Anda di halaman 1dari 39

Materi Enterprenuership

BAB 1 Materi Kuliah


(Enterprenuership)
Pengertian Enterpreneurship
Para Pakar Ekonomi Amerika, Dalam Encyclopedia of America
(1984), Enterpreneur adalah Pengusaha yg memiliki keberanian
untuk mengambil Resiko dengan menciptakan produksi,
termasuk modal, tenaga kerja dan bahan, dan dari usaha bisnis
mendapat profit/laba
The American Heritage Dictionary (1985), Entrepreneur is a
Person who organizes, operates, and assumes the risk of
business venture
Mengapa Menjadi Enterpreneur???
Manusia diberikan Tuhan 4 (empat) hal, yaitu : Waktu
(kehidupan), Tenaga (Otot), Pikiran (Otak) dan Materi (Harta),
serta Doa. Empat hal tersebut tidak diberikan secara adil dan
samarata, Kecuali WAKTU
Waktu adalah Sekarang, karena kemarin sudah lewat dan
besuk belum past
Waktu tidak dapat ditabung, atau disimpan seperti materi
Hidup manusia dibatasi waktu (umur)
Waktu harus digunakan sebaik dan seoptimal mungkin,
Rugi waktu tidak dapat diganti
Peluang Usaha merupakan bagian dari waktu
Karakteristik Jiwa Enterpreneur
Mempunyai Visi dan Misi
Kreatif dan Inovatif
Mampu Melihat Peluang
Orientasi Pada Kepuasan Konsumen
Orientasi Pada Profit dan Pertumbuhan
Berani Menanggung Risiko
Berjiwa Kompetisi

Cepat Tanggap & Gerak Cepat


Berjiwa Sosial dan Menjadi Dermawan (Pylantrophis

Basic Enterpreneurship
Enterpreneur, Bukan bakat atau turunan, Enterpreneur
dibuat bukan dilahirkan
Di Indonesia masih diperlukan minimal 4 juta Enterpreneur
Enterpreneurship bukan sekedar pengetahuan, teknik atau
keterampilan, tetapi lebih berorientasi pada sikap mental
melalui proses diri dengan praktek dan pengalaman karena
dorongan motivasi diri sendiri
Seorang yg mempunyai wawasan Enterpreneurship belum
tentu jadi pengusaha, bisa jadi intrapreneur (pegawai) atau
sebagai social enterpreneurship
Mental Pegawai VS Enterpreneur
Jangan berjiwa kuli atau buruh, jangan bekerja asal-aslan,
kuli bekerja dengan otot enterpreneur bekerja dengan otak,
jadilah org yg mau bertanggungjawab terhadap yg telah
dikerjakan
Belajar menjadi pemimpin, sebelum menjadi pemimpin yg
baik jadilah anak buah yang baik
Tidak berjiwa konsumtif, tidak boros, belajar investasi &
menabung, jangan besar pasak daripada tiang
Enterpreneur selalu berjiwa dan berusaha mempunyai,
menambah dan memelihara aset sebagai salah satu unsur
modal
Belajar menghitung & menganalisa resiko, sebab apapun
yang dilakukan di dunia ini selalu punya resiko
Hilangkan kebiasaan berkeluh kesah, biasanya org lain
kurang simpati dg keluh kesah
Hilangkan kebiasaan berkelit dari permasalahan dengan
cara berdalih atau alasan. Biasakan mencari solusi
Sikap Mental yg Harus Dikikis
Dalam Buku Manusia Indonesia , Karya : Muchtar Lubis
Munafik atau Hypokrit
Segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya,
putusannya, kelakuannya, pikiranyya dan sebagainya.
Bersikap & berperilaku Feodal
Percaya Takhayyul

Artistik, berbakat seni


Lemah watak dan karakternya

BAB 2 Materi Kuliah


(Enterprenuership)
Enterpreneur di Indonesia
Enterpreneur di Indonesia Kurang Berkembang ;
Pengaruh Pola pikir Tradisional
Orang yg mengikuti orang banyak tidak akan pernah diikuti
oleh orang banyak ( John Maxwell )
Kurang Motivasi & Antusias
Antusiasme mudah menular, mulailah menyebar wabah ini (
Don Ward )
Antusiasme adalah keyakinan yang membara (George Adams
)
Sifat Insinyur yang Introvert
Hidup terdiri dari 10 % dari apa yang anda bentuk, dan 90 %
bagian Anda dibentuk darinya ( Irving Benson )
Pengaruh Etos Keberhasilan yg Kurang Menghargai
Berjiwa Safety Player
Terlalu Banyak orang mencari tempat aman dan selamat.
Akibatnya banyak yang terpuruk ( Thomas Ryder)
Lemah Dalam Leadership
Kekuatan satu kelompok adalah di dalam kekuatan
pemimpinnya ( Vince Lombardy)
Pemimpin mencapai hasil melalui yang dipimpin (Patricia
Fripp)
Pengaruh Feodalisme gaya Baru
Kerja ingin ringan, hasilnya ingin besar, dan tidak mau
menanggung resiko
Kurangnya Pendidikan Enterpreneurship
Kurangnya dukungan Pemerintah Pusat & Daerah
Dukungan PemerintahTerhadap Enterpreneurship
Tidak merepotkan pengusaha, yang mengakibatkan
ekonomi biaya tinggi
Tidak membebani pengusaha dan investor dengan
peraturan yg menyulitkan

Mempermudah dan mempercepat urusan legalitas dan ijinijin


Pengurusan tanhah menjadi SHM, HGB dan HGU
Pembangunan infrastruktur, daerah potensial ekonomi
Pemerintah hendaknya b ertindak sebagi regulator,
motivator, fasilitator, promotor dan mediator
Pemerintah terbuka & proaktif u/ komunikasi dg Pengusaha

Manfaat Dukungan PemerintahTerhadap Enterpreneurship


Ekonomi berjalan, ada msukan untuk APBD dan APBN
Terciptanya lapangan kerja, mengurangi pengangguran
Tercipta kesejahteran dan ketentraman sosial
Roda ekonomi berputar, timbul mata rantai ekonomi
Iklim ekonomi kondusif/tumbuh, banyak investor,
Pemerintah berwibawa, rakyat percaya dan hormat, negara
akan berkembang
Mengurangi urbannisasi, pemerataan ekonomi, keadilan
sosial

BAB 3 Materi Kuliah


(Enterprenuership)
ENTERPRENEURSHIP
Apa Yang Dijual Enterpreneur
Untuk penjualan Jasa
Jasa adalah suatu kebutuhan manusia yang tujuannya untuk
mendapatkan keamanan, kenyamanan, kepraktisan,
penghematan waktu dll. Beberapa contoh usaha jasa antara
lain :
Pengurusan perpanjangan STNK & mutasi kendaraan.
Pembuatan SIM
Perjalanan (tour & travel )
Pembuatan sertifikat tanah
Penyelenggaraan & peralatan pesta, perkawinan, dll
Pengiriman TKI ke luar negeri
Penjualan Rumah
Untuk penjualan Jasa
Beberapa contoh usaha jasa antara lain:
Keamanan & sekuriti
Pengiriman barang & dokumen
Pengobatan, kesehatan, pijat tradisional,
Perencana & Pengawas Bangunan (Konsultan)
Pemborong Bangunan (kontraktor)
Pendidikan, kursus, pesantren, pengajian (nirlaba)
Salon kecantikan, penitipan anak, Penjahit, Perbankan,
Transportasi, Penerjemah, guide wisata,
Menjual IDE & SOLUSI:
Latar belakang; Setiap manusia adalah unik, dan tetap
ingin unik, satu sama lain berbeda dan ingin terlihat
perbedaannya, antara lain ; Jenis kelamin, etnis, agama,
status pendidikan, status sosial, status ekonomi, status
umur, status nikah, status profesi, dll
Terkait status ekonomi dan status sosial, kebutuhan
manusia akan terus meningkat, dari kebutuhan dasar
sampai self esteem (Abraham Maslow),

Perubahan IPTEK mempengaruhi pola kebutuhan manusia


Sistem ICT (Information & Comunication Technology),
mempengaruhi perilaku dan kebutuhan manusia
Manusia punya sifat bosan, senang pada hal-2 baru.
Pertimbangan faktor-2 di atas, Enterpreneur harus
mengembangkan bisnis dengan titik tolak menjual IDEA
dan Solusi
Pengembangan IDEA dengan dasar kreativitas dan inovasi
sebagai peluang bisnis
Kita harus tahu dan sadar, bahwa yang didinginkan
manusia adalah VALUE sebagai konteks
Perlu diketahui beberapa faktor yang dapat meningkatkan
Value atau nilai jual
Suatu produk (barang atau jasa) kelihatannya sama, tetapi
masing-2 mempunyai nilai jual yang berbeda.

Faktor-2 Nilai jual (value ) perlu dikaji dan terus


dikembangkan Kreativitas & Inovasi
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjual barang atau
jasa adalah :
Model Baru
Teknologi Baru
Trend Baru
Suasanan Baru
Warna, Corak, Rasa Baru
Bentuk dan Penampilan Baru
Daur Hidup Produk
1. Tahap Disain & Pengembangan : rancangan produk,
pengembangan, penerapan teknologi, materaial, uji coba,
keandalan, ketahanan, kenyamanan (standar teknis & non
teknis)
2. Tahap Pengenalan : promosi, pameran, iklan dll.
(konsumen mengenal produk)
3. Tahap Pertumbuhan ; Konsumen sudah mulai mengenal,
dan diharapkan banyak membeli.
4. Tahap Pemantapan & Kematangan : Produk akan
menuju ke puncak penjualan
5. Tahap Penurunan ; Produk mulai dijauhi pembeli

Penyebab Daur Hidup Produk


Persaingan
Perubahan & PerkembanganTeknologi
Row Material Baru
Konsep Produk Baru
Tuntutan & perubahan selera Konsumen
Kenaikan BBM , efesiensi
Inovasi Dan Pengembangan Kreativitas
Fungsi Kreativitas dalam proses Inovasi.

Kreativitas adalah pembangkit IDEA , menghasilkan


efektivitas dan efisiensi dalam sistem
Dua Aspek Kreativitas ; PROSES & MANUSIA
Proses , berorientasi tujuan, untuk mencapai solusi problem
Manusia , Sumber Daya penentu solusi

Proses tetap sama, pendekatan bervariasi


Latar Belakang & Akumulasi Pengetahuan
Proses Inkubasi
Pengalaman Idea
Evaluasi dan Implementasi
Latar Belakang & Akumulasi Pengetahuan
o Membaca informasi berbagai hal
o Masuk himpunan profesi
o Rapat dan seminar profesional
o Diskusi subyek yg diminati dgn teman-2
o Baca majalah, koran, jurnal, artikel sesuai subyek
yang diminati
o Cari setiap info yang berguna
Menaruh perhatian pada setiap masalah
Proses Inkubasi : Alam bawah sadar seseorang utk dapat
memerinci secara seksama informasi yg diperlukan.
Aktivitas santai, jauhkan diri dari problem, biarkan pikiran
bawah sadar sempat berkreasi utk berkembang
(langkah-2 penting) ;
o Lakukan aktivitas non energi pikir,
o Lakukan latihan secara rutin
o Bermain, game, olahraga, rekreasi, bersantai, dll
o Berdoa , meditasi

Pengalaman Idea : Idea baru dan Inovatif sering muncul,


saat sibuk dengan sesuatu yg tidak berhubungan dgn
perusahaan, pekerjaan, pengawsan. Misal sedang ada di
WC, nyopir mobil, baca koran, Kadang-2 datangnya tak
terduga.
Cara mempercepat terjadinya pengalaman IDEA;
o Mengimpikan suatu rencana
o Mengembangkan Hoby
o Bekerja di lingkungan nyaman
o Catat setiap IDEA yg muncul
o Atur waktu istirahat ketika kerja
Evaluasi & Implementasi : Langkah paling sukar,
memerlukan semangat tinggi, disiplin & ketabahan.
Enterpreneurship yg sukses dikenal dari IDEA-nya yg
cemerlang & dpt diimplementasikan
Saran untuk tahap ini;
o Pelajari proses perencanaan bisnis & aspek-2nya
o Berbagi IDEA dgn orang yg berpengalaman
o Perhatikan Intuisi dan perasaan
o Pelajari Proses Penjualan
o Pelajari Kebijaksanaan & Praktik Organisasi

CIRI ORANG KREATIF.


Cerdas
Punya Citra Diri Positif
Peka Lingkungan & Perasaan Orang
Termotivasi Terhadap Permasalahan Yg ada
Menghargai Kemandirian
Lebih Peduli pada Arti & Implikasi Problem daripada
terhadap rincian yang rumit
LINGKUNGAN KREATIF.
1. Manajemen yang sistematis
2. Komunikasi yang terbuka
3. Hubungan baik dgn pihak luar
4. Keprihatinan yang bervariasi
5. Kesediaan menerima perubahan
6. Kesenangan mencoba idea baru
7. Rasa takut, tidak berlebihan
8. Seleksi & Promosi karyawan berdasarkan prestasi

Penerapan teknik yang menimbulkan ide baru


INOVASI
Proses Inovasi
Jenis Inovasi
Sumber Inovasi
Menerapkan Inovasi
JENIS INOVASI
Penemuan ;
Pengembangan
Duplikasi
Sintesis

BAB 4 Materi Kuliah


(Enterprenuership)
Perencanaan Strategis
Perencanaan Strategis ;
1. Arti Perencanaan Usaha
2. Sifat Perencanaan Strategis
3. Visi Wirausahawan
4. Kelemahan Perencanaan Strategis
5. Nilai Perencanaan Strategis
6. Implementasi Perencanaan Strategis
1. Arti Perencanaan Usaha
Bagi Pihak Dalam
Perencanaan Dalam Dokumen Tertulis
Perkembangan aplikasinya dapat diketahui & dipantau dgn
jelas
Perencanaan tertulis bersikap formal
Melibatkan semua pihak dalam perusahaan
(Bagi Pihak Luar )
Pihak Luar ; Konsumen, Distributor & Investor
Distributor : jumlah produk, kualitas
Investor ; Lahan baru penanaman Modal, perencanaan usaha
berorientasi pasar
Sebagai prasyarat kerjasama dengan pihak kedua,
mendapatkan kredit usaha
Kunci keberhasilan mendapat investasi
2.Sifat Perencanaan Strategis
Ada Lima Tahapan
Memahami Perusahaan
Tentukan Tujuan Jangka Pendek & Panjang
Tentukan Tindakan Alternatif
Implementasikan Tindakan Alternatif
Analisis Hasil, Tindakan Langkah Selanjutnya

3.Visi Wirausahawan
Perencanaan merupakan transformasi visi kewirausahaan,
meliputi 3 (tiga) Tahapan:
1. Komitmen Mulai Perencanaan
2. Pertanggungjawaban berdasarkan Kepercayaan
3. Pembentukan Pola Partisipasi Bawahan Dalam
Pengembangan Perencanaan Strategis
4.Kelemahan Perencanaan Strategis
Berdasarkan hasil riset, ada 4 kelemahan perencanaan strategis :
1. Kelangkaan Waktu
2. Kurang Pengetahuan
3. Tidak/Kurang Memiliki Keahlian Khusus
4. Sikap Kurang Terbuka & Tidak Mudah Percaya
5.Nilai Perencanaan Strategis
Berdasarkan hasil riset, ada 5 tingkatan strategi ( TS ) sbb :
1. (TS 0) : Tidak mampu memprediksi penjualan, profit &
implementasi laba thn depan
2. (TS 1) ; Sebatas penjualan tahun depan, tidak tahu
penjualan usaha, laba perusahaan & rencana implementasi
laba jangka panjang
3. (TS 2) ; Tahu penjualan usaha tahun depan, tapi tidak tahu
profit & rencana implementasi
4. (TS 3) : Tahu penjualan perusahaan, tidak paham rencana
implementasi profit
6.Implementasi Perencanaan Strategis
Pendekatan Model Strategis ;
1. Pendekatan Manajamen Kesempatan
o Evaluasi Sumber Daya Internal
o Ramalan Kondisi Pasar Eksternal
o Evaluasi Kekuatan & Kelemahan Perusahaan
Formulasikan Tujuan Perusahaan
1. Pendekatan Perencanaan Titik Awal
o Gunakan Titik Awal Logis & Praktis
o Hindari Kesalahan Fatal sebab Dalam Pertimbangan
Bagian Penting Perencanaan
o Metodologi berdasarkan Umpan Balik

7.Sifat Perencanaan Operasional


Proses Perencanaan Operasional
Mengacu Jangka Pendek & Panjang
Rencana Operasional
Perlu dibentuk Kebijaksanaan Operasional Dalam ;
Keuangan, Pemasaran, Produksi dan Manajemen.
Kebijaksanaan Operasional; Panduan Pengambilan
Keputusan & Tindakan

BAB 5 Materi Kuliah


(Enterprenuership)
Pengembangan Rencana
Perencanaan perlu Formulasi Tujuan &, Arah Masa Depan
Perusahaan. Faktor-2 Penting Perlu Diperhatikan
Tujuan yang realistis (spesifik, diukur & diatur )
Komitmen (keluarga, partner & karyawan)
Titik Awal (perkembangan dapat dievaluasi secara berkala)
Fleksibilitas (kendala diantisipasi & strategi Pengembangan
Rencana)
1. Menghindari Perangkap Tersamar Dalam Perencanaan
2. Rencana Perusahaan
3. Manfaat Rencana Perusahaan
4. Mengembangkan Visi Rencana Perusahaan
5. Rencana Perusahaan yang Lengkap
6. Panduan Menyusun Rencana Perusahaan
7. Elemen Rencana Perusahaan
1. Menghindari Perangkap Tersamar Dalam Perencanaan
1. Tidak Punya Tujuan Realistis
o Tujuan yang akan dicapai lemah
o Alokasi Waktu tidak cukup
o Prioritas Pekerjaan kurang detail
o Langkah mengambil tindakan kurang
2. Kegagalan Mengantisipasi Kendala yang timbul dalam
Promo
o Kurang Antisipasi problem yang akan datang
o Lemahnya perencanaan
o Tidak ada perencanaan alternative
Tidak Adanya komitmen / Dedikasi
Mengulur waktu
Tidak menepati janji
Tidak berhasrat menginvestasikan uang pribadi
Bersifat boros
Kurang Menunjukkan Pengalaman
Tidak punya pengalaman bisnis
Tidak punya pengalaman usaha tertentu
Tidak paham industri perusahaan

2.Rencana Perusahaan
-Dokumen tertulis tentang perusahaan yang diusulkan, berupa
ilustrasi status
perusahaan saat diusulkan, kebutuhan yg diperlukan dan
proyeksi hasil perusahaan
-Dijelaskan aspek perusahaan : proyek, pemasaran, riset,
manajemen, resiko,
Modal dan jadwal
-Sebagai proposal untuk memperoleh modal, pinjaman atau
investasi
3.Manfaat Rencana Perusahaan
1. Mandate Internal (bagi Enterpreneur)
1. Memandang usahanya kritis & Obyektif terkait ; waktu,
usaha, riset dan disiplin
2. Cermat dalam berasumsi tajam dalam analisa persaingan,
ekonomi dan finansial
3. Dapat mengukur perbandingan prediksi dengan hasil nyata,
(terkait tujuan & sasaran) Sebagai alat komunikasi antar
enterpreuneur dan sarana operasioanal untuk pedoman
4. Manfaat Eksternal (Sumber dana)
1. Rincian Informasi tentang potensi pasar dan segmentasi
pasar
2. Laporan keuangan yang prospektif, merupakan jaminan
kemampuan bayar hutang
3. Identifikasi resiko yang serius, memperkecil kegagalan
4. Informasi Evaluasi secara menyeluruh
5. Pedoman penilaian kemampuan individu & manajerial
enterpreneur
5. Rencana Perusahaan yg lengkap
1. Tampilan Fisik
o Diketik, dijilid dengan bersih & rapi
o Dijilid spiral lebih rapi dan kuat
2. Ketebalan
o Maksimum 40 halaman
o Disajikan efktif, efisien dan menarik perhatian
1. Sampul & Halaman Judul
o Nama perusahaan, alamat, telepon, tahun
penyusunan

BAB 6 Materi Kuliah


(Enterprenuership)

Perencanaan Modal Perusahaan


Perencanaan Modal Perusahaan
1. Sumber Permodalan
2. Utang vs Ekuitas
3. Merencanakan Pinjaman
4. Strategi Pengajuan Pinjaman
5. Persetujuan Pinjaman
6. Sumber Pendanaan Lain
7. Pembiayaan Ekuitas
8. Pasar Modar Ventura
9. Kriteria Evaluasi Proposal
Bebearapa Pertanyaan Permodalan
1. Modal untuk usaha apa ? (Produk atau jasa)
o Lokasi, pembeli, segmen pasar, darimana diperoleh
barang/jasa, harga & kualitas terjamin, cara
pembayaran
2. Berapa besar modal yang diperlukan ?
o Rupiah, dolar, dll ?
3. Kapan Modal diperlukan
o Bertahap/tidak, waktu pengembalian, jaminan,
1. Berapa keuntungan akan dihasilkan ?
o Perhitungan biaya produksi & harga jual, reporting &
pertanggungjawaban berkala, peralatan, tenaga kerja,
produktivitas tenaga kerja, legalitas & ijin-2, rekening,
prosedur kredit, pajak dll.
2. Kapan Modal akan dikembalikan
o Lama pinjaman, cash flow, bunga pinjaman, IRR
(internal Rate of Return), BEP (Break Event Point),
NPV (Net Present Value)

- Merencanakan Pinjaman
Perlu untuk permulaan bisnis
Dianjurkan walaupun punya uang cukup
o Kekurangan modal, alasan umum perusahaan kecil
o Jangka waktu pinjaman, tergantung kualitas rencana
keuangan perusahaan
o Perlu strategi yang utuh dan mencerminkan potensi
keberhasilan perusahaan
Strategi Pengajuan Pinjaman
o Dana awal untuk pendekatan pendekatan
o Proyeksi aliran kas dan laporan keuangan
o Daftar pengajuan pinjaman, biasanya :
Jumlah dan jangka waktu pinjaman
Tujuan dan pemanfaatn pinjaman
Cara & waktu pembayaran kembali
Jaminan yang dimiliki
Alternatif perusahaan, jika pinjaman tidak
disetujui
o
o

- Persetujuan Pinjaman
Beberapa langkah strategis ;
Penjelasan ringkas perusahaan
Proyeksi perubahan umum 2 5 tahun
Ringkasan pengalaman & personil inti
Uraian ringkas produk / jasa yang ditawarkan
Penjelasan ringkas ; pemasaran, penjualan, dan distribusi
Konsumen & cara memenuhi kebutuhannya
Mengetahui competitor & cara mengatasinya
- Sumber Pendanaan Lain
1. Kredit Perdagangan
o Diberikan supplyer yg menjual barang secara kredit,
untuk perusahaan kecil yang tidak mendapat
pendanaan
o Dicatat dalam neraca sebagai piutang
o Biasanya dibayar 1 3 bulan
o Suplier memberikan kredit dengan tujuan marketing,
untuk menarik konsumen

1. Pendanaan Piutang
o Pendanaan jangka pendek dari bank komersial,
Agunan dapat berupa aktiva
o Pinjaman dengan notifikasi (non notifikasi)
o Pembeli produk diberikan rekening bank peminjam
sebagai kepercayaan
o Penjual akan dibayar bank setelah pembeli mengisi
rekening
1. Anjak Piutang (factoring)
o Pinjaman berupa penjualan piutang
o Aturan baku, pelaku membeli piutang peminjam
dengan diskonto yang besarnya disepakati bersama
o Biasanya dilakukan setelah pengiriman barang
2. Perusahaan Pembiayaan
o Pinjaman memberikan pinjaman berdasarkan jaminan
aktiva seperti ; piutang , persediaan & peralatan
o Untuk marketing, bagi perusahaan yang tidak dapat
pinjaman dari bank
- Pinjaman Ekuitas
Modal Ekuitas : Uang yang diinvestasikan perusahaan tanpa
obligasi legal untuk membayar jumlah pokok / bunga
untuk investasi tersebut. Modal ekuitas dapat ditingkatkan
melalui go public atau penjualan saham pada bursa efek.
Manfaat go pubic adalah :
o Ukuran jumlah modal : Salah satu cara tercepat untuk
peningkatan modal
o Likuiditas : pasar umum memberikan likuiditas,
karena siap menjual saham
o Nilai : Pasar menempatkan saham perusahaan
bergantiaan pada koorporasi
o Citra : dipandang sebgai perusahaan kuat, bonafid dll
Pasar Modal Ventura
Modal Ventura : sumber dana ekuitas yang penting, terdiri dari
para profesional berpengalaman yg memberikan jasa keuangan
pada perusahaan baru berkembang, meliputi
Modal awal & ekspansi
Riset pasar & pemasaran, strategi, konsultasi manajemen,
audit manajemen & evaluasi
Bantuan negosiasi perjanjian teknis
Bantuan sistem manajemen & akuntansi

Bantuan pengelolan SDM dan perjanjiaan kerja


Bantuan pengeloaan resiko & program asuransi
Panduan penerapan berbagai peraturan pemerintah
Hubungan dengan konsumen prospektif, pemasok dan ll.

BAB 7 Materi Kuliah


(Enterprenuership)
Perusahaan Kecil
Perusahaan Kecil
Dikelola secara mandiri
Dimiliki perseorangan / sekelompok kecil
pemilik modal
Ruang lingkup operasi terbatas
Jumlah pekerja sekitar 10-50 orang
Bidang Usaha Jasa : Salon kecantikan, SPBU, restoran, cuci
cetak film,
Pedagang Eceran : toko roti, toko buku & majalah, toko
kaset & CD,
Grosir ; merupakan perantara antara produsen dan
konsumen, misal ; makanan, minuman, pakaian, peralatan
rumah tangga, bahan bangunan, dll
1. Memulai & Mengelola Pers. Kecil
Komitmen
Pilihan bidang usaha (barang /jasa)
Mendirikan perusahaan baru atau membeli perusahaan lain
Menjadi pelaku pasar
Informasi (internet, yellow page, majalah, koran, dll)
2. Membuka Perusahaan Kecil
1. Perencanaan Usaha
2. Pembiyaan Modal
3. Pengenalan pasar
4. Pengelolaan karyawan
5. Pencatatan Akuntansi
3. Perencanaan Perusahan
1. Uraian ringkas industri & produk atau jasa yang ditawarkan
2. Analisis pasar, kebutuhan produk dan sifat persaingan
3. Rencana pemasaran (lokasi, lambang, iklan dan peragaan)
4. Rencana Operasi (forcasting, proyeksi keuangan, prosedur
akuntansi dan persyaratan SDM)
5. Rencana Permodalan

4. Pembiayaan Perusahan
Investasi Pemilik
Tabungan pribadi, jual mobil, saham dll
Investasi dari Keluarga dan Teman
Hati-2 dalam pengelolaan
Adanya pemisahan yg jelas dg uang pribadi
Perbankan
Kredit UKM
Perlu proposal
5. Kelebihan Perusahan Kecil
1. Fleksibel
Dikelola pemiliknya, cepat bereaksi thd perubahan pasar,
pengembangan ide produk lebih cepat
2.Lebih jelas dalam pengoperasian
Lebih sederhana dibanding perusahaan besar, jumlah pekerja
sedikit, beroperasi dengan modal kecil,
3.Pelayanan yang akrab
Lebih memungkinkan pelayanan dilakukan akrab & santun,
perhatian konsumen lebih besar
6. Kekurangan Perusahan Kecil
1. Keterbatasan kecakapan Manajerial
Pemilik biasanya kurang memiliki variasi keterampilan, banyak
yang tidak professional
2.Kesulitan Pengembangan Dana
Sulit mendapatkan dana pembiayaan, bersaing dengan
perusahaan besar untuk mendapatkan dana investasi, bunga
bank lebih besar pada perusahaan kecil. Penyan-dang dana
biasanya kurang percaya
7. Faktor-2 Penyebab Kegagalan
1. Jumlah Pesaing, tidak ada pembeli, sulit melakukan
perubahan,
2. Tingkat bunga tinggi, kekurangan modal
3. Perekonomian tidak menentu
4. Kesalahan Manajemen, rencana perusahaan kurang jelas
Kesulitan Pengembangan Dana
8. Upaya Untuk Keberhasilan
1. Pertumbuhan Penjualan
o Alasan ;Konsumen menyukai produk / jasa yg dibeli
o Cara mengetahui ;Pertumbuhan melebihi yang terjadi
pada periode yang sama pada tahun sebelumnya,

Cara mengembangkan :mengetahui alasan konsumen


membeli kembali
2. Harga Yang Kompetitif
o Alasan : Mengikuti keberhasilan perusahaan yg jadi
acuan
o Cara mengetahui :Konsumen datang & pergi silih
berganti
o Cara pengembangan ; Selalu menganalisa cara-cara
untuk mengurangi biaya
9. Bentuk Perusahaan
1. Usaha Mandiri
Dapat berupa usaha mandiri, usaha modal bersama (parnership),
koperasi, dan perseroan terbatas (CV).
Kelebihan Usaha Mandiri
Mudah didirikan dengan modal terbatas
Keuntungan usaha milik pribadi
Pengawasan langsung saat operasional
Kekurangan Usaha Mandiri
Pertanggungjawaban hukum tidak terbatas
Kesulitan mengembangkan modal
Keterbatasan keahlian manajemen
Sulit mendapatkan karyawan profesional
Kehidupan perusahaan tidak stabil
Seluruh kerugian ditanggung oleh pelaku usaha
o

Positif & Negatif Partnership


Aspek positif
Mudah didirikan
Ketersediaan Modal
Keanekaragaman kecakapan dan keahlian
Keluwesan
Aspek negatif
Ketidakterbatasan kewajiban
Potensi terjadinya konflik
Pembagian laba

BAB 8 Materi Kuliah


(Enterprenuership)
Perusahaan Keluarga
Perusahaan Keluarga
Ciri dari perusahaan ini adalah, adanya keterlibatan keluarga
baik dalam hal kepemilikan (saham) maupun dalam opersaional
perusahaan. Biasanya pengambilan keputusan dilakukan non
formal (bersifat kekeluargaan)
Perusahaan Keluarga
1. Keterlibatan Keluarga dalam perusahaan
2. Hubungan antara keluarga & Perusahaan
3. Prioritas Kepentingan antara Keluarga & Perusahaan
4. Faktor Positif & Negatif Keterlibatan keluaraga
5. Peran Hubungan Keluarga
6. Potensi Konflik
Susksesi Perusahaan
1. Keterlibatan Keluarga
Dua atau lebih anggota keluarga yang terlibat
Lingkup dan skala keterlibatan
Variasi keterlibatan
2. Hubungan antara keluarga & perusahaan
1. Perusahaan bertujuan mencari laba sesuai etika bisnis yang
berlaku
2. Keluarga bertujuan mencari kesejahteraan
3. Perlu pemahaman & persepsi yang sama
4. Tidak boleh ada perbedaan kepentingan
Kultur dan manajemen perusahaan dibedakan dengan rumah
tangga
3. Prioritas Kepentingan
1. Tentukan prioritas kepentingan keluarga dan kepentingan
perusahaan
2. Pengambilan keputusan cukup sulit

3. Hubungan kerja antara pimpinan dan non pimpinan


4. Kadang kepentingan lebih diprioritaskan dari pada
kepentingan perusahaan
5. Kebijakan lebih dipengaruhi hubungan keluarga dari pada
kepentingan perusahaan
4. Faktor positif keterlibatan keluarga
1. Hubungan antar keluarga secara karakteristik dan
kepribadian sudah dikenal sebelumnya
2. Faktor komunikasi lebih mudah
3. Rasa kebersamaan memiliki perusahaan dapat memberikan
motivasi kerja keras
4. Jika perusahaan rugi keluarga tidak akan meninggalkan
Komitmen tinggi mempertahankan dan mengembangkan
perusahaan
5. Peran hubungan keluarga
1. Akan berkembang secara berkesinambungan
2. Pengelolaan secara seimbang antara bisnis dan keluarga,
terutama skala prioritas waktu dan aktivitas
3. Sejak dini telah dipikirkan suksesi untuk generasi
penerusnya.
4. Minat anak sebagai calon penerus thd dunia bisnis
5. Penunjukan anak secara obyektif berdasarkan bakat,
kemampuan dan kepemimpinan
6. Hubungan bisnis berdampak positif terhadap hubungan
keluarga
6. Potensi Konflik Perusahaan Keluarga
Perbedaan perangai, kebiasaan dan bakat yang berbeda dari
anggota keluarga
Munculnya anggota baru karena adanya pernikahan dan
kelahiran anak/cucu
Pembagian warisan
Konflik beresiko bangkrut dan perusahaan dijual

7. Suksesi Kepemimpinan
1. Tekanan & Kepentingan dari pihak luar
o Anggota keluarga
o unsur di luar keluarga
2. Konflik dalam keluarga
3. Kejadian tidak terduga
8. Kejadian Memaksa Suksesi
1. Kematian & Masalah Warisan
2. Sakit dan ketidakmampuan fisik
3. Patah semangat & Pengunduran diri (pensiun), atau secara
mendadak ada halangan tetap
4. Kemunduran usaha
5. Kesulitan Finansial
9. Mengembangkan strategi Suksesi
1. Memahami Aspek-2 kontekstual (waktu, jenis perusahaan,
Kemampuan & Kecakapan Manajer dan Faktor lingkungan )
2. Mengidentifikasi tingkat kemampuan suksesor
o Pengetahuan bisnis yang memadai
o Kejujuran & kemampuan berdasarkan bakat
o Kesehatan fisik yang prima
o Kecerdasan & Persepsi
o Semangat kerja yang tinggi
o Kecocokan dengan bisnis usaha
o Kegigihan, kreativitas & Inovatif
o Kestabilan & Kedewasaan mental
o Kemampuan menyusun & mengorganisir rencana
o Dan Lain-2
1. Memahami kekuatan yang berpengaruh
o Budaya Perusahaan & Keluarga
1. Lingkungan Perusahaan
2. Tahap perkembangan perusahaan
3. Norma & Tradisi Perusahaan
4. Pengaruh kekuatan & budaya keluarga
5. Nilai & Motivasi diri apemilik
- Perhatian Pemilik
Kepemimpinan & kepercayaan Pemilik
Keterlibatan Keluarga dlm Unit Kerja
Peran masa depan keluarga
Jumlah kompetensi kepemimpinan

Pendidikan anggota keluarga


Sumber daya pihak keluarga & perusahaan
10. Merencanakan Rencana Suksesi
Ada 4 tahapan perlu diperhatikan agar suksesi tidak
menimbulkan masalah

1.
2.
3.
4.

Komitmen anggota keluarga


Identifikasi Suksesor
Perusahaan harus tetap bertahan & berkembang
Permufakatan Rencana

BAB 9 Materi Kuliah


(Enterprenuership)
Perusahaan Waralaba/Franchise
Merupakan salah satu sistem atau model distribusi yang
digunakan produsen untuk mengirimkan barang kepada
konsumen dan melakukan distribusi yang berkembang
1. Latar Belakang
Franchise dari bhs perancis franchir artinya :
membebaskan dari perbudakan
Arti Umum; memberi hak positif utk melakukan atau
menggunakan sesuatu secara komersial
Pada umumnya hak tersebut mencakup penggunaan nama
atau metode kerja yang telah dikenal dan dimiliki oleh
orang lain
Asosiasi Franchise Internasional : Franchise adalah
hubungan antara dua pihak (franchisor & franchise ),
dimana pengetahuan, citra, keber hasilan, manufaktur, dan
teknik pemasaran pihak franchise diperoleh dari pihak
franchisor. Seseorang yang membeli frnachise berarti ia
telah membeli perusahaan yang telah dikemas
Telah dikenal sejak abad pertengahan sebagai model
tempat enjualan (outlet)
Franchise pertama kali ; Mesin jahit Singer
Waralaba (franchise), kini berkembang pesat dan
merupakan cara untuk memiliki perusahaan dengan
menjalin kontrak antara enterprenurship dan pemilik
franchise
Contoh; KFC, McD, Pizza Hut dll
Franchise adalah kontrak perijinan nama, merk dagang,
dan logo perusahaan yang berisi :
o ikhtisar peraturan pengoperasian
o Jasa yang disediakan franchisor

o
o
o

Persyaratan keuangan
Persetujuan pembelian peralatan sesuai standar
Sistem penjualan & pelayanan

2. Jenis Waralaba/Franchise
1. Waralaba Pabrik-Pengecer
o Pabrik memberi ijin pada Pengecer untuk menyimpan
& memasarkan produknya
o Contoh ; kendaraan bermotor, peralatan pertanian,
produk minyak & gas, sepatu dll
2. Waralaba Pabrik-Grosir
o Franchise melakukan aktivitas produksi dan
mendistribusi kan & mengawasinya pada pengecer
Contoh ;produk minuman, bir, fanta, coca cola, the botol dll
1. Waralaba Grosir-Pengecer
o Grosir mensponsori waralaba eceran
o Franchisor mencari pengecer independen untuk
menjadi Franchise dengan menjalin kontrak
2. Waralaba Nama Perusahaan
o Franchisor punya nama perusahaan yang dikenal dan
terbukti sangat menguntungkan
Contoh ; Holiday Inn, Sheraton Inn, KFC dll
3. Sifat Hubungan Waralaba/Franchise
Berupa perjanjian Kontrak; mengatur
1. Kebebasan melakukan & menggunakan merk
2. Pengendalian & distribusi produk / jasa
3. Sistem pembayaran,
4. Perpanjangan kontrak
5. Pemeliharaan standar operasi
6. Pengendalian manjemen, pengambilan keputusan bersama,
pertukaran SDM, pelatihan dll

4. Evaluasi Hubungan Waralaba


1. Franchisor
o Akusisi Modal
o Mengurangi Biaya Pemasaran
o Kewirausahaan
2. Franchise
o Perusahaan & metodenya telah teruji & terbukti profit
o Bermula dengan produk/jasa yg telah dikenal
o Dapat memperoleh bantuan dalam bebarapa bidang
5. Evaluasi Perjanjian waralaba
1. Biaya awal & perpanjangan
o Franchisor perlu biaya awal untuk ; modal kerja,
sewa/ beli lokasi usaha, pelatihan, asuransi dll
2. Lokasi Usaha & Fasilitas
o Lokasi sangat menentukan keberhasilan
o Ada perbedaan setiap jenis usaha, misal outlet
pakaian, minuman, properti, jasa, kursus dll
o Mencari lokasi dapat menggunakan perantara
o Pengasruh bebarapa aspek lingkungan, pemerintak
harus jadi pertmbangan utama
6. Jangka Waktu Pemutusan & Pengalihan Kontrak
Jangka Waktu
Biasanya sd 10 20 tahun
Pada umumnya ditentukan sewa guna usaha atas
properti
Pemutusan Hubungan
Franchise tidak bisa bekerjasama, salah kelola atau
gagal usaha
Franhise biasanya pada posisi lemah
1. Pengalihan Kontrak
o Dalam perjanjian sudah ada klausul
o Dapat dibeli kembali setelah pemutusan hubungan
kontrak
o Dialihkan ke perusahaan/orang lain

7. Keunggulan & Kekurangan Franchise


1. Keunggulan
Bantuan & Pelatihan Manajemen
Konsep perusahaan, Produk & Nama yang telah dikenal
Bantuan Keuangan
Kepemilikan
1. Kelemahan
Biaya Awal Tinggi
Pembatasan Kebebasan Beroperasi
Kepemilikan Orang lain (Tidak dapat menjadi milik sendiri)

BAB 10 Materi Kuliah


(Enterprenuership)
Manusia mahluk social
Manusia mahluk sosial, perlu bermasyarakat.
Manusia mempunyai banyak latar belakang dan
keanekaregaman seperti ; usia, jenis kelamin, status sosial,
pendidikan, ekonomi, profesi, agama, kebangsaan, etnik,
budaya, etika, dll
Hasil Riset : 85 % enterpreneurship sukses, karena kemampuan
bergaul, 15 % karena kemampuan teknis
Faktor Penting Pergaulan
1. Saling mengerti & memahami (mutual understanding)
2. Saling bermanfaat (mutual benefit)
3. Saling menerima dan memberi (take & give)
4. Saling mempercayai (mutual trust)
Amanah, tidak munafik (comitment)
Manfaat Pergaulan
Kenal dan dikenal
Mengenali kekuatan & kelemahan diri sendiri
Menjadi orang yang percaya diri
Mengenali potensi yang dimiliki
Menambah wawasan
Memiliki rasa humor
Menunjang karir & pekerjaan
Menjadi manusia punya visi
Menjadi manusia kreatif & inovatif
Memiliki kemampuan bicara & komunikasi
Menumbuhkan jiwa empati & sikap simpati
Melatih & membiasakan diri bisa bermanfaat bagi orang lain
Mudah mendapatkan informasi
2. Bergaul Harus Dibiasakan
Tidak cukup mengerti dan menyadari pentingnya bergaul, tapi
enterpreuner harus memiliki kemampuan bergaul dengan latihan
& membiasakan sebagai :

Hasil olah pikir (tumbuh pola pikir rasional, realistis &


pragmatis)
Hasil olah rasa ( tumbuh jiwa empati dan sikap simpati)
Hasil ucapan (saling komunikasi dg baik, saling mengerti
dan tukar informasi)
Hasil perbuatan, karya nyata & prestasi

BAB 11 Materi Kuliah


(Enterprenuership)
Risiko & Kegagalan
1. Pendahuluan
Risiko kegagalan dalam enterpreneurship adalah sama dengan
peluang kesuksesan.
Risiko tidak mungkin dihindari. Semakin besar rencana
keuntungan suatu usaha semakin besar peluang resiko yang
terjadi
2. Pengertian Risiko
Risiko kesempatan/peluang terjadinya kerugian
Risiko problem terjadinya kerugian
Risiko adalah suatu ketidakpastian
Risiko adalah penyimpangan (deviasi) aktual dari yang
diharapkan
Risiko adalah probabilitas suatu hasil akan berbeda dari yang
diharapkan
Penyebab Terjadinya Risiko
Salah perencanaan (produksi, pasar & harga)
Salah antisipasi pasar dan kapital (modal)
Penyebab internal Organisasi (manajmen, arus kas,
akunting, anggaran, dll)
Penyebab eksternal organisasi
Kurang kontrol, timbul deviasi
SDM tidak memadai (kualitas, skill, jujur, integritas, dll)
Creative destruction dari kompetitor (harga, pelayanan,
promosi, iklan, kualitas dll)
Komitmen/harapan pihak lain (pembeli, mitra kerja, bank,
pegawai, pemerintah, suplier dll)
Dukungan Sumber Daya (keuangan, bahan baku, teknologi.
Dsb)
Force Major (kebakaran, perang, tsunami, longsor, banjir, angin
topan dll)

3. Jenis-2 Risiko
Risiko datang dari dalam manusia sendiri ( Jasma ni, Rohani &
Sosial) dan Lingkungan alam, Jenis-2 Risiko dibedakan sbb :
Risiko Murni
Risiko Spekulatif
Fundamental Risk
Particular Risk
Dalam Bidang Usaha Risiko yang diperkirakan muncul dibedakan
sbb : Risiko yang dapat diasuransikan & Resiko yang tidak dapat
diasuransikan
4. Menyiasati Risiko Bisnis
Buat perencanaan bisnis sebaik-2nya, realistis & perhatikan
semua aspek terkait, antara lain ;
Pasar, kompetitor, SDM, Teknologi, proses produksi
Analisis keuangan, Hukum, Infrastruktur & Mitra Usaha
Pasokan bahan baku, Subkontraktor, Suplier
Sumber keuangan (Modal), Lokasi, Politik, Keamanan,
Sosial Budaya & Moneter
Lindungi kemungkinan risiko, (misal asuransi)
Lakukan pelatihan & motivasi SDM terus menerus, dan
perhatikan
Hindari keluar/masuk pegawai, rotasi posisi
Rasionalitas pegawai
Status pegawai tetap & kontrak
Lakukan kontrol sebaik-baiknya untuk semua aspek &
kegiatan perusahaan (pasar, keuangan, pembelian,
penagihan dsb)
Evaluasi perencanaan usaha secara berkala dan kontinyu
Waspada terhadap kompetitor (perang harga, produk baru,
inovasi berbagai hal & persaingan tidak sehat)
Hindari hal-hal yang berususan dengan hukum
Kelola konflik internal sebaik-2nya, Jadikan konflik untuk
membangun bukan destruct
1. Jangan berlebihan yang berakibat pemborosan
2. Bayarlah utang sesuai schedul
3. Waspada terhadap kebijakan pemerintah, deregulasi dll
4. Waspada pemalsuan/pembajakan produk
5. Pelihara hubungan baik dengan pelanggan
6. Jangan terlalu banyak piutang, sebab bisa menurunkan
kinerja keuangan

BAB 12 Materi Kuliah


(Enterprenuership)
Teknik Penanganan Resiko
1.Menanggung Resiko Sendiri
Tidak perlu membayar uang premi
Tidak berurusan dengan Birokrasi
Resiko ditanggung sendiri
Tidak dapat ganti rugi
Penanganan Resiko Oleh Pihak Lain
1. Keuntungan
o Tidak semua resiko yang diderita ditanggung sendiri
o Memperoleh ganti rugi dari pihak penanggung resiko
2. Kerugian
o Membayar premi secara berkala
o Permohonan menjadi anggota asuransi
o Jika ada musibah perlu pengajuan klaim
2. Asuransi
1. Ditinjau dari segi Ekonomi
2. Ditinjau dari Segi Hukum
3. Ditinjau sebagai lembaga terhadap kebutuhan peralihan
Resiko
Ditinjau dari Aliran Asuransi
1. Ditinjau dari segi Ekonomi
o Merupakan Lembaga Keuangan, tempat tertanggung
mengalihkan resiko usahanya
o Dapat mengumpulkan dana besar untuk dimanfaatkan
masyarakat
o Sebagai jaminan atas kerugian peristiwa takterduga
o Untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan
nasabah
2. Ditinjau dari segi Hukum
o Pengertian autentik tertuang dalam pasal 246 KUHP
o Asuransi adalah perjanjian, dimana seorang penang
gung mengikatkan diri pada seorang tertanggung,
dengan menerima suatu premi untuk memberikan

penggantian, yang karena suatu kelebihan, kerusa


kan, kehilangan, keuntungan yang diharapkan, yang
mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa
yang tak tentu.
3. Ditinjau sebagai Lembaga terhadap kebutuhan peralihan
risiko
o Asuransi atau pertanggungan didalamnya selalu
mengandung pengertian RISIKO
o James L.Astheaen ; dalam buku ; Risk & Insurance,
Asuransi adalah suatu Institut yang direncanakan
guna menangnani RISIKO
o Robert I. Mehz & Emerson Cammack ; Pemindahan
RISIKO itu lazim dinamakan asuransi
4. Ditinjau dari Aliran Asuransi
o Aliran Transfer : Asuransi adalah pemindahan Risiko
murni dari tertanggung kepada Penanggung
o Aliran Teknik; Asuransi adalah alat sosial untuk
mengurangi risiko, sehingga kerugian yang dapat
diramalkan dipikul merata oleh semua anggota yang
tergabung dalam kelompok tersebut
o Aliran Gabungan ; Asuransi adalah alat sosial untuk
mengumpulkan dana guna mengatasi kerugian yang
tak tentu yang dilaksanakan melalui pemindahan
risiko
2. Jenis Asuransi
2.1. Asuransi Kerugian
Asuransi Kebakaran, Jenis polisnya adalah ;
Polis Terbuka (Open Policy)
Polis dengan harga taksiran (Valued Policy)
Polis dengan syarat membangun kembali
Polis maksimum deklarasi
Asuransi Pengangkutan Laut

Total Loss Only (TLO), mengganti ganti rugi barang rusak,


berlaku u/ barang bukti (tanpa pengepakan)
Free of Particular Avarage (FPA), memberi ganti rugi
terhadap kerugian total loss dan kerugian umum
o With Avarage (WA)
o Franchise Clause
o All Risk
All Loss Damage

c) Asuransi Darat, Sungai & Perairan Pedalaman


Dalam hal ini polisnya menyebutkan :
Waktu perjalanan harus sesuai
Apakah perjalanan dilakukan secara terputus-putus atau
tidak, atau sebagian demi sebagian
Nama Nakhoda, Expeditur
2.2. Asuransi Pertanggungan Jiwa
1. Jenis-2 Asuransi Jiwa, ialah ;
1. Endowment Insurance
2. Term Insurance
2. Fungsi Asuransi Jiwa, ialah ;
1. Menciptakan stabilitas sosial yang mantap
2. Pasar asuransi jiwa, mengurangi beban pemerintah
3. Pendapatan bagi Pemerintah
4. Menghimpun tabungan masyarakat
Terciptanya persyaratan kredit perbankan
2.3. Asuransi Sosial;
1. Asurnasi Sosial Tenaga Kerja (ASTEK), PP RI No, 33 tahun
1977, mulai berlaku 26 Nopember 1977
o Program Asuransi Kecelakaan Kerja
o Tabungan asuransi hari tua
2. Asuransi Sosial Pegawai Negeri ;
o Asuransi campuran mulai jadi PN
o Tabungan
o Asuransi Kematian