
Beberapa terapi yang dapat diberikan adalah terapi
dengan obat-obatan seperti :
a. Anti kolinergik
Sulfas Atropin : 0,4 mg/im
Scopolamin : 0,6 mg IV bisa diulang tiap 3 jam
b. Simpatomimetika
Epidame 1,5 mg IV bisa diulang tiap 30 menit
c. Menghambat aktivitas nukleus vestibuler
Golongan antihistamin
Golongan ini, yang menghambat aktivitas nukleus
vestibularis adalah :
Diphenhidramin: 1,5 mg/im/oral bisa diulang
tiap 2 jam
Dimenhidrinat: 50-100 mg/ 6 jam.
2. Penatalaksanaan Keperawatan
a. Karena gerakan kepala memperhebat

vertigo,

pasien harus dibiarkan berbaring diam dalam kamar


gelap selama 1-2 hari pertama.
b. Fiksasi visual cenderung menghambat nistagmus
dan mengurangi perasaan subyektif vertigo pada
pasien
misalnya

dengan

gangguan

neuronitis

vestibular

vestibularis.

Pasien

perifer,
dapat

merasakan bahwa dengan memfiksir pandangan


mata pada suatu obyek yang dekat, misalnya
sebuah gambar atau jari yang direntangkan ke
depan, temyata lebih enak daripada berbaring
dengan kedua mata ditutup.
c. Karena aktivitas intelektual atau konsentrasi mental
dapat memudahkan terjadinya vertigo, maka rasa
tidak enak dapat diperkecil dengan relaksasi mental
disertai fiksasi visual yang kuat.

d. Bila mual dan muntah berat, cairan intravena harus


diberikan untuk mencegah dehidrasi.
e. Bila vertigo tidak hilang. Banyak pasien dengan
gangguan vestibular perifer akut yang belum dapat
memperoleh perbaikan dramatis pada hari pertama
atau kedua. Pasien merasa sakit berat dan sangat
takut mendapat serangan berikutnya. Sisi penting
dari terapi pada kondisi ini adalah pernyataan yang
meyakinkan pasien bahwa neuronitis vestibularis
dan

sebagian

besar

gangguan

vestibular

akut

lainnya adalah jinak dan dapat sembuh. Dokter


harus menjelaskan bahwa kemampuan otak untuk
beradaptasi akan membuat vertigo menghilang
setelah beberapa hari.
f. Latihan vestibular dapat dimulai beberapa hari
setelah gejala akut mereda. Latihan ini untuk
rnemperkuat mekanisme kompensasi sistem saraf
pusat

untuk

gangguan

vestibular

(http://niarahayu9.blogspot.com)
g. Langkah
langkah
untuk
meringankan

akut.
atau

mencegah gejala vertigo:


Tarik napas dalam-dalam dan pejamkan mata
Tidur dengan posisi kepala agak tinggi
Buka mata pelan-pelan, miringkan badan atau

kepala ke kiri dan ke kanan


Bangun secara perlahan dan duduk dulu

sebelum beranjak dari tempat tidur


Hindari posisi membungkuk bila mengangkat

barang
Gerakan kepala secara hati-hati.

10

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN


A. Pengkajian
1. Aktivitas / Istirahat
Letih, lemah, malaise
Keterbatasan gerak
Ketegangan mata, kesulitan membaca
Insomnia, bangun pada pagi hari dengan disertai

nyeri kepala.
Sakit kepala yang hebat saat perubahan postur
tubuh, aktivitas (kerja) atau karena perubahan

cuaca
2. Sirkulasi
Riwayat hypertensi
Denyutan vaskuler, misal daerah temporal.
Pucat, wajah tampak kemerahan.
3. Integritas Ego
Faktor-faktor stress emosional/lingkungan tertentu
Perubahan
ketidakmampuan,
keputusasaan,

ketidakberdayaan depresi
Kekhawatiran, ansietas, peka rangsangan selama

sakit kepala
Mekanisme refresif/dekensif (sakit kepala kronik).
4. Makanan dan cairan
Makanan yang tinggi vasorektiknya misalnya kafein,
coklat,

bawang,

keju,

alkohol,

anggur,

daging,

tomat, makan berlemak, jeruk, saus, hotdog, MSG


(pada migrain).
Mual/muntah, anoreksia (selama nyeri)
Penurunan berat badan
5. Neurosensoris
Pening, disorientasi (selama sakit kepala)

11

Riwayat kejang, cedera kepala yang baru terjadi,

trauma, stroke.
Aura ; fasialis, olfaktorius, tinitus.
Perubahan visual, sensitif terhadap cahaya/suara

yang keras, epitaksis.


Parastesia, kelemahan progresif/paralysis satu sisi

tempore
Perubahan pada pola bicara/pola pikir
Mudah terangsang, peka terhadap stimulus.
Penurunan refleks tendon dalam
Papiledema.
6. Nyeri/ kenyamanan
Karakteristik nyeri tergantung pada jenis sakit
kepala, misal migrain, ketegangan otot, cluster,

tumor otak, pascatrauma, sinusitis.


Nyeri, kemerahan, pucat pada daerah wajah.
Fokus menyempit
Fokus pada diri sendiri
Respon emosional / perilaku tak terarah seperti

menangis, gelisah.
Otot-otot daerah leher juga menegang, frigiditas

vokal.
7. Keamanan
Riwayat alergi atau reaksi alergi
Demam (sakit kepala)
Gangguan cara berjalan, parastesia, paralisis
Drainase nasal purulent (sakit kepala

pada

gangguan sinus).
8. Interaksi social
Perubahan dalam tanggung jawab/peran interaksi sosial
yang berhubungan dengan penyakit.
B. Diagnosa dan Intervensi (Doengoes, 1999:2021)
1. Nyeri (akut/kronis) berhubungan dengan stress dan
ketegangan,

iritasi/

tekanan

syaraf,

vasospasme,

peningkatan intrakranial ditandai dengan menyatakan


nyeri yang dipengaruhi oleh faktor misal, perubahan
posisi, perubahan pola tidur, gelisah.
Tujuan : Nyeri hilang atau berkurang

12

Kriteria Hasil :
Klien mengungkapkan rasa nyeri berkurang
Tanda-tanda vital normal
pasien tampak tenang dan rileks.
Intervensi:

Pantau tanda-tanda vital, intensitas/skala nyeri.


Rasional : Mengenal dan memudahkan dalam

melakukan tindakan keperawatan


Anjurkan klien istirahat ditempat tidur.
Rasional : istirahat untuk mengurangi intesitas

nyeri.
Atur posisi pasien senyaman mungkin
Rasional : posisi yang tepat mengurangi
penekanan dan mencegah ketegangan otot serta

mengurangi nyeri.
Ajarkan teknik relaksasi dan napas dalam
Rasional : relaksasi mengurangi ketegangan dan

membuat perasaan lebih nyaman.


Kolaborasi untuk pemberian analgetik.
Rasional : analgetik berguna untuk mengurangi

nyeri sehingga pasien menjadi lebih nyaman.


2. Koping individual tak efektif berhubungan dengan
ketidak-adekuatan

relaksasi,

metode

koping

tidak

adekuat, kelebihan beban kerja.


Tujuan : koping individu menjadi lebih adekuat
Kriteria Hasil :
Mengidentifikasi prilaku yang tidak efektif
Mengungkapkan kesadaran tentang kemampuan

koping yang di miliki.


Mengkaji situasi saat ini yang akurat
Menunjukkan perubahan gaya hidup

yang

diperlukan atau situasi yang tepat.


Intervensi :

Kaji kapasitas fisiologis yang bersifat umum.


Rasional : Mengenal sejauh dan mengidentifikasi
penyimpangan

fungsi

13

fisiologis

tubuh

dan

memudahkan

dalam

keperawatan.
Sarankan
klien

melakukan

untuk

tindakan

mengekspresikan

perasaannya.
Rasional : klien akan merasakan kelegaan setelah
mengungkapkan segala perasaannya dan menjadi

lebih tenang.
Berikan informasi

mengenai

penyebab

sakit

kepala, penenangan dan hasil yang diharapkan.


Rasional : agar klien mengetahui kondisi dan
pengobatan yang diterimanya, dan memberikan

klien harapan dan semangat untuk pulih.


Dekati pasien dengan ramah dan

penuh

perhatian, ambil keuntungan dari kegiatan yang


dapat

diajarkan.

Rasional : membuat klien merasa lebih berarti


dan dihargai.
3. Cemas berhubungan
tidak

mengenal

ditandai

oleh

dengan

informasi

keterbatasan

dan

memintanya

kurang

kognitif,

mengingat

informasi,

ketidak-

adekuatannya mengikuti instruksi.


Tujuan : pasien mengutarakan pemahaman tentang
kondisi, efek prosedur dan proses pengobatan.
Kriteria Hasil :
Melakukan
prosedur
yang
diperlukan

dan

menjelaskan alasan dari suatu tindakan.


Memulai perubahan gaya hidup yang diperlukan dan

ikut serta dalam regimen perawatan.


Intervensi :
Kaji tingkat pengetahuan klien dan keluarga tentang
penyakitnya.
Rasional : megetahui seberapa jauh pengalaman
dan

pengetahuan

penyakitnya.

14

klien

dan

keluarga

tentang

Berikan penjelasan pada klien tentang penyakitnya


dan kondisinya sekarang.
Rasional : dengan mengetahui

penyakit

dan

kondisinya sekarang, klien dan keluarganya akan

merasa tenang dan mengurangi rasa cemas.


Diskusikan penyebab individual dari sakit kepala bila
diketahui.
Rasional : untuk mengurangi kecemasan klien serta

menambah pengetahuan klien tetang penyakitnya.


Minta klien dan keluarga mengulangi kembali
tentang materi yang telah diberikan.
Rasional : mengetahui seberapa jauh pemahaman
klien dan keluarga serta menilai keberhasilan dari

tindakan yang dilakukan.


Diskusikan mengenai pentingnya posisi atau letak
tubuh
Rasional

yang
:

agar

klien

normal

mampu

melakukan

dan

merubah posisi/letak tubuh yang kurang baik.


Anjurkan pasien untuk selalu memperhatikan sakit
kepala yang dialaminya dan faktor-faktor yang
berhubungan.
Rasional : dengan memperhatikan faktor yang
berhubungan klien dapat mengurangi sakit kepala
sendiri

dengan

tindakan

sederhana,

seperti

berbaring, beristirahat pada saat serangan.


4. Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri ( Nanda
NIC-NOC, 2013)
NOC:
Anxiety reduction
Comfort level
Pain level
Rest: extent and pattern
Sleep : extent and pattern
Kriteria hasil:

15

Jumlah batas tidur dalam batas normal 6-8

jam/hari.
Pola tidur, kualitas dalam batas normal.
Perasaan segar sesudah tidur dan istirahat.
Mampu
mengidentifikasi
hal-hal

yang

meningkatkan tidur.
NIC:
Determinasi efek-efek medikasi terhadap tidur.
Jelaskan pentingnya tidur yang adekuat.

Fasilitas untuk mempertahankan aktivitas

sebelum tidur.
Ciptakan lingkungan yang nyaman.
Kolaborasi pemberian obat tidur.
Diskusikan dengan pasien dan keluarga tentang

teknik tidur pasien.


Intruksikan untuk memonitor tidur pasien.
Monitor waktu makan dan minum dengan waktu

tidur.
Monitor dan catat kebutuhan tidur pasien setiap
jam.

16

REFERENSI
Doengoes Marilynn. E et al. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan,
edisi 3. Jakarta
Nuarif,

Amin

Huda.

2013.

Aplikasi

Asuhan

Keperawatan

Berdasarkan Diagnosa Medis dan Nanda Nic Noc. Yogyakarta:


Mediaction.
Sherwood, L (2002). Fisiologi manusia: dari sel ke sistem, Ed: 2.
Jakarta: EGC
Smeltzer, S. C, & Bare, B. G (2002). Buku ajar keperawatan
medikal bedah Brunner & Suddarth. Vol: 3. Jakarta: EGC
http://www.kalbefarma.com/files/cdk/files/14415TerapiAkupunktur
untukVertigo.pdf/144_15TerapiAkupunkturuntukVertigo.html.
diakses tanggal 21 september 2015 pukul 21.00 WIB
http://perawatyulius.blogspot.co.id/2012/04/laporanpendahuluan-vertigo.html. diakses tanggal 21 september 2015
pukul 21.00 WIB
http://niarahayu9.blogspot.com. diakses tanggal 21 september
2015 pukul 21.00 WIB

17

18