Anda di halaman 1dari 6

Fungsi darah :

Membawa produk sisa metabolism sel ke organ yang akan

mengekskresikannya.
Melawan infeksi (leukosit dan antibodi)

Membawa zat yang dibutuhkan kelenjar untuk menghasilkan sekret

Mendistribusikan secret kelenjar dan enzim.

Mendistribusikan panas ke seluruh tubuh.

Menjaga asam-basa darah

Menghentikan perederan (proses pembekuan)(Almas, 2012).

1.

D.

Alat Dan Bahan

Alat :

Centrifuge

Bahan :

Sampel darah

Corong

Larutan biuret

Tabung reaksi

Larutan NaCl 0,9 % 15

Rak tabung reaksi

Kertas saring

Gelas bekker

Mikro pipel + selotip

1.

E.
1.

ml
Larutan CaCl 20 % 5

tetes
Larutan (NH4)2 SO4 22 %

2 ml
Larutan NaCl 1 % 20 ml

Cara Kerja
Pemisahan plasma dan endapan
3 ml darah

endapan
Plasma

untuk percobaan 2

Di CeNtrifuge
Plasma

selama 10 15 menit dengan kecepatan 1500 rpm.


untuk pe

(sel darah)

1 ml plasma (menggunakan plasma)


+ 15 ml Nacl 0,9 %
+ 5 tetes Cacl 20%
Fitrat (Serum)
Endapan (fibrin)
Pemisahan Fibrin dan Serum
1.

Pemeriksaan globulin dan albumin(salting out)


1.

1 ml serum

Globulin

+ 2 ml (NH1)2 SO4 22%


Fitrat globulin
endapan
Di saring menggunakan kertas saring
endapan
Fitrat

untuk percobaan b

Bilas endapan dengan NaCl 1 % 20 ml


Tes biuret hingga berwarna biru muda

catat jumlah tetes biuret

Diamkan 30 menit
1.

Albumin

Fitrat Globulin
Ukur Volumenya
Fitrat
endapan
Fitrat
endapan
+ (NH4)2 SO4 22% 1:1
Air (larutkan endapan dalam air)
Tes protein dengan biuret tetes demi tetes hingga berwarna biru muda (catat jumlah
tetes biuret)
1.

F.
1.

No
1.

Hasil Pengamatan
Pemeriksaan Plasma dengan Endapan

Nama

Hasil

Perlakuan

Keterangan
Pengamatan
3 ml sampel darah Setelah sampel vena
Darah Dipisahkan
centrifuge
Vena(3 antaraplasmadenganendapa Plasma
(Darah) di
ml) n menggunakan centrifuge endapan
centrifuge selama
selama 10-15 menit dengan
10-15 dengan

Sampel

kecepatan 1500 rpm

kecepatan 1500 rpm


akun mengalami
pemisahan antara
plasmadarah
denganendapannya.

1.
No.
1.

Pemisahan Fibrin dengan Serum


Nama
Sampel

Perlakuan

Hasil Pengamatan

Plasma Sampel plasma di 1 ml plasma

Keterangan
1 ml plasma diambil

(1 ml)

Ditambah
15 ml Nacl
Nacl 0,9 % dan 5 5 tetes Cacl
tetes Cacl 20%
Didiamkan 30 menit
Fitrat
kemudian
endapan
didiamkan selama 1 ml serum
30 menit
tambahkan 15 ml

lalu ditambahkan 15
ml Nacl dan 5 tetes
Cacl, didiamkan
selama 30 menit,
maka terjadilah
endapan. Fitrat
adalah serum dan
endapan adalah
fibrm.

1.

Pemeriksaan Globulin dan Albumin


1.

No. Nama

Globulin
perlakuan

Hasil pengamatan

keterangan

Sampel
Serum (1 Sampel serum (1 1 ml serum
Di tambah 2 ml NH4
ml)
ml) ditambah 2 Di diamkan 30 menit
ml (N
Fitrat
H4)2 SO4 22% lalu endapan

1.

1 ml serum diambil
lalu didiamkan 2 ml
(NH4)2SO4
didiamkan 30

didiamkan 30

menit, maka terjadi

menit setelah itu

endapan lalu dilung

disaring dengan

endapan di bilas

kertas saring, lalu

dengan Nacl 1% 20

di bilas dengan

ml tertinggal di

Nacl dan di tetesi

saringan lalu di

biuret sampai

tetesi biuret hingga

biru.

berubah warna
menjadi biru muda

1.

G.

Pembahasan

Darah bersifat alkalis lemah dengan Ph 7,36 dan berfungsi sebagai alat transportasi
zat-zat terutama O2, mengatur reaksi-reaksi tubuh supaya konstan, untuk regulasi
panas badan dan pelindung terhadap kemungkinan infeksi. Darah terdiri dari sel
darah (eritrosit, leukosit, trombosit) dan plasma darah (fibrinogen, yaitu serum
darah yang terdiri dari albumin dan globulin).Pada praktikum ini, kami
menggunakan sampel darah yang sebanyak 3 ml yang diambil dari salah satu
anggota kelompok. Sampel darah tersebut diletakkan pada tabung reaksi dan
disentrifuge selama 10-15 menit dengan kecepatan 1500 rpm (rotate per menit),
setelah disentrifugasi, plasma darah akan terpisah dengan endapan. Karena, jika

darah diputar pada sentrifuge maka zat protein tersebut akan mengendap dan
terpisah sebagai endapan darah. Sisanya, berupa cairan bening/jernih yang disebut
plasma.Plasma darah terpisah, karena pada endapan darah terkandung protein yang
berperan dalam pembekuan darah.Selanjutnya, dilakukan pemisahan antara fibrin
dan serum. Pemisahan dilakukan dengan menambahkan 2 ml plasma dengan 15ml
Nacl 0,9% dan 5 tetes Cacl 20% setelah itu didiamkan kurang lebih 30 menit,
sehingga terbentuk endapan gel di dalam gelas beker. Pada penelitian kami, terdapat
endapan gel dan sedikit cairan di dalam gelas beker. Gel tersebut adalah fibrin, dan
cairan sisanya adalah serum. Adapun fibrinogen berfungsi untuk pembekuan darah.
Saat terjadi luka, benang-benang fibrin akan terbentuk dan membentuk anyaman
untuk menjaring sel darah dan menutupi luka. Sifat fibrinogen yang membekukan
darah membuatnya berubah menjadi gel dan berpisah dari serum.
Prosedur kerjanya ketiga adalah pemisahan globulin dan albumin.Di dalam serum
terdapat protein albumin dan globulin.Untuk mendapatkan atau menentukan
adanya globulin ditambahkan (NH4)2 SO4 22% (ammonium sulfat jenuh).Prosedur
ini untuk memisahkan protein dengan salting out.Protein mempunyai struktur yang
tidak stabil sehingga mudah mengalami denaturasi yang meliputi presipitasi dan
koagulasi.Albumin merupakan protein yang larut dalam air sedangkan globulin
mempunyai sukar larut dalam air. Akan tetapi di dalam serum yang mengandung
kedua protein (albumin dan globulin) ini ditambahkan garam ammonium sulfat
22%, maka protein akan terdenaturasi atau daya larut globulin akan berkurang
sehingga globulin akan terpisah sebagai endapan. Denaturasi protein ini dipengaruhi
adanya garam logam berat, Ph, panas, perubahan tipe pelarut dan
lain sebagainya.Pada denaturasi terjadi perubahan terhadap struktur sekunder
ternier, dan kuartener.Molekul protein tanpa terjadinya pemecahan ikatan kovalen
sehingga terkadang dapat berlangsung secara rifersebel dan dapat mengalami
metanuvasi atau penyusunan kembali molekul protein. Dimana globulin akan
mengendap pada penambahan amonium sulfat 22% sedangkan albumin akan larut
pada penambahan amonium sulfat 22%. Pengendapan dapat terjadi karena saat
amonium sulfat 22% ditambahkan pada serum, ion-ion garam amonium sulfat
menarik molekul air dan albumin menjauh dari globulin. Hal ini disebabkan ion-ion
pada garam amonium sulfat memiliki muatan berat jenis yang lebih besar
dibandingkan protein, sehingga ketika ditambahkan akan berikatan dengan molekul
air dan albumin yang dapat memaksa globulin berinteraksi, dan ketika
menambahkan amonium sulfat dalam jumlah cukup menyebabkan terpresifitasi.
Setelah protes ini, akan didapatkan endapan globulin yang akan disaring dengan
kertas saring dan diperoleh fitrat yang akan digunakan untuk pengujian albumin.
Dengan analisis nitrogen dalam fitrat, setelah pemisahan tersebut, diperoleh

albumin dalam serum. Karena sifat albumin yang tidak larut atau mengendap dalam
amonium sulfat jenuh atau larutan garam yang sangat pekat, maka setelah fitrat
ditambah (NH4)2 SO4 22% diperoleh endapan gel. Kemudian, masing-masing
endapan dilakukan pemisahan, pemisahan globulin dilakukan dengan menuangkan
cairan pada corong yang telah diberi kertas saring dan dibawahnya terletak gelas
beker, endapan berupa gel akan tersangkut pada kertas saring dan fitratnya akan
mengalir ke beker gelas. Endapan berupa gel tersebut kemudian dibilas
menggunakan pelarut Nacl 1 % (sifat globulin larut dalam larutan garam encer)
dengan volume kurang lebih 20 ml. Larutan ini kemudian ditetesi menggunakan
biuret untuk membuktikan adanya protein dalam darah. Apabila setelah diberi
tetesan biuret, larutan berubah warna menjadi warna biru muda, darah pasitif
mengandung protein globulin.
Untuk albumin, dilarutkan dalam air (sifat albumin larut dalam air) dan di lakukan
uji biuret.Pertama, ukur volume fitrat globulin dan tambahkan dengan (NH4) SO4
22%, kemudian diamkan hingga 30 menit.Selain itu, saring cairan menggunakan
kertas saring. Endapan yang tersisa pada kertas saring itulah yang akan dilarutkan
ke dalam air sebanyak 20 ml, dan dilakukan uji biuret. Apabila setelah diberi tetes
biuret berubah warna menjadi biru muda berarti darah positif mengandung
albumin. Dari kedua percobaan diperoleh menjadi hasil positif uji biuret, perubahan
warna bias terjadi karena biuret bereaksi terhadap ikatan popride pada protein.
Hitunglah seberapa banyak tetesan biuret tersebut, semakin banyak tetesan biuret
tersebut, semakin banyak tetesan biuret, maka semakin sedikit kadar proteinnya.
Sebaliknya, semakin sedikit tetesan biuret maka semakin banyak kadar proteinnya.
Dalam parktikum kami tetesan biuret untuk pemeriksaan globulin sebanyak 65 dan
untuk albumin 33 tetes.
1.

H.
1.

Kesimpulan
Cara memisahkan plasma dari endapan darah yaitu darah disentrifuge
10-15 menit dengan kecepatan 1000 rpm. Maka akan terlihat lapisan atas
bening (plasma) dan bagian endapan darah.

2.

Cara memisahkan fibrin dan serum yaitu 1 ml plasma ditambah 15 ml


Nacl 0,9% dan 5 tetes Cacl 20%, maka akan terjadi endapan. Fitrat adalah
fibrin.

3.

Globulin dalam serum mengandung protein yang lebih sedikit dari


albumin. Terbukti pada pemeriksaan endapan globulin yang ditetesi
biuret membutuhkan 65 tetes.

4.

Albumin dalam serum mengandung protein yang lebih banyak.


Terbukti pada pemeriksaan endapan albumin yang ditetesi biuret
membutuhkan 33 tetes.