Anda di halaman 1dari 7

I.

TEMPERATUR
1. TEMPERATUR.
Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas dingin suatu
benda dan alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah thermometer.
Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk mengukur suhu cenderung
menggunakan indera peraba. Tetapi dengan adanya perkembangan teknologi
maka diciptakanlah termometer untuk mengukur suhu dengan valid. Pada
abad 17 terdapat 30 jenis skala yang membuat para ilmuan
Temperatur adalah ukuran panas-dinginnya dari suatu benda. Panasdinginnya suatu benda berkaitan dengan energi termis yang terkandung dalam
benda tersebut. Makin besar energi termisnya, makin besar temperaturnya.
Suhu menunjukkan derajat panas benda. Mudahnya, semakin tinggi suhu
suatu benda, semakin panas benda tersebut. Secara mikroskopis, suhu
menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam suatu
benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan maupun
gerakan di tempat berupa getaran. Makin tingginya energi atom-atom
penyusun benda, makin tinggi suhu benda tersebut.
Suhu juga disebut temperatur yang diukur dengan alat termometer. Empat
macam termometer yang paling dikenal adalah Celsius, Reumur, Fahrenheit
dan Kelvin.
Perbandingan antara satu jenis termometer dengan termometer lainnya
mengikuti:
C:R:(F-32) = 5:4:9 dan
K = C + 273.(derajat)

Karena dari Kelvin ke derajat Celsius, Kelvin dimulai dari 273 derajat,
bukan dari -273 derajat. Dan derajat Celsius dimulai dari 0 derajat. Suhu
Kelvin sama perbandingan nya dengan derajat Celsius yaitu 5:5, maka dari
itu, untuk mengubah suhu tersebut ke suhu yang lain, sebaiknya
menggunakan atau mengubahnya ke derajat Celsius terlebih dahulu,
karena jika kita menggunakan Kelvin akan lebih rumit untuk
mengubahnya ke suhu yang lain.

dingin

panas

II. PEMUAIAN
2. PEMUAIAN
2

a.Pemuaian
Pemuaian terjadi ketika zat dipanaskan (menerima kalor), partikelpartikel zat bergetar lebih cepat sehingga saling menjauh dan benda
memuai. Sebaliknya, ketika zat didinginkan (melepas kalor) partikelpartikel zat bergetar lebih lemah sehingga saling mendekati dan benda
menyusut.
Pemuaian terjadi pada 3 zat yaitu pemuaian pada zat padat, pada zat
cair, dan pada zat gas.
Pemuaian zat cair mengikuti bentuk wadahnya sehingga zat cair
hanya mengalami muai volume saja. Muai volume zat cair juga bergantung
pada jenis zat cair, yang dinyatakan oleh besaran koefisien muai
volumnya. Telah diketahui bersama bahwa kenaikan suhu yang sama,
volume alkohol lebih besar daripada muai volume raksa.
Termometer raksa menunjukkan bahwa untuk kenaikan suhu yang
sama, muai volume zat cair (raksa) lebih besar daripada muai volume
zat padat (pipa kapiler dari kaca). Dalam keseharian, jika teko berisi air
hampir penuh dipanaskan, maka ketika mendidih sebagian air tumpah dari
teko.
Pemuaian zat gas diselidiki dengan alat dilatometer. Diperoleh nilai
koefisien muai untuk semua jenis gas sama, yaitu 1/273 /K atau
0,00367/K. Muai gas dapat dimanfaatkan termometer gas.

b.Muai panjang

Muai

panjang

berbagai

zat

padat

diselidiki

dengan

alat Musschenbrock. Dengan alat ini ditemukan bahwa muai panjang zat
padat bergantung pada tiga faktor:
1. panjang awal (lo) : makin besar panjang awal, maka makin besar muai
panjang
2. kenaikan suhu (T): makin besar kenaikan suhu, maka makin besar
muai panjang
3. jenis bahan.
Muai panjang adalah bertambahnya ukuran panjang suatu benda
karena menerima kalor. Pada pemuaian panjang nilai lebar dan tebal sangat
kecil dibandingkan dengan nilai panjang benda tersebut. Sehingga lebar
dan tebal dianggap tidak ada. Contoh benda yang hanya mengalami
pemuaian panjang saja adalah kawat kecil yang panjang sekali.
Pemuaian panjang suatu benda dipengaruhi oleh beberapa faktor
yaitu panjang awal benda, koefisien muai panjang dan besar perubahan
suhu. Koefisien muai panjang suatu benda sendiri dipengaruhi oleh jenis
benda atau jenis bahan.
Secara matematis persamaan yang digunakan untuk menentukan
pertambahan panjang benda setelah dipanaskan pada suhu tertentu adalah

Bila ingin menentukan panjang akhir setelah pemanasan maka digunakan


persamaan sebagai berikut :

c.Muai luas
Muai luas adalah pertambahan ukuran luas suatu benda karena
menerima kalor. Pemuaian luas terjadi pada benda yang mempunyai
ukuran panjang dan lebar, sedangkan tebalnya sangat kecil dan dianggap
tidak ada. Contoh benda yang mempunyai pemuaian luas adalah lempeng
besi yang lebar sekali dan tipis.
Seperti halnya pada pemuian luas faktor yang mempengaruhi pemuaian
luas adalah luas awal, koefisien muai luas, dan perubahan suhu. Karena
sebenarnya pemuaian luas itu merupakan pemuian panjang yang ditinjau
dari dua dimensi maka koefisien muai luas besarnya sama dengan 2 kali
koefisien muai panjang. Pada perguruan tinggi nanti akan dibahas
bagaimana perumusan sehingga diperoleh bahwa koefisien muai luas sama
dengan 2 kali koefisien muai panjang.
Untuk menentukan pertambahan luas dan volume akhir digunakan
persamaan sebagai berikut :

d.Muai Volume
Muai volume adalah pertambahan ukuran volume suatu benda
karena menerima kalor. Pemuaian volume terjadi benda yang mempunyai
ukuran panjang, lebar dan tebal. Contoh benda yang mempunyai pemuaian
volume adalah kubus, air dan udara. Volume merupakan bentuk lain dari
panjang dalam 3 dimensi karena itu untuk menentukan koefisien muai
volume sama dengan 3 kali koefisien muai panjang. Sebagaimana yang
telah dijelskan diatas bahwa khusus gas koefisien muai volumenya sama
dengan 1/273
Persamaan yang digunakan untuk menentukan pertambahan volume dan
volume akhir suatu benda tidak jauh beda pada perumusan sebelum.
Hanya saja beda pada lambangnya saja. Perumusannya adalah

Koefisien muai linear () dari beberapa zat padat :


Bahan
Aluminium
Tembaga
Gelas (biasa)
Baja

(x 10-6 /Co)
23
17
9
11

Bahan
Kuningan
Timbal
Gelas (pirex)
Invar (Ni-Fe alloy)

(x 10-6 /Co)
19
29
3,2
0,9