Anda di halaman 1dari 6

TUGAS TINGKAT 2 BPM-KM

DISUSUN OLEH:
FIRDA NINGSIH
JURUSAN :
GIZI

BADAN PERWAKILAN MAHASISWA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN
BANDUNG
2012/2013

RUMUSAN MASALAH
1. Kumpulkan data tentang keuangan BLU, DIPA, RM (Rupiah Murni). Jelaskan masuknya
dana dan alurnya !
2. Jelaskan tentang tupoksi dan kejelasan tiap komisi yang direncanakan dan jumlah yang
dibutuhkan untuk BPM 2013/2014 !
3. Alur birokrasi dan koordinasi di poltekkes tersebut ? Buat surat, koordinasi dan proses !

PEMBAHASAN
1. Keuangan
a. BLU
BLU kepanjangan dari Biaya Layanan Umum. Dana dari mahasiswa yang tiap awal
semester di minta Rp. 120.000/ mahasiswa. Dana ini diperuntukan untuk keluarga
mahasiswa jurusan dan pusat dengan persentase saat ini adalah 80% untuk jurusan
dan 20% untuk pusat. Dana ini tidak selalu turun dan jumlahnya tidak tercantum
jelas dari pihak direktorat. Di pegang oleh Pak Toto pada bagian keuangan direktorat
Poltekkes Kemenkes Bandung.
Prinsip keuangan ini yaitu Dari mahasiswa untuk mahasiswa
b. DIPA
DIPA kepanjangan dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Dana ini berasal dari
kemenkes. Dana ini diperuntukan untuk saka bhakti husada seperti UKM Pramkes
sebab terdapat pada peraturan DIPA, dan untuk KM Pusat dapat mengajukan
proposal selama minimal 8 bulan sebelum pelaksanaan kegiatan. Jika dana ini dapat
turun akan di berikan ke rekening BEM, tetapi BEM tidak memiliki rekening sehingga
dugaan dana DIPA tidak lagi di pergunakan oleh kegiatan mahasiswa. Di pegang
oleh Bu Ari bagian keuangan direktorat Poltekkes Kemenkes Bandung.

c. RM (Rupiah Murni)
RM (Rupiah Murni) berasal dari kemenkeu (kementerian keuangan) yang diturunkan
kepada kementerian kesehatan dan kepada instansi kepemerintahan. RM ini
kisarannya berjumlah 180 juta rupiah, diperuntukkan untuk keperluan akademik
jurusan, organisasi pusat baik MPM,BPM, BEM dan UKM. Dana ini turun untuk
pelaksanaan program kerja, dan dapat turun jika terdapat tanda tangan presiden
BEM sebab, kemenkes mengetahui kegiatan mahasiswa di laksanakan oleh BEM. Di
pegang oleh Bu Ari bagian keuangan Poltekkes Kemenkes Bandung.

2. Kejelasan tupoksi (tugas, pokok dan fungsi)


Perencanaan kepengurusan BPM-KM Poltekkes Kemenkes Bandung periode
2013/2014 yaitu terdiri dari komisi inti, komisi A, komisi B, komisi C dan komisi D.

a. Komisi Inti
Jabatan
Ketua umum

Tupoksi
Keterangan
1. Memegang kendali atas selama 1. Menjadi
fasilitator
satu periode kepengurusan
keseluruhan
2. Mengangkat
dan
anggota BPM-KM
memberhentikan pengurus BPMKM
3. Mengadakan rapat anggota BPMKM
4. Mengadakan rapat pimpinan
5. Menyerap
dan
menampung
aspirasi anggota BPM-KM

Sekretaris umum

1. Memegang kendali atas surat


menyurat
2. Tempat
surat
menyurat
di
satukan dari komisi A,B,C,D
1. Sebagai
sumber
informasi
internal BPM (jarkom)
2. Tempat
surat
menyurat
di
satukan dari komisi A,B,C,D
1. Memegang kendali keuangan
internal BPM-KM

Sekretaris 2

Bendahara Umum

Bendahara 2

1. Berkoordinasi dengan komisi B


untuk program kerja
2. Berkoordinasi dengan bendahara
umum untuk masalah keuangan
internal BPM-KM
b. Komisi A (Advokasi dan perundang-undangan)
Tupoksi komisi :
1. Mengawasi keberlangsungan program kerja BEM berdasarkan AD-ART dan
GBHO
2.
Jabatan
Ketua komisi

Sekretaris komisi

Anggota 1

Tupoksi
Memegang kendali atas pengawasan
kesesuaian program kerja dan
agenda BEM sesuai dengan AD-ART
dan GBHO
Menjadi tempat arsip pengawasan
komisi A
Melakukan pengawasan program
kerja BEM-KM dengan melihat dari
segi AD-ART dan Perundang-

Keterangan

Anggota 2

Anggota 3

undangan
Melakukan pengawasan program
kerja BEM-KM dengan melihat dari
segi AD-ART dan Perundangundangan
Melakukan pengawasan program
kerja BEM-KM dengan melihat dari
segi AD-ART dan Perundangundangan

c. Komisi B (Keuangan)
Tupoksi komisi :
1. Mengawasi keuangan yang terdapat pada program kerja BEM
2.
Jabatan
Ketua komisi

Bendahara komisi

Anggota 1
Anggota 2

Komisi
Memegang kendali pengawasan
baik internal komisi D dan eksternal
yaitu program kerja BEM-KM
Mengkoordinir pengolahan data
dana
program
kerja
hasil
pengawasan yang akan selanjutnya
di masukkan ke format pengawasan
ketika rapat anggota BPM-KM
Melakukan pengawasan terhadap
program kerja BEM-KM
Melakukan pengawasan terhadap
program kerja BEM-KM

Keterangan

d. Komisi C (Pengawasan)
Tupoksi komisi :
1. Mengawasi jalannya program kerja BEM, menilai baik perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi.
2. Menjadi penanggung jawab kementerian yang langsung menghubungkan antara
BPM dan BEM atau ketua pelaksana kegiatan
Jabatan
Ketua komisi

Sekretaris komisi
Anggota 1
Anggota 2
Anggota 3

Komisi
Memegang
kendali
atas
pengawasan baik internal komisi C
maupun eksternal yaitu dengan
pihak BEM-KM
Memegang arsip hasil pengawasan
komisi C
Penanggung jawab kementerian
PSDM&O
Penanggung jawab kementerian
Kesejahteraan Mahasiswa (Kesma)
Penanggung jawab kementerian
Pengabdian Mahasiswa (Pemas)

Keterangan

Anggota 4
Anggota 5

Anggota 6

Penanggung jawab kementerian


Minat dan Bakat (Mibat)
Penanggung jawab kementerian
Politik
Eksternal
Kampus
(Polekskam)
Penanggung jawab kementerian
Internal Kampus (Inkam)

e. Komisi D (Organisasi)
Tupoksi komisi :
1. Mengawasi jalannya program kerja BEM terutama dalam keorganisasian, menilai
baik perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
2. Menyediakan angket dalam program kerja BEM yang langsung berinteraksi
dengan mahasiswa
Jabatan
Ketua komisi

Komisi
Memegang kendali
internal komisi D

Sekretaris komisi

Memegang
arsip
pengawasan
komisi D
Menerima
berita
acara
untuk
program kerja dan agenda BEM-KM
Menyebarkan angket untuk wilayah
prodi Bandung dengan bantuan
komisi lain

Anggota 1

Anggota 2

pengawasan

Keterangan
Penyebaran
angket
yang dilakukan komisi D
dapat sekaligus sebagai
bentuk
menampung
aspirasi
mahasiswa
terhadap program kerja
BEM-KM

Menyebarkan angket untuk wilayah


prodi Luar Bandung dengan bantuan
komisi lain

3. Alur birokrasi dan koordinasi


a. Arsip
- Peletakkan tanda-tangan semakin ke kiri dan bawah jabatan seseorang semakin
tinggi
- Surat yang akan di berikan kepada pihak direktorat harus melalui bagian ADUM
(Administrasi Umum) direktorat Poltekkes Kemenkes Bandung
b. Alur birokrasi
sistem pemerintahan yg dijalankan oleh pegawai pemerintah krn telah berpegang pd
hierarki dan jenjang jabatan; cara bekerja atau susunan pekerjaan yg serba lamban,
serta menurut tata aturan (adat dsb) yg banyak liku-likunya dsb.
Kesimpulannya : alur birokrasi adalah alur kepemerintahan yang bersifat perintah
dan terdapat tingkatan.
Aplikasi BPM : Alur birokrasi BPM-KM Poltekkes Kemenkes Bandung yaitu kepada
MPM-KM Poltekkes Kemenkes Bandung dan pihak direktorat seperti ke bagian
keuangan untuk pertanggung jawaban dana yang telah di gunakan.

c. Koordinasi
perihal mengatur suatu organisasi atau kegiatan sehingga peraturan dan tindakan yg
akan dilaksanakan tidak saling bertentangan atau simpang siur; penggabungan
satuan gramatikal yg sederajat dng konjungsi koordinatif;
Kesimpulannya : koordinasi adalah alur yang dilakukan karena sederajat maka tidak
berlaku sifat perintah.
Aplikasi BPM : Alur koordinasi BPM-KM Poltekkes Kemenkes Bandung yaitu kepada
BPMJ dan BEM-KM Poltekkes Kemenkes Bandung