Anda di halaman 1dari 63

STRUKTUR PASAR

PERSAINGAN SEMPURNA DAN PERSAINGAN TIDAK


SEMPURNA
Makalah
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Ekonomi Industri
Dengan Dosen Pengampu Navik Istiqomah, S.E., M.Si.

Disusun oleh :
Kelompok 2
Acit Darsita

(1200489)

Nisa Nur Nabilah S

(1200679)

Khosyati Ismatu Arini

(1203472)

Anne Septiana

(1203480)

Defina Nurzamzam

(1204344)

Jallurama Kuntjoro Mukti

(1205007)

Ratih Pamerdasih

(1205680)

Ivi anjelita

(1206588)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI


FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2015

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah senantiasa melimpahkan
Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dalam keadaan sehat walafiat dalam
menjalankan aktifitas sehari-hari. Penulis juga panjatkan kehadiran Allah SWT,
karena hanya dengan keridoan-Nya makalah dengan judul Struktur Pasar
Persaingan Sempurna dan Pasar Persaingan Tidak Sempurna ini dapat
terselesaikan.
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi salah satutugas mata
kuliah Ekonomi Industri yang dengan dosen pengampu Navik Istiqomah, S.E.,
M.Si.. Makalahini pun disusun guna pemahaman dan pendalaman materi dari
mata kuliah tersebut.
Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai
pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada segenap pihak yang telah membantu serta mendukung penyusunan
makalah ini.
Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan
kesalahan, namun penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun agar makalah selanjutnya bisa lebih baik lagi.
Bandung, Oktober 2015

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................... i
DAFTAR ISI.............................................................................................. ii
DAFTAR TABEL....................................................................................... iv
DAFTAR DIAGRAM................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN............................................................................. 1
1.1.

Latar belakang...........................................................................1

1.2.

Rumusan masalah.....................................................................2

1.3.

Tujuan penelitian.......................................................................2

BAB II PEMBAHASAN.............................................................................. 3
2.1 Dominan Firm................................................................................ 3
2.1.1 Pengertian Dominan Firm........................................................3
2.1.2 Ciri-ciri Dominan Firm.............................................................3
2.1.3 Gambaran dominan firm.........................................................3
2.1.4 Contoh Dominan Firm.............................................................4
2.2 Pasar Monopsoni...........................................................................9
2.2.1 Pengertian Pasar Monopsoni...................................................9
2.2.2 Gambaran Pasar Monopsoni...................................................9
2.2.3 Ciri-ciri pasar monopsoni......................................................10
2.2.4 Contoh Pasar Monopsoni.......................................................11
2.3 Pasar Oligopoli............................................................................ 15
2.3.1 Pengertian Pasar Oligopoli....................................................15
2.3.2Ciri-ciri pasar Oligopoli :.........................................................15
2.3.3 Contoh Pasar Oligopoli..........................................................18
2.4 Pasar Monopoli............................................................................21
2.4.1 Pengertian Pasar Monopoli....................................................21
2.4.2 ciri-ciri pasar monopoli.........................................................21
2.4.3 Undang-Undang Tentang Monopoli.......................................22
2.4.4 Contoh Pasar Monopoli.........................................................23
2.5 Pasar Duopsoni........................................................................... 27

2.5.1 Pengertian Pasar Duopsoni...................................................27


2.5.2 Ciri-ciri pasar Duopsoni.........................................................28
2.5.3 Contoh Pasar Duopsoni.........................................................28
2.6 Pasar Oligopsoni..........................................................................30
2.6.1 Pengertian Pasar Oligopsoni.................................................30
2.6.2 Ciri-ciri pasar oligopsoni........................................................31
2.7 Pasar Duopoli.............................................................................. 33
2.7.1 Pengertian Pasar Duopoli......................................................33
2.7.2 Contoh Pasar Duopoli............................................................33
2.8 Pasar Monnopolistik....................................................................38
2.8.1 Karakteristik Pasar Persaingan Monopolistik.........................38
2.8.2 Contoh Perusahaan Pasar Monopolistik................................40
2.9 Pasar Persaingan Sempurna........................................................45
2.9.1 pengertian Pasar Persaingan Sempurna...............................45
2.9.2Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna menurut (Fathorrazi
dan Joesron, 2012):........................................................................45
2.9.3Contoh Persaingan Sempurna:...............................................46
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN..........................................................49
3.1KESIMPULAN.................................................................................... 49
3.2 SARAN............................................................................................ 49
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 56

DAFTAR TABEL
Tabel 1 Total Market Share......................................................................................8
Tabel 2 Total Market Share....................................................................................11
Tabel 3 Pangsa Pasar Perusahaan Susu..................................................................21
Tabel 4 Pangsa Pasar Perusahaan Semen...............................................................22
Tabel 5 Pangsa Pasar Perusahaan Rokok...............................................................34

DAFTAR DIAGRAM
Diagram 1 Operating System Market Share..........................................................10
Diagram 2 Total Market Share Internet Explorer..................................................13

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar belakang
Pasar ialah tempat bertemunya penjual dan pembeli dimana pertemuan

penawaran dan permintaan secara aktif dilakukan. Permintaan ialah keinginan


konsumen untuk membeli suatu barang pada tingkat harga selama periode waktu
tertentu sedangkan penawaran ialah sejumla barang yang produsen tawarkan
dengan tingkat harga pada periode tertentu, yang pada dasarnya merupakan hasil
dinamika interaksi atau hubungan timbal balik antara taksiran harga penjual dan
pembeli. Dalam pasar terdapat kebebasan dalam bersaing baik penjual maupun
pembeli. Bagi produsen yaitu kebebasan dalam memutuskan barang atau jasa
yang akan di produksi dan di distribusikan, sedangkan bagi konsumen ialah
kebebasan dalam memilih serta melakukan pembelian sesuai dengan daya beli
konsumen tersebut.
Dalam praktiknya terdapat barang yang dijual atau diproduksi oleh sekian
banyak penjual, ada pula yang hanya beberapa produsennya. Sama hal nya dengan
penjual, pembeli pun ada barang yang dibeli oleh banyak pembeli ada juga barang
yang dibeli oleh seseorang pembeli saja. Bentuk-bentuk pasar terbagi atas dua
yaitu Pasar Persaingan Sempurna dan Pasar Persaingan tidak Sempurna. Pasar
persaingan sempurna (perfect competition) dapat didefinisikan sebagai struktur
pasar atau industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli. Dan setiap
penjual ataupun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar, kemudian
pasar persaingan tidak sempurna ialah pasar yang tidak terorganisasi secara
sempurna, atau bentuk pasar di mana salah satu ciri dari pasar persaingan
sempurna tidak terpenuhi. Pasar persaingan tidak sempurna terdiri atas pasar
monopoli, monopolistik, oligopoli, duopoli, monopsoni, dominan firm, duopsoni,
oligopsoni.
Dari permasalahan yang telah di uraikan diatas, maka penulis merasa
tertarik dengan mengadakan penelitian dengan mengangkat judul Struktur
Pasar Persaingan Sempurna dan Persaingan tidak Sempurna.

1.2.

Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka permasalahan dalam penelitian ini
adalah :
1. Bagaiana gambaran pasar pada pasar persaingan sempurna?
2. Bagaimana gambaran pasar pada pasar persaingan tidak sempurna?

1.3.

Tujuan penelitian
1. Mengetahui gambaran industri pada pasar persaingan sempurna
2. Mengetahui gambaran industri pada pasar persaingan tidak sempurna

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Dominan Firm
2.1.1 Pengertian Dominan Firm
Dominan Firm (monopoli pangsa pasar) adalah jenis monopoli yang
berasal dari monopoli perusahaan, akan tetapi bila perusahaan yang bersangkutan
telah menguasai pangsa pasar

absolut diatas 50% dan perusahaan tersebut

menjadi atau merupakan pemimpin hargauntuk produk yang sama dihasilkan dan
dijual di pasaran maka perusahaan tersebut dapat dikatakan sebagai perusahaan
monopoli pangsa pasar (Putong, 2005).
2.1.2 Ciri-ciri Dominan Firm
Berikut adalah ciri-ciri dari perusahaan dominan firm :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Menjual Satu jenis barang


Terdapat Beberapa penjual, banyak pembeli.
No free entry and exit
No symmetric information
pemimpin harga (price leader)
barrier resouce mobility
Bertindak selaku pemimpin pasar serta perusahaan-perusahaan lain sebagai

pengikut
h. Menguasai 50-100% dari pangsa pasar
2.1.3 Gambaran dominan firm
Bila diketahui : Perusahaan A Menghasilkan Produk X = 100 (8%)
Perusahaan B Menghasilkan Produk X= 800 (64%)
Perusahaan C Menghasilkan Produk X= 50 (4%)
Perusahaan D Menghasilkan Produk X= 200 (16%)
Perusahaan E Menghasilkan Produk X = 100 (8%)
Berdasarkan data diatas maka perusahaan yang dapat digolongkan monopoli
pangsa pasar adalah perusahaan B karena menguasai pangsa pasar sebesar 64%
untuk produk X dengan asumsi perusahaan B tersebut merupakan pemimpin
harga.

2.1.4 Contoh Dominan Firm


a. Microsoft windows
Microsoft

Windows

adalah

keluarga sistem

operasi

(OS).

yang

dikembangkan oleh Microsoft, dengan menggunakan antarmuka pengguna grafis.


Sistem operasi Windows telah berevolusi dari MS-DOS, sebuah sistem operasi
yang berbasis modus teks dan command-line. Windows versi pertama, Windows
Graphic Environment 1.0 pertama kali diperkenalkan oleh Bill Gates pada 10
November 1983, tetapi baru keluar pasar pada bulan November tahun 1985, yang
dibuat untuk memenuhi kebutuhan komputer dengan tampilan bergambar.
Windows 1.0 merupakan perangkat lunak 16-bit tambahan (bukan merupakan
sistem operasi) yang berjalan di atas MS-DOS (dan beberapa varian dari MSDOS), sehingga ia tidak akan dapat berjalan tanpa adanya sistem operasi DOS.
Versi 2.x, versi 3.x juga sama. Beberapa versi terakhir dari Windows (dimulai dari
versi 4.0 dan Windows NT 3.1) merupakan sistem operasi mandiri yang tidak lagi
bergantung kepada sistem operasi MS-DOS. (Wikipedia.com)
Selain microsoft ada perusahaan lain yang bergerak pada sistem operasi
komputer yaitu Mac OS dan linux. Mac OS adalah bagian dari produk Steve
Jobs, dia telah sukses dengan beberapa perangkat apple, apalagi kalau
bukan iPod, iPad, & iPhone. Namun, Apple tidak hanya memproduksi 3 barang
tadi, karena apple juga memiliki komputer desktop & tablet. Dan perangkat yang
mereka miliki berjalan dengan menggunakan sistem operasi Mac OS. Meskipun
jelajah pasarnya masih sangat rendah, tetapi ada kesempatan bagi mereka untuk
meraih banyak pengguna Windows OS. Kemudian Linux menempati posisi
terakhir dengan jumlah pengguna yang cukup banyak di dunia. Linux
memiliki versi yang berbeda dari OS lainnya, dan mereka sering merilis beberapa
versi dalam sebulan. Seperti: Ubuntu, Kubuntu,Lubuntu, Mint dan lain-lain.
Mengenai pasar sistem operasi (OS) lebih jauh dijelaskan pada data yang tersedia
dibawah ini.
Diagram 1
Operating System Market Share

Tabel 1
Total Market Share
Operating System

Total Market Share

Windows

90.54%

Mac

7.72%

Linux
1.74%
Sumber : netapplications.com September, 2015.
Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa micrososf windows
menguasai pangsa pasar OS atau sistem operasi komputer dengan persentase
sebesar 90,54% sedangkan perusahaan lain yaitu Mac 7,72% dan linux 1,74%.
Dengan demikian microsoft window adalah perusahaan yang menjadi pemimpin
(dominan firm) dalam pangsa pasar OS sehingga microsoft windows menjadi
perusahaan pemimpin harga atau penentu harga dan perusahaan lain dalam pasar
mengikuti harga yang ditetapkan.
Konsentrasi Rasio
Perhitungan penggolongan tingkat konsentrasi pasar Bird (1999) sebagai berikut:
High Concentration : CR4 75%
Moderately Concentration : 75% > CR4 50%

Low Concentration : CR4 < 50%


CR =
CR =

jumlah perusahaan terbesar


jumlah perusahaan keseluruhan
1
3

= 0,33/ 33%

Hasil 0,33/ 33 % menunjukan angka low concentration karena kurang dari 50 %


b. Internet Explorer
Web Browser atau disebut juga peramban, adalah perangkat lunak yang
berfungsi menampilkan dan melakukan interaksi dengan dokumen-dokumen yang
disediakan oleh server web. Web sendiri adalah kumpulan jaringan berisi dokumen
dan tersambung satu dengan yang lain, yang dikenal sebagai World Wide Web.
Setidaknya ada beberapa browser yang bisa digunakan untuk surfing dalam dunia
maya. (Wikipedia.com)
Pertama,Windows

Internet

Explorer adalah

sebuah

peramban

web dan perangkat lunak tak bebas yang gratis dari Microsoft, dan disertakan
dalam setiap rilis sistem operasi Microsoft Windows sejak 1995. Internet Explorer
digunakan secara luas sejak tahun 1999, meliputi 95% dari keseluruhan
penggunaan peramban web selama tahun 2002 hingga tahun 2003 dengan Internet
Explorer 5 dan Internet Explorer 6. Lama kelamaan, ia kehilangan pangsa pasar
sejak terlibat dengan kompetisi peramban web, dan kini meliputi 55,92%.
Microsoft telah menghabiskan dana hingga 100 juta dolar per tahun untuk
mengembangkan Internet Explorer pada tahun 1990an, dengan 1.000 orang yang
bekerja di dalamnya. fitur yang di sediakan adalah Accelerator, Search
suggestions, Visual suggestions, Better Find On Page, Increased performance,
Smarter Address Bar
Kedua, Chrome adalah sebuah browser buatan google, aplikasi ini gratis
dan versi terbarunya adalah chrome 9, nama chrome sendiri diberikan untuk
memberikan gambaran mengenai frame Graphicals User Interface (GUI) yang
memang terlihat lebih dominan pada browser tersebut. Beberapa Keunggulan
Chrome :
6

Minimal desain dengan kecanggihan teknologi

One box for everything (alternatif pencarian pada kotak alamat)

Kotak alamat juga berfungsi sebagai search engine

Thumbnails of your top sites

Crash Control, Incognito Mode, Safe Browsing

Instant Bookmarks, Importing Settings, Simpler Downloads

Ketiga, firefox adalah Sebuah browser web yang kecil, cepat, simpel, dan sangat
bisa dikembangkan alias open source.keunggulan dari firefox web browser :

Pemblokir Pop-up
(extension) untuk menambah fungsionalitas tambahan
Kustomisasi Huruf (font) dan warna
Kompatibilitas dengan Teknologi Aksesibilitas (Assistive Technologies)
Tombol Pintas (Shortcut)
Keempat adalah Opera browser, merupakan web browser yang tersedia

dalam berbagai macam platform. Windows, Mac, Solaris, FreeBSD dan


Linux.Opera browser juga menyediakan browser untuk perangkat mobile yang
disebut juga operamini dan opera mobile. keunggulan opera adalah Menjelajah
lebih cepat, Navigasi lebih mudah, Fitur yang canggih, Kustomisasi, Security dan
Dukungan pengembangan. Kelima,Safari browser adalah browser buatan Apple
inc. yang awalnya hanya digunakan untuk sistem operasi mac OS. Untuk versi
terbaru dari safari browser yaitu safari 5.fitur dari safari 5 adalah Dukung HTML5
+ CSS3 + Kecepatan 30% lebih kencang, Nitro Engine (Mengelola Aplikasi web
lebih cepat), Cover Flow (Tampilan bookmark dan history lebih nyaman) dan
Smart Address Field, Smart Search Field.
Beberapa web browser yang lain seperti Flock, Konqueror, Proprietary or
Undetectabledan Android Browser yang memiliki sedikit pengguna yaitu dibawah
7

1% pada pangsa pasar web browser. Berikut ini adalah persentase pangsa pasar
dari jenis-jenis web browser tersebut

Diagram 2
Total Market Share Internet Explorer

Tabel 2
Total Market Share
Browser

Total Market Share

Microsoft Internet Explorer

51.59%

Chrome

29.86%

Firefox

11.46%

Safari

5.08%

Opera

1.34%

Proprietary or Undetectable

0.32%
8

Android Browser

0.01%

Konqueror

0.01%

Flock
Sumber : netapplications.com September, 2015.

0.00%

Berdasarkan data diatas Microsoft Internet Explorer mendominasi pasar


dengan persentase sebesar 51,59% untuk produk web Browser sementara
chromepesaing terdekat yang paling kuat menguasai 29,86% dari total pangsa
pasar, kemudian firefox posisi ketiga dengan pangsa pasarnya 11,46%, safari
5,08% , opera sebesar 1,34% dan web browser lainnya dibawah 1%. Dengan
demikian Microsoft internet explorer dikatakan perusahaan dominan firm atau
perusahaan monopoli pangsa pasar karena memiliki pangsa pasar terbesar
dibanding pesainganya yaitu sebesar 51,59%

sehingga perusahaan Microsoft

Internet Explorer merupakan pemimpin harga bagi


Konsentrasi Rasio (CR)
CR =

jumlah perusahaan terbesar


jumlah perusahaan keseluruhan

CR =

1
9

= 0,11/11%

Hasil 0,11/ 11 % menunjukan angka low concentration karena kurang dari 50 %


2.2 Pasar Monopsoni
2.2.1 Pengertian Pasar Monopsoni
Pasar monopsoni adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu
penerima pasokan atau pembeli tunggal atas barang dan jasa dalam pasar (Lubis,
2006).
2.2.2 Gambaran Pasar Monopsoni
Seorang pengusaha yang menduduki posisi monopsoni dalam pasar
merupakan satu-satunya pembeli. Seperti halnya seorang monopolis menghadapi
permintaan pasar seorang diri, maka seorang monopsonis menghadapi penawaran
pasar seorang diri pula.
Bentuk pasar ini jarang dijumpai dalam pasar barang konsumsi, tetapi
lebih umum dalam pasar faktor produksi, seperti pasar cengkeh, pasar kopra, dan

pasar sayuran ekspor. Dalam ketiga pasar ini petani dalam jumlah banyak
menghadapi pengusaha rokok kretek, pengusaha minyak goreng, dan pengekspor
yang didaerahnya tidak jarang merupakan satu-satunya. Dalam hal ini maka petani
menduduki posisi lemah.
Faktor yang menyebabkan monopsoni (Pindyck,2003) :
1. Elastisitas penawaran pasar
Keuntungan yang didapat pembeli monopsoni ialah kurva penawaran yang
menurun, sehingga pengeluaran marjinalnya melebihi pengeluaran ratarata. Semakin kurang elastis kurva penawarannya, semakin besar kekuatan
monopsoninya. Semakin elastis kurva penawarannya, semakin kecil
kekuatan monopsoninya dan hanya sedikit keuntungan yang diperoleh.
2. Jumlah pembeli
Jumlah pembeli merupakan faktor penentu kekuatan monopsoni. Semakin
banyak jumlah pembeli, tidak ada pembeli yang mempunyai pengaruh
terhadap harga. Semakin sedikit jumlah pembeli akan semakin besar
kekuatan monopsoni dan pengaruh terhadap harga.
3. Interaksi di antara pembeli
Apabila terdapat beberapa pembeli, interaksi menjadi faktor penentu
kekuatan monopsoni. Jika semua pembeli dihadapkan pada persaingan
yang ketat, maka mereka akan berlomba menaikan harga hingga
mendekati harga marjinal mereka dan kekuatan monopsoni mereka akan
mengecil. Jika para pembeli tidak bersaing dengan ketat, bahkan
bersekongkol, maka harga yang ditawarkan tidak akan tinggi dan akan
besar kekuatan monopsoni pembeli.
2.2.3 Ciri-ciri pasar monopsoni.
1. Hanya ada satu pembeli yang umumnya bukan konsumen akhir.
Dengan sedikit atau satu pembeli, pembeli dapat mempengaruhi harga
yang disebut kekuatan monopsoni. Kekuatan monopsoni memungkinkan
pembeli membeli barang dengan harga yang lebih rendah dari harga yang
seharusnya terjadi di pasar persaingan sempurna (Pindyck, 2003).
2. Pembeli menjadi price setter sedangkan penjual menjadi price taker.
Dalam keadaan tertentu, monopsoni atas faktor-faktor produksi dapat
bertindak sebagai monopolis atas hasil produksi. Sebagai monopsoni,

10

sebuah perusahaan akan dapat mempengaruhi harga dengan menaikkan


atau menurunkan faktor produksi yang ia beli.
3. Barang yang diperjualbelikan dalam pasar merupakan barang yang sangat
spesifik
4. No free entry and exit market. Pembeli lain yang ingin masuk ke pasar
mengalami kesulitan karena sudah dikuasai pembeli yang sudah ada
5. No symetric information
6. Terdapat hambatan masuk pasar yakni UU no 5 tahun 1999, bagian kedua
pasal 18.(dittel.kominfo.go.id)
(1) Pelaku usaha dilarang menguasai penerimaan pasokan atau menjadi
pembeli tunggal aras barang dan/atau jasa dalarn pasar bersangkutan yang
dapat mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan/atau persaingan
usaha yang tidak sehat.
(2) Pelaku usaha patut diduga atau dianggap menguasai penerimaan
pasokan atau menjadi pembeli tunggal sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1) apabila satu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha menguasai
lebih dari 50% (lima puluh persen) pangsa pasar satu jenis barang atau jasa
tertentu.
2.2.4 Contoh Pasar Monopsoni
a) Petani cengkeh Pacitan yang menjual hasil panen cengkeh ke pabrik rokok
Pacitan
Pacitan yang juga adalah daerah yang terkenal obyek wisatanya ini
mempunyai potensi perkebunan cengkeh yang sangat melimpah, dan
bahkan dibeberapa kecamatan, cengkeh menjadi tulang punggung
kehidupan para warga. Tanaman cengkeh di Kabupaten Pacitan seluruhnya
dikelola oleh rakyat. Data terakhir menunjukkan bahwa total luas areal
cengkeh adalah 7.780 Ha yang tersebar di 12 (dua belas) kecamatan,
dengan produksi sebesar 2.208 ton dan produktivitas 0,382 ton/ha. Sejak
tahun 2000, produksi rata-rata cengkeh Pacitan sebanyak 1.669 ton per
tahun. Para petani cengkeh di Pacitan menjual hasi panen cengkeh ke PT
Putera Pacitan Indonesia Sejahtera (PPIS) yang merupakan mitra produksi
PT H.M. Sampoerna untuk rokok linting manual. Dahulu memproduksi
Dji Sam Soe kretek, kini memproduksi Sampoerna Hijau. Lebih dikenal

11

dengan istilah "Pabrik Rokok Pacitan" atau "Sampoerna Pacitan" oleh


masyarakat awam.
Karena para petani cengkeh menjualnya ke pabrik rokok pacitan
yang merupakan satu-satunya pembeli cengkeh, maka dalam hal ini
disebut dengan pasar monopsoni.
Analisis ciri-ciri Pasar Monopsoni pada Pasar Cengkeh Pacitan
1. Hanya ada satu pembeli Cengkeh yakni Pabrik Rokok Pacitan dan penjual
adalah para petani Cengkeh di Pacitan.
2. Pembeli menjadi price setter sedangkan penjual menjadi price taker.
Dalam hal ini, penjual atau para petani cengkeh memiliki posisi yang
sangat lemah, karena para petani sebagai penerima harga yang ditentukan
oleh pabrik rokok Pacitan. Sedangkan pembeli atau pabrik rokok Pacitan
memiliki posisi sebagai pengatur harga. Oleh karena itu pabrik rokok
Pacitan menetapkan harga sesuai dengan kehendaknya.
3. Barang yang dijualbelikan sangat spesifik dan sejenis.
Dimana dalam hal ini barang yang dijual adalah cengkeh yang dikelola
oleh petani cengkeh.
4. No free entry and exit market. Pembeli lain dalam hal ini pembeli cengkeh
petani Pacitan tidak bisa masuk ke pasar cengkeh Pacitan karena sudah
dikuasai pembeli yang sudah ada.
5. No symetric information. Karena ada barrier atau hambatan jadi informasi
hanya dikuasai oleh pelaku dalam industri yakni penjual dan pembeli
cengkeh saja.
6. Adanya Barrier/hambatan yakni tercantum dalam UU no 5 tahun 1999
bagian kedua pasal 18 yang sudah disebutkan di atas.
b) Penjualan perangkat kereta api yang dibeli oleh PT KAI
Terdapat beberapa perusahaan besar dalam penyediaan layanan
perangkat kereta api di Indonesia yakni PT Len dan PT INKA. PT KAI
sering menyediakan perangkat kereta api dari dalam dan luar negeri. Dari
luar negeri perangkat kereta api sering didatangkan dari Japan. Salah
satunya PT KAI memasok perangkat kereta apinya dari JapaneseNational
Railways.
PT LEN (Lembaga Elektronika Nasional)
PT Len Industri didirikan sejak tahun 1965, LEN (Lembaga
Elektronika Nasional) kemudian bertransformasi menjadi sebuah

12

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun 1991. Sejak saat
itu, Len bukan lagi merupakan kepanjangan dari Lembaga
Elektronika Nasional (LEN), tetapi telah menjadi sebuah entitas
bisnis profesional dengan nama PT Len Industri. Saat ini Len
berada di bawah koordinasi Kementrian Negara BUMN. Selama
ini, Len telah mengembangkan bisnis dan produk-produk dalam
bidang elektronika untuk industri dan prasarana, serta telah
menunjukkan pengalaman dalam bidang : Broadcasting, selama
lebih dari 30 tahun, dengan ratusan Pemancar TV dan Radio yang
telah terpasang di berbagai wilayah di Indonesia. Jaringan
infrastruktur telekomunikasi yang telah terentang baik di kota besar
maupun daerah terpencil. Elektronika untuk pertahanan, baik darat,
laut, maupun udara. Sistem Persinyalan Kereta Api di berbagai
jalur kereta api di Pulau Jawa dan Sumatera. Sistem Elektronika
Daya untuk kereta api listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Surya.

(karir.itb.ac.id).
PT INKA (Industri Kereta Api)
Selain PT PAL, Jawa Timur juga memiliki industri strategis lain
yang bergerak di bidang transportasi yaitu PT INKA. PT INKA
merupakan Badan Usaha Milik Negara yang berdiri pada tahun
1981 dengan bisnis intinya adalah manufaktur alat-alat angkutan
rel/kereta api. (www.bi.go.id)

Japanese National Railways


Japanese National Railways adalah sekelompok perusahaan yang
sejak 1 April 1987 mengambil alih sebagian besar aset dan usaha
perusahaan kereta api Jepang Japanese National Railways. JR
merupakan

operator kereta

kecepatan

sejumlah besar jasa perkeretaapian antarkota.

13

tinggi Shinkansendan

Japanese National Railways yang merupakan BUMN terpaksa


dipecah

karena

terlilit utang.

Sembilan

perusahaan

yang

dikelompokkan dalam grup Japan Railways masing-masing


merupakan perusahaan independen, namun jaringan perkeretaapian
masih digunakan bersama oleh seluruh anggota grup. Dari
sembilan perusahaan tersebut, tujuh merupakan operator jasa
perkeretaapian dan dua lainnya adalah perusahaan riset dan
teknologi. Salah satu dari tujuh operator jasa perkeretaapian
tersebut merupakan perusahan kargo, sedangkan enam perusahaan
sisanya dibagi berdasarkan wilayah yang dilayani. (wikipedia.org)
Analisis ciri-ciri Pasar Monopsoni pada pasar perangkat kereta api yang
dibeli oleh PT KAI
1. Hanya ada satu pembeli perangkat kereta api yakni PT KAI dan penjual
adalah PT LEN, PT INKA, dan Japan National Railways
2. Pembeli menjadi price setter sedangkan penjual menjadi price taker.
Dalam hal ini, penjual atau para pemasok perangkat kereta api memiliki
posisi yang sangat lemah dalam penentuan harga. Karena para pemasok
perangkat kereta api sebagai penerima harga. Sedangkan pembeli atau PT
KAI memiliki posisi sebagai pengatur harga. Oleh karena itu PT KAI
memiliki posisi yang sangat kuat dalam menentukan harga.
3. Barang yang dijualbelikan sangat spesifik dan sejenis.
Dimana dalam hal ini barang yang dijual adalah perangkat-perangkat
kereta api.
4. No free entry and exit market. Pembeli lain tidak bisa masuk ke dalam
pasar karena sudah dikuasai oleh pembeli yang sudah ada.
5. No symetric information. Karena ada barrier atau hambatan jadi informasi
hanya dikuasai oleh pelaku dalam industri yakni penjual dan pembeli
perangkat kereta api saja.
6. Adanya Barrier/hambatan (tercantum dalam UU no 5 tahun 1999 bagian
kedua pasal 18 yang sudah disebutkan di atas).
Konsentrasi Rasio

14

CR =
CR =

jumlah perusahaan terbesar


jumlah perusahaan keseluruhan
1
3

= 0,33/ 33%

Hasil 0,33/ 33 % menunjukan angka low concentration karena kurang dari 50 %


2.3 Pasar Oligopoli
2.3.1 Pengertian Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli didefinisikan sebagai suatu bentuk pasar yang terdiri dari
beberapa produsen atau penjual yang menguasai penawaran. Biasanya terdiri dari
dua sampai 10 penjual. Penguasaan penawaran dalam pasar oligopoli dapat
dilakukan secara independen atau sendiri-sendiri ataupun secara diam-diam
bekerja sama.
Ciri keterkaitan yang khas pada pasar oligopoli adalah kebijakan
penurunan harga barang oleh suatu perusahaan cenderung akan diikuti oleh
perusahaan lannnya. Hal ini tidak terjadi ketika perusahaan lainnya menaikkan
harga barangnya.
2.3.2Ciri-ciri pasar Oligopoli :
1. Barang yang diperjual-belikan dapat homogen dan dapat pula berbeda
corak (differentiated product). Pasar oligopoli menghasilkan barang
standar (standardized product). Industry dalam pasar oligopoli bersifat
banyak di jumpai dalam industry yang menghasilkan bahan mentah seperti
produsen bensin, industry baja, alumunium.
2. Hanya terdapat sedikit penjual, biasanya antara 2 sampai dengan sepuluh
yang menjual produk substitusi. Pasar oligopoli mempunyai kurva
permintaan dengan elastisitas silang atau cross elasticity of demand yang
relatif tinggi.
3. Terdapat hambatan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar
untuk masuk kedalam pasar. Karena Perusahaan yang telah lama dan
memiliki pangsa pasar besar akan memainkan peranan untuk menghambat
perusahaan yang baru masuk ke dalam pasar oligopoly tersebut. Terdapat
jumlah perusahaan yang terbatas didalam pasar merupakan suatu bukti

15

nyata bahwa perusahaan-perusahaan baru adalah sangat sukar untuk


masuk ke pasar oligopoli. Factor-faktor kesukaran memasuki oligopoli
adalah :
a. Skala ekonomi
Apabila suatu perusahaan oligopoli dapat menikmati skala ekonomi
sehingga ketingkat produksi yang sangat besar. Sekiranya permintaan dari
pasar bertambah, perusahaan yang sudah ada dalam industry akan
mempunya kesempatan yang lebih baik untuk memenuhi permintaan
tersebut. Ini akan menyukarkan kemasukan perusahaan baru karna pada
mulanya luas pasaran barangnya hanya sebagian kecil dari pada
perusahaan yang telah ada.
b. Perbedaan biaya produksi
Adalah niaya produksi perunit yang berbeda sebagai akibat dari tingkat
sejumlah produksi yang berbeda. Biasanya pada setiap tingkat produksi,
biaya produksi perunit yang harus dikeluarkan perusahaan yang baru
adalah lebih tinggi dari yang dikeluarkan perusahaan lama. Biaya kurva
AC (biaya rata-rata) perusahaan baru adalah lebih tinggi dari pada kurva
AC perusahaan yang lama. Oleh karena itu, perusahaan baru tidak akan
menjual

baranya

semurah

seperti

perusahaan

lama. Keadaan

ini

menghambat kemasukkan perusahaan baru. Terdapat banyak factor yang


menimbulkan kecenderungan perbedaan biaya produksi tersebut. Yang
penting adalah :
1. Perusahaan lama dapat menurunkan biaya produksi sebagai akibat
pengetahuan yang mendalam mengenai kegiatanmemproduksi
yang dikumpulkan dari pengalaman masa lalu.
2. Para pekerjanya sudah lebih berpengalaman didalam mengerjakan
pekerjaan mereka, dan ini menaikkan produktivitas pekerja,yang
selanjutnya memungkinkan penurunan biaya produksi.
3. Perusahaan lama sudah lebih dikenal oleh bank, dan para penyedia
bahan mentah dan oleh karnanya dapat memperoleh kredit yang
lebih baik dan harga bahan mentah yang lebih murah.
c. Sifat-sifat produksi yang mempunyai keistimewaan yang sukar
diimbangi oleh perusahaan baru.

16

Keistimewaan yang dimiliki oleh barang yang di prosuksi oleh perusahaan


lama merupakan sumber lain yang dapat menghambat kemasukkan
perusahaan baru. Keistimewaan ini di bedakan dalam beberapa bentuk:
1. Karena barang tersebut sudah sangat terkenal (product recognition),
masyarakat sudah menaruh kepercayaan dan pernhargaan yang tinggi
ke barang tersebut.
2. Apabila barang tersebut sangat rumit(product complexity) yaitu iia
terdiri dari komponen komponen yang banyak sekali sehingga sukar
membuat dan memperbaikinya.barang seperti itu antara lain adalah
mobil, televise, peti es dan sebagainya.sifat barang yang rumit tersebut
menyebabkan

tidak

semua

pengusaha

yang

mempunyai

modal.Selanjutnya keistimewaan lain yang mungkin dimiliki oleh


perusahaan dalam pasar oligopoli adalah ia memproduksikan berbagai
barang yang sejenis.
4. No symetric information
Karena adanya hambatan dalam pasar oligopoli informasi yang
dikeluarkannya hanya diketahui oleh penjual dan pembeli yang terlibat
5. Produsen sebagai price maker. Keputusan harga yang diambil oleh suatu
perusahaan harus dipertimbangkan oleh perusahaan yang lain. kekuatan
harga tergantung pada cara harga itu ditentukan. Jika harga bukan
merupakan kesepakatan, maka kekuatan harga menjadi lemah. Ketika
suatu perusahaan menurunkan harga, maka peusahaan lain akan cenderung
melakukan penurunan harga pula. Ketika harga dibuat dengan cara
kesepakatan antara perusaaan yang ada dalam pasar oligopoli, maka harga
cenderung lebih kuat, tidak mudah untuk diturunkan oleh suatu
perusahaan. Menurut Sweezy, ciri reaksi oligopolis jika terjadi perubahan
harga adalah jika suatu oligopolis menurunkan harga maka oligopolis
cenderung juga akan menurunkan harga karena tidak mau kehilangan
konsumen dan jika oligopolis menaikkan harga maka akan kehilangan
konsumen karena oligopolis lain tidak menaikkan harga dan akan
mendapat tambahan konsumen dengan tanpa melakukan reaksi apapun.

17

Pasar oligopoli merupakan gabungan beberapa perusahaan terkemuka


yang memiliki pangsa pasar 60-100 persen. Barang yang dihasilkan dapat berupa
satu jenis maupun beragam jenisnya. Hambatan untuk masuk pasar tinggi dan
informasinya terbatas. Struktur pasar oligopoli kurang efisien walaupun tingkat
persaingan selain harga cukup besar. Pangsa pasar merupakan kecenderungan
perusahaan dalam menguasai pasar susu di Indonesia. Data yang digunakan dalam
penghitungan pangsa pasar adalah data output produksi terbesar dari perusahaanperusahaan susu setiap tahunnya.
2.3.3 Contoh Pasar Oligopoli
1. Pasar Perusahaan Susu
Tabel 3
Pangsa Pasar Perusahaan Susu
Tahun

Nama Perusahaan
PT Foremost Indonesia
Pt Nestle Indonesia

2000
PT Sari Husada
PT Friesche Flag Indonesia
PT Indomilk
PT Friesche Flag Indonesia
2001
PT Foremost Indonesia
PT Sari Husada
PT Surya Dairy Farm
PT Ultrajaya Milk Ind & Trad Co
2002
PT Friesche Flag Indonesia
PT Fajar Taurus Indonesia
Sumber : BPS, 2000-2002

Pangsa Pasar(%) CR4 (%)


23,58
19,32
79,64
12,83
23,90
14,19
17,15
62,56
16,31
14,91
25,35
20,40
76,51
15,99
14,77

Pada tahun 2000, yang menguasai pangsa pasar industri susu adalah
perusahaan Friesche Flag Indonesia dengan nilai perolehan pangsa pasar sebesar
23,90 persen. Pada tahun berikutnya, PT Friesche Flag Indonesia masih
menduduki pangsa pasar dengan nilai yang sedikit menurun dari nilai sebelumnya
yaitu 17,15 persen. Pada tahun 2002, posisi pangsa pasar digeser oleh PT Surya
Dairy Farm dengan nilai 25,35 persen. Penyebab posisi PT Friesche Flag

18

Indonesia yang diambil alih oleh PT Surya Dairy Farm salah satunya diperkirakan
karena faktor jumlah penjualan produk yang kalah bersaing.
Pengukuran

tingkat

konsentrasi

industri

susu

menggunakan

FourConcentration Ratio (CR4) melalui penjumlahan empat pangsa pasar


perusahaansusu di Indonesia. Pengelompokkan empat perusahaan terbesar ini
dicberdasarkan klasifikasi susu secara umum yang artinya klasifikasi susu ini
tidak berdasarkan jenis susu. Perusahaan-perusahaan yang masuk ke dalam
kelompok empat perusahaan terbesar merupakan perusahaan-perusahaan yang
memproduksi bermacam-macam jenis susu, yaitu Susu Cair, Susu Kental Manis
(SKM) dan Susu Bubuk. Rata-rata dari rasio konsentrasi empat perusahaan
terbesar dari tahun 1983 hingga 2002 cukup tinggi, yaitu sebesar 73,79 persen.
Tingkat konsentrasi industri susu yang relatif tinggi ini menggambarkan
struktur pasar oligopoli ketat. Struktur pasar ini menandakan bahwa adanya
tingkat konsentrasi yang cukup tinggi, entry condition yang berukuran sedang
sampai tinggi dan jenis produk dapat berupa produk homogen maupun heterogen.
Industri susu yang memiliki struktur pasar oligopoli ketat mempunyai
konsekuensi dimana perusahan-perusahaan susu yang bermain dalam industri susu
harus menghasilkan kinerja yang lebih efisien lagi sehingga dapat bersaing
sempurna dalam pasar susu.
2. Pasar Semen
Tabel 4
Pangsa Pasar Perusahaan Semen
Tahun

Nama Perusahaan
PT SemenIndonesia

Pangsa pasar
39,74%

CR3

2012

PT Indocement

33%

88,43

PT Holcim
PT SemenIndonesia

15,69%
44%

PT Indocement

30,5%

PT Holcim
PT SemenIndonesia

15,9%
43,3%

PT Indocement

29,2%

PT Holcim

14%

2013

2014

19

90,4

86,5

Sumber www.kemenperin.go.id
Pada tahun 2012 sampai dengan 2014 yang memimpin pangsa pasar pada
perusahaan semen ialah PT Semen Indonesia dengan perolehan pangsa pasar
sebesar 39.74. pada tahun berikutnya 2013 masih sama yang menduduki peringkat
pertama ialah PT Semen Indonesia yang pangsa pasarnya sebesar 44 % dan pada
tahun 2014 sebesar 43,3%. Ini menunjukan pangsa pasar dari PT Semen Indonesia
setiap tahunnya sellau mengalami peningkatan dan pada tiap tahunnya juga selalu
menduduki posisi pertama pada pasar semen. Pengukuran tingkat konsentrasi
industri susu menggunakan FourConcentration Ratio (CR3) melalui penjumlahan
tiga pangsa pasar perusahaansemen di Indonesia. Pengelompokkan tiga
perusahaan terbesar ini berdasarkan klasifikasi semen secara umum Perusahaanperusahaan yang masuk ke dalam kelompok tiga perusahaan terbesar.
Tingkat konsentrasi industri semen yang relatif tinggi ini menggambarkan
struktur pasar oligopoli ketat. Struktur pasar ini menandakan bahwa adanya
tingkat konsentrasi yang cukup tinggi, entry condition yang berukuran sedang
sampai tinggi dan jenis produk dapat berupa produk homogen maupun heterogen.
Industri susu yang memiliki struktur pasar oligopoli ketat mempunyai
konsekuensi dimana perusahan-perusahaan semen yang bermain dalam industri
susu harus menghasilkan kinerja yang lebih efisien lagi sehingga dapat bersaing
sempurna dalam pasar semen.
2.4 Pasar Monopoli
2.4.1 Pengertian Pasar Monopoli
Pasar monopoli berasal dari bahasa yunani : monos yang artinya satu dan
polein yang artinya menjual adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat
satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang
penjual atau sering disebut sebagai monopolis. Atau bisa juga diartikan sebagai
suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu perusahaan saja. Dan perusahaan
ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang sangat
dekat. Di dalam pasal 1 ayat 1 UU Antimonopoli, monopoli didefinisikan sebagai
suatu penguasaan atas produksi /pemasaran barang / penggunaan jasa tertentu oleh
satu pelaku usaha.
20

2.4.2 ciri-ciri pasar monopoli


Adapun ciri-cirinya secara umum:
1. Hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran.
2. Tidak ada barang subtitusi/pengganti yang mirip(close substitute).
3. Produsen memiliki kekuatan menentukan harga.
4. Tidak ada pengusaha lain yang memasuki pasar tersebut karena ada
hambatan
5. Pasar Monopoli adalah Industri Satu Perusahaan
Sifat ini sudah secara jelas dilihat dari definisi monopoli diatas, yaitu hanya
ada satu saja perusahaan dalam industri tersebut. Barang atau jasa yang
dihasilkannya tidak dapat diberi dari tempat lain. Para pembeli tidak mempunyai
pilihan lain, kalau mereka menginginkan barang tersebut maka mereka harus
membeli dari perusahaan monopoli tersebut.
6. Tidak Mempunyai Barang Pengganti yang Mirip
Barang yang dihasilkan perusahaan tidak monopoli tidak dapat digantikan
oleh barang lain yang ada dalam pasar. Barang tersebut merupakan satu-satunya
jenis barang yang
tidak terdapat barang mirip (close substitute) yang dapat menggantikan barang
tersebut
7. Tidak Terdapat Kemungkinan untuk Masuk ke dalam Industri
Sifat ini merupakan sebab utama yang menimbulkan perusahaan yang
mempunyai kekuasaan monopoli. Adanya hambatan kemasukan yang sangat
tangguh menghadirkan berlakunya keadaan yang seperti itu. Ada beberapa bentuk
hambatan kemasukan dalam pasar monopli. Ada yang bersifat legal yaitu dibatasi
dengan undang-undang. Ada yang bersifat teknologi yaitu teknologi yang
digunakan sangat canggih dan tidak mudah dicontoh. Dan ada pula yang bersifat
keuangan yaitu modal yang diperlukan sangat besar.
8. Dapat Mempengaruhi Penentuan Harga
Karena perusahaan monopoli merupakan satu-satunya penjualan didalam
pasar maka, perusahaan monopoli dipandang sebagai penentu harga atau price
setter. Dengan mengadakan pengendalian ke atas produksi dan jumlah barang

21

yang ditawarkan perusahaan monopoli dapat menentukan harga pada tingkat yang
dikendakinya.
9. Promosi Iklan Kurang Diperlukan
Karena perusahaan monopoli adalah satu-satunya perusahaan didalam industri, ia
tidak perlu mempromosikan barangnya dengan menggunakan iklan. Walau
bagaimanapun perusahaan monopoli sering membuat iklan. Iklan tersebut
bukanlah bertujuan untuk menarik pembeli, tetapi untuk memelihara hubungan
baik dengan masyarakat.
2.4.3 Undang-Undang Tentang Monopoli
Terlepas dari kenyataaan bahwa dalam situasi tertentu kita membutuhkan
perusahaan besar dengan kekuatan ekonomi yang besar, dalam banyak hal praktik
monopoli, oligopoli, suap. Harus dibatasi dan dikendalikan, karena bila tidak
dapat merugikan kepentingan masyarakat pada umumnya dan kelompokkelompok tertentu dalam masyarakat. Strategi yang paling ampuh untuk itu,
sebagaimana juga ditempuh oleh negara maju semacam Amerika, adalah melalui
undang-undang anti-monopoli. Di Indonesia untuk mengatur praktik monopoli
telah dibuat sebuah undang-undang yang mengaturnya. Undang-undang itu adalah
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1999 Tentang Larangan
Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Undang-undang ini menerjemahkan monopoli sebagai suatu tindakan
penguasaan atas produksi dan pemasaran barang atau penggunaan jasa tertentu
oleh satu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha. Sedangkan praktik
monopoli pada UU tersebut dijelaskan sebagai suatu pemusatan kekuatan
ekonomi oleh satu atau lebih pelaku usaha yang mengakibatkan dikuasainya
produksi dan pemasaran atas barang dan jasa tertentu sehingga menimbulkan
persaingan usaha tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum. UU ini
dibagi menjadi 11 bab yang terdiri dari beberapa pasal.
2.4.4 Contoh Pasar Monopoli
Semenjak adanyaUndang-Undang No.5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek
Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, pemerintah melarang keras adanya

22

praktik monopoli di Indonesia, adapun contoh perusahaan yang memonopoli


sebelum adanya undang-undang tersebut yaitu :
1

PT Telkom Indonesia di Industri Telekomunikasi sebelum Era


Globalisasi
Sebelum munculnya Undang-Undang No.5 Tahun 1999 Tentang Larangan

Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat PT Telkom Indonesia


menguasai

pangsa

pasar

dan

konsentrasi

pasar

100%

dibidang

komunikasi.Menurut mantan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman


Wahid alia Gus Dur itu, pada zaman Soeharto, PT Telkom memonopoli
telekomunikasi. PT.

Telekomunikasi

Indonesia,

Tbk

adalah

perusahaan

telekomunikasi dan penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi di Indonesia.


Telkom adalah salah satu perusahaan BUMN dibidang telekomunikasi, bahkan
bisa dibilang satu-satunya sejak privatisasi saham BUMN indosat. Telkom juga
merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar dengan pelanggan
telepon tetap sebanyak 15 juta pelanggan dan pelanggan telepon seluler sebanyak
50 juta pelanggan. Saham telkom saat ini mayoritas dimiliki oleh Pemerintah
Indonesia 51,19% dan oleh publik sebesar 48,81%. Sebagai perusahaan publik,
saham Telkom diperdagangkan di beberapa bursa saham, yaitu Bursa Saham
Indonesia (IDX, TLKM), Bursa Saham London (LSE, TKID), Bursa Saham New
York (NYSE, TLK) dan Bursa Saham Tokyo.
Sejarah dari PT. Telkom bermula dari era kolonial, pada tahun 1882
didirikan perusahaan penyedia jasa layanan pos dan telegraf. Layanan ini diberi
nama dalam jawatan Post Telefgraf Telefoon (PTT). Pada tahun 1961, status
jawatan diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel).
Kemudian pada tahun 1965, PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos
dan Giro (PN Pos & Giro) dan Perusahaan Negara Telekomunikasi. Kemudian
pada tahun 1974, PN Telekomunikasi diubah namanya menjadi Perusahaan
Umum Telekomunikasi (Perumtel), yang menyelenggarakan jasa telekomunikasi
nasional maupun internasional. Pada tahun 1991 perumtel berubah menjadi
Prusahaan Perseroan (persero) Telekomunikasi Indonesia berdasarkan Peraturan

23

Pemerintah Nomor 25 Tahun 1991. Pada tanggal 14 Novemer 1995 dilakukan


Penawaran Umum Perdana saham Telkom. Sejak saat itu saham Telkom tercatat
dan diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Bursa Efek Surabaya (BES),
Bursa saham New York (NYSE) dan Bursa Saham London (LSE). Saham telkom
juga diperdagangkan di Bursa Saham Tokyo. Pada tahun 1999 dengan
dihapuskannya sistem monopoli dalam sistem telekomunikasi Indonesia, PT.
Telkom tidak lagi memonopoli telekomunikasi Indonesia.
Di era globalisasi kini telkom bersaing dengan indosat walaupun sudah
banyak pesaing di dalam indutstri telekomunikasi, namun Telkom tetap menjadi
perusahaan monopoli telekomunikasi di indonesia. Seperti yang dinyatakan KPPU
bahwa kepemilikan silang perusahaan Temasek Holdings Ltd. pada perusahaan
Telkom tersebut mengakibatkan terbentuknya kekuatan monopoli karena
konsentrasi pasar yang melebihi 80 persen pada bisnis telpon selular. Ulasan
khusus yang disajikan oleh Majalah Tempo (edisi 26 Nov 2 Des 2007)
memaparkan dampak lebih lanjut atas dugaan kedudukan monopoli ini pada
kerugian konsumen pemakai jasa selular antara Rp 14,3 triliun hingga Rp 30,8
triliun selama kurun waktu 2003-2006. Jika keputusan ini nantinya memiliki
kekuatan hukum yang tetap, jumlah tersebut tentunya merupakan jumlah kerugian
pada pihak konsumen yang cukup besar untuk satu jenis kegiatan usaha.
Bahkan menurut KPPU, sebagai lembaga yang diberikan kuasa oleh negara
untuk menjaga dan memonitor Undang-Undang Larangan Praktek Monopoli di
Indonesia, Menurutnya perusahaan tersebut diterangai telah melakukan 4
kesalahan:

masing-masing

(a)

Kekuatan

perusahaan

Telkomsel

dalam

mempengaruhi harga di industri selular, (b) Penetapan harga tarif percakapan


Telkomsel yang kelewat mahal, (c) Kebijakan pimpinan perusahaan Indosat yang
memperlambat penambahan menara BTS Indosat, dan (d) Tingkat keuntungan
yang kelewat tinggi. Semua perilaku perusahaan Indosat dan Telkomsel ini
akhirnya diduga mengakibatkan laba bersih perusahaan Telkomsel yang melonjak
drastis dari Rp 2,79 triliun menjadi Rp 9,71 triliun pada akhir Juni 2007.

24

Bulog

Memonopoli

perdagangan

bahan-bahan

pokok

sebelum

munculnya Undang-Undang No.5 Tahun 1999 Tentang Larangan


Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat
Sebelum munculnya Undang-Undang No.5 Tahun 1999 Tentang Larangan
Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat Bulog menguasai pangsa
pasar dan konsentrasi pasar 100% dibidang perdagangan bahan-bahan pokok.
Bulog memonopoli di Indonesia, menurut Bank Mandiri kebijaksanaan monopoli
tersebut menyebabkan ekonomi biaya tinggi, selain itu Bulog meminta harga
bayangan sekitar 900 milyar rupiah untuk biaya beras PNS dan ABRI yang
merupakan selisih harga bayangan dengan harga dasar, pemerintah harus
mentransfer dana operasi sebesar 171 miliar rupiah kepada lembaga yang
menampung 7.700 karyawan tersebut selama tahun fiskal 1993-1994. Sementara
itu harga gula di Indonesia lebih mahal dari pada harga Internasional. Ini
disebabkan oleh tingginya biaya penyaluran (sebesar 26%). Monopoli gula oleh
Bulog akan berbagi dengan konglomerat Crony, yaitu Liem Swe Liong dan
Prayoga Pengestu, Liem membangun pabrik gula di Lampung, sedang Prayoga
membangun di Gorontalo, mereka boleh menjual 50% produksi asalkan yang 50%
disalurkan melalui Bulog. Konsekuensi dari rintangan artificial ini menimbulkan
praktek monopoli oleh pelaku usaha yang ditunjuk oleh pemerintah dan pelaku
usaha lain tidak dapat memasuki usaha ini.
Jika telusuri, sejarah Bulog tidak dapat terlepas dari sejarah lembaga
pangan di Indonesia sejak zaman sebelum kemerdekaan sampai pemerintahan
sekarang ini. Secara umum tugas lembaga pangan tersebut adalah untuk
menyediakan pangan bagi masyarakat pada harga yang terjangkau diseluruh
daerah serta mengendalikan harga pangan di tingkat produsen dan konsumen.
Instrumen untuk mencapai tujuan tersebut dapat berubah sesuai kondisi yang
berkembang.Campur tangan pemerintah dalam komoditas beras diawali sejak
Maret 1933 yaitu di zaman pemerintahan Belanda. Saat itu, untuk pertama kalinya
pemerintah Belanda mengatur kebijakan perberasan, yaitu dengan menghapus
impor beras secara bebas dan membatasi impor melalui sistem lisensi.
Latar belakang ikut campurnya pemerintah Belanda dalam perberasan
waktu itu adalah karena terjadinya fluktuasi harga beras yang cukup tajam (tahun

25

1919/1920) dan sempat merosot tajam pada tahun 1930, sehingga petani
mengalami kesulitan untuk membayar pajak. Menjelang pecahnya Perang Dunia
II, pemerintah Belanda memandang perlu untuk secara resmi dan permanen
mendirikan suatu lembaga pangan. Tanggal 25 April 1939, lahirlah suatu lembaga
pangan yang disebut Voeding Middelen Fonds (VMF). Lembaga pangan ini
banyak

mengalami

perubahan

nama

maupun

fungsi.

Secara

ringkas,

perkembangannya sebagai berikut: Tugas BULOG semakin bertambah. Komoditi


yang dikelola bertambah menjadi gula pasir (1971), terigu (1971), daging (1974),
jagung (1978), kedelai (1977), kacang tanah (1979), kacang hijau (1979), telur
dan daging ayam pada Hari Raya, Natal/Tahun Baru. Kebijaksanaan Stabilisasi
Harga Beras yang berorientasi pada operasi bufferstock dimulai tahun 1970.
Stabilisasi harga bahan pangan terutama yang dikelola BULOG masih
tetap menjadi tugas utama di era 1980-an. Orientasi bufferstock bahkan ditunjang
dengan dibangunnya gudang-gudang yang tersebar di wilayah Indonesia. Struktur
organisasi BULOG diubah sesuai Keppres No. 39/1978 tanggal 6 Nopember 1978
dengan tugas membantu persediaan dalam rangka menjaga kestabilan harga bagi
kepentingan petani maupun konsumen sesuai kebijakan umum Pemerintah.
Penyempurnaan organisasi terus dilakukan. Melalui Keppres RI No. 50/1995
BULOG ditugaskan mengendalikan harga dan mengelola persediaan beras, gula,
tepung terigu, kedelai, pakan, dan bahan pangan lainnya. Namun, seiring dengan
perkembangan ekonomi global, tugas pokok BULOG dipersempit melalui
Keppres No. 45 / 1997 tanggal 1 Nopember 1997 yaitu hanya mengendalikan
harga dan mengelola persediaan beras dan gula. Selang beberapa bulan, sesuai
LOI tanggal 15 Januari 1998, Bulog hanya memonopoli beras saja.
.
Contoh : kerjasama Bulog dengan PT. Bogasari Flour Mills dalam pengadaan
tepung terigu mulai dari industri hulu sampai kehilir. Para pelaku usaha yang
melakukan praktek usaha tidak sehat atas dasar KKN ini biasanya adalah kronikroni elit penguasa. Para pejabat teras yang melibatkan saudara-saudaranya, anak
dan cucunya kedalam bisnis. Mengapa monopoli dilarang ? Adam Smith
menyatakan bahwa sistem monopoli tidak baik bagi perekonomian, karena dengan
sistem monopoli ini, konsumen di paksa harus membayar lebih tinggi dari harga
26

yang seharusnya. Oleh karena itu sistem monopoli menyatakan sistem yang tidak
adil.
Selain itu dengan adanya sistem monopoli ini seorang pelaku usaha dapat
dikalahkan dan disingkirkan karena adanya dukungan politik dari pihak tertentu
kepada pemerintah sehingga kekuataan pemerintah dapat di digunakan untuk
mengalahkan pesaingnya. Dapat pula seorang pelaku usaha dikalahkan karena
adanya proteksi yang diberikan oleh pemerintah kepada pelaku tertentu yang
menjadi pesaingnya, Kasus seperti ini cukup banyak terjadi di Indonesia .
2.5 Pasar Duopsoni
2.5.1 Pengertian Pasar Duopsoni
Pasar Duopsoni adalah Pasar yang dikuasai oleh dua orang atau
perusahaan sebagai pembeli dengan beberapa penjual ataupun dalam arti lain.
Kondisi ekonomi, mirip dengan duopoli, di mana hanya ada dua pembeli besar
untuk produk atau jasa tertentu. Anggota duopsoni memiliki pengaruh besar atas
penjual dan dapat harga pasar efektif menurunkan untuk persediaan mereka.
2.5.2 Ciri-ciri pasar Duopsoni
1. Pembeli sebagai penentu harga (price setter)
2. Barang yang diperjualbelikan sejenis
3. Hanya ada dua pembeli
4. No symetrtic information
5. No free entry and exit market
6. Adanya hambatan atau barrier
2.5.3 Contoh Pasar Duopsoni
Analisis ciri-ciri pasar Duopsoni pada perusahaan SLI yang mampu di beli
oleh dua perusahaan yakni perusahaan PT. Telkom dan PT. indosat
1. Tingkat persaingan tinggi
karena dikuasai oleh dua perusahaan maka persainganya cukup tinggi ini
terlihat dari produk yang di jual nya yaitu infrastruktur telekomunikasi
atau Sambungan Langsung Internasional (SLI) adalah jasa layanan telepon
ke luar negeri dari telepon tetap yang dapat diakses langsung oleh

27

pelanggan, hanya dengan menekan kode akses tanpa bantuan operator.


Telkom dan Indosat bakal bersaing ketat pada bisnis SLI ini. ''Kalau
Indosat leading, Indosat akan menguasai 50-54 persen pangsa pasar SLI,''
ujar Heru. ''Sedangkan apabila Telkom leading, Telkom pun pasti akan
menguasai sekitar 50-54 persen pangsa pasar SLI. Jadi, persaingannya
cukup ketat. (Menurut Heru dalam www.herusutadi.com)
2. Pembeli sangat memiliki peranan penting dalam penentuan harga.
Harga berhak ditentukan oleh konsumen, sedangkan produsen hanya
mengikuti harga yang disepakati oleh pembeli karena dalam hal ini
pembeli yang menguasai pasar.Hal ini menunjukkan bahwa perusahaanperusahaan yang merupakan bagian dari sebuah duopsony memiliki
kekuatan tidak hanya untuk menurunkan biaya persediaan, tetapi juga
untuk menurunkan harga tenaga kerja.
3. Jumlah konsumen hanya dikuasai dua perusahaan
Diantaranya PT. Telkom dan PT. Indosat yang membeli produk
infrastruktur telekomunikasi SLI yang dihasilkan oleh perusahaanperusahaan di Indonesia.
4. Barang nya homogen
Barang yang di perjualbelikan berupan sambungan komunikasi
5. No Free Entry dan Exit
keluar masuknya pasar Karena dalam prakteknya ada sebuah perjanjian
atau kontrak ketika perusahaan akan menjual kepada pembeli sebagai
mitra dan langganan. Dalam hal ini perusahaan pembangun infrastruktur
telekomunikasi telah membuat perjanjian bisnis dengan PT. Telkom dan
PT. Indosat yang melibatkan unsur hukum dan kebutuhan teknologi dan
telekomunikasi masyarakat luas sehingga pembeli tidak bisa bebas dalam
keluar masuk pasar kecuali jika kedua pihak telah menyetujui sebuah
kesepakatan.
6. Adanya hambatan atau Barrier
Peluang penyelenggaraan jaringan

tetap

SLI

berdasarkan

aturan

pemerintah yaitu Keputusan Menkominfo. Jika monopoli telekomunikasi


dicabut maka akan terbentuk operator telekomunikasi baru berbasis
internet yang lebih efisien dibandingkan dengan teknologi telkom atau

28

indosat. Kebijakan pemerintah dan keadaan politik sangat berpengaruh


pada kepercayaan mitra usaha khususnya diluar negeri.
7. No Symetric Information
Karena dalam praktinya terdapat hambatan dalam pasar sehingga antara
penjual dan pembeli tidak memiliki pengetahuan yang cukup atau
sempurna terhadap keadaan barang ataupun harga
Analisis ciri-ciri pasar Duopsoni pada Pasar Ubi Kayu di Desa Lau Bekeri
Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang
1. Barang yang diperjualbelikan sejenis yaitu ubi kayu
2. Terdapat dua pembeli ubi kayu di Desa Lau Bekeri Kecamatan
Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara
3. Yang bertindak sebagai penentu harga adalah pembeli Desa Lau Bekeri.
Oleh karena itu pembeli memiliki kuasa atau penetapan harga sesuai yang
dikehendaki.
No symetric information. Karena adanya hambatan sehingga informasi
hanya dikuasai oleh penjual dan pembeli yang terlibat saja
4. No free entry and exit market. karena dikuassai oleh dua pembeli yang
sudah ada, pembeli lain sulit masuk kedalam pasar
5. Adanya hambatan atau barrier
Pangsa Pasar Sambungan Langsung Internasional (SLI)
JAKARTA: Telkom mengklaim menguasai sekitar 60% pasar sambungan
langsung internasional maupun layanan bandwidth data ditengah tumbuhnya
trafik ke mancanegara. Ririek Adriansyah, Presiden Direktur PT Telkom
Indonesia International (Telin), mengatakan saat ini pihaknya menguasai pangsa
sekitar 60% dari pangsa sambungan langsung internasional dan data dari
penyediaan bandwidth internasional. Secara umum kami menguasai 60% baik di
voice maupun data, ujarnya kepada Bisnis.
Dia mengatakan secara khusus trafik data tumbuh eksponensial setiap
tahun dengan menguasai antara 80-90% bandwidth dan 70% akses konten Internet
diantaranya menuju ke Amerika Serikat.
Anak perusahaan PT Telkom yang fokus pada peran menyediakan layanan
internasional baik terkait sambungan telepon atau voice (SLI) dan turunannya,
29

layanan data leased circuit, Internet, dan pengembangan portofolio internasional


Telkom itu masih memberi kontribusi dibawah 10% bagi pendapatan Telkom. PT
Telkom bersaing dengan sejumlah pemegang lisensi jaringan tertutup. Dan
sisanya di kuasai oleh PT. Indosat sebesar 40 %
2.6 Pasar Oligopsoni
2.6.1 Pengertian Pasar Oligopsoni
Pasar Oligopsoni adalah keadaan dimana dua atau lebih pelaku usaha
menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang
dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas. Pasar Oligopsoni merupakan bentuk
pasar dimana barang yang dihasilkan oleh beberapa perusahaan dan banyak
perusahaan yang bertindak sebagai konsumen. kondisi pasar dalam oligopsoni
adalah dimana terdapat beberapa pembeli, masing-masing pembeli memiliki
peranan cukup besar untuk mempengaruhi harga, atau dikatakan pasar yang
dikuasai oleh beberapa pembeli. Jadi setiap pembeli memiliki peran yang cukup
besar untuk memengaruhi harga yang dibelinya. Artinya oligopsoni merupakan
bentuk pemusatan pembeli dari pembeli-pembeli besar sampai pembeli-pembeli
kecil.
2.6.2 Ciri-ciri pasar oligopsoni
Ada beberapa ciri-ciri khusus yang dimiliki oleh Pasar Oligopsoni, yaitu
diantaranya :
1. terdapat beberapa pembeli
2. Pembeli bukan konsumen tetapi pedagang
3. Barang yang dijual merupakan bahan mentah
4. Harga cenderung stabil
2.6.3 Kebaikan dan keburukan pasar oligopsoni
1. Kebaikan :
a) Penjual lebih beruntung karena bisa pindah ke pembeli lain
b) Pembeli tidak bisa seenaknya menekan penjual
2. Keburukan :
a) Bisa berkembang menjadi pasar monopsoni bila antar pembeli kerja sama
b) Kualitas barang kurang terpelihara
30

2.6.4 Contoh Pasar Oligopsoni


1. Pasar Industri Tembakau Rajangan
Indonesia merupakan salah satu negara yang memproduksi berbagai macam
tembakau yang tersebar dari pulau Sumatera, Jawa, Bali sampai Nusa Tenggara.
Lebih dari 100 jenis tembakau dihasilkan di Indonesia. Dari sekitar 200 juta
kilogram tembakau yang diproduksi tiap tahunnya di Indonesia, 70% adalah jenis
Rajangan yang lazim digunakan untuk membuat rokok kretek. Ada 4 gudang yang
membeli tembakau jenis rajangan di sumenep yaitu PT Gudang Garam , PT HM
Sampoerna Tbk, PT Djarum, dan PT Wismilak Tbk. Ke empat perwakilan
perusahaan rokok yang akan dan sudah melakukan pembelian tembakau rajangan
itu, sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Sumenep.
Tabel 5
Pangsa Pasar Perusahaan Rokok
Perusahaan

Tahun 2012

PT Gudang Garam Tbk

20,2%

PT HM Sampoerna Tbk

31,1%

PT Djarum Tbk

20,7%

PT Wismilak Inti Makmur Tbk

17,6%

Sumber : DuniaIndustri.com

31

2.7 Pasar Duopoli


2.7.1 Pengertian Pasar Duopoli
Menurut Amir dan Grilo (1999) menjelaskan tentang model duopoli dalam
permainan, dimana terdapat dua model yaitu Cournot dan Stackelberg. Dalam
permainan, perusahaan harus memilih kedua model tersebut mana yang dapat
memberikan imbalan yang maksimum. Dalam duopoli Cournot dimana terdapat
dua perusahaan yang terlibat dalam persaingan dalam merebut pasar, fungsi laba
dimodelkan dalam teori permainan.
2.7.2 Contoh Pasar Duopoli
1) Minyak Pelumas yang dikuasai oleh PT. Pertamina dan PT. Shell
Indonesia
1. Terdapat dua penjual dan banyak pembeli
Persaingan di pasar pelumas makin ramai, potensi pasarnya selama ini tak
seramai layaknya bisnis jenis bahan bakar cair lainnya tetapi kompetisi
antarprodusen bahan pelicin mesin ini semakin ketat. Perusahaan yang
menawarkan produk minyak pelumas adalah PT. Pertamina dan Shell Indonesia.
Banyaknya permintaan konsumen yang membeli produk pelumas dari pertamina
karena pertamina mempunyai komitmen dalam menjaga kualitas produk seiring
dengan tuntunan konsumen, perbaikan terus menerus terhadap pelayanan kepada
konsumen, efisiensi biaya untuk meningkatkan daya saing melalui manajemen
rantai distribusi yang excellence, dan keamanan pasokan.
2. Harga ditentukan secara sepihak oleh kedua penjual baik dengan
kesepakatan atau tidak
Harga oli ditentukan hanya kesepakatan dari kedua perusahaan tersebut
yaitu antara PT. Pertamina dan PT. Shell Indonesia.
3. Barrier
Ada halangan yang kuat bagi penjual baru untuk masuk dalam pasar,
terdapat hambatan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk
masuk kedalam pasar. Karena Perusahaan yang telah lama dan memiliki pangsa
pasar besar akan memainkan peranan untuk menghambat perusahaan yang baru
masuk ke dalam pasar duopoli tersebut.
Trend membanjirinya merek-merek pelumas baru, tak pelak menjadi
persaingan bisnis di sektor tersebut semakin menarik, paling tidak membuat ketar32

ketir sejumlah pemain lama. Namun setelah pemerintah membebaskan keran


impor oli lewat Keputusan Presiden No.21/2001, hak monopoli tersebut secara
otomatis dihapuskan. Sejak saat itu pula, karena berbagai merek pelumas asing
bebas masuk, pangsa pasar produk oli Pertamina ikut melorot hingga 50%. Tetapi
tak berarti perusahaan ini dibuat terpuruk habis-habisan. Oli Pertamina masih
tetap menjadi penguasa pasar terbesar di Indonesia (Turyanto: dalam Online)
4. Produsen sebagai Price Maker
Dalam pasar duopoli, perusahaan menentukan harga, karena tidak
memiliki barang substitusi yang dekat. Karena pelumas tidak ada barang
substitusi yang dekat maka produsen berhak menentukan harga yang akan dijual
kepada konsumen.
5. No symetric information
Menurut Turyanto dalam (Online) Persolan pelumas yang muncul
tersebut, antara lain tingkat pemalsuan produk yang diperkirakan menyebabkan
kerugian negara hingga Rp7 triliun per tahun sampai soal tarik ulur standardisasi
yang hingga kini tak jua selesai. Di samping itu, produsen pelumas domestik juga
masih terus saling sikut untuk bisa meraih pasar dengan meluncurkan produkproduk terbaru. Sehingga dapat disimpulkan bahwa informasi mengenai kualitas
produk belum tersebar luas, karena masih ada pemalsuan barang dari pelumas
tersebut.
6. No Free Entry and Exit
Keluar masuknya barang dari produk lain dirasa sangat sulit karena
persaingan yang ketat diantara perusahaan-perusaan besar pengahasil minyak
pelumas.

a. Kondisi Pangsa Pasar Pelumas di Indonesia


PT. Pertamina Lubricants merupakan anak usaha dari PT Pertamina
(Persero) bisnis pelumas berharap masih bisa menguasai pangsa pasar nasional
diatas 50% sepanjang tahun ini Upaya perusahaan untuk menjaga dominasi pasar
di industri oli semakin berat pasca dihapusnya peraturan pemerintah Pertamina

33

memonopoli industri tersebut pada 2001 silam, Menurut Direktur Utama


Pertamina Lubricants Gigih Wahyu Irianto.
Salah satu cara menjaga pangsa pasar, yaitu dengan bergabung ke
global supply chain dan juga menggandeng technical partner. Saat ini pada ahun
2015, Pertamina Lubricants menguasai 56,87 persen pasar oli nasional, disusul
oleh Shell dengan pangsa pasar kisaran angka 12 persen. Dengan kata lain,
Pertamina hampir menjual 322,25 ribu kilo liter dari total penjualan oli secara
nasional hingga Juli 2015 yang mencapai 566,65 ribu kilo liter.
Tetapi, kini produsen pelumas di dalam negeri seolah mendapatkan
tantangan baru, seiiring dengan berkembangnya teknologi global. Masyarakat
dunia menuntut tingkat polusi dapat ditekan. Terutama dengan menurunkan gas
buang emisi bagi kendaraan bermotor. Selain itu, kini pabrikan otomotif dunia
juga sudah berbenah mengubah desain produknya agar dapat sesuai menggunakan
bahan bakar terbarukan. Kondisi ini, tentu tak lepas dari semakin menipisnya
produksi minyak mentah dunia sehingga sejumlah negara mengembangkan bahan
bakar nabati atau biofuel. Situasi tersebut, mau tak mau memang harus menjadi
bahan pemikiran produsen pelumas di Indonesia agar terus bisa bersaing di pasar.
Terutama, menyiapkan produk pelumas yang selaras dengan desain mesin
kendaraan bermotor terkini dan bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan.
Sebagai pemilik pangsa pasar pelumas domestik terbesar, pastinya PT Pertamina
merupakan perusahaan yang paling berperan dan berkempetingan terhadap
perubahan tersebut. Khususnya, untuk kembali mampu merebut pasar yang
sebelumnya pernah rontok.
Sedangkan pada pangsa pasar PT. Shell Indonesia produk pelumas dari
Shell telah menguasai sebesar 9%-12% pangsa pasar pelumas nasional dari total
kebutuhan pelumas 650 juta liter per tahun. Shell menempati urutan kedua dalam
daftar produsen pelumas terbesar di negeri ini. Posisi pertama masih oleh
Pertamina..
Shell memasarkan pelumasnya terutama untuk kalangan industri pertambangan
dan pembangkit listrik. Penjualan ke sektor tersebut menyumbang 60%-70% dari
total penjualan pelumas Shell. Sementara, 30%-nya disumbangkan oleh penjualan
di otomotif.

34

2) Contoh: Perusahaan Microsoft dan Apple


1. Terdapat dua penjual dan banyak pembeli
Duopoli perusahaan pembuat sistem operasi komputer terbesar, Apple
dan Microsoft kini memiliki jagoan terbaru, yang masing-masing memiliki
kelebihannya sendiri. Microsoft telah mengeluarkan Windows 10, yang bisa
dinikmati secara gratis jika telah memiliki windows 7, 8 atau 8.1. Sedangkan
Apple telah mengeluarkan OS X 10.10 yang juga merupakan update dari versi
sebelumnya. Sedangkan brand value dari kedua merk dagang tersebut menjadi
kekuatan magis bagi konsumen.
2. Harga ditentukan secara sepihak oleh kedua penjual baik dengan
kesepakatan atau tidak
Harga ditentukan hanya kesepakatan dari kedua perusahaan tersebut
yaitu antara perusahaan Microsoft dan perusahaan Apple. Sebagai perusahaan
dengan brand value tertinggi di dunia, produk apapun jika ditempeli brand Apple
maka walaupun harganya bakal melonjak naik dan konsumen tetap rela untuk
membayarnya. Kejelasan harga produk ditentuka oleh kedua perusahaan Apple
dan Microsoft tersebut.
3. Barrier
Hambatan yang terjadi pada perusahaan baik Apple maupun Microosft
adalah kebutuhan dan gaya hidup konsumen dalam pembelian komputer, sehingga
kedua perusahaan tersebut terus menciptakan inovasi agar bisa diterima di
masyarakat.
4. Produsen sebagai Price Maker
Sebagai perusahaan yang berbisnis pada bidang software perusahaan
berhak menentukan harga yang akan dipasarkan pada konsumen. Profit Margin
yang besar, Apple dan Microsoft tetap bisa membangun produk-produk yang
berkualitas untuk konsumen.
5. No symetric information
Karena adanya hambatan tersebut maka yang mengetahui informasi dari
penjualan produk hanya kedua perusahaan tersebut yang mengetahuinya.
6. No free entry and exit
Keluar masuknya produk-produk dari merk dagang lain sulit masuk
karena tingkat brand image yang tinggi sehingga kedua perusahaan tersebut terus
bersaing.
Kondisi Pangsa Pasar Microsoft dan Apple di Indonesia

35

Tidak ada yang meragukan bahwa Microsoft dan Apple merupakan rival abadi.
Dua raksasa teknologi ini terus bersaing di berbagai bidang, mulai dari produk,
layanan, inovasi, bisnis, bahkan hingga brand. Memiliki nama brand yang kuat
merupakan aset yang sangat penting. Brand yang kuat memberikan dua hal
penting yang sangat menguntungkan bagi sebuah perusahaan. Pertama, mereka
bisa menarik harga mahal untuk produk dan layanannya. Kedua, mereka bisa lebih
mudah mendapatkan konsumen dalam jumlah banyak.
Berdasarkan daftar brand paling valuable di dunia, Microsoft berhasil
berada di urutan kedua, setingkat dibawah Apple dan setingkat diatas Google.
Sumber: winpoin.com November 2014

Brand Apple memiliki nilai hingga 124.2 milyar dolar, sedangkan Microsoft
hanya setengahnya saja yaitu 63 milyar dolar. Dengan nilai brand setengah
dari Apple, Microsoft masih harus berusaha lebih keras lagi jika tahun depan
ingin menjadi perusahaan dengan nilai brand tertinggi di dunia. Untuk tahun ini
Microsoft harus rela berada di urutan kedua dan dikalahkan oleh rival abadinya.
Namun demikian berada di posisi kedua merupakan pencapaian yang positif bagi
Microsoft, karena dibandingkan dengan tahun lalu brand value mereka berhasil
naik hingga 11 persen.

36

2.8 Pasar Monnopolistik


2.8.1 Karakteristik Pasar Persaingan Monopolistik
Pasar monopolistik disebut sebagai pasar yang berada diantara pasar
persaingan sempurna dan pasar monopoli. Ada juga yang menyebutkan bahwa
pasar monopolistis merupakan gabungan dari pasar persaingan sempurna dengan
pasar monopoli. Tipe pasar ini lebih banyak kita temui dalam kehidupan seharihari, karena sebetulnya bentuk pasar yang benar-benar murni jumlahnya sangatlah
langka.

Model

pasar

monopolistik

diperkenalkan

pertama

kali

oleh

E.Chamberlin seorang ekonom Amerika Serikat pada tahun 1930. Kemudian


pada tahun yang sama Joan Robinson, seorang ekonom wanita Inggris
memperkenalkan gagasannya tentang pasar persaingan tidak sempurna. Model ini
dikembangkan karena ketidak puasan para ahli ekonomi terhadap model-model
pasar sebelumnya (persaingan sempurna dan monopoli) yang dianggap kurang
realistis dan lebih bersifat teoritis.
Oleh karena itu sifat-sifat bentuk pasar monopolistik mengandung unsurunsur sifat pasar monopoli dan sifat pasar persaingan sempurna. Secara umum,
pasar persaingan monopolistik dapat didefinisikan sebagai suatu pasar di mana
terdapat banyak produsen/penjual yang menghasilkan dan menjual produk yang
berbeda

coraknya

differentiated

product).

Ciri-ciri

pasar

persaingan

monopolistik selengkapnya adalah sebagai berikut:


1. Terdapat Banyak Penjual
Terdapat banyak penjual tetapi tidak sebanyak pada pasar persaingan
sempurna. Perusahaan-perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik
mempunyai ukuran yang relatif sama.
2. Produknya Tidak Homogen (Differentiated Product)
Produk perusahaan persaingan monopolistik berbeda coraknya dan secara
fisik mudah untuk membedakan antara produk perusahaan yang satu
dengan produk perusahaan lainnya. Sifat ini adalah sifat yang penting
untuk membedakannya dengan sifat pada pasar persaingan sempurna.
Perbedaan-perbedaan

lain

dapat

berupa

pembungkusannya,

cara

pembayaran dalam pembelian, pelayanan penjualan, dan sebagainya.


37

Karena perbedaan corak tersebut maka produk perusahaanperusahaan


persaingan monopolistik tidak bersifat substitusi sempurna. Mereka hanya
bersifat substitusi dekat ( close substitute) . Perbedaan-perbedaan inilah
yang menjadi sumber kekuatan monopoli dari perusahaan-perusahaan
dalam pasar persaingan monopolistik.
3. Perusahaan Mempunyai Sedikit Kekuatan Mempengaruhi Harga
Kekuatan mempengaruhi harga tidak sebesar pada pasar monopoli dan
oligopoly. Kekuatan mempengaruhi harga bersumber dari perbedaan corak
produk. Perbedaan ini mengakibatkan para pembeli akan memilih.
Pembeli dapat lebih menyukai produk suatu perusahaan tertentu dan
kurang menyukai produk perusahaan lainnya. Sehingga jika suatu
perusahaan menaikkan harga, ia masih dapat menarik pembeli walaupun
tidak sebanyak sebelum kenaikan harga. Sebaliknya jika suatu perusahaan
menurunkan harga, belum tentu diikuti oleh kenaikan permintaan produk
yang dihasilkan.
4. Masuk Ke Dalam Industri/Pasar Relative Mudah
Masuk ke dalam pasar persaingan monopolistik tidak seberat masuk pasar
monopoli dan oligopoly tetapi tidak semudah masuk pasar persaingan
sempurna. Hal ini disebabkan , (1) modal yang diperlukan relatif besar
dibandingkan dengan perusahaan pada pasar persaingan sempurna dan (2)
harus menghasilkan produk yang berbeda dengan produk yang sudah ada
di pasar.
5. Persaingan Promosi Penjualan Sangat Aktif
Dalam pasar persaingan monopolistik harga bukan penentu utama
besarnya pasar. Suatu perusahaan mungkin menjual produknya dengan
harga cukup tinggi tetapi masih dapat menarik banyak pelanggan.
Sebaliknya mungkin suatu perusahaan menjual produknya dengan harga
yang cukup murah tetapi tidak banyak menarik pelanggan. Oleh karena itu
untuk menarik para pelanggan, perusahaan harus aktif melakukan promosi,

38

memperbaiki pelayanan, mengembangkan desain produk, meningkatkan


mutu produk, dan sebagainya.
2.8.2 Contoh Perusahaan Pasar Monopolistik
1. Analisis Industri Ban Luar dan Ban Dalam di Indonesia
Industri ban luar dan ban dalam merupakan salah satu sub industri dari
industri karet dan barang dari karet (Kementerian Perindustrian). Banyak
perusahaan yang bergerak di bidang ini, berikut ini adalah daftar
perusahaan yang memproduksi ban luar dan ban dalam.
Tabel 1. Daftar Perusahaan pada industri Ban Luar dan Ban Dalam
di Indonesia

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27

Nama Perusahaan
UD Angkasa
PT Asia Ban Swallow Raya Rubber Works
PT Banteng Pratama Corp
Bintang Abadi Indah
PT Branta Mulia
Bridgestone Tire Indonesia
PT Bridgestone Tire Indonesia
PT Catur Putra Harmonis
CV Darat
Elang Perdana Tyre Industri
PT Gajah Tunggal
PT Goodyear Indonesia
PT Hung A Indonesia
PT Indo Yakin Maju Rubber & Plastik
PT Inoue Rubber Indonesia
PT Karet Deli
PT Multi Strada/Oraban Perkasa
PT Pentasari Pranakarya
UD Samudra Biru
PT Sehat Komodo
CV Sehat Segar Sejahtera
PT Summer Rubberindo Jaya
PT Summi Rubber Indonesia
PT Surya Raya Rubberindo
Tan Sing Seung/Hap Lik
PT Tifunindo Raya
CV Tirto

39

28

PT United King Land


Sumber : Kementerian Perindustrian Indonesia

Menurut data (Badan Pusat Statistik. 2010. Statistik Karet Indonesia/Indonesian


Rubber Statistics. Jakarta : BPS) terdapat 37 perusahaan dalam sub industri ban luar

dan ban dalam. Dengan market share rata-rata keseluruhan perusahaan pada
industri ban luar dan ban dalam pada tahun 2009 sebesar 7,83 %. Market share
tersebut menunjukan sub industri tersebut di kategorikan kedalam pasar
monopolistik. Menurut Wihana Kirana Jaya Struktur pasar di kategorikan
kedalam pasar monopolistic karena tidak satupun memiliki lebih dari 10% pangsa
pasar. Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual
banyak dengan produk yang serupa atau sejenis, namun dimana konsumen produk
tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan produsen yang lain.
Usaha ini mencakup pembuatan ban luar dan ban dalam dengan bahan utamanya
dari karet alamataupun karet buatan untuk semua jenis kendaraan bermotor,
sepeda, kendaraan angkutan lainnya dan peralatan yang memakainya.
2. PT Gajah Tunggal
Didirikan pada tahun 1951, PT. Gajah Tunggal Tbk. Mulai memproduksi
bannya dengan ban sepeda. Sejak itu perusahaan bertumbuh menjadi produsen
banterpadu terbesar di asia tenggara. Perusahaan memperluas produksinya dengan
membuat variasi produk melalui produksi ban sepeda motor tahun 1971, diikuti
olehban bias untuk mobil penumpang dan komersial di tahun 1981. Awal tahun
90an, perusahaan mulai memproduksi ban radial untuk mobil berpenumpang dan
truk Pada bulan mei 2004, Gajah tunggal dan michelin menandatangani perjanjian
kerjasama yang dipusatkan pada produksi ban untuk mobil penumpang untuk
pasaryang dilayani oleh michelin di luar indonesia dan kegiatan distribusi di
indonesia. Michelin juga memiliki 10% saham perusahaan pada akhir tahun 2009
(http://www.gt-tires.com)
Di Dalam penggolongan pasar atau industri, dapat dilihat dengan beberapa
aspek-aspek untuk mengklasifikan suatu perusahaan masuk kedalam industri atau
struktur pasar yang mana, yaitu :
a.

Analisis Pangsa Pasar ( Market Share)

40

Setiap perusahaan mempunyai pangsa pasar yang berbeda beda berlisar 0100 persen dari total penjualan seluruh pasar. Pangsa pasar
menggambarkan keuntungan yang diperoleh perusahaan dari
penjualannya. Menurut Wihana Kirana Jaya klasifikasi pasar dapat
dilakukan berdasarkan pangsa pasarnya (market share).
Tabel 3. Klasifikasi Pasar Berdasarkan Market Share
Tipe Pasar

Deskripsi/Ciri

Monopoli Murni
Dominant Firm

Memiliki pangsa pasar 100 %


Memiliki pangsa pasar 50-99 % dan tanpa pesai

Oligopoli Ketat

yang ketat
Penggabungan 4 perusahaan terbesar yang mem
pangsa pasar <50-100 %. Kesepakatan diantara

mereka untuk menetapkan harga relatif mudah.


Penggabungan 4 perusahaan terbesar yang mem

Oligopoli Longgar

pangsa pasar 40 % atau kurang. Kesepakatan


diantara mereka untuk menetapkan harga tidak
Persaingan Monopolistik

mungkin.
Banyak pesaing yang efektif, pangsa pasarnya t

Persaingan Murni

lebih dari 10 %.
Lebih dari 50 pesaing yang tidak satupun memi
pangsa pasar yang berarti.

b. Konsentrasi Ratio (Concentration Ratio / CR)


Rasio Konsentrasi (CR) adalah persentase dari suatu pangsa pasar yang
dimiliki oleh perusahaan. Biasanya konsentrasi rasio diukur minimal pada
dua perusahaan dan paling banyak delapan perusahaan.
c. Index Herfindahl-Hirschman (IHH)
indeks, Herfindahl-Hirschman Index (IHH) yaitu jumlah dari kuadrat
pangsa pasar untuk semua perusahaan dalam suatu pasar industri . Empat
klasifikasi struktur pasar dalam indeks herfindahl:
Tabel 3. Klasifikasi Struktur Pasar Berdasarkan Indeks Herfindahl
Struktur Pasar
Pasar Persaingan Sempurna
Pasar Monopolistik

Kriteria Herfindahl
Biasanya dibawa 0,2
Biasanya dibawa 0,2
41

Pasar Oligopoli
Pasar Monopoli

0,2 sampai dengan 0,6


0,6 atau lebih

Tabel 2. Market Share PT Gajah Tunggal Tahun 2007-2009


Nama Perusahaan
PT Gajah Tunggal

2007 (%)
5,49

Market Share
2008 (%)
4,96

2009 (%)
4,74

Sumber : www.gt-tires.com

Dari data diatas menunjukan bahwa market share PT Gajah Tunggal


semakin menurun dari tahun 2007-2009. Tahun 2007 sebesar 5,49 % menurun
menjadi 4,96 % pada tahun 2008 dan menurun lagi menjadi 4,74 % tahun 2009.
Dan market share-nya tidak lebih dari 10 %. Berdasarkan persentase market
share-nya PT Gajah Tunggal termasuk dalam pasar monopolistik sesuai dengan
klasifikasi Wihana Kirana Jaya diatas.
Dari segi Indeks Herfindahl, industri ban luar dan ban dalam memiliki
indeks herfindahl sebesar 0,006145. Dari angka tersebut, dapat disimpulkan
bahwa industri ban luar dan ban dalam merupakan pasar monopolistik karena
indeks herfindahl-nya kurang dari 0,2.
3. Hambatan di Dalam Pasar (Barrier)
Menurut Shepherd (1979) ada tiga hal hambatan memasuki suatu pasar,
yaitu : (1). Hambatan-hambatan timbul dalam kondisi pasar yang mendasar, baik
dalam bentuk perangkat legal maupun dalam kondisi-kondisi berubah dengan
cepat, (2). Hambatan yang terbagi dalam beberapa tingkatan yaitu hambatan
rendah, sedang serta tinggi dan (3). Hambatan merupakan sesuatu yang kompleks.
Shepherd (1979) juga mengemukakan dua jenis hambatan, yaitu hambatan
eksogen dan hambatan endogen. Hambatan eksogen merupakan hambatan untuk
masuk ke dalam pasar yang bersifat dari luar perusahaan. Hambatan eksogen ini
terdiri dari modal (capital requirements), skala ekonomi, diferensiasi produk,
difersifikasi intensitas penelitian dan pengembangan, investasi yang besar dan
integritas vertikal. Hambatan endogen dapat berupa kebijakan harga dari establish

42

firm, strategi penguasaan produk, strategi penguasaan bahan baku, strategi


pemasaran produk dan image dari loyalitas merek suatu produk itu sendiri.

2.9 Pasar Persaingan Sempurna


2.9.1 pengertian Pasar Persaingan Sempurna
Persaingan Sempurna adalah struktur pasar yang ditandai oleh jumlah dan
pembeli dan penjual sangat banyak. Transaksi setiap individu tersebut (pembeli
dan penjual) sangat kecil dibandingkan output industri total sehingga mereka tidak
bisa mempengaruhi harga produk tersebut. Para pembeli dan penjual secara
individual hanya bertindak sebagai penerima harga (price takers). Tidak ada
perusahaan yang menerima laba di atas normal dalam jangka panjang dalam pasar
persaingan sempurna ini.
2.9.2Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna menurut (Fathorrazi dan
Joesron, 2012):
1. Terdiri dari banyak pembeli dan penjual. Sifat ini menyebabkan
perilaku penjual dan pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan
pasar, karena ia merupakan bagian kecil dari keseluruhan yang ada
di pasar.
2. Barang yang diperjual belikan bersifat homogen. Artinya barang
yang dihasilkan merupakan penggati yang sempurna dihasilkan
oleh produsen lain dalam semua segi
3. Adanya kebebasan untuk membuka dan menutup perusahaan (free
entry and free exit). Maksudnya tidak ada hambatan yang
menghalangi suatu perusahaan untuk memulai usaha baru bila
dianggap menguntunkan dan menutup usahanya bila dianggap
merugikan
4. Seorang penjual atau pembeli dikatakan sebagai pengikut harga
(price taker) sehingga harga bersifat datum, artinya berapapun
jumlah barang yang dijual dipasar harganya tetap
5. Penjual dan pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna
tentang

keadaan

pasar.

43

Maksudnya

penjual

dan

pembeli

mempunyai pengetahuan yang sempurna tentang keadaan pasar,


yaitu mengetahui tingkat harga yang berlaku dipasar dan
perubahannya.
6. Mobilitas sumber ekonomi yang cukup sempurna. Maksudnya
adalah faktor produksi dapat dipindahkan dari satu ke lain tempat
tanpa adanya hambatan apapun.
2.9.3Contoh Persaingan Sempurna:
Kenaikan Harga Daging Sapi di Indonesia
Lonjakan harga daging sapi disertai kelangkaan agaknya terjadi merata di
wilayah Indonesia. Wilayah kota besar, seperti Jakarta dan sekitarnya. Juga kotakota besar lainnya, mungkin termasuk yang paling terpengaruh lonjakan harga.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Jakarta menunjukkan harga daging
sapi tertinggi di salah satu pasar di Jakarta mencapai Rp 130.000 per kilogram.
Namun, secara rata-rata, harga daging di Jakarta mengalami tren menurun selama
bulan Agustus. Setelah meningkat hingga Rp 125.000 per kg pada minggu ketiga
Juli, rata-rata harga daging sapi terus menurun hingga Rp 112.500 pada akhir
Agustus.
Harga rata-rata daging sapi nasional menunjukkan hal yang tidak jauh
berbeda. Setelah meningkat hingga Rp 110.000 per kg pada 12 Agustus lalu, harga
rata-rata daging sapi nasional sedikit turun menjadi Rp 109.000 per kg pada 31
Agustus. Hasil jajak pendapat Kompas pekan lalu menunjukkan lebih dari separuh
responden (60,4 persen) tidak merasakan kelangkaan daging sapi. Hanya 39,6
persen responden yang merasakan kesulitan mencari daging sapi, setidaknya jika
dibandingkan dengan bulan-bulan sebelum Agustus. Responden di Kota Bandung
mengaku lebih sulit mencari daging sapi. Sebaliknya, responden di Yogyakarta
dan Semarang mengaku tidak kesulitan.
Meski demikian, delapan dari 10 responden menyatakan harga daging sapi
lebih mahal dari bulan-bulan sebelumnya. Akibat kenaikan harga ini, konsumsi
daging sapi responden mengalami perubahan. Daya beli masyarakat terhadap

44

daging menurun. Sebanyak 42,8 persen responden mengaku terakhir kali


mengonsumsi daging sapi lebih dari sebulan yang lalu. Hanya 29,3 persen yang
mengonsumsi

daging

sapi

dalam

beberapa

hari

terakhir.

(Sumber:

print.kompas.com)
Produsen tempe terhadap kenaikan harga kedelai
Perajin tempe dan tahu yang tersebar di Kota dan Kabupaten Sukabumi,
cemas kenaikan harga kacang kedelai tidak bisa terelakan seiring musim kemarau.
Mereka sangat berharap hujan segera mengguyur, terutama di sejumlah sentral
lahan pertanian kedelai yang tersebar di bagian Sukabumi Selatan.Para perajin
yang didominasi pengusaha kecil menengah itu, memastikan bila musim kemarau
terus berlanjut berdampak kenaikan harga bahan pokok usahanya. Apalagi
sebagian besar lahan pertanian tanaman kedelai kini dibayang-bayangi puso
seiring debit air terus berkurangSementara itu, Manajer Koperasi Produsen Tahu
Tempe Indonesia (Kopti) Kota Sukabumi, Muhamad Badarmengatakan harga
kacang kedelai dipasar tradisional kini kisaran Rp. 7.500/Kg. Para produsen
sangat berharap kenaikan tidak kembali terjadi hingga memasuki musim
penghujan. Sementara itu, Pasokan relatif masih lancar. Kami tidak berharap
pengaruh cuaca, tidak mengganggu harga, ujarnya.Sebenarnya, kata Muhamad
Badar, harga kacang kedelai terbilang fluktuatif. Harga kacang kedelai sempat
mengalami kenaikan hingga membuat bingung para produsen. Kenaikan di 2014
hingga awal 2015 lalu, dari Rp 7.500 menjadi Rp8.500 per kilogram. (Sumber:
www.pikiran-rakyat.com)
Dari kedua contoh diatas baik produsen daging sapi maupun produsen
tempe termasuk ke dalam pasar persaingan sempurna, karena:
1. Terdiri dari pembeli dan penjual dari kalangan masyarakat yang
senantiasa membeli kebutuhan pokok seperti tempe dan daging
sapi
2. Baik produsen tempe maupun sapi dapat mudah keluar masuk
pasar, ketika bahan baku kedelai mahal maupun pasokan daging
sapi masih langka produsen dapat memutuskan untuk berhenti
berjualan sampai kondisi pasar bisa kembali stabil

45

3. Pembeli maupun penjual mempunya informasi atau pengetahuan


yang sempurna mengenai pasar, dalam kedua kasus tersebut
penjual dan pembeli sudah mengetahui terjadinya kenaikan harga
kedelai melalui informasi dari media mengenai kenaikan harga
kedelai dan kelangkaan pasokan daging sapi
4. Menghasilkan barang yang serupa atau homogen pada produsen
tempe tidak, begitupun dengan peternak sapi, tidak ada perbedaan
yang terlalu nampak

46

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1

KESIMPULAN

1. Pasar merupakan tempat bertemunya antara penjual dan


pembeli baik secara langsung ataupun tidak langsung.
2. Bentuk-bentuk
Persaingan

pasar

terbagi

Sempurna

dan

atas

dua

Pasar

yaitu

Pasar

Persaingan

tidak

Sempurna. Pasar persaingan sempurnadapat didefinisikan


sebagai struktur pasar atau industri dimana terdapat
banyak penjual dan pembeli. Dan setiap penjual ataupun
pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar,
kemudian pasar persaingan tidak sempurna ialah pasar
yang tidak terorganisasi secara sempurna, atau bentuk
pasar di mana salah satu ciri dari pasar persaingan
sempurna

tidak

terpenuhi.

sempurna

terdiri

atas

pasar

Pasar

persaingan

monopoli,

tidak

monopolistik,

oligopoli, duopoli, monopsoni, dominan firm, duopsoni,


oligopsoni.
3. Gambaran pasar yang ada di atas menunjukan adanya
beberapa perusahaaan yang termasuk dalam karakteristik
pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak
sempurna.

Setiap

pasar

memiliki

masing-masing

keunggulan dan kelemahan. Ini bisa dilihat dari jenis


barangnya, jumlah penjual dan pembeli, dalam penentu
harga, symetric information, entry and exit market dan
barrier nya. Jadi dapat di simpulkan tiap perusahaan yang
dijadikan sebagai contoh yang di teliti
pasar tersendiri.

47

memiliki pangsa

3.2 SARAN
1. Pasar merupakan bagian terpenting bagi masyarakat.
Dalam penentuan harga pasar hendaknya pemerintah
harus memperhatikan pembentukan harga pasar karena
masih

banyaknya

rakyat

grariskemiskinan.

48

yang

masih

hidup

dalama

Jenis pasar
Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah
suatu bentuk interaksi
antara permintaan dan
penawaran
dimana
hanya
ada
satu
penjual/produsen yang
berhadapa
dengan
banyak pembeli atau
konsumen.
Pasar Duopsoni
Pasar yang dikuasai
oleh dua orang atau
perusahaan sebagai
pembeli
denganbeberapa
penjual.

Jenis barang
Sejenis

Sejenis

Jumlah
penjual dan
pembeli

Penentu harga

Symetric
information

Entry
and exit
market

Barrier

Lain-lain

Contoh perusahaan

Hanya ada
satu produsen
yang
menguasai
penawaran

Produsen
mempunyai
kekuatan
menentukan
harga
(Price
Taker)

No symetric
information

No free
entry and
exit
market

Adanya
hambatan

Perusahaan tidak
memerlukan
promosi
atau
iklan
dalam
memasarkan
produknya

PT. Telkom dan PT.


Bulog

Terdapat dua
pembeli

Pembeli sangat
memiliki
peranan penting
dalam
penentuan harga

No symetric
information

No free
entry and
exit
market

Terdapat
hambatan
keluar
masuknya
pasar

Konsumen bebas
memilih produk
yg sesuai dgn
keinginan baik
dari segi kualitas
dan harga.
Tingkat
persaingannyapu
n tinggi

Telekomunikasi SLI
yang dihasilkan oleh
perusahaanperusahaan di
Indonesia hanya
dibeli oleh dua
perusahaan, yaitu PT.
Telkom dan PT.
Indosat, serta
Pasar ubi kayu di
Deli Serdang

49

Jenis pasar

Jenis barang

Pasar monopsoni
Pasar
monopsoni
adalah suatu bentuk
pasar dimana hanya
terdapat satu penerima
pasokan atau pembeli
tunggal atas barang
dan jasa dalam pasar
(Lubis, 2006).

barang
yang
sangat spesifik

Jumlah
penjual dan
pembeli
Hanya
ada
satu pembeli
yang
umumnya
bukan
konsumen

Penentu harga
pembeli menjadi
pembentuk harga
(price
setter)
sedangkan
penjual menjadi
pengambil harga
(price taker)

Symetric
information
No symetric
information

Entry
and exit
market
No free
entry and
exit
market.

Barrier

Lain-lain

Terdapat hambatan masuk pasar


yakni UU no 5 tahun 1999, bagian
kedua pasal 18;
(1)
Pelaku
usaha
dilarang
menguasai penerimaan pasokan
atau menjadi pembeli tunggal aras
barang dan/atau jasa dalarn pasar
bersangkutan
yang
dapat
mengakibatkan terjadinya praktik
monopoli dan/atau persaingan
usaha yang tidak sehat.
(2) Pelaku usaha patut diduga atau
dianggap menguasai penerimaan
pasokan atau menjadi pembeli
tunggal sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) apabila satu pelaku
usaha atau satu kelompok pelaku
usaha menguasai lebih dari 50%
(lima puluh persen) pangsa pasar
satu jenis barang atau jasa tertentu.

50

Contoh perusahaan
Penjualan perangkat
kereta
api
di
Indonesia.
Perusahaan Kereta
Api di Indonesia
hanya ada satu yakni
KAI, oleh karena itu,
semua hasil produksi
hanya akan dibeli
oleh KAI.
Pasar
cengkeh
dimana
hanya
memiliki
satu
pembeli
yaitu
perusahaan
rokok
kretek.

Jenis pasar
Pasar oligopsoni
yaitu bentuk pasar
dimana hanya terdapat
beberapa pembeli atas
barang dan jasa dalam
pasar

Jenis barang
Barangnya
sejenis

Jumlah
penjual dan
pembeli
hanya
beberapa
pembeli

ada

Penentu harga
pembeli menjadi
price
maker
karena memiliki
kekuatan dalam
mempengaruhi
harga

Symetric
information
No symetric
informatin

51

Entry
and exit
market
No free
entry and
exit
market

Barrier

Lain-lain

terdapat hambatan UU no 5 tahun


1999
(1) Pelaku usaha dilarang membuat
perjanjian dengan pelaku usaha lain
yang bertujuan untuk secara
bersama-sama
menguasai
pembelian
atau
penerimaan
pasokan agar dapat mengendalikan
harga atas barang dan atau jasa
dalam pasar bersangkutan, yang
dapat mengakibatkan terjadinya
praktek
monopoli
dan
atau
persaingan usaha tidak sehat.
(2) Pelaku usaha patut diduga atau
dianggap secara bersama-sama
menguasai
pembelian
atau
penerimaan pasokan sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) apabila 2
(dua) atau 3 (tiga) pelaku usaha
atau kelompok pelaku usaha
menguasai lebih dari 75% (tujuh
puluh lima persen) pangsa pasar
satu jenis barang atau jasa tertentu

Contoh perusahaan
Penjualan Tembakau
Rajangan
para pemeras susu
disuatu desa yang
hanya
terdapat
beberapa
pembeli.
Karena
sedikitnya
jumlah
pembeli,
sehingga harga dapat
dikendalikan oleh si
pembeli.

Jenis pasar

Jenis barang

Jumlah
penjual dan
pembeli

Penentu harga

Symetric
information

Entry
and exit
market

Pasar Oligopoli
yaitu suatu bentuk
pasar yang terdiri dari
beberapa
produsen
atau penjual yang
menguasai penawaran.
Biasanya terdiri dari
dua sampai 10 penjual.

Sejenis

Hanya
terdapat
beberapa
penjual saja,
biasanya
antara
tiga
sampai dengan
sepuluh
penjual

Produsen sebagai
price maker.

No symetric
informatin

No free
entry and
exit
market

Pasar Duopoli
Yaitu suatu pasar
dimana
penawaran
suatu jenis barang
dikuasai oleh dua jenis
perusahaan.

Barang yang
diperjual
belikan bersifat
homogen

Hanya
terdapat
penjual

Harga ditentukan
secara
sepihak
oleh
kedua
penjual
baik
dengan
kesepakatan atau
tidak. Produsen
sebagai
price
maker

No symetric
informatin

No free
entry and
exit
market

dua

Barrier

Lain-lain

Terdapat
Ciri
keterkaitan
hambatan
yang khas pada
masuk yang pasar
oligopoli
cukup kuat adalah
kebijakan
bagi
penurunan
harga
perusahaan
barang oleh suatu
di luar pasar perusahaan
untuk masuk cenderung
akan
kedalam
diikuti
oleh
pasar
perusahaan lannnya
Ada halangan yang kuat bagi
penjual baru untuk masuk dalam
pasarTerdapat hambatan masuk
yang cukup kuat bagi perusahaan di
luar pasar untuk masuk kedalam
pasar.

Contoh perusahaan
Perusahaan semen
dan perusahaan susu

Penawaran minyak
pelumas
yang
dikuasai oleh Caltex
dan Pertamina.Kedua
perusahaan tersebut
dikatakan
sebagai
pasar duopoli karena
sudah
memenuhi
kriteria yang terdapat
pada pasar oligopoli
Perusahaan
Microsoft dan Apple
Microsoft windows
dan internet explorer

52

Jenis pasar

Jenis barang

Dominan Firm
karena
perusahaan
telah
menguasai
pangsa mutlak di atas
50% dan perusahaan
tersebut
menjadi
pemimpin harga (price
leader)

Barang
yang
diperjual
belikan bersifat
homogen

Pasar Monopolistik
Pasar persaingan
monopolistik pada
dasarnya adalah
pasar
yang
berada di antara
dua jenis pasar
yang
eksterm,
yaitu
pasar
persaingan
sempurna
dan
monopoli,
oleh
karena
itu
sifatnya
mengandung
unsur-unsur sifat

Barangnya
Bersifat
Berbeda
corak

Jumlah
penjual dan
pembeli

Penentu harga

Penjual hanya pemimpin harga


beberapa
(price
leader)/
namun
1 price maker
perusahaan
menjadi
pemimpin dan
perusahaan
lain mengikuti,
banyak
pembeli
Terdapat
Perusahaan
Mempunyai
Banyak
Sedikit Kekuasaan
Penjual
Mempengaruhi
Harga

Symetric
information

Entry
and exit
market

Barrier

No symetric
information

No free
entry and
exit
market

hambatan
masuk pasar

Symetric
information

Free
entry and
exit
market

No barrier

Lain-lain

tidak punya pesaing yang kuat


dan Menguasai 50-100% dari pangsa
pasar

Persaingan Promosi
Penjualan Sangat
Aktif
Untuk
mempengaruhi cita
rasa embeli, para
pengusaha
melakukan
persaingan bukan
harga (non price
competition).

Produsen sebagai
price maker

53

Contoh perusahaan

PT Gajah Tunggal
pada
industri
ban luar dan ban
dalam

monopoli
dan
pasar persaingan
sempurna. Karena
memang
sulit
menemukan
pasar
dimana
barang-barang
yang
diperdagangkan
betul-betul
homogen,
dan
setiap
pelaku
pasar
memiliki
informasi seperti
yang disyaratkan
oleh
pasar
persaingan
sempurna,
dan
juga
sulit
menemukan
pasar yang benarbenar
monopoli
dimana
tidak
terdapat barang
subtitusi
didalamnya
Pasar Persaingan
Sempurna

Persaingan
Sempurna

Jenis
barang
homogen

Penjual dan Produsen


price
taker,
pembeli
pembeli
price maker
banyak

Symetric
information

adalah

54

Free
entry and
exit
market

Symetric
information

Pasar
daging
sapi dan tempe

struktur pasar yang


ditandai oleh jumlah
dan pembeli dan
penjual
sangat
banyak.

55

DAFTAR PUSTAKA
http://kopi-paste.com/2010/12/12/pengertian-browser-dan-berbagai-jenis-browser/
(5 oktober 2015)
Wikipedia.com (5 oktober 2015)
Netapplications.com (3 oktober 2015)
Netmarketshare.com (3 oktober 2015)
Referensi
http://masud.lecture.ub.ac.id/files/2012/07/08-Teori-Pasar.pdf
Huda, Nailul. 2013. Analisis Industri Garam Lokal Di Kabupaten Rembang
(Pendekatan

Structure-Conduct

performance).[online].

Tersedia:

http://core.ac.uk/download/pdf/17333655.pdf. Diakses pada 04 Oktober 2015


https://id.wikipedia.org/wiki/Japan_Railways
https://karir.itb.ac.id/site/company/45319
http://www.bi.go.id/id/publikasi/kajian-ekonomiregional/jatim/Documents/b5ca2fc3b4dd4208972a2f5610000c6bBoks2.pdf
Lubis, Satia Nagara. 2006. Teori Pasar II: Pasar Monopsoni. [online].
Tersedia

:http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/636/1/07001539.pdf.

Diakses pada 04 Oktober 2015


https://www.kereta-api.co.id/media/document/company_profile_2013.pdf
http://pacitanku.com/2012/11/11/cengkeh-pacitan-yang-menjadi-solusi-ekonomi/
www.kemenpering.go.id
https://ngsuyasa.wordpress.com
www.semenindonesia.com
www.bumn.go.id
eprints.undip.ac.id/18669/
http://srinurwansya.blogspot.co.id/2014/01/makalah-pengantar-ekonomi-pttlkom.html
Yunianto Roni. 2015. Telkom Kuasai 60% Pangsa Pasar SLI Tersedia di
http://industri.bisnis.com/read/20110602/101/34981/telkom-kuasai-60-percentpangsa-pasar-sli. Diakses pada hari selasa 6 oktober 2015
Sumber :
56

Duopsony.diakses di

http://www.investopedia.com/terms/d/duopsony.asp
Oktober 2015
Fabian. 2014. Microsoft Berhasil menjadi Brand Paling Valuable Kedua di di
Dunia, Setingkat di bawah Apple. Tersedia di: http://winpoin.com/
dibawah-apple/. (Online). Diakses pada 6 Oktober 2015
Gumelar, Galih. 2015. Persaingan Oli Ketat, Pertamina Tetap Bidik Pangsa Pasar
50 Persen. Tersedia di: http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/
(Online). Diakses pada 6 Oktober 2015
Lahuddin, R. 2015. Windows 10 vs OS X 10.10. Tersedia di: http:
www.kompasiana.com. (Online). Diakses pada 4 Oktober 2015.
Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. 2015. Pasar Energi Indonesia
Tergolong Duopoli. Tersedia di: http://www.esdm.go.id/berita
(Online). Diakses pada 4 Oktober 2015.
Kementrian Perindustrian. Shell Mulai Membangun Pabrik Pelumas. Tersedia di:
http://www.kemenperin.go.id/artikel/. (Online).

Diakses pada 6

Oktober 2015
Turyanto. 2008. Babak Baru Persaingan Bisnis Pelumas. Tersedia di:
https://turyanto.wordpress.com/. (Online) Diakses pada 6 Oktober
2015
Fathorazzi dan joesron. 2012. Teori Ekonomi Mikro. Graha Ilmu. Yogyakarta
Rayadie, A. Perajin Tempe Cemas, Harga Kedelai Akan Naik Lagi. Tersedia di:
www.pikiran-rakyat.com. (Online). Diakses pada 7 Oktober 2015
Syahriah, Y. Saat Harga Daging Sapi Melonjak. Tersedia di: print.kompas.com.
(Online). Diakses pada 7 Oktober 2015

57