Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.
Pada dasarnya kesehatan merupakan salah satu aspek yang menentukan tinggi
rendahnya standar hidup seseorang. Status kesehatan yang baik dibutuhkan oleh
manusia untuk menopang semua aktivitas hidup. Setiap individu akan berusaha
mencapai status kesehatan tersebut dengan menginvestasikan dan atau mengkonsumsi
sejumlah barang dan jasa kesehatan. Maka untuk mencapai kondisi kesehatan yang baik
tersebut dibutuhkan sarana kesehatan yang baik pula.
Ilmu ekonomi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam
menggunaan dan memanfaatkan sumber alam yang ada (yang relatif terbatas) untuk
memenuhi kebutuhan hidup yang tidak terbatas.
Ilmu ekonomi perlu dipelajari karena:Kebutuhan manusia yang tidak terbatas, Alat
pemuas kebutuhan yang terbatas dan Sumber-sumber alam dalam keadaan asli tidak
semuanya dapat langsung digunakan.
Teori ekonomi menjelaskan ttg perilaku individu dan masyarakat dalam menentukan
pilihan utk menggunakan Sumber Daya yang langka dalam upaya meningkatkan
kualitas hidupnya (Rahardja & Manurung, 1999)
Masalah dalam ekonomi adalah The Art of Choice (seni pemilih) : pemecahan
terhadap pertanyaan what, how, dan whom dalam prinsip ekonomi.
Ekonomi Mikro: Salah satu cabang ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku
pelaku-pelaku ekonomi yang berada dalam sistem perekonomian (yaitu konsumen
secara individual/ sebuah perusahaan).
Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling
bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah
barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan
kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.

1.2. Tujuan
1. Tujuan Umum
a. Untuk Mengetahui Hubungan Demand and Supply dalam Pelayanan Kesehatan
1

2. Tujuan Khusus
a Untuk Mengetahui Market Pasar dan Kompetisi Pasar
b. Untuk mengetahui demand dalam sector kesehatan
c. Untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi Demand dan Supply
d. Untuk Mengetahui Hukum dan Kurva Demand and Supply
1.3. Ruang Lingkup Masalah
Makalah ini membahas tentang Hubungan Demand and Supply dalam Pelayanan
Kesehatan, Market Pasar dan Kompetisi Pasar, demand dalam sector kesehatan seperti
demand for Health, demand for Health care, Faktor-faktor yang mempengaruhi Demand
dan Supply dan Hukum dan Kurva Demand and Supply.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Supply and demand merupakan kekuatan untuk menggerakkan pasar
1. Mekanisme Pasar
Pasar dalam pengertian ilmu ekonomi adalah pertemuan anatara permintaan
dan penawaran, dan pasar bersifat interaktif bukan fisik. Mekanisme pasar adalah
kecenderungan dalam pasar bebas untuk terjadinya perubahan harga sampai pasar
menjadi seimbang (jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta).
Namun, mekanisme pasar bisa disebut juga sebagai proses penentuan tingkat harga
berdasarkan kekuatan permintaan dan penawaran. Mekanisme pasar terbagi menjadi
dua yaitu permintaan dan penawaran.
Pembeli adalah kelompok yang menentukan (Demand) Permintaan barang/
jasa, Pembeli adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam
masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun
makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk
tersebut untuk dijual kembali, maka dia disebut pengecer atau distributor.
Penjual merupakan kelompok yang menentukan penawaran (supply)
barang/Jasa (Mankiw,2012).
2. Kompetisi Pasar
Adalah satu kondisi dimana terdapat banyak penjual dan pembeli sehingga
keberadaannya tidak mempengaruhi harga pasar.
Contoh: Pada jasa layanan GP, jumlah dokter umum banyak dan pasien yang
membutuhkan jasa pelayanan dokter umum sangat banyak, sehingga baik dokter
umum maupun pasien tidak bisa mengatur harga
3. Konsep keinginan (Want), Permintaan (Demand), Needs(Kebutuhan)
a. Keinginan(want)
Kebutuhan (needs) yang dibentuk oleh budaya dan kepribadian individu itu
sendiri , Dalam sektor kesehatan seperti barang atau pelayanan yang diinginkan
pasien karena dianggap terbaik bagi mereka, contohnya: Obat yg bekerja cepat,
dokter spesialistik, alat canggih
b. Permintaan (Demand)
Keinginan yang di dukung oleh daya beli. Dalam Sektor kesehatan Pelayanan
yang sesungguhnya dibeli oleh customer pelayanan kesehatan (pasien) ,
Keinginan untuk lebih sehat diwujudkan dalam perilaku mencari pertolongan
3

tenaga kedokteran, hal ini biasanya dipengaruhi oleh pendapat medis dari dokter,
faktor lain, misalnya: pendapatan dan harga obat
c. Kebutuhan Manusia seperti Sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, dll.
Keinginan atas barang dan jasa yang perlu dipenuhi untuk mempertahankan
kelangsungan hidup.
Sektor kesehatan Kuantitas brg/pelayanan yang di secara objektif dipandang
terbaik untuk digunakan memperbaiki kondisi kesehatan pasien, Biasanya
diberikan oleh dokter, namun kualitas pertimbangan dokter ditentukan dari
pendidikan, peralatan dan kompetensi dokter
3.1. Permintaan (Demand)
1. Pengertian Permintaan.
Permintaan adalah sejumlah barang atau jasa yang diinginkan dibeli atau
dimiliki pada berbagai tingkat harga pada waktu tertentu. Fungsi permintaan dalam
ilmu ekonomi adalah sebuah fungsi yang menunjukan hubungan antara harga barang
dengan jumlah barang yang diminta oleh masyarakat. "Fungsi Permintaan" berasal
dari dua kata, yaitu fungsi dan permintaan. "Fungsi" adalah ketergantungan suatu
variabel dengan variabel lainnya. Fungsi secara umum ditulis y = F(x). Secara grafik,
digambarkan dengan y = sumbu vertikal, x = sumbu horizontal dan F menyatakan
ketergantungan y terhadap x. Sedangkan "permintaan" adalah banyaknya barang dan
jasa yang dibutuhkan masyarakat.
Dalam ilmu ekonomi, fungsi permintaan ditulis sebagai p = F(q). Dimana p,
garis vertikal, adalah Price (harga barang), dan q, garis horizontal, adalah Quantity of
Goods (Banyaknya barang), dan F menyatakan ketergantungan antara harga dengan
jumlah barang.
Fungsi permintaan memiliki beberapa sifat khusus, di antaranya:

Fungsi permintaan bersifat negatif. Artinya, jika nilai p bertambah, maka nilai
q akan berkurang, begitu juga sebaliknya. Hingga suatu saat nilai p akan
menyentuh titik tertinggi (harga maksimal), titik q akan menyentuh titik
terendah (barang tidak ada), sebaliknya, q akan menjadi barang bebas jika

titik p mencapai titik terendahnya (harga 0 atau gratis).


Titik titik pada fungsi permintaan tidak dapat memiliki nilai negatif dan tidak
mungkin bernilai tak terhingga (~), ini berarti fungsi permintaan selalu

terletak di kuadran I.
Fungsi permintaan bisa berbentuk linier atau kurva.
4

Fungsi permintaan memiliki fungsi satu-satu, artinya, satu titik p hanya


untuk satu titik q, begitu juga sebaliknya. Misalnya, pada tingkat harga (p)
Rp. 500,00, jumlah barang (q) yang diminta adalah 5 buah; pada tingkat
harga Rp. 100,00 jumlah barang yang diminta naik menjadi 10 buah.

2. Kurva Permintaan.
Kurva permintaan menunjukkan hubungan antara harga suatu produk dengan
kuantitas yang diminta, jika hal-hal lainnya konstan/ceteris paribus. Permintaan berslope negatif terhadap harga (hukum permintaan). Dengan kata lain, ketika harga
naik permintaan akan turun, dan ketika harga turun permintaan akan naik.
Kurve permintaan adalah suatu kurve yang menggambarkan sifat hubungan
antara harga suatu barang dan jumlah barang tersebut yang diminta oleh para
sipembeli. Kurve permintaan dibuat berdasarkan data riel di masyarakat tentang
jumlah permintaan suatu barang pada berbagai tingkat harga.

3. Faktor Penyebab terjadinya permintaan.


a. Rata-rata pendapatan konsumen. Apabila pendapatan naik, setiap orang akan
cenderung mengkonsumsi lebih/membeli lebih banyak barang meskipun harga
barang tidak berubah, misalnya orang kaya lebih memilih ruangan VIP
dibandingkan orang berekonomi rendah.
b. Ukuran pasar. Kota yang populasinya lebih besar cenderung akan membeli
lebih banyak dari pada kota yang populasinya kecil.
c. Harga dan ketersediaan produk-produk yang berkaitan. Salah satunya yang
penting adalah produk substitusi. Misalnya saja, permintaan akan layanan
5

kesehatan berukuran sedang akan rendah apabila layanan kesehatan berukuran


kecil murah (tidak maximal)
d. Selera. Berbagai perbedaan sejarah dan budaya akan mempengaruhi selera
konsumen. Produk tertentu mungkin laku di suatu wilayah, namun tidak di
wilayah lainnya. Misalnya saja, dukun beranak tidak akan laku di kalangan
masyarakat yang mengenal layanan medis karena tabu (Dukun tidak steril).
e. Pengaruh-pengaruh khusus. Misalnya saja, permintaan masker ketika gunung
meletus, payung menjelang musim hujan.
Lima faktor diatas dapat mengakibatkan pergeseran kurva permintaan, karena
merupakan faktor-faktor diluar harga. Perhatikan bahwa kenaikan/penurunan harga
akan mengakibatkan permintaan berubah di sepanjang kurva permintaan,
sedangkan kelima faktor diatas akan mengakibatkan pergeseran kurva permintaan.
4. Hukum permintaan.
Pada saat harga naik permintaan turun dan pada saat harga turun permintaan
naik.
Kuantitas permintaan cenderung turun ketika harga naik karena dua alasan dasar :
a. Efek substitusi. Naiknya harga suatu produk akan mengakibatkan konsumen
mencari substitusi yang harganya tidak naik. Misalnya saja, biaya berobat naik di
rumah sakit, maka dapat diganti dengan berobat di Puskesmas. (Produk substitusi
adalah produk-produk yang memiliki fungsi sama/serupa).
b. Efek pendapatan. Apabila harga naik sementara pendapatan konsumen tidak
berubah, maka daya beli riil konsumen tersebut berkurang.
Pada hukum permintaan dapat dijelaskan dengan mengamati bahwa
perubahan harga secara mendadak akan mempengaruhi daya beli konsumen. Jika
harga menjadi lebih rendah dari diharapkan, dana yang tersisa itu akan
menyebabkan konsumen dapat membeli lebih banyak. Suatu peningkatan harga
secara mendadak akan menyebabkan konsumen untuk membeli lebih sedikit.
5. Jenis permintaan.
a. Permintaan Absurd/Absolut.
Permintaan Absurd / Absolut adalah permintaan yang tidak diikuti dengan
kemampuan untuk membeli.
b. Permintaan Potensial.
Permintaan potensial adalah permintaan yang sudah didukung oleh daya beli,
namun belum terdapat keinginan untuk membeli.
6

c. Permintaan Efektif.
Permintaan Efektif adalah permintaan yang didukung oleh kemampuan untuk
membeli (mempunyai daya beli).
d. Permintaan Individu.
Permintaan Individu adalah permintaan yang dilakukan oleh satu konsumen saja.
e. Permintaan Pasar adalah permintaan yang dilakukan oleh konsumen secara
keseluruhan dalam pasar.
6. Pengaruh Subtitusi (Penggantian).
Hukum permintaan dapat juga dijelaskan oleh pengaruh subtitusi (penggantian).
Jika harga suatu barang lebih rendah dari yang diperkirakan,maka konsumen akan
melihat adanya kesempatan tawar-menawar dengan memperbandingkannya dengan
barang yang masih memiliki harga penuh. Konsumen untuk sementara waktu akan
merubah pola konsumsinya dengan menggantikan barang yang masih memiliki harga
penuh.
Andaikan ada seorang yang masih ragu-ragu antara membeli obat farmasi atau
obat tradisional. Jika kemudian obat farmasi mempunyai suatu promosi khusus
dengan diturunkannya harga, sedangkan harga obat tradisional tidak berubah, maka
hal itu mungkin akan mempengaruhi pelanggan untuk membeli obat farmasi tanpa
ada keraguan. Ini adalah suatu ilustrasi efek subtitusi (penggantian).

b.2. Demand Dalam Sektor Kesehatan


1. Demand For Health
Permintaan (demand)

pelayanan

kesehatan

adalah

Pelayanan

yang

sesungguhnya dibeli oleh customer pelayanan kesehatan, dalam hal ini adalah pasien.
Permintaan tersebut dipengaruhi oleh pendapat medis dari dokter, dan juga faktor lain
seperti pendapatan dan harga obat. Model dari Cooper Posnett (1988) dalam Palutturi
(2005), Permintaan (demand) pelayanan kesehatan merupakan keinginan untuk lebih
sehat diwujudkan dalam perilaku mencari pertolongan tenaga kedokteran. Jadi dapat
disimpulkan bahwa, Permintaan (demand) pelayanan kesehatan adalah pelayanan
kesehatan yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pasien yang disertai juga dengan daya
beli yang dimiliki oleh pasien tersebut.

Kesehatan merupakan modal untuk bekerja, untuk mengembangkan


keturunan, Demand menjadi sehat setiap individu akan berbeda, Seseorang yang
kebutuhan hidupnya sangat tergantung dari kesehatannya tentu akan mempunyai
demand yang lebih tinggi akan status kesehatannya. Contohnya seperti seorang atlet
profesional akan lebih memperhatikan status kesehatannya dibanding seseorang yang
menganggur karena kebutuhannyadalam melaksanakan dan menunjang kegiatannya.
2. Demand For Health Care
Permintaan (demand) akan pelayanan kesehatan diperlukan oleh setiap orang untuk
memeriksakan kesehatannya, Demand terhadap pelayanan kesehatan barang atau
jasayang benar-benar dibeli (realisasi penggunaan) oleh pasien.
b.3. Faktor yang Mempengaruhi Demand Pelayanan Kesehatan
Menurut Michael Grossman dalam health care economics second edition , Konsumen
memiliki 2 alasan dalam hal permintaan terhadap kesehatan yaitu:
1. Kesehatan sebagai komuditas konsumsi
Kesehatan merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh konsumen dimana dengan
kesehatan itu sendiri konsumen merasa lebih baik. Dengan kesehatan itu sendiri,
konsumen dapat melakukan aktivitas fisik dengan leluasa tanpa ada gangguan dr
kesehatan mereka sendiri.
2. Kesehatan sebagai sebuah investasi
Kondisi kesehatan akan menentukan jumlah waktu yang tersedia untuk
seseorang. Lama waktu seseorang sakit akan berpengaruh pada jumlah waktu yang
dapat ia lakukan untuk bekerja dan melakukan aktivitas lainnya. Selain itu, sakit
dapat menyebabkan seseorang kehilangan penghasilannya akibat tidak dapat bekerja
selama ia sakit.
Variasi didalam permintaan terhadap pelayanan medis dapat dikatagorikan
menjadi faktor dari pasien sendiri dan dari faktor pemberi layanan medis. Permintaan
pasien terhadap pelayanan medis antara lain adalah permintaan dalam hal pelayanan
(treatment) , tipe pengobatan, dan hasil dari banyaknya jumlah pengobatan dan tipe
pengobatan yang dilakukan serta kualitas dari pengobatan medis itu sendiri.
Sedangkan factor dari pihak medis adalah bagaimana memberikan pelayanan yang
memuaskan bagi pasien dan memberikan kualitas pelayanan yang baik.
Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan konsumen
terhadap pelayanan medis baik dari segi pasien maupun dari pihak pemberi layanan
medis,
a. Factor yang mempengaruhi permintaan pasien terhadap pelayanan medis
8

Pasien merupakan konsumen paling penting dalam jasa kesehatan dimana pasien
ini akan mempengaruhi jumlah permintaan terhadap pelayanan kesehatan serta
menentukan kualitas dari pelayanan kesehatan bersangkutan.
1) Kejadian sakit (incidence of illness)
Kejadian sakit yang diderita oleh masing-masing individu berbeda-beda,
hal ini dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin. Semakin bertambahnya usia,
maka jumlah kejadian sakit dan kematian akan semakit meningkat dimana
penyakit pada setiap pertambahan usia akan beresiko untuk menderita peyakit
kronis sehingga pelayanan kesehatan akan semakin dibutuhkan. Dari segi jenis
kelamin, terdapat kebutuhan pelayanan kesehatan antara laki-laki dan
perempuan. Kebutuhan perempuan akan pelayanan kesehatan lebih tinggi
dibandingkan laki-laki disebabkan karena kebutuhan

untuk obstetri

(persalinan).
2) Karakteristik budaya dan demografi (culturaldemographic characteristics)
a) Jenis kelamin
Meskipun pengeluaran untuk pemanfaatan pelayanan kesehatan yang
kurang lebih sama untuk kedua jenis kelamin pada tahun-tahun awal, ada
perbedaan dalam kebutuhan pelayanan kesehatan antara pria dan wanita.
Di kemudian hari, pengeluaran yang dikeluarkan oleh perempuan
melebihi dari yang dikeluarkan oleh laki-laki terutama karena biaya
kandungan.
b) Usia
Hubungan

antara

umur

dan

penggunaan

pelayanan

medis,

bagaimanapun tidak linier juga tidak sama untuk setiap jenis pelayanan
kesehatan. Karena semakin bertambah usia akan semakin membutuhkan
pelayanan kesehatan.
c) Status perkawinan dan jumlah anggota keluarga
Seseorang dengan status belum menikah lebih banyak menggunakan
pelayanan rumah sakit dibandingkan dengan seseorang yang sudah
menikah. Selain status perkawinan, jumlah orang dalam keluarga juga
mempengaruhi permintaan untuk pelayanan kesehatan. Orang yang belum
berkeluarga umumnya menggunakan perawatan di rumah sakit lebih dari
yang dilakukan oleh orang yang sudah menikah. Ketersediaan orang di
rumah untuk merawat seseorang mungkin pengganti hari tambahan di
rumah sakit. Besarnya keluarga juga mempengaruhi permintaan, sebuah
keluarga besar memiliki pendapatan per kapita yang lebih rendah
9

(meskipun tidak selalu proporsional kurang) daripada sebuah keluarga


kecil dengan pendapatan yang sama.
d) Pendidikan
Pendidikan juga diyakini dapat mempengaruhi permintaan pelayanan
medis. Sebuah jumlah yang lebih besar dari pendidikan di rumah tangga
dapat memungkinkan keluarga untuk mengenali gejala awal penyakit,
sehingga kesediaan yang lebih besar untuk mencari pelayanan kesehatan
awal. Tingginya tingkat pendidikan juga dapat menyebabkan peningkatan
efisiensi dalam pembelian keluarga dan penggunaan pelayanan medis.
e) Preferensi pasien
Preferensi yang dimiliki pasien bisa didapatkan melalui iklan, orang
sekita dan dokter yang dapat mempengaruhi pelayanan kesehatan yang
diinginkan oleh pasien.

3) Faktor ekonomi ( economic factors ).


a) Pendapatan
Sejumlah penelitian telah

mengungkapkan

hubungan

antara

pendapatan keluarga dan pengeluaran untuk pelayanan kesehatan. Ketika


studi ini didasarkan pada data survey, sering ditemukan bahwa keluargakeluarga dengan pendapatan yang lebih tinggi memiliki pengeluaran yang
lebih besar untuk pelayanan kesehatan.
b) Harga
Hubungan tarif dengan demand terhadap pelayanan kesehatan adalah
negatif. Semakin tinggi tarif maka demand akan menjadi semakin rendah.
Sangat penting untuk dicatat bahwa hubungan negatif ini secara khusus
terlihat pada keadaan pasien yang mempunyai pilihan. Pada pelayanan
rumah sakit, tingkat demand pasien sangat dipengaruhi oleh keputusan
dokter. Keputusan dari dokter mempengaruhi length of stay, jenis
pemeriksaan, keharusan untuk operasi, dan berbagai tindakan medik
lainnya. Pada keadaan yang membutuhkan penanganan medis segera,
maka faktor tarif mungkin tidak berperan dalam mempengaruhi demand,
sehingga elastisitas harga bersifat inelastik. Sebagai contoh, operasi segera

10

akibat kecelakaan lalu lintas. Apabila tidak ditolong segera, maka korban
dapat meninggal atau cacat seumur hidup.
c) Jaminan atau asuransi kesehatan
Asuransi dan jaminan kesehatan dapat meningkatkan demand terhadap
pelayanan kesehatan, dengan demikian hubungan dari asuransi kesehatan
dan jaminan kesehatan terhadap demand terhadap pelayanan kesehatan
adalah bersifat positif. Pada negara maju, faktor asuransi kesehatan
menjadi penting dalam hal demand pelayanan kesehatan. Sebagai contoh,
di Amerika Serikat masyarakat tidak membayar langsung ke pelayanan
kesehatan, tetapi melalui sistem asuransi kesehatan. Di samping itu,
dikenal pula program pemerintah dalam bentuk jaminan kesehatan untuk
masyarakat miskin dan orang tua.
d) Nilai waktu bagi pasien
Ketika harga pelayanan kesehatan diminimalkan maka seseorang akan
mempertimbangkan penggunaan waktu seperti jauh dekatnya dengan
tempat pelayanan kesehatan atau lama waktu tunggu sebelum mendapat
pelayanan kesehatan juga akan mendapat perhatian dari konsumen.
b. Faktor pihak pemberi layanan medis yang mempengaruhi permintaan konsumen
terhadap pelayanan medis
Dalam melakukan tindakan terhadap pasien, dokter tenaga medis harus dapat
menyesusaikan sumber daya keuangan pasien dan kebutuhan medis pasien
sebelum
melakukan tindakan medis. Pasien memiliki ilmu pengetahuan mengenai
medis yang akan digunakan untuk berdiskusi dengan tenaga medis sehingga dapat
mengambil keputusan perawatan seperti apa yang akan dijalani. Dalam hal ini,
efisiensi dari pelayanan medis dan penawaran harga yang mempengaruhi
permintaan pasien terhadap pelayanan medis.
b.4.

Penawaran

1. Pengertian Penawaran
Penawaran adalah sejumlah barang atau jasa yang disediakan untuk dijual
pada berbagai tingkatan harga pada waktu dan tempat tertentu. Pengertian lain dari

11

pesnawaran adalah keinginan dan kemampuan para penjual atau penyalur untuk
menawarkan berbagai jumlah barang dalam suatu relevansi harga.
2. Kurva penawaran.
Kurva penawaran menunjukkan hubungan antara harga suatu produk dengan
kuantitas yang ditawarkan (kuantitas yang bersedia diproduksi/dijual), jika hal-hal
lainnya konstan/ceteris paribus. Kurva penawaran ber-slope positif, yaitu jika harga
naik maka kuantitas penawaran akan bertambah, dan sebaliknya.

3. Faktor Penyebab terjadinya penawaran.


a. Teknologi/IPTEK. Teknologi berkaitan

erat

dengan

biaya

produksi.

Perkembangan teknologi cenderung menurunkan biaya produksi. Semakin rendah


biaya produksi atas suatu produk, semakin banyak jumlah yang diproduksi/dijual.
b. Harga input. Harga input seperti tenaga kerja, mesin, dan material juga sangat
mempengaruhi biaya produksi. Semakin rendah harganya, semakin banyak
kuantitas yang bersedia diproduksi.
c. Harga produk-produk yang berkaitan. Ini terutama berlaku untuk output substitusi
yang diproduksi oleh satu perusahaan. Misalnya perusahaan motor memproduksi
model A dan B. Jika model A lebih laku dan/atau harganya naik, maka kapasitas
untuk memproduksi model B akan dialihkan untuk menambah produksi model A.
d. Kebijakan pemerintah. Kebijakan seperti pajak, teknologi yang boleh/tidak boleh
digunakan, lingkungan hidup, harga listrik, upah minimum, dan lain-lainnya akan
mempengaruhi biaya produksi, dan pada akhirnya mempengaruhi kuantitas yang
bersedia diproduksi.
e. Pengaruh-pengaruh khusus. Misalnya cuaca mempengaruhi produksi pertanian,
dorongan yang tinggi akan inovasi menghasilkan produk inovatif, dls.
Sama seperti pada kurva permintaan, perubahan pada kelima faktor ini akan
mengakibatkan pergeseran pada kurva penawaran. Kelima faktor ini adalah faktor
diluar harga.
4.

Hukum penawaran.

12

a. Pada saat harga naik permintaa naik dan pada saat harga turun permintaan turun.
Berbanding lurus dengan harga.
b. Hukum penawaran menyatakan hubungan antara harga dan jumlah penawaran di
dalam pikiran para penjual atau produsen adalah berbanding lurus. Kapan terjadi
peningkatan harga maka demikian juga dengan jumlah penawaran.
5. Jenis penawaran.
a. Penawaran sub marginal : Penawaran yang dilakukan oleh penjual yang mampu
menjual dibawah harga pasar.
b. Penawaran marginal : Penawaran yang dilakukan oleh penjual yang mampu
menjual sama dengan harga pasar.
c. Penawaran super marginal : Penawaran yang dilakukan oleh penjual yang
menjual produknya diatas harga pasar.
d. Penawaran individu : Penawaran yang dilakukan oleh satu individu.
e. Penawaran pasar : Penawaran yang dilakukan oleh banyak penjual dipasar.
b.5. Teori asas permintaan dan penawaran.
Model ini digunakan dalam pasaran bebas yang terdapat persaingan sempurna di
mana tiada seorang pun pembeli atau penjual yang banyak mempengaruhi harga dan
harga diketahui. Kuantiti barang yang dibekalkan oleh pengeluar dan kuantiti yang
dikehendaki oleh pengguna adalah bergantung kepada harga pasaran barang tersebut.
Dalam teori asas penawaran (law of supply), kuantiti yang ditawar berkait dengan
harga. Ia mempunyai kecerunan positif, lebih tinggi harga lebih banyak penawaran
(dengan andaian ceteris paribus). Teori asas permintaan (law of demand) pula
menunjukkan kaitan berlawanan antara kuantiti yang diminta dan harga iaitu lebih
tinggi harga sesuatu barang, lebih rendah permintaannya (dengan andaian ceteris
paribus). Faktor-faktor lain kecuali harga dianggap tidak berubah. Kaitan ini dipanggil
"keluk penawaran" dan "keluk permintaan" atau ringkasnya "penawaran" dan
"permintaan".
Teori asas penawaran dan permintaan (laws of supply and demand) menyatakan
bahawa keseimbangan harga pasaran dan kuantiti sesuatu barang berada pada titik
pertemuan antara permintaan pengguna dan penawaran pengeluar. Di sini, kuantiti yang
ditawarkan sama dengan kuantiti yang diminta (rajah) adalah seimbang.
Kekurangan barangan menyebabkan harga naik di mana pengeluar akan
menaikkan harga sehingga ia mencapai titik keseimbangan. Jika harga barang berada di

13

atas titik keseimbangan maka berlaku lebihan barangan. Pengeluaran akan menurunkan
harga sehingga ia mencapai titik keseimbangan.
b.6. Keseimbangan (Ekuilibrium) Kurva Permintaan dan Penawaran.
Teori penawaran dan permintaan (bahasa Inggris: supply and demand) dalam ilmu
ekonomi, adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon
pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan
untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting
untuk melakukan analisa ekonomi mikro terhadap perilaku para pembeli dan penjual,
serta interaksi imereka di pasar. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagabi
model dan teori ekonomi lainnya.
Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan
berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan
kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi
antara harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkian adanya faktor-faktor
yang dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk
terjadinya pergeseran dari permintaan, atau penawaran.
Model permintaan dan penawaran menerangkan interaksi dalam pasaran untuk
sesuatu barangan di antara pengeluar dan pengguna, dan hubungannya dengan harga dan
penawaran barangan itu. Ia merupakan model asas mikroekonomi dan digunakan untuk
menjelaskan beberapa senario, dan juga sebagai konsep asas untuk berbagai-bagai model
perekonomian dan teori yang lain. Ia asalnya diterangkan oleh Antoine Augustin Cournot,
dan dipopularkan oleh AlfredMarshall., Model ini meramalkan bahwa dalam sebuah
pasaran bebas yang sempurna, harga berfungsi untuk menyeimbangkan jumlah diperlukan
oleh pengguna dan jumlah dibekal oleh pengeluar dalam menghasilkan sebuah ekonomi
seimbang.
Kurva permintaan dan penawaran memiliki slope yang berlawanan. Apabila kedua
kurva tersebut bertemu, yang berarti pada tingkat harga tertentu kuantitas diminta sama
dengan kuantitas ditawarkan, maka terjadi keseimbangan (ekuilibrium) di pasar. Harga
pada posisi ekuilibrium ini disebut juga harga kliring pasar (market clearing price).

14

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Permintaan adalah sejumlah barang atau jasa yang diinginkan dibeli atau dimiliki
pada berbagai tingkat harga pada waktu tertentu. Fungsi permintaan dalam ilmu ekonomi
adalah sebuah fungsi yang menunjukan hubungan antara harga barang dengan jumlah
barang yang diminta oleh masyarakat. Sedangkan Penawaran adalah sejumlah barang
atau jasa yang disediakan untuk dijual pada berbagai tingkatan harga pada waktu dan
tempat tertentu atau penawaran adalah keinginan dan kemampuan para penjual atau
penyalur untuk menawarkan berbagai jumlah barang dalam suatu relevansi harga.
Teori penawaran dan permintaan dalam ilmu ekonomi, adalah penggambarkan
atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu
barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan
kuantitas yang terjual di pasar.
3.2. Saran
Makalah tentang demand dan supply pelayanan kesehatan ini sebaiknya direvisi
sesuai dengan perkembangan ilmu ekonomi, sehingga dapat menambah ilmu
pengetahuan khususnya tentang supply elastisitas supply maksimum dalam pelayanan
kesehatan dan supply dalam pelayanan kesehatan.

15

DAFTAR PUSTAKA
Wikipedia.

Penawaran

dan

permintaan

http://id.wikipedia.org

/wiki/

Penawaran_dan_permintaan
Wikipedia . Fungsi Permintaan. http://id.wikipedia.org/wiki/Fungsi_permintaan.
Tgl 27 Nov 2015.
Yasinta,2008.Permintaan dan Penawaran. http:// Yasinta.Wordpress.Com/ 2008/08/19/
Permintaan-Dan-Penawaran/Tgl 27 Nov 2015.
Savitri, P. Windi. 2011. Supply Dalam Pelayanan Kesehatan. (online). Diakses dari
http://windichan.blogspot.com/2011/10/tugas-supply-dalam-pelayanan-kesehatan.html
tanggal 27 Nov 2015.

16