Anda di halaman 1dari 25

Workshop Penjaminan Kualitas

Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)


Pengelolaan Sumberdaya Air di Provinsi Bali
Materi 3
Perancangan Proses KLHS:
Memahami konteks penyusunan KRP dan
Peluang Integrasi KLHS

Bali, 28 Februari 2012

Mekanisme/Tahapan Penyelenggaraan KLHS


Tahap
1

Proses

Tujuan

PENGKAJIAN PENGARUH KRP


1.1 Perancangan Proses KLHS: Memahami
konteks penyusunan KRP dan Peluang Integrasi
KLHS

Merancang agar dengan KLHS prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi


dasar dan terintegrasi dalam KRP.

1.2 Identifikasi dan Pelibatan Masyarakat dan


Pemangku Kepentingan Lainnya

Agar masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya dapat menyampaikan masukan


tentang pembangunan berkelanjutan melalui KLHS, sehingga KLHS dan KRP
mendapatkan legitimasi dan kepercayaan publik

1.3 Identifikasi Isu Pembangunan Berkelanjutan

Menetapkan isu-isu pembangunan berkelanjutan yang signifikan meliputi aspek sosial,


ekonomi, dan lingkungan hidup atau keterkaitan antar ketiga aspek tersebut

1.4 Identifikasi KRP

Identifikasi muatan dan substansi yang relevan dan signifikan terhadap isu lingkungan
hidup strategis yang telah diidentifikasi dan membutuhkan muatan pertimbangan aspek
pembangunan berkelanjutan

1.5 Telaahan Pengaruh KRP terhadap Kondisi


Lingkungan Hidup di Suatu Wilayah

Memprakirakan dampak dan risiko lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan


oleh KRP

PERUMUSAN ALTERNATIF PENYEMPURNAAN


KRP

Merumuskan alternatif penyempurnaan KRP dan mitigasinya

REKOMENDASI PERBAIKAN KRP DAN


PENGINTEGRASIAN HASIL KLHS

Merumuskan perbaikan dan mengintegrasikannya dalam KRP berdasarkan hasil KLHS

DOKUMENTASI KLHS DAN AKSES PUBLIK

Mendokumentasikan proses-proses KLHS yang terbuka aksesnya untuk publik, agar


masyarakat dan pemangku kepetingan lainnya dapat menilai dan menanggapinya

Perancangan KLHS
Hal-hal yang diperhatikan dalam perancangan KLHS:
Kejelasan maksud dan tujuan KLHS
Mekanisme pelaksanaan KLHS direncanakan dan
dirancang sesuai dengan KRP
Proses perencanaan KRP dipertimbangkan dalam
merancang proses KLHS
KLHS dilakukan sebagai bagian integral dari proses
penyusunan KRP
Jika pelaksanaan proses KLHS sebagai bagian integral dari
proses penyusunan KRP tidak terjadi, maka perlu
kejelasan interaksi antara proses penyusunan KRP dan
KLHS
3

Mengapa Proses KLHS Perlu Dirancang dan Diintegrasikan


dalam Penyusunan atau Evaluasi KRP?

1. KLHS merupakan means atau instrumen untuk


menjamin KRP yang lebih berkelanjutan prinsip
improvement KRP;
2. KLHS mencoba bermain dari dalam - merupakan satu
bentuk self assessment
3. KLHS tidak untuk menolak KRP tetapi memberikan
alternatif yang lebih baik;
4. KLHS diharapkan menghasilkan win-win solution
5. Proses KLHS perlu dirancang dengan baik agar efektif
dan efisien.
4

Dua Hal yang Diintegrasikan Melalui KLHS


1. Substansi
Integrasi kajian lingkungan hidup dengan kajian teknis &
sosial-ekonomi

2. Proses, Prosedur dan Tata Cara


disesuaikan dengan proses, prosedur, dan tata cara
perencanaan KRP

Prasyarat Integrasi KLHS dalam KRP:


proses dan prosedur yang berlaku dalam perencanaan KRP perlu
dikenali dan dipahami terlebih dahulu
5

Keterkaitan Substansial KLHS Dengan KRP


Proses KRP
Menganalisis konteks,
perumusan masalah, dan
kajian dasar perencanaan
Merumuskan tujuan,
sasaran, strategi, dan
prioritas

Mengembangkan dan
memilih alternatif
rencana
Merumuskan program,
kegiatan, pentahapan,
dan pembiayaan

Proses KLHS
a) Pengkajian pengaruh KRP
terhadap permasalahan
lingkungan hidup di suatu
wilayah
b) Perumusan alternatif
penyempurnaan KRP
c) Rekomendasi perbaikan
untuk pengambilan
keputusan KRP yang
mengintegrasikan prinsip
pembangunan
berkelanjutan

Skema Pelaksanaan Integrasi


KRP
KRP

KLHS

KRP

KLHS

KLHS
diselenggarakan
setelah
penyusunan
KRP selesai

KLHS
KLHS
diselenggarakan
pararel dan
terintegrasi dengan
penyusunan KRP

KLHS
diselenggarakan
setelah
penyusunan KRP
telah berlangsung
7

Pengintegrasian KLHS dalam KRP

Mengikuti proses dan prosedur penyusunan dan penetapan


KRP
Memperhatikan peraturan terkait dengan penyelenggaraan
KRP. Misal :
PP No. 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana
Pembangunan Nasional
PP No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan,
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan Daerah
PP No. 10 Tahun 2010 tentang Tata Cara Peruntukan dan
Perubahan Fungsi Kawasan Hutan
PP No. 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan
Ruang

Pengintegrasian KLHS dalam KRP Statutory


Integrasi dalam penyusunan dan evaluasi :
RTRW beserta rencana rinci skala Nasional, Provinsi,
Kabupaten/Kota
RPJP dan RPJM Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota
Diintegrasikan dalam proses dan prosedur penyusunan dan evaluasi
KRP
Untuk mencapai efektifitas tujuan KLHS, maka penyelenggaraan KLHS
dapat diintegrasikan dalam setiap tahapan perencanaan KRP
sehingga substansi KLHS dapat diakomodasikan oleh proses KRP
secara langsung
Pengintegrasian KLHS harus sesuai/kontekstual dengan karakteristik
KRP nya, baik prosedur maupun muatan KRP

Proses dan Prosedur Perencanaan RPJP

10

Pengintegrasian KLHS dalam Perencanaan RPJP

KLHS

Kondisi lingkungan hidup dan kecenderungannya


Isu strategis lingkungan hidup dan pembangunan

berkelanjutan

ALTERNATIF

Misi pembangunan jangka panjang


Strategi pembangunan
Prioritas pembangunan

11

Prosedur Penyusunan Rencana Tata Ruang

Pelibatan peran masyarakat


dalam perumusan konsepsi RTR

Persiapan penyusunan RTR

Pengumpulan data dan informasi

Proses Penyusunan RTR

Analisis dan sintesis data dan


informasi

Perumusan konsepsi RTR


Pembahasan rancangan RTR
oleh pemangku kepentingan

Penyusunan rancangan peraturan


per-UU-an tentang RTR
12

Integrasi KLHS dalam Proses Penyusunan


Rencana Tata Ruang
Penyusunan Rencana TR

KLHS

Analisis isu perencanaan


TR berdasarkan
data dan informasi
dan proses publik

Isu strategis lingkungan


hidup

Merumuskan tujuan,
kebijakan, dan strategi
pengembangan wilayah

Pengaruh dan dampak rencana TR


terhadap isu strategis
lingkungan hidup

Mengembangkan konsep dan


alternatif rencana TR
untuk mengelaborasi
kebijakan dan strategi TR

Alternatif dan mitigasi


bagi penyempurnaan rencana TR

Perencanaan dan pelaksanaan


program dan pengendalian
pemanfaatan ruang

Rekomendasi
pembangunan berkelanjutan
dalam rencana TR
13

Proses Penyusunan Rencana Tata Ruang

PERSIAPAN
Penganggaran penyusunan RTRW
Kajian awal
Perumusan metodologi
Rencana kerja dan pembentukan tim

Pelibatan peran
masyaratakat
(PP No. 68/2010)

Gambaran fisik, lingkungan, sumber daya alam,


ekonomi, dan sosial wilayah dan isu perencanaan
tata ruang

KEBIJAKAN TERKAIT
RPJP Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota
RTRW Nasional, Provinsi (berbatasan),
Kabupaten/Kota (dalam Provinsi dan berbatasan)
Kebijakan Sektoral

ANALISIS KECENDERUNGAN DAN PREDIKSI


Daya dukung dan daya tampung lingkungan
Keterkaitan antar wilayah
Keterkaitan intra wilayah

Pelibatan peran
SKENARIO DAN KONSEP RENCANA TATA RUANG
masyarakat dan
KONDISI WILAYAH DAN KECENDERUNGAN
pemangku kepentingan
Wilayah administratif
(PP No. 68/2010)
RENCANA TATA RUANG
Geologi, hidrogeologi, dan bencana geologi
Tujuan, kebijakan, dan strategi tata runag
Hidrologi, sumber daya air, banjir dan genangan
(Arahan) rencana struktur ruang : sistem pusat dan
Sumber daya alam, lingkungan, dan hayati
hirarki infrastruktur
Demografi dan kecenderungannya
(Arahan)
pola ruang : kawasan lindung dan
Pelibatan rencana
peran
Sosial dan budaya
budidaya
masyarakat dan
Ekonomi dan keuangan

Rencana
kawasan strategis
pemangku kepentingan
Tingkat kesejahteraan
Arahan
pemanfaatan ruang
(PP No. 68/2010)
Prasarana dan sarana dasar
Arahan pengendalian pemanfaatan ruang
Penggunaan lahan
Kelembagaan dan pengembangan kapasitas
Konservasi dan kawasan lindung
Pembiayaan pembangunan

14

Prosedur Penyusunan RTRW


PENYUSUNAN RTRW

Tahap Persiapan
a. Persiapan awal:
- pemahaman KAK
- Penyiapan RAB

b. Kajian awal data sekunder:


- Review RTRW yang ada
- Kajian kebijakan terkait
lainnya

c. Persiapan Teknis:
- Penyimpulan data awal
- Perumusan metodologi
- Penyusunan rencana kerja
rinci
- Penyiapan perangkat survai

Pemberitaan Penyusunan
RTRW

Peran
Masyarakat

Keterlibatan pasif
masyarakat dalam
menerima informasi
penataan ruang

Pengumpulan Data dan


Informasi
(Primer & Sekunder)
Data & informasi yang
dibutuhkan:
a. Peta dasar (RBI dan citra
satelit);
b. Kebijakan penatan ruang
dan kebijakan sektoral
terkait;
c. Kondisi fisik/lingkungan
dan sumber daya alam;
d. Sumber daya buatan/
prasarana dan sarana;
d. Kependudukan dan
sumber daya manusia;
e. Perekonomian, sosial dan
budaya;
g. Kelembagaan; dan
j. Data lainnya sesuai
karakteristik wilayah.

PENETAPAN
Perumusan Konsepsi RTRW

Analisis

Konsep Pengembangan
Analisis terhadap data & informasi:
a. Identifikasi daerah fungsional
perkotaan (Functional Urban
Area) yang ada di wilayah;
b. Analisis sistem pusat-pusat
permukiman (sistem perkotaan)
yang didasarkan pada sebaran
daerah fungsional perkotaan
yang ada di wilayah;
c. Analisis daya dukung dan daya
tampung wilayah serta
optimasi pemanfaatan ruang.

a. Rumusan tujuan, kebijakan,


dan strategi pengembangan
wilayah; dan
b. Konsep pengembangan
wilayahi

Penyusunan
Raperda

Rencana

1. Tujuan, Kebijakan dan


Strategi Penataan Ruang
Wilayah;
2. Rencana Struktur Ruang;
3. Rencana Pola Ruang;
4. Penetapan Kawasan
Strategi;
5. Arahan Pemanfaatan
Ruang Wilayah; dan
6. Arahan Pengendalian
Pemanfaatan Ruang
Wilayah

Penyusunan Naskah
Rancangan
Peraturan Daerah
(Raperda) tentang
RTRW

Proses Penetapan
1. Persetujuan
Substansi
2. Proses
Pengesahan
RTRW (yang
diatur dalam
ketentuan
peraturan
perundangundangan terkait
lainnya)

Analisis Aspek di atas


Beberapa Alternatif Konsep

Pengumpulan Data
Sekunder
Wawancara
Kuesioner

Masalah

Peluang

Observasi

Tantangan

Hambatan

Potensi

Penilaian Terhadap
Alternatif Konsep

Kecenderungan
Kompilasi Data

* Pemberian data & informasi


* Pendataan & pemberian masukan: aspirasi dan
opini masyarakat dan kebijakan sektor
* Identifikasi potensi masalah penataan ruang

Permen PU No. 15,16,17/PRT/M/2009

Konsep Terpilih

Penyampaian opini, aspirasi masyarakat terkait:


* kebijakan & strategi penataan ruang
* rumusan RTRW provinsi

Penyampaian keberatan/sanggahan
masyarakat terhadap konsep dan Raperda
RTRW provinsi

15

Pengintegrasian KLHS dalam Penyusunan


Rencana Tata Ruang

KEBIJAKAN TERKAIT
KLHS
: ANALISIS
DAN SINTESIS
RPJP Nasional,
Provinsi,
Kabupaten/Kota
- RTRW
Pelampauan
daya Provinsi
dukung dan
daya tampung lingkungan
Nasional,
(berbatasan),
- Kabupaten/Kota
Dampak dan risiko (dalam
negatif terhadap
Provinsilingkungan
dan berbatasan)
Pelibatan peran
Penurunan
kinerja
layanan
dan
jasa ekosistem

Kebijakan
Sektoral
masyaratakat
- Inefisiensi pemanfaatan sumber daya alam
(PP No. 68/2010)
- Kerentanan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim
ANALISIS
KECENDERUNGAN
DAN
PREDIKSI
- Penurunan
ketahanan
keanekaragaman
hayati
Gambaran fisik, lingkungan, sumber daya alam,

Daya
dukung
dan
daya
tampung
lingkungan
ekonomi, dan sosial
dan isu perencanaan
KLHSwilayah
: ISU STRATEGIS
Keterkaitan antar wilayah
Kondisi lingkungantata
hidupruang
dan kecenderungannya
Keterkaitan intra wilayah
Isu strategis lingkungan hidup dan pembangunan
Pelibatan peran
berkelanjutan, terutama terkait perubahan iklim ,
peningkatan GRK, kenaikan muka laut, intensitas dan
masyarakat danKLHS : PENGARUH RENCANA TERHADAP LINGKUNGAN
SKENARIO
DAN KONSEP
RENCANA TATA
RUANG
Skenario
perkembangan
dan pertumbuhan
terhadap
daya dukung
frekuensi extreem events; peningkatan intensitas dan pemangku kepentingan
lingkungan
hidup
KONDISI
WILAYAH
KECENDERUNGAN
cakupan
wilayah
bencanaDAN
banjir,
longsor, kekeringan, atau(PP No. 68/2010)
Skenario perkembangan terhadap kerentanan keanekaragaman hayati
kebakaranadministratif
hutan dan lahan; kerusakan, kemerosotan,
Wilayah
RENCANA
TATAkinerja
RUANG
Skenario perkembangan
terhadap
dan kualitas jasa ekologis
kepunahan,
atau perubahan
signifikan
terhadap
Geologi,
hidrogeologi,
dan
bencana
geologiekosistem

Tujuan,
kebijakan,
dan
strategi
runag
Kapasitas adaptasi terhadap bencana tata
letusan
gunung dan dampak
penyangga
keanekaragaman
hayati;
berkurangnya
Hidrologi, sumber daya air, banjir dan genangan

(Arahan)
rencana
struktur
ruang
:
sistem
pusat dan
ikutannya
kawasan berfungsi lindung; gangguan terhadap ketahanan
Sumber daya alam, lingkungan, dan hayati
Pelibatan
peran

Pengaruh
kumulatif
dalam
konstelasi
wilayah
sekitarnya
dan yang lebi
hirarki infrastruktur
pangan; penurunan mutu dan kelimpahan sumberdaya
Demografi dan kecenderungannya
luas
alam; peningkatan alih fungsi kawasan hutan dan/atau
masyarakat
(Arahan) dan
rencana pola ruang : kawasan lindung dan
Sosial dan budaya
lahan; peningkatan jumlah penduduk miskin atau
pemangku
kepentingan
budidaya
Ekonomi
keuanganmasyarakat
KLHS
: ALTERNATIF
penurunandan
kesejahteraan
No. 68/2010)
(PP
Rencana
kawasan
strategis DAN EVALUASI RENCANA
Tingkat kesejahteraan
Skenario
pertumbuhan ekonomi
Arahan pemanfaatan
ruang dan penduduk
Prasarana dan sarana dasar
Pusat
kegiatan
dan intensitasnya
Arahan
pengendalian
pemanfaatan ruang
Penggunaan lahan
Sistem dan jaringan transportasi
Kelembagaan dan pengembangan kapasitas
Penggunaan lahan
Konservasi dan kawasan lindung
Pembiayaan pembangunan
Alternatif fasilitas dan utilitas dan sumbernya
16
Alternatif program pembangunan dan kewilayahan
Alternatif tahapan pembangunan

PERSIAPAN
Penganggaran penyusunan RTRW
Kajian awal
Perumusan metodologi
Rencana kerja dan pembentukan tim

Peninjauan Kembali RTRW

Naskah Akademik Dan Rancangan Perda


Proses Birokratik Dan Politik

Perda RTRW provinsi/kabupaten/kota


Program Pembangunan Dan Development
Proposal

Implementasi program dan kegiatan pembangunan


Pengendalian Pemanfaatan Ruang
Perijinan, Pengawasan, Penertiban

Satu kali dalam 5 tahun


atau lebih cepat

PENINJAUAN KEMBALI RTRW :


Pengkajian, Evaluasi, Penilaian, dan Rekomendasi

Monitoring dan Evaluasi


Proses Teknokratik dan Birokratik

Deviasi/simpangan

Perbaikan perda dan


penertiban terhadap
pelanggarann RTRW

Revisi RTRW
17

Pengintegrasian KLHS dalam Peninjauan


Kembali RTRW
KAJIAN LINGKUNGAN untuk MUATAN KLHS

Kajian daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup


Kajian kinerja
jasa
ekosistemDan Rancangan Perda
Naskah
Akademik
Kajian potensi sumber daya alam dan pemanfaatannya
Kajian keanekaragaman hayati
Kajian perubahan iklim dan dampaknya terhadap kenaikan
muka laut, kenaikan suhu udara, perubahan cuaca ekstrim
Perda RTRW provinsi/kabupaten/kota
Kajian potensi sumber daya air, kejadian banjir, longsor, dan
kekeringan
Kajian kawasan hutan dan pengalihfungsiannya
Kajian potensi kebakaran hutan dan lahan
Kajian kesejahteraan masyarakat dan distribusinya
Implementasi
program
dan kegiatan
pembangunan
Kajian
tingkat kesehatan
masyarakat
dan kerentanannya

KLHS

Program Pembangunan Dan Development


Proposal

Pengendalian Pemanfaatan Ruang


Perijinan, Pengawasan, Penertiban

Satu kali dalam 5 tahun


atau lebih cepat

Proses Birokratik Dan Politik

PertimbanganPENINJAUAN
dan evaluasi daya
dukung RTRW
dan daya: tampung
KEMBALI
lingkungan
hidup
Pengkajian, Evaluasi, Penilaian, dan Rekomendasi
Pertimbangan dan evaluasi kinerja dan kualitas jasa ekologis
Pertimbangan dan evaluasi efisiensi pemanfaatan SDA
Pertimbangan dan evaluasi tingkat keanekaragaman hayati
Pertimbangan dan evaluasi dampak dan risiko lingkungan hidup
kumulatif
Perbaikan
dandampak perubahan iklim
Pertimbangan
danperda
evaluasi

penertiban terhadap
pelanggarann RTRW

Monitoring dan Evaluasi


Proses Teknokratik dan Birokratik

Deviasi/simpangan

Revisi RTRW

18

Korelasi Kebijakan (K),


Rencana (R), Program (P)
Rencana 1

Program A

Program tidak berdiri


sendiri, selalu mengacu
pada Rencana dan
Kebijakan

Umumnya, sebuah
dokumen Kebijakan
diterjemahkan ke dalam
Rencana dan Program

Dalam penyelenggaraan
KLHS, perlu pengenalan
secara sistemik substansi
KRP serta karakteristik
masing-masing KRP

Di Indonesia, suatu rencana


statutory mengandung
muatan kebijakan,
rencana, dan program yang
terkait sebagai suatu
kerangka logis (logical
framework)

Program B

Program C
Kebijakan

Program X
Rencana 2

Program Y
Program Z

Perlu pengenalan secara sistemik substansi KRP


serta karakteristik masing-masing KRP
Setiap KRP yang berbeda akan mempunyai
substansi dan karakteristik yang berbeda pula,
misal RTRW vs RPJP/M

Muatan Rencana Tata Ruang

Sebuah rencana tata ruang wilayah , memuat:


Tujuan
Kebijakan
Strategi
Rencana (rencana pola ruang dan rencana
struktur ruang)
Arahan pengendalian pemanfaatan ruang)

Contoh Tujuan dalam RTRW

mewujudkan Kabupaten X yang maju, berdaya saing,


sejahtera, dan bermartabat sebagai daerah perbatasan
Jawa Tengah di bagian Timur melalui pengembangan
potensi kegiatan utama industri, pertanian, dan pariwisata,
dengan mengedepankan keseimbangan pembangunan dan
lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Contoh Kebijakan dalam RTRW

1. percepatan perwujudan fungsi dan peran pusat-pusat perkotaan yang telah


ditetapkan, yang dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas;
2. pembangunan prasarana utama untuk meningkatkan aksesibilitas, produksi,
produktivitas, koleksi, dan distribusi, serta mewujudkan keterpaduan
antarwilayah di Kabupaten dan antarwilayah kabupaten dengan wilayah lain
untuk mendukung pengembangan kawasan peruntukan industri
3. pemantapan kawasan konservasi;
4. pemantapan kawasan pertanian terpadu;
5. pengembangan kawasan pariwisata berbasis potensi alam dan karakteristik
lokal;
6. pengembangan industri berbasis potensi lokal;
7. pengurangan kesenjangan wilayah terutama wilayah bagian Selatan dan
Timur dengan wilayah bagian Barat melalui optimalisasi konsep agropolitan
berupa agroindustri, agrobisnis, dan agrowisata sebagai penggerak
pengembangan dan peningkatan nilai ekonomi kegiatan pertanian;

Contoh Strategi dalam RTRW


Kebijakan
1

percepatan perwujudan fungsi dan peran pusat-pusat perkotaan yang telah ditetapkan, yang
dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas

a) mempercepat perwujudan sistem pusat pelayanan perkotaan yang


terintegrasi dengan pusat pelayanan perdesaaan;
b) mendorong pertumbuhan pusat pelayanan pedesaan untuk mendukung
pelayanan perkotaan;
c) mengarahkan pengembangan pusat kegiatan industri, jasa, dan perdagangan
pada kecamatan-kecamatan tumbuh cepat yang berada di jalur-jalur utama
transportasi;
d) mengarahkan pengembangan kegiatan pertanian dengan implementasi
konsep agropolitan yang berpusat pada kota-kota tani di Karangpandan,
Jumapolo, dan Mojogedang; dan
e) mengarahkan pengembangan kegiatan pariwisata alam dan budaya yang
berbasis konservasi pada kecamatan-kecamatan yang berada di Lereng
Gunung Lawu sebagai penggerak utama dan potensi pariwisata lainnya
sebagai pendukung.

Klasifikasi Struktur Ruang


Struktur Ruang
Sistem perkotaan
Sistem jaringan transportasi
Sistem jaringan energi
Sistem jaringan transportasi
Sistem jaringan sumber daya air

Pola Ruang
Kawasan lindung
Kawasan budidaya
Kawasan strategis

Klasifikasi Pola Ruang


Kawasan lindung

Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya (kawasan hutan lindung, kawasan
bergambut, kawasan resapan air)

Kawasan perlindungan setempat (sempadan pantai, sempadan sungai, kawasan sekitar danau atau waduk, dan
ruang terbuka hijau)

Kawasan suaka alam, pelestarian alam, dan cagar budaya

Kawasan rawan bencana alam

Kawasan lindung geologi

Kawasan cagar alam geologi

Kawasan rawan bencana alam geologi

Kawasn yang memberikan perlindungan terhadap air tanah (kawasan imbuhan air tanah dan sempadan mata air)
Kawasan Budidaya

Kawasan peruntukan hutan produksi

Kawasan peruntukan hutan rakyat

Kawasan peruntukan pertanian

Kawasan peruntukan perikanan

Kawasan peruntukan pertambangan

Kawasan peruntukan industri

Kawasan peruntukan pariwisata

Kawasn peruntukan permukiman

Kawasn peruntukan lainnya


Kawasan strategis

Kawasan strategis berdasarkan kepentingan hankam

Kawasan strategis berdasarkan kepentingan pertumbuhan ekonomi

Kawasan strategis berdasarkan kepentingan pendayagunaan sumber daya alam/teknologi tinggi

Kawasan strategis berdasarkan kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup