Anda di halaman 1dari 12

SAFE HANDLING

CYTOTOXIC
OLEH : Tya Windarti
NIM : 1400082

Definisi
Handling cytotoxic drugs adalah penanganan

penggunaan obat sitostatika. Hal ini perlu


dilakukan karena obat ini dikenal sangat
beracun untuk sel, terutama melalui tindakan
mereka pada reproduksi sel.

Tujuan
Mencegah kontak langsung atau

keterpaparan petugas kesehatan terhadap


sitostatika pada waktu pencampuran,
pengoplosan , dan pemberian kpd pasien.
Menjamin sterilitas produk akhir sitostatika
setelah dicampur / dioplos.
Menjamin keamanan buangan sisa sitostatika
dan material yg dipakai yg telah
terkontaminasi dgn sitostatika.

Sarana dan Prasarana Handling


Cytotoxic
Laminar Air Flow Cabinet (LAFC)

Berfungsi sebagai penyaring bakteri dan bahanbahan eksogen dari udara, menjaga aliran udara
tetap konstan dan laminar (teratur), serta
mencegah masuknya kontaminan ke dalam LAFC.
Biological Safety cabinet (BSC)
Alat ini digunakan untuk pencampuran sitostatika
yang berfungsi untuk melindungi petugas, materi
yang dikerjakan dan lingkungan sekitar.

Cont
Ruangan

Ruangan ini terdiri dari:


Ruang persiapan
Ruang cuci tangan dan ganti
Ruang antara
Ruang bersih (clean room)

Peralatan
Baju Pelindung
Sarung tangan
Tutup Kepala
Masker & Kaca mata
Sepatu

Standar Kerja handling


Cytotoxic
Standar kerja yang harus dipersiapkan

meliputi :
Teknik khusus penanganan sitostatika
Perlengkapan pelindung (baju, topi, masker,
sarung tangan)
Pelatihan petugas
Penandaan, pengemasan, transpotasi
Penanganan tumpahan obat sitostatika
Penanganan limbah

Penanganan Kecelakaan Kerja


Penanganan tumpahan

Membersihkan tumpahan dalam ruangan steril dapat dilakukan petugas


tersebut atau meminta pertolongan orang lain dengan menggunakan
chemotherapy spill kit.
Penanganan kecelakaan kerja
Kontak dengan kulit:
Tanggalkan sarung tangan
Bilas kulit dengan air hangat
Cuci dengan sabun, bilas dengan air hanga
Jika kulit tidak sobek, seka area dengan kassa yang dibasahi dengan larutan

Chlorin 5% dan bilas dengan air hangat


Jika kulit sobek pakai H2O2 3 %
Catat jenis obatnya dan siapkan antidot khusus
Tanggalkan seluruh pakaian alat pelindung diri (APD)
Laporkan ke supervisor
Lengkapi format kecelakaan.

Cont
Kontak dengan mata
Minta pertolongan
Tanggalkan sarung tangan
Bilas mata dengan air mengalir dan rendam dengan air

hangat selama 5 menit


Letakkan tangan di sekitar mata dan cuci mata terbuka
dengan larutan NaCl 0,9%
Aliri mata dengan larutan pencuci mata
Tanggalkan seluruh pakaian pelindung
Catat jenis obat yang tumpah
Laporkan ke supervisor
Lengkapi format kecelakaan kerja.

Cont
Tertusuk jarum
Jangan segera mengangkat jarum. Tarik kembaliplungeruntuk
menghisap obat yang mungkin terinjeksi
Angkat jarum dari kulit dan tutup jarum, kemudian buang
Jika perlu gunakanspuitbaru dan jarum bersih untuk mengambil
obat dalam jaringan yang tertusuk
Tanggalkan sarung tangan, bilas bagian yang tertusuk dengan air
hangat
Cuci bersih dengan sabun, bilas dengan air hangat
Tanggalkan semua APD
Catat jenis obat dan perkirakan berapa banyak yang terinjeksi
Laporkan ke supervisor
Lengkapi format kecelakaan kerja
Segera konsultasikan ke dokter.

Prosedur Penanganan
Sitotoksik
Prosedur
Prosedur
Prosedur
Prosedur

Tetap
Tetap
Tetap
Tetap

Mencuci Tangan
Berganti Pakaian
Penggunaan Pass Box
Penggunaan Laminar Air Flow

(Laf)
Prosedur Tetap Melepaskan alat Pelindung Diri
Prosedur Tetap Distribusi
Prosedur Tetap Penanganan Limbah Sitostatika

Pengelolaan Limbah Sitotoksik


Saat ini upaya pengolahan limbah sitotoksik yang dilakukan

adalah dengan menggunakan alat berupa incinerator, di mana


limbah padat yang terkontaminasi dengan bahan sitotoksik
akan dibakar dengan suhu 600-10000C. Alat ini dapat
memusnahkan banyak materi, khususnya yang mengandung
karbon dan bakteri patogen, dapat mereduksi volume limbah
sekitar 80-90%, panas yang dihasilkan juga dapat
dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan uap Akan tetapi,
alat ini dapat menghasilkan emisi gas yang mencemari udara,
terutama digoksin dan fluran yang oleh WHO dinyatakan
karsinogenik. Hal tersebut berarti bahwa belum ditemukannya
solusi terbaik untuk penangan limbah, khususnya pada limbah
sitotoksik yang sangat jelas dapat mencemari lingkungan dan
membahayakan kehidupan mahkluk hidup lain.