Anda di halaman 1dari 13

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk

BASIC DESAIN

ROAD AND PAVEMENT

18-12-2015

Issued for Implementasion

MCH

AGN

PGN

Rev

Date

Description

By

Chkd

Apvd

Document No. : PDST-COTE-0000-CV-BD-001

Revision : 0

DESAIN BASIS
ROAD AND PAVEMENT
PT PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.
No. Dok : PDST-COTE-0000-CV-BD-001

Revisi: 0

REVISION HISTORICAL SHEET


Rev.

Date

02 November 2015

Description of Changes
Issued for Implementation

Hal. :1 dari ii

No. Dok : PDST-COTE-0000-CV-BD-001

Revisi: 0

Hal. :2 dari ii

1.
2. DAFTAR ISI
3.
4.
1. Tujuan ....................................................... 1

5. TABLE OF CONTENT
6.
7.
1. Objective ...................................................... 1

2. Ruang Lingkup

2. Scope ............................................................. 1

........................................ 1

3. Definisi ....................................................... 1

3. Definition

4. Referensi ................................................... 3

4. Reference ...................................................... 3

5. Desain Kondisi

5. Design Condition

......................................... 3

6. Parameter Desain
8.

.................................... 3

...................................................... 1
........................................... 3

6. Design Parameter .......................................... 3


9.

10.

11.

12.
14.

13.
15.

16.

17.

18.

19.

20.
22.
24.

21.
23.
25.

DESAIN BASIS
ROAD AND PAVEMENT
PT PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.
No. Dok : PDST-COTE-0000-CV-BD-001

26.
1. Tujuan
27. Memberikan

Revisi: B

Hal.: 1 dari 8

dalam

Objective
28.
To provide a guidance for PGN to

sehingga

design road and pavement then the design can

menghasilkan suatu desain yang memenuhi

fullfill the requirements in view of engineering,

kaidah teknis, biaya dan keselamatan.


29.
2. Ruang Lingkup
2.1. Ruang lingkup basis desain hanya mencakup

cost and safety.


30.
Scope
2.1. The scope of basis design is only covering for

pada perkerasan jalan dan perkerasan di

road and pavement design in station area of

area stasiun PGN .

PGN.

medesain

acuan

jalan

dan

bagi

PGN

perkerasan

2.2. Jalan dan perkerasan yang didesain dalam

2.2. Road

and

pavement

designed

in

this

dokumen ini hanya dibatasi pada lapisan

documents is scoped only for subgrade layer,

subgrade, sub base, base

sub base layer , base layer and surface layer.

dan lapisan

permukaan.

31.

2.3. Jenis perkerasan pada jalan akses utama

2.3. Type of pavement for main access road is rigid

adalah perkerasan kaku.

pavement.

2.4. Jenis perkerasan pada area walkway adalah

2.4. Pavement type in walkway area is paving block

paving block dan area yang lain adalah

and the others area is gravel surface layer.

lapisan permukaan kerikil.

32.

2.5. Persyaratan lainnya yang tidak diatur dalam

2.5. Another requirement that does not include in

dokumen desain basis ini harus mengacu

this basic design shall refer to applicable bid

kepada dokumen pengadaan (bid document)

documents.

yang berlaku.
34.
3. Definisi
3.1. PGN adalah PT Perusahaan Gas Negara

33.
35.
3. Definition
3.1.
PGN is PT Perusahaan Gas Negara

(Persero) Tbk.
3.2. Dokumen Pengadaan adalah dokumen yang

3.2.

(Persero) Tbk.
Bid Document is a document prepared by

disiapkan

oleh

Kelompok/Fungsi/Panitia

Group / Function / Procurement Committee and

Pengadaan

berikut

lampirannya,

its attachment, as a guideline in the process of

pedoman

dalam

penyampaian

proses

sebagai

pembuatan

penawaran

oleh

dan

creation

peserta

pengadaan.
3.3. Desain Basis

and

submission

of

tenders

by

procurement participants.
3.3.

Basic Design

36. Ketentuan-ketentuan dasar yang harus dipakai

46.Basic requirements that shall be used for

dalam membuat desain.

design.

3.4. California Bearing Ratio (CBR)

3.4.

California Bearing Ratio (CBR)

37. Perbandingan antara beban percobaan (test

47.Comparasion

between

test

load

and

load) dengan beban Standar (Standard Load)

standard load as a precentage. CBR is used to

DESAIN BASIS
ROAD AND PAVEMENT
PT PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.
No. Dok : PDST-COTE-0000-CV-BD-001

Revisi: B

Hal.: 2 dari 8

dalam persentase. CBR ini digunakan untuk

evaluate strength which is used as basis of

menilai kekuatan yang dipakai sebagai dasar

determining the layer thickness of a pavement.

untuk

48.

penentuan

tebal

lapisan

dari

suatu

perkerasan.

49.

3.5. Subgrade

3.5.

Subgrade

38. Lapisan tanah asli yang berada paling bawah

50.The original soil layer that are most bottom of

pada suatu perkerasan.

a pavement

3.6. Subbase Course

3.6.

Subbase Course

39. Lapisan dibawah base course pada suatu

51.The layer before the base course on a

perkerasan.

untuk

pavement. this layer is used to strengthen the

memperkuat pondasi perkerasan agar menghemat

foundation of pavement in order to reduce the

penggunaan material perkerasan.

cost in the usage of paving materials.

40.

52.

Lapisan

ini

digunakan

3.7. Base Course

3.7.

Base Course

41. Lapisan yang berada di bawah surface course

53.The layer below surface course used for

yang berguna untuk menahan gaya lintang akibat

supporting shear force due to wheel load and

beban roda dan meneruskan beban ke lapisan

trasfer it to below layers.

bawahnya.

54.

42.

3.8.

3.8. Surface Course

Surface Course
55.The top layer of pavement. this layer is used

43. Lapisan perkerasan paling atas, lapisan ini

to support the wheel load, having high stability,

digunakan untuk menahan beban roda, mempunyai

and waterproof to protect the underlying layers.

stabilitas tinggi dan kedap air untuk melindung

56.

lapisan bawahnya.

57.

44.

3.9.

3.9. Faktor Ekivalen Beban

Equivalent Load Factor


58.A factor indicate a value of vehicle axis which

45. Suatu faktor yang menunjukkan besar suatu

can damage pavement. It is used to convert

sumbu kendaraan yang dapat merusak suatu

number of vehicle unit traffic to axis load in

perkerasan.

Equivalent Single Axle Load (ESAL).

Digunakan

untuk

mengkonversi

jumlah lalu lintas dalam satuan kendaraan ke


satuan beban sumbu dalam Equivalent Single
Axle Load (ESAL).
3.10.Harus menunjukkan bahwa persyaratan wajib

3.10.

Shall indicates requirements strictly to be

dipenuhi agar sesuai dengan spesifikasi ini dan

followed in order to conform to this specification

deviasi terhadap spesifikasi tidak diperbolehkan.

and no deviation is permitted.

3.11. Sebaiknya adalah saran yang sangat dianjurkan


untuk memenuhi ketentuan dalam dokumen ini.

3.11.
to

Should indicates a strong recommendation


comply

with

the

requirements

in

this

DESAIN BASIS
ROAD AND PAVEMENT
PT PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.
No. Dok : PDST-COTE-0000-CV-BD-001

Revisi: B

Hal.: 3 dari 8

59.
4. Referensi
61. Desain jalan dan perkerasan harus sesuai

document
60.
4. Reference
62.Road and pavement design shall be in

dengan persyaratan yang ditentukan dalam

accordance with the requirements specified

spesifikasi ini dan persyaratan yang berlaku

herein and the applicable requirements of the

dalam referensi Kode dan Standar edisi terbaru,

latest editions of the reference Codes and

kecuali jika disetujui lain oleh PGN.


63. ACI 318-10
64. Building

Code

Standards, unless otherwise approved by PGN.


65. ACI 318-10
66. Building
Code

Requirement for Structural

Requirement

for Structural
of

67. ACI 360R

Concrete
68. Design of Slabs on

69. ACI 360R-06

Concrete
70. Design

71. ACI 325.3R

Grade
72. Guide for Design of

73. ACI 325.3R

Grade
74. Guide

for

Foundation

and Shoulders

Foundation and Shoulders


75. ACI325.9R

for Concrete Pavement


76. Guide for Construction

77. ACI325.9R

of Concrete Pavements and

Slabs

on

Design

of

for Concrete Pavement


78. Guide for Construction
of Concrete Pavements and

79. AASHTO 1993

Concrete Bases.
80. Guide for Design of

81. AASHTO

Concrete Bases.
82. Guide for Design

of

83. AASHTO

Pavement Structures
85. Guide for Design of

1993
86. AASHTO

Pavement Structures
88. Guide for Design

of

GDPS4

Pavement Structures

GDPS4

Pavement Structures

84.
89. ASTM A185

90. Steel Wire Fabric for

87.
91. ASTM A185

92. Steel Wire Fabric for

93. ASTM C33

Concrete Reinforcement
94. Specification
for

95. ASTM C33

Concrete Reinforcement
96. Specification

for

97. ASTM C150

Concrete Aggregates
98. Specification

for

99. ASTM C150

Concrete Aggregates
100. Specification

for

101.

Portland Cement
102. Specification

for

103.

Chemical

for

CC494

ASTM

CC494

Admixtures

Portland Cement
ASTM 104. Specification

for

Chemical

for

Admixtures

Concrete
106. Tata Cara Perhitungan

107.

03-2847-2002

Struktur

03-2847-2002

Struktur

109.

Bangunan Gedung
110. Baja
Tulangan

111.

Bangunan Gedung
112. Baja
Tulangan

105.

SNI

SNI

07-2052-2002
113.
Peraturan

Beton
standar

Beton

untuk

SNI

SNI

Concrete
108. Tata Cara Perhitungan
Beton

untuk

harus

07-2052-2002
Beton
114.
Codes above shall be used to design

dipakai dalam desain road and pavement kecuali

road and pavement unless others defined by

ditentukan lain oleh PGN.


115.

diatas

PGN.
119.

DESAIN BASIS
ROAD AND PAVEMENT
PT PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.
No. Dok : PDST-COTE-0000-CV-BD-001

5. Ketentuan Umum
116.

Revisi: B

Hal.: 4 dari 8

5. General Requirement

Dokumen ini mencakup persyartan

120.

This

documen

covers

minimum

minimal perencanaan jalan dan perkerasan.

requirement for road and pavement design.

117.

121.

6. Parameter-parameter Desain

6. Design Parameters

6.1.Perencanaan Desain

6.1. Design Condition

6.1.1.

6.1.1.

Area Jalan dan Parkir

118.

Jalan harus didesain mengacu pada

Road and Parking Area

122.

Road

shall

be

designed

in

regulasi AASHTO atau standar lain yang relevan

accordance with AASHTO regulations and other

dan disetujui oleh PGN. Jalan yang didesain

regulation which is relevant and approved by

terdiri dari subgrade, subbase course, base

PGN. Road design are consists of subgrade,

course,

Kecuali

subbase course, base course, and surface

harus

course. Unless required by special criteria, road

dan

dipersyaratkan

surface
kriteria

course.

khusus,

jalan

didesain mengikuti persyaratan di bawah ini:

131.
132.
134.

shall be designed to the following requirement:

123.

Design speed maximum

124.

32 km/h

125.

Maximum longitudinal slope

126.

30, max

127.

Subgrade compaction

128.

4% - 6 %

129.

Minimum edge curb radius

Konstruksi untuk lapis permukaan

130.
133.
136.

8m

The

Construction

for

surface

dan subgrade of road and parking area shall be

course and subgrade of road and parking area

as follows:

shall be as follows:

135.

a. Surface course thickness minimal

a. Surface course , ketebalan harus minimal 20


cm .
b. Surface

shall be 20 cm.
b. Surface

course

yang

digunakan

adalah

perkerasan beton.
density
sesuai

c.

Shrinkage bar shall be provided in


concrete pavement.

d. Subgrade harus dipadatkan sampai 95%


optimum

is

type.

Tulangan susut harus disediakan dalam

maksimum

used

uncontinious concrete pavement

perkerasan beton tipe tidak menerus.


c.

course

pada

dengan

kelembaban

ASTM

D1557.

d. Subgrade shall be compacted to


95% the maximum density at the
optimum

moisture

conten

in

Lapisan sub-grade harus mempunyai nilai

accordance with ASTM D1557.

CBR 4% - 6%.

CBR of sub-grade layer shall be

e. Minimal CBR pada base course harus

4% - 6 %.

DESAIN BASIS
ROAD AND PAVEMENT
PT PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.
No. Dok : PDST-COTE-0000-CV-BD-001

Revisi: B

minimal 70% dan minimal CBR sub-base


f.

Hal.: 5 dari 8

e. Base course CBR shall be 70%

course harus 30%.

minimum and subbase course CBR

Jalan harus diklasifikasikan menjadi kategori-

shall be 30% minimum.

kategori berikut:

f.

Road shall be classified into the


following categories:

139.
137.

Classifi

138.

cation

Verti

Road
width

cal
140.

Clea

141.
142.

Access

Road

146.

5.0m

147.

150.
151.
6.1.2. Perkerasan Beton

Width

144.

Turnin

148.

6.1.2.1.

Perkerasan beton harus terdiri atas

beberapa tipe:

g Radius

0.6m

149.

8m

164.

Loading category
Concrete pavement shall consist of

the following types:

1. Perkerasan Heavy Duty


154.

Inside

152.
6.1.2. Concrete Pavement

6.1.2.1. Kategori Pembebanan


153.

5.0m

143.

(minimum)

rance
145.

Shoulder

Perkerasan

heavy

1. Heavy Duty Pavement


duty

harus

165.

Heavy

duty

pavement

shall

be

didesain dengan menggunakan beban umum

designed for general load by a HS-20-44 truck

oleh HS-20-44 beban truk atau HC-218-J truk

loading or a HC-218-J truck mounted crane.

bermuatan crane.

166.

2. Perkerasan Light Duty


155.

Perkerasan

light

2. Light Duty Pavement


duty

harus

167.

Light duty Pavement shall be applied

diaplikasikan dimana lalu lintas kendaraan

where only zero vehicular traffic

sedikit atau kendaraan ringan sebagaimana

vehicle es expected. The Load due to light

diperkirakan. Beban kendaraan ringan harus

vehicle shall be 5 ton or less.

5 ton atau kurang.

168.

3. Perkerasan Beton dengan lapisan


Anti Asam.
156.

Area

kemungkinan

cairan

3. Concrete Pavement With Acid Proof Coating


169.

perkerasan

beton

kimia

dimana

tertumpahkan

Concrete

propabled

pavement

chemical

spill

oleh material lapisan anti asam.

170.

158.

6.1.2.2.
Gravel Pavement di gunakan untuk

area bahu jalan, dan area lain.

where

shall

be

anticipated during operation and shall be


coated with acid proof material.

6.1.2.2. Gravel Pavement

area

out

harus diantisipasi selama operasi dan dilapisi


157.

or light

171.

Gravel Pavement
Gravel pavement is used for road

shoulder and other area.


172.

Gravel pavement consists of:

DESAIN BASIS
ROAD AND PAVEMENT
PT PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.
No. Dok : PDST-COTE-0000-CV-BD-001

159.

Perkerasan gravel terdiri atas:

1. Surface

course

dari

dengan

37.5mm

dan

tebal
minimal

10mm.

and gravel not exceeding 37.5mm of diameter


and minimum 10mm.
2. Subgrade course which is compacted 95% of
the maximum density at the optimum moisture

2. Subgrade course yang dipadatkan


sampai 95% maximum density pada

content in accordance with ASTM D1557.


6.1.2.3.

kelembaban optimal sesuai dengan

Road Slope
1. Cross sectional slope of road and

ASTM D1557.

shoulder shall be 1% - 3%.

6.1.2.3. Kemiringan Jalan

2. Longitudinal slope of road shall not be

1. Kemiringan melintang jalan dan bahu


jalan harus 1% - 3%.
boleh lebih dari 30

menyalurkan

beban

antar

bagian

perkerasan beton.

joint

shall

be

provided

for

2. Expansion joint and constraction joint shall be


provided dowel bar with minimum diameter 25
mm and 300 mm in spacing. Dowel bar length

2. Expansion joint dan contraction joint

shall be 450 mm as refer to ACI 302 1R.

harus diberi tulangan dowel dengan

173.

diameter minimal 25 mm dengan jarak

174.

minimal 300 mm. Panjang tulangan


minimal

adalah

450

mm

sebagaimana merujuk pada ACI 302 1


R.

3. Expansion joint widht shall not less than 10


mm. This expansion joint shall be filled by filler
material.
4. Tie bar or longitudinal joint shall be provided at

expansion

kurang

10

mm.

joint

tidak boleh

Expansion

joint

concrete pavement segment in perpendicular


direction of traffic flow. Minimal diameter of tie

tersebut harus diisi dengan material

bar is 16 mm.

pengisi.

175.

4. Tie bar atau longitudinal joint harus


disediakan pada segment perkerasan

6.1.2.5.

Surface Drainage

1. Parking area

beton pada arah tegak lurus dengan

176.

arah

parking area shall be collected at open ditch

arus

kendaraan.

Diameter

minimal tie bar adalah 16 mm.


Aliran Drainase
1. Area parkir
160.

1. Expansion
segment.

1. Expansion joint harus disediakan untuk

3. Lebar

Joint

transfering load in between concrete pavement

6.1.2.4. Sambungan

6.1.3.

more than 30
6.1.2.4.

2. Kemiringan longitudinal jalan tidak

dowel

Hal.: 6 dari 8

1. Surface course with 100mm thickness layer

100mm dan kerikil berdiameter tidak


lebih

Revisi: B

Aliran air pada block beton untuk

Surface water on concrete block for

or catch basins.
2. Road
177.

Surface water on road shall be

collected at open ditches located on each

DESAIN BASIS
ROAD AND PAVEMENT
PT PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.
No. Dok : PDST-COTE-0000-CV-BD-001

Revisi: B

area parkir harus dialirkan pada saluran

side of all roads.

terbuka atau catch basins.

3. Culvert

2. Jalan
161.

178.

Aliran

air

Hal.: 7 dari 8

pada

jalan

harus

Culvert shall be installed to provide

drainage according to locations,

dikumpulkan ke ditch terbuka lokasi tertentu


atau tiap sisi pada tiap jalan.
3. Culvert
162.

Culvert

harus

dipasang

untuk

menyediakan drainase menurut lokasi.


163.
6.2.Umur Rencana
179.

6.2. Design Life Time

Umur

rencana

perkerasan

jalan

180.

ditetapkan minimum 20 tahun.


6.3.Estimasi Traffic Load Data
181.

Design life time for road and

pavement are defined 20 years minimum.


6.3.Estimated Traffic Load Data

Pertumbuhan lalu lintas ditetapkan

183.

Traffic load growth is defined 2%

sebesar 2% selama masa konstruksi (1 tahun)

during construction (1-year period) and 3% at

dan 3% selama umur rencana (20 tahun).

the end of design perid (20 years). Traffic

Pertumbuhan lalu lintas dirangkum dalam Table 1

growth are compiled at Table 1. Traffic Load

Traffic Load Data.

Data.

6.4.Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR)


182.

184.

Jika tidak ditentukan dalam dokumen

6.4.Average Daily Traffic

Tender, maka minimal LHR adalah sebagaimana

185.

If it not stated in bid document,

disebutkan dalam Tabel 1.

minimum of average daily traffic shall refer to


Table 1 otherwise stated in bid document.
186.

187.

Table 1. Traffic Load Data

Vehicles Type

Average Daily
Traffic

189. Light vehicles less than 5


tonnes

190. 50
vehicles/day

191. Truck Loading H20-44 (18.2


tonnes)

192. 15
vehicles/day

193. Truck Loading HS20-44 (42


tonnes)

194. 10
vehicles/day

195. Truck Loading HC 218 j (80


tonnes)
197.
198.
200.

188.

LHR untuk jalan akses di luar area

196.

199.
204.

1 vehicles/day

LHR for access road outside of

DESAIN BASIS
ROAD AND PAVEMENT
PT PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.
No. Dok : PDST-COTE-0000-CV-BD-001

Revisi: B

Hal.: 8 dari 8

station harus dianalisa ulang sesuai kebutuhan

station area shall be re-analyzed as required in

dalam desain.

the design.

201.

205.

6.5.Spesifikasi Material Perkerasan


202.

6.5.Pavement Material Specification

Kuat tekan beton harus merujuk

206.

pada STM Beton dan Baja.


203.

Material

Compressif strength of concrete

shall refer to STM Beton dan Baja.

baja

yang

digunakan

207.

ditentukan di bawah ini:


208.

Steel material which are used is

defined below:

209. Yield strength of deformed bar

210. fy

211. 4

212.

213. Yield strength of plain bar

=
214. fy

00
215. 2

MPa
216.

217. Yield strength of wiremesh

=
218. fy

40
219. 4

MPa
220.

55

MPa

=
221.
222.

225.
6.6.Transfer Load
226.
J = 3.1 (connection/joint reinforced

6.6.Transfer Load (J)


223.

J = 3.1 (sambungan perkerasan

beton bertulang dengan menggunakan dowel


bars

sebagai

perangkat

transfer

beban).

Referensi dari AASHTO.


6.7.Equivalent Axle Loads (E)
224.

Equivalent

Axle

concrete pavement using dowel bars as


transfer load device). Reference by AASHTO.
227.
6.7.Equivalent Axle Loads (E)
228.
Equvalent Axle Loads shall refer to
following table:

Loads

harus

mengacu pada tabel berikut:


229.

DESAIN BASIS
ROAD AND PAVEMENT
PT PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.
No. Dok : PDST-COTE-0000-CV-BD-001

Revisi: B

230.
231.

Hal.: 9 dari 8

DESAIN BASIS
ROAD AND PAVEMENT
PT PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.
No. Dok : PDST-COTE-0000-CV-BD-001

Revisi: B

232.

233.
234.
236.
237.
238.
239.

Reference : AASTHO 1997


235.

Hal.: 10 dari 8