Anda di halaman 1dari 11

DISOLUSI

DEFINISI
Secara fisiko kimia : disolusi proses dimana suatu zat padat memasuki
fase pelarut untuk menghasilkan suatu larutan.
Disolusi adalah proses dimana molekul obat dibebaskan dari fase padatan
dan masuk kedalam fase larutan.
Pelepasan : proses dimana obat meninggalkan produk obat

dan

cenderung untuk absorpsi, distribusi, metabolism dan ekskresi bahkan


menjadi tersedia untuk untuk aksi farmakologi.
Pelepasan obat dapat melalui beberapa cara : immediate-release drug,
modified release drug, delayed release, dan controlled release (extended
release product dan pulsatile release).

Kelarutan jenuh obat adalah factor kunci dalam persamaan Noyes-Whitney.


Driving force untuk disolusi adalah gradient konsentrasi menembus lapisan
batas. Untuk itu driving force bergantung pada

ketebalan lapisan batas

dan

Driving force untuk disolusi terbesar adalah pada saat system berada
di bawah kondisi sink. Dibawah kondisi ini persamaan menjadi :

Metode
pengujian
dissolusi

Klasifikasi apparatus dalam European Pharmacopoeia


(2002) untuk bentuk sediaan yang berbeda
Bentuk sediaan padat

Paddle apparatus
Basket apparatus
Flow-through apparatus

Patch transdermal

Disk-assembly method
Cell method
Rotating cylinder method

Bentuk-bentuk sediaan khusus

Chewwing apparatus (medicated chewing


gum)
Flow-through apparatus

Apparatus untuk pelepasan


obat medicated chewing gum

Flow-through cell untuk produk


semipadat

BIOPHARMACEUTICAL CLASSIFICATION SYSTEM (BCS)


Amidon

et

al

berdasarkan

membuat

BCS

kelarutannya

untuk

dalam

mengklasifikasika

air

dan

obat

permeabilitas

intestinalnya.
Sifat BCS (kelarutan dan permeabilitas) bersama dengan disolusi
obat

dari

bentuk

sediaan

merupakan

factor

utama

yang

mempengaruhi kecepatan dan perluasan absorpsi obat dari bentuk


sediaan.
Menurut BCS kriteria (2004) obat dianggap sangat larut pada saat
dosis tertinggi kekuatan obat larut kurang dari 250 mL air pada pH
1-6.8 dan di anggap sangat permeable pada saat absorpsi pada
manusia lebih dari 90% dari dosis yang diberikan.