Anda di halaman 1dari 9

JURNAL FORMULASI DAN TEKNOLOGI SEDIAAN KOSMETIKA

I.

Nama Sediaan Kosmetika


II.

III.

Karakteristik Sediaan

IV.

Rancangan Modifikasi Formula

: Massage Cream tipe w/o


Tujuan Pemakaian
: a. Mencegah kerusakan kulit ketika dilakukan pemijatan.
b. Mengangkat sel-sel kulit mati.
c. Melancarkan peredaran darah.
(Harrys Cosmetology 7th; p. 62).
: 1. Massage cream mampu tertahan pada kulit selama beberapa jam
2. Tetap tersirkulasi merata pada kulit bahkan setelah menggosok kuat
(Harrys Cosmeticology 7th ; p.60)
Formula
Pembanding

Standar
Nama Bahan

Fungsi

Konsentrasi
Lazim
Terpilih

Nama Bahan

Fungsi

Konsentrasi
Lazim
Terpilih

Nama Bahan

Modifikasi
Fungsi

Bentuk sediaan dasar:

Bentuk sediaan dasar:

Bentuk sediaan dasar:

Tipe emulsi:

Tipe emulsi:

Tipe emulsi:

Alasan/HLB:

Alasan/HLB:
Alasan/HLB:
PENJELASAN TERHADAP FORMULA MODIFIKASI
Modifikasi Bahan Tambahan Penyusun Basis:
Nama bahan tambahan yang diganti:
Alasan:
Nama bahan tambahan pengganti:
Alasan:
Konsentrasi terpilih:
Alasan

Modifikasi Bahan Aktif:


Nama bahan aktif yang diganti:
Alasan:
Nama bahan pengganti:
Alasan:
Konsentasi terpilih:
Alasan:

Konsentrasi
Lazim
Terpilih

V.

VI.

Bentuk Sediaan Kosmetik Terpilih:


a. Bentuk
: Massage Cream tipe w/o
b. Definisi
: Massage Cream tipe w/o merupakan sediaan semi solid atau sediaan setengah padat yang berfungsi mencegah pembentukan sel-sel kulit
mati secara berlebihan dan menjaga sirkulasi darah pada epidermal tetap dalam kondisi baik (Rieger M.M., 2000).
c. Persyaratan umum
:
Biasanya mengandung mosturizer
Bersifat oklusif
Ringan dan mudah pada saat pemijatan
(Harrys cosmeticology7th; p.60).
Kandungan minyak lebih banyak dibanding air.
Mudah dioleskan pada kulit.
Meningkatkan penetrasi.
Tidak mengiritasi kulit.
( FI IV hal.16).
Susunan Formula
No.

Nama Bahan

Sinonim

Bahan Pengganti

Konsentrasi
Awal

Perhitungan Sisa Air:


a. Untuk 1 resep:
b. Untuk 1 bets:

1 Resep
Modifikasi

1 Bets (3R)

VII.

Rancangan Cara Pembuatan

Fase minyak :

Fase air :

Dicampur di mortar panas,


tambahkan aduk
hingga homogen
Tambahkan parfum,
aduk hingga
homogen

VIII.

Spesifikasi Sediaan Akhir


Parameter Uji
Uji Mutu
Uji Karakteristik/Efektivitas

Masukkan dalam wadah


sediaan, beri etiket, brosur dan
masukkan ke dalam dus.
Spesifikasi Sediaan

Pustaka

Uji Keamanan
Uji Aseptabilita

IX.

Rancangan Evaluasi
:
Pemeriksaan Organoleptis
1. Penampilan
2. Warna sediaan
3. Bau
(Carter,1975)

Uji daya sebar


Ambil 0,5 gram sediaan krim kemudian letakkan dengan hati-hati di atas kertas grafik yang dilapisi kaca transparant biarkan sesaat (15 detik), hitung luas
daerah yang diberikan oleh sediaan, kemudian ditutup dengan lempengan kaca yang telah diberi beban tertentu (10 gram, 20 gram, sampai 100 gram) dan
biarkan selama 60 detik. Hitung luas yang dihasilkan oleh sediaan (Voight, 1994).
Kriteria Persyaratan
Sangan mudah menyebar
Mudah menyebar
Tidak mudah menyebar

0-10 detik > 1 cm


10-20 detik 0,5-1 cm
>20 detik <0,5 cm

Uji konsistensi
Sediaan yang akan diperiksa dimasukkan ke dalam wadah khusus dan diletakkan pada meja penetrometer. Peralatan diatur hingga ujung kerucutmenyentuh
bayang permukaan sediaan yang dapat diperjelas dengan menghidupkan lampu. Batang pendorong dilepas dengan mendorongtombol start. Angka penetrasi
dicaba lima detik setelah kerucut menembus sediaan. Dari pengukuran konsistensi dengan penetrometer akandiperoleh yield value.Suatu sediaan dikatakan
mudah menyebar jika memiliki nilai yield value berkisar antara 100-1000 dyne/ cm2. Pemeriksaankonsistensi dilakukan pada minggu awal dan minggu akhir
dengan penyimpanan pada suhu 28 2C (Zatz & Kushla, 1989).

Sebanyak 0,3 gram krim dioleskan tipis diatas gelas objek yang telah diketahui luasnya. Gelas objek diletakkan yang lain diatas krim tersebut, kemudian
ditekan dengan beban 1 kg selama 5 menit. Dipasang gelas objek pada alat tes. Kemudian dilepaskan beban seberat 80 gram dan dicatat waktunya hingga kedua
gelas objek ini terlepas. Dilakukan pengujian formula krim dengan masing-masing 3 kali replikasi (Adiwibowa, S . R , 2012).

Sifat tercucikan air


1 gram sediaan krim dioleskan pada telapak tangan kemudian diberikan sejumlah volume air sambil tangan dibilas. Air dilewatkan dari buret dengan
perlahan-lahan, amati secara visual ada atau tidaknya krim yang tersisa pada telapak tangan dan catat volume air yang dipakai (Jellinek,1970).
Kriteria Persyaratan
Sangat mudah tercucikan +++ (0-2 menit)
Mudah tercucikan ++ (2-4menit)
Tidak tercucikan + (>4 menit)

Viskositas
Pengukuran viskositas dengan menggunakan viscometer Brookfield menggunakan spindle nomor yang sesuai, dipasang pada alat kemudiandicelupkan ke
dalam sediaan yang telah diletakkan dalam beaker glass. Kecepatan alat dipasang pada kecepatan yang beragam pada 2, 4, 10, 20rpm, dan kemudian dibalik 20,
10, 4 dan 2 rpm kemudian dibaca skalnya dengan mengamati sediaan saat posisinya stabil (Riani, 2012).

Penentuan pH sediaan
Dilakukan dengan cara mencelupkan elektroda pH meter ke dalam setiap sediaan masker gel yang sebelumnya telah dilarutkan denganaquadestilata. Setelah
elektroda tercelup, nyalakan pH meter kemudian didiamkan hingga layar pada pH meter menunjukkan angka yang stabil. (Septiani S., et al., ).

Uji iritasi
Uji iritasi dilakukan terhadap 10 orang relawan dengan teknik patch test yaitu tempel terbuka yang dilakukan dengan mengoleskan sediaan (F1,F2, dan F3)
seluas 2,5 cm2 pada punggung tangan kanan sukarelawan dan punggung tangan kiri basis (F0) sebagai pembanding. Uji keamanandilakukan selama tiga kali
dalam sehari selama tiga hari berturut turut setelah pembuatan dan pada hari terakhir penyimpanan untuk masing-masing sediaan. Gejala yang timbul diamati,
umumnya iritasi akan segera ditunjukkan dengan adanya reaksi kulit sesaat setelah pelekatan atau penyentuhan pada kulit, iritasi demikian disebut iritasi
primer. Tetapi jika reaksi ini timbul beberapa jam setelah penyentuhan atau pelekatan padakulit, maka iritasi ini disebut iritasi sekunder ( Septiani S., et al., )

X.

Pemeriksaan stabilitas terhadap suhu


Dilakukan pada dua kondisi. Untuk kondisi dibawah suhu 0C sebanyak 2 gram krim dimasukkan ke dalam wadah krim, kemudian diletakkan didalam
lemari es dengan temperature 4C, dibiarkan selama 24 jam lalu dikeluarkan. Setelah itu diamati apakah terjadi pemisahan atau tidak (Jellinek 1970, Martin,
1993).

Pengukuran distribusi ukuran partikel


Timbang sediaan sebanyak 0,1 gram kemudian diencerkan dengan air suling hingga 1 mL. Ambil sedikit hasil pengenceran tersebut kemudianteteskan pada
kaca objek dan lakukan pengukuran partikel 500 partikel (Lachman, dkk. 1994).

Rancangan Tabel Hasil Evaluasi


Parameter

:
Spesifikasi

Organoleptis
Bau
Rasa
Warna
Perabaan

Bau khas
Lembut
Putih
Mudah dioleskan

Uji makroskopis
Aerasi
Tembus cahaya
Gumpalan

Tidak ada aerasi


Opaque
Tidak ada gumpalan

Daya sebar

< 20 detik; > 0,5 cm

Konsistensi

Tidak lengket

Sifat tercucikan air

< 4 menit

Viskositas

Tidak terlalu kental

pH

5,5 6

Uji iritasi

Tidak mengiritasi

Hasil Evaluasi

XI.

Rancanagn Kemasan

Relax Massage
Cream
Relax Massage Cream bermanfaat untuk membantu melancarkan
proses pengurutan yang bertujuan mempertahanakan elastisitas atau
kekencangan otot wajahdan badan.
Relax Massage Cream mengandung emmolient yang berfungsi untuk
melembutkan kulit serta aroma terapi dari Cherry Blossom yang
segar, lembut, dan menenangkan.
Mudah diaplikasikan dan mudah untuk dibersihkan.
Komposisi:
Cara Pemakaian:
Gunakan pada bagian tubuh, pijat perlahan-lahan, kemudian
bersihkan dengan waslap basah.
Indikasi:
Digunakan untuk mempertahankan elastisitas dan kekencangan badan
serta otot wajah, mencegah terjadinya kerusakan sel dan penuaan
dini.
Kontraindikasi:
Hentikan pemakaian jika terjadi iritasi pada kulit.
No. Reg:
No. Batch:

Beauty
House

Relax
MassageCr
eam
PT. Beauty House
Surabaya-Indonesia

Komposisi:

Cara Pemakaian :
Gunakan pada bagian tubuh,
pijat secara perlahan-lahan,
bilas dengan waslap basah

Relax
Massage
Cream

No. Reg:
No. Batch:
PT. Beauty House
Surabaya-Indonesia

Relax
Massage
Cream

Komposisi:

PT. Beauty House


Surabaya-Indonesia

XII.

Hasil dan Pembahasan

Hasil Evaluasi
Pembanding

Kesimpulan

No. Reg:
No. Batch:

Parameter Uji

XIII.

Cara Pemakaian:
Gunakan pada bagian tubuh,
pijat perlahan-lahan, kemudian
bersihkan dengan waslap basah

Spesifikasi Sediaan
Sediaan

Keterangan (MS/TMS)