Anda di halaman 1dari 13

BAB I

Latar belakang
Perkembanhgan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini berdampak pada persaingan
dunia usaha yang semakin meningkat terutama dibidang kefarmasian yaitu obat-obatan yang
sering dijumpai dimasyarakat dengan berbagai variasi antara lain sediaan padat seperti tablet,
kapsul; sediaan setengah padat misalnya salep, cream, pasta dan jel, serta bentuk sediaan cair
yaitu suspensi dan emulsi. Masing masing bentuk sediaan tersebut memiliki fungsi dan khasiat
beragam yang dapat digunakan sebagai obat untuk pemakaian dalam (oral) misalnya tablet dan
kapsul

dan

pemakian

luar

(topikal),seperti;

salep,

krim,

pasta

dan

jelly

yang penggunaannya dapat dioleskan pada bagian yang diinginkan. Sediaan pasta dan jelly
banyak digemari ole masyarakat karena praktis dan tidak menimbulkan efek samping yang
berlebihan.
Umumnya, gel merupakan sediaan semi padat yang jernih, tembus cahaya dan mengandung
zat aktif, merupakan dispersi koloid yang memiliki kekuatan oleh adanya jaringan yang saling
berikatan pada fase terdispersi (Ansel, 1989).
Sediaan gel mengandung jumlah air yang tinggi serta memberi rasa sejuk pada kulit.
Penggunaan gel sangat luas selain untuk penghantaran obat juga digunakan untuk kosmetik.
Tersedia banyak gelling agent yang dapat digunakan sebagai basis gel, masing-masing memiliki
sifat fisika kimia tersendiri yang disesuaikan dengan bahan aktifnya agar sediaan yang dihasilkan
efektif, stabil dan akseptabeL
B. Rumusan Masalah
1. bagaiamana definisi dari gel?
2. apa saja keuntungan dan kerugian dari sediaan gel?
3. bagimana penggolongan dari sediaan gel?
4. apa saja komponen dari sediaan gel?
C. Tujuan makalah
1. dapat mendefinisikan pengertian dari sediaan gel.
2. dapat menjelaskan keuntungan dan kerugian sediaan gel
1

3. dapat menjelaskan macam-macam penggolongan dari sediaan gel.


4. dapat menjelaskan komponen yag terkandung dalam sediaan gel.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi
Gel merupakan system semi padat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik
yang kecil atau molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh suatu cairan. Gel kadang kadang
disebut jeli. (FI IV, hal 7)
Gel adalah sediaan bermassa lembek, berupa suspensi yang dibuat Dari zarah kecil senyawa
anorganik atau makromolekul senyawa organik, masing-masing terbungkus dan saling terserap
oleh cairan (FormulariumNasional, hal 315).
Kegunaan

Untuk kosmetik, gel digunakan pada shampo, parfum, pasta gigi, kulit dan sediaan

perawatan rambut.
Gel dapat digunakan untuk obat yang diberikan secara topikal (non streril) atau
dimasukkan ke dalam lubang tubuh atau mata (gel steril) (FI IV, hal 8)

B.

Keuntungan dan kekurangan sediaan gel

Keuntungan gel

Mudah digunakan (dioleskan)


Memberikan rasa nyaman karena adanya sensasi dingin
Mudah dibersihkan
Memenuhi aspek acceptability

Kerugian Gel

Untuk hidrogel : harus menggunakan zat aktif yang larut di dalam air sehingga
diperlukan penggunaan peningkat kelarutan seperti surfaktan agar gel tetap jernih pada
berbagai perubahan temperatur, tetapi gel tersebut sangat mudah dicuci atau hilang ketika
berkeringat, kandungan surfaktan yang tinggi dapat menyebabkan iritasi dan harga lebih

mahal.
Penggunaan emolien golongan ester harus diminimalkan atau dihilangkan untuk

mencapai kejernihan yang tinggi.


Untuk hidro alkoholik : gel dengan kandungan alkohol yang tinggi Dapat menyebabkan
pedih pada wajah dan mata, penampilan yang buruk pada kulit bila terkena pemaparan
3

cahaya matahari, alcohol akan menguap dengan cepat dan meninggalkan film yang
berpori atau pecah-pecah sehingga tidak semua area tertutupi atau kontak dengan zat
aktif.
C. Penggolongan gel
Menurut sifat fase koloid

Gel anorganik, contoh : bentonit magma


Gel organik, pembentuk gel berupa polimer

Berdasar sifat pelarut

Hidrogel ( pelarut air):

Hidrogel terbentuk dari molekul polimer hidrofilik yang berikatan melalui ikatan kimia.
Hidrogel mempunyai tegangan permukaan yang rendah dibanding cairan biologi dan jaringan
sehingga meminimalkan kekuatan adsorbsi protein dan adhesi sel. Hidrogel bersifat
lembut/lunak dan elastis sehingga meminimalkan iritasi.

Organogel (pelarut bukan air/pelarut organik).

Contoh : plastibase (suatu polietilen dengan BM rendah yang terlarut dalam minyak mineral dan
didinginkan secara shock cooled), dan dispersi logam stearat dalam minyak.

Xerogel

Gel yang telah padat dengan konsentrasi pelarut yang rendah diketahui sebagai xerogel. Xerogel
sering dihasilkan oleh evaporasi pelarut, sehingga sisa sisa kerangka gel yang tertinggal.
Kondisi ini dapat dikembalikan pada keadaan semula dengan penambahan agen yang
mengimbibisi, dan mengembangkan matriks gel. Contoh : gelatin kering, tragakan ribbons dan
acacia tears, dan sellulosa kering dan polystyrene.
Berdasar fase terdispersi

Gel fase tunggal

Terdiri dari makromolekul organik yang tersebar serba sama dalam suatu cairan sedemikian
hingga tidak terlihat adanya ikatan antara molekul makro yang terdispersi dan cairan. Gel fase
4

tunggal dapat dibuat dari makromolekul sintetik (misal karbomer) atau dari gom alam (misal
tragakan). Molekul organik larut dalam fasa kontinu.

Gel sistem dua fasa

Terbentuk jika masa gel terdiri dari jaringan partikel kecil yang terpisah. Dalam sistem ini, jika
ukuran partikel dari fase terdispersi relatif besar, masa gel kadang-kadang dinyatakan sebagai
magma. Partikel anorganik tidak larut, hampir secara keseluruhan terdispersi pada fasa kontinu.
D. Komponen Sediaan Gel
ZAT AKTIF
GELLING AGENT
BAHAN TAMBAHAN
GELLING AGENT
Adalah substansi hidrokoloid yang memberi konsistensi tiksotropi pada gel

Dikenal juga sebagai solidifiers atau stabilizer dan thickening agent


>larut dalam air dingin dari pada air panas
Metilselulose dan polaxamer kelarutan> air dingin, bentonit, gelatin, Na CMC >larut

dalam air panas


Gelling agent perlu neutralizer setelah dibasahi dalam medium pendispersi
Digunakandengankonsentrasi 0,5-10%
Kebanyakan perlu waktu 24-48 jam untuk terhidrasi sempurna serta mencapai viskositas

dan kejernihan maksimum


Obat dapat ditambahkan sebelum gel terbentuk jika adanya obat
Tdk mempengaruhi pembentukan gel.
Viskositas berkisar 1000-100.000 cps

TRAGACANTH

Polisakarida komplek alami dengan variasi sifat reologi dan kualitas mikrobiologinya
Diperoleh dari getah tanaman genus Astragalus
Viskos, tidak berbau, tidak berwarna
Konsentrasi yang diperlukan 5%
Perlu dibasahi dengan etanol atau gliserin sebelum di disperse dalam air
Digunakan untuk treatmen luka bakar topikal
Bersifat asam dan memiliki BM 840.000
5

Berfungsi sebagai demulscent dan suspending agent

Fenugreek mucilage

Diekstrak dengan multiple maserasi biji jinten hitam


Mengandung polisakarida galaktomanan
Larut lambat dalam air, cepat dalam air panas membentuk larutan Koloidal viskous
Gelling concentration 2,5-3,5%

Turunan Selulosa
Metilselulosa
Larut dalam air dingin tapi tdk larut dalam air panas
Nonionik dan stabil dalam spektrum pH luas
Non toksikKompatibel dengan air, alkohol (70%), dan propilenglikol (50%)
Kejernihan, hidrasi, dan viskositas maksimum tercapai jika gel didinginkan 0-10C selama

1 jam
Merk pasarannya Methocel HG dan Methocel MC

Hidroksi etil selulosa


Membentuk lapisan oklusif ketika diaplikasikan ke kulit dan dibiarkan kering
pH 5,5-8,5
Larut dalam air dingin dan panas
pendispersian lebih mudah dengan bantuan pengadukan pada suhu 20-25 C kemudian
dipanaskan hingga 60-70 C
Hidroksi propel selulosa
Terhidrasi dan swelling dalam air
Gel yang terbentuk lebih encer
pH 5,5 - 8,5
Larut dalam air dingin < 38 C membentuk koloidal halus dan jernih, suhu 40-45 C

presipitasi
Larut dalam pelarut organic dingin maupun panas (ex:etanol)
Gel stabil pada pH 6-8, pada pH rendah dan asam akan terhidrolisis dan viskositas
menurun, demikian juga kenaikan suhu hingga 45 C juga menurunkan viskositas

Hidroksi propel metal selulosa=Hipromelose


Membentuk gel kental tapi toleransi terhadap ion muatan positif
6

Rendah
Terdispersi dalam air dingin praktis tidak larut dalam air panas
Penggunaan sebagai thickening agent 0,25-5
Bersifat nonionic sehingga tidak bereaksi dengan garam metal
membentuk presipitat
Inkompatibel dengan senyawa pengoksidasi

CMC
Umum digunakan dalam bentuk garam sodium, dikenal sebagai carmellose sodium
Membentuk gel kental
Stabilitas maksimum pH 7-9
Konsentrasi untuk gel 3-6%
Larut dalam air di segala temperature
Presipitasi terjadi pada pH < 2 dan bila dicampur dengan ethanol 95%
Inkompatibel dengan senyawa sangat asam, garam besi, logam aluminium, merkuri, seng
dan presipitasi dengan protein bermuatan positif

Carbopol=carbomer
Membentuk larutan asam pH 3,0
Penetralisir ditambahkan untuk menaikan pH dan menyebabkan disperse mengental
membentuk gel (KOH, NaOH, TEA)

Pektin
Diperoleh dari kulit berbagai buah-buahan seperti apel, jeruk, pisang
Larut dalam air tidak larut dalam etanol 95% dan pelarut organik lain

Poloxamers (Pluronics)
BM < 3000 likuid> 3000 solid
Sebagai gelling agent 15 -50%
Inkom dengan paraben
Larut dalam air dan pelarut organic membentuk larutan jernih.

Alginat
Terdiri rantai linier asam uronik
Larut dalam air.
Dipasarkan dalam bentuk sodium, potasium, ammonium alginat
Digunakan dengan konsentrasi 5 10%
Garam kalsium meningkatkan viskositas alginat (terjadi crosslinking)
Selain kalsium ion logam polivalen lain juga berpengaruh pada struktur gel

Gelatin
7

Diproduksi Dari hidrolisis kolagen yang berasal dari kulit, tulang binatang, Dan jaringan

konektif
Larut dalam air panas sekitar 40C membentuk gel
Tdk larut dalam etanol 95%
Mengasorbsi air 5-10X beratnya
Dalam 2 bentuk pharmagel A dan pharmagel
memiliki sifat adesif tapi mudah hilang dari kulit
Yang banyak digunakan untuk gel adalah gelatin hidrolisat
Crosslinked gelatin mengandung air 50-99%
Crosslinked gelatin menyebabkan pelepasan diperpanjang

Pati
Pati membentuk gel tranluscen (tembus cahaya) dalam air.
Kombinasi dengan gelatin, gliserin digunakan untuk formulasi gel

PVA
Kurang larut dalam air dingin. Pendispersian dibantu dengan wetting agent kemudian

dipanaskan 90C selama 5 menit dan terus Di aduk hingga dingin


Sedikit larut dalam etanol 95%, tdk larut dalam pelarut organic
Tersedia dalam 3 macam viskositas :low, medium, high viskous
Diperlukan konsentrasi 2,5% untuk membuat gel
Perlu penambahan borax untuk membentuk gel

Povidone=Kollidon=PVP
BM tinggi
Membentuk gel pada konsentrasi> 10%
Higroskopis dan mudah ditumbuhi jamur dalam bentuk larutan

Bahan tambahan sediaan gel:


1. Polietilen (gelling oil)
Digunakan dalam gel hidrofobik menghasilkan gel yang lembut, mudah tersebar, dan
membentuk lapisan/film yang tahan air pada permukaan kulit. Untuk membentuk gel,
polimer harus didispersikan dalam minyak pada suhu tinggi (di atas 800C) kemudian

langsung didinginkan dengan cepat untuk mengendapkan kristal yang merupakan


pembentukan matriks.

2.

Koloid padat terdispersi

Mikrokristalin selulosa dapat berfungsi sebagai gellant dengan cara pembentukan jaringan
karena gaya tarik-menarik antar partikel seperti ikatan hidrogen.
3.

Surfaktan

Gel yang jernih dapat dihasilkan oleh kombinasi antara minyak mineral, air, dan konsentrasi
yang tinggi (20-40%) dari surfaktan anionik. Kombinasi tersebut membentuk mikroemulsi.
Bentuk komersial yang paling banyak untuk jenis gel ini adalah produk pembersih rambut.
4.

Wax

Banyak wax yang digunakan sebagai gellants untuk media nonpolar seperti beeswax, carnauba
wax, setil ester wax.
5.

Polivinil alcohol

Untuk membuat gel yang dapat mengering secara cepat. Film yang terbentuk sangat kuat dan
plastis sehingga memberikan kontak yang baik antara obat dan kulit. Tersedia dalam
beberapa grade yang berbeda dalam viskositas dan angka penyabunan.
6. Pengawet
Meskipun beberapa basis gel resisten terhadap serangan mikroba, tetapi semua gel mengandung
banyak air sehingga membutuhkan pengawet sebagai antimikroba. Dalam pemilihan pengawet
harus memperhatikan inkompatibilitasnya dengan gelling agent. Beberapa contoh pengawet yang
biasa digunakan dengan gelling agent :
9

Tragakan : metil hidroksi benzoat 0,2 % w/v dgn propil hidroksi benzoat 0,05 % w/v

Na alginate : metil hidroksi benzoat 0,1- 0,2 % w/v, atau klorokresol 0,1 % w/v atau
asam benzoat 0,2 % w/v
Pektin : asam benzoat 0,2 % w/v atau metil hidroksi benzoat 0,12 % w/v atau

klorokresol 0,1-0,2 % w/v


Starch glyserin

: metil hidroksi benzoat 0,1-0,2 % w/v atau asam benzoat 0,2 %

w/v

MC : fenil merkuri nitrat 0,001 % w/v atau benzalkonium klorida 0,02% w/v

Na CMC : metil hidroksi benzoat 0,2 % w/v dgn propil hidroksi benzoat 0,02 % w/v

Polivinil alkohol : klorheksidin asetat 0,02 % w/v

8.

Chelating agent

Bertujuan untuk mencegah basis dan zat yang sensitive terhadap logam berat. Contohnya EDTA
E.

Pembuatan Gel
Bahan aktif, gelling agent, dan bahan tambahan lainnya ditimbang
Gelling agent dikembangkan dalam air
Ditambahkan pada campuran zat aktif dan bahan tambahan diaduk
Dengan pelan, jangan sampai ada gelembung udara terjebak didalamnya

CLEAR GEL
R/ minyak mineral10%
polioksietilen 10
oleileter20,7%
polioksietilen fatty gliserida10,3%
propilenglikol8,6%
sorbitol6,9%
air43,5%
BASIS CLEAR JELLY
R/ Na alginate3 g
Metilparaben0,2 g
Natriumheksametafosfat5 g
10

Gliserin10 g
Airmurni100 g
Gel sun Screening
R/Etanol53%
Karbomer940 1 %
Gliseril-p-amino benzoat3 %
Monoisopropanolamin0,09 %
Air 52,91 %
Cara pembuatan :

Karbomer 940 didispersikan kedalam alcohol dan gliseril-p-amino benzoate dilarutkan ke

dalam larutan.
Secara perlahan Mono isopropanolamin ditambahkan.
Kemudian secara perlahan-lahan ditambahkan air dan dikocok dengan seksama
untukmenghindari penyerapan udara, larutan akan jernih dan terbentuk gel.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pembuatan sediaan gel


1.

Penampilan gel : transparan atau berbentuk suspensi partikel koloid yang terdispersi,
dimana dengan jumlah pelarut yang cukup banyak membentuk gel koloid yang mempunyai
struktur tiga dimensi.

2.

Inkompatibilitas dapat terjadi dengan mencampur obat yang bersifat kationik pada
kombinasi zat aktif, pengawet atau surfaktan dengan pembentuk gel yang bersifat anionik
(terjadi inaktivasi atau pengendapan zat kationik tersebut).

3.

Gelling agents yang dipilih harus bersifat inert, aman dan tidak bereaksi dengan
komponen lain dalam formulasi.

4.

Penggunaan polisakarida memerlukan penambahan pengawet sebab polisakarida bersifat


rentan terhadap mikroba.

5.

Viskositas sediaan gel yang tepat, sehingga saat disimpan bersifat solid tapi sifat soliditas
tersebut mudah diubah dengan pengocokan sehingga mudah dioleskan saat penggunaan
topikal.

6.

Pemilihan komponen dalam formula yang tidak banyak menimbulkan perubahan


viskositas saat disimpan di bawah temperatur yang tidak terkontrol.
11

7.

Konsentrasi polimer sebagai gelling agents harus tepat sebab saat penyimpanan dapat
terjadi penurunan konsentrasi polimer yang dapat menimbulkan syneresis (air mengambang
diatas permukaan gel)

8.

Pelarut yang digunakan tidak bersifat melarutkan gel, sebab bila daya adhesi antar
pelarut dan gel lebih besar dari daya kohesi antar gel maka sistem gel akan rusak.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Gel merupakan system semi padat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik
yang kecil atau molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh suatu cairan. Gel kadang kadang
disebut jeli. (FI IV, hal 7). Sediaan gel mengandung jumlah air yang tinggi serta memberi rasa
sejuk pada kulit. Penggunaan gel sangat luas selain untuk penghantaran obat juga digunakan
untuk kosmetik. Tersedia banyak gelling agent yang dapat digunakan sebagai basis gel, masingmasing memiliki sifat fisika kimia tersendiri yang disesuaikan dengan bahan aktifnya dan bahan
tambahan agar sediaan yang dihasilkan efektif, stabil dan akseptabel.
B. Saran
Demikianlah makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar terciptanya makalah yang lebih baik lagi.

12

DAFTAR PUSTAKA
Anonym.2013.http://library.unej.ac.id. Diktat Kuliah Formulasi Sediaan Semisolid.
( diakses pada 30 juni 2015).
Anonym.2013. https://nanikartinah.wordpress.com. Sediaan gel. (diakses pada 30 juni 2015).
Anonym.2014.http://www.academia.edu. Formulasi Sediaan Gel 2. ( diakses 30 juni 2015)
Anonym.2011.http://mariberbagirirasi.blogspot.com. krim-cream. (diakses pada 30 juni 2015
Kartika, cari. 2011. http://carikartika.blogspot.com. Mekanisme Pembentukan Gel . ( Diakses
pada 30 juni 2015)

13