Anda di halaman 1dari 4

PERAN SISTEM INFORMASI TERHADAP BISNIS & ORGANISASI

Sistem Informasi ialah suatu operasi yang digunakan untuk mendukung kegiatan
bisnis atau organisasi suatu kelompok atau perorangan yang meliputi data,proses
algoritmik,manajemen,komuniasi atau interaksi antar tiap orang, yang menggunakan
Teknologi Informasi atau bisa juga tanpa harus menggunakan Teknologi atau bisnis dan
organisasi perorangan dan kelompok mempunyai tujuan dan fungsi sama yang mendukung
suatu prosesnya. Dalam halnya sistem informasi banyak sekali yang memiliki peran
diataranya memiliki empat peran utama yaitu : Minimize Risk (Meminimalkan risiko
), Reduce Cost (Mengurangi Biaya), Add value (Tambahkan Nilai) dan Creating New Reality
(Membuat Realitas Baru).
Dalam bentuknya sistem informasi memiliki resiko beberapa faktor yang mempunyai
fungsi control tentang keuangan,data,perhitungan,keamanan dan informasi. Sistem Informasi
juga memiliki peran dalam mengurangi pengeluaran, Dengan penggunaan Sistem Informasi,
organisasi dapat menekan pengeluaran untuk pengadaan kertas/buku, sampai mempersingkat
waktu. Penggunaan SI tentunya juga membuat praktis proses-proses di dalam organisasi baik
dalam segi keuangan, manajemen stok barang, pembayaran pegawai dan lain-lain. Mungkin
sebuah organisasi akan melakukan pengeluaran yang besar dalam pengadaan alat-alat untuk
mendukung Sistem Informasi tersebut. Namun manfaat yang didapatkan sangat besar untuk
sebuah organisasi yang akan dicapai dalam beberapa waktu ke depan.
Adapun 3 tugas utama sistem informasi dalam organisasi, yaitu sebagai berikut :
1. Mendukung kegiatan operasional
2. Mendukung pengambilan keputusan
3. Mendukung keuntungan dalam persaingan strategis
Beberapa sistem informasi dapat diklasifikasikan sebagai sistem informasi operasi atau
manajemen, sementara yang lainnya menjalankan berbagai macam fungsi.

Peran Proses Bisnis Dan Operasional


Peranan sistem informasi untuk operasi bisnis yaitu untuk memproses transaksi bisnis,
mengontrol proses industrial, dan mendukung komunikasi serta produktivitas secara efisien.
a. Transaction Processing Systems (TPS)
TPS berkembang dari sistem informasi manual untuk sistem proses data dengan
bantuan mesin menjadi sistem proses data elektronik (electronic data processing
systems). TPS mencatat dan memproses data hasil dari transaksi bisnis, seperti
penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan/inventori. Sebagai contoh, TPS yaitu
pernyataan konsumen, cek gaji karyawan, kuitansi penjualan, order pembelian,
formulir pajak, dan rekening keuangan.
b. Process Control Systems (PCS)
Dalam sistem informasi operasi ini, akan secara rutin membuat keputusan yang
mengendalikan proses operasional, seperti keputusan pengendalian produksi. Hal ini
melibatkan process control systems (PCS) yang keputusannya mengatur proses
produksi fisik yang secara otomatis dibuat oleh komputer. Sebagai contoh PCS yaitu,
kilang minyak petroleum dan assembly lines dari pabrik-pabrik.
c. Office Automation Systems (OAS)
Dalam hal ini OAS mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mengirim data dan
informasi dalam bentuk komunikasi kantor elektronik. Contoh dari office automation
(OA) adalah word processing, surat elektronik. electronic mail, teleconferencing, dan
lain-lain.
Sistem Informasi menurut Laudon & Gordon :
Sistem Informasi adalah bagian dari Organisasi (Laudon & Laudon, 1995). Dari perspektif
bisnis, sistem informasi dapat didefinisikan sebagai teknologi informasi yang berorientasi
solusi untuk tantangan organisasi dan manajemen. Interaksi antara unit organisasi TI dan unit
lainnya merupakan penentu utama dari keberhasilan organisasi (Gordon & Gordon, 2000).

Penerapan sistem informasi dalam sebuah organisasi tentunya mempunyai banyak


keuntungan, selain waktu pengerjaan yang lebih cepat dengan adanya IT,teknologi IT juga
dapat menghemat baiaya promosi dan pemasaran. Sehingga tidak heran banyak organisasi
yang menggunakan sistem informasi ini karena lebih efektif. Adapun peran Sistem Informasi
secara umum diantaranya sebagai berikut:
1. Megurangi resiko
Setiap pekerjaan yang kita lakukan pasti mengandung resiko, begitu juga
dengan bisnis. Setiap bisnis memiliki resiko, terutama berkaitan dengan factor
faktor keuangan. Dengan adanya sistem informasi tersebut setidaknya bisa
mengurangi resiko yang mungkin bisa tejadi.
2. Mengurangi biaya
Peranan teknologi informasi dalam berbagai usaha pengurangan biaya-biaya
operasional perusahaan

pada akhirnya akan berpengaruh terhadap

profitabilitas perusahaan kita, jadi perusahaan yang kita akan terbantu jika
menerapkan peran Sistem Informasi tersebut.
3. Nilai tambah
Peranan selanjutnya dari teknologi informasi adalah untuk menciptakan value
atau lebih sederhanya kesan baik bagi pelanggan perusahaan. Sehingga
pelanggan bisa terpuaskan dengan jasa atau produk yang ditawarkan.
4. Menciptakan arena bisnis baru
Perkembangan teknologi informasi terakhir yang ditandai dengan pesatnya
teknologi internet telah mampu menciptakan suatu peluang bersaing baru bagi
perusahaan, yaitu di dunia maya.

http://novaa-dwi.blogspot.co.id/2012/05/peran-sistem-informasi-dalam-organisasi.html
http://denyoklex.blogspot.co.id/2009/12/peranan-sistem-informasi-dalam-bisnis.html Deny E
http://assegaff88.blogspot.co.id/2012/06/peran-sistem-informasi-dalam-organisasi.html
Ahmed