Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

Di tengah kemajuan teknologi dan sistem kesehatan dunia saat ini,


beberapa negara masih bersentuhan dengan permasalahan malnutrisi
yang berdampak pada penurunan kualitas hidup masyarakat.

Kondisi

defisiensi mikronutrien memiliki dampak besar terhadap kesehatan


bangsa, seperti defisiensi zat besi menimbulkan anemia, defisiensi vitamin
A menimbulkan xeroftalmia dan ulkus kornea, serta defisiensi yodium
yang menyebabkan gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY)
merupakan salah satunya.1
GAKY di Indonesia merupakan salah satu masalah kesehatan
masyarakat yang serius mengingat dampaknya sangat besar terhadap
kelangsungan hidup dan kualitas sumber daya manusia. Selain berupa
pembesaran kelenjar gondok dan hipotiroid, kekurangan yodium jika
terjadi pada wanita hamil mempunyai resiko terjadinya abortus, lahir mati,
sampai

cacat

bawaan

pada

bayi

yang

lahir

berupa

gangguan

perkembangan syaraf, mental dan fisik yang disebut kretin. Dari sejumlah
20 juta penduduk Indonesia yang menderita gondok diperkirakan dapat
kehilangan 140 juta angka kecerdasan (IQ points).2,4
Indonesia termasuk negara yang masih berhadapan dengan
masalah malnutrisi, dalam hal ini defisiensi. Di saat negara-negara maju
dan sebagian negara berkembang sudah mengarahkan teknologi
kesehatan sampai tahap molekular, Indonesia masih berjuang mengatasi

berbagai kondisi defisiensi yang cukup menyedihkan. Salah satu masalah


defisiensi yang belum terselesaikan di Indonesia adalah defisiensi iodium
dengan kumpulan gejala disebut GAKY (Gangguan Akibat Kekurangan
Yodium)1
Yodium merupakan suatu unsur kimia. Yodium ditemukan di dalam
tubuh dalam jumlah yang sedikit, dan hanya diketahui memiliki peran
dalam sintesis hormon tiroid. Yodium diperoleh terutama melalui makanan
namun juga merupakan komponen dari beberapa obat, seperti agen
kontras radiologi, iodophor cleansers, dan amiodarone.3
Melihat begitu luas dampak dari GAKY, maka pemerintah telah
melakukan suatu program nasional dalam menanggulangi GAKY. Selain
program iodisasi garam, pemerintah Indonesia juga telah melaksanakan
distribusi kapsul minyak beryodium terutama bagi wanita usia subur di
kecamatan endemik berat dan sedang.4
Dari pemaparan diatas dapat diketahui bahwa pegaruh/dampak
GAKY begitu luas, sejak masih dalam kandungan, setelah lahir hingga
dewasa. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena dapat berpengaruh pula
pada kecerdasan dan perkembangan sosial masyarakat di kemudian hari.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
II.1

Definisi
Gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) adalah suatu

defisiensi yodium yang merupakan satu spektrum gangguan yang luas


sebagai akibat defisiensi yodium dalam makanan yang berakibat atas
menurunnya kapasitas intelektual dan fisik pada mereka yang kurang
yodium; serta dapat bermanifestasi sebagai gondok, retardasi mendal,
defek mental serta fisik dan kretin endemik.

Semua gangguan pada

populasi terserbut akan tercegah dengan masukan yodium cukup pada


penduduknya.2,10
II.2

Epidemiologi
Di seluruh dunia, tanah pada area geografi yang luas mengalami

kekurangan yodium. Dua puluh persen dari seluruh populasi, yang tinggal
pada 130 negara, diperkirakan tinggal di area yang mengalami
kekurangan yodium. Hal ini terjadi terutama pada daerah pegunungan
seperti

Himalaya,

pegunungan Alpen

Eropa

dan Andes

dimana

kandungan tanah beryodium telah hilang akibat longsor dan banjir.


Kekurangan yodium juga terjadi pada daerah dataran rendah yang jauh
dari lautan, seperti Afrika Tengah dan Eropa Timur. Orang yang
mengonsumsi produksi makanan lokal pada area ini memiliki resiko untuk
terjadinya gangguan akibat kekurangan yodium. 1,2,3
Dalam dua dekade terakhir, status nutrisi iodium secara global
sudah mengalami kemajuan. Berdasarkan International Council for
Control of Iodine Deficiency Disorders (ICCIDD), jumlah negara yang

mengalami defisinsi yodium telah menurun dari 54 negara pada tahun


2003 menjadi 32 negara pada tahun 2011. Akan tetapi, defisiensi yodium
masih menjadi masalah kesehatan paling penting. 10

Gambar 2.1 Distribusi defisiensi yodium pada negara berkembang3

Di dunia, terdapat 2,2 juta orang yang memiliki resiko menderita


GAKY. Pada populasi ini, 30-70% menderita goiter dan 1-10% menderita
kretinisme. Manifestasi klinis dari GAKY ditemukan lebih ditemukan pada
area geografis yang berkaitan dengan keberadaan selenium dan
defisiensi vitamin A dan pada daerah dimana zat goitrogen, seperti
singkong dijadikan makanan pokok.3
Di Indonesia, GAKY banyak ditemukan pada daerah pegunungan
seperti di Bukit Barisan, serta di tepi pantai seperti pantai Kebumen di
Jawa Tengah, dan Kepulauan Maluku. Di kabupaten Jember, Jawa Timur
juga termasuk daerah endemik sedang, dan sebagian besar kecamatan
yang ada di dalamnya termasuk dalam daerah endemis gondok. 2,7,9
Dilaporkan dalam hasil survai pemetaan gondok 1998 yang telah
dipublikasikan WHO tahun 2000, bahwa 18,8% penduduk hidup di daerah

endemik ringan, 4,2% penduduk hidup di daerah endemik sedang, dan


4,5% penduduk hidup di daerah endemik berat. Diperkirakan pula sekitar
18,2 juta penduduk hidup di wilayah endemik sedang dan berat; dan 39,2
juta penduduk hidup di wilayah endemik ringan. Menurut jumlah
kabupaten di Indonesia, maka diklasifikasikan 40,2% kabupaten termasuk
endemik ringan, 13,5% kabupaten endemik sedang, dan 5,1% kabupaten
endemik berat.1,4
Tahun 2003 dilakukan survei nasional, yang dibiayai melalui Proyek
Intensifikasi Penanggulangan GAKY (IP-GAKY), untuk mengetahui
dampak dari intervensi program penanggulangan GAKY. Dari hasil survei
ini diketahui secara umum bahwa TGR pada anak sekolah masih berkisar
11,1%. Survei nasional evaluasi IP GAKY ini menunjukkan bahwa 35,8%
kabupaten adalah endemik ringan, 13,1% kabupaten endemik sedang,
dan 8,2% kabupaten endemik berat.4
II.3

Etiologi
Kekurangan yodium merupakan penyebab utama gondok endemik

dan terdapat di daerah-daerah dimana tanahnya tidak mengandung


banyak yodium, hingga produk yang dihasilkannya juga mengandung
sedikit yodium. Zat goitrogen adalah bahan yang dapat mengganggu
hormonogenesis tiroid sehingga akibatnya tiroid dapat membesar. Zat
goitrogen seperti yang ditemukan pada kubis dapat menyebabkan
pembesaran kelenjar gondok, begitu pula dengan beberapa bahan
makanan lain misalnya kacang tanah, kacang kedele, singkong, bawang

merah, bawang putih. Flour dan kalsium menghambat penggunaan


yodium oleh tiroid hingga merupakan goitrogen juga. 5
II.4

Patofisiologi
Makanan beryodium diserap secara mudah melalui usus dalam

bentuk iodida. Dari sirkulasi, iodida di konsentrasikan pada kelenjar tiroid


melalui sebuah pompa natrium iodida bergantung energi. Pada sel
folikel dari kelenjar tiroid, 4 atom iodine tergabung ke dalam setiap
molekul tiroksin (T4), dan 3 atom tergabung dalam setiap molekul
triiodotironin (T3). Hormon ini penting untuk perkembangan saraf,
perkembang seksual, dan pertumbuhan serta regulasi dari metabolisme,
panas tubuh dan energi.3
Ketika asupan yodium dari makanan inadekuat untuk sintesis
hormon tiroid, kadar T4 serum awalnya menurun dan terdapat beberapa
proses untuk mengembalikan produksi hormon tiroid yang adekuat.
Kelenjar hipofisisi mendeteksi adanya kadar T 4 yang rendah pada
sirkulasi, dan mengeluarkan thyroid-stimulating hormone (TSH) yang
lebih. TSH menstimulasi pertumbuhan dan aktivitas metabolisme dari sel
folikel tiroid. TSH menstimulasi masing-masing sel untuk meningkatkan
pengambilan iodine dan sintesis dan sekresi hormon tiroid. Peningkatan
kadar

TSH

dan

penurunan

penyimpanan

iodine

mengakibatkan

peningkatan produksi T3 relatif terhadap produksi T4. T3 20-100 kali lebih


aktif secara biologik daripada T4 dan membutuhkan lebih sedikit atom
iodine untuk biosintesis. Peningkatan produksi T3 merupakan hasil dari

pemeliharaan kadar normal dari bioaktivitas hormon tiroid meskipun terjadi


penurunan kadar T4 karena adanya defisiensi yodium. 3
Proses ini cenderung untuk penyimpanan yodium dan membantu
pemeliharaan fungsi normol tiroid. Selain itu, hormon tiroid mengalami
deiodinasi di hepar, dan dikeluarkan kembali ke sirkulasi untuk reuptake
dan pemakaian kembali oleh kelenjar tiroid. Bahkan dalam keadaan ini,
yodium secara pasif hilang dalam urine, dengan sedikit tambahan
kehilangan (10%) dari sekresi empedu ke dalam usus.3
II.4.1 Goiter dan hipertiroidisme
Pembesaran hormon tiroid dimulai sebagai proses adaptif terhadap
intake yodium yang rendah. Defisiensi yodium adalah penyebab paling
umum terjadinya goiter di dunia. Goiter awalnya difus namun menjadi
nodular. Beberapa nodul menjadi otonom dan mensekresi hormon tiroid,
terlepas dari jumlah kadar TSH. Nodul otonom ini telah terbukti berisi
mutasi aktivasi-TSH. Awalnya hormon tiroid yang dihasilkan oleh normal
tiroid dibandingkan nodul otonom tidak cukup untuk memelihara kondisi
eutirodisme.

Nodul

otonom

ini

dapat

yodium,

seperti

menyebabkan

adanya

hipertiroidisme.3
Peningkatan

kadar

yang

ditemukan

pada

pewarnaan kontras radiografi atau amiodarone, dapat menyebabkan


hipertiroidisme dalam keadaan goiter nodular dengan hot atau nodul
otonom atau hipotiroidisme dalam keadaan penyakit tiroid autoimun. Jika
total hormon tiroid yang dihasilkan oleh nodul otonom berlebihan

dibanding yang dihasilkan oleh hormon tiroid normal, penderita secara


biokimiawi menjadi hipertiroid. Kondisi ini diketahui sebagai goiter toksik
multinodular.3
II.4.2 Hipotiroidisme
Ketika defisiensi yodium jauh lebih berat, hormon tiroid menurun
dan penderita jatuh ke dalam keadaan hipotiroid. Pada kasus ini, orang
dewasa memiliki gejala dan tanda umum dari hipotiroidisme.

Namun,

hipotiroidisme kongenital (diketahui sebagai kretinsime) pada fetus dan


anak kecil mencegah terjadinya perkembangan dan maturasi dari sistem
saraf pusat yang menyebabkan adanya retardasi mental permanen, defek
neurologik dan abnormalitas pertumbuhan.3
II.5
dapat

Manifestasi klinik
Tanda awal dari defisiensi yodium adalah pembesaran tiroid, yang
menjadi

multinodular

kapanpun.

Pada

pasien

dengan

hipotiroidisme karena defisiensi yodium berat, gejala yang dapat muncul


berupa kulit kering, edema periorbita, dan adanya perlambatan fase
relaksasi pada refleks tendon.2,3
Tabel 1. Spektrum Gangguan Akibat Kekurangan Yodium

Kelompok

Gangguan Kesehatan akibat GAKY

Semua usia

Goiter, hipotiroidisme,
Abortus spontan, lahir mati, cacat bawaan
dankematian perinatal
Kretinisme endemik termasuk gangguan mental
dengan bisu, spastik diplegia, strabismus, hipotiroid
dan perawakan pendek serta kematian bayi

Fetus
Neonatus

Anak dan remaja


Dewasa

Gangguan fungsi mental, gangguan perkembangan


fisik dan Iodine induced hypertiroidism
Gangguan
fungsi
hypertiroidism

mental,

Iodine

induced

adaptasi

terhadap

II.5.1 Goiter
Goiter
kekurangan

atau
yodium.

gondok

merupakan

Apabila

reaksi

ukurannya

masih

terbatas,

bukan

merupakan masalah kecuali mungkin masalah kosmetik. Goiter ukuran


besar memang dapat mengganggu pernapasan karena tekanan pada
trakea, pasien mungkin mengeluhkan adanya suara serak, napas pendek,
batuk dan disfagia. Makin lama pembesaran ini makin bersifat lebih
multinodular. Makin meningkat usia makin tinggi prevalensinya. Pada pria
prevalensi ini mulai menurun dan lebih banyak sesudah usia dewasa
daripada penurunan pada wanita. 2,3

Gambar 2.2 goiter endemik pada 3 wanita dari Himalaya 3

10

II.5.2 Defisiensi Yodium dan Kesuburan


Umumnya diakui bahwa pada hipotiroidisme terdapat gangguan
kesuburan dan kehamilan. Wanita hamil dengan PBI rendah lebih banyak
mengalami abortus.2,3
II.5.3 Retardasi Mental
Intelligence quotient (IQ) anak yang lahir dari ibu dengan hormon
tiroid rendah namun bila diterapi dengan terapi substitusi akan lebih tinggi
dibandingkan dengan IQ anak yang lahir dari ibu yang tidak diberikan
susbtitusi.3
II.5.4 Hipotiroidisme
Hipotiroidisme terdapat di daerah dengan defisiensi yodium sedang
dan berat.

Hipotiroidisme yang terjadi sebelum 3 tahun akan

mengganggu perkembangan somatik, sedangkan di atas usia tersebut


hanya akan mengganggu perkembangan biokimiawi maupun klinik.
Hipotiroidisme sentral pada orang dewasa mengganggu konsentrasi dan
menyebabkan

rasa

lesu

malaise, selain

itu

juga menyebabkan

penambahan berat badan, intoleransi keadaan dingin, kulit kering,


konstipasi atau depresi.2,3
II.5.5 Kretinisme
Kretinisme neurologik dapat disebabkan oleh GAKY dengan ibu
yang mengalami hipotiroidisme daat kehamilan dengan karakteristik
retardasi mental, abnormalitas cara berjalan, dan tuli-bisu, dan bukan
karena goiter atau hipotirodisme pada masa kanak-kanak. 3
Kretinisme mixedematous sebagai hasil dari defisiensi yodium dan
hipotiroidsme pada fetus pada kehamilan trimester akhir dan periode
neonatus, yang mengakibatkan adanya retardas mental, perawakan
pendek dan hipotiroidisme.3
Pada kretinisme gangguan bersifat irreversibel. Pemberian unsur
yodium atau substitusi tiroid hanya akan memperbaiki somatik tetapi tidak

11

akan mempengaruhi gejala kretinnya. Di beberapa daerah di Indonesia


jumlah kretin endemik dapat mencapai 10% dari penduduk. 2

Gambar 2.3 Laki-laki dengan 3 wanita (usia 17-20 tahun) dengan


kretinisme myxedematous dari negara Kongo, Afrika.3

II.6

Pendekatan diagnostik
Teknik pengawasan untuk memonitor sufisiensi yodium pada

populasi termasuk penilaian volume tiroid, konsentrasi yodium urin, kadar


Tiroglobulin (Tg), dan kuesioner makanan. 3
Hasil dari penelitian fungsi tiroid biasanya berada dalam rentang
insufisiensi yodium ringan. Namun, pasien dengan eutiroidisme dan
defisiensi yodium, kadar TSH serum bisa normal atau menurun, kadar T 3
normal atau sedikit meningkat, dan kadar T 4 dapat normal atau menurun.
Hanya pada keadaan defisiensi yodium yang sangat ekstrim terjadi
hipotiroidisme, dengan adanya peningkatan nilai TSH serum, dan
penurunan kadar T3 dan T4.3
Populasi penelitian menunjukkan bayi dengan GAKY memiliki kadar
TSH yang meningkat saat lahir dan normal ketika dievaluasi beberapa
minggu kemudian. Keparahan dari hipotiroidisme yang diderita berkorelasi
dengan keparahan defisiensi yodium yang terjadi. 3

12

Pengukuran dari kadar Tg dapat menjadi indikator yang berguna


untuk menilai fungsi tiroid pada anak-anak dan mungkin lebih sensitif lagi
dibandingkan TSH serum atau T4. Defisiensi yodium dengan karakterstik
hiperplasia kelenjar tiroid dan goiter menunjukkan hasil Tg yang
meningkat, dan hasil Tg serum ini dapat menggambarkan nutrisi yodium
dalam periode beberapa bulan atau tahun.

3,6

II.6.1 Modalitas Pencitraan


Asupan yodium radioaktif dalam 24 jam dapat meningkatkan
yodium

dalam

GAKY

karena

meningkatkan

stimulasi

TSH

dan

menurunkan kolam yodium nonisotopic.3


Ukuran tiroid diperkirakan pada pemeriksaan USG telah terbukti
untuk mencerminkan status yodium pada populasi. Ketika goiter muncul
lebih

dari

5%

dari

populasi,

adanya

kekurangan

yodium

perlu

dipertimbangkan.3
II.6.2 Evaluasi urine yodium (Urinary Excretion Iodium)
Ginjal mengekskresikan sekitar 90% yodium yang diperoleh dari
makanan. Karena itu, tes diagnostik terbaik untuk mendeteksi GAKY pada
populasi adalah nilai tengah yodium urin tampung 24 jam. Jika urin
tampung 24 jam tidak dimungkinkan, rasio yodium dan kreatinin urin
sewaktu bisa digunakan. Pada kasus ini, nilai tengah yodium urin tampung
50 100 mcg per liter dikatakan defisiensi ringan, adanya 20-49 mcg

13

yodium per liter dikatakan defisiensi sedang, dan < 20 mcg per liter
dikatakan defisiensi berat.2,3

Tabel 2. Nutrisi Yodium berdasarkan UEI 2,6

Median UEI
g/L

Masukan
Yodium

Status nutrisi yodium

< 20

Tak mencukupi

Defisiensi yodium berat

20 49

Tak mencukupi

Defisiensi yodium sedang

50 99

Tak mencukupi

Defisiensi yodium ringan

100 199

Cukup

Optimal

200 299

Lebih dari cukup Ada risiko iodine-induced


hyperthyroidism (IIH) dalam kurun
waktu 5-10 tahun sesudah
pemberian garam beryodium pada
kelompok yang rawan

> 300

Berlebihan

Ada risiko kesehatan yang tidak


menguntungkan (IIH, autoimmune
thyroid disease)

* tidak berlaku pada wanita hamil dan menyusui


Tabel 3. Nutrisi Yodium berdasarkan UEI untuk Wanita Hamil

Median UEI g/L


< 150
150 249

Masukan Yodium
Tak mencukupi
Cukup

14

250 499
> 500

Lebih dari cukup


Berlebihan

II.6.3 Penemuan Histologik


Pada pasien muda dengan defisiensi yodium, penememuan yang
paling umum adalah hiperplasia difus pada kelenjar tiroid.

Secara

hitologik, hiperplasia ekstrem dapat terlihat dengan sedikit atau tidak


adanya koloid.3

Gambar 2.4 (A) Normal tiroid berisi sel tiroid yang tersusun dalam
lembaran monolayered yang menjadi tempat penyimpanan

15

hormon tiroid, koloid, sedangkan gambar (B)


Goiter
endemik, menunjukkan hiperplasia intens dengan tidak
adanya koloid. 3

Dengan pencitraan, goiter difus akibat defisiensi yodium menjadi nodular.


Secara histologik, goiter nodular dari area hiperplasia terpisah oleh area
yang mengalami degenerasi dan fibrosis. Pada pasien yang lebih tua,
kelenjar

tiroid

cenderung

lebih

heterogen

dengan

koloid

yang

mengandung vesikel, area hiperplastik, area degenerasi dan fibrosis.


II.7

Penatalaksanaan
Penderita dengan gangguan akibat kekurangan yodium harus

dikoreksi dengan rekomendasi oleh Institute of Medicine Amerika Serikat


(IOM) dan World Health Organization (WHO). Pada dewasa yang tidak
hamil, yodium 150 mcg/hari merupakan jumlah yang cukup untuk
mencapai fungsi normal tiroid. Tiroidektomi mungkin diindikasikan pada
pasien dengan gejala goiter yang besar.2,3
II.7.1 Sumber Pengganti Yodium
Pengganti yodium harus didasarkan pada rekomendasi IOM dan
WHO.

Pada orang dewasa, 150 mcg/hari merupakan jumlah yang

sufisiensi untuk mencapai fungsi normal tiroid. Pengganti yodium yang


paling mudah di dapat dengan menggunakan garam pada masakan atau
mengonsumsi multipel vitamin yang mengandung yodium.

Sumber

16

makanan lain yang mengandung yodium termasuk susu, kuning telur, ikan
laut.
IOM merekomensdasikan 220 mcg/hari yodium untuk wanita hamil,
dan

290

mcg/hari

untuk

wanita

yang

menyusui.

IOM

juga

merekomendasikan 90-120 mcg/hari yodium untuk anak usia 1-11 tahun.


asupan yang adekuat adalah 110-130 mcg/hari yodium untuk bayi. Selain
IOM, terdapat pula rekomendasi asupan yodium berdasarkan WHO,
UNICEF dan International Council for Control of Iodine Deficiency
Disorders (ICCIDD).
Tabel 4. Rekomendasi asupan yodium berdasarkan WHO, UNICEF, and
ICCIDD 2,3,6
Populasi (Usia)
Prasekolah (0 59 bulan)
Anak (6-12 tahun)
Remaja dan dewasa ( > 12 tahun)
Wanita hamil dan menyusui

Kebutuhan yodium
90 g
120 g
150 g
250 g

Pada negara berkembang, eradikasi defisiensi yodium sudah di


selesaikan dengan penambahan yodium pada air yang dikonsumsi atau
dengan injeksi minyak yodium.

II.7.2 Terapi Goiter Non Toksik yang Disebabkan Defisiensi


Yodium
Secara umum, goiter

yang diakibatkan GAKY jangka panjang

hanya berespon dengan jumlah kecil dari dan pasien beresiko untuk
berkembang menjadi hipotiroidisme.

Pasien tidak membutuhkan terapi

spesifik secara rutin kecuali ukuran goiter menjadi cukup besar dan

17

menimbulkan beberapa gejala (obstruksi trakea, oklusi inlet thoracic,


suara serak).3

Levotiroksin
Levotiroksin

eksogen

(L-T4)

dapat

digunakan

untuk

mengurangi ukuran goiter tetapi secara umum tidak efektif pada


dewasa dan remaja. Suplementasi L-T 4, ketika ditambahkan pada
T3 dan T4 yang disekresikan oleh nodul otonom pada goiter
endemik, dapat menyebabkan tirotoksikosis.3
Pemakaian L-T4 jangka panjang menyebabkan supresi kadar
TSH dibawah nilai normal dapat mengakibatkan efek merusak pada
jantung dan tulang; namum sekarang terapi L-T 4 sudah tidak
diberikan secara rutin pada pasein dengan goiter.3

Yodium Radioaktif

Yodium radioaktif (Iodine-131 [131I]) telah digunakan untuk


menurunkan volume tiroid pada pasien dengan goiter eutiroid
(menurunkan 40-60%). Resiko terkait penggunaan terapi

131

termasuk hipotiroidisme permanen.3

Pembedahan

Tiroidektomi dilakukan pada goiter berukuran besar yang


menimbulkan gejala obstruksi seperti batuk, stridor dan disfagia.
Jika goiter meluas hingga ke anteriot mediastinum, pembedahan
direkomendasikan

walau

tanpa

gejala

obstruksi.

Setelah

18

pembedahan dilakukan, pasien membutuhkan levotiroksin sebagai


terapi pengganti. 3

II.7.3 Medikamentosa
Target dari farmakoterapi adalah menurunkan morbiditas dan
mencegah komplikasi.
termasuk

agen

Medikasi digunakan dalam defisiensi yodium

antitiroid

(pottasium

iodide)

dan

produk

tiroid

(levotiroksin).3

Agen antitiroid (Potassium iodide)


Pottasium iodide merupakan pilihan pada negara industri. Di
absorbsi pada saluran cerna secara cepat dan komplit. Yodium
secara seimbang berada dalam cairan ekstraselular dan khususnya
dikonsentrasikan oleh kelenjar tiroid. 3

Produk tiroid
Hormon tiroid, L-tiroksin, dapat digunakan dalam terapi
defisiensi yodium, karena kandungan yodiumnya sekitar 60%.
Levotiroksin (L-T4) umumnya efektif dalam terapi defisiensi
yodium. Terapi hormon tiroid telah dipakai secara hati-hati untuk
mengecilkan goiter akibat defisiensi yodium. Kadar TSH harus
dimonitor secara hati-hati untuk mencegah tirotoksikosis akibat
nodul otonom pada goiter defisiensi yodium. 3
Dosis untuk hipotirodisme ringan 1,7 mcg/kg atau 100-125
mcg per hari PO. Pada kasus hipotiroidisme berat dosis awal yaitu
12.5-25 mcg per hari PO.3

19

II.8

Pencegahan
Pada populasi, gangguan akibat kekurangan yodium dapat dicegah

dengan mengonsumsi suplai makanan dan minuman yang mengandung


yodium. Pada kehidupan sehari-hari, yodium didapatkan dari garam. 4,8
Pada negara berkembang, cara alternatif untuk mendapatkan yodium
dengan injeksi suplemen minyak beryodium secara periodik. 3,4,8
II.9

Prognosis
Suplemetasi yodium tidak dapat membalikan kretisnisme atau

mengurangi ukuran pembesaran goiter nodular. Goiter nodular, kecil dan


berdurasi singkat yang terjadi saat bayi atau kehamilan dapat dikelola
secara efektif dengan suplementasi yodium.3
II.9.1 Morbiditas
GAKY ringan hingga sedang dapat menyebabkan abnormalitas
fungsi tiroid dan goiter endemik. Kretinisme jarang terjadi, tetapi populasi
yang mengalami defisiensi yodium berat memiliki prevalensi resiko untuk
terjadinya penurunan intelegensi dan retardasi mental. 3
Walaupun penyebab defisiensi yodium meningkatnya resiko
kanker tiroid belum diketahui secara jelas, tetapi proporsi yang lebih tinggi
dari kanker tiroid yang agresif (karsinoma tiroif folikular), dan peningkatan
angka kematian kanker tiroid ditemukan pada area dimana terjadi
defisiensi yodium endemik.3

20

KESIMPULAN

Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) di Indonesia


merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius
mengingat dampaknya sangat besar terhadap kelangsungan hidup dan
kualitas sumber daya manusia.
Kekurangan yodium merupakan penyebab utama gondok endemik
dan terdapat di daerah-daerah dimana tanahnya tidak mengandung
banyak yodium, hingga produk yang dihasilkannya juga miskin akan
yodium.

Zat

goitrogen

adalah

bahan

yang

dapat

mengganggu

hormonogenesis tiroid sehingga akibatnya tiroid dapat membesar.


Penatalakasanaan dari GAKY meliputi medikamentosa dan non
medikamentosa. Untuk medikamentosa seperti agen antitiroid dan produk
tiroid, sedangkan non medikamentosa seperti pembedahan dan yodium
radioaktif.
Pada populasi, gangguan akibat kekurangan yodium dapat dicegah
dengan mengonsumsi suplai makanan dan minuman yang mengandung
yodium.

Beberapa

program

pemerintah

telah

dijalankan

dalam

pencegahan terjadinya GAKY, meliputi yodisasi garam dan suntikkan


minyak yang mengandung yodium.

21

DAFTAR PUSTAKA

1. Pramono,

Laurentius. Gangguan akibat kekurangan iodium di

Indonesia : Tinjauan epidemiologis dan kebijakan kesehatan. Jurnal


Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 4, (2). 2009
2. Djokomoeljanto, R. Gangguan Akibat Kekurangan Iodium. Buku Ajar
Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Ed V. 2009. 2009-15.
3. Lee, Stephanie. Iodine deficiency. December 16, 2009. Available at :
http://emedicine.medscape.com/article/122714-overview [diakses : 13
Februari 2016]
4. Departemen Kesehatan RI. Rencana Aksi Nasional Kesinambungan
Program Penanggulangan GAKY. Depkes RI. Jakarta: 2009.
5. Rusdiana, L. Gangguan Akibat Kekurangan Yodium. Jakarta: 2014.
6. World Health Organization. Assessment of iodine deficiency disorders
and monitoring their elimination. A Guide for Programme Managers.
Third Edition. WHO: Genewa: 2007.
7. Ningtyas, dkk. Eksplorasi Kearifan

Lokal

Masyarakat

dalam

Mengonsumsi Pangan Sumber Zat Goitrogen terhadap Gangguan


Akibat Kekurangan Yodium. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional
Vol 8, (7). 2014
8. World Health Organization. Iodine deficiency in Europe. A continuing
public health problem. WHO: Genewa: 2007
9. Saidin, sukati. Hubungan keadaan geografi dan lingkungan dengan
gangguan akibat kekurangan yodium. Media Litbang Kesehatan
Volume XIX, (2). 2009

22

10.

Kim, Bu Kyung et al. Current Iodine Nutrition Status and

Awareness

of

Iodine

Deficiency

in

Tuguegarao,

International Journal of Endocrinology Volume 2014: 2014

Philippines.