Anda di halaman 1dari 11

BAB 3

KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN


3.1. Kerangka Konseptual
Responden Gagal Ginjal Kronik
Stadium 5

USG Maping untuk


menentukan jenis operasi
arteriovenous fistula

Operasi Brachiocephalica fistula

Operasi Radiocephalica fistula

USG Doppler ulang 4


minggu setelah operasi

USG Doppler ulang 6 minggu


setelah operasi

3.2. Hipotesa Penelitian


3.2.1. Terdapat perbedaan maturasi arteriovenous fistula berdasarkan jenis operasi
3.2.1. Terdapat perbedaan maturasi arteriovenous fistula berdasarkan waktu

BAB 4
METODE PENELITIAN

23

4.1. Desain Penelitian


Desain yang digunakan dalam penelitian ini cross sectional study.
4.2. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di bagian Bedah, Penyakit dalam dan Ruang
Instalasi Gawat Darurat RSUP Dr. M. Djamil Padang Juli - Desember 2015
4.3. Populasi dan Sampel Penelitian
4.3.1. Populasi
Pasien gagal ginjal kronik stadium 5 yang akan dilakukan operasi
arteriovenous fistula oleh Bagian Bedah RSUP Dr. M. Djamil Padang
4.3.2. Sampel Penelitian
Populasi penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Besar
sampel dalam penelitian ini dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut:

n1 = n2 =

Keterangan:

( Z 2 PQ + Z P 1 Q1 + P2 Q2 ) 2
( P1P2)2

P=

1
(P + P )
2 1 2

- P1 = Proporsi efek standar = 0,8


- P2 = Proporsi efek yang diteliti = 0,2
- Z = tingkat kepercayaan 95%: 1,96
- Z = Power ditetapkan 0,9 dengan Z = 1,282
- Q = (1-P)

24

Dari hasil perhitungan besar sampel dengan rumus di atas diperoleh sampel
minimal sebesar 12 orang pada pasien tiap kelompok. 12 sampel yang akan
dilakukan radiocephalica fistula dan 12 orang sampel yang akan dilakukan
brachiocephalica fistula. Total sampel = 24 orang.
4.4. Kriteria Subjek Penelitian
4.4.1. Kriteria Inklusi
1. Responden berusia lebih dari 14 tahun
2. Responden setuju dan bersedia ikut penelitian.
3. Responden dilakukan tindakan operasi radiocephalica
fistula atau brachiocephalica fistula.
4. Responden telah dilakukan USG Mapping sebelumnya dan
telah memenuhi syarat.
Arteri:
Perbedaan tekanan darah kedua lengan < 20 mmHg
Diameter artery feeding 2mm
Tidak ada stenosis, atau kalsifikasi
Alen test (+)
Vena:
Diameter draining vein 2 mm
Memiliki dinding tipis, reguler, lumen anekoik, dan terkompresi sempurna
Segmen lurus untuk dibuat kanulasi minimal 10 cm
Kedalaman vena cephalica dari kulit < 6 mm
Mempunyai penghubung yang lancar dengan proximal vena central
4.4.2 Kriteria Eksklusi
1. Responden meninggal dunia
2. Responden tidak teratur kontrol setelah operasi dengan USG dopler.

4.5. Variabel Penelitian


4.5.1. Variabel bebas (Independent)

25

Waktu maturasi dan Jenis operasi Arteriovenous fistula


(Radiocephalica fistula dan Brachiocephalica fistula)
4.5.2. Variabel tergantung (Dependent)
Maturasi
4.6. Definisi Operasional
1. Usia
Definisi

: Umur penderita saat dilakukan operasi arteriovenous fistula

Cara ukur : melihat dengan cara pengamatan


Alat ukur : Berkas rekam medis
Hasil ukur : 1. < 45tahun
2. 45 60 tahun
3. > 60 tahun
Skala

: Nominal

2. Jenis Kelamin
Definisi

: Jenis kelamin penderita yang dilakukan operasi arteriovenous


fistula

Cara ukur

: melihat dengan cara pengamatan

Alat ukur : Berkas rekam medis


Hasil ukur : 1. Laki-laki
2. Perempuan
Skala

: Nominal

3. Diameter Artery feeding


26

Definisi : Diameter intralumen arteri radialis atau arteri brachialis yang akan
dijadikan sumber aliran ke draining vein suatu arteriovenous fistula
Cara ukur : Diukur sebelum operasi dimulai dari arah distal ke proximal, untuk
menentukan lokasi arteriovenous fistula yang akan dibuat. Hasil
pengukuran didapat dengan cara mengukur diameter internal artery
feeding terdekat dengan lokasi vena cephalica yang akan dilakukan
arteriovenous fistula. Diameter minimal 2 mm pada arteri feeding.
Alat ukur

: USG Doppler merk GE tipe logiq s7 expert

Hasil ukur : mm
Skala

: Rasio

4. Diameter sebelum operasi vena cephalica


Definisi : Diameter intralumen vena cephalica yang akan mendapatkan aliran
darah

dari

artery

feeding

untuk

dijadikan

lokasi

operasi

arteriovenous fistula.
Cara ukur: Vena cephalica diukur sebelum operasi dimulai dari arah distal ke
proximal untuk menentukan menentukan lokasi arteriovenous fistula
yang akan dibuat. Diameter minimal 2 mm untuk dilakukan operasi
arteriovenous fistula. Segmen lurus untuk dibuat kanulasi minimal
10 cm. Jarak vena cephalica ke kulit <

6 mm, mempunyai

penghubung yang lancar dengan proximal vena central


Alat ukur: Ultrasonography Doppler merk GE tipe logiq s7 expert
Hasil ukur: mm

27

Skala

: Rasio

5. Diameter setelah operasi draining vein


Definisi : Diameter intra lumen vena cephalica setelah dilakukan operasi
arteriovenous fistula.
Cara ukur: Diameter vena cephalica diukur setelah operasi dimulai minggu ke
4, lalu minggu ke 6.
Alat ukur: Ultrasonography Doppler merk GE tipe logiq s7 expert
Hasil ukur: mm
Skala

:Rasio

6. Volume flow draining vein


Definisi : Jumlah aliran darah vena cephalica setelah dilakukan operasi
arteriovenous fistula.
Cara ukur: Jumlah aliran darah vena cephalica diukur setelah operasi dimulai
minggu ke 4, lalu minggu ke 6.
Alat ukur: Ultrasonography Doppler merk GE tipe logiq s7 expert
Hasil ukur: ml / mnt
Skala

:Rasio

7. Waktu maturasi
Definisi : Waktu pengamatan dilakukan semenjak selesai operasi.
Cara ukur: Dengan cara mengukur maturasi arteriovenous fistula dimulai
minggu ke 4 dan minggu ke 6 setelah operasi

28

Alat ukur: Ultrasonography Doppler merk GE tipe logiq s7 expert


Hasil ukur: 1. 4 minggu
2. 6 minggu
Skala

: Nominal

8. Jenis operasi arteriovenous fistula


Definisi: Operasi terbaik yang dilakukan untuk pembuatan arteriovenous
fistula
Cara ukur: Melakukan USG Doppler mapping sebelum operasi. Mengukur
diameter arteri feeding, diameter draining vein dan jarak vena
cephalica ke kulit. Diutamakan terlebih dahulu dipilih lengan yang
non dominan dan paling distal.
Alat ukur: Ultrasonography Doppler merk GE tipe logiq s7 expert
Hasil ukur: 1. Radiocephalica fistula
2. Brachiocephalica fistula
Skala

: Nominal

9. Evaluasi maturasi arteriovenous fistula pasca operasi 4 minggu


Definisi: Penilaian kembali maturitas setelah 4 minggu operasi.
Cara ukur: Matur jika dari pemeriksaan fisik teraba thrill yang adekuat,
draining vein yang compressible dan hasil USG Doppler
terpenuhi kriteria matur sesuai rekomendasi NKF - DOQI yaitu
didapatkan diameter draining vein minimal 6 mm, volume aliran
draining vein 600 ml/mnt, jarak draining vein ke kulit < 6 mm.
29

Belum matur jika dari pemeriksaan fisik teraba thrill yang


adekuat,

draining

vein

yang

compressible

tetapi

tidak

terpenuhinya kriteria matur sesuai rekomendasi NKF - DOQI.


Alat ukur: Ultrasonography Doppler merk GE tipe logiq s7 expert
Hasil ukur: 1. Matur
2. Belum matur
10. Evaluasi maturasi arteriovenous fistula pasca operasi 6 minggu
Definisi: Penilaian kembali maturitas setelah 6 minggu operasi
Cara ukur: Matur jika dari pemeriksaan fisik teraba thrill yang adekuat,
draining vein yang compressible dan hasil USG Doppler
terpenuhi kriteria matur sesuai rekomendasi NKF-DOQI yaitu
didapatkan diameter draining vein minimal 6 mm, volume aliran
draining vein 600 ml/mnt, jarak draining vein ke kulit < 6 mm.
Tidak matur jika dari pemeriksaan fisik teraba thrill yang adekuat,
draining vein yang compressible tetapi tidak terpenuhinya kriteria
matur sesuai rekomendasi NKF - DOQI.
Alat ukur: Ultrasonography Doppler merk GE tipe logiq s7 expert
Hasil ukur: 1. Matur
2. Tidak matur
Skala

: Nominal

4.7. Alur Kerja Penelitian


Rekomendasikelayakanetikpenelitian
30

Subjekpenelitianyangtermasukdalamkriteriainklusi

InformedConsentkepadasubjekpenelitian

Subjekpenelitianmemahamidanmenyetujuitindakanyangakandilakukan

Mengisiformulirpersetujuan

USGMappingolehdokterspesialisbedahvaskulardidampingidengan
penelitidenganmengukurdiameterfeedingartery,diametervenacephalica
danjarakvenacephalicakekulit

DilakukantindakanoperasiRadiocephalicafistulaatauBrachiocephalicafistula

Dilakukanevaluasimaturasiarteriovenousfistulapascaoperasimingguke4dan6

AnalisaData

4.8. Pengumpulan, Pengolahan Data dan Analisa Data


4.8.1. Pengumpulan Data
Pengambilan data dilakukan secara prospektif berasal dari pasien-pasien
gagal ginjal kronik stadium 5 yang akan dilakukan operasi arteriovenous fistula
sampai tercukupi jumlah sampel sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pasien-pasien
tersebut akan dihubungi kembali untuk mengevaluasi maturitas dengan
menggunakan USG doppler pada minggu ke 4 dan 6.
4.8.2. Pengolahan Data
Pengolahan data pada penelitian ini meliputi:
31

1. Editing data: dilakukan di tempat pengumpulan datauntuk memastikan bahwa


data yang diperoleh langsung dari pasien dan rekam medis pasien, sudah sesuai
dengan yang diinginkan sehingga tidak terjadi kesalahan.
2. Coding data: dilakukan pemberian nomor atau kode pada data yang didapat
agar memudahkan dalam pengolahan.
3. Entry data: memasukan dan mengolah data dengan komputer
4. Cleaning data: mengecek kembali apakah ada kesalahan data sehingga dapat
diperbaiki dan dinilai sehingga data tersebut bersih dari kesalahan.

4.8.3. Analisis Data


4.8.3.1. Analisa Univariat
Analisa univariat dilakukan untuk mendapatkan gambaran distribusi
frekuensi variabel yang diteliti. Penyajian data dalam bentuk tabel distribusi dan
persentase.
4.8.3.2. Analisa Bivariat
Seluruh data yang terkumpul dicatat pada lembar penelitian yang telah
disiapkan untuk dilakukan proses penyuntingan dan pengkodean. Pada data yang
telah terekam dimasukkan ke dalam program SPSS 23. Data disajikan dalam
bentuk tabel 2x2 menggunakan uji McNemar. Nilai p < 0,05 dianggap signifikan
32

secara statistik.

33