Anda di halaman 1dari 9

PAPER

ETIKA POLITIK PARTAI PERSATUAN INDONESIA


Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Etika Politik dan Pembangunan
Dosen Pengampu:
1; Martien Herna Susanti S.Sos, M.Si
2; Erisandi Arditama S.IP, M.A.

Disusun Oleh:
Hafid Priawitantio
NIM.3301413095

PRODI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN


JURUSAN POLITIK DAN KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015

ABSTRAK

BAB I
PENDAHULUAN
A; Latar Belakang
Membahas hubungan antara etika dan politik, dalam A.T. Soegito, 2006: 90 dijelaskan
terdapat hubungan yang paralel diantara keduanya. Hubungan tersebut tersimpul
dalam tujuan yang sama-sama ingin dicapai. Tujuan yang ingin dicapai oleh etika dan
politik adalah terbinanya warga negara yang baik, yang susila, yang setia pada negara,
dan sebagainya. Kesemua tujuan tersebut merupakan tanggung jawab dan kewajiban
moral dari setiap warga negara, sebagai modal pokok untuk membentuk suatu
kehidupan bernegara, berpolitik yang baik dan harmoni.
Pengertian Politik dalam pemakaiannya dewasa ini terasa sudah sangat jauh
menyimpang, atau mungkin sudah jauh lebih luas dari pengertian asalnya.
Konsekwensi dari hal tersebut ialah timbulnya prasangka, sikap sinis, sikap bermuka
dua, disamping timbulnya sikap kepura-puraan dibidang politik, ataupun terhadap
orang-orang yang berkecimpung dibidang ini,
Secara substansif pengertian etika politik tidak dapat dipisahkan dengan subjek
sebagai pelaku etika yaitu manusia. Oleh karena itu etika politik berkait erat dengan
bidang pembahasan moral. Hali ini berdasarkan kenyataan keynataan bahwa
pengertian moral senantiasa menunjuk kepada manusia sebagai subjek etika.
Walaupun dalam hubungannya dengan masyarakat bangsa maupun negara, etika
poltik tetap meletakkan dasar fundamental manusia sebagai manusia. Dasar ini lebih
meneguhkan akar etika politik bahwa kebaikan senantiasa di dasarkan kepada hakikat
manusia sebagai makhluk yang beradab dan berbudaya. Berdasarkan suatu kenyataan
bahwa masyarakat, bangsa maupun negara bias berkembang ke arah keadaan yang
tidak baik dalam arti moral. Misalnya suatu negara yang dikuasai oleh penguasa yang
memaksakan kehendak kepada manusia tanpa memperhitungkandan mendasarkan
kepada hak hak dasar kemanusiaan. Dalam suatu masyarakat negara yang demikian
ini maka seseorang yang baik secara moral kemanusiaan akan di pandang tidak baik
menurut negara serta masyarakat otoriter, karena tidak hidup sesuai dengan aturan
yang buruk dalam suatu masyarakat negara. Oleh karena itu aktualisasi etika poitik
harus senantiasa mendasrkan kepada ukuran harkat dan martabat manusia sebagai
manusia.
Terkait dengan etika politik dan pemerintahan termasuk didalamnya juga Partai
Politik, hal ini dimaksudkan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, efisien,
dan efektif serta menumbuhkan suasana politik yang demokratis yang bercirikan
keterbukaan, rasa tanggung jawab, tanggap akan partisipasi masyarakat, mewadahi,
aspirasi masyarakat, menghargai perbedaan, jujur dalam persaingan, kesediaan untuk
menerima pendapat dan kritik yang lebih benar, serta menjunjung tinggi hak asasi
3

manusia dan keseimbangan hak dan kewajiban dalam kehidupan berbangsa. Etika
politik mengamanatkan agar penyelenggara negara memiliki rasa kepedulian tinggi
dalam memberikan pelayanan kepada publik, siap mundur apabila merasa dirinya
talah melanggar kaidah dan sistem nilai, ataupun dianggap tidak mampu memenuhi
amanat masyarakat, bangsa, dan negara.
Partai politik sebagai wadah kepentingan dan aspirasi masyarakat juga diharapkan
menjalankan etika politik yang mampu menciptakan suasana harmonis antar pelaku
dan antar kekuatan sosial politik serta antar kelompok kepentingan lainnya untuk
mencapai sebesar-besar kemajuan bangsa dan negara dengan mendahulukan
kepentikan bersama dari pada kepentingan pribadi dan golongan.
Partai Persatuan Indonesia (Perindo) merupakan salah satu partai baru dalam kancah
perpolitikan di Indonesia. Partai Perindo memiliki Visi Mewujudkan Indonesia yang
berkemajuan, bersatu, adil, makmur, sejahtera, berdaulat, bermartabat dan berbudaya.
Sebagai partai baru, partai perindo juga memiliki karakteristik dan cara tersendiri
dalam menjalankan fungsinya sebagai wujud etika politik dari partai perindo itu
sendiri. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk membuat judul penelitian ini
dengan judul Etika Politik Partai Persatuan Indonesia (Perindo).
B; Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan dalam
penelitian ini, yaitu antara lain:
1; Bagaimana pelaksanaan etika politik partai Perindo dalam fungsi rekruitmen
politik?
2; Bagaimana pelaksanaan etika politik partai Perindo dalam fungsi sosialisasi
politik?
3; Bagaimana pelaksanaan etika politik partai Perindo dalam fungsi resolusi konflik?
4; Bagaimana pelaksanaan etika politik partai Perindo dalam fungsi komunikasi
politik?
C; Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka dapat dijabarkan tujuan dari penelitian
ini, yaitu antara lain:
1; Mengetahui pelaksanaan etika politik partai Perindo dalam fungsi rekruitmen
politik.
2; Mengetahui pelaksanaan etika politik partai Perindo dalam fungsi sosialisasi
politik.
3; Mengetahui pelaksanaan etika politik partai Perindo dalam fungsi resolusi konflik.
4; Mengetahui pelaksanaan etika politik partai Perindo dalam fungsi komunikasi
politik.
D; Metode Penelitian

1; Jenis dan Pendekatan Penelitian


Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena sifatnya
deskriptif-analitis yang mana data yang yang diperoleh seperti hasil pengamatan,
4

hasil wawancara, hasil pemotretan, analisis dokumen, catatan lapangan, tidak


dituangkan dalam bentuk dan angka-angka. Oleh karena itu penelitian ini bersifat
mendiskripsikan, menguraikan, dan mengambarkan tentang Etika politik yang
diterapkan oleh partai Perindo dalam menjalankan fungsi partai politik.
Metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif analitis yang dipakai
dalam penelitian ini, sebagaimana yang diungkapkan oleh spradley dalam
sugiyono (2008) yang dikutip dari Maman (2015) adalah metode kualitatif untuk
mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna untuk
meneliti situasi yang sangat mikro yaitu satu situasional (single social situation),
sampai yang makro masyarakat luas yang kompleks (complex society). Metode
kualitatif secara signifikan dapat mempengaruhi substansi penelitian. Artinya
bahwa metode kualitatif menyajikan secara langsung hakikat hubungan antar
peneliti dan informan, objek dan subjek penelitian. Penelitian kualitatif memiliki
ciri-ciri atau karakteristik yang hendaknya menjadi pedoman oleh peneliti, bahwa
karakteristik penelitian kualitatif diantaranya:
1; Peneliti sendiri sebagai instrumen utama untuk mendatangi secara langsung
sumber data.
2; Mengimplementasikan data yang dikumpulkan dalam penelitian ini lebih
cenderung kata-kata dari pada angka.
3; Menjelaskan bahwa hasil penelitian lebih menekankan kepada proses tidak
semata-mata kepada hasil.
4; Melalui analisis induktif, peneliti mengungkapkan makna dari keadaan yang
terjadi.
5; Mengungkapkan makna sebagai hal yang esensial dari pendekatan kualitatif.
Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini diharapkan dapat
mengungkapkan fakta-fakta secara komprehensif tentang implementasi etika
politik oleh partai Perindo dalam menjalankan fungsi dari partai politik itu
sendiri.
2; Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder.
Data primer merupakan data yang diperoleh dari sumber secara langsung. Adapun
data primer dalam penelitian ini adalah data wawancara terhadap Ketua DPW
Partai Perindo Provinsi Jawa Tengah dan Sekretaris DPW Partai Perindo Provinsi
Jawa Tengah mengenai etika politik dari partai Perindo terkait fungsi rekruitmen
politik, sosialisasi politik, resolusi konflik, dan komunikasi politik. Sedangkan
data sekunder merupakan data yang telah tersedia, berupa data-data kepustakaan,

jurnal penelitian yang relevan, profil dan dokumen kelembagaan dalam hal ini
AD/ART Partai Perindo.
3; Lokasi Penelitian
1.1.1;
Penelitian ini dilakukan di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW)
Partai Perindo Jalan Sultan Agung No. 102 Kel. Wonotingal, Jawa Tengah.
Alasan pemilihan lokasi tersebut karena jaraknya tidak jauh dari kampus
Universitas Negeri Semarang sehingga peneliti lebih mudah untuk melakukan
penelitian.

4; Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data adalah alat dan cara untuk mengumpulkan data.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa teknik yaitu:
1; Interview/ Wawancara
Maman (2015:184) metode wawancara atau metode interview
merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui
tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna suatu topik tertentu.
Interview atau wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh
pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara.
Wawancara sebaiknya dilakukan secara mendalam. Wawancara mendalam
adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara
tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau
orang yang diwawancara. Wawancara dilakukan dalam rangka untuk
mengetahui etika politik dari partai Perindo dalam menjalankan fungsi partai
politik yakni sebagai recruitmen politik, sosialisasi politik, resolusi konflik,
dan komunikasi politik. Dalam penelitian ini Wawancara ditujukan kepada
Bapak Siswandi Selodipoero sebagai ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW)
partai Perindo provinsi Jawa Tengah dan sekretaris DPW partai Perindo
provinsi Jawa Tengah. Wawancara ini dilakukan secara terstruktur dengan
berbagai pedoman wawancara terstruktur dan mendalam.
2; Dokumentasi
Dokumentasi merupakan salah satu cara pengumpulan data yang
menghasilkan catatan-catatan penting yang berhubungan dengan masalah yang
akan diteliti, sehingga akan diperoleh data yang lengkap, sah dan bukan
berdasarkan pada hasil pemikiran. Dokumentasi dilakukan selama penelitian
di DPW partai Perindo provinsi Jawa Tengah.

Dokumentasi dilakukan dengan pengambilan gambar mengenai kantor


DPW Jawa Tengah, mengambil gambar Bapak Siswandi, merekam proses
wawancara baik dalam bentuk audio maupun video dan struktur kepengurusan
anggota DPW Partai Perindo Jawa Tengah di kota Semarang serta AD/ ART
partai Perindo.
5; Teknik Analisis Data
1.2;
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang
diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain sehingga dapat
mudah dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain (Bogdan, 1982
dalam Maman, 2015).
1.3;
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif analisis
yang merupakan proses penggambaran partai PKS dan partai Perindo dalam bentuk naratif.
Dalam melakukan analisis dipergunakan jalan pikiran Miles (1992:16-19) yang menyatakan
bahwa dalam melakukan proses analisis komponen utama yang perlu diperhatikan setelah
pengumpulan data yaitu:
a Reduksi data

Reduksi data yaitu proses pemilihan, penyederhanaan, pengabstrakan dan


transformasi data kasar dari catatan-catatan tertulis di lapangan hingga laporan
aktif yeng lengkap tersusun. Data-data yang didapatkan dari lokasi penelitian
dipilah-pilah dan dipisahkan antara data pokok atau utama yang berkaitan
dengan masalah penelitian dengan data sampah. Data sampah tidak langsung
dibuang melainkan disimpan untuk berjaga-jaga apabila masih ada yang
dibutuhkan sebagai data penunjang sampai pada saat diselesaikannya menjadi
data akhir yang berupa laporan penelitian.
b Penyajian data

Penyajian data yaitu kesimpulan yang tersusun agar dapat memberi


kemungkinan dapat menarik kesimpulan. Dalam penyajian data ini dilakukan
reduksi data yang akan dipergunakan sebagai bahan laporan.
c Menarik kesimpulan dan verifikasi

Menarik kesimpulan atau verifikasi yaitu berupa intisari dan penyajian


data yang merupakan hasil dari analisis yang dilakukan dalam penelitian
kesimpulan awal yang bersifat belum benar-benar matang. Setelah
pengumpulan data selesai maka peneliti mulai melakukan penyajian dengan
7

melalui reduksi data terlebih dahulu. Setelah itu mengambil kesimpulan awal
apabila dianggap kurang mantap oleh peneliti karena ada kekurangan atau ada
persoalan baru akan melakukan reduksi atau melihat hasil reduksi lagi dan
melihat hasil penyajian data. Setelah selesai dilanjutkan dengan mengambil
data baru, begitu seterusnya hingga penelitian selesai dengan menarik
kesimpulan akhir. Kesimpulan akhir ini merupakan data valid yang akan
menyimpulkan bagaimana etika politik yang dijalankan oleh partai Perindo
terkait fungsi parpol.
Pengumpulan

data

melalui

wawancara

dan

observasi

serta

dokumentasi, setelah semua data yang didapatkan dari lokasi penelitian


tercatat, kemudian data disajikan dalam bentuk yang sistematis sesuai urutan
waktu pengambilan data. Data hasil observasi dan wawancara sudah melalui
tahap teknik obyektivitas dan validitas data. Setelah itu data direduksi atau
dipilah-pilah kembali yang cocok dan relevan dengan permasalahan dan fokus
penelitian. Setelah itu data diolah dan dianalisis dengan dokumen dan bukubuku terkait fokus dan permasalahan penelitian dengan obyektif dan valid.
Kemudian hasil analisis merupakan jawaban dari permasalahan penelitian, lalu
disajikan menjadi data akhir sebagai laporan penelitian terkait permasalahan
penelitian.
6; Keabsahan Data
Keabsahan data merupakan faktor yang penting dalam sebuah penelitian
karena sebelum data dianalisis terlebih dahulu harus mengalami pemeriksaan.
Validitas membuktikan hasil yang diamati sudah sesuai dengan kenyataan dan
memang sesuai dengan yang sebenarnya atau kejadiannya (Nasution, 2003:105).
Teknik pengujian keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
dengan menggunakan triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan
keabsahan dengan memanfaatkan sesuatu yang lain dari data tersebut sebagai
bahan pembanding atau pengecekan dari data itu sendiri (Moleong,2009:330).
Dalam penelitian ini teknik triangulasi yang di gunakan yaitu :
a; Triangulasi data yaitu mengumpulkan data yang sejenis dari beberapa sumber
data dari responden semua pihak yang terkait di SMP Negeri 5 Semarang
yang berbeda.
b; Triangulasi metode dilakukan dengan menggali data yang sama dengan
metode yang berbeda.
8

c; Perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, sehingga memungkinkan

peneliti untuk melengkapi data agar ada kesesuaian antara temuan dan
kenyataan.