Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH

TUGAS PRAKTEK MESIN

NAMA KELOMPOK:
1.HERLAMBANG FEBRIANSYAH W.S
2.RIZKY JAINUR ARIEF
3.EKA ROBI S
4.YUSUF RFEZA Y
5.FRENGKY AGUNG

KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang
telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah tentang praktek mesin.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.
Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak
yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh
karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik
dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan
manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun
inpirasi terhadap pembaca.
wuluhan, maret 2016
Penyusun
Herlambang
febriansyah wira sakti
Risky jainur arif
Eka robi s
Yusuf reza y
Frengky agung

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................i
DAFTAR ISI ..............................................................................................ii
Bab I PENDAHULUAN .............................................................................1
A. Latar belakang .........................................................................................1
B. Rumusan masalah ....................................................................................2
C. Tujuan penulisan ......................................................................................3
D. Manfaat penulisan ....................................................................................3
Bab II DASAR TEORI.. ..............4
A. Tinjauan pustaka .................................................................................... 4
B. Kerangka berpikir ...................................................................................5
Bab III PEMBAHASAN .............................................................................6
A. Isi ................................................................................ 6
Bab IV PENUTUP7
A. Kesimpulan .7
B. Saran.8
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar belakang

Mesin adalah alat mekanik atau elektrik yang mengirim atau mengubah energi untuk melakukan
atau membantu pelaksanaan tugas manusia. Biasanya membutuhkan sebuah masukan sebagai
pelatuk, mengirim energi yang telah diubah menjadi sebuah keluaran, yang melakukan tugas
yang telah disetel. Mesin dalam bahasa Indonesia sering pula disebut dengan sebutan pesawat,
contoh pesawat telepon untuk tejemahan bahasa Inggris telephone machine. Namun belakangan
kata pesawat cenderung mengarah ke kapal terbang.
Mesin telah mengembangkan kemampuan manusia sejak sebelum adanya catatan tertulis.
Perbedaan utama dari alat sederhana dan mekanisme atau pesawat sederhana adalah sumber
tenaga dan mungkin pengoperasian yang bebas. Istilah mesin biasanya menunjuk ke bagian yang
bekerja bersama untuk melakukan kerja. Biasanya alat-alat ini mengurangi intensitas gaya yang
dilakukan, mengubah arah gaya, atau mengubah suatu bentuk gerak atau energi ke bentuk
lainnya.
B.

Rumusan masalah

1.

Apa pengertian dari mesin

2.

Macam-macam mesin

3.

Bagaimana mesin bisa membantu pekerjaan manusia

C.

Tujuan penulisan

1.

Menjelaskan definisi dari mesin

2.

Menjelaskan macam dari mesin

3.

Menjelaskan bagaimana mesin itu bisa membantu pekerjaan mausia

D.

Manfaat penulisan

Manfaat dari penulisan makalah tentang mesin ini agar kita bisa lebih mengetahui
pengertian dari mesin itu sendiri dan cara penggunaanya,cara merawatnya dan apa manfaatnya
bagi manusia

BAB II
DASAR TEORI

BAB III
PEMBAHASAN
Mesin
Mesin adalah alat mekanik atau elektrik yang mengirim atau mengubah energi untuk melakukan
atau membantu pelaksanaan tugas manusia. Biasanya membutuhkan sebuah masukan sebagai
pelatuk, mengirim energi yang telah diubah menjadi sebuah keluaran, yang melakukan tugas
yang telah disetel. Mesin dalam bahasa Indonesia sering pula disebut dengan sebutan pesawat,
contoh pesawat telepon untuk tejemahan bahasa Inggris telephone machine. Namun belakangan
kata pesawat cenderung mengarah ke kapal terbang.
Mesin telah mengembangkan kemampuan manusia sejak sebelum adanya catatan tertulis.
Perbedaan utama dari alat sederhana dan mekanisme atau pesawat sederhana adalah sumber
tenaga dan mungkin pengoperasian yang bebas. Istilah mesin biasanya menunjuk ke bagian yang
bekerja bersama untuk melakukan kerja. Biasanya alat-alat ini mengurangi intensitas gaya yang
dilakukan, mengubah arah gaya, atau mengubah suatu bentuk gerak atau energi ke bentuk
lainnya.
Pesawat sederhana atau komponen mekanikal
Bearing
Driveshaft
Gear
Tuas(Pengungkit)
Katrol
Bidang miring
Sekrup
Pegas
Baji
Roda and axle
Derek
Camshaft
Mesin pembakaran dalam
Mesin bensin
Mesin Diesel
Four-stroke cycle
Two-stroke cycle
Mesin Wankel

Mesin pembakaran luar


Mesin uap
Mesin Stirling
fourstroke
Mesin perkakas
Konvensional
Mesin bubut
Mesin frais
Mesin sekrap
Mesin tempa
Non-konvensional
EDM
Wire-cut
Water jet
1.MESIN DIESEL
Mesin diesel adalah sejenis mesin pembakaran dalam; lebih spesifik lagi, sebuah mesin
pemicu kompresi, dimana bahan bakar dinyalakan oleh suhu tinggi gas yang dikompresi, dan
bukan oleh alat berenergi lain (seperti busi). Mesin diesel pada kendaraan otomotif sering
digunakan pada mobil-mobil yang mempunyai kapasitas mesin yang besar, dan juga tenaga yang
besar ( contoh ; Truk, tronton, fuso, bus dan kendaraan besar lainnya. ) hal ini dikarenakan
mesin diesel cocok untuk penggunaan jarak jauh ( mesin diesel lebih tahan panas dibanding
mesin bensin ) dan tenaga yang besar ( karena konstruksi mesin diesel rata-rata berkapasitas
besar ).
Mesin diesel ini ditemukan pada tahun 1892 oleh Rudolf Diesel, yang menerima paten pada 23
Februari 1893. Diesel menginginkan sebuah mesin untuk dapat digunakan dengan berbagai
macam bahan bakar termasuk debu batu bara. Dia mempertunjukkannya pada Exposition
Universelle (Pameran Dunia) tahun 1900 dengan menggunakan minyak kacang (lihat biodiesel).
Kemudian diperbaiki dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering.

Bagaimana mesin diesel bekerja


Ketika udara dikompresi suhunya akan meningkat (seperti dinyatakan oleh Hukum Charles),
mesin diesel menggunakan sifat ini untuk proses pembakaran. Udara disedot ke dalam ruang
bakar mesin diesel dan dikompresi oleh piston yang merapat, jauh lebih tinggi dari rasio
kompresi dari mesin bensin. Beberapa saat sebelum piston pada posisi Titik Mati Atas (TMA)
atau BTDC (Before Top Dead Center), bahan bakar diesel disuntikkan ke ruang bakar dalam
tekanan tinggi melalui nozzle supaya bercampur dengan udara panas yang bertekanan tinggi.
Hasil pencampuran ini menyala dan membakar dengan cepat. Penyemprotan bahan bakar ke

ruang bakar mulai dilakukan saat piston mendekati (sangat dekat) TMA untuk menghindari
detonasi. Penyemprotan bahan bakar yang langsung ke ruang bakar di atas piston dinamakan
injeksi langsung (direct injection) sedangkan penyemprotan bahan bakar kedalam ruang khusus
yang berhubungan langsung dengan ruang bakar utama dimana piston berada dinamakan injeksi
tidak langsung (indirect injection).
Ledakan tertutup ini menyebabkan gas dalam ruang pembakaran mengembang dengan cepat
mendorong piston ke bawah dan menghasilkan tenaga linear. Batang penghubung (connecting
rod) menyalurkan gerakan ini ke crankshaft dan oleh crankshaft tenaga linear tadi diubah
menjadi tenaga putar. Tenaga putar pada ujung poros crankshaft dimanfaatkan untuk berbagai
keperluan.
Untuk meningkatkan kemampuan mesin diesel, umumnya ditambahkan komponen :

Turbocharger atau supercharger untuk memperbanyak volume udara yang masuk ruang
bakar karena udara yang masuk ruang bakar didorong oleh turbin pada
turbo/supercharger.

Intercooler untuk mendinginkan udara yang akan masuk ruang bakar. Udara yang panas
volumenya akan mengembang begitu juga sebaliknya, maka dengan didinginkan
bertujuan supaya udara yang menempati ruang bakar bisa lebih banyak.

Mesin diesel sulit untuk hidup pada saat mesin dalam kondisi dingin. Beberapa mesin
menggunakan pemanas elektronik kecil yang disebut busi menyala (spark/glow plug) di dalam
silinder untuk memanaskan ruang bakar sebelum penyalaan mesin. Lainnya menggunakan
pemanas "resistive grid" dalam "intake manifold" untuk menghangatkan udara masuk sampai
mesin mencapai suhu operasi. Setelah mesin beroperasi pembakaran bahan bakar dalam silinder
dengan efektif memanaskan mesin.
Dalam cuaca yang sangat dingin, bahan bakar diesel mengental dan meningkatkan viscositas dan
membentuk kristal lilin atau gel. Ini dapat memengaruhi sistem bahan bakar dari tanki sampai
nozzle, membuat penyalaan mesin dalam cuaca dingin menjadi sulit. Cara umum yang dipakai
adalah untuk memanaskan penyaring bahan bakar dan jalur bahan bakar secara elektronik.
Untuk aplikasi generator listrik, komponen penting dari mesin diesel adalah governor, yang
mengontrol suplai bahan bakar agar putaran mesin selalu pada putaran yang diinginkan. Apabila
putaran mesin turun terlalu banyak kualitas listrik yang dikeluarkan akan menurun sehingga
peralatan listrik tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya, sedangkan apabila putaran mesin
terlalu tinggi maka dapat mengakibatkan over voltage yang bisa merusak peralatan listrik. Mesin
diesel modern menggunakan pengontrolan elektronik canggih untuk mencapai tujuan ini melalui
modul kontrol elektronik (ECM) atau unit kontrol elektronik (ECU) - yang merupakan
"komputer" dalam mesin. ECM/ECU menerima sinyal kecepatan mesin melalui sensor dan
menggunakan algoritma dan mencari tabel kalibrasi yang disimpan dalam ECM/ECU, dia
mengontrol jumlah bahan bakar dan waktu melalui aktuator elektronik atau hidraulik untuk
mengatur kecepatan mesin.

Tipe mesin diesel


Ada dua kelas mesin diesel:
1. dua-tak dan
2. empat-tak.

Biasanya jumlah silinder dalam kelipatan dua, meskipun berapapun jumlah silinder dapat
digunakan selama poros engkol dapat diseimbangkan untuk mencegah getaran yang berlebihan.
Mesin 6 segaris paling banyak diproduksi dalam mesin tugas-medium ke tugas-berat, meskipun
V8 dan 4 segaris juga banyak diproduksi.
Mesin diesel bekerja dengan kompresi udara yang cukup tinggi, sehingga pada mesin disel besar
perlu ditambahkan sejumlah udara yang lebih banyak. Maka digunakan Supercharger atau
turbocharger pada intake manifold, dengan tujuan memenuhi kebutuhan udara kompresi.
Membongkar mesin diesel:
Sewaktu membongkar mesin diesel perhatikan ketentuan sebagai berikut:
1. Bongkarlah motor tersebut menurut prosedure membongkar.
2. Janganlah membongkar bagian motor yang tidak perlu.
3. Bersihkan terlebih dahulu bagian luar dari motor.
4. Pakailah kunci yang cocok, agar tidak merusak ulir dari mur atau baut.
5. Susunlah bagain komponen spare part yang dibongkar secara berurutan agar mudah
dalam pemasangan kembali.
6. Ingatlah selalu letak dari spare part yang dibongkar.
7. Harus diingat momen pengencangan baut dari tiap - tiap baut atau mur yang terpasang.
8. Perhatikan tanda - tanda pemasangan pada beberapa spare part.
9. Periksa apakah ada kerusakan pada spare part yang dibongkar.

10. Pada dasarnya membongkar mesin adalah dari arah luar ke bagian dalam.
11. Untuk reparasi mesin, buanglah terlebih dahulu semua cairan yang ada dalam motor
tersebut seperti minyak pelumas, air pendingin dan bahan bakar solar.
Cara mencuci komponen spare part mesin diesel
1. Cucilah terlebih dahulu alat yang presisi /vital seperti pompa penekan bahan bakar,
nozzle pengabut, torak dan cincin torak dengan solar atau minyak tanah.
2. Setelah itu baru dilanjutkan pada spare part yang tidak presisi seperti blok motor,
mekanik katup dan lainnya.
3. Setelah selesai dicuci jangan dibersihkan dengan kain lap sebab serabut kain dapat
melekat pada spare part tersebut. Jika ada digunakan kompresor udara untuk
mengeringkan komponen tersebut, atau dipanaskan dengan sinar matahari hingga spare
part tersebut kering sendiri.
Pedoman memasang kembali:
1. Sebelum komponen - komponen dipasang kembali, periksalah terlebih dahulu apakah
spare part masih dalam keadaan baik atau tidak, jika rusak harus diganti dengan yang
baru.
2. Perhatikan tanda - tanda pemasangan pada:
1. batang pemutar (connecting rod)
2. letak dan susunan celah / gap cincin torak.
3. susunan roda gigi timing mesin
4. arah torak di dalam silinder blok motor
3. Ingatlah akan momen pengencangan baut / mur harus tepat, jangan kendor dan jangan
terlalu keras bilamana perlu gunakan kunci momen.
4. Untuk komponen kepala silinder, karter dan komponen lain yang banyak bautnya cara
mengeraskan baut tersebut adalah secara bersilang.
5. Gunakan oli pelumas untuk bagian - bagian yang bergesekan.

2. MESIN LAS LISTRIK

Pengertian las listrik


Pengelasan adalah suatu proses penyambungan logam dimana logam menjadi satu akibat panas
dengan atau tanpa tekanan, atau dapat didefinisikan sebagai akibat dari metalurgi yang
ditimbulkan oleh gaya tarik menarik antara atom. Sebelum atom atom tersebut membentuk
ikatan, permukaan yang akan menjadi satu perlu bebas dari gas yang terserap atau oksida-oksida.
Mesin las listrik
Mesin las merupakan sumber tenaga yang memberi jenis tenaga listrik yang
diperlukan serta tegangan yang cukup untuk terus melangsungkan suatu lengkung
listrik las.
Sumber tenaga mesin las dapat diperoleh dari:
Motor bensin atau diesel
Gardu induk
Tegangan pada mesin las listrik biasanya :
110 volt
220 volt
380 volt
Antara jaringan dengan mesin las pada bengkel terdapat saklar pemutus.
Mesin las digerakkan dengan motor, cocok dipakai untuk pekerjaan lapangan
atau pada bengkel yang tidak mempunyai jaringan listrik. Busur nyala terjadi
apabila dibuat jarak tertentu antara elektroda dengan benda kerja dan kabel massa
dijepitkan ke benda kerja.
Mesin ini memerlukan sumber arus bolak-balik dengan tegangan yang lebih rendah pada
lengkung listrik. Keuntungan keuntungan mesin las AC antara lain : Busur nyala kecil,
sehingga memperkecil kemungkinan timbunya keropos pada rigi-rigi las. Perlengkapan dan
perawatan lebih murah
2. Mesin las listrik Rectifier arus searah (DC)
Mesin ini mengubah arus listrik bolak-balik (AC)
yang masuk, menjadi arus listrik searah (DC)
keluar.
Pada mesin AC, kabel masa dan kabel
elektroda dapat dipertukarkan tanpa
mempengaruhi perubahan panas yang timbul pada busur nyala.
Keuntungan-keuntungan mesin las DC antara lain : Busur nyala stabil Dapat menggunakan
elektroda bersalut dan tidak bersalut Dapat mengelas pelat tipis dalam hubungan DCRP

Dapat dipakai untuk mengelas pada tempat- tempat yang lembab dan sempit
Helm Las
Helm Ias maupun tabir las digunakan untuk melindungi kulit muka dan mata dari sinar las (sinar
ultra violet dan ultra merah) yang dapat merusak kulit maupun mata,Helm las ini dilengkapi
dengan kaca khusus yang dapat mengurangi sinar ultra violet dan ultra merah tersebut. Sinar Ias
yang sangat terang/kuat itu tidak boleh dilihat dangan mata langsung sampai jarak 16 meter.
Oleh karena itu pada saat mengelas harus mengunakan helm/kedok las yang dapat menahan
sinsar las dengan kaca las. Ukuran kaca Ias yang dipakai tergantung pada pelaksanaan
pengelasan. Umumnya penggunaan kaca las adalah sebagai berikut: No. 6. dipakai untuk Ias titik
No. 6 dan 7 untuk pengelasan sampai 30 amper. No. 6 untuk pengelasan dari 30 sampai 75
amper. No. 10 untuk pengelasan dari 75 sampai 200 amper. No. 12. untuk pengelasan dari 200
sampai 400 amper. No. 14 untuk pangelasan diatas 400 amper. Untuk melindungi kacapenyaring
ini biasanya pada bagian luar maupun dalam dilapisi dengan kaca putih.

Apron
Apron adalan alat pelindung badan dari percikan bunga api yang dibuat dari kulit atau dari asbes.
Ada beberapa jenis/bagian apron :
Apron lengan
Apron lengkap
Apron dada
Sarung Tangan (Welding Gloves)
Sarung tangan dibuat dari kulit atau asbes lunak untuk memudahkan memegang pemegang
elektroda. Pada waktu mengelas harus selalu dipakai sepasang sarung tangan.
Sepatu Las
Sepatu las berguna untuk melindungi kaki dari semburan bunga api, Bila tidak ada sepatu las,
sepatu biasa yang tertutup seluruhnya dapat juga dipakai
Masker Las
Jika tidak memungkinkan adanya kamar las dan ventilasi yang baik, maka gunakanlah masker
las, agar terhindar dari asap dan debu las yang beracun.
Kamar Las
Kamar las di buat dari bahan tahan api, kamar las penting bagi orang yang ada di sekitarnya tidak
terganggu oleh cahaya las. Untuk mengeluarkan gas, sebaiknya kamar las di lengkapi dengan
system ventilasi: Didalam kamar las di tempatkan meja las. Meja las harus besih dari bahanbahan yang mudah terbakar agar terhindar dari kemungkinan terjadinya kebakaran oleh percikan
terak las dan bunga api.
Jaket Las
Jaket pelindung badan + Tangan yang terbuat dari kulit / Asbes.

5. Pengkutuban elektroda
Pengkutuban Langsung
Pada pengkutuban langsung, kabel elektroda dipasang Pada terminal negatif dan kabel massa
pada terminal positif. Pengkutuban langsung sering disebut sebegai sirkuit las listrik dengan
elektroda negatif. (DC-).
Pengkutuban terbalik
Untuk pengkutuban terbalik, kabel elektroda dipasang pada terminal positif dan kabel massa
dipasang pada terminal negative. Pengkutuban terbalik sering disebut sirkuit las listrik dengan
elektroda positif (DC+)
6. Pengaruh pengkutuban pada hasil las
Pemilihan jenis arus maupun pengkutuban pada pangelasan bergantung kepada :
Jenis bahan dasar yang akan dilas
Jenis elektroda yang dipergunakan
Pengaruh pengkutuban pada hasil las adalah pada penembusan lasnya. Pengkutuban langsung
akan menghasilkan penembusan yang dangkal sedangkan Pada pengkutuban terbalik akan terjadi
sebaliknya. Pada arus bolak-balik penembusan yang dihasilkan antara keduanya
7. Tegangan dan arus listrik pada mesin las
Volt adalah suatu satuan tegangan listrik yang dapat diukur dengan suatu alat Voltmeter.
Tegangan diantara elektroda dan bahan dasar menggerakkan elektron - elektron melintasi busur.
Ampere adalah jumlah arus listrik yang mengalir yang dapat diukur dengan Amperemeter.
Lengkung listrik yang panjang akan menurunkan arus dan menaikkan tegangan.
8. Perlengkapan Las listrik
Kabel Las
Kabel las biasanya dibuat dari tembaga yang dipilin dan dibungkus dangan karet isolasi. Yang
disebut kabel las ada tiga macam yaitu :
kabel elektroda
kabel massa
kabel tenaga
Kabel elektroda adalah kabel yang menghubungkan pesawat las dengan elektroda. Kabel massa
menghubungkan pesawat las dengan benda kerja. Kabel tenaga adalah kabel yang
menghubungkan sumber tenaga atau jaringan listrik dengan pesawat las. Kabel ini biasanya
terdapat pada pesawat las AC atau AC - DC.
Pemegang elektroda
Ujung yang tidak berselaput dari elektroda dijepit dengan pemegang elektroda.
Pemegang elektroda terdiri dari mulut penjepit dan pegangan yang dibungkus oleh bahan
penyekat. Pada waktu berhenti atau selesai mengelas, bagian pegangan yang tidak berhubungan
dengan kabel digantungkan pada gantungan dari bahan fiber atau kayu.
Palu Las
Palu Las digunakan untuk melepaskan dan mengeluarkan terak las pada jalur Ias dengan jalan
memukulkan atau menggoreskan pada daerah las. Berhati-hatilah membersihkan terak Ias
dengan palu Ias karena kemungkinan akan memercik Ke mata atau ke bagian badan lainnya

Sikat Kawat
Dipergunakan untuk :
Membersihkan benda kerja yang akan dilas
Membersihkan terak Ias yang sudah lepas dari jalur las oleh pukulan palu las.
Klem Massa
KLEM MASSA adalah suatu alat untuk menghubungkan kabel massa ke benda kerja. Biasanya
klem massa dibuat dari bahan dengan penghantar listrik yang baik seperti Tembaga agar arus
listrik dapat mengalir dengan baik, klem massa ini dilengkapi dengan pegas yang kuat. Yang
dapat menjepit benda kerja . Walaupun demikian permukaan benda kerja yang akan dijepit
dengan klem massa harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran - kotoran seperti karat, cat,
minyak.
Tang Penjepit
Penjepit ( Tang ) digunakan untuk memegang atau memindahkan benda kerja yang masih panas.
9. Proses Penyulutan
Setelah arus dijalankan, elekteroda didekatkan pada lokasi jalur sambungan disentuhkan sebentar
dan diangkat kembali pada jarak yang pendek (garis tengah elektroda).
Menyalakan busur listrik
Untuk memperoleh busur yang baik di perlukan pangaturan arur (ampere) yang tepat sesuai
dengan type dan ukuran elektroda, Menyalahkan busurd apat dilakukan dengan 2 (dua) cara
yakni :
Bila pesawat Ias yang dipakai pesewat Ias AC, menyalakan busur
dilakukan dengan menggoreskan elektroda pada benda kerja lihat gambar.
Untuk menyalakan busur pada pesawat Ias DC, elektroda disentuhkan seperti pada gambar.
Bila elektroda harus diganti sebelum pangelasan selesai, maka untuk melanjutkan pengelasan,
busur perlu dinyalakan lagi. Menyalakan busur kembali ini dilakukan pada tempat kurang lebih
26 mm dimuka las berhenti seperti pada gambar. Jika busur berhenti di B, busur dinyalakan lagi
di A dan kembali ke B untuk melanjutkan pengelasan. Bilamana busur sudah terjadi, elektroda
diangkat sedikit dari pekerjaan hingga jaraknya sama dengan diameter elektroda. Untuk
elektroda diameter 3,25 mm, jarak ujung elektroda dengan permukaan bahan dasar 3,25 mm.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan : Jika busur nyala terjadi, tahan sehingga jarak ujung
elektroda ke logam induk besarnya sama dengan diameter dari penampang elektroda dan geser
posisinya ke sisi logam induk. Perbesar jarak tersebut(perpanjang nyala busur) menjadi dua
kalinya untuk memanaskan logam induk. Kalau logam induk telah sebagian mencair, jarak
elektroda dibuat sama dengan garis tengah penampang tadi. Memadamkan busur listrik Cara
pemadaman busur listrik mempunyai pengaruh terhadap mutu penyambungan maniklas. Untuk
mendapatkan sambungan maniklas yang baik sebelum elektroda dijauhkan dari logam induk
sebaiknya panjang busur dikurangi lebih dahulu dan baru kemudian elektroda dijauhkan dengan
arah agak miring.
Pengaruh panjang busur pada hasil las. Panjang busur (L) Yang normal adalah kurang lebih
sama dengan diameter (D) kawat inti elektroda. Bila panjang busur tepat (L = D), maka cairan
elektroda akan mengalir dan mengendap dengan baik. Hasilnya : rigi-rigi las yang halus dan
baik. tembusan las yang baik perpaduan dengan bahan dasar baik percikan teraknya halus.

Bila busur terlalu pendek, akan sukar memeliharanya, bisa terjadi pembekuan ujung elektroda
pada pengelasan (lihat gambar 158 c). hasilnya: rigi las tidak merata tembusan las tidak
baik percikan teraknya kasar dan berbentuk bola
Sebaliknya bila arus terlalu besar maka elektroda akan mencair terlalu cepat dan menghasilkan
permukaan las yang lebih lebar dan penembusan yang dalam. Besar arus untuk pengelasan
tergantung pada jenis kawat las yang dipakai, posisi pengelasan serta tebal bahan dasar
Pengaruh Besar Arus
Besar arus pada pengelasan mempengaruhi hasil las. Bila arus terlalu rendah akan menyebabkan
sukarnya penyalaan busur listrik dan busur listrik yang terjadi tidak stabil. Panas yang terjadi
tidak cukup untuk melelehkan elektroda dan bahan dasar sehingga hasilnya merupakan rigi-rigi
las yang kecil dan tidak rata serta penembusan yang kurang dalam.
10. Elektroda
Keterangan :
E menyatakan elektroda
Dua angka setelah E (misalnya 60 atau 70) menyatakan kekuatan tarik defosit las dalam ribuan
dengan 1b/inchi2
Angka ke tiga setelah E menyatakan posisi pengelasan, yaitu :
- Angka (1) untuk pengelasan segala posisi
- Angka (2) untuk pengelasan posisi datar dan bawah tangan
d. Angka ke empat setelah E menyatakan jenis selaput dan jenis arus yang cocok dipakai untuk
pengelasan.
11. Macam-macam gerakan elektroda
Gerakan arah turun sepanjang sumbu elektroda. Gerakan ini dilakukan untuk
mengatur jarak busur listrik agar tetap.
Gerakan ayunan elektroda. Gerakan ini diperlukan untuk mengatur lebar jalur
las yang dikehendaki.
Ayunan keatas menghasilkan alur las yang kecil, sedangkan ayunan kebawah menghasilkan jalur
las yang lebar. Penembusan las pada ayunan keatas lebih dangkal daripada ayunan kehawah.
1 Ayunan segitiga dipakai pada jenis elektroda Hydrogen rendah untuk mendapatkan
penembusan las yang baik diantara dua celah pelat. Beberapa bentuk-bentuk ayunan
diperlihatkan pada gambar dibawah ini. Titiktitik pada ujung ayunan menyatakan agar gerakan
las berhenti sejenak pada tempat tersebutL untuk memberi kesempatan pada cairan las untuk
mengisi celah sambungan.
Tembusan las yang dihasilkan dengan gerekan ayun tidak sebaik dengan gerakan lurus elektroda.
Waktu yang diperlukan untuk gerakan ayun lebih lama, sehingga dapat menimbulkan pemuaian
atau perubahan bentuk dari bahan dasar. Dengan alasan ini maka penggunaan gerakan ayun harus
memperhatikan tebal bahan dasar.

12. Posisi pengelasan


Posisi di bawah tangan
Posisi bawah tangan merupakan posisi pengelasan yang paling mudah dilakukan. Oleh sebab itu
untuk menyelesaikan setiap pekerjaan pengelasan sedapat meungkin di usahakan pada posisi
dibawah tangan. Kemiringan elektroda 10 derajat 20 derajat terhadap garis vertical kea rah
jalan elektroda dan 70 derajat-80 derajat terhadap benda kerja.

Posisi tegak (vertical)


Mengelas posisi tegak adalah apabila dilakukan arah pengelasannya keatas atau ke bawah.
Pengelasan ini termasuk pengelasan yang paling sulit karena bahan cair yang mengalir atau
menumpuk diarah bawah dapat diperkecil dengan kemiringan elektroda sekitar 10 derajat-15
derajat terhadapvertikal dan 70 derajat-85 derajat terhadap benda kerja.

Posisi datar (horizontal)


Mengelas dengan horizontal biasa disebut juga mengelas merata dimana kedudukan benda kerja
dibuat tegak dan arah elektroda mengikuti horizontal. Sewaktu mengelas elektroda dibuat miring
sekitar 5 derajat 10 derajat terhadap garis vertical dan 70 derajat 80 derajat kearah benda
kerja
Posisi di atas kepala (Overhead)
Posisi pengelasan ini sangat sulit dan berbahaya karena bahan cair banyak berjatuhan dapat
mengenai juru las, oleh karena itu diperlukan perlengkapan yang serba lengkap. Mengelas
dengan posisi ini benda kerja terletak pada bagian atas juru las dan kedudukan elektroda sekitar 5
20 Derajat terhadap garis vertical dan 75 derajat-85 derajat terhadap benda kerja.
Posisi datar (1G)
Pada posisi ini sebaiknya menggunakan metode weaving yaitu zigzag dan setengah bulan Untuk
jenis sambungan ini dapat dilakukan penetrasi pada kedua sisi, tetapi dapat juga dilakukan
penetrasi pada satu sisi saja. Type posisi datar (1G) didalam pelaksanaannya sangat mudah.
Dapat diapplikasikan pada material pipa dengan jalan pipa diputar.
Posisi horizontal (2G)
Pengelasan pipa 2G adalah pengelasan posisi horizontal, yaitu pipa pada posisi tegak dan
pengelasan dilakukan secara horizontal mengelilingi pipa. Kesulitan pengelasan posisi horizontal
adalah adanya gaya gravitasi akibatnya cairan las akan selalu kebawah. Adapun posisi sudut
electrode pengelasan pipa 2G yaitu 90 Panjang gerakan elektrode antara 1-2 kali diameter
elektrode. Bila terlalu panjang dapat mengakibatkan kurang baiknya mutu las. Panjang busur

diusahakan sependek mungkin yaitu kali diameter elektrode las. Untuk pengelasan pengisian
dilakukan dengan gerakan melingkar dan diusahakan dapat membakar dengan baik pada kedua
sisi kampuh agar tidak terjadi cacat. Gerakan seperti ini diulangi untuk pengisian berikutnya
Posisi vertikal (3G)
Pengelasan posisi 3G dilakukan pada material plate. Posisi 3G ini dilaksanakan pada plate dan
elektrode vertikal. Kesulitan pengelasan ini hampir sama dengan posisi 2G akibat gaya gravitasi
cairan elektrode las akan selalu kebawah
Posisi horizontal pipa (5G)
Pada pengelasan posisi 5G dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Pengelasan naik
Biasanya dilakukan pada pipa yang mempunyai dinding teal karena membutuhkan panas yang
tinggi. Pengelasan arah naik kecepatannya lebih rendah dibandingkan pengelasan dengan arah
turun sehingga panas masukan tiap satuan luas lebih tinggi dibanding dengan pengelasan turun.
Posisi pengelasan 5G pipa diletakkan pada posisi horizontal tetap dan pengelasan dilakukan
mengelilingi pipa tersebut. Supaya hasil pengelasan baik, maka diperlukan las kancing (tack
weld) pada posisi jam 5-8-11 dan 2. Mulai pengelasan pada jam 5.30 ke jam 12.00 melalui jam 6
dan kemudian dilanjutkan dengan posisi jam 5.30 ke jam 12.00 melalui jam 3. Gerakan elektrode
untuk posisi root pass (las akar) adalah berbentuk segitiga teratur dengan jarak busur kali
diameter elektroda.
2. Pengelasan turun
Biasanya dilakukan pada pipa yang tipis dan pipa saluran minyak serta gas bumi. Alasan
penggunaan las turun lebih menguntungkan dikarenakan lebih cepat dan lebih ekonomis.
Pengelasan posisi Fillet
Pengelasan fillet juga disebut sambungan T.joint pada posisi cairan las-lasan diberikan pada
posisi menyudut. Pada sambungan ini terdapat diantara material pada posisi mendatar dan posisi
tegak. Posisi sambungan ini termasuk posisi sambungan yang relative mudah, namun hal yang
perlu diperhatikan pada sambungan ini adalah kemiringan elektroda, gerakan ayunan tergantung
pada kondisi atau kebiasaan operator las.
Macam Macam Sambungan Las :
1. Sambungan Las Sudut
2. Sambungan Las Tumpul
3. Sambungan Las T
4. Sambungan Las Berhimpit

3.MESIN AC (AIR CONDITIONER)

1. Pengertian AC
Air Conditioner Merupakan sebuah alat yang mampu mengkondisikan udara. Dengan kata lain,
AC Berfungsi Sebagai Penyejuk Udara yang diinginkan ( sejuk atau dingin ) dan nyaman bagi
tubuh. Ac Lebih Banyak digunakan di wilayah yang beriklim tropis dengan kondisi temperatur
udara yang relatif tinggi (panas).
2.Komponen Komponen Pada AC
Komponen AC dikelompokan menjadi 4 bagian, yaitu komponen utama, komponen pendukung,
kelistrikan, dan bahan pendingin (refrigeran)
Komponen Utama AC diantaranya :
1. Kompresor
Kompresor Adalah Sebuah alat yang berfungsi untuk menyalurkan gas refrigeran ke seluruh
sistem. Jika dianalogikan, cara kerja kompresor AC layaknya seperti jantung di Tubuh Manusia.
Kompresor Memiliki 2 Pipa,, Yaitu Pipa Hisap Dan Pipa tekan. Dan Memiliki 2 daerah tekanan,
yaitu tekanan rendah dan tekanan tinggi. Ada tiga jenis kompresor, Yaitu : Kompresor Torak
( Reciproacting ) Kompresor Sentrifugal, dan kompresor rotary.
2. Kondensor
Kondensor Berfungsi sebagai alat penukar kalor, menurunkan temperatur refrigeran, dan
mengubah wujud refrigeran dari bentuk gas menjadi cair. Kondensor Pada AC biasanya di
simpan pada luar ruangan (outdoor). Kondensor biasanya didinginkan Oleh Kipas (FAN), Fan ini
berfungsi menghembuskan panas yang di hasilkan kondensor pada saat pelepasan Kalor yang di
serap Oleh gak refrigeran. Agar Proses Pelepasan kalor bisa lebih cepat, pipa kondensor didesain
berliku dan dilengkapi dengan sirip.
3. Pipa Kapiler
Pipa kapiler merupakan komponen utama yang berfungsi menurunkan tekanan refrigeran dan
mengatur aliran refrigeran menuju evaporator. Fungsi utama pipa kapiler ini sangat vital karena

menghubungkan dua bagian tekanan berbeda, yaitu tekanan tinggi dan tekanan rendah. refrigeran
bertekanan tinggi sebelum melewati pipa kapiler akan di ubah atau diturunkan tekananya. Akibat
dari penurunan tekanan refrigeran menyebabkan penurunan suhu. Pada bagian inilah (pipa
kapiler) refrigeran mencapai suhu terendah (terdingin). Pipa kapiler terletak antara saringan
(filter) dan Evaporator.
4. Evaporator
Evaporator berfungsi menyerap dan mengalirkan panas dari udara ke refrigeran. Akibatnya,
Wujud cair refrigeran setelah melewati pipa kepiler akan berubah wujud menjadi gak. Secara
sederhana, evaporator bisa di katakan sebagai alat penukar panas. Udara panas di sekitar
reuangan ber-AC diserap oleh evaporator dan masuk melewati sirip-sirip pipa sehingga suhu
udara yang keluar dari sirip-sirip menjadi lebih rendah dari kondisi semua atau dingi. Sirkulasi
udara ruangan ber-AC diatur Oleh Blower indoor. Biasanya Evaporator ditempatkan pada dalam
ruangan.
Komponen Pendukung AC Diantaranya :
1.Strainer Atau Saringan
Strainer atau saringan berfungsi menyaring kotoran yang terbawa oleh refrigeran di dalam sistem
AC, Kotoran yang lolos dari saringan karena strainer rusak dapat menyebabkan penyumbatan
pipa kapiler. Akibatnya, sirkulasi refrigeran menjadi terganggung. biasanya, kotoran yang
menjadi penyumbat sistem pendingn, seperti karat dan serpihan logam.
2. Accumulator
Accumulator berfungsi sebagai penampung sementara refrigeran cair bertemperatur rendah dan
campuran minyak pelumas evaporator. Selain itu, accumulator berfungsi mengatur sirkulasi
aliran bahan refrigeran agar bisa keluar-masuk melalui saluran isap kompresor. Untuk mencegah
agar refrigeran cair tidak mengalir ke kompresor, accumulator mengkondisikan wujud refrigeran
tetap dalam wujud gas. Sebab, ketika wujud refrigeran berbentuk gas akan lebih mudah masuk
ke dalam kompresor dan tidak merusak bagian dalam kompresor.
3. Minyak Pelumas Kompresor
Minyak pelumas atau oli kompresor pada sistem AC berguna untuk melumasi bagian-bagian
kompresor agar tidak cepat aus karena gesekan. Selain itu, minyak pelumas berfungsi meredam
panas di bagian-bagian kompresor. Sebagian kecil dari oli kompresor bercampur dengan
refrigeran, kemudian ikut bersirkulasi di dalam sistem pendingin melewati kondensor dan
evaporator. Oleh sebab itu, oli kompresor harus memiliki persyaratan khusus, yaitu bersifat
melumasi, tahan terhadap temperatur kompresor yang tinggi, memiliki titik beku yang renndah,
dan tidak menimbulkan efek negatif pada sifat refrigeran serta komponen AC yang dilewatinya.
4. Kipas ( Fan atau Blower )
Pada komponen AC, Blower terletak di bagian indoor yang berfungsi menghembuskan udara
dingin yang di hasilkan evaporator. Fan atau kipas terletak pada bagian outdoor yang berfungsi
mendinginkan refrigeran pada kondensor serta untuk membantu pelepasan panas pada kondensor

Komponen Kelistrikan Pada AC :


1. Thermistor
Thermistor adalah alat pengatur temperatur. Dengan begitu, thermistor mampu mengatur kerja
kompresor secara otomatis berdasarkan perubahan temperatur. Biasanya, termistor dipasang di
bagian evaporator. Thermistor dibuat dari bahan semikonduktro yang dibuat dalam beberapa
bentuk, seperti piringan, batangan, atau butiran, tergantung dari pabrikan AC. Pada thermistor
berbentuk butiran, memiliki diameter (kira-kira 3-5 mm). Kemudian, beberapa butir thermistor
tersebut dibungkus dengan kapsul yang terbuat dari bahan gelas (kapsul kaca). Selanjutnya,
kapsul kaca dipasangi dua buah kaki terminal (pin). Karena ukurannya sangat kecil, thermistor
berbentuk butiran mampu memberikan reaksi yang sangat cepat terhadap perubahan temperatur.
Thermistor dirancang agar memiliki tahanan yang nilainya semaking mengecil ketika temperatur
bertambah. Pada Unit AC, ada dua jenis thermistor, yaitu thermistor temperatur ruangan dan
thermistor pipa evaporator. Thermistor temperatur ruangan berfungsi menerima respon
perubahan temperatur dan hembusan evaporator. Thermistor pipa berfungsi menerima perubahan
temperatur pada pipa evaporator.
2.PCB Kontrol
PCB Kontrol merupakan alat mengatur kerja keseluruhan Unit AC. Jika di analogika, fungsi
PCB kontrol menyerupai fungsi otak manusia. Di dalam komponen PCB Kontrol terdiri dari
bermacam-macam alat elektronik, sperti thermistor,sensor,kapasitor,IC,trafo,fuse,saklar,relay ,
dan alat elektronik lainnya. Fungsinya pun beragam, mulai dari mengontrol kecepatan blower
indoor, pergerakan swing, mengatur temperatur, lama pengoperasian(timer), sampai menyalakan
atau menonaktifkan AC.
3. Kapasitor
Kapasitor merupakan alat elektronik yang berfungsi sebagai penyimpanan muatan listrik
sementara. Dikatakan sementara, kapasitor akan melepaskan semua muatan listrik yang
terkandung secara tiba-tiba dalam waktu yang sangat singkat. Besarnya muatan yang bisa
ditampung tergantung dari kapasitas kapasitor. Satuan dari kapasitas kapasitor adalah Farad (F).
Biasanya, Kapasitor difungsikan sebagai penggerak kompresor pertama kali atau starting
kapasitor. Dengan bantuan starting kapasitor, hanya dibutuhkan waktu sepersekian detik atau
sangat singkat untuk membuat motor kompresor berputar pada kecepatan penuh. Lama atau
singkatnya waktu yang dibutuhkan tergantung dari jumlah muatan listrik yang tersimpan pada
kapasitor. Setelah motor kompresor mencapai putaran penuh, secara otomatis hubungan listrik
pada kapasitor akan dilepas, dan digantikan dengan hubungan langsung dari PLN. Kapasitor
akan mengisi kembali muatan dan akan digunakan kembali sewaktu-waktu pada saat menyalakn
kompresor lagi. Pada unit AC, biasanya terdapat dua starting kapasitor, yaitu sebagai penggerak
kompresor dan motor kipas (fan). pada kompresor AC bertenaga 0.5 2 PK memiliki start
kapasitor berukuran 15-50 nF. Pada motor kipas (fan indoor atau outdoor) memiliki start
kapasitor berukuran 1-4 nF.
3.Overload Motor Protector (OMP)
Overload Motor Protector(OMP) merupakan alat pengaman motor listrik kompresor (biasanya

terdapat pada jenis kompresor hermetik). Kerja OMP dikendalikan oleh sensor panas yang
terbuat dari campuran bahan logam dan bukan logam (bimetal). Batang bimetal inilah yang
membuka dan menutup arus listrik secara otomatis ke motor listrik. Ketika bimetal dilewati arus
listrik tinggi secara terus menerus atau kondisi kompresor yang terlalu panas, bimetal akan
membuka sehingga arus listrik menuju kompresor akan putus. Begitu juga sebaliknya. Ketika
suhu kompresor turun, bimetal akan menutup, arus listik akan mengalir menuju kompresor
sehingga kompresor akan kembali bekerja. Penempatan OMP pada kompresor hermetik ada dua
macam, yaitu external OMP (diletakan di luar body kompresor) dan internal OMP(diletakan di
dalam kompresor). Biasanya,External OMP digunakan untuk mesin compresor AC yang tidak
terlalu besar(0,5-1 PK), sedangkan internal OMP banyak terdapat pada mesin kompresor AC

yang besar(1,5-2 PK).


4. Motor Listrik
Motor Listrik berfungsi untuk menggerakan kipas (outdoor) dan Blower (indoor). Bentuk dan
ukuran motor listrik indoor dan outdoor berbeda. Untuk membantu memaksimalkan putaran,
baik pada motor listrik indoor maupun outdoor, dibutuhkan start kapasitor yang berfungsi
menggerakan motor listrik pertama kali sampai mencapai putaran penuh. Selanjutnya, fungsi
start capasitor akan digantikan oleh arus listrik PLN untuk memutar kedua motor listrik ters

Blower Motor
5. Motor Kompresor
Motor Kompresor berfungsi menggerakan mesin kompressor. Ketika Motor bekerja, kompresor
akan berfungsi sebagai sirkulator bahan pendingin menuju ke seluruh bagian sistem pendingin.
Umumnya, motor kompresor dikemas menjadi satu unti dengan kompresornya. Serupa dengan
motor kipas, untuk start awal motor kompresor juga menggunakan bantuan start kapasitor.

4. KELISTRIKAN KAPAL

Sistem Kelistrikan Kapal


Meliputi:
Sistem penerangan (lighting load system)

Beban lampu utama tiap ruang, gangway, beban lampu tambahan, beban lampu darurat,
dll

Beban stop kontak (televisi, peralatan kantor, exhaust fan, lemari es, dll)

Sistem power (power load system)

Engine room machinery (mechanical, pneumatic, hydraulic, pump, fan, heater, etc)

Hull/deck machinery (crane, windlass, acc.ladder, winch, etc)

Galley, pantry, laundry, etc

Sistem navigasi, komunikasi dan keselamatan (navigation, communication and safety load
system)

Lampu-lampu navigasi (morse light, anchor light, mast head light, side light, etc)

Peralatan navigasi (RADAR, gyro compass, echo sounder, GPS, NavTex, etc)

Peralatan komunikasi (INMARSAT-B, INMARSAT-C, public addressor, intercom, etc)

AIS

General alarm

Sistem kelistrikan darurat (emergency source system)

Menggunakan baterai(aki) sebagai sumber daya dengan tegangan kerja sesuai dengan
rules yang terletak di ruang ESEP

Peralatan yang disuplai adalah peralatan darurat, antara lain:

Semua peralatan navigasi, komunikasi dan keselamatan yang bekerja pada arus searah
(DC)

Semua lampu-lampu darurat termasuk lampu ruangan dan gangway

Kapasitas baterai harus mampu mensuplai kebutuhan listrik selama minimal separuh dari
waktu perjalanan kapal pada rute kapal yang terjauh

Dokumen yang harus di klas kan antara lain:

Single line (one line) DIAGRAM dari:

1. Pembangkit listrik utama dan darurat


2. MSB (main switch board)
3. Sistem penerangan
4. Sistem-sistem yang terdapat interkoneksi
5. Sistem komunikasi, navigasi dan keselamatan
6. Sistem general-alarm
7. Di dalam gambar single line juga harus terdapat jenis dan ukuran kabel serta kapasitas
dan jenis dari pengaman (breaker)

Perhitungan atau kalkulasi dari:

1. Arus hubung-singkat (short-circuit current) untuk masing-masing panel yang terpasang


2. Power load untuk mengetahui total beban yang harus ditanggung genset untuk tiap
kondisi kapal

3. Power balance untuk mengetahui rating kerja dari genset yang terpasang serta total daya
pada peralatan continue dan intermittent untuk kondisi kapal dengan kebutuhan listrik
terbesar
Tahap-tahap pemilihan genset:

Perhitungan sistem penerangan dan stop kontak

Perhitungan total beban listrik di kapal (beban continuous dan intermittent) untuk setiap
kondisi

Estimasi pemilihan genset berdasarkan perhitungan total beban listrik

Perhitungan Sistem penerangan


Perhitungan ini digunakan untuk menentukan jumlah lampu dan stop kontak yang
dibutuhkan untuk setiap ruangan. Setiap lampu yang menggunakan armature (tempat lampu),
memiliki koefisien pancar cahaya yang berbeda-beda untuk setiap jenisnya. Parameter lainnya
adalah, luas dari bagian yang akan disinari, tinggi bidang kerja, besarnya intensitas cahaya yang
dibutuhkan ruangan sesuai dengan fungsi ruangan tersebut, faktor refleksi dari warna yang
terdapat di dinding, lantai serta atap ruangan tersebut, indeks ruangan serta faktor depresiasi (k).
k=pl/h(p+l)
Dimana :

= panjang daerah yang akan disinari

= lebar daerah yang akan disinari

= ketinggian bidang kerja

untuk menentukan efisiensi armature, untuk nilai k<0.6 maka efisiensinya dapat langsung
menggunakan efisiensi untuk nilai k=0.6, sedangkan untuk nilai k>5 maka efisiensinya dapat
langsung menggunakan efisiensi untuk nilai k=5. Sedangkan jika nilai k adalah 0.6 Jumlah, jenis
dan daya lampu yang digunakan dapat divariasikan untuk setiap armature, tergantung produksi
dari pabrik.

BAB IV
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Kesimpulan dari pembuatan makalah tentang mesin ini adalah agar kita bisa mengetahui
apa itu mesin dan macam-macam dari mesin itu apa,alat keselamatan sebelum memakai
mesin tsb dan cara perawatannya bagaimana sehingga kita bisa mengetahui dari mesin itu
sendiri . Dan mesin itu sangat berguna bagi kehidupan manusia sebagai alat bantu kerja
manusia agar (MANUSIA) kita bisa mealakukan pekerjaan dengan efisien dan mudah
dengan adanya bantuan dari mesin itu sendiri
B.SARAN
Saran kami dari penulis untuk pembaca mudah-mudahan makalah yang kami buat ini
bisa bermanfaat dan bisa menjadi tambahan ilmu

DAFTAR PUSTAKA
1. http://dunia-otomotifmobil.blogspot.co.id/2013/09/pengertian-mesin-diesel.html
2. http://belajar-otomotif-1.blogspot.co.id/2013/08/pedomanmembongkar-dan-memasang-motor.html
3. http://jelajahiptek.blogspot.co.id/2012/06/pengertianmesin-dan-penjelasannya.html
4. http://jelajahiptek.blogspot.co.id/2012/06/pengertianmesin-dan-penjelasannya.html
5. http://jelajahiptek.blogspot.co.id/2012/06/pengertianmesin-dan-penjelasannya.html
6. https://cyberships.wordpress.com/2013/08/19/sistemkelistrikan-kapal/